LAP. AKHIR KKN PPM

38 

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR KKN PPM

MODEL PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

YANG MISKIN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Oleh: Dra. Sri Widati, M.Pd. DR. Juang Sunanto, M.Pd. Drs. Sunaryo, M.Pd.

Drs. Nandi Warnandi, M.Pd. dr. Euis Heryati

Diajukan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas

untuk dilaksanakan sebagai Program KKN PPM

LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul : Model Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan

Khusus Yang Miskin Melalui Pemberdayaan Masyarakat

2. Lokasi (Kec/Kab/Prop) : Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur Jawa

Barat

Jln. Ciburuy No. 8 Moh Toha Bandung 40255. 022. 5211837/0811208081

6. DPL yang diusulkan (Nama dan Fakultas)

: - Dra. Sri Widati, M.Pd. Fakultas Ilmu Pendidikan

- DR. Juang Sunanto, Ph.d. Fakultas Ilmu Pendidikan

- Drs. Sunaryo, M.Pd. Fakultas Ilmu Pendidikan - Drs. Nandi Warnandi, M.Pd. Fakultas Ilmu

Pendidikan

- dr. Euis Heryati. Fakultas Ilmu Pendidikan

(3)

DAFTAR ISI

I DESKRIPSI KEGIATAN ………...

A.Judul ………...

B.Lokasi ……….

C.Bidang Kegiatan Program KKN PPM ...

D.Latar Belakang ...

II HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN ………... A.Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM ...

B.Hasil Kegiatan ... 4

4

7

III PERMASALAHAN DAN LANGKAH PENYELESAIAN ... 11 IV DAYA SERAP KEUANGAN ... 12 V RENCANA KEBERLANJUTAN PROGRAM ... 12 VI LAMPIRAN ...

1. Peta lokasi pelaksanaan program KKN PPM

2. Rencana monitoring dan evaluasi

3. Rincian pembiayaan

4. Daftar Mahasiswa Peserta KKN-PPM

5. Biodata penanggung jawab dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)

yang diusulkan.

6. Dokumentasi kegiatan

(4)

I. DESKRIPSI KEGIATAN A. Judul

Model Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Yang Miskin Melalui

Pemberdayaan Masyarakat

B. Lokasi

Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat.

C. Bidang Kegiatan Program KKN PPM

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan

D. Latar Belakang

Anak Berkebutuhan Khusus (Anak Cacat) mempunyai hak untuk memperoleh

pendidikan yang sama dengan anak normal. Hal tersebut telah dinyatakan dalam

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 tentang Hak dan Kewajiban

Warga Negara bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapat kesempatan

meningkat kan pendidikan sepanjang hayat, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus

(ABK).

Kerangka aksi mengenai Pendidikan Kebutuhan Khusus (Unesco, 1994)

mengakui prinsip bahwa sekolah seyogyanya mengakomodasi semua anak tanpa

memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, emosi, linguistik ataupun

kondisi-kondisi lainnya. Ini seyogyanya mencakup anak cacat dan anak berbakat, anak

jalanan dan anak kaum buruh, anak dari penduduk terpencil, anak dari keluarga

miskin, pengembara, anak dari kelompok masyarakat minoritas secara linguistik,

(5)

Penyelenggaraan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ternyata

membutuhkan biaya yang sangat mahal, untuk mengakselerasi belajarnya baik

untuk melengkapi ruangan dan sarananya serta alat-alat bantu yang diperlukan.

Pendidikan yang mahal tersebut sudah barang tentu tidak akan terjangkau oleh

anak berkebutuhan khusus yang miskin dan di daerah terpencil, sehingga mereka

banyak yang tidak bersekolah.

Hal tersebut merupakan masalah, disatu sisi anak berkebutuhan khusus harus

bersekolah (Wajib belajar), namun disisi lain anak berkebutuhan khusus yang

miskin tidak dapat bersekolah karena biaya pendidikan yang mahal. Masalah ini

ternyata dialami oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang miskin di Kecamatan

Sukanagara Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Solusi dari masalah ini dapat dilakukan dengan cara memberdayakan

masyarakat yang peduli. Karena masyarakat berhak berperan serta dalam

perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan.

Disamping itu, masyarakat juga berkewajiban memberikan dukungan sumber daya

dalam penyelenggaraan pendidikan.

Tampaknya masyarakat di Kecamatan Sukanagara mempunyai potensi yang

dapat diberdayakan untuk mendidik anak berkebutuhan khusus yang miskin di

daerahnya.

Berdasarkan hasil penjaringan mahasiswa PLB FIP UPI dalam kegiatan PPM

tahun 2007 di Kecamatan Sukanagara terdapat 66 anak berkebutuhan khusus yang

tidak dapat sekolah karena miskin. Agar dapat sekolah, solusinya masyarakat perlu

(6)

menulis, berhitung, keterampilan dasar, dan aktivitas kegiatan hidup sehari-hari

pada anak berkebutuhan khusus.

Dalam kegiatan KKN PPM ini para mahasiswa UPI yang terdiri dari mahasiswa

jurusan PLB, PLS, dan MRL, sebanyak 30 orang diterjunkan ke Kecamatan

Sukanagara untuk memberikan pelatihan pada masyarakat tentang pendidikan anak

berkebutuhan khusus. Dengan demikian diharapkan masyarakat nanti dapat

mendidik anak berkebutuhan khusus yang miskin di daerahnya.

Kegiatan KKN PPM ini bermitra dengan Depdiknas, sedangkan kelompok

masyarakat yang menjadi sasaran adalah para tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK dan

Posyandu, para guru dan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan anak

berkebutuhan khusus yang miskin di daerahnya.

E. Tujuan

Tujuan yang akan dicapai melalui kegiatan ini adalah agar:

1. Mahasiswa meningkat kepeduliannya terhadap pendidikan anak berkebutuhan

khusus yang miskin.

2. Mahasiswa dapat melatih kader yang ada di masyarakat untuk memberikan

pendidikan pada anak berkebutuhan khusus yang miskin di daerahnya.

3. Masyarakat dapat mengajar membaca, menulis dan berhitung pada anak

berkebutuhan khusus yang miskin di daerahnya.

4. Masyarakat dapat mengajar keterampilan dasar pada anak berkebutuhan khusus

yang miskin di daerahnya.

5. Masyarakat dapat mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari pada anak

(7)

6. Mahasiswa dapat mengatasi masalah pendidikan anak berkebutuhan khusus

yang miskin melalui pemberdayaan masyarakat.

7. Mahasiswa dapat merencanakan pelatihan kader.

8. Memperoleh mitra kerja yaitu Depdiknas.

F. Hasil Yang Diharapkan

Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:

1. Menemukan model pendidikan anak berkebutuhan khusus yang miskin melalui

pemberdayaan masyarakat.

2. Terbinanya kader pendidikan anak berkebutuhan khusus di masyarakat.

3. Peningkatan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan anak berkebutuhan

khusus yang miskin di daerahnya.

4. Terwujudnya pembelajaran pemberdayaan masyarakat.

II. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN A. Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM

Kegiatan KKN PPM ini dilaksanakan di 4 desa dalam Kecamatan Sukanagara,

yaitu : desa Sukarame, Sukamekar, Sukanagara dan Gunung Sari. Kegiatan dimulai

tanggal 21 Oktober 2008 dan berakhir tanggal 21 Nopember 2008. Rincian dari

kegiatannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Persiapan

Persiapan dimulai dari kampus UPI dengan memberikan pembekalan pada

mahasiswa KKN PPM tentang materi-materi yang akan dilatihkan pada masyarakat,

(8)

aktivitas kehidupan sehari-hari pada anak berkebutuhan khusus. Karena di

Sukanagara ada anak tunanetra dan tunarungu, maka mahasiswa juga dibekali

dengan cara mengajarkan tulisan braille dan bahasa isyarat.

Mempersiapkan alat-alat peraga dan alat bantu yang akan digunakan dan

persiapan perlengkapan untuk tinggal di desa beserta perijinannya. Mahasiswa

dibagi menjadi 4 kelompok untuk tinggal di 4 desa, desa Sukanagara terdiri dari 7

mahasiswa, desa Sukamekar terdiri dari 7 mahasiswa, desa Sukarame terdiri dari 8

mahasiswa dan desa Gunung Sari terdiri dari 8 mahasiswa.

Acara pelepasan dan berangkat ke desa bersama-sama dosen pembimbing

lapangan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2008. Tiba di Kecamatan disambut

oleh Bapak Camat beserta semua stafnya dan langsung diserahkan ke Kepala Desa

masing-masing untuk ditempatkan di desanya.

Selama 2 hari digunakan untuk observasi dan sosialisasi program. Dari hasil

observasi dapat diketahui kondisi lokasi masing-masing desa yang akan digunakan

kegiatan, dan dari hasil sosialisasi program dapat diketahui pemahaman masyarakat

terhadap kegiatan KKN PPM.

2. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dimulai dengan mengadakan pelatihan pada masyarakat tentang cara

mengajar calistung dengan metode VAKT, keterampilan dasar, dan kegiatan hidup

sehari-hari, serta menulis braille dengan riglet dan bahasa isyarat. Pelatihan

diberikan teorinya terlebih dahulu, kemudian diteruskan dengan simulasi sesama

kader. Selanjutnya praktek langsung mengajar pada anak berkebutuhan khusus

(9)

pelaksanaan sesuai kesepakatan bersama. Berikut ini ringkasan pelaksanaan

kegiatan inti yang dilakukan mahasiswa:

No Nama Pekerjaan Program Volume

(JKEM)

1 Observasi lokasi -mendata ABK

-mendata kader

6 x 2 6 x 2

2 Sosialisasi program -mengunjungi orangtua

ABK

Total volume kegiatan 144 x 30

Total volume kegiatan 4320

3. Evaluasi

Untuk mengetahui tingkat pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam

mengajar anak berkebutuhan khusus, maka evaluasi dilaksanakan saat proses

simulasi berlangsung dan saat mengajar anak berkebutuhan khusus (evaluasi

(10)

B. Hasil Kegiatan

Untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dengan cara

membandingkan kemampuan kader dalam mengajar calistung, keterampilan dasar,

dan kegiatan hidup sehari-hari, sebelum diberikan pelatihan dan setelah diberikan

pelatihan. Dibawah ini diuraikan kemampuan masing-masing kader pada setiap

desa, sebelum diberikan pelatihan.

1. Kemampuan kader di desa Sukamekar

Jumlah masyarakat yang menjadi kader di desa Sukamekar ada 7 orang, yang terdiri

dari 4 orang ibu rumah tangga dan 3 orang guru SD.

a. Kemampuan dalam mengajar calistung

Kader yang terdiri dari ibu rumah tangga rata-rata belum mampu mengajar

calistung secara benar. Sedangkan kader yang terdiri dari guru-guru SD pada

umumnya sudah dapat namun belum menggunakan metode VAKT seperti yang

dilatihkan oleh mahasiswa.

b. Kemampuan dalam mengajar keterampilan dasar

Semua kader baik para ibu rumah tangga maupun para guru belum tahu bahwa

cara mengajar keterampilan dasar anak berkebutuhan khusus dilakukan dengan

analisis tugas, yaitu satu kegiatan misalnya membuat amplop dapat dilakukan

oleh beberapa anak. Satu anak tugasnya membuat polanya saja sesuai dengan

kemampuannya, satu anak bagian menggunting saja sesuai dengan pola, anak

yang lain bagian melipat saja, dan yang lainnya lagi bagian mengelem.

Selama ini mereka mengajarkan keterampilan dasar dalam satu kegiatan secara

(11)

c. Kemampuan dalam mengajar aktivitas hidup sehari-hari

Kader yang terdiri dari para ibu rumah tangga telah biasa mengajarkan aktivitas

hidup sehari-hari pada anak, namun belum mengajarkan kemandirian anak

dalam melaksanakan, anak banyak dibantu dalam melaksanakannya karena

menganggap anak berkebutuhan khusus tidak mampu atau kasihan.

Para kader belum memahami penggunaan alat bantu yang dimodivikasi untuk

memudahkan anak dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Sedangkan

kader yang terdiri dari guru SD di sekolah tidak mengajarkan kegiatan hidup

sehari-hari karena memang tidak ada mata pelajarannya.

2. Kemampuan kader di desa Sukanagara

Jumlah kader di desa Sukanagara ada 7 orang yang terdiri dari 5 ibu rumah

tangga dan 2 wiraswasta.

a. Kemampuan kader dalam mengajar calistung

Semua kader belum mampu mengajar calistung pada anak berkebutuhan khusus

apalagi dengan menggunakan metode VAKT.

b. Kemampuan kader dalam mengajar keterampilan dasar

Semua kader belum memahami bahwa dalam membuat sesuatu misalnya

membuat kue dapat dilakukan oleh beberapa anak. Yang satu anak bagian

mengadoni, yang satu lagi bagian mencetak, dan lainnya bagian memanggang

dilakukan sesuai dengan kemampuannya. Mereka menganggap bahwa

pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan oleh anak berkebutuhan khusus,

sehingga anak tidak pernah diajari.

(12)

Semua kader telah mengajarkan kegiatan hidup sehari-hari terutama pada

anaknya sendiri, namun belum mampu mengajarkan kemandiriannya. Apalagi

mengajarkan kemandirian dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari pada

anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan alat bantu mereka semua

masih awam.

3. Kemampuan kader di desa Sukarame

Jumlah kader di desa Sukarame seluruhnya berjumlah 8 orang, yang terdiri dari

6 orang ibu rumah tangga dan 2 orang buruh tani.

a. Kemampuan kader dalam mengajarkan calistung

Semua kader belum mampu mengajarkan calistung secara benar pada anak

berkebutuhan khusus, apalagi dengan menggunakan metode VAKT.

b. Kemampuan kader dalam mengajarkan keterampilan dasar

Ada dua kader yang dapat mengajarkan keterampilan dasar pada anak, namun

mereka tidak tahu bahwa keterampilan dasar tersebut dapat dilakukan oleh

beberapa anak.

c. Kemampuan kader dalam mengajarkan aktivitas hidup sehari-hari

Semua kader belum mampu mengajarkan kegiatan hidup sehari-hari pada anak

berkebutuhan khusus. Mereka hanya dapat mengajarkan pada anaknya sendiri

yang normal secara alamiah.

4. Kemampuan kader di desa Gunung Sari

Jumlah kader yang ada di desa Gunung Sari sebanyak 8 orang, yang terdiri dari

1 orang guru TK, 2 orang guru SD, dan 5 orang ibu rumah tangga.

(13)

Dalam mengajar calistung para guru telah biasa mengajarkan pada muridnya,

tetapi belum mampu menggunakan metode VAKT. Sedangkan kader yang

terdiri dari ibu rumah tangga sama sekali belum mampu menggunakan metode

VAKT.

b. Kemampuan kader dalam mengajar keterampilan dasar

Semua kader belum mampu mengajar keterampilan dasar pada anak

berkebutuhan khusus dengan analisis tugas. Apalagi anak-anaknya di daerah ini

banyak yang berat kecacatannya.

c. Kemampuan kader dalam mengajar kegiatan hidup sehari-hari

Semua kader telah dapat mengajarkan kegiatan hidup sehari-hari pada anaknya

sendiri dan pada muridnya, namun belum mampu mengajarkan pada anak

berkebutuhan khusus terutama cara mengajarkan kemandiriannya dengan

menggunakan alat-alat bantu.

Setelah diketahui kemampuan kader sebelum diberikan pelatihan, maka dilakukan

pelatihan selama 3 minggu oleh mahasiswa tentang cara mengajar calistung,

keterampilan dasar, dan kegiatan hidup sehari-hari pada anak berkebutuhan khusus.

Dari hasil evaluasi proses ditemukan bahwa sekarang para kader sudah mulai

mampu mengajar calistung dengan metode VAKT, keterampilan dasar, dan

kegiatan hidup sehari-hari, serta menulis braille dan bahasa isyarat pada anak

berkebutuhan khusus. Yang tadinya belum mampu sekarang sudah mulai mampu.

Hal ini dibuktikan dalam simulasi dan praktek langsung mengajar anak

berkebutuhan khusus.

(14)

Jenis Program Lokasi Kader Tingkat

Desa Sukarame Sudah mampu

Desa Sukanagara Cukup mampu

Beberapa masalah yang dihadapi dalam pelatihan masyarakat/kader adalah:

1. Jarak tempat tinggal kader dengan tempat pelatihan (kelurahan) yang jauh dan jarak

tempat tinggal anak berkebutuhan khusus. Sehingga memerlukan biaya transpor

yang mahal dan anak keburu capai ditambah lagi dengan musim hujan.

2. Kesadaran masyarakat masih kurang terhadap pentingnya pendidikan anak, terlebih

pada anak berkebutuhan khusus.

3. Orang tua anak berkebutuhan khusus yang kebanyakan bekerja sebagai buruh tani

kurang mendukung dalam pendidikan anaknya karena mereka sibuk bekerja sampai

sore hari.

(15)

Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, maka langkah-langkah penyelesaian yang

ditempuh adalah sebagai berikut:

1. Pada kader yang tinggalnya jauh dari tempat pelatihan terus dimotivasi agar tetap

bersedia mengikuti pelatihan, sedangkan anak berkebutuhan khusus diberikan

bantuan transpor dan atau dijemput.

2. Masyarakat yang belum menyadari pentingnya pendidikan anak berkebutuhan

khusus diberikan pengetahuan dan penyuluhan tentang pendidikan anak

berkebutuhan khusus agar memahami dan menyadari tanggung jawabnya sebagai

orang tua.

3. Para orang tua yang bekerja pulangnya sore, maka kader dan mahasiswa yang

mendatangi rumahnya ke desa, untuk mengajarkan ke-3 materi pelatihan.

IV. DAYA SERAP KEUANGAN: Terlampir

V. RENCANA KEBERLANJUTAN PROGRAM

Dengan hasil yang diperoleh seperti tersebut di atas, maka rencana kerja jangka

panjang dari program ini adalah sebagai berikut:

1. Dibentuknya kelompok belajar anak berkebutuhan khusus di setiap desa karena

masyarakat/kader setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan tampak antusias dan

lebih peduli pada pendidikan anak berkebutuhan khusus.

2. Dirintis untuk mendirikan SLB (Sekolah Luar Biasa), karena ada seorang kepala

desa yang telah menyediakan lahannya untuk didirikan SLB di desa.

(16)
(17)
(18)
(19)

Lampiran 04

8 Arif Wibawanto 054997 PLB FIP Desa Sukanagara

9 Ilham Jauhari 0606502 PLS FIP Desa Sukanagara

10 Ahmad Fajri 0607550 PLB FIP Desa Sukanagara

11 Irvanny MS 0607051 PLB FIP Desa Sukanagara

12 Nera Nurlayinah 0607473 PLB FIP Desa Sukanagara

13 Tiara L Intany 0607071 PLB FIP Desa Sukanagara

14 Nanda Dwi S 0608790 MRL FPIPS Desa Sukanagara

15 Ripan Lismana 0607411 PLB FIP Desa Gunungsari

16 Fitri Muflihah 0607476 PLB FIP Desa Gunungsari

17 Hana Haniefan L 0607079 PLB FIP Desa Gunungsari

18 Lidia Sari 0602226 PLB FIP Desa Gunungsari

19 Jaka Hendra 054779 PLB FIP Desa Gunungsari

20 N.A Indriawati 0606350 PLS FIP Desa Gunungsari

21 Sangki Arif 0607553 PLB FIP Desa Gunungsari

22 Subandi 034869 PLB FIP Desa Gunungsari

23 Jundan 0607189 PLB FIP Desa Sukamekar

24 M. Syafawi 0607406 PLB FIP Desa Sukamekar

25 Wily Chandra 0607330 PLB FIP Desa Sukamekar

26 Eva Novianti 0607332 PLB FIP Desa Sukamekar

27 Iyam Muflihah 0607555 PLB FIP Desa Sukamekar

28 Elsa Selfiany 0607560 PLB FIP Desa Sukamekar

29 Yuni Meilani 0606732 PLB FIP Desa Sukamekar

(20)

CURRICULUM VITAE KETUA PELAKSANA

1. Nama : Dra. Sri Widati, M.Pd.

2. NIP : 131 663 900

3. Tempat/ Tgl lahir : Sragen, 14 Oktober 1954

4. Prodi/Fak/PT : PLB/FIP/UPI

5. Alamat Kantor : Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung

Alamat Rumah : Jl. Ciburuy No. 8 Moh.Toha Bandung 20455 Telp. 022 5211837

6. Pendidikan:

No Nama PT dan Lokasi Gelar Tahun selesai Bidang Studi

1. IKIP Bandung Dra. 1986 PLB

2. UPI Bandung M.Pd 1999 BP

7. Pengalaman Penelitian yang terkait (3 tahun terakhir) :

No Judul Tahun Kedudukan

1. Peningkatan Prestasi Belajar MMP Anak

Berkesulitan Belajar Melalui Strategi

Pemb. Kooperatif dengan Metode VAKT

di SD Permata Hijau Rancaekek Kab. Bdg

2007 Ketua Peneliti

2. Peningkatan Kemampuan Koordinasi

Motorik Anak Autis Melalui Pengajaran

Terstruktur dengan Metode TEACCH

2006 Ketua Peneliti

8. Pengalaman PPM yang terkait (3 tahun terakhir) :

No Judul Tahun Kedudukan

1. Pelatihan Tentang Cara Mengidentifikasi

dan Menangani Anak Berkesulitan Belajar

2006 Ketua

2. Pelatihan Penerapan Metode VAKT

dalam Pengajaran Membaca Menulis

Permulaan

(21)

9. Pengalaman Profesional serta Kedudukan saat ini :

No Institusi Jabatan Periode Kerja

1. YPAC Bandung Ketua Pengurus

Pendidikan

2008-1013

10. Publikasi Ilmiah yang terkait (3 tahun terakhir) :

No Judul Publikasi Nama Jurnal Tahun Terbit

1. Penerapan Teknik Tri-Fokus Steve

Snyder dalam Meningkatkan

Kemampuan Membaca Anak Tunadaksa

Edutech 2008

2. Bimbingan Belajar Bagi Anak Cerebral

Palsy di SLB-D YPAC Bandung

Jassy 2007

Bandung, 25 Nopember 2008

Dra. Sri Widati, M.Pd

(22)

CURRICULUM VITAE

1. Nama : Drs. Sunaryo, M.Pd

2. NIP : 131 472 347

3. Tempat/ Tgl lahir : Pangkal Pinang, 22 Juli 1956

4. Prodi/Fak/PT : PLB/FIP/UPI

5. Alamat Kantor : Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung

Alamat Rumah : Jl. Cilimus No.18 Rt.07 Rw.06 Bandung Telp. 022-2011657

6. Pendidikan:

No Nama PT dan Lokasi Gelar Tahun selesai Bidang Studi

1. IKIP Bandung Drs. 1985 PLB

2. UPI Bandung M.Pd 1997 PLS

7. Pengalaman Penelitian yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Tahun Kedudukan

1. Belajar Bermakna Mahasiswa dan

Meningkatkan Motivasi

2006 Ketua

2. Intervensi Dini Bagi Anak

Berkebutuhan Khusus

2007 Ketua

8. Pengalaman PPM yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Tahun Kedudukan

1. Pelatihan Deteksi Dini Anak

Berkebutuhan Khusus bagi Guru

SD Kota Bandung

(23)

9. Pengalaman Profesional serta Kedudukan saat ini :

No. Institusi Jabatan Periode Kerja

1. UPI Bandung Ketua Jurusan PLB 2007-2010

2. Yayasan Waliwis Putih Ketua Pendidikan 2005-2010

10. Publikasi Ilmiah yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Publikasi Nama Jurnal Tahun Terbit

1. Peranan Orang tua dalam

Memandirikan Anak Tunagrahita

Pasca Sekolah

Jassy 2006

Bandung, 25 Nopember 2008

Drs. Sunaryo, M.Pd

(24)

CURRICULUM VITAE

1. Nama : DR. Juang Sunanto, M.Ed

2. NIP : 131 664 391

3. Tempat/ Tgl lahir : Rembang, 15 Mei 1961

4. Prodi/Fak/PT : PLB/FIP/UPI

5. Alamat Kantor : Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung

Alamat Rumah : Jl. Kolonel Enjo M. No.14 Kedung Badak Bogor

Telepon/ HP : 0251-332627/ 08174835771

6. Pendidikan:

No. Nama PT dan Lokasi Gelar Tahun Selesai Bidang Studi

1. IKIP Bandung Drs. 1986 PLB

2. Jepang M.Ed 1990 PLB

3. Jepang P.hD 1994 PLB

7. Pengalaman Penelitian yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Tahun Kedudukan

1. Media Pembelajaran Adaptif

untuk Anak Berkebutuhan Khusus

2007 Ketua

8. Pengalaman PPM yang terkait (3 tahun terakhir) :

(25)

9. Pengalaman Profesional serta Kedudukan saat ini :

No. Institusi Jabatan Periode Kerja

1. YPAC Bandung Pengurus

Pendidikan

2005-2008

10. Publikasi Ilmiah yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Publikasi Nama Jurnal Tahun Terbit

1. Protextive Reflex dalam

Penggunaan Tongkat pada Anak

Tunanetra

Pedagogia 2007

Bandung, 25 Nopember 2008

DR. Juang Sunanto, M.Ed

(26)

CURRICULUM VITAE

1. Nama : Drs. Nandi Warnandi, M.Pd

2. NIP : 131 416 658

3. Tempat/ Tgl lahir : Ciamis, 1962

4. Prodi/Fak/PT : PLB/FIP/UPI

5. Alamat Kantor : Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung

Alamat Rumah : Komplek Bumi Panyileukan Blok C 13 No.20 Cibiru Bandung

Telp. 022-7808938

6. Pendidikan:

No. Nama PT dan Lokasi Gelar Tahun Selesai Bidang Studi

1. IKIP Bandung Drs. PLB

2. UPI Bandung M.Pd Kurtek

7. Pengalaman Penelitian yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Tahun Kedudukan

1. Pengembangan Model

Pengembangan Diri Anak

Tunalaras

2007 Ketua

8. Pengalaman PPM yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Tahun Kedudukan

1. Pelatihan pada Guru-guru SD

tentang Penerapan Metode VAKT

pada Anak Berkesulitan MMP dan

Matematika di Rancaekek Kab.

Bandung

(27)

9. Pengalaman Profesional serta Kedudukan saat ini :

No. Institusi Jabatan Periode Kerja

1. UPI Bandung Sekertaris Jurusan

PLB

2007-2010

10. Publikasi Ilmiah yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Publikasi Nama Jurnal Tahun Terbit

1. Pembelajaran Bahasa yang Efektif

untuk Meningkatkan Keterampilan

Berbahasa Anak Tunalaras

Edutech 2007

Bandung, 25 Nopember 2008

Drs. Nandi Warnandi, M.Pd

(28)

CURRICULUM VITAE

1. Nama : dr. Euis Heryati

2. NIP : 132 314 130

3. Tempat/ Tgl lahir : Bandung, 13 Nopember 1977

4. Prodi/Fak/PT : PLB/FIP/UPI

5. Alamat Kantor : Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung

Alamat Rumah : Jl. Ters. Kopo KM 11 Bojong Buah Rt 03/03 Katapang Bdg

6. Pendidikan:

No. Nama PT dan Lokasi Gelar Tahun Selesai Bidang Studi

1. UNPAD Bandung S.Ked 2000 Kedokteran

2. UNPAD Bandung dr. 2003 Kedokteran

7. Pengalaman Penelitian yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Tahun Kedudukan

1. Kontribusi Media Video terhadap

Kemampuan Menyimak Anak

8. Pengalaman PPM yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Tahun Kedudukan

1. Pelatihan Deteksi Dini Gangguan

Tumbuh Kembang Anak di Dago

Bandung

2006 Anggota

2. Penyuluhan kepada Guru-guru SD

tentang Penanganan Anak

Berkesulitan Belajar di Kec.

Cibitu Garut

(29)

9. Pengalaman Profesional serta Kedudukan saat ini :

No. Institusi Jabatan Periode Kerja

10. Publikasi Ilmiah yang terkait (3 tahun terakhir) :

No. Judul Publikasi Nama Jurnal Tahun Terbit

1. Memahami Hakikat Anak

denganGangguan Pemusatan

Perhatian dengan Hiperaktivitas

(GPPH)

Edukids 2006

2. Kontribusi Media Video terhadap

Kemampuan Menyimak Anak

ADHD

Edutech 2007

Bandung, 25 Nopember 2008

dr. Euis Heryati

(30)

Lampiran 06. Dokumentasi Kegiatan

Pembukaan Kegiatan Pembekalan Mahasiswa Peserta KKN PPM Oleh Ketua LPPM UPI di Kampus UPI Bandung

(31)

Kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN PPM di Kampus UPI Bandung

(32)

Kedatangan Para Peserta KKN PPM di Kecamatan Sukanagara

(33)

Pertemuan Mahasiswa KKN PPM dengan para Kader di Desa Sukamekar-Cianjur

\

(34)

Mahasiswa KKN PPM sedang Melatih Kader Mengajar ABK Di Desa Sukamekar

(35)

Mahasiswa KKN PPM sedang Memperagakan Pemakaian Alat Bantu untuk Anak Tunadaksa di Desa Sukanagara

(36)

Mahasiswa KKN PPM sedang Mengumpulkan Anak Berkebutuhan Khusus didampingi oleh Pak Kades Sukarame

(37)

Kader Di Desa Gunungsari sedang Mengajar Anak Tunagrahita

(38)

Acara Penutupan Kegiatan KKN PPM di Kantor Kecamatan Sukanagara Kab. Cianjur

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : KKN PPM Kemampuan Kader