• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRARANCANGAN PABRIK PABRIK TRICRESYL PHOSPHATE DARI CRESOL DAN PHOSPHORUS OXYCHLORIDE KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PRARANCANGAN PABRIK PABRIK TRICRESYL PHOSPHATE DARI CRESOL DAN PHOSPHORUS OXYCHLORIDE KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

I. PENDAHULUAN

Bab Pendahuluan ini memberikan latar belakang pentingnya pengembangan industri kimia di Indonesia, khususnya produksi Tricresyl Phosphate (TCP). Dikupas pula mengenai kebutuhan TCP di Indonesia yang masih bergantung pada impor, sehingga peluang investasi di sektor ini sangat besar. Bab ini juga membahas pentingnya mengurangi ketergantungan impor dan menciptakan lapangan kerja. Selain itu, dijelaskan pemilihan kapasitas pabrik sebesar 25.000 ton/tahun berdasarkan analisis data impor dan proyeksi kebutuhan di masa depan, dengan pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan potensi ekspor.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini menekankan urgensi pengembangan industri kimia dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor. Dipaparkan profil TCP, kegunaannya sebagai plasticizer, pelumas, dan bahan pelapis, serta potensi pasarnya yang terus berkembang. Penulis juga menyoroti kekurangan produksi TCP dalam negeri dan ketergantungan pada impor dari beberapa negara, menunjukkan kebutuhan akan pabrik TCP di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan pendapatan negara. Analisis ini memberikan dasar kuat bagi relevansi penelitian ini terhadap kebutuhan industri dan ekonomi nasional.

1.2 Penentuan Kapasitas Rancangan Pabrik

Sub-bab ini memaparkan analisis data impor TCP ke Indonesia dari tahun 2006 hingga 2010, menggunakan data Badan Pusat Statistik. Data tersebut kemudian dianalisis dengan regresi linier untuk memprediksi kebutuhan TCP pada tahun 2016, saat pabrik direncanakan beroperasi. Pemilihan kapasitas 25.000 ton/tahun dijelaskan berdasarkan proyeksi kebutuhan dalam negeri dan potensi ekspor ke negara-negara Asia Tenggara, khususnya Thailand, yang juga dijelaskan potensi pasar ekspornya. Analisis kuantitatif ini menunjukkan keterampilan penulis dalam melakukan riset pasar dan perencanaan kapasitas produksi yang berlandaskan data empiris.

1.3 Lokasi Pabrik

Pemilihan lokasi pabrik di Gresik, Jawa Timur, dijustifikasi secara komprehensif berdasarkan berbagai faktor, termasuk ketersediaan bahan baku (cresol dan phosphorus oxychloride), kemudahan akses pemasaran, infrastruktur transportasi yang memadai, ketersediaan tenaga kerja, dan utilitas (air, listrik, bahan bakar). Penulis juga mempertimbangkan aspek lahan, karakteristik lokasi (iklim, kondisi sosial), dan kebijakan pemerintah dalam pemilihan lokasi. Analisis ini menunjukkan pemahaman penulis tentang faktor-faktor penting dalam pemilihan lokasi industri dan bagaimana menghubungkan keputusan lokasi dengan konteks kebijakan dan lingkungan.

II. DESKRIPSI PROSES

Bab ini menjelaskan dua proses komersial produksi TCP dan melakukan perbandingan ekonomi dan termodinamika dari kedua proses tersebut. Analisis ini mencakup perhitungan keuntungan, panas reaksi, dan evaluasi dampak lingkungan. Dengan demikian, bab ini menunjukkan aplikasi konsep-konsep teknik kimia, seperti termodinamika dan ekonomi teknik, dalam konteks perancangan pabrik.

2.1 Jenis-Jenis Proses

Sub-bab ini menjelaskan secara detail dua metode produksi TCP: menggunakan cresol dan phosphorus pentachloride, serta cresol dan phosphorus oxychloride. Reaksi kimia untuk setiap proses dijelaskan, disertai dengan analisis kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perbandingan ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai reaksi kimia, stoikiometri, dan proses sintesis kimia. Pemilihan salah satu proses dijustifikasi berdasarkan analisis yang komprehensif.

2.2 Tinjauan Ekonomi Tiap Proses

Analisis ekonomi dari kedua proses produksi TCP disajikan, mencakup perhitungan keuntungan yang dihasilkan dari masing-masing proses. Perhitungan ini didasarkan pada harga bahan baku dan produk yang relevan, menunjukkan kemampuan penulis dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi teknik dalam evaluasi kelayakan proyek. Perbandingan ini membantu pembaca untuk memahami aspek keuangan dari proses produksi dan membuat keputusan yang rasional.

2.3 Tinjauan Termodinamika

Sub-bab ini melakukan analisis termodinamika untuk menentukan sifat reaksi (eksotermis atau endotermis) dari kedua proses produksi. Penulis memperlihatkan perhitungan panas reaksi (ΔH°r) berdasarkan data panas pembentukan standar. Analisis ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai prinsip-prinsip termodinamika dan penerapannya dalam konteks perancangan proses kimia. Hasil analisis termodinamika digunakan untuk mendukung pemilihan proses yang optimal.

2.4 Uraian Proses

Bagian ini memberikan uraian lengkap tentang proses produksi TCP yang terpilih, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengolahan produk. Deskripsi ini mencakup semua tahapan proses, termasuk perhitungan material balance dan energi balance. Bagian ini menunjukkan keterampilan penulis dalam merancang proses kimia dan menjelaskan dengan jelas setiap langkah yang terlibat.

III. SPESIFIKASI BAHAN DAN PRODUK

Bab ini memberikan spesifikasi detail bahan baku (cresol dan phosphorus oxychloride), produk (TCP), dan produk samping (HCl), termasuk sifat fisika dan kimia masing-masing komponen. Data ini penting untuk perancangan dan operasional pabrik. Pembahasan ini menunjukkan keterampilan penulis dalam pengumpulan dan analisis data material properties.

3.1 Bahan Baku

Sub bab ini menjelaskan secara rinci mengenai spesifikasi bahan baku yang digunakan dalam proses produksi TCP, yaitu Cresol dan Phosphorus Oxychloride. Deskripsi meliputi rumus molekul, berat molekul, fase, kemurnian, densitas, titik lebur, titik didih, viskositas, kelarutan, dan sifat kimia. Informasi ini sangat penting untuk perancangan dan perhitungan proses produksi. Detail spesifikasi ini menunjukkan keakuratan dan kedalaman penelitian penulis.

3.2 Produk

Bagian ini memberikan spesifikasi rinci produk utama, yaitu Tricresyl Phosphate (TCP). Informasi yang diberikan mencakup rumus molekul, berat molekul, fase, kemurnian, densitas, titik didih, titik beku, viskositas, dan sifat kimia. Spesifikasi ini penting untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan sesuai standar. Detail ini menunjukkan kemampuan penulis dalam menentukan spesifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan industri.

3.3 Produk Samping

Disini dijelaskan spesifikasi produk samping proses produksi, yaitu Hydrochloride Acid (HCl). Informasi yang diberikan mencakup rumus molekul, berat molekul, fase, kemurnian, densitas, titik lebur, titik didih, viskositas, dan sifat kimia HCl. Penulisan ini menunjukkan pemahaman penulis tentang manajemen limbah dan pentingnya memperhatikan dampak lingkungan dari proses produksi.

3.4 Spesifikasi Impurities

Sub bab ini menjelaskan spesifikasi kotoran atau pengotor (impurities) yang mungkin terdapat dalam proses produksi, yaitu Phenol dan Phosphorus Trichloride. Informasi yang diberikan mencakup rumus molekul, berat molekul, fase, kemurnian, densitas, titik lebur, titik didih, viskositas, dan sifat kimia. Penulisan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas produk dan perancangan proses yang efektif.

IV. NERACA MASSA DAN ENERGI

Bab ini menyajikan neraca massa dan energi untuk seluruh proses produksi, menunjukkan pemahaman penulis mengenai prinsip-prinsip perhitungan material dan energi balance. Data ini sangat krusial untuk perancangan dan optimasi proses produksi. Analisis ini memperlihatkan keterampilan penulis dalam menganalisis dan menginterpretasikan data proses.

4.1 Neraca Massa

Bagian ini memberikan perhitungan neraca massa secara terperinci untuk setiap unit operasi dalam proses produksi TCP. Analisis ini sangat penting untuk memastikan efisiensi proses dan menjaga keseimbangan material di setiap tahapan. Dengan data yang komprehensif, penulis mampu menunjukkan kemampuannya dalam melakukan perhitungan neraca massa yang akurat dan sistematis.

4.2 Neraca Energi

Sub bab ini menjelaskan perhitungan neraca energi untuk setiap unit operasi dalam proses produksi TCP. Analisis ini sangat penting untuk menentukan kebutuhan energi dan merancang sistem pendinginan yang efisien. Perhitungan neraca energi ini menunjukkan pemahaman penulis tentang prinsip-prinsip termodinamika dan penerapannya dalam perancangan pabrik kimia.

V. SPESIFIKASI PERALATAN

Bab ini memberikan spesifikasi teknis lengkap peralatan proses yang digunakan dalam pabrik TCP, termasuk dimensi, material konstruksi, dan kapasitas masing-masing alat. Detail ini penting untuk perancangan dan pengadaan peralatan. Bab ini menunjukkan kemampuan penulis dalam memilih peralatan yang sesuai dengan kebutuhan proses dan standar keamanan.

5.1 Peralatan Proses

Bagian ini menyajikan spesifikasi lengkap dari semua peralatan proses yang digunakan dalam pabrik TCP. Spesifikasi ini mencakup tangki penyimpanan, pompa, heater, reaktor, kondensor, menara distilasi, dan peralatan lainnya. Detail ini menunjukkan kemampuan penulis dalam memilih dan mendesain peralatan proses yang sesuai dengan kebutuhan produksi.

VI. UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

Bab ini menjelaskan sistem utilitas pabrik, meliputi penyediaan air, listrik, bahan bakar, dan udara tekan, serta sistem pengolahan limbah. Aspek ini penting untuk operasional pabrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pembahasan ini menunjukkan kepedulian penulis terhadap aspek lingkungan dan keselamatan kerja.

6.1 Unit Pendukung Proses

Bagian ini menjelaskan secara detail sistem utilitas pabrik TCP, termasuk sistem penyediaan air, listrik, bahan bakar, dan udara tekan. Uraian ini mencakup spesifikasi masing-masing sistem dan perhitungan kebutuhan utilitas. Penjelasan ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai perancangan dan pengoperasian sistem utilitas pabrik.

6.2 Pengolahan Limbah

Sub bab ini menjelaskan sistem pengolahan limbah dari pabrik TCP. Penjelasan ini mencakup metode pengolahan limbah dan upaya untuk meminimalkan dampak lingkungan. Pembahasan ini menunjukkan kesadaran penulis terhadap aspek lingkungan dan pentingnya menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam perancangan pabrik.

6.3 Laboratorium

Bagian ini menjelaskan peran laboratorium dalam memantau kualitas bahan baku dan produk, serta menjaga mutu produk. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai pengendalian mutu dan pentingnya pengujian laboratorium dalam operasional pabrik.

6.4 Instrumentasi dan Pengendalian Proses

Sub bab ini membahas sistem instrumentasi dan pengendalian proses yang digunakan dalam pabrik TCP. Penjelasan ini mencakup pemilihan instrumen, sistem kontrol, dan strategi pengendalian yang diterapkan. Pembahasan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol yang efektif dan aman.

VII. TATA LETAK DAN LOKASI PABRIK

Bab ini menjelaskan tata letak pabrik dan pemilihan lokasi yang telah dibahas sebelumnya, termasuk gambar dan diagram tata letak. Pembahasan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam merancang tata letak pabrik yang efisien dan aman.

7.1 Lokasi Pabrik

Bagian ini memberikan gambaran lebih lanjut tentang lokasi pabrik yang telah dipilih di Gresik, Jawa Timur. Pembahasan ini mencakup aspek geografis, infrastruktur, dan kondisi lingkungan sekitar. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik.

7.2 Tata Letak Pabrik

Sub bab ini menjelaskan tata letak pabrik TCP. Penjelasan ini mencakup penempatan peralatan proses, alur material, dan pertimbangan keselamatan kerja. Pembahasan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam merancang tata letak pabrik yang efisien dan aman.

VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN

Bab ini menjelaskan struktur organisasi perusahaan, sistem manajemen, dan aspek kepegawaian. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis tentang aspek manajemen dan administrasi perusahaan.

8.1 Bentuk Perusahaan

Bagian ini menjelaskan bentuk badan usaha yang dipilih untuk pabrik TCP, yaitu Perseroan Terbatas (PT). Penjelasan ini mencakup keuntungan dan kerugian dari pemilihan bentuk badan usaha tersebut. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis tentang berbagai jenis badan usaha dan pertimbangan dalam memilih bentuk badan usaha yang sesuai.

8.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Sub bab ini menjelaskan struktur organisasi perusahaan yang akan digunakan dalam pengelolaan pabrik TCP. Penjelasan ini mencakup jabatan, tugas, dan wewenang masing-masing bagian. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis tentang prinsip-prinsip manajemen dan pentingnya struktur organisasi yang efisien.

8.3 Tugas dan Wewenang

Bagian ini menjelaskan secara detail tugas dan wewenang setiap jabatan dalam struktur organisasi perusahaan. Penjelasan ini mencakup deskripsi tugas, tanggung jawab, dan wewenang masing-masing posisi. Pembahasan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam merancang struktur organisasi yang terstruktur dan bertanggung jawab.

8.4 Status Karyawan dan Sistem Pengupahan

Sub bab ini menjelaskan sistem pengupahan dan status karyawan dalam perusahaan. Penjelasan ini mencakup gaji, tunjangan, dan fasilitas yang akan diberikan kepada karyawan. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai aspek kepegawaian dan peraturan perburuhan.

8.5 Pembagian Jam Kerja Karyawan

Bagian ini menjelaskan sistem pembagian jam kerja karyawan dalam perusahaan. Penjelasan ini mencakup shift kerja, jam kerja, dan pengaturan waktu kerja yang efisien. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis tentang manajemen waktu kerja dan pengaturan shift yang optimal.

8.6 Penggolongan Karyawan dan Jumlah Karyawan

Sub bab ini menjelaskan penggolongan karyawan berdasarkan jabatan dan keahlian, serta total jumlah karyawan yang dibutuhkan. Penjelasan ini mencakup rincian jumlah karyawan untuk setiap departemen atau bagian. Pembahasan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam merencanakan kebutuhan sumber daya manusia yang sesuai.

8.7 Kesejahteraan Karyawan

Bagian ini menjelaskan program kesejahteraan karyawan yang akan diberikan oleh perusahaan. Penjelasan ini mencakup asuransi kesehatan, program pensiun, dan fasilitas lainnya. Pembahasan ini menunjukkan kepedulian penulis terhadap kesejahteraan karyawan dan pentingnya memberikan insentif kepada karyawan.

IX. INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI

Bab ini menyajikan analisis ekonomi proyek, termasuk perhitungan investasi, biaya produksi, dan evaluasi kelayakan ekonomi, menggunakan metode-metode seperti Break Even Point (BEP), Pay Out Time (POT), dan Return on Investment (ROI). Analisis ini menunjukkan kemampuan penulis dalam mengevaluasi kelayakan ekonomi suatu proyek industri.

9.1 Investasi

Bagian ini menjelaskan perhitungan total investasi yang diperlukan untuk mendirikan pabrik TCP. Penjelasan ini mencakup Fixed Capital Investment (FCI) dan Working Capital Investment (WCI). Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai aspek keuangan dalam perancangan proyek.

9.2 Evaluasi Ekonomi

Sub bab ini menyajikan analisis kelayakan ekonomi proyek, termasuk perhitungan Break Even Point (BEP), Shut Down Point (SDP), Pay Out Time (POT), dan Return on Investment (ROI). Pembahasan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam mengevaluasi kelayakan ekonomi suatu proyek.

9.3 Angsuran Pinjaman

Bagian ini menjelaskan perhitungan angsuran pinjaman yang diperlukan untuk mendanai proyek. Penjelasan ini mencakup besarnya pinjaman, jangka waktu pinjaman, dan bunga pinjaman. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai aspek keuangan dalam perancangan proyek.

9.4 Discounted Cash Flow

Sub bab ini menjelaskan perhitungan Discounted Cash Flow (DCF) untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi proyek. Penjelasan ini mencakup proyeksi arus kas selama jangka waktu tertentu dan penggunaan tingkat diskonto yang sesuai. Pembahasan ini menunjukkan pemahaman penulis mengenai teknik evaluasi proyek yang lebih canggih.

X. SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merangkum temuan-temuan penting dari penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan ini menunjukkan kemampuan penulis dalam menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi yang bermanfaat.

10.1 Simpulan

Bagian ini merangkum poin-poin penting yang telah dibahas dalam skripsi, khususnya mengenai kelayakan pendirian pabrik Tricresyl Phosphate di Gresik, Jawa Timur. Penulis menyimpulkan kelayakan proyek berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, dengan mempertimbangkan aspek teknik, ekonomi, dan lingkungan. Kesimpulan ini merupakan sintesis dari semua bab sebelumnya.

10.2 Saran

Sub bab ini memberikan saran-saran untuk penelitian selanjutnya atau pengembangan proyek. Saran ini dapat mencakup aspek teknik, ekonomi, atau manajemen. Penulis menyarankan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan penelitian atau mengatasi kelemahan yang ada. Saran ini menunjukkan wawasan penulis untuk penelitian berkelanjutan.

Gambar

Tabel 2.1 Harga bahan baku dan produk TCP dari cresol dan
Tabel 2.2 Harga bahan baku dan produk TCP dari cresol dan
Tabel 2.4 Nilai Δ H°f Komponen Untuk Pembuatan TCP dari Cresol dan
Tabel 2.5 Karakteristik Proses Pembuatan TCP
+7

Referensi

Dokumen terkait

Judul Tugas Akhir ini adalah Prarancangan Pabrik Asam Asetat dari Metanol dan Karbon Monoksida dengan Proses Monsanto kapasitas 100.000 Ton Per Tahun.Adanya

Prarancangan Pabrik Monochlorobenzene dari Benzene dan Chlorine Kapasitas 175.000 ton/tahun..

dapat menyelesaikan naskah tugas akhir dengan judul Prarancangan Pabrik.. Perkloroetilen dari Propana dan Klorin Kapasitas 40.000 Ton

JUDUL TPP : Prarancangan Pabrik Butil Asetat dari Butanol dan Asam Asetat dengan Metode Fischer Proses Batch.. Kapasitas 80.000 Ton

Dari analisis ekonomi yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa pendirian pabrik metilen klorida dengan kapasitas 30.000 ton/tahun layak dipertimbangkan

Tugas Prarancangan Pabrik dengan judul Prarancangan Pabrik Biodiesel dari Crude Palm Oil (CPO) dan Metanol Kapasitas 660.000 Ton/Tahun ini disusun sebagai

Dalam perancangan pabrik akrilamida dari akrilonitril melalui proses hidrolisis dengan kapasitas 15.000 ton/tahun dapat diambil kesimpulan :. 4.1 Pendirian pabrik akrilamida

Prarancangan pembangunan pabrik sirup glukosa kapasitas produksi 28 ribu ton per tahun menggunakan metode hidrolisis