BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam perkembangan dunia pendidikan akhir-akhir ini semakin berkembang
sangat pesat, seperti dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas
menyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa. Penjabaran dari tujuan tersebut telah tercantum dalam Pasal 31 ayat (1) yang menyebutkan “Tiap-tiap warga negara berhak
mendapatkan pengajaran “ dan ayat (2) menyebutkan “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan
Undang-undang”.
Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, pemerintah telah melaksanakan
program Inpres Sekolah Dasar sejak tahun 1973/1974 sebagai realisasi atas
kebijaksanaan pemerataan pendidikan. Pada masa sepuluh tahun telah dibangun
secara besar-besaran gedung-gedung Sekolah Dasar di seluruh tanah air, sehingga
sebagian besar anak usia 7-12 tahun (usia SD) telah dapat di tampung di Sekolah
Dasar. Selanjutnya pada Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 1984
Pemerintah telah mencanangkan Gerakan Wajib Belajar Sekolah Dasar 6 tahun.
Sementara itu dengan terus menerus meningkatkan wajib belajar sekolah dasar 6
tahun, pemerintah selalu berusaha mewujudkan sistem pendidikan nasional
dengan berpedoman pada undang-undang yang diamanatkan Undang-Undang
dengan DPR mengundangan Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “ Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan”, dan “ Warga negara yang berumur 6 (enam) tahun berhak mengikuti pendidikan dasar “ dan selanjutnya bagi “ Warga negara yang
berumur 7 (tujuh) tahun berkewajiban mengikuti pendidikan dasar atau
pendidikan yang setara, sampai tamat”. Yang dimaksud dengan pendidikan dasar adalah pendidikan 9 (sembilan) tahun, yang terdiri atas program pendidikan 6 (enam) tahun di Sekolah Dasar dan program pendidikan 3 (tiga) tahun di Sekolah Menengah Pertama”.
Sekolah yang seperti kita ketahui bersama adalah fasilitas yang digunakan bagi
setiap warga Negara Republik Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang
layak.
lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan/atau teknologi informasi dan komunikasi serta muatan lokal yang relevan. Istilah kejuruan telah memberikan ruang bahwa di jenjang SMP, bahkan di jenjang SD dan SMA dapat diberikan pendidikan kejuruan.
Dengan pertimbangan bahwa lulusan SMP diorientasikan untuk melanjutkan
pendidikan, maka penddikan kejuruan yang diberikan di jenjang SMP harus
berbasis luas (broad based) agar memberikan kesempatan yang lebih luas bagi
peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan dasarnya
dalam bidang teknologi. Berdasarkan pemahaman di atas, mata pelajaran yang
tepat untuk memenuhi tujuan tersebut adalah mata pelajaran Pendidikan
Teknologi Dasar (PTD).
Seperti sekolah SMP Mutiara 1 Bandung yang pada umumnya telah menggunakan
fasilitas-fasilitas berteknologi. Banyak dari guru-guru maupun para murid telah
menggunakan fasilitas baik itu menggunakan komputer ataupun internet yang
sering digunakan untuk pencarian data-data baik itu untuk keperluan tugas bagi
para siswa ataupun untuk keperluan pembuatan soal ataupun referensi
pembahasan mata pelajaran bagi para guru. Itu sebabnya PTD sangat penting
sekali untuk kemajuan suatu bangsa, dan sangat dianjurkan bagi jenjang SMP.
Dalam hal ini penulis sangat tertarik untuk membangun suatu lab khusus bagi para
siswa di SMP Mutiara 1 Bandung ini. Berdasarkan latar belakang yang telah di
“ ANALISIS KELAYAKAN LAB KOMPUTER DI SMP MUTIARA 1
BANDUNG BAGI PARA SISWANYA”
1.2. Identifikasi Masalah
Dengan kemajuan globalisasi yang sangat pesat sekali, terutama untuk
Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) bagi jenjang SMP, sangat penting sekali
untuk memfasilitasi para siswa untuk dapat mengetahui teknologi dasar demi
kemajuan bangsa di masa yang akan datang dan sebagai penerus bangsa.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan dan dari hasil analisis, maka
identifikasi dari masalah ini yaitu :
1.3. Ruang Lingkup Permasalahan
Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka penulis memberikan ruang
lingkup permasalahan pada kelayakan lab komputer dan standar pendidikan
yang diberikan bagi para siswa untuk jenjang SMP.
1.4. Tujuan Permasalahan
Dari identifikasi masalah di atas yaitu kelayakan lab komputer dan standar
pendidikan jenjang SMP untuk mengatasi permasalahan tersebut yang pertama
dilakukan untuk kelayakan komputer yaitu :
1. Bantuan langsung dari Yayasan SMP Mutiara 1 Bandung untuk
pembangunan lab komputer.
2. Ikut sertanya pemerintah untuk membangun lab komputer yang layak bagi
3. Bantuan dari masyarakat sekitar bagi kemajuan pendidikan yang layak
bagi SMP Mutiara 1 Bandung.
Permasalahan untuk standar pendidikan jenjang SMP masih terlalu kurang
dikarenakan kurangnya fasilitas yang memadai bagi para siswa maka
Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) masih sangat kurang sekali, seperti
standar khusus yang diberikan oleh pemerintah atau departemen pendidikan
nasional (depdiknas)
1.5. Sistematika Penulisan
Berikut adalah penjelasan sistematika penulisan :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan bab pembuka yang menguraikan dan menjelaskan tentang latar
belakang masalah, identifikasi persoalan,ruang lingkup permasalahan, tujuan
perancangan serta sistematika penulisan skripsi minor ini .
BAB II TEORI DASAR
Bab kedua ini menjelaskan tentang teori perancangan dari permasalahan yang
bersangkutan , dalam hal ini yaitu menjelaskan tentang metodologi
pengembangan system yang digunakan untuk perancangan sistem .
BAB III PROFILE SEKOLAH
Bab ini digunakan untuk mengumpulkan informasi system secara umum, interaksi
dalam sistem secara kualitatif dan kuantitatif , serta memodelkannya . Uraian
dalam bab ini menjelaskan tentang organisasi , prosedut sistem berjalan, aliran
BAB IV EVALUSI
Bab ini digunakan untuk menetapkan persyaratan sistem baru secara hipotesis
atau logical . Pembahasan meliputi tujuan opearsional sistem baru , gagasan untuk
mencapai tujuan , perubahan sistem , dan persyaratan sistem baru , meliputi aliran
informasi sistem baru , data dictionary , dan kendala perancangan .
BAB V PENGEMBANGAN
Bab ini berisi uraian mengenai tahapan untuk membangun . mewujudkan
rancangan sistem baru secara konkrit. Kegiatan yang dibahas meliputi konstruksi (
coding ) , pengujian sistem, dan pibdah sistem .
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab yang mencakup bab – bab sebelumnya yang menjelaskan
mengenai kesimpulan dari penyelesaian masalah secara keseluruhan serta saran – saran untuk perbaikan aktivitas kerja yang sedang berjalan maupun yang akan
BAB II DASAR TEORI 2.1. Pendidikan Secara Global
Dalam era globalisasi ini suatu bangsa dituntut agar dapat berperan serta aktif dan
tidak menjadi obyek bangsa lain adalah bangsa yang memiliki kulitas sumber
daya manusia yang baik yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan masyarakat suatu bangsa menurut Alfin Tofler (1980) dapat
dikelompokkan menjadi 3 gelombang perubahan, yaitu:
Gelombang Pertama: Masyarakat Pertanian.
Teknologi mebantu transisi dari masyarakat berpindah menjadi masyarakat pertanian. Salah satu teknologi yang dibutuhkan adalah ”Bajak”
Gelombang Kedua: Masyarakat Industri
Industri-industri dikembangkan dalam skala besar dan mesin-mesin dipergunakan
dalam proses industri. Mesin membebaskan orang dari kerja berat. Produksi
barang menjadi lebih menonjol dibandingkan produksi makanan
Gelombang Ketiga: Masyarakat Informasi
Merebaknya media masa seperti televisi dan surat kabar telah merubah
masyarakat secara dramatis. Masyarakat dunia saat ini sedang berubah menjadi
masyarakat informasi di mana pemrosesan informasi merupakan aktifitas yang
seluruh dunia. Kemungkinan-kemungkinan komunikasi telah menciptakan suatu
desa global.
Kenyataan lain, dewasa ini dan masa yang akan datang, ilmu pengetahuan dan
teknologi semakin meningkat peranannya dalam kehidupan manusia serta
memiliki peran dan kontribusi yang besar dalam mengubah pola dan tatanan
kehidupan modern. Seiring dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi tersebut, budaya masyarakat juga turut berubah dengan cepat. Pada era
ini masyarakat berhadapan dengan ragam perubahan jenis perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Perubahan tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatnya jaringan kerja/sistem (Contoh: sistem informasi, Sistem
Transfortasi, Sistem Bangunan Air).
2. Perubahan produk dari yang berukuran besar menjadi berukuran kecil
(Contoh: Komputer, telepon, Alat-alat AudioVisual).
3. Perkembangan dari alat-alat tangan manual /secaramekanis ke alat-alat
otomatis (Contoh: Alat-alat RumahTangga,Proses-prosesProduksi).
4. Perkembangan dari produk dengan materi yang berat ke pengunaan materi
yang ringang (Contoh: Konstruksi/ Kendaraan berat ke ringan).
Untuk menjawab tantangan perubahan tersebut tiada lain adalah pengembangan
sumberdaya manusia yang berkualitas yang memiliki kemampuan menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi secara sistematis, terstruktur, dan rasional melalui
kepada pencapaian suatu masyarakat yang berkualitas yang mempu menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu belajar sepanjang hayat se dini
mungkin.
Dalam fokus pendidikan yang seperti itu terkandung implikasi, bahwa upaya
pendidikan bukan hanya menyiapkan manusia untuk menguasai pengetahuan dan
teknologi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja pada saat kini; melainkan
manusia yang mampu, sanggup, dan mau belajar sepanjang hidupnya. Dengan
kata lain, belajar bukan sekadar aktivitas formal yang dibatasi oleh dinding kelas;
tetapi belajar sebagai visi, misi dan strategi atau ruh aktivitas kehidupan manusia
sehari-hari yang berhadapan dengan lingkungan, ilmu pengetahuan, dan teknologi
yang selalu berubah.
2.2. Tujuan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) Secara Umum
Dimasukkannya pendidikan teknologi dasar sebagai bagian dari pendidikan umum
mempunyai manfaat bagi pendidikan secara umum. Pendidikan teknologi
memberikan jalan untuk belajar dan mengembangkan ketrampilan yang secara
umum. Pendidikan teknologi secara alamiah mengembangkan kemampuan para
siswa untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan nyata, menumbuhkan
pemikiran yang reflektif, serta memelihara keterlibatan aktif para siswa dalam
Dengan memusatkan pada pemecahan masalah-masalah yang nyata, pendidikan
teknologi dasar memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan suatu
pandangan yang menyeluruh serta memadukan pengetahuan yang diperoleh dari
berbagai disiplin dengan mengabaikan batasan-batasan yang bersifat artifisial.
Sebagai kesimpulannya, Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) telah dimasukkan
sebagai bagian dari kurikulum inti pada pendidikan umum di banyak negara barat,
karena mereka merasa sangat memerlukan mata pelajaran tersebut untuk para
siswa mereka sebagai persiapan yang memadai agar di masa depan dapat berperan
di masyarakat serta sebagai orientasi pendidikan dan pekerjaan dimasa yang akan
datang. Terlebih lagi pelajaran tersebut dapat memberi sumbangan bagi
pendidikan secara umum dengan cara memberikan kesempatan untuk
mengembangkan ketrampilan yang sangat diperlukan yang berpusat pada situasi
kehidupan yang nyata.
2.3. Pilar Pendidikan Teknologi Dasar
Pilar teknologi yang berkaitan dengan apa yang diolah dan diproses di dalam area
teknologi mencakup 3 komponen, yaitu : Materi, energi dan informasi. Yang
dimaksud dengan ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Materi
Materi adalah bahan-bahan yang digunakan dalam suatu produk teknologi karena
untuk membuat suatu produk teknologi, apapun itu bentuk dan fungsinya maka
Materi atau bahan dalam suatu produk teknologi memegang peran yang penting
serta merupakan wilayah yang dapat dijadikan inovasi dari produk teknologi
tersebut. Pemilihan penggunaan bahan dalam suatu produk teknologi dapat
membuat produk teknologi tersebut mungkin menjadi lebih murah, lebih ringan,
lebih efisien, lebih ergonomis, dan sebagainya. Misalnya penggunaan plastik dan
rekayasanya saat ini sangat mendominasi berbagai jenis produk teknologi, hal-hal
yang tadinya tidak dapat kita percaya dapat digantikan dengan plastik, pada saat
ini hal itu sudah terjadi, tetapi selain memberi keuntungan yang sangat besar
dalam dunia teknologi, plastik juga kalau tidak dikelola dengan baik
meninggalkan limbah yang berbahaya bagi manusia.
Oleh karena itu meteri adalah salah satu pilar dalam program Pendidikan
Teknologi Dasar. Materi atau bahan selain menjadi komponen dasar kajian juga
menjadi kebutuhan untuk pembuatan produk teknologi sederhana dalam proses
belajar mengajar PTD. Materi atau bahan yang pada saat ini digunakan langsung
dalam proses belajara mengajar PTD adalah bahan logam, kayu, plastik, dan
kertas.
Demikian pentingnya materi atau bahan di dalam membuat suatu produk
teknologi, maka materi atau bahan ini menjadi salah satu pilar dari pengembangan
teknologi.
2. Energi
Suatu produk teknologi, secanggih apapun produk teknologi tersebut tidak akan
berfungsi tanpa ada energi yang memfungsikannya, artinya tanpa ada energi
produk teknologi itu menjadi tidak berguna dan hanya menjadi suatu benda yang
tidak bermakna.
Dengan demikian energi menjadi salah satu bagian yang sangat penting di dalam
suatu produk teknologi. Energi baik dilihat dari kebutuhan produk teknologi
tersebut akan suplai energinya maupun sumber energinya merupakan sesuatu yang
dapat menjadi inovasi sehingga produk teknologi itu menjadi lebih murah, lebih
ringan, fungsinya lebih baik, lebih ergonomis, dan sebagainya. Misalnya suplai
energi dalam suatu produk teknologi diupayakan sekecil mungkin, tetapi kinerja
dan fungsi alat tersebut tidak berubah bahkan kalau bisa semakin baik, selain
berpengaruh terhadap kinerja dan fungsi, alat tersebut menjadi lebih ringan, lebih
murah, lebih ergonomis, dan lebih efisien.
Oleh karena itu, sedemikian pentingnya energi dalam suatu produk teknologi
maka energi dijadikan salah satu pilar pengembangan teknologi. Sehingga dalam
program Pendidikan Teknologi Dasar energi dan perubahannya menjadi bahan
3. Informasi
Selain materi dan energi, produk teknologi itu juga membutuhkan informasi, baik
pada saat perencanaan, pembuatan, maupun penggunaan produk tersebut. Artinya
tanpa informasi, produk teknologi itu fungsinya menjadi tidak optimal atau
bahkan malah menjadi rusak.
Informasi itu harus menggambarkan keadaan, kemampaun dan cara menggunakan
atau mengoperasikan produk teknologi tersebut, bahkan kalau memungkinkan
cara merawatnya. Sedemikian pentingnya informasi ini dalam suatu produk
teknologi sehingga produk teknologi tersebut dapat difungsikan secara optimal,
maka informasi ini menjadi salah satu pilar dalam pengembangan teknologi. Pada
saat ini rasanya tidak ada suatu produk teknologi mutakhir yang tidak memiliki
buku yang isinya ber bagai informasi tentang produk teknologi tersebut termasuk
bagaimana cara menggunakannya, buku yang berisi informasi itu disebut juga
Buku Manual.
2.4. Institusi Pendidikan Jenjang SMP
Dari permasalah yang telah diuraikan di BAB 1 bahwa Pendidikan Teknologi
Dasar (PTD) yang layak haruslah dilaksanakan di setiap institusi-institusi
pendidikan hal ini diperkuat dengan adanya UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) dan (2),
Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989, UU RI No . 20 Tahun 2003 Pasal 37 ayat
Dengan adanya dukungan dari pemerintah maka institusi-institusi pendidikan
yaitu sekolah diharuskan untuk memajukan pendidikan khususnya Pendidikan
Teknologi Dasar (PTD) dan umumnya pada pendidikan yang lain. Sekolah pun
menjadi aset utama untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi
kemajuan bangsa. Apabila sekolah diumpamakan sebagai tempat mengolah
sesuatu dan calon siswa diumpamakan sebagai bahan mentah maka lulusan dari
sekolah itu dapat disamakan dengan hasil olahan yang sudah siap dgunakan.
Dalam istilah inovasi yang menggunakan teknologi maka tempat pengolahan ini
disebut transformasi.
Jika digambarkan dalam bentuk diagram akan terlihat sebagai berikut :
Umpan Balik
Gambar 2.1 Transformasi Input
TRANSFORMASI
1. Input :
Adalah bahan mentah yang dimasukkan ke dalam transformasi. Dalam dunia
sekolah maka yang dimaksud dengan bahan mentah adalah calon siswa yang baru
akan memasuki sekolah (institusi), calon siswa itu dinilai dahulu kemampuannya.
Dengan penilaian itu ingin diketahui apakah kelak ia akan mampu mengikuti
pelajaran dan melaksanakan tugas-tugas yang akan diberikan kepadanya.
2. Output :
Adalah bahan jadi yang dihasilkan oleh transformasi. Maksudnya adalah siswa
lulusan sekolah yang bersangkutan. Untuk dapat menentukan apakah seorang
siswa berhak lulus atau tidak, perlu diadakan kegiatan penilaian.
3. Transformasi :
Adalah mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi. Dalam
dunia sekolah, sekolah itulah yang dimaksud dengan transformasi. Sekolah itu
sendiri terdiri dari beberapa mesin yang menyebabkan berhasil atau gagalnya
sebagai transformasi. Bahan jadi yang diharapkan, yang dalam hal ini sisiwa
lulusan sekolah sekolah ditentukan oleh beberapa faktor sebagai akibat bekerjanya
unsur-unsur yang ada.
Unsur-unsur transformasi sekolah tersebut antara lain :
a. Guru dan personal lainnya.
b. Bahan pelajaran.
d. Sarana penunjang .
e. Sistem administrasi.
Umpan Balik (feed back) Adalah segala informasi baik yang menyangkut output
maupun transformasi. Umpan balik ini diperlukan sekali untuk memperbaiki input
maupun maupun transformasi. Lulusan yang kurang bermutu atau yang belum
memenuhi harapan, akan menggugah semua pihak untuk mengambil tindakan
yang behubungan dengan penyebab kurang bermutunya lulusan.
Penyebab tersebut antara lain :
a. Input yang kurang baik kualitasnya.
b. Guru dan personal yang kurang tepat.
c. Materi yang tidak atau kurang cocok.
d. Metode mengajar dan sistem evaluasi yang kurang memadai.
e. Kurangnya sarana penujang.
f. Sistem administrasi yang kurang tepat.
Dari standar kurikulum yang diberikan oleh pemerintah atau departemen
pendidikan nasional (depdiknas) maka seharusnya pembagian kompetensi dasar
atau materi yang harus diajarkan adalah sebagai berikut:
Untuk TIK tingkat SMP :
Kelas VII : Pada awal pembelajaran TIK di tingkat SMP siswa dihadapkan pada pembelajaran teori mengenai penggunaan TIK dan prospeknya pada masa yang
komputer. kedua materi pembelajaran ini berbentuk sangat teoritis yang membuat
siswa merasa bosan. Di semester berikutnya barulah siswa dpat mempraktekan
operasi dasar komputer, itupun masih dengan catatan apabila di sekolah tersebut
sudah terdapat fasilitas laboratorium komputer yang mencukupi
Kelas VIII : pada awal semester 1 di kelas VIII siswa mulai belajar menggunakan aplikasi pengolah kata yang biasanya sekolah atau guru memberikan materi
dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Office Word yang akan sangat
sulit menemukan sekolah yang menggunakan program yang asli. penggunaan
program bajakan ini dapat dihindari dengan mengganti program aplikasinya
menjadi yang berbasis open source seperti open office.org. Di semester 2 siswa
kelas VIII SMP melanjutkan materinya ke pembelajaran menggunakan aplikasi
pengolah angkan yang lagi-lagi sekolah biasanya terpaku pada program aplikasi
berbayar seperti Microsoft Office Excel.
Kelas IX : di kelas IX ini siswa akan mulai belajar mengenai internet, saat ini sudah banyak sekolah yang sudah memiliki koneksi internet di sekolahnya,
khususnya sekolah-sekolah yang berada di kota besar. pada materi ini siswa akan
belajar mengenai pengunaan internet dan beberapa layanan yang terdapat di
internet. Hal yang perlu di perhatikan pada proses pembelajaran materi ini adalah
kontrol dari guru ketika pelaksanaan praaktek belajar internet. karena banyak
diantara siswa yang menyalahgunakan penggunan internet ini.
Memberikan materi TIK di SMP memang penuh dengan dilematika. Dengan
minggu = 2jp tidaklah cukup untuk diterimakan. Padahal kita harus memberikan
teori, sekaligus praktikkum. Belum lagi kemampuan siswa-siswa yang berbeda,
ini juga akan berpengaruh terhadap kurikulum yang akan kita kembangkan.
Kondisi lingkungan siswa pun juga berpegaruh terhadap kurikulum yang akan kita
kembangkan. Akibatnya, kurikulum yang akan diberikan pada siswa-siswa di
perkotaan akan berbeda dengan kurikulum yang akan diberikan pada siswa -siswa
di pedesaan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kondisi psikis siswa SMP
yang cenderung lebih menyukai praktikkum dari pada teori. Siswa SMP biasanya
lebih suka dengan hal-hal praktis dan grafis dalam praktikkum TIK.
Pada prinsipnya, materi TIK di SMP seharusnya disusun supaya pengajar dapat
memberikan pengalaman pada siswa-siswanya untuk dapat mengenal TIK secara
umum, bukan untuk menjadikan siswanya profesional dalam bidang tertentu.
Sehingga ketika para siswa ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi para siswa tidak terlalu ketinggalan dengan siswa-siswa dari sekolah lain
dan siap untuk mempelajari atau mendalami TIK.
2.5. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian adalah sarana penunjang bagi penulis untuk membuat
sebuah laporan. Dalam hal ini penulis menggunakan beberapa metode yang
diantaranya adalah :
a. Wawancara
Wawancara adalah salah satu faktor penting dalam menggali informasi dari nara
dan benar diharapkan tujuan interview akan tercapai. Setiap enumerator harus
mengetahui teknik wawancara yang efisien dan efektif.
b. Observasi
Observasi ialah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan
pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau
mengamati individu atau kelompok secara langsung.
c. Mengajukan Pertanyaan
Pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan dalam menyusun laporan untuk
mendapatkan data-data yang dibutuhkan.
2.6. Alat Bantu Analisis
Alat atau tools yang digunakan untuk mengetahui atau menganalisis permasalah
sistem informasi dalm sebuah laporan.Salah satu tools yang penulis gunakan
adalah :
1. Kesatuan Luar(External Entity)
Merupakan kesatuan luar (entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa
sekelompok orang, divisi, organisasi, atau sistem lainnya yang berada
dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari
sistem. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau segi
2. Proses
Adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari
hasil suatu arus data yang masuk dalam proses untuk dihasilkan arus data yang
akan keluar dari proses atau untuk mengubah input menjadi output. Suatu proses
dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran.
3. Data Flow (Aliran Data)
Data mengalir melalui sistem, dimulai dengan sebagian input dan diubah atau
diproses menjadi output. Arus data (Data Flow) diberi simbol dengan suatu garis
panah.
4. Data Storage (Penyimpanan Data)
Data disimpan untuk keperluan berikutnya. Simpanan data di DFD disimbolkan
dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya.
Adalah Entitas diluar sistem yang berkomunikasi / berhubungan langsung dengan
sistem.
2.7. Kamus data
Beberapa tahapan yang dilakukan atau alur yang digunakan dalam menganalisis
suatu sistem haruslah saling berkesinambungan antara sau dengan yang
lainnya.Berikut adalah hal-hal yang harus dimuat dalam pembuaan suatu
informasi :
2. Bentuk Data
3. Arus Data
4. Penjelasan
5. Struktur Data
Beberapa hal tersebut haruslah ada dalam proses penganalisisan sistem informasi
BAB III PROFILE SEKOLAH
3.1. PROFILE SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUTIARA 1 BANDUNG
a. Latar Belakang Sekolah
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor. 061/U/1993 tanggal 25 Februari 1993 tentang
Pemberlakuan Kurikulum Sekolah Menengah Pertama yang dilaksanakan
secara bertahap dari mulai Tahun Pelajaran 1994/1995, tentu sangat
membawa pengaruh terhadap pengelolaan pendidikan di sekolah secara
keseluruhan. Segala sumber daya baik manusia maupun nonmanusia perlu
dipersiapkan agar menunjang terhadap pencapaian tujuan kurikulum
tersebut.
Untuk mencapai tujuan tersebut serta proses pengelolaan sekolah
berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan, maka segala
sesuatunya perlu dipersiapkan dan dituangkan ke dalam Pedoman dan
Program Kerja Jangka Panjang Persekolahan 2006-2014 yang kiranya dapat
dijadikan acuan dalam pelaksanaannya di lapangan.
b. Dasar/Landasan
Pedoman dan Program Kerja Jangka Panjang Persekolahan
2006-2014 SMP Mutiara 1 Kota Bandung ini, disusun berdasarkan pada :
2. Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Sekolah Menengah
Pertama
4. Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang Peran Serta
Masyarakat dalam Pendidikan Nasional
5. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0481/U/1993
tentang Sekolah Menengah Pertama
6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 061/U/1993
tentang Landasan Program dan Pengembangan
7. Pengarahan Ketua Yayasan Pendidikan Mutiara 1 tentang Pengelolaan
Sekolah yang lebih difokuskan pada Peningkatan Efisiensi dan
Kualitas Pendidikan
c. Tujuan
Pedoman dan Program Kerja Jangka Panjang Persekolahan
2006-2014 SMP Mutiara 1 Kota Bandung ini, disusun untuk memberi petunjuk
kepada Penyelenggara dan Pelaksana Sekolah agar dapat melaksanakan
tugasnya dengan Teratur, Terarah, dan Terencana baik yang menyangkut
d. Visi
1. Membina Umat Taqwa dan Iman atas Robbul Alamin
2. Membina Generasi Cerdas dan Terampil
e. Misi
1. Turut serta membentuk program pemerintah bidang Pendidikan
2. Membentuk Manusia yang berakhlaqulkarimah, berbudi luhur sesuai
dengan kaidah – kaidah Agama dan Negara 3. Meningkatkan disiplin siswa dan guru
4. Melakukan motivasi dalam pembelajaran
5. Meningkatkan profesionalisme
6. Meningkatkan Pendidikan keterampilan dan kegiatan ekstrakurikuler
7. Memberikan bekal kepada peserta didik untuk bisa hidup Mandiri.
3.2. GAMBARAN SITUASI DAN KONDISI SEKOLAH a. Kepegawaian
1. Daftar Staf Kepemimpinan
Tabel 3.1
Daftar Staf Kepemimpinan
No Nama Pimpinan NIP Gol Jabatan
1. Drs. Abas 130 723 618 IV / b Kepala Sekolah
3. Sugandi 131 883 992 III / b Wakasek Ur. Kesiswaan
4. Drs. Wawan
Suryawan
- Wakasek Ur. Sarana
5. Bambang I, S.Pd - Wakasek Ur. Humas
6. Sussy Noviarty - Koordinasi Administarsi
7. Dra. Mas Iah Sutiah - Koordinator BP/BK
8. Oos Abdul Kosim,
S.Pd
- Koordinator piket
9. Rukaman - Pembina OSIS
Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung 2. Daftar Wali Kelas
Tabel 3.2 Daftar Wali Kelas
No. Nama Wali Kelas Jabatan Wali Kelas
1. Yenni Rohaeni, S.Si VII 1
2. Ai Suryanti VII 2
3. Nonah, S.Ag VII 3
4. Ahmad Rifai VIII 1
5. Yuni Wahyuni, S.Pd VIII 2
6. Oos Abdul Kosim, S.Pd IX 1
7. Tita Rosita, S.Pd IX 2
3. Daftar Guru Piket
Tabel 3.3 Daftar Guru Piket
No. Nama Guru Hari Tugas
1. Yuni Wahyuni, S.Pd Senin
2. Rukmana
3. Oos Abdul Kosim, S.Pd Selasa
4. Ela Suryati, S.Pd
5. Dra. Mas Iah Sutiah Rabu
6. Yenni Rohaeni, S.si
7. Ai Suryanti Kamis
8. Ahmad Rifai
9. Tita Rosita, S.Pd Jum’at
10. Nonah, S.ag
11. Sugandi Sabtu
12. Bambang Indriyanto, S.Pd
Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung 4. Daftar Staf Pengajar
Tabel 3.4 Daftar Staf Pengajar
Nomor Nama Guru Mata Pelajaran
1 1 Drs. Abas B. Arab
2 2 Ela Suryati, S.Pd B. Indonesia
3 3 Sugandi PPKN
4 4 Dra. Mas Iah Sutiah Geografi/Sosiologi
5 5 Bambang, S.Pd Matematika / Fisika
6 6 Drs. Wawan Suryawan Bahasa Indonesia
7 7 Oma Rohmawati Ekonomi/Jasa
8 8 Rukmana Bahasa Indonesia
9 9 Nonah, S.Ag Pendidikan Agama
Islam
10 10 Ahmad Rifai Bahasa Arab
11 11 Oos Abdul Kosim, S.Pd Matematika
12 12 Tita Rosita, S.Pd Bahasa Inggris
13 13 Iwan, S.Pd Seni Budaya
14 14 Agus Setiawan Bahasa Inggris
15 15 Suganda Wiryadi, S.Pd Penjas
16 16 Hendar Syarief, S.Pd Penjas
17 17 Yenni Rohaeni, S.Si Fisika
18 18 Krisnawati, S.Pd Biologi
19 19 Yuningsih, S.Pd Ekonomi/Sejarah
20 20 Entin, S.Pd Sejarah
22 22 Wati Herawati KTK
23 23 M. Ali Mahfud TIK
24 24 Dani H, S.Pd Matematika
25 25 Yuni Wahyuni, S.Pd B. Inggris
Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung 5. Daftar Pembina Ekstrakulikuler
Tabel 3.5
Daftar Pembina Ekstrakulikuler
No. Nama Pembina Ekstrakurikuler
1. Noanh, S.Ag Agama
2. Ahmad Rifai Agama
3. Suganda Penjas
4. Rukmana Penjas
Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung b . Keuangan
Pembiayaan Pendidikan mengacu pada (1) Dimensi Penerimaan
(Revenue) yaitu pendapatan dari berbagai sumber daya seperti pemerintah, orang tua, dan masyarakat; (2) Dimensi Alokasi (Expenditure) yaitu pendistribusian dana atau anggaran untuk menunjang berbagai program atau
kegiatan.
Biaya yang digunakan untuk pengelolaan pendidikan di SMP
Mutiara 1 Kota Bandung pada Tahun Pelajaran 2004/2005 diperoleh dari
dengan pihak yayasan tentang Penyerahan Hak Pengelolaan Keuangan SMP
Mutiara 1 Kota Bandung, maka Kepala SMP Mutiara 1 Kota Bandung
selaku pengelola pendidikan :
1. Yayasan sebagai penyelenggara pendidikan mengelola biaya
pembangunan (Capital Cost) yaitu biaya yang digunakan untuk pembelian tanah, bangunan, lapangan olahraga, biaya konstruksi
bangunan, pengadaan perlengkapan mebelair, instalasi, penggantian,
perbaikan bangunan, dan perlengkapan
2. Pimpinan sekolah sebagai pengelola pendidikan biaya rutin (Recurrent Cost) yaitu biaya yang digunakan untuk operasional pendidikan selama satu tahun anggaran/pelajaran, seperti : Kesejahteraan Personil,
Administrasi Kantor, Orientasi Siswa Baru, PSB, Ulangan Umum,
Wisuda Siswa, Pembinaan Kesiswaan, Pemeliharaan dan Perawatan
Peralatan Kantor, dan Media Pembelajaran melalui pengajuan biaya
kepada Yayasan untuk setiap pengeluaran anggaran program dengan
mengacu pada Rencana Anggaran Pembelanjaan Sekolah yang telah
disetujui oleh Pihak Yayasan
3. Menyelesaikan kewajiban-kewajiban pembayaran kepada pihak bank
yang belum terselesaikanoleh Pengurus Yayasan setiap bulannya sebesar
Rp 2.500.000,00 (Dua juta lima ratus ribu rupiah)
4. Menyerahkan secara tetap biaya pembinaan kepada Yayasan tiap
bulannya terhitung tanggal 1 Agustus 2001 sebesar Rp
3.3. RENCANA SUMBER BIAYA PENGELOLAAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH
Tabel 3.6
Rencana Sumber Biaya Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah
SISWA BARU (KELAS I)
1. Uang Pendaftaran 160 X Rp. 20.000,00 Rp. 3.200.000,00
2. Uang Bangunan 160 X Rp. 500.000,00 Rp. 80.000.000,00
3. Uang SPP 12 Bulan 12 X 160 X Rp. 50.000,00 Rp. 96.000.000,00
Rp. 179.200.000,00
SISWA KELAS II
1. Uang SPP 12 Bulan 12 X 210 X Rp. 35.000,00 Rp. 88.200.000,00
2. Sisa Tunggakan SPP Rp. 2.730.000,00
3. Sisa Tunggakan Uang Bangunan Rp. 5.599.750.00
Rp. 96.528.750,00
SISWA KELAS III
1. Uang SPP 12 Bulan 12 X 230 X Rp. 32.500,00 Rp. 89.700.000,00
3. Sisa Tunggakan Uang Bangunan Rp. 5.078.500,00
Rp. 101.240.500,00
EX SISWA KELAS III
1. SPP Rp. 975.000,00
2. Uang Bangunan Rp. 577.000,00
Rp. 1.552.000,00
RENCANA TOTAL PEMASUKAN Rp. 378.522.250,00
RENCANA PENGGUNAAN
1. Bulan Juli
A. Administrasi Kurikulum Rp. 1.350.000,00
B. ATK KBM Rp. 2.150.000,00
C. Sarana Perkantoran Rp. 950.000,00
E. Pelaburan, Pemasangan Keramik dan
Pembuatan KM Ruang Guru Rp. 12.500.000,00
F. Perbaikan Lab. Bahasa Rp. 1.000.000,00
G. Penyetoran Biaya Siswa Baru ke KANDEP
Rp. 4000,00 X 150 Rp. 600.000,00
H. Kewajiban Kepada Yayasan Rp. 7.000.000,00
I. Biaya Operasional Rp. 2.000.000,00
J. Pembelian alat-alat olah raga
K. Insentif Kehadiran / KBM
Rp. 1.150.000,00
Rp. 1.456.500,00
L. Honorarium Rp. 9.900.000,00
M. Meubelair Rp. 2.000.000,00
N. Biaya rapat-rapat Rp. 2.000.000,00
O. Iuran BMPS 12 X Rp. 20.000,00 Rp. 240.000,00
P. Iuran K3S 12 X Rp. 60.000,00 Rp. 720.000,00
Q. Pembelian alat kesenian Rp. 580.000,00
Rp. 60.385.000,00
2. Bulan Agustus
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7.000.000,00
E. Penyusunan Program Rp. 600.000,00
F. Biaya Seragam Guru Rp. 2.800.000,00
Rp. 25.608.000,00
3. Bulan September
A. Dana operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
Rp. 22.208.000,00
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
Rp. 22.208.000,00
5. Bulan Nopember
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
E. Insentif Munggah Rp. 2.250.000,00
Rp. 24.458.000,00
6. Bulan Desember
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
E. THR 90 X Rp. 85.000,00 Rp. 7.650.000,00
F. Bingkisan Lebaran Rp. 2.000.000,00
Rp. 31.858.000,00
6. Bulan Januari
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
Rp. 22.208.000,00
7. Bulan Februari
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
Rp. 22.208.000,00
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
E. Rekreasi Guru Rp. 12.000.000,00
Rp. 34.208.000,00
9. Bulan April
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
Rp. 22.208.000,00
10. Bulan Mei
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
E. Try Out Rp. 2000.000,00
Rp. 24.208.000,00
12. Bulan Juni
A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00
B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00
C. Honorarium Rp. 11.592.000,00
D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00
E. Administrasi/Brosur/Spanduk/Pamflet/Promosi
PSB Rp. 7000.000,00
Rp. 29.208.000,00
B. Biaya yang dikeluarkan secara berkala
1. Melengkapi buku perpustakaan Rp. 2000.000,00
2. Melengkapi peralatan Lab. IPA Rp. 2.000.000,00
4. Pengembangan profesi guru Rp. 3.000.000,00
5. Beasiswa siswa berprestasi
I. 5 X 12 X Rp. 50.000,00
II. 5 X 12 X Rp. 35.000,00
III. 6 X 12 X Rp. 32.500.000,00
Rp. 7.440.000,00
6. Renovasi Lab. IPA Rp. 3.000.000,00
7. Perbaikan sarana Rp. 3.000.000,00
8. Penghargaan guru teladan Rp. 1.500.000,00
9. Dana sosial pegawai Rp. 3.000.000,00
10. Bantuan kemasyarakatan Rp. 1.000.000,00
11. Transportasi Dinas 12 X Rp. 100.000,00 Rp. 1.250.000,00
12. Studi Banding Rp. 6.000.000,00
13. Renovasi/penyediaan sarana perpustakaan Rp. 2.500.000,00
Rp. 36.640.000,00
SISA ANGGARAN
Rencana Pemasukan Rp. 378.522.250,00
Rencana Pengeluaran Rp. 377.613.000,00
Jumlah Rp. 909.250,00
Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung a.Perlengkapan
1. Organisasi Tata Kerja
a. Menginventarisasi semua kekayaan sekolah
b. Menata ruangan sesuai dengan kondisi yang ada
c. Merehabilitasi barang-barang yang rusak
2. Rencana dan Program Kerja
a. Menyusun rencana kerja untuk satu tahun
b. Mengajukan rencana pembelian peralatan kantor
c. Menginventarisasi barang-barang yang rusak
3. Daftar Inventarisasi Sarana dan Prasarana
a. Luas Tanah 1.200 M2
b. Ruang Yayasan 1 buah
c. Ruang Kepala Sekolah 1 buah
d. Ruang Pembantu Kepala Sekolah 1 buah
f. Ruang Belajar 7 buah
g. Ruang Tata Laksana -
h. Ruang Bendahara 1 buah
i. Ruang Perpustakaan 1 buah
j. Ruang Laboratorium 1 buah
k. Ruang BP / BK 1 buah
l. Mushola
1 buah
m.Ruang Komputer -
n. Kantin -
o. Gudang 1 buah
p. WC Guru 1 buah
q. WC Siswa 4 buah
r. Ruang Satpam -
b. Pengelolaan Laboratorium IPA/Komputer 1. Organisasi Pengelolaan
a. Membuat organigram Pengelolaan Laboratorium
b. Penyusun Petugas Laboratorium
c. Menyediakan format yang diperlukan
2. Program dan Jadwal Penggunaan
b. Menyusun program Caturwulan / Tahunan
c. Mengadakan jadwal pertemuan penggunaan Laboratorium
3. Aturan Tata Tertib
a. Tata Tertib Siswa di laboratorium
b. Tata Tertib menggunakan alat-alat laboratorium
c. Tata Tertib meminjam / mempergunakan alat-alat laboratorium
4. Inventarisasi Alat-alat
a. Menginventarisasi alat-alat IPA / Komputer
b. Mengklarifikasi alat-alat yang laik pakai
c. Mengadakan alat / bahan IPA yang diperlukan
d. Menyusun laporan
c. Gambaran Garis Besar Kegiatan Belajar Mengajar 1. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan Pagi Hari
2. Waktu Kegiatan Belajar Mengajar
a. Kegiatan Belajar Mengajar di mulai dari pukul. 07.00 dan berakhir pukul
12.20 WIB
c. Jumlah jam keseluruhan disesuaikan dengan Kurikulum 2004
d. Penambahan jam pelajaran khas Mutiara adalah Bahasa Arab
3. Ekstrakurikuler
Untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar Intrakurikuler dan
menyalurkan bakat serta minat siswa, di SMP Mutiara 1 diselenggarakan
Jenis Ekstrakurikuler
4. Rombongan Belajar
Jumlah Rombongan Belajar terdiri atas :
1. Kelas 1 : 3 Kelas
2. Kelas 2 : 2 Kelas
3.4. PENGORGANISASIAN SEKOLAH
GAMBAR 3.1 Pengorganisasian Sekolah
JALUR KOMANDO/PEMBINAAN ……….
---3.5. FUNGSI, TUGAS, dan PENGEMBANGAN SEKOLAH 1. Fungsi dan Tugas Sekolah
Sekolah merupakan Lembaga Pendidikan yang berfungsi
sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dalam sekolah
(formal), secara garis besar memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
a. Melaksanakan pendidikan dalam sekolah selama jangka waktu
tertentu sesuai dengan jenis, jenjang, dan sifat sekolah tersebut
b. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan Kurikulum
yang berlaku
c. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa di sekolah
d. Membina Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS )
e. Melaksanakan urusan Tata Laksana dan Urusan Rumah Tangga
Sekolah
f. Membina kerjasama dengan orang tua siswa, masyarakat, dan dunia
usaha
g. Bertanggung jawab kepada Kakandepdiknas Kota Bandung, Kanwil
Depdiknas Propinsi Jawa Barat, dan Yayasan Pendidikan Mutiara 1
Untuk melaksanakan tugas-tugas di tas, sekolah dipimpin
seorang kepala sekolah
2. Fungsi dan Tugas Pengelola Sekolah
Kepala Sekolah berfungsi sebagai manajer / pimpinan,
administrator, dan supervisor.
1. Sebagai Manajer / Pemimpin, memiliki tugas :
a. Menyusun perencanaan
b. Mengorganisasikan kegiatan
c. Mengarahkan kegiatan
d. Mengoordinasikan kegiatan
e. Melaksanakan pengawasan
f. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan
g. Menentukan kebijaksanaan
h. Mengadakan rapat
i. Mengambil keputusan
j. Mengatur Proses Belajar Mengajar
k. Mengatur Administrasi
a) Kantor
b) Siswa
c) Pegawai
d) Perlengkapan
e) Keuangan ( RAPBS )
2. Mengatur organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS )
3.Sebagai Administrator, bertugas menyelenggarakan administrasi :
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pengarahan
d. Pengoordinasian
e. Pengawasan
f. Kurikulum
g. Kesiswaan
h. Kantor
i. Kepegawaian
j. Perlengkapan
k. Perpustakaan
l. Ruang Keterampilan / Kesenian
4. Sebagai Supervisor, memiliki tugas mengenai :
a. Kegiatan Belajar Mengajar
b. Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan dan Bimbingan Karier
c. Kegiatan Ekstrakurikuler
d. Kegiatanan Ketatalaksanaan
b. Wakasek Urusan Kurikulum
Wakasek Urusan Kurikulum, memiliki tugas sebagai berikut :
1. Menyusun Program Pengajaran
2. Menyusun Pembagian Tugas Guru
3. Menyusun Jadwal Pelajaran
4. Menyusun Jadwal Evaluasi Belajar
5. Menyusun Pelaksanaan US / UN
6. Menetapkan Kriteria Kenaikan Kelas
7. Menetapkan Jadwal Pembagian Rapor
8. Mengoordinasikan dan mengarahkan Penyusunan Program
Satuan Pelajaran
9. Mengatur Kegiatan Penilaian / Perencanaan Tes
10.Mengatur Kegiatan Kokurikuler
11.Menyusun Laporan Pelaksanaan Pelajaran
12.Bekerjasama dengan Wakasek lainnya dalam urusan terkait
c. Wakasek Urusan Kesiswaan
Wakasek Urusan Kesiswaan memiliki tugas sebagai berikut :
1. Menyusun Program Pembinaan Kesiswaan / OSIS
2. Melaksanakan bimbingan, pengarahan, dan pengendalian siswa
/ OSIS dalam rangka menegakkan disiplim dan tata tertib
3. Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan,
ketertiban, keindahan, kekeluargaan, keagamaan, dan
persidangan
4. Memberikan pengarahan dalam pengurusan pemilihan
Pengurus OSIS
5. Memberikan pembinaan dalam pengurusan OSIS dalam
berorganisasi
6. Menyusun Pemilihan Calon Siswa Teladan dan Calon Penerima
Beasiswa
7. Melaksanakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam
kegiatan di luar sekolah
8. Menyusun program pembinaan siswa secara berkala dan
insidental
9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara
berkala
d. Wakasek Urusan Humas
Wakasek Urusan Humas memiliki tugas sebagai berikut :
1. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan orang tua / wali
siswa dengan sekolah
2. Membina pengembangan hubungan sekolah dengan lembaga
3. Bekerjasama denga Wakasek lainnya dalam urusan terkait
e. Wakasek Urusan Sarana / Prasarana
Wakasek Urusan Sarana / Prasarana memiliki tugas sebagai
berikut:
1. Menginventarisasi barang
2. Pendayagunaan sarana dan prasarana
3. Pemeliharaan sarana dan prasarana
4. Pengendalian pemanfaatan sarana dan prasarana
5. Membuat laporan secara berkala
f. Koordinator Piket
Koordinator Piket memiliki tugas sebagai berikut :
1. Mengontrol kehadiran petugas piket
2. Memberikan arahan-arahan berkenaan dengan tugas piket
3. Membuat administrasi piket yang berkaitan dengan :
a. Agenda Piket
b. Surat Izin Ke luar / masuk
c. Surat Izin Meninggalkan Sekolah / Pulang
4. Membuat dan mengedarkan daftar hadir Staf Pimpinan, Guru,
5. Mencatat, mengadministrasikan, dan membuat prosentase
kehadiran dan ketidakhadiran Staf Pimpinan, Guru, dan
Karyawan
6. Membuat dan mengedarkan format perhitungan ketidakhadiran
siswa per kelas
7. Mencatat dan mengadministrasikan prosentase ketidakhadiran
siswa per kelas
8. Menghimpun dan menyerahkan agenda kelas untuk
ditandatangani oleh kepala sekolah setiap minggu
9. Membuat daftar kehadiran / ketidakhadiran Staf Pimpinan,
Guru, dan Karyawan untuk kebutuhan perhitungan insentif dan
dilaporkan kepada bendahara selambat-lambatnya lima hari
sebelum insentif dibagikan
g. Koordinator Administrasi
Koordinator Administrasi memiliki tugas sebagai berikut :
1. Membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan hal yang
bersifat administrasi
2. Membantu kepala sekolah dalam menjabarkan kebijakan yang
berkaitan dengan :
a. Pembuatan surat-surat Keputusan Dinas
b. Membuat Surat-surat Dinas
c. Menjawab Surat Dinas yang dibutuhkan
h. Koordinator BP / BK
Koordinator BP / BK memiliki tugas sebagai berikut :
1. Menyusun rencana program dan pelaksanaan BP / BK
2. Menetapkan garis-garis kebijakan BP / BK
3. Mengoordinasikan dan mengarahkan kegiatan BP / BK
sehari-hari
4. Membuat pembagian tugas guru pembimbing
5. Menyiapkan alat-alat dan formulir pengumpulan data yang
meliputi :
a. Angket
b. Angket Data Orang Tua Siswa
c. Blanko observasi
d. Blanko / Sosiogram
e. Home Visit
f. Pemanggilan orang tua siswa
g. Pemeriksaan kesehatan
h. Pemeriksaan psikologi
i. Penjurusan bagi calon siswa kelas 3
6. Meneliti kemajuan dan perkembangan siswa sehari-hari dalam
bidang
a. Akademis
b. Sosial
d. Fisika
e. kepribadian
7. Membantu dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa
8. Koordinasi dengan Wakasek Kesiswaan, Wali Kelas, Guru
Piket dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi
oleh siswa tentang kesulitan belajar
9. Memberikan layanan bimbingan penyuluhan kepada siswa agar
lebih berprestasi dalam kegiatan belajar
10.Memberikan sarana dan pertimbangan kepada siswa dalam
memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan
lapangan pekerjaan yang sesuai
11.Mengadakan pemanggilan kepada orang tua siswa
12.Mengadakan Home Visit kepada orang tua siswa
13.Mengadakan penilaian pelaksanaan BP / BK
14.Mencatat dan mendokumentasikan hasil kegiatan BP / BK
15.Menyusun statistik hasil penilaian BP / BK
16.Melaksanakan kegiatan Analisis Hasil Evaluasi Belajar Praktek
BP / BK
17.Menyusun dan melaksanakan proram tindak lanjut hasil BP /
BK
18.Membantu kelancaran KBM secara umum
19.Melaksanakan 4 K
i. Pembina OSIS
Pembina OSIS memiliki tugas sebagai berikut :
1. Melaksanakan Kegiatan Orientasi Siswa Baru :
a. Membuat proposal
b. Menyusun panitia
c. Menyediakan dan menyelesaikan sertifikat
d. Membuat laporan
2. Membawahi Kepengurusan OSIS :
a. Membentuk pengurus OSIS
b. Mengarahkan program kerja OSIS
c. Memantau kegiatan OSIS
d. Melaporkan kegiatan OSIS
3. Mengatur Pelakanaan Upacara
4. Melaksanakan penilaian calon siswa teladan
5. Melaksanakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam
kegiatan di luar sekolah
6. Mengatur dan membina kegiatan ekstrakurikuler :
a. Menginventarisasi semua jenis ekstrakurikuler
b. Menetapkan pembimbing
c. Membuat edaran kegiatan ekstrakurikuler kepada siswa
d. Menentukan jadwal ekstrakurikuler
e. Memantau kegiatan latihan
g. Membuat laporan
7. Membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi
siswa
8. Memberikan pembinaan kepada siswa secara edukatif dan
persuasif
9. Melaksakan 4 K
10.Memperingati hari-hari besar nasional
11.Membantu kelancaran KBM secara umum
12.Membuat laporan secara berkala
j. Guru
Guru bertanggung jawab dan mempunyai tugas melaksanakan
PBM secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru
meliputi :
1. Membuat rencana pengajaran Caturwulan, Tahunan, dan
Analiisis Mata Pelajaran
2. Membuat Satuan Pelajaran
3. Melaksanakan KBM
4. Melaksanakan Penilai Pelajaran
5. Mengisi Daftar Nilai Siswa
7. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan
pengajaran
8. Melaksanakan bimbingan dalam kegiatan PBM
9. Membuat alat peraga
10.Membuat alat pelajaran / program
11.Menciptakan karya seni
12.Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum
13.Melaksanakan tugas tertentu dari sekolah
14.Mengadakan pengembangan bidang pengajaran yang menjadi
tanggung jawabnya
15.Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS)
16.Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar
masing-masing siswa
17.Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran
18.Mengatur dan menghitung angka kredit untuk kenaikan
pangkatnya
k. Wali Kelas
Wali Kelas memiliki tugas dalam kegiatan-kegiatan sebagai
berikut:
1. Pengelolaan kelas
2. Penyelenggaraan Administrasi Kelas yang meliputi :
3. Penyusupan / pembuatan Ststistik bulanan siswa
5. Pembuatan Catatn Khusus tentang siswa
6. Pencatatan Mutasi Siswa
7. Pengisian Buku Laporan Pendidikan ( Rapor )
8. Pembagian Buku Laporan Pendidikan (Rapor )
l. Bimbingan Penyuluhan / Bimbingan Karier
Guru BP/BK mempunyai tugas sebagai berikut :
1. Menyusun program dan pelaksanaan BP/BK
2. Koordinasi dengan Wali Kelas dalam rangka mengatasi
masalah-maslaah siswa
3. Memberikan layanan bimbingan penyuluhan kepada siswa agar
berprestasi dalam kegiatan belajar
4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam
memperoleh gambaran pendidikan lanjutan dan pekerjaan yang
sesuai
5. Mengadakan pelaksanaan penilaian BP/BK
6. Menyusun Statistik hasil BP/BK
7. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar BP/BK
8. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut hasil
BP/BK
m. Pustakawati Sekolah
Pustakawati Sekolah memiliki tugas sebagai berikut :
1. Perencanaan pengadaan buku / bahan perpustakaan
2. Pengurusan pelayanan perpustakaan
3. Perencanaan pelayanan perpustakaan
4. Pemeliharaan dan perbaikan buku / bahan perpustakaan
5. Inventarisasi buku-bu / bahan perpustakaan
n. Kepala Tata Usaha
Kepala Tata Usaha memiliki tugas sebagai berikut :
1. Penyusunan Program Tata Uasaha Sekolah
2. Pengelolaan Keuangan Sekolah
3. Pengurusan Administrasi Pegawai, Guru, dan Siswa
4. Pembinaa dan Pengembangan Karier Pegawai Tata Usaha
Sekolah
5. Penyusunan Administrasi Perlengkapan Sekolah
6. Penyusunan dan Penyajian Data Statistik Sekolah
7. Mengoordinasikan dan melaksanakan 4 K
o. Bendahara Sekolah
Bendahara Sekolah memiliki tugas sebagai berikut :
1. Bertanggung jawab terhadap Uang SPP, OSIS, dan Uang
Bangunan Kelas 1, 2, dan Kelas 3
2. Menerima dan membukukan Uang SPP, OSIS, dan Uang
Bangunan Kelas 1, 2, dan Kelas 3
3. Menginventarisasi / mencatat tunggakkan pembayaran SPP dan
Bangunan paling lambat dua bulan setelah pemanggilan orang
tua
p. Satpam Sekolah
Satpam Sekolah memiliki tugas sebagai berikut :
1. Bertanggung jawab terhadap ketertiban dan keamanan sekolah
2. Menerima dan mencatat tamu
3. Menertibkan parkir dan mengawasi keluar masuk kendaraan
4. Ikut mengawasi kedisiplinan siswa
5. Koordinasi dengan para Wakasek
6. Membuat laporan harian
q. Pesuruh Sekolah
1. Bertanggung jawab terhadap kebersihan dan keindahan secara
keseluruhan di lingkungan sekolah
2. Menjaga dan memelihara kebersihan Ruang Kepala Sekolah,
Ruang Wakasek, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha,
Laboratorium Bahasa, Laboratorium IPA, Lab. Komputer,
Mushola, Ruang Kelas, WC, dan lingkungan sekolah
3. Menyediakan tempat sampah
4. Menyediaan jamuan untuk tamu
5. Menjaga dan memelihara peralatan sekolah
6. Mengusulkan kebutuhan belanja rumah tangga sekolah melalui
Wakasek Urusan Sarana / Prasarana
7. Menyediakan air minum untuk guru dan karyawan
8. Mempersiapkan peralatan shalat Jum’at
9. Membantu dan melayani guru dan karyawan lainnya dalam
BAB IV ANALISIS
4.1. Program Kurikulum Yang Berjalan Saat Ini
Seperti disinggung sebelumnya dalam BAB II progam-program yang diberikan
pemerintah di jenjang SMP memebutuhkan dana yang cukup besar. Dikarenakan
biaya untuk pembangunan lab yang benar-benar besar, SMP Mutiara 1
membuthkan bantuan pemerintah sepenuhnya, disebabkan oeh kebutuhan
teknologi yang dibutuhkan sangat tinggi dan program kurikulum yang diberikan
pemerintah tidak mampu dilakukan oleh SMP Mutiara 1, dikarenakan siswa yang
berdomisili di SMP Mutiara 1 termasuk golongan menengah kebawah, itu hal
utama bagi SMP Muiara 1 ketika memebuat perencanaan pembanguna lab
komputer. Oleh karena itu, pemerintahlah yang wajib mendukung sepenuhnya
agar program kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah dapat berjalan, hal ini
didukung kuat oleh UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) dan (2), Undang-Undang Nomor
2 tahun 1989, UU RI No . 20 Tahun 2003 Pasal 37 ayat (1) huruf (i), dan PP RI
No. 19 Tahun 2005 Pasal 7 ayat (4). Dengan adanya UU tersebut pemerintah
wajib membantu perkembangan sekolah karena sekolahlah yang memefasilitasi
bangsa untuk mencerdaskan kehidupan rakyatnya.
Berikut Adalah program kurikulum yang diberikan oleh pemerintah bagi jenjang
SMP (Sekolah Menengah Pertama) :
akan datang, setelah itu barulah mereka mengenal operasi dasar peralatan
komputer. kedua materi pembelajaran ini berbentuk sangat teoritis yang membuat
siswa merasa bosan. Di semester berikutnya barulah siswa dpat mempraktekan
operasi dasar komputer, itupun masih dengan catatan apabila di sekolah tersebut
sudah terdapat fasilitas laboratorium komputer yang mencukupi
Kelas VIII : pada awal semester 1 di kelas VIII siswa mulai belajar menggunakan aplikasi pengolah kata yang biasanya sekolah atau guru memberikan materi
dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Office Word yang akan sangat
sulit menemukan sekolah yang menggunakan program yang asli. penggunaan
program bajakan ini dapat dihindari dengan mengganti program aplikasinya
menjadi yang berbasis open source seperti open office.org. Di semester 2 siswa
kelas VIII SMP melanjutkan materinya ke pembelajaran menggunakan aplikasi
pengolah angkan yang lagi-lagi sekolah biasanya terpaku pada program aplikasi
berbayar seperti Microsoft Office Excel.
Kelas IX : di kelas IX ini siswa akan mulai belajar mengenai internet, saat ini sudah banyak sekolah yang sudah memiliki koneksi internet di sekolahnya,
khususnya sekolah-sekolah yang berada di kota besar. pada materi ini siswa akan
belajar mengenai pengunaan internet dan beberapa layanan yang terdapat di
internet. Hal yang perlu di perhatikan pada proses pembelajaran materi ini adalah
kontrol dari guru ketika pelaksanaan praaktek belajar internet. karena banyak
4.2. Usulan Pembangun Lab Komputer
Dalam menghadapi masalah ini beberapa sekolah swasta dan negeri yang telah
mengambil langkah maju,beberapa sekolah telah membangun hubungan yang
sangat erat dengan masyarakat setempat dan melakukan sebuah lompatan yaitu
dengan mengundang para masyarakat penyumbang untuk membangun fasilitas
dasar komputer. Sekolah ini telah membuktikan bagaimana mengatasi salah satu
masalah terbesar dalam pengenalan teknologi ke sekolah-sekolah di Indonesia
secara berkesinambungan. Keefektifan system yang berkesinambungan ini sudah
tumbuh lama ketika masyarakat setempat memahami bagaimana pentingnya
teknologi bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini penulis telah mempelajari bahwa,
sekolah-sekolah yang bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk
membangun fasilitas cenderung berkembang secara teratur dan juga
meningkatkan dukungan dari masyarakat setempat.
Kesinambungan adalah faktor utama. Pada program di masa lalu untuk
menyediakan teknologi ke sekolah kebanyakan mencapai sedikit sukses dalam
jangka waktu yang cukup lama dan jarang sekali menunjukkan perkembangan.
Persyaratan mengenai laboratorium bahasa adalah contoh yang umum. Biasanya
ada enam masalah utama, yaitu ;
1. Anggaran untuk perawatan fasilitas awal tidak tersedia.
2. Pelatihan biasanya terlalu spesifik dan tidak berhubungan dengan
kebutuhan di lapangan atau perubahan sikap.
4. Tidak tersedianya teknisi ahli atau terlalu mahal
5. Materi yang sesuai untuk mengajar tidak tersedia
6. Lemahnya kondisi kerja guru di lapangan mendorong bahwa mereka tidak dapat membagi waktu untuk mengembangkan materi mengajar secara
kreatif.
Masalah-masalah ini menjadi lebih luas dalam hal komputer karena tingkat
keahlian yang diminta untuk mengembangkan dan merawat fasilitas tersebut
sangat tinggi serta kemahiran komputer mempunyai nilai jual yang sangat tinggi
pula. Saran untuk memberi pelatihan karyawan di sekolah tidak berlaku dalam
konteks yang ada saat ini. Karena siapa saja yang mengembangkan diri untuk
mencapai posisi tingkat ahli, mereka di sektor komersil dapat menghasilkan
sepuluh kali lipat dari apa yang mereka dapat di sekolah, jadi mungkin saja
mereka akan menghabiskan waktu dengan pekerjaan dari luar kantor (hal ini juga
menjadi masalah pada karyawan yang memiliki kemampuan di bidang jasa
umum).
4.3. Tujuan Pembangunan Lab Komputer
Tujuan dari pembangunan lab komputer di SMP Mutiara 1 Bandung dilakukakan
aga paras siswa dapat melaksanankan program DT dari pemerintah, sehingga para
siswa lebih maju dan dapat menguasai ilmu dasar teknologi yaitu komputer.
Dengan semaraknya teknologi yang semakin berkembang, diharapkan para siswa
agar dapat menguasai teknik dasar ilmu komputer ketikaka akan melanjutkan ke
SMP yang sangat minim sekali dalam ilmu komputer, dikrenakan tidak adanya
fasilitas yang mendukung yaitu lab komputer. Salah satunya SMP Mutiara 1
Bandung ini, sebagian besar para siswa termasuk golongan menengah kebawah.
Hal ini diakibatkan kurangnya perhatian dari pemerintah akan kelangsungan ilmu
teknologi di SMP Mutiara 1 Bandung. Berikut adalha Tujuan dari skil komputer
dasar bagi para siswa jenjang SMP :
a. Pemberian bekal ketrampilan kejuruan/vokasional (ketrampilan komputer)
dalam rangka pembangunan Kecakapan hidup siswa.
b. Pengenalan komputer kepada siswa sehingga siswa dapat
menggunakan/mengopersikan komputer dengan baik, benar, dan aman.
c. Siswa mampu menguasai DOS (Disc Operator System) dan Microsoft Office
(terutama Wicrosoft Word dan Wicrosoft excel) sebagai modal dasar dalam
ketrampilan komputer.
d. Peningkatan metode dan kualitas proses pembelajaran di dalam kelas yang
ditunjang dengan ketrampilan komputer, sehingga siswa diharapkan dapat
memanfaatkan ketrampilan komputer yang telah dikuasai untuk mengerjakan
tugas-tugas sekolah.
e. Pemberian bekal kecakapan hidup yang memadai dan bermanfaat (ketrampilan
komputer) sehingga akan menghasilkan lulusan yang trampil, tidak gagap
f. Pengenalan internet dasar bagi siswa, agar dapat berinteraksi ataupun mencari
informasi dalam dunia internet.
4.4. Perancangan Program Pembangunan
Berikut adalah hasil perancangan perencanana program pembangunan lab
4.4.1. FLOWMAP
FLOWMAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN LAB KOMPUTER
TATA USAHA (BENDAHARA
SEKOLAH)
PEMERINTAH MASYARAKAT
SISWA
START
BIAYA SPP
BIAYA SPP
INPUT DATA
BIAYA DARI PEMERINTAH
BIAYA DARI MASYARAKAT
SETEMPAT
DATA KEUANGAN KESELURUHAN
PENYIMPANA N DATA KEUANGAN
BIAYA PEMBANGUNAN LAB KOMPUTER
[image:66.595.117.509.149.607.2]FINISH
4.4.2. DATA FLOW DIAGRAM (DFD)
0
SEKOLAH
PEMERINTAH SISWA
BENDAHARA SEKOLAH
Info Pmbangunan Lab Komputer
Data Keuangan Data Keuangan
Info Data Keuangan Sekolah
Laporan Keuanga
Sekolah Masyarakat
setempat
Info Data Pembangunan
Lab Komputer
[image:67.595.113.497.159.655.2]Data Keuangan
SISWA
1.0
ADMINISTRASI SEKOLAH
Bendahara
LAB SEKOLAH
Data Keuangan Dari Pemerintah 2.0
DATA PENGADAAN LAB KOMPUTER
Data Keuangan Dari Siswa
Data Keuangan Dari Masyarakat Setempat Data Keuangan
Kas Sekolah
[image:68.595.127.508.104.549.2]Hasil Pengadaan Lab Sekolah
SISWA
1.1 BENDAHARA
1.2 INPUT DATA
KEUANGAN
Buku Besar Kartu SPP
[image:69.595.114.507.111.290.2]Data Keuangan
GAMBAR 4.4 DATA FLOW DIAGRAM (DFD) LEVEL 1
2.1
DATA KEUANGAN PENGADAAN LAB
KOMPUTER
Biaya Pembanguna Lab Komputer Dari Pemerintah
Biaya Pembangunan Lab Komputer Dari Siswa
Biaya Pembangunan Lab Komputer Dari Masyarakat Setempat
Data Keuangan Data Keuangan
Data Keuangan
[image:69.595.115.509.420.585.2]4.5. Analisis Hasil Perencaan
Berdasarkan hasli analisis dari penulis, dana bantuan dari pemerintah,siswa
melalui spp, dan bantuan dari masyarakat setempat, hasil yang didapatkan di
akumulasikan untuk pembangunan lab sekolah dari pembelian cpu yang
memenuhi standar pembuatan lab sekolah sampai pembangunan ruangan untuk
penempatan lab sekolah.
Berikut adalah spesifikasi kebutuhan dalam pembangunan lab komputer :
1. Persiapan sarana dan prasarana
Dalam persiapan sarana dan prasarana laboratorium ini, ada beberapa hal
yang patut diperhatikan, yaitu :
1. Listrik
Besar daya listrik amat berpengaruh pada jumlah dan jenis komputer
yang akan digunakan. Sehinga, sebelum membangun sebuah lab
komputer, perlu dihitung secara mendalam mengenai jumlah daya
listrik yang tersedia dan daya listrik yang akan digunakan
2. Gedung
Sebuah lab komputer jelas membutuhkan gedung yang cukup baik,
baik dari segi ukuran, keamanan, tata letak maupun dan segi lainnya.
Jangan sampai sebuah lab komputer akan tergenang sewaktu musim
hujan, atau memiliki atap yang bocor sehingga air dapat masuk dengan
3. Grounding
Hal ini yang paling sering dilupakan atau diabaikan oleh instalatur
listrik. Mereka