Peningkatan Produksi Benih Botani Bawang Merah (Allium Cepa Var. Ascalonicum) Di Dataran Rendah Melalui Aplikasi Bap, Introduksi Apis Cerana, Dan Pemupukan P Serta K.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, persentase tanaman berbunga, jumlah umbel per rumpun, jumlah umbel per plot, bobot biji per
Waktu tanam berpengaruh terhadap peubah pembungaan yaitu waktu muncul bunga pertama, waktu blooming, persentase tanaman berbunga, jumlah umbel per rumpun dan per petak;
Waktu tanam berpengaruh terhadap peubah pembungaan yaitu waktu muncul bunga pertama, waktu blooming, persentase tanaman berbunga, jumlah umbel per rumpun dan per petak;
C meristem generatif tersebut mampu berkembang dan menginisiasi umbel bunga. Inisiasi umbel bunga meningkat pada tanaman bawang merah dengan aplikasi BAP 37,5 ppm dan
Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, persentase tanaman berbunga, jumlah umbel per rumpun, jumlah umbel per plot, bobot biji per
Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi bawang per rumpun, jumlah tanaman berbunga per plot, jumlah umbel per plot, bobot biji per umbel,
Hal ini karena induksi pembungaan lebih dipengaruhi oleh suhu rendah (bolting) melalui vernalisasi dan pemberian zat.. Aplikasi pupuk K pada bawang merah mempengaruhi
Pengaruh mandiri varietas bawang merah dan konsentrasi BAP terhadap rata-rata bobot basah umbi per rumpun tanaman bawang merah Kode Perlakuan Rata-rata Bobot Basah Umbi Per Rumpun g