• Tidak ada hasil yang ditemukan

Korelasi antara Panjang dan Berat Udang Putih (Penaeus merguensis) dan Udang Windu (Penaeus monodon) untuk Menentukan Size (Ukuran) dalam Sortasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Korelasi antara Panjang dan Berat Udang Putih (Penaeus merguensis) dan Udang Windu (Penaeus monodon) untuk Menentukan Size (Ukuran) dalam Sortasi"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

KORELASl ANTARA PAHJANE DAM BERAT UDANG P U T l H

(

Penaeus merguensis)

DAN U DANE

W

l

NDU

(

Penaeus monodon)

U NTUK MENENTUKAN SIZE (UICURAN) D A L A M SORTASl

S K R I P S 1

OIeh :

NURUL HIDAYAT1 SULISTIYANI

C 22. 0993

JURUSAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN

(2)

RINGXASAN

NURUL HIDAYATI SULISTIYANI (C 22 0993). KORELASI ANTARA

PANJANG DAN BERAT UDANG PUTIH (Penaeus merquensis) DAN

UDANG WINDU (Penaeus monodon) UNTUK MENENTUKAN SIZE

(UKURAN) DALAM SORTASI (di bawah bimbingan ABU NAIM ASSIK

DAN SUNARYA)

.

Tujuan penelitian ini untuk melihat korelasi antara

panjang dan berat udang putih maupun udang windu sehingga

dapat ditentukan ukurannya untuk mempermudah melakukan

sortasi bagi tenaga kerja baru khususnya pada pabrik yang

baru

.

Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan

yang positif antara panjang dan berat udang putih maupun

udang windu. Hal ini dapat ditunjukan dari nilai koefi-

sien korelasinya

.

Nilai koefisien korelasi udang windu

maupun udang putih sebesar 0,98. Nilai ini menunjukan

bahwa derajat kelinieran antara kedua peubah tersebut,

yaitu peubah panjang dan peubah berat cukup besar. Se-

dangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 96 % menun-

jukan bahwa keragaman dari berat dapat diterangkan oleh

persamaan regresi dugaannya, sehingga persaman regresi

dugaan yang diperoleh dapat digunakan sebagai persamaan

yang dapat dipertimbangkan untuk menduga berat udang ter-

hadap panjangnya. Hubungan panjang dan berat udang dapat

(3)

Penentuan selang panjang dan berat udang putih maupun

udang windu berdasarkan pada sebaran data yang ada dan

perhitungan secara statistik. Hasil akhir menunjukkan

bahwa selang panjang dan berat udang putih dikelompokan

menjadi 10 ukuran. Selang-selang tersebut meliputi :

selang A (17 cm - 19 cm) dan berat (51 g

-

70 g), selang B

(14 cm

-

16 cm) dan'berat (36 g - 50 g), selang C (13 cm

-

14 cm) dan berat (25 g - 35 g), selang D (12 cm

-

13 cm )

dan berat (20 g

-

25 g), selang E (12 cm - 13 cm) dan

berat (15 g

-

20 g), selang F (11 cm

-

12 cm) dan berat

(15 g

-

20 g), selang G (10 cm

-

11 cm) dan berat (10 g

-

15 g), selang H (9 cm

-

10 cm) dan berat (9 g

-

10 g),

selang I (9 cm - 10 cm) dan berat (7 g - 9 g), dan selang

J (9 cm

-

10 cm) dan berat (5 g

-

7 9). Sedangkan udang

windu juga dikelompokan menjadi 10 ukuran. Selang-selang

tersebut meliputi : selang A (16 cm

-

19 cm) dan berat

{53 g

-

71 g), selang B (15 cm

-

16 cm) dan berat (41 g

-

52 g), selang C (13 cm

-

14 cm) dan berat (29 g

-

40 g),

selang D (12 cm - 13 cm) dan berat (21 g - 30 g), selang E

(10 cm

-

12 cm) dan berat (21 g

-

30 g), selang'~ (10 cm

-

12 cm) dan berat (15 g

-

20 g), selang G (lo cm

-

15 cm)

dan berat (10 g - 14 g), selang H (9 cm - 10 cm) dan berat

(9 g - lo g), selang I (8 cm - 9 cm) dan berat (5 g - 9 g)

dan selang J (8 cm

-

9 cm) dan berat (5 g

-

9 g). Pada

udang windu selang ukuran I (8 cm - 9 cm) dan berat (5 g

(4)

sulit sekali dipisahkan, karena kedua selang tersebut

mempunyai ukuran panjang dan berat yang sama sehingga

untuk ukuran ini dijadikan satu selang dengan pertimbangan

bahwa harga dari kedua ukuran udang tersebut sama, hanya

berbeda dalam ha1 jumlahnya saja dan diharapkan tidak akan

(5)

KORELASI ANTARA PANJANG DAN BERAT UDANG PUTIH

(Penaeus merquensis) DAN UDANG WINDU (Penaeus monodon)

UNTUK MENENTUKAN SIZE (UKURAN) DALAM SORTASI

S K R I P S I

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Dalam Bidang Keahlian Jurusan Pengolahan Hasil

Perikanan Pada Fakultas Perikanan

Institut Pertanian Bogor

Disetujui :

i Pendidikan

Dr. Ir. KADARWAN SOEW

16 Maret 1991

(6)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan pada Tanggal 10 Maret 1967 di

Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Penulis merupakan anak

kedua dari 6 bersaudara dari ayah bernama Miskali Ali dan

Ibu Siti Anwariyah Hamid.

Pada tahun 1979 penulis menamatkan pendidikan pada

Sekolah Dasar Muhammadiyah Ngupasan I1 Yogyakarta. Tahun

yang sama penulis memasuki Madrasah Tsanawiyah Negeri I1

Yogyakarta dan lulus pada tahun 1982. Kemudian penulis

melanjutkan pada Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah I1

Jakarta dan lulus pada tahun 1985. Penulis masuk I P B pada

Tahun 1985 melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan

Kemampuan), kemudian memilih Jurusan Pengolahan Hasil

Perikanan pada Fakultas Perikanan. Penulis dinyatakan

lulus sebagai sarjana perikanan pada tanggal 16 Maret

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt,

karena berkat rahmat dan karunian-Nya penulis dapat

menyelesaikan skipsi ini.

Penulisan skipsi ini merupakan salah satu syarat

untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Fakultas

Perikanan IPB.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima

kasih kepada Yang terhormat :

1. Bapak Ir Abu Naim Assik, MS selaku Dosen Pembimbing I

atas bimbingan yang telah diberikan kepada penulis

2. Bapak DR Sunarya selaku Dosen Pembimbing I1 dan Kepala

Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan

(BBPMHP) atas bimbingan dan fasilitas yang telah

diberikan kepada penulis

3. Bapak Ir. Bustami Ibrahim selaku dosen penguji

4. Bapak Ir Iskandar dan staff bagian pengolahan BBPMHP

yang telah membimbing penulis selama melakukan peneli-

tian

5. Direktur PT Lola Mina, Jakarta

6. Direktur PT Hotanjaya Graha, Jakarta

7. Seluruh staff dan Pegawai BBPMHP

8. Seluruh staff dan karyawan PT Lola Mina dan PT Hotan

(8)

9. Bapak dan Ibu, mbak Wiwik dan Mas Djusam serta adikku

Taufiq, Ida, Fauzi dan Ayu yang telah memberikan

dorongan selama penulis menuntut ilmu

10. Mas Koko tersayang yang telah membantu penulis dari

penelitian sampai dengan penyusunan skipsi

11. Rekan Hengki yang telah membantu penulis dalam penyu-

sunan skipsi

12. Rekan Etty, Aneng, Tati, Ana, Wow0 dan Joko San yang

telah membantu penulis selama penelitian

13. Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan

satu persatu

Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempur-

na. Namun demikian, semoga tulisan ini dapat bermanfaat

bagi penulis serta semua pihak yang memerlukannya.

(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)

KORELASl ANTARA PAHJANE DAM BERAT UDANG P U T l H

(

Penaeus merguensis)

DAN U DANE

W

l

NDU

(

Penaeus monodon)

U NTUK MENENTUKAN SIZE (UICURAN) D A L A M SORTASl

S K R I P S 1

OIeh :

NURUL HIDAYAT1 SULISTIYANI

C 22. 0993

JURUSAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN

(78)

RINGXASAN

NURUL HIDAYATI SULISTIYANI (C 22 0993). KORELASI ANTARA

PANJANG DAN BERAT UDANG PUTIH (Penaeus merquensis) DAN

UDANG WINDU (Penaeus monodon) UNTUK MENENTUKAN SIZE

(UKURAN) DALAM SORTASI (di bawah bimbingan ABU NAIM ASSIK

DAN SUNARYA)

.

Tujuan penelitian ini untuk melihat korelasi antara

panjang dan berat udang putih maupun udang windu sehingga

dapat ditentukan ukurannya untuk mempermudah melakukan

sortasi bagi tenaga kerja baru khususnya pada pabrik yang

baru

.

Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan

yang positif antara panjang dan berat udang putih maupun

udang windu. Hal ini dapat ditunjukan dari nilai koefi-

sien korelasinya

.

Nilai koefisien korelasi udang windu

maupun udang putih sebesar 0,98. Nilai ini menunjukan

bahwa derajat kelinieran antara kedua peubah tersebut,

yaitu peubah panjang dan peubah berat cukup besar. Se-

dangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 96 % menun-

jukan bahwa keragaman dari berat dapat diterangkan oleh

persamaan regresi dugaannya, sehingga persaman regresi

dugaan yang diperoleh dapat digunakan sebagai persamaan

yang dapat dipertimbangkan untuk menduga berat udang ter-

hadap panjangnya. Hubungan panjang dan berat udang dapat

(79)

Penentuan selang panjang dan berat udang putih maupun

udang windu berdasarkan pada sebaran data yang ada dan

perhitungan secara statistik. Hasil akhir menunjukkan

bahwa selang panjang dan berat udang putih dikelompokan

menjadi 10 ukuran. Selang-selang tersebut meliputi :

selang A (17 cm - 19 cm) dan berat (51 g

-

70 g), selang B

(14 cm

-

16 cm) dan'berat (36 g - 50 g), selang C (13 cm

-

14 cm) dan berat (25 g - 35 g), selang D (12 cm

-

13 cm )

dan berat (20 g

-

25 g), selang E (12 cm - 13 cm) dan

berat (15 g

-

20 g), selang F (11 cm

-

12 cm) dan berat

(15 g

-

20 g), selang G (10 cm

-

11 cm) dan berat (10 g

-

15 g), selang H (9 cm

-

10 cm) dan berat (9 g

-

10 g),

selang I (9 cm - 10 cm) dan berat (7 g - 9 g), dan selang

J (9 cm

-

10 cm) dan berat (5 g

-

7 9). Sedangkan udang

windu juga dikelompokan menjadi 10 ukuran. Selang-selang

tersebut meliputi : selang A (16 cm

-

19 cm) dan berat

{53 g

-

71 g), selang B (15 cm

-

16 cm) dan berat (41 g

-

52 g), selang C (13 cm

-

14 cm) dan berat (29 g

-

40 g),

selang D (12 cm - 13 cm) dan berat (21 g - 30 g), selang E

(10 cm

-

12 cm) dan berat (21 g

-

30 g), selang'~ (10 cm

-

12 cm) dan berat (15 g

-

20 g), selang G (lo cm

-

15 cm)

dan berat (10 g - 14 g), selang H (9 cm - 10 cm) dan berat

(9 g - lo g), selang I (8 cm - 9 cm) dan berat (5 g - 9 g)

dan selang J (8 cm

-

9 cm) dan berat (5 g

-

9 g). Pada

udang windu selang ukuran I (8 cm - 9 cm) dan berat (5 g

(80)

sulit sekali dipisahkan, karena kedua selang tersebut

mempunyai ukuran panjang dan berat yang sama sehingga

untuk ukuran ini dijadikan satu selang dengan pertimbangan

bahwa harga dari kedua ukuran udang tersebut sama, hanya

berbeda dalam ha1 jumlahnya saja dan diharapkan tidak akan

(81)

KORELASI ANTARA PANJANG DAN BERAT UDANG PUTIH

(Penaeus merquensis) DAN UDANG WINDU (Penaeus monodon)

UNTUK MENENTUKAN SIZE (UKURAN) DALAM SORTASI

S K R I P S I

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Dalam Bidang Keahlian Jurusan Pengolahan Hasil

Perikanan Pada Fakultas Perikanan

Institut Pertanian Bogor

Disetujui :

i Pendidikan

Dr. Ir. KADARWAN SOEW

16 Maret 1991

(82)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan pada Tanggal 10 Maret 1967 di

Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Penulis merupakan anak

kedua dari 6 bersaudara dari ayah bernama Miskali Ali dan

Ibu Siti Anwariyah Hamid.

Pada tahun 1979 penulis menamatkan pendidikan pada

Sekolah Dasar Muhammadiyah Ngupasan I1 Yogyakarta. Tahun

yang sama penulis memasuki Madrasah Tsanawiyah Negeri I1

Yogyakarta dan lulus pada tahun 1982. Kemudian penulis

melanjutkan pada Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah I1

Jakarta dan lulus pada tahun 1985. Penulis masuk I P B pada

Tahun 1985 melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan

Kemampuan), kemudian memilih Jurusan Pengolahan Hasil

Perikanan pada Fakultas Perikanan. Penulis dinyatakan

lulus sebagai sarjana perikanan pada tanggal 16 Maret

(83)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt,

karena berkat rahmat dan karunian-Nya penulis dapat

menyelesaikan skipsi ini.

Penulisan skipsi ini merupakan salah satu syarat

untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Fakultas

Perikanan IPB.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima

kasih kepada Yang terhormat :

1. Bapak Ir Abu Naim Assik, MS selaku Dosen Pembimbing I

atas bimbingan yang telah diberikan kepada penulis

2. Bapak DR Sunarya selaku Dosen Pembimbing I1 dan Kepala

Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan

(BBPMHP) atas bimbingan dan fasilitas yang telah

diberikan kepada penulis

3. Bapak Ir. Bustami Ibrahim selaku dosen penguji

4. Bapak Ir Iskandar dan staff bagian pengolahan BBPMHP

yang telah membimbing penulis selama melakukan peneli-

tian

5. Direktur PT Lola Mina, Jakarta

6. Direktur PT Hotanjaya Graha, Jakarta

7. Seluruh staff dan Pegawai BBPMHP

8. Seluruh staff dan karyawan PT Lola Mina dan PT Hotan

(84)

9. Bapak dan Ibu, mbak Wiwik dan Mas Djusam serta adikku

Taufiq, Ida, Fauzi dan Ayu yang telah memberikan

dorongan selama penulis menuntut ilmu

10. Mas Koko tersayang yang telah membantu penulis dari

penelitian sampai dengan penyusunan skipsi

11. Rekan Hengki yang telah membantu penulis dalam penyu-

sunan skipsi

12. Rekan Etty, Aneng, Tati, Ana, Wow0 dan Joko San yang

telah membantu penulis selama penelitian

13. Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan

satu persatu

Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempur-

na. Namun demikian, semoga tulisan ini dapat bermanfaat

bagi penulis serta semua pihak yang memerlukannya.

(85)
(86)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan, penulis melakukan penelitian mengenai konsumsi oksigen pada pemeliharaan udang windu, yang hasilnya dituangkan dalam skripsi

PEMANFAATAN KHITOSAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) DALAM MINUMAN KAYA SERAT

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat salinitas media pemeliharaan terhadap konsentrasi akumulasi logam Pb dalam tubuh udang windu (Penaeus

Data rasio konsentrasi RNA/DNA dianalisis menggunakan t-test dari program Statistix Versi 3,0 untuk mengetahui perbedaan antara udang windu tumbuh cepat dengan kontrol serta

Penelitian dinamika populasi dan tingkat pemanfaatan udang windu ( Penaeus monodon ) di perairan Tarakan, Kalimantan Timur dilakukan berdasarkan data frekuensi panjang karapas

Berdasarkan hal tersebut sebagai upaya pelestarian dan pengelolaan udang windu maka perlu dilakukan penelitian untuk menyediakan data atau informasi tentang kelimpahan,

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan, total hemosit dan aktifitas phenoloksidase pasca larva udang windu yang telah dipelihara

264 JS-LPPM V7,N2 227-248 Efek Pemberian Atraktan Kerang Darah Anadara granosa dan Udang Windu Penaeus monodon Terhadap Daya Konsumsi Pakan Ikan Kakap Putih Lates calcarifer