• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Metodologi Penelititan Bimbingan d

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tugas Metodologi Penelititan Bimbingan d"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Metodologi Penelititan Bimbingan dan Konseling Kelas

Indralaya Semester 6 Tahun 2014/2015

Petunjuk:

1. Bacalah dengan baik draft kurikulum bimbingan untuk layanan dasar di bawah ini.

2. Kurikulum bimbingan ini terdiri atas 3 ranah atau domain, yakni domain

perkembangan akademik, pribadi/sosial, dan karir. Masing-masing domain terdiri atas

3 standar, yakni Stardar A, Standar B, dan Standar C.

3. Kurikulum ini pada dasarnya ditujukan untuk anak sekolah dasar, siswa sekolah

menengah pertama dan sekolah menengah atas. Konselor sekolah biasanya

menentukan sendiri mana yang sesuai untuk peserta didik di sekolahnya.

4. Cara membaca kurikulum bimbingan ini adalah sebagai berikut:

(a)

A, B, C adalah standar masing-masing perkembangan. Standar A merupakan

baku terendah, sedangkan Standar C merupakan baku tertinggi. Untuk anak

sekolah dasar cenderung mencakup standar A.

(b)

A1 dst, B1 dst, C1 dst merupakan pernyataan kompetensi.

(c)

A:A1.1 dst, B:B1.1 dst, C:C1.1 merupakan pernyataan indikator.

5. Terkait dengan Mata Kuliah Metodologi Penelitian adalah sebagai berikut:

(a) Pilihlah salah satu standar dari ketiga ranah perkembangan, misalnya Standar A,

B, atau C dari ranah pribadi/sosial.

(b) Pilih salah satu kompetensi dari ranah tersebut dan selanjutnya pilih salah satu

indikator dari kompetensi dimaksud.

(c) Pilihan antar mahasiswa tidak boleh ada yang sama. Masing-masing memilih

indikator yang berbeda.

(d) Cermati indikator kompetensi dimaksud dan coba untuk menganalisis

kemampuan perkembangan apa yang diharapkan dicapai oleh peserta didik dari

indikator tersebut, misalnya A:A1.1 Mengutarakan perasaan mampu dan

percaya diri sebagai pebelajar. Pada indikator ini terdapat 2 kemampuan yang

penting untuk dicapai anak sekolah dasar, yakni mengungkapkan perasaan

mampu (sense of self-ability) serta mengungkapkan rasa percaya diri (sense of

self confidence). Dari masing-masing dapat diidentifikasi sejumlah deskriptor

yang dapat dijadikan sebagai instrumen untuk mengukur pencapaian dalam

mengungkapkan perasaan mampu dan mengungkapakan rasa percaya diri.

Dalam penelitian bimbingan dan konseling standar-standar dimaksud termasuk

dalam kategori variabel terikat. (A:A1.1 selanjutnya tidak boleh Anda pilih untuk

tugas ini).

(e) Dalam mengembangkan deskriptor tersebut, Anda diwajibkan merujuk landasan

teori yang sesuai, bukan berdasarkan reka-reka semata. Pada contoh di atas,

misalnya, perasaan mampu dan percaya diri merupakan bagian dari kajian

psikologi humanistik.

(2)
(3)

MENGUTARAKAN PERASAAN MAMPU DAN PERCAYA DIRI

SEBAGAI PEBELAJAR

Andriansyah Veloz

NIP 2012009009009

Pendahuluan

Berikan pengantar tentang keterpentingan

pokok-pokok yang Anda akan bahas dalam

makalah ini.

Konsep Diri Akademik

Karena mengutarakan perasaan mampu

dan percaya diri merupakan bagian dari

kompetensi konsep diri akademik, Anda perlu

menguraikan terlebih dahulu apa saja

dasar-dasar teoritik konsep diri akademik.

Dalam uraian hendaknya semua indikator

yang menjadi turunan kompetensi ini

dicantumkan.

Dari uraian konsep diri akademik

nyatakan bahwa pembahasan Anda hanya

dibatasi pada indikator pengungkapan perasaan

mampu dan percaya diri.

Mengungkapkan Perasaan Mampu

Uraikan dengan merujuk kepada berbagai

sumber atau referensi konsep perasaan mampu.

Identifikasi deskriptor-deskriptor yang

menjadi dasar dalam mengukur bahwa seorang

anak atau siswa sanggup mengungkapkan

perasaan mampu dengan kriteria tertentu.

Uraikan secara jelas teknik pengumpulan

data yang sesuai untuk memperoleh informasi

tentang mengungkapkan perasaan mampu.

Uraikan juga instrumen seperti apakah

yang sesuai untuk mengukur kesanggupan

siswa dalam mengungkapkan perasaan mampu.

Dan bagaimana cara mengembangkan

instrumen dimaksud.

Mengungkapkan Rasa Percaya Diri

Uraikan dengan merujuk kepada berbagai

sumber atau referensi konsep percaya diri.

Identifikasi deskriptor-deskriptor yang

menjadi dasar dalam mengukur bahwa seorang

anak atau siswa sanggup mengungkapkan rasa

percaya diri.

Uraikan secara jelas teknik pengumpulan

data yang sesuai untuk memperoleh informasi

tentang mengungkapkan rasa percaya diri.

Uraikan juga instrumen seperti apakah

yang sesuai untuk mengukur kesanggupan

siswa dalam mengungkapkan rasa percaya diri.

Dan bagaimana cara mengembangkan

instrumen dimaksud.

Penutup

Berikan uraian yang menunjukkan

ringkasan hasil pembahasan Anda.

DAFTAR PUSTAKA

Suwandi. (2014). Seni menunjukkan rasa

percaya diri di muka umum. Palembang:

Penerbit Unsri.

(4)
(5)

DRAFT KURIKULUM BIMBINGAN UNTUK LAYANAN DASAR

(Kompetensi dan Indikator)

BERDASARKAN IOWA COMPREHENSIVE COUNSELING AND GUIDANCE PROGRAM DEVELOPMENT GUIDE

Perkembangan Akademik

Standar A: Siswa memperoleh pengetahuan & kecakapan yang berkontribusi pada belajar yang efektif di sekolah

A:A1 Meningkatkan konsep diri akademik

A:A1.1 Mengutarakan perasaan mampu dan percaya diri sebagai pebelajar A:A1.2 Menampilkan minat positif dalam belajar

A:A1.3 Bangga dalam bekerja dan berprestasi

A:A1.4 Menerima kesalahan sebagai bagian esensial dalam proses belajar A:A1.5 Mengidentifikasi sikap dan perilaku yang mendukung kesuksesan

belajar

A:A2 Meningkatkan kecakapan belajar

A:A2.1 Mengaplikasikan managemen waktu dan managemen ketrampilan A:A2.2 Menunjukkan bahwa upaya dan kegigihan secara positif berpengaruh

terhadap belajar

A:A2.3 Menggunakan kecakapan berkomunikasi untuk mengetahui kapan dan bagaimana meminta bantuan sewaktu memerlukan

A:A2.4 Mengaplikasikan pengetahuan dan gaya belajar yang secara positif berpengaruh terhadap kinerja di sekolah

A:A3 Mencapai keberhasilan di sekolah

A:A3.1 Bertanggung jawab atas perbuatan sendiri

A:A3.2 Menunjukkan kemampuan bekerja secara individu dan kemampuan bekerja secara kooperatif dengan siswa lain

A:A3.3 Mengembangkan minat dan kemampuan yang luas beragam A:A3.4 Menunjukkan berprakarsa, produktivitas, dan inisiatif

A:A3.5 Berbagi pengetahuan

Standar B: Siswa akan tamat sekolah dengan persiapan akademik yang esensial untuk dapat memilih masuk perguruan tinggi

A.B1 Meningkatkan belajar

A:B1.1 Menunjukkan motivasi yang tinggi untuk mencapai potensi individual A:B1.2 Belajar untuk mengaktifkan berfikir kritis (kreatifitas, berfikir kritis,

pemecahan masalah, kolaborasi)

A:B1.3 Mengaplikasikan keaktifan belajar untuk keberhasilan setiap jejang kelas

A:B1.4 Mencari informasi dan dukungan dari sekolah, staf, keluarga dan teman sebaya

A:B1.5 Mengorganisir dan menerapkan informasi akademik dari berbagai sumber.

A:B1.6 Menggunakan pengetahuan tentang gaya belajar yang secara positif berpengaruh terhadap kinerja di sekolah

A:B1.7 Menjadi pebelajar yang terarah diri dan mandiri

A:B2 Merencanakan untuk mencapai tujuan

A:B2.1 Merumuskan tujuan akademik yang menantang

A:B2.2 Menggunakan hasil-hasil asesmen untuk perencanaan individual A:B2.3 Mengembangkan dan mengimplementasikan perencanaan studi

untuk memaksimalkan kemampuan akademik dan prestasi.

A:B2.4 Mengaplikasikan pengetahuan mengenai bakat minat untuk menata tujuan.

(6)

A:B2.6 Memahami hubungan antara kinerja di kelas dengan keberhasilan di sekolah

A:B2.7 Mengidentifikasi pilihan setelah lulus sekolah yang konsisten dengan keinginan, minat, bakat, prestasi dan kemampuan.

Standar C: Siswa akan memahami hubungan akademik dengan dunia kerja dan kehidupan di rumah maupun di masyarakat

C.1. Hubungan sekolah dengan pengalaman hidup

A:C1.1 Menunjukkan kemampuan dalam menyeimbangkan aktivitas di sekolah, belajar, ekstra-kurikuler, waktu senggang, dan kehidupan keluarga

A:C1.2 Mencari pengalaman yang bersifat ko-kurikuler dan kemasyarakatan untuk meningkatkan pengalaman di sekolah

A:C1.3 Memahami hubungan antara belajar dan bekerja

A:C1.4 Menunjukkan pemahaman terhadap nilai-nilai belajar sepanjang hayat sebagai sesuatu yang esensial untuk mencari, memperoleh, dan menjaga tujuan hidup

A:C1.5 Memahami bahwa keberhasilan sekolah merupakan persiapan untuk membuat transisi dari siswa ke masyarakat

A:C1.6 Memahami keberhasilan sekolah dan perkembangan akademik dikaitkan dengan karir di masa depan

A:C1.7 Memahami keberhasilan sekolah dan perkembangan akademik dikaitkan dengan karir dan masa depan

Perkembangan Karir

Standar A: Siswa akan memperoleh kecakapan/ketrampilan untuk

menginvestigasi dunia kerja dalam kaitan pengetahuan diri dan membuat keputusan karir yang berbasis data

C:A1. Mengembangkan kesadaran karir

C:A1.1 Mengembangkan kecakapan, menilai dan menginterpretasikan informasi karir

C:A1.2 Belajar tentang pekerjaan tradisional dan non tradisional C:A1.3 Mengembangkan kesadaran tentang kemampuan ketrampilan

personal, minat, dan motivasi.

C:A1.4 Belajar bagaimana berinteraksi dan bekerja secara kooperatif dalam team.

C:A1.5 Belajar membuat keputusan C:A1.6 Belajar cara menata tujuan

C:A1.7 Memahami keterpentingan perencanaan

C:A1.8 Mengejar dan mengembangkan kompetensi di berbagai minat C:A1.9 Mengembangkan hobi dan minat pekerjaan

C:A1.10 Menyeimbangkan pekerjaan dan waktu luang

C:A2. Kesiapan Perkembangan kesiapan kerja

C:A2.1 Memperoleh ketrampilan bekerja dalam tim, pemecahan masalah, kecakapan organisasional

C:A2.2 Menerapkan kecakapan kesiapan bekerja untuk mencari

kesempatan bekerja (membuat curriculum vitae, menghadiri job fair) C:A2.3 Menampilkan pengetahuan tentang tempat bekerja

C:A2.4 Belajar tentang hak dan tanggung jawab antara pemilik perusahaan dan pekerja

C:A2.5 Belajar untuk menghargai keunikan individu di tempat kerja. C:A2.6 Belajar bagaimana menulis resume

C:A2.7 Mengembangkan sikap yang positif dalam bekerja dan belajar. C:A2.8 Memahami pentingnya tanggung jawab, keterpercayaan,

kedisplinan, integritas dan upaya di tempat kerja

(7)

Standar B: Siswa memperoleh mengaplikasikan kecakapan mengambil

keputusan untuk perencanaan karir, memilih bidang keahlian maupun transisi karir.

C:B.1. Mencari Informasi Karir

C:B1.1 Mengaplikasikan ketrampilan membuat keputusan untuk merencanakan karir, memilih pendidikan, dan transisi karir

C:B1.2 Mengidentifikasi kecakapan personal, minat dna kemampuan yang mengkaitkannya dengan pilihan karir terkini

C:B1.3 Menunjukkan pengetahuan tentang proses perencanaan karir C:B1.4 Mengetahui berbagai cara pengklasifikasian jenis pekerjaan

(pekerjaan tradisional dan non-tradisional)

C:B1.5 Menggunakan sumber informasi dan penelitian untuk memperoleh informasi tentang karir

C:B1.6 Belajar menggunakan internet untuk mengakses informasi perencanaan karir

C:B1.7 Menjelaskan pekerjaan yang tradisional dan nontradisional dan bagaimana keduanya berhubungan dengan karir

C:B1.8 Memahami pengaruh perubahan ekonomi sosial dan kebutuhan masyarakat terhadap trend pekerjaan dan pelatihan

C:B2. Mengidentifikasi tujuan karir

C.B2.1 Mendemonstrasikan kesadaran pendidikan dan pelatihan dibutuhkan untuk tujuan karir

C.B2.2 Menilai dan memodifikasi rencana pendidikan untuk mendukung tujuan karir.

C.B2.3 Menggunakan kecakapan bekerja dan pesiapan bekerja dalam magang, mentor, bimbingan kerja untuk memperoleh pengalaman bekerja

C.B2.4 Memilih mata kuliah/mata latih yang berhubungan dengan minat karir

C.B2.5 Menyimpan portofolio perencanaan karir

Standar C: Siswa harus memahami hubungan antara kualitas personal, pendidikan, pelatihan dan tempat bekerja

C:C1 Memperoleh pengetahuan untuk mencapai tujuan karir

C:C1.1 Memahami kaitan antara prestasi pendidikan dan keberhasilan karir. C:C1.2 Menjelaskan bagamana bekerja dapat membantu mencapai

keberhasilan pribadi dan kepuasan pribadi

C:C1.3 Mengidentifikasi pilihan dan minat personal yang berpengaruh terhadap pilihan dan keberhasilan karir

C:C1.4 Memahami bahwa perubahan di tempat kerja membutuhkan belajar sepanjang hayat dan memperoleh kecakapan baru

C:C1.5 Mendriskripsikan pengaruh pekerjaan terhadap gaya hidup C:C1.6 Memahami pentingnya kesetaraan dan akses dalam pilihan karir C:C1.7 Memahami bahwa pentingnya bekerja dan kepuasan berarti ekpresi

personal

C:C2 Menerapkan kecakapan untuk mencapai tujuan karir

C:C2.1 Menunjukan bahwa minat, kemampuan, prestasi berkaitan dengan pencapaian personal, sosial, pendidikan dan karir

C:C2.2 Belajar menggunakan kecakapan managemen konflik dengan teman sebaya dan orang dewasa

(8)

C:C2.4 Menerapkan kecakapan akademik dan kesiapan bekerja dalam situasi /magang, contoh, magang, partner kerja

Perkembangan Personal/Sosial

Standar A: Siswa akan memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan interpersonal untuk membantu mereka memahami dan menghargai diri sendiri dan orang lain

PS:A1 Memperoleh pengetahuan diri

PS:A1.1 Mengembangkan sikap yang positif terhadap diri sendiri sebagai pribadi yang unik dan berharga

PS:A1.2 Mengidentifikasi nilai-nilai, atribut, dan keyakinan PS:A1.3 Belajar proses menata tujuan

PS:A1.4 Memahami perubahan sebagai bagian dari pertumbuhan PS:A1.5 Mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan.

PS:A1.6 Membedakan perilaku yang sesuai dan yang tidak sesuai PS:A1.7 Mengenali batas-batas hak dan kebutuhan privasi pribadi. PS:A1.8 memahami kebutuhan untuk kontrol diri dan bagaimana

mempraktekkannya

PS:A1.9 Menunjukkan perilaku kooperatif dlam kelompok. PS:A1.10 Mengidentifikasi kekuatan dan aset personal

PS:A1.11 Mengidentifikasi dan mendiskusikan perubahan personal dan peran sosial

PS:A1.12 Mengidentifikasi dan mengenali perubahan keluarga

PS:A2 Memperoleh keterampilan interpersonal

PS:A2.1 Mengenal bahwa setiap orang memiliki hak dan tanggung jawab Menghormati pandangan alternatif

PS:A2.2 Mengenal, menerima, menghormati dan menghargai perbedaan individual

PS:A2.3 Mengenal, menerima, dan menghargai perbedaan etnis dan budaya

PS:A2.4 Mengenal dan menghormati perbedaan berbagai konfigurasi keluarga

PS:A2.5 Menggunakan keterampilan komunikasi secara efektif

PS:A2.6 Mengetahui bahwa komunikasi melibatkan berbicara, mendengar perilaku non-verbal

PS:A2.7 Belajar berteman dan memelihara persahabatan

Standar B: Siswa akan membuat keputusan, menetapkan tujuan, dan mengambil tindakan penting untuk mencapai tujuan

PS:B1 Aplikasi Pengetahuan Diri

PS:B2.1 Menggunakan model pengambilan keputusan dan pemecahan masalah

PS:B2.2 Memahami konsekuensi keputusan dan pilihan PS:B2.3 Mengidentifikasi solusi alternatif dari suatu masalah

PS:B2.4 Menunjukkan kapan, dimana, bagaimana mencari batuan untuk memcahkan masalah dan mengambil keputusan

PS:B2.5 Mengetahui bagaimana mengaplikasikan kecakapan penyelesaian konflik

PS:B2.6 Menunjukkan penghormatan dan penghargaan terhadap perbedaan individu dan budaya

PS:B2.7 Mengetahui kapan tekanan teman sebaya berpengaruh terhadap keputusan

(9)

PS:B2.9 Menggunakan kegigihan dan ketahanan dalam memperoleh pengetahuan dan kecakapan

PS:B2.10 Mengembangkan rencana aksi untuk menetapkan dan mencapai tujuan yang realistik

Standar C: Siswa akan memahami keamanan dan ketrampilam hidup

PS:C1 Memperoleh kecakapan keamanan pribadi dan kecakapan hidup

PS:C1.1 Menunjukkan pengetahuan berkenaan informasi personal (misal: no. telp, alamat, kontak darurat, dsb)

PS:C1.2 Belajar tentang hubungan antara aturan, hukum, dan perlindungan terhadap hak-hak individu

PS:C1.3 Belajar mengenal perbedaan kontak fisik yang pantas dan tidak pantas

PS:C1.4 Menunjukkan kemampuan menetapkan batas-batas, hak-hak dan privasi personal

PS:C1.5 Membedakan situasi yang memerlukan dukungan teman sebaya dan situasi yang memerlukan bantuan profesional

PS:C1.6 Mengidentikasi nara sumber di sekolah, masyarakat, dan mengetahui bagaimana meminta bantuan.

PS:C1.7 Menerapkan kecakapan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan untuk membuat pilihan yang aman dan sehat

PS:C1.8 Belajar tentang bahaya penggunaan dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang terhadap emosi dan fisik

PS:C1.9 Belajar cara menghadapi tekanan teman sebaya PS:C1.10 Belajar teknik-teknik mengelola stres dan konflik

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengukur ada tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti, digunakan tes. Instrumen yang berupa tes pada manusia dapat digunakan untuk mengukur kemampuan

1. Rentang persentase ini dalam kategori hampir seluruh item pernyataan dapat digunakan untuk mengungkapkan kualitas evaluasi. Jadi, secara konstruk instrumen

Menggambar dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk terapi untuk membantu anak mengungkapkan pikiran dan perasaan serta menyalurkan energi emosi dengan cara yang lebih

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, instrumen yang berjumlah 25 butir pernyataan inilah yang akan digunakan sebagai instrumen final untuk mengukur kepuasan

Lingkungan memiliki sejumlah kharakteristik khas yang idealnya dapat dijadikan titik rujuk bagi politik sebagai instrumen pengaturan ke- pentingan bersama.. Tiga

Instrumen untuk mengukur variabel Tingkat Kurs yang berasal dari kurs tengah dimana dihitung dengan rata-rata kurs jual dan kurs beli data di dapat dari website

Maka dapat disimpulkan, instrumen yang telah diuji berdasarkan tingkat validitas dan reliabilitasnya dapat digunakan sebagai alat penilaian yang akurat untuk mengukur tingkat kemampuan

Hasil dari penelitian yang terdapat di jurnal ini dapat memberikan informasi untuk kita tentang risiko dan kerawanan kebakaran hutan pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Kubu Raya