Studi genetik karakter hortikultura dan ketahanan terhadap cucumber mosaic virus dan chilli veinal mottle virus pada cabai (Capsicum annuum L.)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tanaman cabai merupakan komoditi penting hortikultura karena diperlukan oleh semua lapisan masyarakan sepanjang tahun. Masalah dalam budidaya cabai diantaranya
Gen-gen dominan lebih banyak terdapat di dalam tetua pada karakter bobot buah per tanaman (IPBC120), tebal daging buah (IPBC2), diameter buah (IPBC159) dan panjang buah (IPBC2)..
Karakter umur panen dan bobot per buah di- kendalikan oleh banyak gen dan tidak ada pengaruh tetua betina terhadap pewarisannya. Model genetik yang sesuai untuk karakter
Perbedaan genetik diantara tetua diduga mempengaruhi aksi gen suatu karakter, dimana karakter bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, dan panjang
Karakter Kuantitatif Berdasarkan hasil analisis ragam karakter tinggi tanaman, diameter batang, umur berbunga, umur panen, panjang buah, diameter buah, bobot per buah, tebal
Karakter umur panen dan bobot per buah di- kendalikan oleh banyak gen dan tidak ada pengaruh tetua betina terhadap pewarisannya. Model genetik yang sesuai untuk karakter
(2006) bahwa tanaman cabai yang terinfeksi ganda CMV dan ChiVMV menunjukkan Gambar 1 Gejala infeksi virus pada tanaman cabai di Rejang Lebong; a, mosaik pada daun muda; b,
Gen-gen dominan lebih banyak terdapat di dalam tetua pada karakter bobot buah per tanaman (IPBC120), tebal daging buah (IPBC2), diameter buah (IPBC159) dan panjang buah (IPBC2)..