Menggunakan Shortcut dari menu Start
Start
All Programs
Turbo C++ 4.5
Turbo C++
Fasilitas Run
Start
Run
/*
Program Ke - 1
Nama File : Lat1.CPP
*/
//Program Hello
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main ()
{
clrscr();
printf ("ini program saya yang pertama\n");
printf ("\nSaya Belajar Bahasa C\n Di \"UNIKOM\"\nBandung.");
getch();
Proses Compile
Alt + F9
Proses Run
/*
Program Ke - 2
Nama File : Lat2.CPP
*/
//Program Data_Diri #include <stdio.h> #include <conio.h> main ()
{
clrscr();
printf ("Nama Lengkap : Turbo C\n");
printf ("Nama Panggilan : C\n");
printf ("Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 1 Januari 1991\n");
printf ("\nSaya Belajar Bahasa C\nDi \"UNIKOM\" Bandung\n");
printf("Untuk membuka Turbo C silahkan run C:\\TCWIN45\\BIN\\TCW.EXE\n");
printf ("Nilai : %d\n", 80);
printf ("Indeks : %c\n",'A'); getch();
/*Program aritmetika
Nama File :aritmatika.cpp */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{
clrscr();
printf("Nilai dari 9+4 adalah=%i\n",9+4);
printf("Nilai dari 9*4 adalah=%i\n",9*4);
printf("Nilai dari 9-4 adalah=%i\n",9-4);
printf("Nilai dari 9-10 adalah=%i\n",9-10); printf("Nilai dari 9-(-2) adalah=%i\n",9-(-2));
getch();
return 0;
#include <stdio.h>
#include <conio.h> main()
{
int x=20, y=8,z;
float w; clrscr();
printf("X = %d dan Y = %d\n",x,y);
w=float(x)/y;
printf("X / Y = %3.1f\n",w);
printf("X %% Y = %d\n",x%y); x+=2;
printf("Nilai X sekarang : %d\n",x);
x++;
printf("Nilai X setelah X++ : %d\n",x);
printf("Nilai Y : %d\n",y++);
printf("Nilai Y setelahnya : %d\n",y);
z=++x;
printf("Nilai Z : %d\n",z); getch();
/*
program berhitung
nama file :hitung.cpp
*/
#include <stdio.h> #include <conio.h>
main()
{ clrscr();
int B,C,D,E;
float A,Z;
printf("Masukkan nilai B : ");scanf("%d",&B);
printf("Masukkan nilai C : ");scanf("%d",&C);
printf("Masukkan nilai D : ");scanf("%d",&D);
printf("Masukkan nilai E : ");scanf("%d",&E);
Z=float(C)/D;
printf("Nilai C/D adalah :%f\n",Z);
A=B+Z+E;
printf("Hasil perhitungan A=B+C/D+E : %f",A);
getch();
return 0;
//Program Cetak Kalimat
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main ( )
{
clrscr ( );
printf ("Hello...\n");
printf (".. saya turbo\n");
printf ("... do you know me ?\n");
printf ("\n"); printf ("1\n");
printf ("..2\n");
printf ("...3\n");
getch ( );
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main ( )
{
clrscr( );
int a,b,jumlah;
printf("Masukan Vl: ");scanf("%d",&a);
printf("Masukan V2: ");scanf("%d",&b);
jumlah=a+b;
printf("Hasil V1+V2: %d",jumlah); getch( );
return 0;
Type data, variabel & operator
//Program Ke-2 Nama File : Lat-2.CPP
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char k1,k2;
k1='A';
k2=k1;
printf("Nilai variable K1 adalah %c\n",k1);
printf("Nilai variable K2 dalam bentuk angka =
%d\n",k2);
getch();
return 0;
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char nama[50];
char alamat[50];
printf("Nama : ");gets(nama);
printf("Alamat : ");gets(alamat);
printf("\nData yang telah dimasukan adalah : \n \n");
printf("Nama : %s\nAlamat : %s\n",nama,alamat);
getch();
return 0;
/* File program : data1.c */
#include <stdio.h> #include <conio.h>
main()
{
int var_bulat = 32767;
float var_pecahan1 = 339.2345678;
double var_pecahan2 = 3.4567e+40; char var_karakter = 'S';
printf("Variabel bulat = %d\n", var_bulat);
printf("Variabel pecahan1 = %f\n", var_pecahan1); printf("Variabel pecahan2 = %e\n", var_pecahan2);
printf("Variabel karakter = %c\n", var_karakter); return 0;
getch();
/*
Program operator
Nama File: operator1.cpp
*/
#include <stdio.h> #include <conio.h>
main()
{
int x=20, y=8,z; float w;
clrscr();
printf("X = %d dan Y = %d\n",x,y); w=float(x)/y;
printf("X / Y = %3.1f\n",w); printf("X %% Y = %d\n",x%y);
x+=2;
printf("Nilai X sekarang : %i\n",x);
x++;
printf("Nilai X setelah X++ : %i\n",x); printf("Nilai Y : %d\n",y++);
printf("Nilai Y setelahnya : %d\n",y);
z=++x;
printf("Nilai Z : %d\n",z);
getch(); return 0;
/* File program : operator2.cpp */
#include <stdio.h>
main()
{
int a, b, c, hasil;
printf("Masukkan nilai a = "); scanf("%d", &a);
printf("Masukkan nilai b = "); scanf("%d", &b);
printf("Masukkan nilai c = "); scanf("%d", &c);
printf("\n"); hasil = a - b;
printf("Hasil pengurangan : a - b = %d\n", hasil); printf("Hasil perkalian : b * c = %d\n", b * c); hasil = a / c;
printf("Hasil pembagian : a / c = %d\n", hasil);
printf("Hasil operasi : a + b * c = %d\n", a + b * c); return 0;
/* File program : modulus.c */
#include <stdio.h>
main()
{
int a = 14, b = 2, c = 3, d = 4;
printf("a = %d, b = %d, c = %d, d = %d\n\n", a, b, c, d);
printf("Hasil a %% b = %d\n", a % b);
printf("Hasil a %% c = %d\n", a % c);
printf("Hasil a %% d = %d\n", a % d);
printf("Hasil a / d * d + a %% d = %d\n",a / d * d + a % d);
return 0;
/*program menghitung luas dan keliling lingkaran */
#include <stdio.h>
main()
{
float luas, phi, keliling;
int jari;
phi = 3.14;
printf("Masukkan jari-jari:");scanf("%d",&jari);
luas = phi*jari*jari;
keliling = 2*phi*jari;
printf("Jadi luasnya adalah : %f\n",luas);
printf("Jadi kelilingnya adalah : %f\n",keliling);
getch();
/*program konversi suhu */
#include <stdio.h>
main()
{
float C,F;
printf("Masukkan Nilai Suhu Ke dalam Celcius:");scanf("%f",&C);
F=C*1.8+32;
printf("Jadi suhu setelah di konversi ke Farenheit adalah : %f"
,F);
return 0;
/*program konversi suhu */
#include <stdio.h>
main()
{
float C,F;
printf("Masukkan Nilai Suhu Ke dalam Celcius:");scanf("%f",&C);
F=C*1.8+32;
printf("Jadi suhu setelah di konversi ke Farenheit adalah : %f"
,F);
return 0;
Input & Output Data
Contoh :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char a,b;
printf(“Masukan Huruf pertama : “);
a=getch();
printf(“Masukan Huruf kedua : “);
b=getche();
printf(“Data yang dimasukan adalah %c dan %d
\
n”,a,b);
getch();
return 0;
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int a=25000;
unsigned int b=50000;
float c=12345.678;
char nama[50]="Universitas Komputer Indonesia";
char alamat[10]="Bandung";
clrscr();
printf("Penampilan data tanpa di format\n");
printf("Nilai a : %d\n",a); printf("Nilai b : %u\n",b);
printf("Nilai c : %f\n",c);
printf("String : %s %s\n",nama,alamat);//rata kanan
printf("\nPenampilan data setelah di format\n");
printf("\n");
printf("Nilai a : %8d\n",a);
printf("Nilai b : %8u\n",b);
printf("Nilai c : %11.2f\n",c);
printf("String 1: %40s %10s\n",nama,alamat);//rata kanan
printf("String 2: %-40s %-10s\n",nama,alamat);//rata kiri getch();
return 0;
Di suatu perusahaan, data penggajian dihitung dengan ketentuan sebagai berikut :
Gaji Pokok : Rp. 5000000
Gaji Lembur/jam : Rp. 5000
Total Gaji Lembur : Lama Lembur * Gaji Lembur/jam
Gaji Kotor : Gaji Pokok + Total Gaji Lembur
Pajak : 10%
Gaji Bersih : Gaji Kotor - Pajak
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main() {
int jamlembur;
long int gajipokok=500000,gajikotor,totalgajilembur;
float pajak,gajibersih;
char nama[50];
clrscr();
printf("Nama Pegawai : ");gets(nama);
printf("Lama Lembur : ");scanf("%i",&jamlembur);
totalgajilembur=(long int)5000*jamlembur;
gajikotor=gajipokok+totalgajilembur;
pajak=0.1*gajikotor;
gajibersih=gajikotor-pajak;
clrscr();
printf("Hasil Perhitungan\n");
printf("Nama Pegawai : %s\n",nama);
printf("Gaji Pokok : Rp. %10li\n",gajipokok); printf("Lama Lembur : %i jam\n",jamlembur);
printf("Total Gaji Lembur : Rp. %10li\n",totalgajilembur);
printf("Gaji Kotor : Rp. %10li\n",gajikotor);
printf("Pajak (10%%) : Rp. %10.0f\n",pajak);
printf("Gaji Bersih : Rp. %10.0f\n",gajibersih); getch();
return 0;
Pengambilan Keputusan
Pernyataan-pernyataan yang dapat digunakan alam
pengambilan keputusan :
Pernyataan if
Pernyataan if-else
Pernyataan switch
Pernyataan-pernyataan diatas memerlukan suatu kondisi
Pembandingan
Hasil
1 > 2
Salah
1 < 2
Benar
A == 1
Benar, jika A bernilai 1
Salah, jika A tidak bernilai 1
A < B
Benar, karena kode ASCII
untuk karakter A kurang
dari kode ASCII B
kar == Y
Benar, jika kar berisi Y
Syntax
Di dalam
pernyataan
if (atau if-else) bisa terdapat
pernyataan if (atau if-else) yang lain
Bentuk umum :
if (kondisi1)
if(kondisi2)
.
.
if(kondisi-n)
pernyataan;
else
Selain perintah if
–
else, perintah yang digunakan
untuk percabangan adalah switch-case. Bentuk dasar
dari perintah tersebut adalah :
switch(ekspresi)
{
case kondisi1:perintah1;break;
case kondisi2:perintah2:break;
default : perintah3;
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
main()
{
int Nilai;
printf("Nilai : ");scanf("%i",&Nilai);
if(Nilai>=50)
printf("Selamat Anda Lulus.");
else
printf("Maaf,, Anda Tidak Lulus.");
getch();
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int Nilai;
printf("Nilai : ");scanf("%i",&Nilai);
if(Nilai>=50)
{
printf("Anda Hebat!\n");
printf("Selamat Anda Lulus.");
}
else
{
printf("Maaf. Anda Tidak Lulus.");
printf("Perbaiki semester depan yah!.");
}
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int a,b;
printf("Masukan A : ");scanf("%i",&a);
printf("Masukan B : ");scanf("%i",&b);
if(a==b)
printf("Isi Variabel A Sama Dengan B");
else
if(a>b)
printf("Isi Variabel A lebih besar dari B");
else
if(a<b)
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int tugas,uts,uas;
float nilaiakhir;
char index;
printf("Nilai Tugas : ");scanf("%i",&tugas);
printf("Nilai UTS : ");scanf("%i",&uts);
printf("Nilai UAS : ");scanf("%i",&uas);
nilaiakhir=0.2*tugas+0.3*uts+0.5*uas;
printf("Nilai Akhir : %6.2f\n",nilaiakhir);
if(nilaiakhir>=80)
index='A';
else
if(nilaiakhir>=68)
index='B';
else
if(nilaiakhir>=56)
index='C';
else
if(nilaiakhir>=45)
index='D';
else
if(nilaiakhir>=0)
index='E';
else
index='X';
printf("Index : %c\n",index);
getch();
switch (index)
{
case 'A':printf("Keterangan : Bagus Sekali\n");break;
case 'B':printf("Keterangan : Bagus\n");break;
case 'C':printf("Keterangan : Cukup\n");break;
case 'D':printf("Keterangan : Kurang\n");break;
Disebuah perusahaan bus, tabel harga dapat dilihat dalam tabel diatas :
Pilih Jurusan :
1. Jakarta
2. Yogya
3. Surabaya
Jurusan yang anda pilih : 2 [input]
Pilih Kelas :
1. Eksekutif
2. Bisnis
3. Ekonomi
Kelas yang anda pilih : 3 [input]
Banyak Tiket : 5 [input]
Dengan menggunakan pernyataan if
–
else, buatlah
program kalkulator sederhana untuk mendapatkan
tampilan sebagai berikut :
Masukan bilangan pertama
:
5
Masukan bilangan kedua
:
3
Menu Matematika
=====================================
1. Penjumlahan
2. Pengurangan
3. Pembagian
4. Perkalian
Masukan menu pilihan anda
:
4
Pengulangan
Ada beberapa jenis perulangan yang dapat digunakan
oleh bahasa pemrograman C, yaitu :
for
while
do while
Perulangan for mempunyai bentuk umum seperti
berikut :
for(inisialisasi counter; kondisi perulangan;
pengatur)
{
statement;
}
Perulangan while mempunyai bentuk umum seperti
berikut :
while (kondisi)
{
perintah;
perintah;
}
i=1;
while (i<=1000)
{
printf(“%i
\
n”,i);
i++;
}
Cara kerja dari perulangan while mirip dengan perulangan for.
Tetapi dalam perulangan while ini, tidak ada jaminan bahwa
program
akan
masuk
kedalam
perulangan
dikarenakan
Bentuk umum dari do while adalah seperti berikut :
do
{
perintah;
perintah;
}
while (kondisi);
Perulangan dengan menggunakan teknik label ini, merupakan
teknik perulangan yang paling awal dikenal, biasanya ada dalam
pemrograman berbahasa assembly
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int i;
i=0;
awal:
i=i+1;
printf("%i\n",i);
if(i<10)
goto awal;
else
goto akhir;
printf("Perintah ini tak akan dieksekusi\n");
akhir:
printf “Pengulangan menggunakan label telah selesai" ;
1.
Buatlah program untuk menampilkan semua bilangan genap
yang terletak antara 20 sampai dengan 100, dengan
menggunakan for
#include "stdio.h"
#include "conio.h "
#include <stdio.h>
main()
{
int n, bil, jumlah = 0;
printf("Masukkan bilangan triangular : ");
scanf("%d", &bil);
printf("\
nTABEL PENJUMLAHAN TRIANGULAR
\n\n");
printf("%3s%10s\n\n","n","Jumlah");
for (n=1; n<=bil; n++)
{
jumlah = jumlah + n;
Buatlah program untuk menjumlahkan bilangan ganjil dan genap
dari bilangan yang diinputkan oleh user. Banyaknya bilangan,
ditentukan terlebih dahulu
Data yang diinputkan=
4
Data ke 1 =
3
Data ke 2 =
10
Data ke 3 =
2
Data ke 4 =
5
Hasil Akhir :
Lab Pemrograman I
Function
Definisi Function
Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang untuk
melaksanakan tugas tertentu dan letaknya terpisah dari program
yang menggunakannya
Tujuan pemakaian Fungsi
Program menjadi terstuktur
Dapat mengurangi pengulangan (duplikasi) kode
Dasar Fungsi
Pada umumnya fungsi memerlukan nilai masukan atau
parameter yang disebut sebagai argumen
Nilai masukan ini akan diolah oleh fungsi
Bentuk umum dari sebuah fungsi adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Contoh :
Fungsi harus dideklarasikan diawal program (sebelum
digunakan)
Fungsi didefinisikan dengan diawali penentu tipe fungsi
(didepan nama fungsi)
Prototipe fungsi digunakan untuk menjelaskan kepada
kompiler mengenai :
Tipe keluaran fungsi
Jumlah parameter
Tipe dari masing-masing parameter
Bagi kompiler, informasi dalam prototipe akan dipakai untuk
memeriksa
kebasahan
(validitas)
parameter
dalam
pemanggilan fungsi. Salah satu keuntungannya adalah,
kompiler akan melakukan konversi seandainya antara tipe
parameter dalam fungsi dan parameter saat pemanggilan
Parameter Formal
Variabel yang ada pada daftar
parameter dalam definisi fungsi
Parameter Aktual
Parameter (tidak selalu berupa
variabel) yang dipakai dalam pemanggilan fungsi
Nilai dari parameter aktual akan disalin ke parameter
formal
Upaya untuk melewatkan alamat dari suatu variabel
kedalam fungsi
Untuk mengubah isi variabel diluar fungsi dimana
pelaksanaan pengubahan dilakukan didalam fungsi
Lab Pemrograman I
Array
Definisi Array
Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe
sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama.
Letak atau posisi dari elemen array ditentukan oleh uatu index.
Macam-macam Array
Array 1 Dimensi
Array adalah suatu variabel yang dapat menampung lebih dari
satu data dengan tipe data yang sama dan dibedakan berdasrkan
nomor indexnya. Dalam bahasa C, array selalu dimulai dari index
ke 0 (Nol)
Contoh deklarasi Array :
Int N[10];
Deklarasi Array
Untuk memasukan suatu elemen data dalam array, perintah yang
dilakukan ditulis seperti pembacaan data variabel biasa hanya
perbedaannya harus ditulis untuk index ke berapa.
Deklarasi Array
tipe nama_var[ukuran];
dimana :
Pengaksesan Elemen Array
nama_var[index];
contoh :
nilai[0] = 34;
nilai[1] = 56;
nilai[2] = 63;
nilai[3] = 77;
nilai[4] = 98
Cara lain :
int nilai[5] = {34, 56, 63, 77, 98};
Array 2 Dimensi
Array 2 dimensi biasanya digunakan untuk menyimpan data
matriks. Array 2 dimensi terdiri dari index baris dan kolom.
Bentuk array 2 dimensi biasanya dapat berupa matriks atau tabel
Pendeklarasian array 2 dimensi adalah :
tipe_array nama_array[baris][kolom];
Contoh :
Contoh Array 2 Dimensi [lanjutan]