• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN LABA PADA PABRIK GULA DJOMBANG BARU JOMBANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERENCANAAN LABA PADA PABRIK GULA DJOMBANG BARU JOMBANG"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN LABA PADA PABRIK GULA DJOMBANG BARU

JOMBANG

Oleh: IMAM FAKHRUDIN ( 01610370 ) Management

Dibuat: 2006-05-30 , dengan 3 file(s).

Keywords: Perencanaan Laba

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan judul “Perencanaan Laba Pada PG.

Djombang Baru di Jombang”. Studi kasus dalam arti data dikumpulkan dan diolah untuk menemukan dan mengetahui permasalahan yang ada dalam perusahaan yang pada akhirnya ada penyelesaiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan laba pada PG. DJOMBANG BARU di JOMBANG.

Bedasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Break Even Point dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan perusahaan dalam menentukan laba yang dinginkan dan dapat dijadikan sebagai pengambilan keputusan seorang manajer dalam menentukan setiap perencanaan laba yang akan datang. Untuk dapat membuat perencanaan laba yang baik,

manajemen perusahaan harus dapat memperlihatkan serta memahami bagaimana pengaruh biaya, volume, produksi terhadap perubahan laba perusahaan. Untuk itu diperlukan suatu analisis tentang tingkat Break Even Point yang harus dicapai serta sebagai tolak ukur dalam menyusun perencanaan laba yang akan datang. Selama ini perusahaan belum menerapkan Break Even Point perusahaan sehingga perusahaan menderita rugi, sedangkan Margin of Safety atau angka yang menunjukkan jarak antara penjualan yang direncanakannya, maka dapat digambarkan batas jarak, namun juga belum mendapatkan keuntungan untuk tahun berikutnya, bila perusahaan menginginkan laba penjualan harus diatas hasil Margin of Safety.

Penulis mengimplikasikan apabila dasar penelitian pabrik menghendaki perencanaan yang tepat atau diinginkan maka pabrik harus menerapkan analisis Break Even Point sehingga dapat diketahui pula berapa keuntungan yang dicapai dalam setiap keputusan yang diambil nantinya. Dalam menerapkan laba perusahaan, sebaiknya perusahaan harus memperhatikan biaya. Biaya disini merupakan faktor yang sangat penting dalam perencanaan laba, untuk mengklasifikasikan biaya – biaya yang terjadi menurut tingkah lakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan sebagai dasar pengambilan keputusan. Agar perencanaan laba dalam

Referensi

Dokumen terkait

Titik impas dalam unit penjualan dapat dihitung: Penjualan = Biaya Variabel + Biaya Tetap + Laba $250. Dengan metode ini juga dapat diperoleh titik impas dalam

Efisiensi operasional dilihat dari manajemen biaya dengan menghitung besarnya biaya pemasaran dan administrasi terhadap penjualan dan besarnya biaya tenaga kerja terhadap

Sammyo Makmur Abadi ” industri makanan ringan dalam perencanaan laba sebaiknya menggunakan perhitungan biaya tetap dan biaya variabel untuk mengetahui berapa tingkat

Analisis biaya-volume-laba (cost-volume-profit analysis) dapat menentukan besarnya biaya variabel dan tetap pada perusahaan dalam hubungannya dengan jumlah produk

menggunakan perhitungan biaya tetap dan biaya variabel untuk mengetahui berapa tingkat BEP, margin of safety, pendapatan dan laba yang terjadi, sehingga dengan melakukan

24 Alokasi Biaya Tetap Dalam Tiap Jenis Produk Berdasarkan Persentase Nilai Jual Relatif Tahun 2009.... 25 Alokasi Biaya Variabel Dalam Tiap Jenis Produk Berdasarkan

Lebih lanjut diinterpretasikan bahwa jika Pabrik Tahu Pink Jaya melakukan kebijakan dengan cara menaikan harga jual sebesar 10% dan menurunkan biaya variabel

Langkah – langkah analisis data meliputi : (1) mengelompokkan produk lalu menentukan harga rata- rata setiap kelompok produk, (2) menentukan biaya tetap dan biaya variabel rata-