• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN KARO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG 1942 - 1945.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KABUPATEN KARO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG 1942 - 1945."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN KARO PADA MASA PENJAJAHAN

JEPANG 1942 - 1945

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Sri Ngenana Br Barus

3123321053

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i

ABSTRAK

Nama : Sri Ngenana Br Barus. Nim : 3123321053, Kabupaten Karo Pada Masa Penjajahan Jepang 1942 - 1945. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai, Pertama. Proses masuknya Penjajah Jepang Ke Kabupaten Karo, kedua. sistem pemerintahan di Kabupaten Karo pada masa penjajahan Jepang 1942 – 1945, ketiga, Keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Karo pada masa penjajahan Jepang di Kabupaten Karo. Dalam penelitian ini penulis mengadakan penelitian sejarah dengan menggunakan teknik heuristik dimana penulis membuat rekonstruksi masa lalu secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan literature berupa buku – buku, observasi dan wawancara yang berhubungan dengan masa penjajahan Jepang di Kabupaten Karo untuk menegakkam fakta dan menarik kesimpulan yang kuat. Data yang digunakan penulis diperoleh dari data primer dan sekunder.

Dalam menganalisa data, penulis melakukan langkah – langkah dengan cara mengumpulkan data, menganalisa data, interpretasi data, dan membuat kesimpulan dengan cara mengumpulkan literatur tentang pendudukan Jepang di Kabupaten Karo berupa buku – buku, dari observasi ke tempat penelitian yang merupakan tempat peninggalan Jepang di Kabupaten Karo, wawancara dengan orang yang mengetahui tentang penjajahan Jepang di Kabupaten Karo atau yang hidup pada masa penjajahan Jepang. Kemudian mengklasifikasikan atau mengelompokkan data berdasarkan analisa yang terkandung dalam masalah itu sendiri, terakhir menarik kesimpulan dari berbagai data yang dibuat berdasarkan hipotesis yang dirumuskan.

Tahun 1942 hingga tahun 1945 adalah tahun-tahun dimana masa penjajahan Jepang di Kabupaten Karo. Pertama. Penjajah Jepang datang ke Tanah karo datangnya dari Medan, mereka datang naik sepeda menuju tanah Karo.Penjajahan Jepang tersebut pertama diterima dengan gembira oleh masyarakat Karo karena strategi Jepang yang melumpuhkan pemikiran orang Karo. Namun lama – kelamaan Penjajahan Jepang mulai berbuat semena – mena terhadap masyarakat karo, merampas harta milik Orang Karo, dan menjadikan putra – putra karo sebagai romusha. Kedua, Pada masa penjajahan Jepang di Kabupaten Karo sistem pemerintahan di Kabupaten Karo masih sama dengan penjajah Belanda masih berbentuk kesibayakan, yang berbeda adalah dalam bidang administrasi. ketiga, Penjajahan Jepang yang sangat keras dan kejam telah menjadikan masyarakat menderita baik lahir maupun batin. tidak hanya dalam bidang sosial saja penjajah Jepang juga berpengaruh di bidang ekonomi. Masyarakat Karo keadaan ekonominya sangat memprihatinkan karena semua jadi serba kekurangan bulai dari bahan makanan maupun baju dan lain sebagainya. karena semua yang dimiliki rakyat di ambil oleh Jepang dengan paksa.

Dari hasil penelitian yang dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa Penjajahan Jepang di Karo lebih kekejam daripada penjajahan Kolonial Belanda, banyak kebijakan yang harus dikerjakan masyarakat dengan terpaksa. keadaan ekonomi rakyat sangat memprihatinkan namun penjajahan Jepang di Tanah Karo singkat karena hanya kurang lebih 3 tahun setengah. Pada tahun 1945 Indonesia sudah merdeka.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah

memberikan berkat-berkat dan tetap mencurahkan Kasih Setia-Nya yang tidak pernah

berkesudahan kepada penulis sehingga skripsi ini selesai pada waktu yang telah ditetapkan.

Penyelesaian skripsi ini merupakan salah satu syarat tugas akhir dalam menyelesaikan

perkuliahan pada program S-1 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. Skripsi ini diberi

judul “ KABUPATEN KARO PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG 1942 - 1945.”

Seperti pepatah mengatakan “tidak ada gading yang tak retak “ begitu juga dengan isi

dan teknik penulisan dalam skripsi ini , hendaknya dapat dimaklumi karena penulis masih dalam

tahap belajar, dan memiliki keterbatasan dari segi ilmu dan pengalaman, oleh karena itu penulis

mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi perbaikan dan

kesempurnaan skripsi ini dan menambah pengetahuan penulis.

Penulis juga menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, baik

dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan skripsi ini sangatlah sulit untuk diselesaikan.

Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Yang teristimewa untuk sang motivator Alm. Ayah J. Barus dan Ibu N. Br Ginting yang telah

banyak berkorban memberikan kasih sayangnya dan doa-doa kepada penulis, atas segala

jerih payah tanpa mengenal lelah dalam mendukung penulis. Terimakasih telah berjuang

untuk segalanya Tuhan Yesus memberkatI

(7)

iii

3. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

4. Bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si selaku ketua Jurusan Pendidikan Sejarah

5. Bapak Syahrul Nizar Saragih, M.Hum, MA selaku sekretaris jurusan Pendidikan Sejarah

6. Dra. Hafnita Sari Dewi Lubis, M.Si selaku Dosen Pembimbing skripsi ini yang memberikan

motivasi, semangat, masukan serta juga saran-saran kepada penulis selama penyusunan

skripsi .

7. Ibu Dra. Lukitaningsing, M.Hum, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberi

motivasi kepada penulis, semangat, saran – saran kepada penulis selama perkuliahan.

8. Ibu Drs. Yushar Tanjung, M.Pd, Tappil Rambe, S.Pd, M.Hum, Ika Purnama Sari, M.Si.

Terima kasih atas masukan dan saran-sarannya.

9. Seluruh staf pengajar/dosen sejarah yang telah memberikan pengetahuannya kepada penulis

selama masa perkuliahan.

10. Mama Bapak Fillin Ginting yang telah banyak berkorban untuk perkuliahan penulis,

memotivasi penulis , serta memberikan buku – buku yang berkaitan dengan judul skripsi

penulis. terima kasih telah berjuang untuk segalanya.

11. Pak Tengah N. Barus dan Bibik N. Br Ginting dan buat keluarga penulis semua yang tidak

dapat disebutkan satu persatu,yang telah banyak berkorban untuk perkuliahan penulis, yang

mengantarkan penulis penelitian, memotivasi penulis sehingga skripsi ini cepat selesai. terima

(8)

iv

12. Dwi Lestari Br Barus dan Theresia Br Tarigan yang telah setia menemani penulis kemanapun

penelitian tanpa mengenal lelah dalam mendukung penulis. Terima kasih atas segalanya

semoga Tuhan memberkati sekolah kalian juga agar menjadi orang yang sukses.

13. Buat abang Bapak Rio Barus beserta keluarga yang telah memberikan tempat tinggal kepada

penulis selama perkuliahan serta memberi motivasi dan dorongan kepada penulis terima

kasih atas segalanya

14. Buat teman Susan Purba teman bertukar pikiran di rumah, Lady Br Barus teman baik,

Ngerboo Kacaribu yang selalu membuat suasana menjadi heboh, Novita Br Ginting teman

tukar pikiran, Nova Devita Br Barus teman yang sempat satu kos. semoga Tuhan memberkati

kita semua.

15. Rekan-rekan seperjuangan di Kampus, Nijar Silaban, Sella Naomi Sihombing, Rinaldi

Simatupang, Lifzen Sitanggang dan seluruh teman-teman mahasiswa di Jurusan Pendidikan

Sejarah kelas ekstensi A dan B stambuk 2012 yang tidak dapat disebutkan satu persatu, tidak

terasa kita sudah bersama selama kurang lebih empat tahun mudah-mudahan kita semua

menjadi orang-orang yang beruntung dan selalu diberkati Tuhan Yang Maha Esa.

16. Untuk Andri Bawena Perangin – angin teman PPLT di SMP N 1 Kabanjahe sekaligus

sebagai pengisi hati penulis yang telah banyak memberi motivasi, semangat, dukungan

sehingga skripsi ini cepat selesai, Terima kasih atas segalanya.

17. Rekan – rekan PPLT Unimed 2015 di SMP N 1 Kabanjahe, Tawaria br Barus yang terus buat

ketawa dan lucu, Rida Bangun teman makan sirih, Mentari Tarigan teman cerita – cerita,

Ifni Tarigan teman masak, Nensy Sembiring Pelawi teman yang baik, Fresenia Siahaan

(9)

v

Isnaini, Novrizal patrnerku, Rio, Koori, Muliater, Tangkas, Jeblon, Masda. terima kasih atas

kebersamaannya selama tiga bulan

18. Buat Bulang dan Nenek vetran sebagai informan bagi penulis terima kasih atas segala

pengetahuan yang diberikan kepada penulis Tuhan Yesus memberkati dan semoga kalian

semua mempunyai umur yang panjang.

19. Buat abang Atmaja Sembiring sebagai keluarga dan abang stambuk yang telah memberi

arahan tentang penyusunan skripsi kepada penulis baik berupa buku – buku maupun tempat

penelitian Terimakasih atas kebaikan yang telah diberikan kepada penulis.

20. Buat abang Fahri yang telah memberikan masukan kepada penulis, memberikan data yang

berhubungan dengan Judul penulis, Terimakasih atas segalanya.

akhir kata peneliti mengucapkan terimakasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dan

jika ada pihak yang terlewatkan peneliti meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan. semoga

skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat menjadi bahan masukan bagi yang

membutuhkannya. Tuhan memberkati

Medan , Agustus 2016

(10)

vi

1.1. Latar BelakangPenelitian ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 4

1.3. PembatasanMasalah ... 4

BAB III METODE PENELITIAN ... 18

3.1. Metode Penelitian ... 18

3.2. LokasiPenelitian ... 19

3.3. Sumber Data ... 19

3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 20

3.5. Teknik Analisis Data ... 21

(11)

vii

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 25

4.1.1. Sejarah Singkat Kabupaten Karo. ... 25

4.1.2 Tinjauan Geografis . ... 27

4.1.3.Tinjauan Demografis . ... 28

4.1.4Pemerintahan Kabupaten Karo . ... 30

4.1.5 Mata Pencaharian . ... 32

4.1.6Kepercayaan Masyarakat karo . ... 33

4.2 Keberadaan Kabupaten Karo Sebelum Masuknya Jepang . ... 34

4.3 Faktor Pendorong Kedatangan Jepang Ke Kabupaten Karo . ... 40

4.4 Proses Masuknya Jepang Ke Kabupaten Karo Dan Strategi Jepang Menguasai Kabupaten Karo . ... 44

4.5 Situasi Dan Kondisi Masyarakat Karo Pada Masa Pendudukan Jepang . ... 46

4.5.1 Sistem Pemerintahan . ... 46

4.5.2 Keadaan Ekonomi . ... 53

4.5.3 Sosial . ... 57

4.6. Situasi Akhir Pendudukan Jepang Di Karo . ... 60

4.6.1 Gema Proklamasi Kemerdekaan RI di Tanah Karo . ... 60

4.7 Peninggalan Jepang Di Kabupaten Karo ... 61

(12)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Wawancara ... 22 Tabel 2 : Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk

(13)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

(14)

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Orang kulit putih diganti dengan orang kulit kuning (Anthony,1996:15).

artinya panjajahan Belanda diganti dengan penjajahan Jepang di Indonesia.

Penjajahan Jepang di Indonesia berawal dari perang Asia Pasifik. Perang Asia

Pasifik atau disebut juga dengan perang Asia Timur Raya adalah perang yang

terjadi di Samudera Pasifik, pulau – pulaunya dan di Asia. Jepang mencetuskan

suatu perang di kawasan lautan Pasifik pada 7 Desember 1941, dengan menyerang

pelabuhan angkatan laut Amerika yaitu Pearl Habour di Hawai. Kemudian

Jepang melakukan ekspansinya ke asia tenggara, termasuk ke Indonesia. Operasi

Jepang untuk menaklukkan Indonesia hanya memakan waktu dua bulan,

(Anthony,1996:15). Setiba di Indonesia Jepang langsung memerangi Belanda.

Karena pada saat itu Indonseia dijajah oleh Belanda. Dengan takluknya Belanda

kepada Jepang maka kekuasaan Belanda berakhir di Indonesia dan digantikan

oleh Jepang.

Tanah Karo merupakan suatu wilayah yang terletak di suatu dataran tinggi

di bukit barisan Sumatera Utara yang dikelilingi oleh pengunungan. Di dataran

tinggi Karo ditemukan indahnya nuansa alam pengunungan dengan udara yang

sejuk dan memiliki ciri khas daerah pertanian yang subur. Hal ini dapat terlihat

dengan hasil – hasil pertanian dari Tanah karo terutama buah dan sayur yang

(15)

2

penjajah yang datang ke Indonesia ingin menguasai Tanah Karo seperti penjajah

Jepang.

Tanah Karo tidak luput dari namanya penjajahan, pertama sekali Tanah

Karo dijajah oleh Belanda, pada masa penjajahan Belanda masyarakat Karo

mengalami penderitaan atas kebijakan – Kebijakan yang di buat oleh Belanda baik

dari segi sosial maupun ekonomi. Penjajahan Belanda di Karo berakhir tahun

1942 dimana, ada tangga14 maret 1942 tentara Jepang berhasil menduduki kota

Kabanjahe. Pada mulanya bangsa Indonesia termasuk rakyat Karo merasa

gembira menyambut kedatangan tentara Jepang karena dianggap sebagai

pembebas Indonesia dari jajahan Belanda karena pada awal masuknya tentara

Jepang ke Indonesia membenarkan dikibarkan bendera merah putih dan

dinyanyikan lagu Indonesia Raya, (Liasta,2002:6). Kedatangan Jepang yang

semula dianggap akan membawa kebahagiaan dan memerdekakan bangsa

Indonesia dari penjajahan nyatanya melahirkan penderitaan lahir batin yang tiada

taranya karena kebijakan yang dibuat oleh Jepang terhadap bangsa Indonesia

termasuk masyarakat Karo.

Sistem pemerintahan di Tanah Karo pada zaman penjajahan Jepang dan

Penjajahan Belanda tetap sama masih dalam bentuk kerajaan Sibayak yang

berganti posisi kontril (pegawai) digantikan pemerintah militer, dikepalai pejabat

militer dengan nama Gunseibu. Guna memenuhi kebutuhan pemerintahan militer

Jepang di Tanah Karo Gunseibu mengeluarkan perintah atau instruksi kepada para

Sibayak, meneruskannya lagi kepada para Raja Urung di daerah kekuasaannya

(16)

3

di tiap Kampung / Desa di wilayah kekuasaannya. Para Pengulu inilah yang

memerintahkan apa saja yang diinstruksikan itu kepada para anggota masyarakat /

penduduk untuk dilaksanakan.

Pada akhir tahun 1944 Jepang membuat kontrak yang disebut “ Romusha

atau Kerja Paksa”. berdasarkan instruksi dari pemerintah militer Jepang harus

dilakukan oleh para penghulu kesain disatu kampung. Ketika itu anggota

Romusha dari Tanah Karo dikirim ke Tanjung Tiram membuat garam. Siapa saja

yang menjadi anggota Romusha, sekembalinya dari Tanjung Tiram badannya

persis seperti tengkorak hidup dengan pipi gemuk kena penyakit biri – biri,

(Liasta,2002:35). Disebabkan pemerintahan militer Jepang sangat keras apalagi

disertai institusi Kempetai (Polisi Militer) yang luar biasa kejamnya terhadap

siapa saja, baik kepada penduduk demikian juga kepada Aparatur Pemerintahan

Swapraja Sibayak, Raja Urung atau Pengulu. dapat dikatakan roda pemerintahan

militer Jepang lancar. sebab siapa yang mencoba mengelak dari kebijakan Jepang

pasti kempetai bertindak habis – habisan.

Kebijakan Jepang tidak hanya di bidang pemerintahan saja tapi di bidang

ekonomi dan sosial juga. Ketika Jepang berhasil menguasai perekonomian Karo

maka rakyat pun mengalami penderitaan karena Hasil pertanian rakyat dibeli

dengan patokan harga yang sangat rendah, hewan peliharaan penduduk diambil

paksa dengan harga yang sangat murah, barang – barang kebutuhan rakyat hilang

dari pasaran dan sebagainya, ini semua mengakibatkan kemelaratan. Oleh karena

itu, tidaklah heran banyak rakyat petani yang terkena penyakit busung lapar

(17)

4

Jepang menyerah pada perang dunia tahun 1945 berakibat penjajahan

Jepang di Tanah Karo berakhir sehingga menyebabkan kekosongan kekuasaan

dengan ini membuat masyarakat Karo senang karena sudah bebas dari belenggu

penjajahan sehingga keadaan sosial dan ekonomi mulai membaik pada awal

kemerdekaan karena tidak ada lagi kebijakan dari para penjajah seperti kerja

paksa dan pajak tanah.

Berdasarkan uraian diatas dan karena minimnya penulisan sejarah tentang

penjajahan Jepang di Karo maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian

tentang “ Tanah Karo Pada Masa Penjajahan Jepang 1942 –1945”

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dikemukakan suatu

identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Proses masuknya Jepang ke Tanah Karo

2. Sistem pemerintahan di Kabupaten Karo masa penjajahan Jepang tahun

1942 - 1945

3. Keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Karo masa pendudukan Jepang di

Kabupaten Karo

1.3Pembatasan Masalah

Berhubung karena keterbatasan waktu dan kemampuan peneliti, maka

(18)

5

masalah diatas dalam penulisan sejarah lokal ini, penulis membatasi masalah pada

“ Kabupaten Karo pada masa pendudukan Jepang 1942 –1945”

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah diatas maka yang menjadi rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana proses masuknya Jepang ke Tanah Karo ?

2. Bagaimana Sistem pemerintahan di Kabupaten Karo masa penjajahan

Jepang tahun 1942 – 1945 ?

3. Bagaimana Keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Karo masa

pendudukan Jepang di Kabupaten Karo

1.5Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan penelitian

ini adalah :

1. Untuk mengetahui bagaimana proses masuknya Jepang ke Tanah Karo

2. Untuk mengetahui bagaimana sistem pemerintahan di Kabupaten Karo

pada masa penjajahan Jepang tahun 1942 - 1945

3. Untuk mengetahui bagaimana Keadaan sosial dan ekonomi masyarakat

Karo masa pendudukan jepang di Kabupaten Karo

1.6Manfaat Penelitian

Dengan tercapainya tujuan penelitian diharapkan penelitian ini memberi

(19)

6

1. Bagi peneliti dan pembaca, dapat memahami bagaimana penjajahan

Jepang di Kabupetan Karo.

2. Bagi masyarakat, sebagai tambahan literatur sehingga dapat menambah

pengetahuan dan pemahaman mengenai penjajahan Jepang di Kabupaten

Karo.

3. Sebagai bahan referensi bagi peneliti lainnya yang memiliki objek yang

sama untuk hasil penelitian yang lebih baik.

(20)

65 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan

penelitian field research dengan didukung oleh sumber primer dari wawancara

langsung dengan orang yang terlibat dengan Jepang dan dengan para vetran yang

mengetahui tentang penjajahan Jepang di tanah Karo dan laporan, buku , maka

peneliti memunculkan sebuah kesimpulan

1. Orang kulit putih diganti dengan orang kulit kuning artinya panjajahan

Belanda diganti dengan penjajahan Jepang di Indonesia. Penjajahan Jepang di

Indonesia berawal dari perang Asia Pasifik. Perang Asia Pasifik atau disebut

juga dengan perang Asia Timur Raya adalah Jepang mencetuskan suatu

perang di kawasan lautan Pasifik pada 7 Desember 1941, dengan menyerang

pelabuhan angkatan laut Amerika yaitu Pearl Habour di Hawai. Kemudian

Jepang melakukan ekspansinya ke asia tenggara, termasuk ke Indonesia.

Setiba di Indonesia Jepang langsung memerangi Belanda. Karena pada saat itu

Indonseia dijajah oleh Belanda. Dengan takluknya Belanda kepada Jepang

maka kekuasaan Belanda berakhir di Indonesia dan digantikan oleh Jepang.

2. Tanah Karo tidak luput dari namanya penjajahan, pertama sekali tanah karo

dijajah oleh Belanda, pada masa penjajahan Belanda masyarakat karo

mengalami penderitaan atas kebijakan – Kebijakan yang di buat oleh Belanda

baik dari segi sosial maupun ekonomi. kebahagiaan dan memerdekakan

(21)

66

yang tiada taranya karena kebijakan yang dibuat oleh Jepang terhadap bangsa

Indonesia termasuk masyarakat Karo.

3. sistem Pemerintahan swapraja pribumi seperti Sibayak dan kerajaan Urung

terus sampai ke Penghuluan Kesain tetap sama dengan Penjajahan Belanda.

Yang berganti adalah kalau di zaman Penjajahan Belanda di samping

pemerintahan swapraja pribumi administrasi pemerintahan dipegang oleh

Controleur / Kontril orang Belanda, sebagai pemegang pemerintahan dan

kedaulatan atas pemerintahan militer, yang untuk Karo Landen dikepalai

pejabat militer dengan nama Gunseibu.

4. Keadaan ekonomi tanah karo pada masa pemerintahan militer jepang sangat

memperihatinkan. penguasa jepang yang memonopoli semua kebutuhan dan

hasil produksi pertanian rakyat menimbulkan kesulitan – kesulitan bagi

kehidupan rakyat. hasil pertanian rakyat dibeli dengan patokan harga yang

sangat rendah, barang – barang kebutuhan rakyat hilang dari pasaran dan

sebagainya, ini semua mengakibatkan kemelaratan. karenanya tidaklah heran

banyak rakyat petani yang terkena penyakit busung lapar karena padinya telah

dirampas, bahkan pakaian sulit untuk ditemukan dan terpaksalah goni dan

karet berupa perlak dijadikan pakaian.

5. Jepang juga membuat kebijakan yaitu Romusha. atau dapat diartikan dengan

kerja paksa. Pada masa penjajahan Jepang pemuda – pemuda karo diangkat

sebagai romusha. romusha tersebut dikirim ke Tanjung Tiram untuk membuat

(22)

67

saja. maka setiap anggota Romusha sekembalinya dari Tanjung Tiram

badannya persis seperti tengkorak hidup dengan pipi gemuk karena kena

penyakit biri – biri.

6. Jepang menyerah pada perang dunia ke II tahun 1945 berakibat penjajahan

Jepang di Tanah Karo berakhir sehingga menyebabkan kekosongan kekuasaan

dengan ini membuat masyarakat karo senang karena sudah bebas dari

belenggu penjajahan sehingga keadaan sosial dan ekonomi mulai membaik

pada awal kemerdekaan karena tidak ada lagi kebijakan dari para penjajah

seperti kerja paksa dan pajak tanah. Semua badan – badan yang dibentuk oleh

militer Jepang seperti Heiho, Gyugun, dan lain sebagainya dan semua senjata

yang dipakai Jepang pada Perang Day ditinggalkan di Kabupaten Karo.

7. Salah satu peninggalan penjajah Jepang di Kabupaten Karo adalah Kuburan

Jepang di desa Sarinembah. Kuburan tersebut terletak di antara desa

Sarinembah dengan Simpang Perbesi namun lebih dekat denga desa

Sarinembah sehingga dikatakan kuburan tersebut terletak di desa Sarinembah.

Isi dari kuburan tersebut sebanyak 9 orang militer Jepang yang mati perang di

desa Sarinembah.

8. Peternakan Kuda juga merupakan peninggalan penjajahan Jepang di

Kabupaten karo. peternakan tersebut berada di Parang Cuaca. awalnya

peternakan tersebut terletak di Pancur jawi tidak lama di tempat tersebut

(23)

68

merupakan tempat strategis untuk beternak. Parang cuaca berada di antara

desa Guru benua dengan Barung Kersap.

1.2Saran

1. kepada yang membaca, khususnya masyarakat karo dan mahasiswa agar

menanamkan kepedulian dan rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi di tanah

karo pada masa perjuangan dulu. hal ini dapat menanamkan sikap

nasionalisme kepada daerah dan Indonesia tentunya, agar kita dapat

menghargai jasa – jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan

bumi pertiwi dari rongrongan pihak asing. selain itu kita juga harus

melestarikan peninggalan – peninggalan sejarah yang ada disekitar kita agar

ada yang ingin diceritakan kepada keturunan kita kelak.

2. kepada pemerintah dan para akademisi agar perlu membangun hubungan yang

baik untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah tadi dan tentunya

dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal ini. selain itu tugas

pemerintah dan akademisi adalah untuk menyadarkan kita betapa pentingnya

menghargai jasa para pahlawan dan menanamkan sikap idealism kepada

generasi muda agar tercipta pemimpin – pemimpin masa depan yang idealis

dan punya pendirian yang kuat. Karena saat ini ditengah rongrongan pihak

asing melalui liberialisasi ekonomi dan menjamunya korupsi disetiap elemen

pemerintah, kita sangat membutuhkan sosok pemimpin yang berani, tegas dan

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Agung,Leo. 2012. Sejarah Asia Timur 2. Yogyakarta: Ombak

Bukit. 1994. Sejarah Kerajaan dan Adat Istiadat Karo. Kabanjahe : Bukit

BPS. 2015. Kabupaten Karo dalam angka. Bada Pusat Statistik Tanah Karo

Daliman.2012. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak

Hamdi, Muchlis. 2006. Memahami Ilmu Pemerintahan. Jakarta : PT Raja Grafindo

Krisnadi. 2012. Sejarah Amerika Serikat. Yogyakarta: Ombak

Karo-karo, Liasta.2002. Tanah Karo Simalem. Jakarta : Mburo Ate Tedeh

Prinst,Darwan.2004. Adat Karo. Medan : Bina Media Perintis

Sarjani. 2014. Sekilas Sejarah Pemerintahan Tanah Karo Simalem. Medan : BABKI

Sarjani. 2008. Dinamika Orang Karo, Budaya dan Modernisme. Medan : BABKI

Sekar,Meta. 2008. Apakah Mereka Mata – Mata. Yogyakarta: Ombak

Sjamsuddin, Helius. 2012. Metodologi Sejarah.Yogyakarta: Ombak

Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada

Sudharmono. 2012. Sejarah Asia Tenggara Modern. Yogyakarta: Ombak

Gambar

Tabel 1 : Wawancara  ...................................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuib(a) Kedatangan Belanda di Kabupaten Tapanuli Tengah (b) faktor yang mendorong Belanda melakukan kerja paksa di Batu Lubang di

Salah satu langkah dalam melakukan penelitian adalah dengan mengumpulkan data yang akan dipakai sebagai bahan pengambilan kesimpulan untuk mendapatkan jawaban

Maka dari awal kelahiran NU sudah mempunyai ghirah dalam dimensi politik yang sangat besar dengan dikirimkannya delegasi untuk menemui. Raja Saud di

berhubungan dengan pemecahan masalah seperti membuat hipotesis, merancang percobaan, melakukan penyelidikan, mengumpulkan data, menginterpretasikan data, membuat

Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat program tersebut dengan langkah-langkah :.

Dalam menganalisa data yang terkumpul penulis menggunakan metode analisis deskriptif yang bertujuan untuk memahami data dengan cara mengumpulkan,

Langkah-langkah penelitian yang dilakukan yaitu mengumpulkan data dari hasil wawancara dan observasi, menganalisa biaya operasional yang tidak efisien, melakukan perhitungan

Dengan dukungan dari pihak Jepang dan usaha dari tokoh-tokoh silat di Yogyakarta, pencak silat dapat melebarkan sayap sampai ke bidang olahraga, militer, dan membentuk sebuah