• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diagram balok kontroler PID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Diagram balok kontroler PID"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KONTROLER PID

KAWASAN FREKUENSI

Diagram balok kontroler PID (Proporsional Derivative plus integral) diperlihatkan lagi dalam gambar 1. Persamaan kontroler diberikan oleh

m t K e t K e d K de t

dt

P I

t

D ( )= ( )+

( )τ τ+ ( )

0

Dengan alih ragam Laplace dapat diperoleh fungsi alih sistem kontroler PID sebagai

s K s K K s

G I D

P

c( )= + +

Ketiga parameter dari kontroler ini ditentukan oleh proses desain : penguatan proporsionalKP, penguat integralKI, dan penguat derivatifKD.

Gambar 1 Kontroler PID

Kontroler PID berorde dua, karena memiliki dua zero. Prosedur desain dikembangkan atas pertimbangan kontroler orde rendah, dengan salah satu penguatan tertentu dibuat bernilai nol.

Kontroler P (Proporsional)

(2)

P c s K G ( )=

dan kontroler ini berupa penguatan murni. Penentuan kontroler P ini telah

dibicarakan pada bagian terdahulu saat pembahasan desain penguatan dalam kawasan frekuensi.

Kontroler PI (Proporsional Integral)

Fungsi alih kontroler PI adalah

s K s K s K K s

G I P I

P c

+ = + = ) (

Kontroler PI ini memiliki satu pole di titik nol dan sebuah zero yang berada di

sumbu nyata negatif. Jika ditulis dalam fungsi alih berikut

s s K s

Gc( )= I(1+ /ω0)

maka terlihat bahwa zero kontroler terletak pada s = -ω0 = - KI/KP. Diagram Bode

kontroler PI diperlihatkan dalam gambar 2, dan kontroler ini terlihat seperti kontroler

tertinggal-fasa.

(3)

1. Mengatur penguat DC dari GP(s)H(s) untuk memenuhi spesifikasi

frekuensi-rendah

2. Menentukan frekuensi ω1 yang mana sudut GP(jω1)H(jω1) sama dengan (-1800+

φPM + 50).

3. Penguatan KP ditentukan sebagai berikut

1

4. Magnituda zero adalah

1

5. Fungsi alih kontroler kemudian ditentukan sebagai berikut

)

Sistem dengan fungsi alih lup terbuka :

)

Tanggapan frekuensi dari fungsi alih diberikan seperti terlihat dalam tabel 1. Sebagaimana contoh pada bab terdahulu, batas fasa ditetapkan sebesar 500. Maka

frekuensi ω1 adalah frekuensi pada saat sudut fungsi alih terbuka sebesar (-1800 +

500 + 50) = -1250. Dari tabel 1, ω1 = 0,425 dan magnituda fungsi alih lup terbukanya

sebesar 4,2364. Dari langkah 3, KP = 1/4,2364 = 0,2361

(4)

0100

Jadi fungsi alih kontroler adalah

s s

Gc( )=0,2361+0,01

Sistem kontrol terkompensasi memiliki tanggapan tangga satuan seperti diperlihatkan gambar 3.

Tabel 1 : Tanggapan frekuensicontoh 1

(5)

0 5 10 15 20 0

0.25 0.5 0.75 1 1.25 1.5 1.75 2

Tanggapan tangga untuk c ontoh 13-1

W aktu (det)

c(

t)

tanpa k ontroler

k ontroler PI

Gambar 3 Tanggapan tangga contoh 1

Kontroler PD

Fungsi alih kontroler PD (Proporsional Derivative) ditulis

) 1 ( )

(

0 ω

s K

s K K s

Gc = P + D = P + (10-4)

dengan ω0 = KP/KD . Diagram Bode kontroler PD diperlihatkan dalam gambar 4. Jadi

kontroler PD termasuk kompensator fasa-mendahului dan memperbaiki tanggapan

peralihan sistem.

(6)

Gambar

Gambar 1 Kontroler PID
Gambar 2 Diagram Bode kontroler PI
Tabel 1 : Tanggapan frekuensi contoh 1
Gambar 3 Tanggapan tangga contoh 1

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir dengan judul “ANALISIS DAN DESAIN KONTROLER FUZZY-PID PADA PLANT MOTOR DC BERBASIS SPREADSHEET MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE

Inovasi teknologi terowongan terus dikembangkan sebagai upaya dalam menyadari pentingnya keberadaan terowongan khususnya pada pembangunan jalan di Indonesia, yang memiliki topografi beragam mulai dari dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan. Penerapan inovasi teknologi terowongan dilakukan pada konstruksi terowongan kembar Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) yakni menggunakan inovasi teknologi New Austrian Tunneling Method (NATM). Teknologi ini sukses diterapkan pada terowongan Jalan Tol Cisumdawu yang berguna dalam menguatkan tanah sebelum penggalian. Teknologi New Austrian Tunneling Method (NATM) merupakan metode modern terowongan desain dan konstruksi mempekerjakan pemantauan canggih untuk mengoptimalkan berbagai teknik penguatan dinding berbasis pada jenis batuan di daerah pegunungan yang ditemui saat penerowongan