• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONTRAK PERKULIAHAN Nama Matakuliah LAND

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KONTRAK PERKULIAHAN Nama Matakuliah LAND"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KONTRAK PERKULIAHAN

Nama Matakuliah : LANDASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Bobot : 2 SKS

Semester/Tahun : Genap /I/ 2014-2015

Prodi / Kelas : Teknologi Pendidikan/Reguler/Eksekutif A1/A2/B1/B2 Dosen Pembina : Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd.

Dr. R. Mursid, M.Pd.

Deskripsi Mata Kuliah:

Matakuliah ini membahas tentang teknologi pendidikan sebagai suatu konstruk teoretik, bidang garapan atau sebagai profesi. Pembahasan ini mencakup landasan falsafah, paradigm, perkembangan bidang dan pofesi, pengaruh berbagai IPTEKS, kecenderungan teknologi pendidikan, serta aplikasi teknlogi pendidikan dalam pembangunan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Tujuan:

Secara umum, setelah selesai mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mencapai standar kompetensi dapat menerapkan teknologi pendidikan sebagai landasan dalam pendidikan baik dalam suatu konstruk teoretik, bidang garapan maupun sebagai profesi.

Secara khusus, setelah selesai mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa akan dapat: 1. Menjelaskan landasan teknologi pendidikan dan kawasannya

2. Menjelaskan macam-macam defenisi teknologi pendidikan 3. Menganalisis masing-masing definisi dalam teknologi pendidikan 4. Menentukan peran teknologi pendidikan dalam pembelajaran

5. Menerapkan teknologi pendidikan dalam kegiatan proses pembelajaran

Strategi Perkuliahan:

1. Konvensional/Tatap Muka

Kegiatan perkuliahan ini diterapkan untuk menyampaikan materi baru serta informasi menyeluruh mengenai tugas atau perkuliahan. Materi baru diperkirakan mencakup 50% dari seluruh kegiatan perkuliahan selama satu semester. Sebagian diskusi tim dilakukan pada kegiatan tatap muka.

2. Belajar Terstruktur dan mandiri

Penerapan belajar mandiri dilaksanakan dengan mengikuti alur belajar mahasiswa, termasuk pelaksanaan seluruh tugas dan ujian. Mahasiswa dapat menyerahkan tugas lebih cepat, dan tidak berurutan, tanpa menunggu teman sekelasnya, atau dapat melalui ketua dalam pengumpulan tugas/kolektif. Belajar mandiri bagi mahasiswa diberlakukan untuk beberapa topik seperti tercantum dalam uraian topik/tugas. Jadi, jika pembahasan menyangkut topik tersebut, maka dinyatakan tidak ada pertemuan di kelas.

3. Belajar Kolaboratif

(2)

dapat menyumbangkan konsep pemikirannya terhadap kemajuan kelompok dan individu anggotanya. Melalui konsep belajar kolaborasi ini diharapkan kesulitan belajar dapat diatasi dengan bantuan teman sekelasnya. Lebih lajut konsep belajar ini diperkirakan akan menumbuhkan kemampuan dalam bekerjasama tim, seperti kemampuan memimpin, berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, menjunjung tinggi etika bergaul, dll.

Perkuliahan ini menggunakan pendekatan penguasaan atas pokok bahasan dalam upaya pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Perkuliahan berlangsung dalam 16 kali pertemuan termasuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Dalam setiap pertemuan diharapkan mahasiswa lebih banyak mengambil peran/aktif belajar dan dosen sesedikit mungkin berceramah.

Hal ini dilakukan dengan strategi sebagai berikut:

1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, kelompok ini bersifat tetap selama waktu perkuliahan.

2. Tiap kelompok diwajibkan membahas topik/pokok bahasan yang dipilihnya sendiri atau ditetapkan oleh dosen pembina matakuliah, dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian.

3. Topik kuliah akan ditawarkan oleh dosen dan disepakati bersama pada pertemuan awal.

4. Dosen mengawasi jalannya diskusi dan memberikan arahan bila diperlukan. 5. Mahasiswa yang karena alasan tertentu tidak dapat hadir dalam kesempatan

pembahasan perkuliahan atau mengikuti tes, harus membuktikan penguasaannya atas topik bersangkutan dengan membuat ulasan sebanyak maksimal dua lembar ketik satu spasi dan diserahkan kepada dosen selambat-lambatnya satu minggu setelah jadwal pembahasan.

Tugas Perkuliahan

Tugas perkuliahan diarahkan kepada pencapaian kompetensi dan tujuan belajar yang mencakup belajar terbimbing, terstruktur, dan mandiri. Tugas-Tugas perkuliahan ini mencakup tugas individual dan tugas kelompok. Setiap tugas merupakan hasil belajar mahasiswa orisinal individu atau kelompok, bukan pemindahan, peniruan atau pengcopian atau plagiat dari teman.

Softskill, merupakan tugas mahasiswa yang mempunyai penilaian tersendiri. Hal ini meliputi: intergrasi pribadi, beretika, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama dengan orang lain/teman, kemampuan berpikir kritis, menghargai pendapat orang lain, kemampuan menyelesaikan masalah pribadi maupun kelompok, dan kemampuan mengambil keputusan.

Peraturan Perkuliahan

Hal-hal yang harus diperhatikan dan ditaati bersama, sesuai dengan peraturan yang disepakati bersama meliputi:

1. Penampilan dan berpakaian rapi dan bersepatu, tidak boleh memakai kaos dan sandal

2. Rambut harus rapi (tidak panjang dan gondrong)

3. Kehadiran mahasiswa harus tepat waktu, bila terlambat 15 menit, maka akan menjadi cacatan tersendiri oleh dosen dan dapat mengurangi penilaian

(3)

5. Penyerahan tugas akan ditentukan oleh dosen melalui: e-mail, hardcopy, dan softcopy (CD-R). Tugas diserahkan tepat waktu sesuai jadwal yang telah disepakati. Tugas yang dikumpulkan teridentifikasi adanya foto mahasiswa. 6. Penyerahan tugas paling lambat sesuai dengan jadwal, dan bila melampaui batas

yang ditentukan maka mahasiswa akan di hubungi dan akan mempengaruhi nilai 7. Tugas terlambat dikumpulkan dan telah dihubungi, masih belum mengumpulkan,

maka nilainya adalah BL (Belum Lengkap), belum keluar nilai di DPNA, sampai mahasiswa benar-benar sudah mengumpulkan tugas yang menjadi persyaratan yang disepakati.

8. Tugas mahasiswa yang pengerjaannya sama 60% lebih dengan teman, maka akan dinilai kurang atau dipanggil mahasiswa tersebut yang jawabannya sama untuk mempertanggungjawabkan tugas yang mereka buat.

Evaluasi:

Penilaian formatif berdasarkan pada NF1, NF2, NF3, NF4 disamping sudah mencakup penilaian pada: (1) keaktifan dan/atau potensi individu mahasiswa; (2) tugas kelompok dalam presentasi; (3) tugas individu mahasiswa.

Evaluasi atas tingkat penguasaan mahasiswa didasarkan pada:

1. Hasil UTS 30%

2. Hasil tugas-tugas dan aktivitas diskusi 30%

3. Hasil UAS 40%

muan Materi Kajian/Topik Bahasan Ket.

1 Pengantar matakuliah dan kajian teknologi pendidikan dalam

segala aspek Dosen

2 Landasan falsafah teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin keilmuwan

Dosen

3 Teknologi pendidikan sebagai konstruk teoretik, bidang garapan dan profesi

Kel 1

4 Kawasan teknologi pendidikan dan implementasi dalam pendidikan secara nasional

Kel 2

5 Perkembangan historis, konsep, prinsip dan prosedur teknologi

pendidikan terbarukan Kel 3

6 Bidang garapan dan teknik intelektual teknologi pendidikan Kel 4 7 Pengaruh teknologi pendidikan dalam kelembagaan pendidikan

dan pelatihan

Kel 5

8 Pendekatan system dalam teknologi pendidikan dan pembelajaran Kel 6 9 Ujian tengah semester (UTS)

10 Kontribusi dan implikasi teori belajar dan pembelajaran Kel 1 11 Konstribusi dan implikasi teknologi pendidikan dalam segala

(4)

12 Prinsip dan prosedur pengembangan dalam kawasan teknologi

pendidikan Kel 3

13 Penelitian dalam teknologi pendidikan suatu pemecahan masalah

belajar Kel 4

14 Profesi teknologi pendidikan dan cakupannya serta keperuntukannya dalam pendidikan

Kel 5

15 Masa depan teknologi pendidikan suatu peluang dan tantangan yang akan dikembangkan/diwujudkan

Kel 6

16 Ujian Akhir Semester (UAS)

Buku Sumber:

Borg W. R.& Gall, W. D.. (1983).Education research: An introduction. Fourth edition.

New York: Longman Inc.

Bloom, Benyamin S., et al.. (1984).Taxonomy of Education Objectives, Book I, Cognitive Domain. New York: Logman.

Dick, W. and Carey, L.. (1985).The systematic design of instruction.Palo Alto CA.: Scott, Foresman and Company.

Dick, W. dan Carey, L.. (1990).The Systemactic Design of Instruction. Glenview: Scott, Foresman and Company.

Gagne, R. M, & Briggs, L.J.. (1979). Principle of instructional design. New York: Holt, Renehart.

Gagne, R. M.. (1985). The Conditions of Learning and Theory of Instruction. New York: Rinehart and Winston.

Gagne, Robert M., (1992).Briggs, Leslie J., & Wager, Walter W.. Principles of

Instructional Design. Fort Worth Philadelphia: Harcourt Brace Jova-novich College Publishers.

Joyce, B., Weil, M., and Beverly. S.. (1996). Models of Teaching. Boston: Allyn and Bacon.

Miarso, Yusufhadi, (2007). Teknologi yang Berwajah Humanis, Jurnal Pendidikan Penabur, No. 09/Tahun ke-6/Desember.

Miarso, Yusufhadi. (2005). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Reigeluth, C.M.. (1983).Instructional Design: Theories and Models. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.

Richey, R.. (1986). The Theoretical and Conceptual Bases of Instructional Design.

New York: Nichols Publishing Company.

(5)

Seels, B. B.& Richey, R. C.. (1994). Instructional Technology: The definition and domains of the field. Washington, DC: AECT.

Seels. Barbara B, and Rita C. Richey. (1994). Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya, Terjemahan Dewi, Rapheal, Yusufhadi Miarso. Jakarta: Unit Percetakan UNJ.

Snelbecker, Glenn E.. (1974).Learning Theory, Instructional Theory, and Psychoeducational Design. New York: McGraw Hill.

Suparman, Atwi. (1991).Desain Instruksional. Jakarta: Depdikbud. Dirjendikti.

(6)

KONTRAK PERKULIAHAN

Nama Matakuliah : TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Bobot : 2 SKS

Semester/Tahun : Genap /I/ 2014-2015

Prodi / Kelas : Teknologi Pendidikan/Reguler/Eksekutif A1/A2/B1/B2 Dosen Pembina : Prof. Dr. Abdul Hamid K., M.Pd.

Dr. R. Mursid, M.Pd.

Deskripsi Mata Kuliah:

Matakuliah Teori belajar dan pembelajaran ini adalah matakuliah dasar dalam teknologi Pendidikan sebagai landasan dalam merancang kegiatan pembelajaran dan pelatihan. Matakuliah ini akan membahas tentang landasan filosofis dan psikologis teori belajar dan pembelajaran dan aplikasi teori belajar dalam teori pembelajaran, serta menyusun kerangka konseptual pembelajaran sebagai pedoman merancang pembelajaran, serta berbagai aliran teori belajar dan teori pembelajaran baik yang bersifat teoritis maupun praktis.

Tujuan:

Secara umum, setelah selesai mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mencapai standar kompetensi dapat menggunakan teori belajar dan pembelajaran dalam menyusun kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengelaman belajar guna mencapai tujuan belajar tertentu, sebagai pedoman untuk merancang suatu kegiatan pembelajaran.

Secara khusus, setelah selesai mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa akan dapat: 6. Menjelaskan landasan filosofis teori belajar dan pembelajaran

7. Menjelaskan macam-macam aliran teori belajar dan pembelajaran

8. Mengana;isis kekuatan dan kelemahan dari masing-masing teori belajar dan pembelajaran

9. Memilih teori belajar dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan materi pembelajaran dalam merancang kegiatan pembelajaran

10. Menerapkan teori belajar dan pembelajaran dalam kegiatan proses pembelajaran

Strategi Perkuliahan:

4. Konvensional/Tatap Muka

Kegiatan perkuliahan ini diterapkan untuk menyampaikan materi baru serta informasi menyeluruh mengenai tugas atau perkuliahan. Materi baru diperkirakan mencakup 50% dari seluruh kegiatan perkuliahan selama satu semester. Sebagian diskusi tim dilakukan pada kegiatan tatap muka.

5. Belajar Terstruktur dan mandiri

(7)

dalam uraian topik/tugas. Jadi, jika pembahasan menyangkut topik tersebut, maka dinyatakan tidak ada pertemuan di kelas.

6. Belajar Kolaboratif

Kerjasama mahasiswa sangat diutamakan dan dibina melalui kegiatan belajar kelompok yang beranggotakan 3 atau 4 orang. Topik/tugas tertentu memerlukan pemikiran dan kerjasama yang baik antar mahasiswa. Tanggungjawab terletak pada seluruh anggota, selain itu koordinasi yang baik diharapkan terjalin antar anggota kelompok. Konsep belajar kolaboratif diterapkan agar setiap mahasiswa dapat menyumbangkan konsep pemikirannya terhadap kemajuan kelompok dan individu anggotanya. Melalui konsep belajar kolaborasi ini diharapkan kesulitan belajar dapat diatasi dengan bantuan teman sekelasnya. Lebih lajut konsep belajar ini diperkirakan akan menumbuhkan kemampuan dalam bekerjasama tim, seperti kemampuan memimpin, berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, menjunjung tinggi etika bergaul, dll.

Perkuliahan ini menggunakan pendekatan penguasaan atas pokok bahasan dalam upaya pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Perkuliahan berlangsung dalam 16 kali pertemuan termasuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Dalam setiap pertemuan diharapkan mahasiswa lebih banyak mengambil peran/aktif belajar dan dosen sesedikit mungkin berceramah.

Hal ini dilakukan dengan strategi sebagai berikut:

6. Mahasiswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, kelompok ini bersifat tetap selama waktu perkuliahan.

7. Tiap kelompok diwajibkan membahas topik/pokok bahasan yang dipilihnya sendiri atau ditetapkan oleh dosen pembina matakuliah, dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian.

8. Topik kuliah akan ditawarkan oleh dosen dan disepakati bersama pada pertemuan awal.

9. Dosen mengawasi jalannya diskusi dan memberikan arahan bila diperlukan. 10. Mahasiswa yang karena alasan tertentu tidak dapat hadir dalam kesempatan

pembahasan perkuliahan atau mengikuti tes, harus membuktikan penguasaannya atas topik bersangkutan dengan membuat ulasan sebanyak maksimal dua lembar ketik satu spasi dan diserahkan kepada dosen selambat-lambatnya satu minggu setelah jadwal pembahasan.

Tugas Perkuliahan

Tugas perkuliahan diarahkan kepada pencapaian kompetensi dan tujuan belajar yang mencakup belajar terbimbing, terstruktur, dan mandiri. Tugas-Tugas perkuliahan ini mencakup tugas individual dan tugas kelompok. Setiap tugas merupakan hasil belajar mahasiswa orisinal individu atau kelompok, bukan pemindahan, peniruan atau pengcopian atau plagiat dari teman.

Softskill, merupakan tugas mahasiswa yang mempunyai penilaian tersendiri. Hal ini meliputi: intergrasi pribadi, beretika, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama dengan orang lain/teman, kemampuan berpikir kritis, menghargai pendapat orang lain, kemampuan menyelesaikan masalah pribadi maupun kelompok, dan kemampuan mengambil keputusan.

Peraturan Perkuliahan

(8)

9. Penampilan dan berpakaian rapi dan bersepatu, tidak boleh memakai kaos dan sandal

10. Rambut harus rapi (tidak panjang dan gondrong)

11. Kehadiran mahasiswa harus tepat waktu, bila terlambat 15 menit, maka akan menjadi cacatan tersendiri oleh dosen dan dapat mengurangi penilaian

12. Jumlah kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan tatap muka 75% dalam satu semester

13. Penyerahan tugas akan ditentukan oleh dosen melalui: e-mail, hardcopy, dan softcopy (CD-R). Tugas diserahkan tepat waktu sesuai jadwal yang telah disepakati. Tugas yang dikumpulkan teridentifikasi adanya foto mahasiswa. 14. Penyerahan tugas paling lambat sesuai dengan jadwal, dan bila melampaui batas

yang ditentukan maka mahasiswa akan di hubungi dan akan mempengaruhi nilai 15. Tugas terlambat dikumpulkan dan telah dihubungi, masih belum mengumpulkan,

maka nilainya adalah BL (Belum Lengkap), belum keluar nilai di DPNA, sampai mahasiswa benar-benar sudah mengumpulkan tugas yang menjadi persyaratan yang disepakati.

16. Tugas mahasiswa yang pengerjaannya sama 60% lebih dengan teman, maka akan dinilai kurang atau dipanggil mahasiswa tersebut yang jawabannya sama untuk mempertanggungjawabkan tugas yang mereka buat.

Evaluasi:

Penilaian formatif berdasarkan pada NF1, NF2, NF3, NF4 disamping sudah mencakup penilaian pada: (1) keaktifan dan/atau potensi individu mahasiswa; (2) tugas kelompok dalam presentasi; (3) tugas individu mahasiswa.

Evaluasi atas tingkat penguasaan mahasiswa didasarkan pada:

1. Hasil UTS 30%

2. Hasil tugas-tugas dan aktivitas diskusi 30%

3. Hasil UAS 40%

muan Materi Kajian/Topik Bahasan Ket.

1 Overview perkuliahan. Landasan filosofis teori belajar dan

pembelajaran. Konstruksi teori, teori psikologi dan teori belajar Dosen 2 Belajar dan pembelajaran sebagai suatu proses. Timbulnya teori

pembelajaran dan desain psychoeducational

Dosen

3 Teori belajar Connectionism Thorndike, Ivan P. Pavlov Classical Conditioning

Kel 1

4 Skinner dan Operant Conditioning. Teori Behaviorism Deduktif Hipotetik

Kel 2

5 Eklektik behaviorism Gagne. Teori belajar psikologi social Bandura

Kel 3

(9)

7 Teori Kognitif Bruner dan Belajar Bermakna dari Ausubel Kel 5 8 Teori Pemrosesan Informasi. Modifikasi tingkah laku dan

teknologi pembelajaran

Kel 6

9 Teori pembelajaran konstruk kognitif dalam prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran

Kel 1

10 Analisis kegiatan teori pembelajaran psikologis humanistik Kel 2 11 Hirarkhi belajar dari Gagne dan Advance Organizer dari Ausubel Kel 3 12 Analisis tugas dari Scandura dan Romiszowski Kel 4

13 Teori Elaborasi Kel 5

14 Teori Algorithme dan teori Shematic Kel 6

15 Component Display Theory (CDT) Dosen

16 Ujian Akhir Semester (UAS)

Buku Sumber:

Gagne, R. M, & Briggs, L.J.. Principle of instructional design. New York: Holt, Renehart, 1979.

Gagne, R. M.. The Conditions of Learning and Theory of Instruction. New York: Rinehart and Winston, 1985.

Gagne, Robert M., Briggs, Leslie J., & Wager, Walter W.. Principles of Instructional Design. Fort Worth Philadelphia: Harcourt Brace Jova-novich College Publishers, 1992.

Reigeluth, C.M.. Instructional Design: Theories and Models. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates,1983.

Richey, R.. The Theoretical and Conceptual Bases ofInstructional Design. New York: Nichols Publishing Company, 1986.

Romiszowski, A.J.. Designing Instructional Systems. London: Kogan Page, 1981.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam upaya mencapai sasaran yang telah dicanangkan dan mengatasi permasalahan yang ada, maka tantangan pokok yang dihadapi dalam pembangunan industri pariwisata adalah:

Semakin banyak uang yang dihimpun perbankan syariah dalam bentuk SWBI, maka bank syariah akan menambah jumlah dana SWBI yang disimpan pada Bank Indonesia dan

Hal ini dinyatakan dengan baik di dalam Laporan Kelompok Studi tentang Tujuan-tujuan Pelaporan Keuangan dari FASB, yang memiliki pendapat bahwa “tujuan dari laporan keuangan

Berikut ringkasan dari data hasil penelitian mengenai persepsi Wajib Pajak orang pribadi atas pelaksanaan self assessment system yang terdaftar pada KPP Pratama Banjarmasin

Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No.. dengan ini diumumkan Hasil

telah melakukan Addendum terhadap Dokumen Kualifiasi Nomor 20.K tanggal 6 Maret. 2017, dikarenakan dokumen tersebut tidak dapat tampil sempurna setelah

Quienes atendieron a este llamado desarrollaron una teor´ıa cualitativa para la estabilidad t´ecnica, entre ellos hay que destacar a Leonard Weiss quien introdujo varios

Sesuai hasil Evaluasi Prakualifikasi Kelompok Kerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2011 Bidang