• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Analisis Kelayakan Lab Komputer Di SMP Mutiara 1 Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Analisis Kelayakan Lab Komputer Di SMP Mutiara 1 Bandung"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam perkembangan dunia pendidikan akhir-akhir ini semakin berkembang

sangat pesat, seperti dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas

menyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah

mencerdaskan kehidupan bangsa. Penjabaran dari tujuan tersebut telah tercantum dalam Pasal 31 ayat (1) yang menyebutkan “Tiap-tiap warga negara berhak

mendapatkan pengajaran “ dan ayat (2) menyebutkan “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan

Undang-undang”.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, pemerintah telah melaksanakan

program Inpres Sekolah Dasar sejak tahun 1973/1974 sebagai realisasi atas

kebijaksanaan pemerataan pendidikan. Pada masa sepuluh tahun telah dibangun

secara besar-besaran gedung-gedung Sekolah Dasar di seluruh tanah air, sehingga

sebagian besar anak usia 7-12 tahun (usia SD) telah dapat di tampung di Sekolah

Dasar. Selanjutnya pada Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 1984

Pemerintah telah mencanangkan Gerakan Wajib Belajar Sekolah Dasar 6 tahun.

Sementara itu dengan terus menerus meningkatkan wajib belajar sekolah dasar 6

tahun, pemerintah selalu berusaha mewujudkan sistem pendidikan nasional

dengan berpedoman pada undang-undang yang diamanatkan Undang-Undang

(2)

dengan DPR mengundangan Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang

Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “ Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan”, dan “ Warga negara yang berumur 6 (enam) tahun berhak mengikuti pendidikan dasar “ dan selanjutnya bagi “ Warga negara yang

berumur 7 (tujuh) tahun berkewajiban mengikuti pendidikan dasar atau

pendidikan yang setara, sampai tamat”. Yang dimaksud dengan pendidikan dasar adalah pendidikan 9 (sembilan) tahun, yang terdiri atas program pendidikan 6 (enam) tahun di Sekolah Dasar dan program pendidikan 3 (tiga) tahun di Sekolah Menengah Pertama”.

Sekolah yang seperti kita ketahui bersama adalah fasilitas yang digunakan bagi

setiap warga Negara Republik Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang

layak.

(3)

lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan/atau teknologi informasi dan komunikasi serta muatan lokal yang relevan. Istilah kejuruan telah memberikan ruang bahwa di jenjang SMP, bahkan di jenjang SD dan SMA dapat diberikan pendidikan kejuruan.

Dengan pertimbangan bahwa lulusan SMP diorientasikan untuk melanjutkan

pendidikan, maka penddikan kejuruan yang diberikan di jenjang SMP harus

berbasis luas (broad based) agar memberikan kesempatan yang lebih luas bagi

peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan dasarnya

dalam bidang teknologi. Berdasarkan pemahaman di atas, mata pelajaran yang

tepat untuk memenuhi tujuan tersebut adalah mata pelajaran Pendidikan

Teknologi Dasar (PTD).

Seperti sekolah SMP Mutiara 1 Bandung yang pada umumnya telah menggunakan

fasilitas-fasilitas berteknologi. Banyak dari guru-guru maupun para murid telah

menggunakan fasilitas baik itu menggunakan komputer ataupun internet yang

sering digunakan untuk pencarian data-data baik itu untuk keperluan tugas bagi

para siswa ataupun untuk keperluan pembuatan soal ataupun referensi

pembahasan mata pelajaran bagi para guru. Itu sebabnya PTD sangat penting

sekali untuk kemajuan suatu bangsa, dan sangat dianjurkan bagi jenjang SMP.

Dalam hal ini penulis sangat tertarik untuk membangun suatu lab khusus bagi para

siswa di SMP Mutiara 1 Bandung ini. Berdasarkan latar belakang yang telah di

(4)

“ ANALISIS KELAYAKAN LAB KOMPUTER DI SMP MUTIARA 1

BANDUNG BAGI PARA SISWANYA”

1.2. Identifikasi Masalah

Dengan kemajuan globalisasi yang sangat pesat sekali, terutama untuk

Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) bagi jenjang SMP, sangat penting sekali

untuk memfasilitasi para siswa untuk dapat mengetahui teknologi dasar demi

kemajuan bangsa di masa yang akan datang dan sebagai penerus bangsa.

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan dan dari hasil analisis, maka

identifikasi dari masalah ini yaitu :

1.3. Ruang Lingkup Permasalahan

Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka penulis memberikan ruang

lingkup permasalahan pada kelayakan lab komputer dan standar pendidikan

yang diberikan bagi para siswa untuk jenjang SMP.

1.4. Tujuan Permasalahan

Dari identifikasi masalah di atas yaitu kelayakan lab komputer dan standar

pendidikan jenjang SMP untuk mengatasi permasalahan tersebut yang pertama

dilakukan untuk kelayakan komputer yaitu :

1. Bantuan langsung dari Yayasan SMP Mutiara 1 Bandung untuk

pembangunan lab komputer.

2. Ikut sertanya pemerintah untuk membangun lab komputer yang layak bagi

(5)

3. Bantuan dari masyarakat sekitar bagi kemajuan pendidikan yang layak

bagi SMP Mutiara 1 Bandung.

Permasalahan untuk standar pendidikan jenjang SMP masih terlalu kurang

dikarenakan kurangnya fasilitas yang memadai bagi para siswa maka

Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) masih sangat kurang sekali, seperti

standar khusus yang diberikan oleh pemerintah atau departemen pendidikan

nasional (depdiknas)

1.5. Sistematika Penulisan

Berikut adalah penjelasan sistematika penulisan :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan bab pembuka yang menguraikan dan menjelaskan tentang latar

belakang masalah, identifikasi persoalan,ruang lingkup permasalahan, tujuan

perancangan serta sistematika penulisan skripsi minor ini .

BAB II TEORI DASAR

Bab kedua ini menjelaskan tentang teori perancangan dari permasalahan yang

bersangkutan , dalam hal ini yaitu menjelaskan tentang metodologi

pengembangan system yang digunakan untuk perancangan sistem .

BAB III PROFILE SEKOLAH

Bab ini digunakan untuk mengumpulkan informasi system secara umum, interaksi

dalam sistem secara kualitatif dan kuantitatif , serta memodelkannya . Uraian

dalam bab ini menjelaskan tentang organisasi , prosedut sistem berjalan, aliran

(6)

BAB IV EVALUSI

Bab ini digunakan untuk menetapkan persyaratan sistem baru secara hipotesis

atau logical . Pembahasan meliputi tujuan opearsional sistem baru , gagasan untuk

mencapai tujuan , perubahan sistem , dan persyaratan sistem baru , meliputi aliran

informasi sistem baru , data dictionary , dan kendala perancangan .

BAB V PENGEMBANGAN

Bab ini berisi uraian mengenai tahapan untuk membangun . mewujudkan

rancangan sistem baru secara konkrit. Kegiatan yang dibahas meliputi konstruksi (

coding ) , pengujian sistem, dan pibdah sistem .

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab yang mencakup bab – bab sebelumnya yang menjelaskan

mengenai kesimpulan dari penyelesaian masalah secara keseluruhan serta saran – saran untuk perbaikan aktivitas kerja yang sedang berjalan maupun yang akan

(7)

BAB II DASAR TEORI 2.1. Pendidikan Secara Global

Dalam era globalisasi ini suatu bangsa dituntut agar dapat berperan serta aktif dan

tidak menjadi obyek bangsa lain adalah bangsa yang memiliki kulitas sumber

daya manusia yang baik yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perkembangan masyarakat suatu bangsa menurut Alfin Tofler (1980) dapat

dikelompokkan menjadi 3 gelombang perubahan, yaitu:

Gelombang Pertama: Masyarakat Pertanian.

Teknologi mebantu transisi dari masyarakat berpindah menjadi masyarakat pertanian. Salah satu teknologi yang dibutuhkan adalah ”Bajak”

Gelombang Kedua: Masyarakat Industri

Industri-industri dikembangkan dalam skala besar dan mesin-mesin dipergunakan

dalam proses industri. Mesin membebaskan orang dari kerja berat. Produksi

barang menjadi lebih menonjol dibandingkan produksi makanan

Gelombang Ketiga: Masyarakat Informasi

Merebaknya media masa seperti televisi dan surat kabar telah merubah

masyarakat secara dramatis. Masyarakat dunia saat ini sedang berubah menjadi

masyarakat informasi di mana pemrosesan informasi merupakan aktifitas yang

(8)

seluruh dunia. Kemungkinan-kemungkinan komunikasi telah menciptakan suatu

desa global.

Kenyataan lain, dewasa ini dan masa yang akan datang, ilmu pengetahuan dan

teknologi semakin meningkat peranannya dalam kehidupan manusia serta

memiliki peran dan kontribusi yang besar dalam mengubah pola dan tatanan

kehidupan modern. Seiring dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan

Teknologi tersebut, budaya masyarakat juga turut berubah dengan cepat. Pada era

ini masyarakat berhadapan dengan ragam perubahan jenis perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi. Perubahan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatnya jaringan kerja/sistem (Contoh: sistem informasi, Sistem

Transfortasi, Sistem Bangunan Air).

2. Perubahan produk dari yang berukuran besar menjadi berukuran kecil

(Contoh: Komputer, telepon, Alat-alat AudioVisual).

3. Perkembangan dari alat-alat tangan manual /secaramekanis ke alat-alat

otomatis (Contoh: Alat-alat RumahTangga,Proses-prosesProduksi).

4. Perkembangan dari produk dengan materi yang berat ke pengunaan materi

yang ringang (Contoh: Konstruksi/ Kendaraan berat ke ringan).

Untuk menjawab tantangan perubahan tersebut tiada lain adalah pengembangan

sumberdaya manusia yang berkualitas yang memiliki kemampuan menguasai ilmu

pengetahuan dan teknologi secara sistematis, terstruktur, dan rasional melalui

(9)

kepada pencapaian suatu masyarakat yang berkualitas yang mempu menguasai

ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu belajar sepanjang hayat se dini

mungkin.

Dalam fokus pendidikan yang seperti itu terkandung implikasi, bahwa upaya

pendidikan bukan hanya menyiapkan manusia untuk menguasai pengetahuan dan

teknologi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja pada saat kini; melainkan

manusia yang mampu, sanggup, dan mau belajar sepanjang hidupnya. Dengan

kata lain, belajar bukan sekadar aktivitas formal yang dibatasi oleh dinding kelas;

tetapi belajar sebagai visi, misi dan strategi atau ruh aktivitas kehidupan manusia

sehari-hari yang berhadapan dengan lingkungan, ilmu pengetahuan, dan teknologi

yang selalu berubah.

2.2. Tujuan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) Secara Umum

Dimasukkannya pendidikan teknologi dasar sebagai bagian dari pendidikan umum

mempunyai manfaat bagi pendidikan secara umum. Pendidikan teknologi

memberikan jalan untuk belajar dan mengembangkan ketrampilan yang secara

umum. Pendidikan teknologi secara alamiah mengembangkan kemampuan para

siswa untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan nyata, menumbuhkan

pemikiran yang reflektif, serta memelihara keterlibatan aktif para siswa dalam

(10)

Dengan memusatkan pada pemecahan masalah-masalah yang nyata, pendidikan

teknologi dasar memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan suatu

pandangan yang menyeluruh serta memadukan pengetahuan yang diperoleh dari

berbagai disiplin dengan mengabaikan batasan-batasan yang bersifat artifisial.

Sebagai kesimpulannya, Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) telah dimasukkan

sebagai bagian dari kurikulum inti pada pendidikan umum di banyak negara barat,

karena mereka merasa sangat memerlukan mata pelajaran tersebut untuk para

siswa mereka sebagai persiapan yang memadai agar di masa depan dapat berperan

di masyarakat serta sebagai orientasi pendidikan dan pekerjaan dimasa yang akan

datang. Terlebih lagi pelajaran tersebut dapat memberi sumbangan bagi

pendidikan secara umum dengan cara memberikan kesempatan untuk

mengembangkan ketrampilan yang sangat diperlukan yang berpusat pada situasi

kehidupan yang nyata.

2.3. Pilar Pendidikan Teknologi Dasar

Pilar teknologi yang berkaitan dengan apa yang diolah dan diproses di dalam area

teknologi mencakup 3 komponen, yaitu : Materi, energi dan informasi. Yang

dimaksud dengan ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:

1. Materi

Materi adalah bahan-bahan yang digunakan dalam suatu produk teknologi karena

untuk membuat suatu produk teknologi, apapun itu bentuk dan fungsinya maka

(11)

Materi atau bahan dalam suatu produk teknologi memegang peran yang penting

serta merupakan wilayah yang dapat dijadikan inovasi dari produk teknologi

tersebut. Pemilihan penggunaan bahan dalam suatu produk teknologi dapat

membuat produk teknologi tersebut mungkin menjadi lebih murah, lebih ringan,

lebih efisien, lebih ergonomis, dan sebagainya. Misalnya penggunaan plastik dan

rekayasanya saat ini sangat mendominasi berbagai jenis produk teknologi, hal-hal

yang tadinya tidak dapat kita percaya dapat digantikan dengan plastik, pada saat

ini hal itu sudah terjadi, tetapi selain memberi keuntungan yang sangat besar

dalam dunia teknologi, plastik juga kalau tidak dikelola dengan baik

meninggalkan limbah yang berbahaya bagi manusia.

Oleh karena itu meteri adalah salah satu pilar dalam program Pendidikan

Teknologi Dasar. Materi atau bahan selain menjadi komponen dasar kajian juga

menjadi kebutuhan untuk pembuatan produk teknologi sederhana dalam proses

belajar mengajar PTD. Materi atau bahan yang pada saat ini digunakan langsung

dalam proses belajara mengajar PTD adalah bahan logam, kayu, plastik, dan

kertas.

Demikian pentingnya materi atau bahan di dalam membuat suatu produk

teknologi, maka materi atau bahan ini menjadi salah satu pilar dari pengembangan

teknologi.

(12)

2. Energi

Suatu produk teknologi, secanggih apapun produk teknologi tersebut tidak akan

berfungsi tanpa ada energi yang memfungsikannya, artinya tanpa ada energi

produk teknologi itu menjadi tidak berguna dan hanya menjadi suatu benda yang

tidak bermakna.

Dengan demikian energi menjadi salah satu bagian yang sangat penting di dalam

suatu produk teknologi. Energi baik dilihat dari kebutuhan produk teknologi

tersebut akan suplai energinya maupun sumber energinya merupakan sesuatu yang

dapat menjadi inovasi sehingga produk teknologi itu menjadi lebih murah, lebih

ringan, fungsinya lebih baik, lebih ergonomis, dan sebagainya. Misalnya suplai

energi dalam suatu produk teknologi diupayakan sekecil mungkin, tetapi kinerja

dan fungsi alat tersebut tidak berubah bahkan kalau bisa semakin baik, selain

berpengaruh terhadap kinerja dan fungsi, alat tersebut menjadi lebih ringan, lebih

murah, lebih ergonomis, dan lebih efisien.

Oleh karena itu, sedemikian pentingnya energi dalam suatu produk teknologi

maka energi dijadikan salah satu pilar pengembangan teknologi. Sehingga dalam

program Pendidikan Teknologi Dasar energi dan perubahannya menjadi bahan

(13)

3. Informasi

Selain materi dan energi, produk teknologi itu juga membutuhkan informasi, baik

pada saat perencanaan, pembuatan, maupun penggunaan produk tersebut. Artinya

tanpa informasi, produk teknologi itu fungsinya menjadi tidak optimal atau

bahkan malah menjadi rusak.

Informasi itu harus menggambarkan keadaan, kemampaun dan cara menggunakan

atau mengoperasikan produk teknologi tersebut, bahkan kalau memungkinkan

cara merawatnya. Sedemikian pentingnya informasi ini dalam suatu produk

teknologi sehingga produk teknologi tersebut dapat difungsikan secara optimal,

maka informasi ini menjadi salah satu pilar dalam pengembangan teknologi. Pada

saat ini rasanya tidak ada suatu produk teknologi mutakhir yang tidak memiliki

buku yang isinya ber bagai informasi tentang produk teknologi tersebut termasuk

bagaimana cara menggunakannya, buku yang berisi informasi itu disebut juga

Buku Manual.

2.4. Institusi Pendidikan Jenjang SMP

Dari permasalah yang telah diuraikan di BAB 1 bahwa Pendidikan Teknologi

Dasar (PTD) yang layak haruslah dilaksanakan di setiap institusi-institusi

pendidikan hal ini diperkuat dengan adanya UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) dan (2),

Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989, UU RI No . 20 Tahun 2003 Pasal 37 ayat

(14)

Dengan adanya dukungan dari pemerintah maka institusi-institusi pendidikan

yaitu sekolah diharuskan untuk memajukan pendidikan khususnya Pendidikan

Teknologi Dasar (PTD) dan umumnya pada pendidikan yang lain. Sekolah pun

menjadi aset utama untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi

kemajuan bangsa. Apabila sekolah diumpamakan sebagai tempat mengolah

sesuatu dan calon siswa diumpamakan sebagai bahan mentah maka lulusan dari

sekolah itu dapat disamakan dengan hasil olahan yang sudah siap dgunakan.

Dalam istilah inovasi yang menggunakan teknologi maka tempat pengolahan ini

disebut transformasi.

Jika digambarkan dalam bentuk diagram akan terlihat sebagai berikut :

Umpan Balik

Gambar 2.1 Transformasi Input

TRANSFORMASI

(15)

1. Input :

Adalah bahan mentah yang dimasukkan ke dalam transformasi. Dalam dunia

sekolah maka yang dimaksud dengan bahan mentah adalah calon siswa yang baru

akan memasuki sekolah (institusi), calon siswa itu dinilai dahulu kemampuannya.

Dengan penilaian itu ingin diketahui apakah kelak ia akan mampu mengikuti

pelajaran dan melaksanakan tugas-tugas yang akan diberikan kepadanya.

2. Output :

Adalah bahan jadi yang dihasilkan oleh transformasi. Maksudnya adalah siswa

lulusan sekolah yang bersangkutan. Untuk dapat menentukan apakah seorang

siswa berhak lulus atau tidak, perlu diadakan kegiatan penilaian.

3. Transformasi :

Adalah mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi. Dalam

dunia sekolah, sekolah itulah yang dimaksud dengan transformasi. Sekolah itu

sendiri terdiri dari beberapa mesin yang menyebabkan berhasil atau gagalnya

sebagai transformasi. Bahan jadi yang diharapkan, yang dalam hal ini sisiwa

lulusan sekolah sekolah ditentukan oleh beberapa faktor sebagai akibat bekerjanya

unsur-unsur yang ada.

Unsur-unsur transformasi sekolah tersebut antara lain :

a. Guru dan personal lainnya.

b. Bahan pelajaran.

(16)

d. Sarana penunjang .

e. Sistem administrasi.

Umpan Balik (feed back) Adalah segala informasi baik yang menyangkut output

maupun transformasi. Umpan balik ini diperlukan sekali untuk memperbaiki input

maupun maupun transformasi. Lulusan yang kurang bermutu atau yang belum

memenuhi harapan, akan menggugah semua pihak untuk mengambil tindakan

yang behubungan dengan penyebab kurang bermutunya lulusan.

Penyebab tersebut antara lain :

a. Input yang kurang baik kualitasnya.

b. Guru dan personal yang kurang tepat.

c. Materi yang tidak atau kurang cocok.

d. Metode mengajar dan sistem evaluasi yang kurang memadai.

e. Kurangnya sarana penujang.

f. Sistem administrasi yang kurang tepat.

Dari standar kurikulum yang diberikan oleh pemerintah atau departemen

pendidikan nasional (depdiknas) maka seharusnya pembagian kompetensi dasar

atau materi yang harus diajarkan adalah sebagai berikut:

Untuk TIK tingkat SMP :

Kelas VII : Pada awal pembelajaran TIK di tingkat SMP siswa dihadapkan pada pembelajaran teori mengenai penggunaan TIK dan prospeknya pada masa yang

(17)

komputer. kedua materi pembelajaran ini berbentuk sangat teoritis yang membuat

siswa merasa bosan. Di semester berikutnya barulah siswa dpat mempraktekan

operasi dasar komputer, itupun masih dengan catatan apabila di sekolah tersebut

sudah terdapat fasilitas laboratorium komputer yang mencukupi

Kelas VIII : pada awal semester 1 di kelas VIII siswa mulai belajar menggunakan aplikasi pengolah kata yang biasanya sekolah atau guru memberikan materi

dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Office Word yang akan sangat

sulit menemukan sekolah yang menggunakan program yang asli. penggunaan

program bajakan ini dapat dihindari dengan mengganti program aplikasinya

menjadi yang berbasis open source seperti open office.org. Di semester 2 siswa

kelas VIII SMP melanjutkan materinya ke pembelajaran menggunakan aplikasi

pengolah angkan yang lagi-lagi sekolah biasanya terpaku pada program aplikasi

berbayar seperti Microsoft Office Excel.

Kelas IX : di kelas IX ini siswa akan mulai belajar mengenai internet, saat ini sudah banyak sekolah yang sudah memiliki koneksi internet di sekolahnya,

khususnya sekolah-sekolah yang berada di kota besar. pada materi ini siswa akan

belajar mengenai pengunaan internet dan beberapa layanan yang terdapat di

internet. Hal yang perlu di perhatikan pada proses pembelajaran materi ini adalah

kontrol dari guru ketika pelaksanaan praaktek belajar internet. karena banyak

diantara siswa yang menyalahgunakan penggunan internet ini.

Memberikan materi TIK di SMP memang penuh dengan dilematika. Dengan

(18)

minggu = 2jp tidaklah cukup untuk diterimakan. Padahal kita harus memberikan

teori, sekaligus praktikkum. Belum lagi kemampuan siswa-siswa yang berbeda,

ini juga akan berpengaruh terhadap kurikulum yang akan kita kembangkan.

Kondisi lingkungan siswa pun juga berpegaruh terhadap kurikulum yang akan kita

kembangkan. Akibatnya, kurikulum yang akan diberikan pada siswa-siswa di

perkotaan akan berbeda dengan kurikulum yang akan diberikan pada siswa -siswa

di pedesaan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kondisi psikis siswa SMP

yang cenderung lebih menyukai praktikkum dari pada teori. Siswa SMP biasanya

lebih suka dengan hal-hal praktis dan grafis dalam praktikkum TIK.

Pada prinsipnya, materi TIK di SMP seharusnya disusun supaya pengajar dapat

memberikan pengalaman pada siswa-siswanya untuk dapat mengenal TIK secara

umum, bukan untuk menjadikan siswanya profesional dalam bidang tertentu.

Sehingga ketika para siswa ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih

tinggi para siswa tidak terlalu ketinggalan dengan siswa-siswa dari sekolah lain

dan siap untuk mempelajari atau mendalami TIK.

2.5. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian adalah sarana penunjang bagi penulis untuk membuat

sebuah laporan. Dalam hal ini penulis menggunakan beberapa metode yang

diantaranya adalah :

a. Wawancara

Wawancara adalah salah satu faktor penting dalam menggali informasi dari nara

(19)

dan benar diharapkan tujuan interview akan tercapai. Setiap enumerator harus

mengetahui teknik wawancara yang efisien dan efektif.

b. Observasi

Observasi ialah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan

pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau

mengamati individu atau kelompok secara langsung.

c. Mengajukan Pertanyaan

Pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan dalam menyusun laporan untuk

mendapatkan data-data yang dibutuhkan.

2.6. Alat Bantu Analisis

Alat atau tools yang digunakan untuk mengetahui atau menganalisis permasalah

sistem informasi dalm sebuah laporan.Salah satu tools yang penulis gunakan

adalah :

1. Kesatuan Luar(External Entity)

Merupakan kesatuan luar (entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa

sekelompok orang, divisi, organisasi, atau sistem lainnya yang berada

dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari

sistem. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau segi

(20)

2. Proses

Adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari

hasil suatu arus data yang masuk dalam proses untuk dihasilkan arus data yang

akan keluar dari proses atau untuk mengubah input menjadi output. Suatu proses

dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran.

3. Data Flow (Aliran Data)

Data mengalir melalui sistem, dimulai dengan sebagian input dan diubah atau

diproses menjadi output. Arus data (Data Flow) diberi simbol dengan suatu garis

panah.

4. Data Storage (Penyimpanan Data)

Data disimpan untuk keperluan berikutnya. Simpanan data di DFD disimbolkan

dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya.

Adalah Entitas diluar sistem yang berkomunikasi / berhubungan langsung dengan

sistem.

2.7. Kamus data

Beberapa tahapan yang dilakukan atau alur yang digunakan dalam menganalisis

suatu sistem haruslah saling berkesinambungan antara sau dengan yang

lainnya.Berikut adalah hal-hal yang harus dimuat dalam pembuaan suatu

informasi :

(21)

2. Bentuk Data

3. Arus Data

4. Penjelasan

5. Struktur Data

Beberapa hal tersebut haruslah ada dalam proses penganalisisan sistem informasi

(22)

BAB III PROFILE SEKOLAH

3.1. PROFILE SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUTIARA 1 BANDUNG

a. Latar Belakang Sekolah

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Nomor. 061/U/1993 tanggal 25 Februari 1993 tentang

Pemberlakuan Kurikulum Sekolah Menengah Pertama yang dilaksanakan

secara bertahap dari mulai Tahun Pelajaran 1994/1995, tentu sangat

membawa pengaruh terhadap pengelolaan pendidikan di sekolah secara

keseluruhan. Segala sumber daya baik manusia maupun nonmanusia perlu

dipersiapkan agar menunjang terhadap pencapaian tujuan kurikulum

tersebut.

Untuk mencapai tujuan tersebut serta proses pengelolaan sekolah

berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan, maka segala

sesuatunya perlu dipersiapkan dan dituangkan ke dalam Pedoman dan

Program Kerja Jangka Panjang Persekolahan 2006-2014 yang kiranya dapat

dijadikan acuan dalam pelaksanaannya di lapangan.

b. Dasar/Landasan

Pedoman dan Program Kerja Jangka Panjang Persekolahan

2006-2014 SMP Mutiara 1 Kota Bandung ini, disusun berdasarkan pada :

(23)

2. Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan

Nasional

3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Sekolah Menengah

Pertama

4. Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang Peran Serta

Masyarakat dalam Pendidikan Nasional

5. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0481/U/1993

tentang Sekolah Menengah Pertama

6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 061/U/1993

tentang Landasan Program dan Pengembangan

7. Pengarahan Ketua Yayasan Pendidikan Mutiara 1 tentang Pengelolaan

Sekolah yang lebih difokuskan pada Peningkatan Efisiensi dan

Kualitas Pendidikan

c. Tujuan

Pedoman dan Program Kerja Jangka Panjang Persekolahan

2006-2014 SMP Mutiara 1 Kota Bandung ini, disusun untuk memberi petunjuk

kepada Penyelenggara dan Pelaksana Sekolah agar dapat melaksanakan

tugasnya dengan Teratur, Terarah, dan Terencana baik yang menyangkut

(24)

d. Visi

1. Membina Umat Taqwa dan Iman atas Robbul Alamin

2. Membina Generasi Cerdas dan Terampil

e. Misi

1. Turut serta membentuk program pemerintah bidang Pendidikan

2. Membentuk Manusia yang berakhlaqulkarimah, berbudi luhur sesuai

dengan kaidah – kaidah Agama dan Negara 3. Meningkatkan disiplin siswa dan guru

4. Melakukan motivasi dalam pembelajaran

5. Meningkatkan profesionalisme

6. Meningkatkan Pendidikan keterampilan dan kegiatan ekstrakurikuler

7. Memberikan bekal kepada peserta didik untuk bisa hidup Mandiri.

3.2. GAMBARAN SITUASI DAN KONDISI SEKOLAH a. Kepegawaian

1. Daftar Staf Kepemimpinan

Tabel 3.1

Daftar Staf Kepemimpinan

No Nama Pimpinan NIP Gol Jabatan

1. Drs. Abas 130 723 618 IV / b Kepala Sekolah

(25)

3. Sugandi 131 883 992 III / b Wakasek Ur. Kesiswaan

4. Drs. Wawan

Suryawan

- Wakasek Ur. Sarana

5. Bambang I, S.Pd - Wakasek Ur. Humas

6. Sussy Noviarty - Koordinasi Administarsi

7. Dra. Mas Iah Sutiah - Koordinator BP/BK

8. Oos Abdul Kosim,

S.Pd

- Koordinator piket

9. Rukaman - Pembina OSIS

Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung 2. Daftar Wali Kelas

Tabel 3.2 Daftar Wali Kelas

No. Nama Wali Kelas Jabatan Wali Kelas

1. Yenni Rohaeni, S.Si VII 1

2. Ai Suryanti VII 2

3. Nonah, S.Ag VII 3

4. Ahmad Rifai VIII 1

5. Yuni Wahyuni, S.Pd VIII 2

6. Oos Abdul Kosim, S.Pd IX 1

7. Tita Rosita, S.Pd IX 2

(26)

3. Daftar Guru Piket

Tabel 3.3 Daftar Guru Piket

No. Nama Guru Hari Tugas

1. Yuni Wahyuni, S.Pd Senin

2. Rukmana

3. Oos Abdul Kosim, S.Pd Selasa

4. Ela Suryati, S.Pd

5. Dra. Mas Iah Sutiah Rabu

6. Yenni Rohaeni, S.si

7. Ai Suryanti Kamis

8. Ahmad Rifai

9. Tita Rosita, S.Pd Jum’at

10. Nonah, S.ag

11. Sugandi Sabtu

12. Bambang Indriyanto, S.Pd

Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung 4. Daftar Staf Pengajar

Tabel 3.4 Daftar Staf Pengajar

Nomor Nama Guru Mata Pelajaran

(27)

1 1 Drs. Abas B. Arab

2 2 Ela Suryati, S.Pd B. Indonesia

3 3 Sugandi PPKN

4 4 Dra. Mas Iah Sutiah Geografi/Sosiologi

5 5 Bambang, S.Pd Matematika / Fisika

6 6 Drs. Wawan Suryawan Bahasa Indonesia

7 7 Oma Rohmawati Ekonomi/Jasa

8 8 Rukmana Bahasa Indonesia

9 9 Nonah, S.Ag Pendidikan Agama

Islam

10 10 Ahmad Rifai Bahasa Arab

11 11 Oos Abdul Kosim, S.Pd Matematika

12 12 Tita Rosita, S.Pd Bahasa Inggris

13 13 Iwan, S.Pd Seni Budaya

14 14 Agus Setiawan Bahasa Inggris

15 15 Suganda Wiryadi, S.Pd Penjas

16 16 Hendar Syarief, S.Pd Penjas

17 17 Yenni Rohaeni, S.Si Fisika

18 18 Krisnawati, S.Pd Biologi

19 19 Yuningsih, S.Pd Ekonomi/Sejarah

20 20 Entin, S.Pd Sejarah

(28)

22 22 Wati Herawati KTK

23 23 M. Ali Mahfud TIK

24 24 Dani H, S.Pd Matematika

25 25 Yuni Wahyuni, S.Pd B. Inggris

Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung 5. Daftar Pembina Ekstrakulikuler

Tabel 3.5

Daftar Pembina Ekstrakulikuler

No. Nama Pembina Ekstrakurikuler

1. Noanh, S.Ag Agama

2. Ahmad Rifai Agama

3. Suganda Penjas

4. Rukmana Penjas

Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung b . Keuangan

Pembiayaan Pendidikan mengacu pada (1) Dimensi Penerimaan

(Revenue) yaitu pendapatan dari berbagai sumber daya seperti pemerintah, orang tua, dan masyarakat; (2) Dimensi Alokasi (Expenditure) yaitu pendistribusian dana atau anggaran untuk menunjang berbagai program atau

kegiatan.

Biaya yang digunakan untuk pengelolaan pendidikan di SMP

Mutiara 1 Kota Bandung pada Tahun Pelajaran 2004/2005 diperoleh dari

(29)

dengan pihak yayasan tentang Penyerahan Hak Pengelolaan Keuangan SMP

Mutiara 1 Kota Bandung, maka Kepala SMP Mutiara 1 Kota Bandung

selaku pengelola pendidikan :

1. Yayasan sebagai penyelenggara pendidikan mengelola biaya

pembangunan (Capital Cost) yaitu biaya yang digunakan untuk pembelian tanah, bangunan, lapangan olahraga, biaya konstruksi

bangunan, pengadaan perlengkapan mebelair, instalasi, penggantian,

perbaikan bangunan, dan perlengkapan

2. Pimpinan sekolah sebagai pengelola pendidikan biaya rutin (Recurrent Cost) yaitu biaya yang digunakan untuk operasional pendidikan selama satu tahun anggaran/pelajaran, seperti : Kesejahteraan Personil,

Administrasi Kantor, Orientasi Siswa Baru, PSB, Ulangan Umum,

Wisuda Siswa, Pembinaan Kesiswaan, Pemeliharaan dan Perawatan

Peralatan Kantor, dan Media Pembelajaran melalui pengajuan biaya

kepada Yayasan untuk setiap pengeluaran anggaran program dengan

mengacu pada Rencana Anggaran Pembelanjaan Sekolah yang telah

disetujui oleh Pihak Yayasan

3. Menyelesaikan kewajiban-kewajiban pembayaran kepada pihak bank

yang belum terselesaikanoleh Pengurus Yayasan setiap bulannya sebesar

Rp 2.500.000,00 (Dua juta lima ratus ribu rupiah)

4. Menyerahkan secara tetap biaya pembinaan kepada Yayasan tiap

bulannya terhitung tanggal 1 Agustus 2001 sebesar Rp

(30)
[image:30.595.118.530.225.728.2]

3.3. RENCANA SUMBER BIAYA PENGELOLAAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH

Tabel 3.6

Rencana Sumber Biaya Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah

SISWA BARU (KELAS I)

1. Uang Pendaftaran 160 X Rp. 20.000,00 Rp. 3.200.000,00

2. Uang Bangunan 160 X Rp. 500.000,00 Rp. 80.000.000,00

3. Uang SPP 12 Bulan 12 X 160 X Rp. 50.000,00 Rp. 96.000.000,00

Rp. 179.200.000,00

SISWA KELAS II

1. Uang SPP 12 Bulan 12 X 210 X Rp. 35.000,00 Rp. 88.200.000,00

2. Sisa Tunggakan SPP Rp. 2.730.000,00

3. Sisa Tunggakan Uang Bangunan Rp. 5.599.750.00

Rp. 96.528.750,00

SISWA KELAS III

1. Uang SPP 12 Bulan 12 X 230 X Rp. 32.500,00 Rp. 89.700.000,00

(31)

3. Sisa Tunggakan Uang Bangunan Rp. 5.078.500,00

Rp. 101.240.500,00

EX SISWA KELAS III

1. SPP Rp. 975.000,00

2. Uang Bangunan Rp. 577.000,00

Rp. 1.552.000,00

RENCANA TOTAL PEMASUKAN Rp. 378.522.250,00

RENCANA PENGGUNAAN

1. Bulan Juli

A. Administrasi Kurikulum Rp. 1.350.000,00

B. ATK KBM Rp. 2.150.000,00

C. Sarana Perkantoran Rp. 950.000,00

(32)

E. Pelaburan, Pemasangan Keramik dan

Pembuatan KM Ruang Guru Rp. 12.500.000,00

F. Perbaikan Lab. Bahasa Rp. 1.000.000,00

G. Penyetoran Biaya Siswa Baru ke KANDEP

Rp. 4000,00 X 150 Rp. 600.000,00

H. Kewajiban Kepada Yayasan Rp. 7.000.000,00

I. Biaya Operasional Rp. 2.000.000,00

J. Pembelian alat-alat olah raga

K. Insentif Kehadiran / KBM

Rp. 1.150.000,00

Rp. 1.456.500,00

L. Honorarium Rp. 9.900.000,00

M. Meubelair Rp. 2.000.000,00

N. Biaya rapat-rapat Rp. 2.000.000,00

O. Iuran BMPS 12 X Rp. 20.000,00 Rp. 240.000,00

P. Iuran K3S 12 X Rp. 60.000,00 Rp. 720.000,00

Q. Pembelian alat kesenian Rp. 580.000,00

(33)

Rp. 60.385.000,00

2. Bulan Agustus

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7.000.000,00

E. Penyusunan Program Rp. 600.000,00

F. Biaya Seragam Guru Rp. 2.800.000,00

Rp. 25.608.000,00

3. Bulan September

A. Dana operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

Rp. 22.208.000,00

(34)

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

Rp. 22.208.000,00

5. Bulan Nopember

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

E. Insentif Munggah Rp. 2.250.000,00

Rp. 24.458.000,00

6. Bulan Desember

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

(35)

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

E. THR 90 X Rp. 85.000,00 Rp. 7.650.000,00

F. Bingkisan Lebaran Rp. 2.000.000,00

Rp. 31.858.000,00

6. Bulan Januari

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

Rp. 22.208.000,00

7. Bulan Februari

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

Rp. 22.208.000,00

(36)

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

E. Rekreasi Guru Rp. 12.000.000,00

Rp. 34.208.000,00

9. Bulan April

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

Rp. 22.208.000,00

10. Bulan Mei

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

(37)

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

E. Try Out Rp. 2000.000,00

Rp. 24.208.000,00

12. Bulan Juni

A. Dana Operasional Rp. 2.000.000,00

B. Insentif KBM Rp. 1.616.000,00

C. Honorarium Rp. 11.592.000,00

D. Kewajiban pada Yayasan Rp. 7000.000,00

E. Administrasi/Brosur/Spanduk/Pamflet/Promosi

PSB Rp. 7000.000,00

Rp. 29.208.000,00

B. Biaya yang dikeluarkan secara berkala

1. Melengkapi buku perpustakaan Rp. 2000.000,00

2. Melengkapi peralatan Lab. IPA Rp. 2.000.000,00

(38)

4. Pengembangan profesi guru Rp. 3.000.000,00

5. Beasiswa siswa berprestasi

I. 5 X 12 X Rp. 50.000,00

II. 5 X 12 X Rp. 35.000,00

III. 6 X 12 X Rp. 32.500.000,00

Rp. 7.440.000,00

6. Renovasi Lab. IPA Rp. 3.000.000,00

7. Perbaikan sarana Rp. 3.000.000,00

8. Penghargaan guru teladan Rp. 1.500.000,00

9. Dana sosial pegawai Rp. 3.000.000,00

10. Bantuan kemasyarakatan Rp. 1.000.000,00

11. Transportasi Dinas 12 X Rp. 100.000,00 Rp. 1.250.000,00

12. Studi Banding Rp. 6.000.000,00

13. Renovasi/penyediaan sarana perpustakaan Rp. 2.500.000,00

Rp. 36.640.000,00

(39)

SISA ANGGARAN

Rencana Pemasukan Rp. 378.522.250,00

Rencana Pengeluaran Rp. 377.613.000,00

Jumlah Rp. 909.250,00

Sumber : Arsip SMP MUTIARA 1 Bandung a.Perlengkapan

1. Organisasi Tata Kerja

a. Menginventarisasi semua kekayaan sekolah

b. Menata ruangan sesuai dengan kondisi yang ada

c. Merehabilitasi barang-barang yang rusak

2. Rencana dan Program Kerja

a. Menyusun rencana kerja untuk satu tahun

b. Mengajukan rencana pembelian peralatan kantor

c. Menginventarisasi barang-barang yang rusak

3. Daftar Inventarisasi Sarana dan Prasarana

a. Luas Tanah 1.200 M2

b. Ruang Yayasan 1 buah

c. Ruang Kepala Sekolah 1 buah

d. Ruang Pembantu Kepala Sekolah 1 buah

(40)

f. Ruang Belajar 7 buah

g. Ruang Tata Laksana -

h. Ruang Bendahara 1 buah

i. Ruang Perpustakaan 1 buah

j. Ruang Laboratorium 1 buah

k. Ruang BP / BK 1 buah

l. Mushola

1 buah

m.Ruang Komputer -

n. Kantin -

o. Gudang 1 buah

p. WC Guru 1 buah

q. WC Siswa 4 buah

r. Ruang Satpam -

b. Pengelolaan Laboratorium IPA/Komputer 1. Organisasi Pengelolaan

a. Membuat organigram Pengelolaan Laboratorium

b. Penyusun Petugas Laboratorium

c. Menyediakan format yang diperlukan

2. Program dan Jadwal Penggunaan

(41)

b. Menyusun program Caturwulan / Tahunan

c. Mengadakan jadwal pertemuan penggunaan Laboratorium

3. Aturan Tata Tertib

a. Tata Tertib Siswa di laboratorium

b. Tata Tertib menggunakan alat-alat laboratorium

c. Tata Tertib meminjam / mempergunakan alat-alat laboratorium

4. Inventarisasi Alat-alat

a. Menginventarisasi alat-alat IPA / Komputer

b. Mengklarifikasi alat-alat yang laik pakai

c. Mengadakan alat / bahan IPA yang diperlukan

d. Menyusun laporan

c. Gambaran Garis Besar Kegiatan Belajar Mengajar 1. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar

Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan Pagi Hari

2. Waktu Kegiatan Belajar Mengajar

a. Kegiatan Belajar Mengajar di mulai dari pukul. 07.00 dan berakhir pukul

12.20 WIB

(42)

c. Jumlah jam keseluruhan disesuaikan dengan Kurikulum 2004

d. Penambahan jam pelajaran khas Mutiara adalah Bahasa Arab

3. Ekstrakurikuler

Untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar Intrakurikuler dan

menyalurkan bakat serta minat siswa, di SMP Mutiara 1 diselenggarakan

Jenis Ekstrakurikuler

4. Rombongan Belajar

Jumlah Rombongan Belajar terdiri atas :

1. Kelas 1 : 3 Kelas

2. Kelas 2 : 2 Kelas

(43)
[image:43.595.121.505.154.651.2]

3.4. PENGORGANISASIAN SEKOLAH

GAMBAR 3.1 Pengorganisasian Sekolah

JALUR KOMANDO/PEMBINAAN ……….

(44)

---3.5. FUNGSI, TUGAS, dan PENGEMBANGAN SEKOLAH 1. Fungsi dan Tugas Sekolah

Sekolah merupakan Lembaga Pendidikan yang berfungsi

sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dalam sekolah

(formal), secara garis besar memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Melaksanakan pendidikan dalam sekolah selama jangka waktu

tertentu sesuai dengan jenis, jenjang, dan sifat sekolah tersebut

b. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan Kurikulum

yang berlaku

c. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa di sekolah

d. Membina Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS )

e. Melaksanakan urusan Tata Laksana dan Urusan Rumah Tangga

Sekolah

f. Membina kerjasama dengan orang tua siswa, masyarakat, dan dunia

usaha

g. Bertanggung jawab kepada Kakandepdiknas Kota Bandung, Kanwil

Depdiknas Propinsi Jawa Barat, dan Yayasan Pendidikan Mutiara 1

Untuk melaksanakan tugas-tugas di tas, sekolah dipimpin

seorang kepala sekolah

2. Fungsi dan Tugas Pengelola Sekolah

(45)

Kepala Sekolah berfungsi sebagai manajer / pimpinan,

administrator, dan supervisor.

1. Sebagai Manajer / Pemimpin, memiliki tugas :

a. Menyusun perencanaan

b. Mengorganisasikan kegiatan

c. Mengarahkan kegiatan

d. Mengoordinasikan kegiatan

e. Melaksanakan pengawasan

f. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan

g. Menentukan kebijaksanaan

h. Mengadakan rapat

i. Mengambil keputusan

j. Mengatur Proses Belajar Mengajar

k. Mengatur Administrasi

a) Kantor

b) Siswa

c) Pegawai

d) Perlengkapan

e) Keuangan ( RAPBS )

2. Mengatur organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS )

(46)

3.Sebagai Administrator, bertugas menyelenggarakan administrasi :

a. Perencanaan

b. Pengorganisasian

c. Pengarahan

d. Pengoordinasian

e. Pengawasan

f. Kurikulum

g. Kesiswaan

h. Kantor

i. Kepegawaian

j. Perlengkapan

k. Perpustakaan

l. Ruang Keterampilan / Kesenian

4. Sebagai Supervisor, memiliki tugas mengenai :

a. Kegiatan Belajar Mengajar

b. Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan dan Bimbingan Karier

c. Kegiatan Ekstrakurikuler

d. Kegiatanan Ketatalaksanaan

(47)

b. Wakasek Urusan Kurikulum

Wakasek Urusan Kurikulum, memiliki tugas sebagai berikut :

1. Menyusun Program Pengajaran

2. Menyusun Pembagian Tugas Guru

3. Menyusun Jadwal Pelajaran

4. Menyusun Jadwal Evaluasi Belajar

5. Menyusun Pelaksanaan US / UN

6. Menetapkan Kriteria Kenaikan Kelas

7. Menetapkan Jadwal Pembagian Rapor

8. Mengoordinasikan dan mengarahkan Penyusunan Program

Satuan Pelajaran

9. Mengatur Kegiatan Penilaian / Perencanaan Tes

10.Mengatur Kegiatan Kokurikuler

11.Menyusun Laporan Pelaksanaan Pelajaran

12.Bekerjasama dengan Wakasek lainnya dalam urusan terkait

c. Wakasek Urusan Kesiswaan

Wakasek Urusan Kesiswaan memiliki tugas sebagai berikut :

1. Menyusun Program Pembinaan Kesiswaan / OSIS

2. Melaksanakan bimbingan, pengarahan, dan pengendalian siswa

/ OSIS dalam rangka menegakkan disiplim dan tata tertib

(48)

3. Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan,

ketertiban, keindahan, kekeluargaan, keagamaan, dan

persidangan

4. Memberikan pengarahan dalam pengurusan pemilihan

Pengurus OSIS

5. Memberikan pembinaan dalam pengurusan OSIS dalam

berorganisasi

6. Menyusun Pemilihan Calon Siswa Teladan dan Calon Penerima

Beasiswa

7. Melaksanakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam

kegiatan di luar sekolah

8. Menyusun program pembinaan siswa secara berkala dan

insidental

9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara

berkala

d. Wakasek Urusan Humas

Wakasek Urusan Humas memiliki tugas sebagai berikut :

1. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan orang tua / wali

siswa dengan sekolah

2. Membina pengembangan hubungan sekolah dengan lembaga

(49)

3. Bekerjasama denga Wakasek lainnya dalam urusan terkait

e. Wakasek Urusan Sarana / Prasarana

Wakasek Urusan Sarana / Prasarana memiliki tugas sebagai

berikut:

1. Menginventarisasi barang

2. Pendayagunaan sarana dan prasarana

3. Pemeliharaan sarana dan prasarana

4. Pengendalian pemanfaatan sarana dan prasarana

5. Membuat laporan secara berkala

f. Koordinator Piket

Koordinator Piket memiliki tugas sebagai berikut :

1. Mengontrol kehadiran petugas piket

2. Memberikan arahan-arahan berkenaan dengan tugas piket

3. Membuat administrasi piket yang berkaitan dengan :

a. Agenda Piket

b. Surat Izin Ke luar / masuk

c. Surat Izin Meninggalkan Sekolah / Pulang

4. Membuat dan mengedarkan daftar hadir Staf Pimpinan, Guru,

(50)

5. Mencatat, mengadministrasikan, dan membuat prosentase

kehadiran dan ketidakhadiran Staf Pimpinan, Guru, dan

Karyawan

6. Membuat dan mengedarkan format perhitungan ketidakhadiran

siswa per kelas

7. Mencatat dan mengadministrasikan prosentase ketidakhadiran

siswa per kelas

8. Menghimpun dan menyerahkan agenda kelas untuk

ditandatangani oleh kepala sekolah setiap minggu

9. Membuat daftar kehadiran / ketidakhadiran Staf Pimpinan,

Guru, dan Karyawan untuk kebutuhan perhitungan insentif dan

dilaporkan kepada bendahara selambat-lambatnya lima hari

sebelum insentif dibagikan

g. Koordinator Administrasi

Koordinator Administrasi memiliki tugas sebagai berikut :

1. Membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan hal yang

bersifat administrasi

2. Membantu kepala sekolah dalam menjabarkan kebijakan yang

berkaitan dengan :

a. Pembuatan surat-surat Keputusan Dinas

b. Membuat Surat-surat Dinas

c. Menjawab Surat Dinas yang dibutuhkan

(51)

h. Koordinator BP / BK

Koordinator BP / BK memiliki tugas sebagai berikut :

1. Menyusun rencana program dan pelaksanaan BP / BK

2. Menetapkan garis-garis kebijakan BP / BK

3. Mengoordinasikan dan mengarahkan kegiatan BP / BK

sehari-hari

4. Membuat pembagian tugas guru pembimbing

5. Menyiapkan alat-alat dan formulir pengumpulan data yang

meliputi :

a. Angket

b. Angket Data Orang Tua Siswa

c. Blanko observasi

d. Blanko / Sosiogram

e. Home Visit

f. Pemanggilan orang tua siswa

g. Pemeriksaan kesehatan

h. Pemeriksaan psikologi

i. Penjurusan bagi calon siswa kelas 3

6. Meneliti kemajuan dan perkembangan siswa sehari-hari dalam

bidang

a. Akademis

b. Sosial

(52)

d. Fisika

e. kepribadian

7. Membantu dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa

8. Koordinasi dengan Wakasek Kesiswaan, Wali Kelas, Guru

Piket dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi

oleh siswa tentang kesulitan belajar

9. Memberikan layanan bimbingan penyuluhan kepada siswa agar

lebih berprestasi dalam kegiatan belajar

10.Memberikan sarana dan pertimbangan kepada siswa dalam

memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan

lapangan pekerjaan yang sesuai

11.Mengadakan pemanggilan kepada orang tua siswa

12.Mengadakan Home Visit kepada orang tua siswa

13.Mengadakan penilaian pelaksanaan BP / BK

14.Mencatat dan mendokumentasikan hasil kegiatan BP / BK

15.Menyusun statistik hasil penilaian BP / BK

16.Melaksanakan kegiatan Analisis Hasil Evaluasi Belajar Praktek

BP / BK

17.Menyusun dan melaksanakan proram tindak lanjut hasil BP /

BK

18.Membantu kelancaran KBM secara umum

19.Melaksanakan 4 K

(53)

i. Pembina OSIS

Pembina OSIS memiliki tugas sebagai berikut :

1. Melaksanakan Kegiatan Orientasi Siswa Baru :

a. Membuat proposal

b. Menyusun panitia

c. Menyediakan dan menyelesaikan sertifikat

d. Membuat laporan

2. Membawahi Kepengurusan OSIS :

a. Membentuk pengurus OSIS

b. Mengarahkan program kerja OSIS

c. Memantau kegiatan OSIS

d. Melaporkan kegiatan OSIS

3. Mengatur Pelakanaan Upacara

4. Melaksanakan penilaian calon siswa teladan

5. Melaksanakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam

kegiatan di luar sekolah

6. Mengatur dan membina kegiatan ekstrakurikuler :

a. Menginventarisasi semua jenis ekstrakurikuler

b. Menetapkan pembimbing

c. Membuat edaran kegiatan ekstrakurikuler kepada siswa

d. Menentukan jadwal ekstrakurikuler

e. Memantau kegiatan latihan

(54)

g. Membuat laporan

7. Membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi

siswa

8. Memberikan pembinaan kepada siswa secara edukatif dan

persuasif

9. Melaksakan 4 K

10.Memperingati hari-hari besar nasional

11.Membantu kelancaran KBM secara umum

12.Membuat laporan secara berkala

j. Guru

Guru bertanggung jawab dan mempunyai tugas melaksanakan

PBM secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru

meliputi :

1. Membuat rencana pengajaran Caturwulan, Tahunan, dan

Analiisis Mata Pelajaran

2. Membuat Satuan Pelajaran

3. Melaksanakan KBM

4. Melaksanakan Penilai Pelajaran

5. Mengisi Daftar Nilai Siswa

(55)

7. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan

pengajaran

8. Melaksanakan bimbingan dalam kegiatan PBM

9. Membuat alat peraga

10.Membuat alat pelajaran / program

11.Menciptakan karya seni

12.Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum

13.Melaksanakan tugas tertentu dari sekolah

14.Mengadakan pengembangan bidang pengajaran yang menjadi

tanggung jawabnya

15.Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS)

16.Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar

masing-masing siswa

17.Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran

18.Mengatur dan menghitung angka kredit untuk kenaikan

pangkatnya

k. Wali Kelas

Wali Kelas memiliki tugas dalam kegiatan-kegiatan sebagai

berikut:

1. Pengelolaan kelas

2. Penyelenggaraan Administrasi Kelas yang meliputi :

3. Penyusupan / pembuatan Ststistik bulanan siswa

(56)

5. Pembuatan Catatn Khusus tentang siswa

6. Pencatatan Mutasi Siswa

7. Pengisian Buku Laporan Pendidikan ( Rapor )

8. Pembagian Buku Laporan Pendidikan (Rapor )

l. Bimbingan Penyuluhan / Bimbingan Karier

Guru BP/BK mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Menyusun program dan pelaksanaan BP/BK

2. Koordinasi dengan Wali Kelas dalam rangka mengatasi

masalah-maslaah siswa

3. Memberikan layanan bimbingan penyuluhan kepada siswa agar

berprestasi dalam kegiatan belajar

4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam

memperoleh gambaran pendidikan lanjutan dan pekerjaan yang

sesuai

5. Mengadakan pelaksanaan penilaian BP/BK

6. Menyusun Statistik hasil BP/BK

7. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar BP/BK

8. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut hasil

BP/BK

(57)

m. Pustakawati Sekolah

Pustakawati Sekolah memiliki tugas sebagai berikut :

1. Perencanaan pengadaan buku / bahan perpustakaan

2. Pengurusan pelayanan perpustakaan

3. Perencanaan pelayanan perpustakaan

4. Pemeliharaan dan perbaikan buku / bahan perpustakaan

5. Inventarisasi buku-bu / bahan perpustakaan

n. Kepala Tata Usaha

Kepala Tata Usaha memiliki tugas sebagai berikut :

1. Penyusunan Program Tata Uasaha Sekolah

2. Pengelolaan Keuangan Sekolah

3. Pengurusan Administrasi Pegawai, Guru, dan Siswa

4. Pembinaa dan Pengembangan Karier Pegawai Tata Usaha

Sekolah

5. Penyusunan Administrasi Perlengkapan Sekolah

6. Penyusunan dan Penyajian Data Statistik Sekolah

7. Mengoordinasikan dan melaksanakan 4 K

(58)

o. Bendahara Sekolah

Bendahara Sekolah memiliki tugas sebagai berikut :

1. Bertanggung jawab terhadap Uang SPP, OSIS, dan Uang

Bangunan Kelas 1, 2, dan Kelas 3

2. Menerima dan membukukan Uang SPP, OSIS, dan Uang

Bangunan Kelas 1, 2, dan Kelas 3

3. Menginventarisasi / mencatat tunggakkan pembayaran SPP dan

Bangunan paling lambat dua bulan setelah pemanggilan orang

tua

p. Satpam Sekolah

Satpam Sekolah memiliki tugas sebagai berikut :

1. Bertanggung jawab terhadap ketertiban dan keamanan sekolah

2. Menerima dan mencatat tamu

3. Menertibkan parkir dan mengawasi keluar masuk kendaraan

4. Ikut mengawasi kedisiplinan siswa

5. Koordinasi dengan para Wakasek

6. Membuat laporan harian

q. Pesuruh Sekolah

(59)

1. Bertanggung jawab terhadap kebersihan dan keindahan secara

keseluruhan di lingkungan sekolah

2. Menjaga dan memelihara kebersihan Ruang Kepala Sekolah,

Ruang Wakasek, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha,

Laboratorium Bahasa, Laboratorium IPA, Lab. Komputer,

Mushola, Ruang Kelas, WC, dan lingkungan sekolah

3. Menyediakan tempat sampah

4. Menyediaan jamuan untuk tamu

5. Menjaga dan memelihara peralatan sekolah

6. Mengusulkan kebutuhan belanja rumah tangga sekolah melalui

Wakasek Urusan Sarana / Prasarana

7. Menyediakan air minum untuk guru dan karyawan

8. Mempersiapkan peralatan shalat Jum’at

9. Membantu dan melayani guru dan karyawan lainnya dalam

(60)

BAB IV ANALISIS

4.1. Program Kurikulum Yang Berjalan Saat Ini

Seperti disinggung sebelumnya dalam BAB II progam-program yang diberikan

pemerintah di jenjang SMP memebutuhkan dana yang cukup besar. Dikarenakan

biaya untuk pembangunan lab yang benar-benar besar, SMP Mutiara 1

membuthkan bantuan pemerintah sepenuhnya, disebabkan oeh kebutuhan

teknologi yang dibutuhkan sangat tinggi dan program kurikulum yang diberikan

pemerintah tidak mampu dilakukan oleh SMP Mutiara 1, dikarenakan siswa yang

berdomisili di SMP Mutiara 1 termasuk golongan menengah kebawah, itu hal

utama bagi SMP Muiara 1 ketika memebuat perencanaan pembanguna lab

komputer. Oleh karena itu, pemerintahlah yang wajib mendukung sepenuhnya

agar program kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah dapat berjalan, hal ini

didukung kuat oleh UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) dan (2), Undang-Undang Nomor

2 tahun 1989, UU RI No . 20 Tahun 2003 Pasal 37 ayat (1) huruf (i), dan PP RI

No. 19 Tahun 2005 Pasal 7 ayat (4). Dengan adanya UU tersebut pemerintah

wajib membantu perkembangan sekolah karena sekolahlah yang memefasilitasi

bangsa untuk mencerdaskan kehidupan rakyatnya.

Berikut Adalah program kurikulum yang diberikan oleh pemerintah bagi jenjang

SMP (Sekolah Menengah Pertama) :

(61)

akan datang, setelah itu barulah mereka mengenal operasi dasar peralatan

komputer. kedua materi pembelajaran ini berbentuk sangat teoritis yang membuat

siswa merasa bosan. Di semester berikutnya barulah siswa dpat mempraktekan

operasi dasar komputer, itupun masih dengan catatan apabila di sekolah tersebut

sudah terdapat fasilitas laboratorium komputer yang mencukupi

Kelas VIII : pada awal semester 1 di kelas VIII siswa mulai belajar menggunakan aplikasi pengolah kata yang biasanya sekolah atau guru memberikan materi

dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Office Word yang akan sangat

sulit menemukan sekolah yang menggunakan program yang asli. penggunaan

program bajakan ini dapat dihindari dengan mengganti program aplikasinya

menjadi yang berbasis open source seperti open office.org. Di semester 2 siswa

kelas VIII SMP melanjutkan materinya ke pembelajaran menggunakan aplikasi

pengolah angkan yang lagi-lagi sekolah biasanya terpaku pada program aplikasi

berbayar seperti Microsoft Office Excel.

Kelas IX : di kelas IX ini siswa akan mulai belajar mengenai internet, saat ini sudah banyak sekolah yang sudah memiliki koneksi internet di sekolahnya,

khususnya sekolah-sekolah yang berada di kota besar. pada materi ini siswa akan

belajar mengenai pengunaan internet dan beberapa layanan yang terdapat di

internet. Hal yang perlu di perhatikan pada proses pembelajaran materi ini adalah

kontrol dari guru ketika pelaksanaan praaktek belajar internet. karena banyak

(62)

4.2. Usulan Pembangun Lab Komputer

Dalam menghadapi masalah ini beberapa sekolah swasta dan negeri yang telah

mengambil langkah maju,beberapa sekolah telah membangun hubungan yang

sangat erat dengan masyarakat setempat dan melakukan sebuah lompatan yaitu

dengan mengundang para masyarakat penyumbang untuk membangun fasilitas

dasar komputer. Sekolah ini telah membuktikan bagaimana mengatasi salah satu

masalah terbesar dalam pengenalan teknologi ke sekolah-sekolah di Indonesia

secara berkesinambungan. Keefektifan system yang berkesinambungan ini sudah

tumbuh lama ketika masyarakat setempat memahami bagaimana pentingnya

teknologi bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini penulis telah mempelajari bahwa,

sekolah-sekolah yang bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk

membangun fasilitas cenderung berkembang secara teratur dan juga

meningkatkan dukungan dari masyarakat setempat.

Kesinambungan adalah faktor utama. Pada program di masa lalu untuk

menyediakan teknologi ke sekolah kebanyakan mencapai sedikit sukses dalam

jangka waktu yang cukup lama dan jarang sekali menunjukkan perkembangan.

Persyaratan mengenai laboratorium bahasa adalah contoh yang umum. Biasanya

ada enam masalah utama, yaitu ;

1. Anggaran untuk perawatan fasilitas awal tidak tersedia.

2. Pelatihan biasanya terlalu spesifik dan tidak berhubungan dengan

kebutuhan di lapangan atau perubahan sikap.

(63)

4. Tidak tersedianya teknisi ahli atau terlalu mahal

5. Materi yang sesuai untuk mengajar tidak tersedia

6. Lemahnya kondisi kerja guru di lapangan mendorong bahwa mereka tidak dapat membagi waktu untuk mengembangkan materi mengajar secara

kreatif.

Masalah-masalah ini menjadi lebih luas dalam hal komputer karena tingkat

keahlian yang diminta untuk mengembangkan dan merawat fasilitas tersebut

sangat tinggi serta kemahiran komputer mempunyai nilai jual yang sangat tinggi

pula. Saran untuk memberi pelatihan karyawan di sekolah tidak berlaku dalam

konteks yang ada saat ini. Karena siapa saja yang mengembangkan diri untuk

mencapai posisi tingkat ahli, mereka di sektor komersil dapat menghasilkan

sepuluh kali lipat dari apa yang mereka dapat di sekolah, jadi mungkin saja

mereka akan menghabiskan waktu dengan pekerjaan dari luar kantor (hal ini juga

menjadi masalah pada karyawan yang memiliki kemampuan di bidang jasa

umum).

4.3. Tujuan Pembangunan Lab Komputer

Tujuan dari pembangunan lab komputer di SMP Mutiara 1 Bandung dilakukakan

aga paras siswa dapat melaksanankan program DT dari pemerintah, sehingga para

siswa lebih maju dan dapat menguasai ilmu dasar teknologi yaitu komputer.

Dengan semaraknya teknologi yang semakin berkembang, diharapkan para siswa

agar dapat menguasai teknik dasar ilmu komputer ketikaka akan melanjutkan ke

(64)

SMP yang sangat minim sekali dalam ilmu komputer, dikrenakan tidak adanya

fasilitas yang mendukung yaitu lab komputer. Salah satunya SMP Mutiara 1

Bandung ini, sebagian besar para siswa termasuk golongan menengah kebawah.

Hal ini diakibatkan kurangnya perhatian dari pemerintah akan kelangsungan ilmu

teknologi di SMP Mutiara 1 Bandung. Berikut adalha Tujuan dari skil komputer

dasar bagi para siswa jenjang SMP :

a. Pemberian bekal ketrampilan kejuruan/vokasional (ketrampilan komputer)

dalam rangka pembangunan Kecakapan hidup siswa.

b. Pengenalan komputer kepada siswa sehingga siswa dapat

menggunakan/mengopersikan komputer dengan baik, benar, dan aman.

c. Siswa mampu menguasai DOS (Disc Operator System) dan Microsoft Office

(terutama Wicrosoft Word dan Wicrosoft excel) sebagai modal dasar dalam

ketrampilan komputer.

d. Peningkatan metode dan kualitas proses pembelajaran di dalam kelas yang

ditunjang dengan ketrampilan komputer, sehingga siswa diharapkan dapat

memanfaatkan ketrampilan komputer yang telah dikuasai untuk mengerjakan

tugas-tugas sekolah.

e. Pemberian bekal kecakapan hidup yang memadai dan bermanfaat (ketrampilan

komputer) sehingga akan menghasilkan lulusan yang trampil, tidak gagap

(65)

f. Pengenalan internet dasar bagi siswa, agar dapat berinteraksi ataupun mencari

informasi dalam dunia internet.

4.4. Perancangan Program Pembangunan

Berikut adalah hasil perancangan perencanana program pembangunan lab

(66)

4.4.1. FLOWMAP

FLOWMAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN LAB KOMPUTER

TATA USAHA (BENDAHARA

SEKOLAH)

PEMERINTAH MASYARAKAT

SISWA

START

BIAYA SPP

BIAYA SPP

INPUT DATA

BIAYA DARI PEMERINTAH

BIAYA DARI MASYARAKAT

SETEMPAT

DATA KEUANGAN KESELURUHAN

PENYIMPANA N DATA KEUANGAN

BIAYA PEMBANGUNAN LAB KOMPUTER

[image:66.595.117.509.149.607.2]

FINISH

(67)

4.4.2. DATA FLOW DIAGRAM (DFD)

0

SEKOLAH

PEMERINTAH SISWA

BENDAHARA SEKOLAH

Info Pmbangunan Lab Komputer

Data Keuangan Data Keuangan

Info Data Keuangan Sekolah

Laporan Keuanga

Sekolah Masyarakat

setempat

Info Data Pembangunan

Lab Komputer

[image:67.595.113.497.159.655.2]

Data Keuangan

(68)

SISWA

1.0

ADMINISTRASI SEKOLAH

Bendahara

LAB SEKOLAH

Data Keuangan Dari Pemerintah 2.0

DATA PENGADAAN LAB KOMPUTER

Data Keuangan Dari Siswa

Data Keuangan Dari Masyarakat Setempat Data Keuangan

Kas Sekolah

[image:68.595.127.508.104.549.2]

Hasil Pengadaan Lab Sekolah

(69)

SISWA

1.1 BENDAHARA

1.2 INPUT DATA

KEUANGAN

Buku Besar Kartu SPP

[image:69.595.114.507.111.290.2]

Data Keuangan

GAMBAR 4.4 DATA FLOW DIAGRAM (DFD) LEVEL 1

2.1

DATA KEUANGAN PENGADAAN LAB

KOMPUTER

Biaya Pembanguna Lab Komputer Dari Pemerintah

Biaya Pembangunan Lab Komputer Dari Siswa

Biaya Pembangunan Lab Komputer Dari Masyarakat Setempat

Data Keuangan Data Keuangan

Data Keuangan

[image:69.595.115.509.420.585.2]
(70)

4.5. Analisis Hasil Perencaan

Berdasarkan hasli analisis dari penulis, dana bantuan dari pemerintah,siswa

melalui spp, dan bantuan dari masyarakat setempat, hasil yang didapatkan di

akumulasikan untuk pembangunan lab sekolah dari pembelian cpu yang

memenuhi standar pembuatan lab sekolah sampai pembangunan ruangan untuk

penempatan lab sekolah.

Berikut adalah spesifikasi kebutuhan dalam pembangunan lab komputer :

1. Persiapan sarana dan prasarana

Dalam persiapan sarana dan prasarana laboratorium ini, ada beberapa hal

yang patut diperhatikan, yaitu :

1. Listrik

Besar daya listrik amat berpengaruh pada jumlah dan jenis komputer

yang akan digunakan. Sehinga, sebelum membangun sebuah lab

komputer, perlu dihitung secara mendalam mengenai jumlah daya

listrik yang tersedia dan daya listrik yang akan digunakan

2. Gedung

Sebuah lab komputer jelas membutuhkan gedung yang cukup baik,

baik dari segi ukuran, keamanan, tata letak maupun dan segi lainnya.

Jangan sampai sebuah lab komputer akan tergenang sewaktu musim

hujan, atau memiliki atap yang bocor sehingga air dapat masuk dengan

(71)

3. Grounding

Hal ini yang paling sering dilupakan atau diabaikan oleh instalatur

listrik. Mereka

Gambar

Gambar 2.1 Transformasi
Tabel 3.1 Daftar Staf Kepemimpinan
Tabel 3.2
Tabel 3.4 Daftar Staf Pengajar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tema materi yang diajarkan untuk kelas VII adalah “bernyanyi secara Unisono, memainkan recorder dengan baik dan benar ” sedangkan materi untuk kelas VIII adalah

Berdasarkan tujuan awal penelitian yaitu untuk menganalisis kesalahan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat dalam menyelesaikan soal materi SPLDV dan Volume , maka

Adakah peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran matematika menggunakan implementasi penilaian portofolio pada siswa kelas VIII semester

 Membuat file dokumen baru, membuka dokumen, menyimpan dokumen, menyimpan dengan nama lain dengan menggunakan berbagai program aplikasi pengolah kata. 

 Membuat file dokumen baru, membuka dokumen, menyimpan dokumen, menyimpan dengan nama lain dengan menggunakan berbagai program aplikasi pengolah kata.  Menjelaskan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 9 Sekolah : SMP ………Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VIII / I Materi Pokok : Teks Eksplanasi Tema : Peristiwa

Nantinya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai opsi materi ajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada kelas VIII semester

Hasil dari penelitian ini adalah sebuah produk berupa aplikasi game edukasi berbasis komputer yang di dalamnya tersimpan materi pembelajaran IPA Terpadu untuk siswa kelas VIII