• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan buku cerita bergambar Prabu Siliwangi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan buku cerita bergambar Prabu Siliwangi"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ega Bismahadi Gupta
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Desain Komunikasi Visual
  • Topik: Perancangan Buku Cerita Bergambar Prabu Siliwangi
  • Tipe: tugas akhir
  • Tahun: 2013
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pengenalan tokoh Prabu Siliwangi dalam konteks pendidikan dan budaya. Prabu Siliwangi sebagai tokoh legendaris dan sejarah diharapkan dapat memberikan nilai-nilai positif bagi anak-anak. Dalam era globalisasi, cerita lokal semakin terpinggirkan, sehingga penting untuk mengangkat kisah Prabu Siliwangi agar anak-anak mengenal dan mencintai budaya lokal mereka.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menguraikan kondisi saat ini di mana cerita-cerita lokal seperti kisah Prabu Siliwangi kurang dikenal oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan buku yang membahas kisah-kisah lokal dan memperkenalkan karakter lokal kepada anak-anak, yang lebih sering terpapar oleh cerita asing.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup kurangnya pemahaman anak-anak tentang kisah Prabu Siliwangi dan minimnya media kreatif yang menyajikan cerita tersebut. Hal ini mengakibatkan anak-anak tidak mengenal nilai-nilai positif yang terkandung dalam kisah Prabu Siliwangi, yang seharusnya bisa menjadi inspirasi.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfokus pada bagaimana cara mengenalkan kisah Prabu Siliwangi kepada anak-anak agar mereka memahami nilai-nilai perjuangan dan kebudayaan lokal. Ini mencakup pencarian solusi untuk mengatasi kurangnya pengetahuan anak-anak tentang tokoh tersebut.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk memperjelas fokus cerita yang akan diangkat, yaitu kisah Prabu Siliwangi dalam konteks perlombaan tarung satria. Dengan batasan ini, diharapkan cerita yang disajikan lebih terarah dan mudah dipahami oleh anak-anak.

1.5 Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan adalah untuk merancang buku ilustrasi yang dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal, memperkenalkan kisah Prabu Siliwangi yang kurang dibahas, serta memberikan motivasi kepada anak-anak melalui nilai-nilai perjuangan dan moral yang terkandung dalam kisah tersebut.

II. PEMBAHASAN PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI PRABU SILIWANGI

Bagian ini membahas secara mendalam tentang Prabu Siliwangi, bukti keberadaannya, dan konteks sejarah Kerajaan Sunda dan Galuh. Ini sangat relevan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tokoh ini kepada anak-anak.

2.1 Prabu Siliwangi

Penjelasan tentang Prabu Siliwangi sebagai tokoh legendaris dalam kebudayaan Sunda dan perannya sebagai raja Pajajaran. Bagian ini juga menguraikan karakteristik dan nilai-nilai yang dapat diambil dari kisah hidupnya, yang diharapkan dapat menjadi teladan bagi anak-anak.

2.2 Bukti Keberadaan Prabu Siliwangi

Membahas sumber-sumber sejarah yang mendukung keberadaan Prabu Siliwangi, termasuk prasasti dan naskah kuno. Ini penting untuk memberikan legitimasi pada kisah yang akan diangkat dalam buku cerita bergambar.

2.3 Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh

Menjelaskan latar belakang sejarah kedua kerajaan yang menjadi konteks bagi kisah Prabu Siliwangi. Memahami sejarah ini penting agar anak-anak dapat mengaitkan kisah dengan konteks budaya dan sejarah yang lebih luas.

2.4 Kerajaan Singhapura

Membahas kerajaan Singhapura yang menjadi latar belakang kisah Prabu Siliwangi. Pengetahuan tentang kerajaan ini membantu anak-anak memahami dinamika politik dan sosial pada masa itu.

2.5 Masalah Identitas Prabu Siliwangi

Menguraikan perdebatan mengenai identitas Prabu Siliwangi sebagai tokoh sejarah atau mitologis. Ini penting untuk memberikan perspektif kritis kepada anak-anak dalam memahami kisah-kisah yang mereka baca.

2.6 Antara Sri Baduga Maharaja dan Prabu Siliwangi

Menjelaskan hubungan antara Sri Baduga Maharaja dan Prabu Siliwangi, serta bagaimana keduanya menjadi simbol kebudayaan Sunda. Ini dapat membantu anak-anak memahami kompleksitas tokoh dalam sejarah.

2.7 Perjalanan Prabu Siliwangi

Menceritakan perjalanan hidup Prabu Siliwangi sebelum menjadi raja, termasuk tantangan dan petualangan yang dihadapinya. Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi anak-anak untuk menghadapi tantangan dalam hidup mereka.

2.8 Buku Ilustrasi

Mendefinisikan buku ilustrasi dan peranannya dalam pendidikan anak. Buku ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman membaca anak-anak dan menarik minat mereka terhadap budaya lokal.

2.9 Jenis-jenis buku bergambar

Mengelompokkan berbagai jenis buku bergambar dan menjelaskan bagaimana masing-masing jenis dapat memberikan manfaat pendidikan. Ini penting untuk memahami pilihan media yang tepat dalam perancangan buku.

2.10 Pengaruh Buku Ilustrasi pada Anak

Membahas pengaruh positif buku ilustrasi terhadap perkembangan anak, baik dalam hal kognitif maupun emosional. Ini menekankan pentingnya buku bergambar dalam pendidikan anak.

2.11 Target Audience

Menentukan target audiens untuk buku ini, yaitu anak-anak usia 10-13 tahun. Memahami karakteristik audiens ini penting untuk merancang konten yang sesuai dan menarik bagi mereka.

2.12 Kuisioner

Menjelaskan metode pengumpulan data melalui kuisioner untuk mengetahui pengetahuan anak-anak tentang Prabu Siliwangi. Hasil kuisioner ini dapat digunakan untuk menilai efektivitas buku yang dirancang.

III. STRATEGI PERANCANGAN DAN STRATEGI VISUAL

Bagian ini membahas strategi komunikasi dan visual yang digunakan dalam perancangan buku cerita bergambar Prabu Siliwangi. Ini penting untuk memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens.

3.1 Strategi Komunikasi

Menjelaskan pendekatan komunikasi yang akan digunakan dalam buku, termasuk pendekatan visual dan verbal. Ini penting untuk menyampaikan cerita dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.

3.1.1 Pendekatan Visual

Membahas penggunaan ilustrasi semi-realis untuk menggambarkan kisah Prabu Siliwangi. Ilustrasi ini diharapkan dapat menarik perhatian anak-anak dan membantu mereka memahami konteks cerita.

3.1.2 Pendekatan Verbal

Menjelaskan penggunaan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan usia target. Penyampaian yang efektif akan membantu anak-anak memahami cerita tanpa kesulitan.

3.2 Strategi Kreatif

Menguraikan pendekatan kreatif dalam penyajian karakter dan lingkungan dalam buku. Ini penting untuk menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan mendidik bagi anak-anak.

3.3 Strategi Media

Membahas media utama yang akan digunakan dalam penyajian cerita, yaitu buku ilustrasi, serta media promosi yang akan mendukung distribusi buku ini.

3.4 Studi Literatur

Menjelaskan pentingnya studi literatur dalam merancang buku. Referensi yang tepat akan memperkuat dasar dan konteks cerita yang disajikan.

3.4.1 Studi Lokasi

Membahas lokasi peristiwa yang menjadi latar belakang kisah Prabu Siliwangi. Pemahaman tentang lokasi ini penting untuk memberikan konteks sejarah yang akurat.

3.4.2 Studi Properti

Menguraikan properti yang akan ditampilkan dalam buku, termasuk senjata dan pakaian. Ini penting untuk menciptakan visual yang autentik dan mendukung cerita.

IV. TEKNIS PRODUKSI DAN MEDIA

Bagian ini membahas aspek teknis dari produksi buku ilustrasi Prabu Siliwangi, termasuk media yang digunakan dan strategi promosi. Ini penting untuk memastikan buku dapat diproduksi dan dipasarkan dengan efektif.

4.1 Buku Ilustrasi Prabu Siliwangi

Menjelaskan teknis perancangan buku ilustrasi, termasuk media yang digunakan dalam produksi. Ini mencakup aspek desain dan pengembangan konten yang menarik.

4.2 Media Promosi

Menguraikan strategi promosi yang akan digunakan untuk memperkenalkan buku kepada audiens. Media promosi seperti poster dan banner akan membantu meningkatkan visibilitas buku.

4.3 Media Pendukung

Menjelaskan media pendukung yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ini mencakup pembatas buku dan jadwal pelajaran yang relevan.

Gambar

Gambar II.1 Lukisan Sri Baduga Maharaja
Gambar II.2 Peta Kerajaan Sunda & Kerajaan Galuh http://greatsunda.wordpress.com/tag/sri-baduga-maharaja/, (7 April 2013)
Gambar II.3 Buku ilustrasi http://www.relax-art.com/bookdesign-kids.html (7 April 2013)
Gambar III.1 referensi gaya visual http://ramayana.na (9 April 2013)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang dijelaskan sebelumnya pada buku cerita bergambar Bambang Pamungkas ilustrasi yang digunakan adalah gaya kartun dengan gaya pewarnaan mengacu pada comic japan

Media utama yang digunakan adalah ilustrasi, berupa buku cerita bergambar. (cergam), cergam dipilih karena sesuai dengan karakteristik anak berumur

Dengan buku bergambar yang baik, anak-anak akan terbantu dalam proses memahami dan memperkaya pengalaman dari cerita.. Rothlein dan Meinbach dalam buku “The Literature

Salah satu media yang ada pada saat ini dan dapat digunakan sebagai perangkat pembelajaran membaca yang menarik adalah buku ceita bergambar yang merupakan

Observasi yang dilakukan meliputi mengamati tingkah laku anak dalam membeli buku yang mereka sukai sehingga dari situ bisa diketahui jenis ilustrasi serta interaktif seperti

Prabu Geusan Ulun merupakan raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, karena selanjutnya menjadi bagian Mataram dan pangkat raja turun menjadi adipati atau disebut

PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR DARI CERITA RAKYAT BETAWI “KUNYIT EMAS” UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR DI JAKARTA DESIGN STORYBOOK ILLUSTRATION OF BETAWI FOLKTALE "KUNYIT EMAS" FOR

SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada babad limbangan kisah masa prabu Siliwangi dapat disimpulkan terdapat tujuh nilai sosial yang dapat di