• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Komandan Dalam Proses Penyelesaian Perkara Pada Peradilan Militer Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor4 Tahun 2004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Peranan Komandan Dalam Proses Penyelesaian Perkara Pada Peradilan Militer Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor4 Tahun 2004"

Copied!
175
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

PERANAN KOMANDAN DALAMPROSES PENYELESNAN PERKARA

PADAPERADILAN MILITERSETELAH BERLAKUNYA

UNDANG-UNDANG NOMOR4 TAHUN 2004

REFLINAR NURMAN

*)

Muhamad Abduh

Syamsul Arifin

Pendastaren Tarigan

**)

INTISARI

Di dalam kehidupan Prajurit, babwa asas kesatuan komando

(Unity Of Command)

merupakan tiang penyangga dalam sendi kehidupan TNT, dan komandan mempunyai

kedudukan sentral dalam struktur organisasinya.

Keberadaan

Ankum

dan Papera dalam struktur Hukum Acara Pidana Militer

membawa supremasi hukum, yaitu memiliki kewenangan yang sangat besar, sehingga

cenderung subyektif

(legal culture) dalam penyelesaian perkara, padabal penyelesaian

perkara haruslab obyektif

Akibat sistim kepaperaan ini menyebabkan kemacetan dalam proses penyelesaian

perkara, sehingga rantai penyelesaian suatu perkara menjadi penunjang dan proses

penyelesaian perkara pada Peradilan Militer terkesan lamban.

Dalam sistim Peradilan Militer, Oditur Militer bukanlah yang berwenang menentukan

apakab suatu perkara pidana dilimpahkan ke Peradilan Militer seperti pada Kejaksaan,

artinya meskipun sebelumnya Papera

I

Komandan meminta saran pendapat hukum Oditur

Militer terlebih dabulu, karena sifatnya saran pendapat jadi tidak mengikat, akhirnya

komandan juga yang menentukan.

Selain itu bila terdapat pertentangan pendapat antara Oditur Militer dengan keputusan

Papera maka perbedaan pendapat tersebut diputuskan oleh Pengadilan Militer Utama. Hal ini

sebagaimana ditentukan dalam Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tabun 1997.

Sebagai reaksi satu atap pada tanggal 1 September 2004 Panglima TNT telab

menyerabkan pengalihan organisasi, administrasi dan finansial Pengadilan dalam lingkungan

Peradilan Militer beralih dari Markas Besar TNT ke Mahkamab Agung RL Namun belum

ada

kesederajatan baik mengenai proses penyelesaian perkara maupun pembaharuan peraturan

perundang-undangan, hanya sebagian perubahan dari proses penyelesaian perkara yang

mengalami perubahan.

.

)

Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Pasca Sarjana USU Medan

..

)

Dosen Program Sekolah Pasca Sarjana USU Medan.

(6)

Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang

TN!

dimana pelanggaran pidana oleh prajurit diadili di Peradilan Umurn, maka kewenangan

Papera dalam penahanan dan melimpahkan perkara ke Pengadilan dihapus, dan otomatis

Skeppera

tidak

diperlnkan lagi.

Dengan demikian pelimpahan perkara cnkup dilengkapi dengan Surat Perintah

Aukum,

dan Oditur Militer kewenangan penahanan, sehingga proses penyelesaian perkara

dapat memenuhi asas cepat, tepat dan sederhana dapat terlaksana.

KataKunci

1. Peranan komandan.

2. Proses Penyelesaian Perkara Pada Peradilan Militer.

3. Menurut Undang-Undang Nomor 4 tahun 2004.

11

(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121)
(122)
(123)
(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)
(141)
(142)
(143)
(144)
(145)
(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)
(152)
(153)
(154)
(155)
(156)
(157)
(158)
(159)
(160)
(161)
(162)
(163)
(164)
(165)
(166)
(167)
(168)
(169)
(170)
(171)
(172)
(173)
(174)
(175)

Referensi

Dokumen terkait

Sri Endang Erlitan S : Perbandingan Fungsi Pengawas Notaris Sebelum Dan Sesudah Berlakunya Undang…, 2005 USU Repository © 2008... Sri Endang Erlitan S : Perbandingan Fungsi

Peranan PTUN dalam penyelesaian sengketa kepegawaian di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah hakim hakim tidak boleh menolak perkara dan apabila ada perkara sengketa kepegawaian

Membebankan biaya perkara kepada terdakwa dalam perkara ini sebesar Rp.7.500 (Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah).. Penerapan Alat Bukti Pada Proses Penyelesaian Tindak Pidana

Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa peranan saksi dan keterangan ahli dalam penyelesaian perkara pidana sangatlah penting dan utama karena pentingnya

Hasil penelitian menunjukkan peranan hakim pra peradilan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak tersangka perkara pidana (a) melakukan pengujian terhadap

perlindungan hukum yang diberikan kepada Saksi dalam proses peradilan pidana setelah. berlakunya Undang-Undang No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi

Suatu perkara perdata yang di putus dalam persidangan disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum (Selanjutnya disingkat UU Peradilan Umum)

Kepada Pengadilan Militer I – 02 Medan dan Kepala Oditur Militer I – 02 Medan, Kamasmil dan juga, Sdra/i para senior dan rekan-rekan sekerja di Badan Peradilan Militer Medan