• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Kuliah Kependudukan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahan Kuliah Kependudukan"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

KULIAH MINGGU KE 2   

ALAT DEMOGRAFI

JUMLAH

Merupakan angka mutlak dari populasi atau kejadian demografi yang terjadi di lokasi tertentu dan periode tertentu.

Contoh :

1 200 500 lahir hidup terjadi di Jepang tahun 1997.

Angka mentah ini merupakan basis/ dasar untuk stastistik dan analisis kependudukan.

Rate (ANGKA)

Frekuensi dari kejadian demografi pada populasi selama periode tertentu (biasanya 1 tahun) dibagi dengan jumlah penduduk dengan resiko kejadian tersebut selama periode waktu tertentu.

Sebagai contoh:

Di Papua New Guinea terdapat 34 lahir hidup per 1000 penduduk.

Rate/ angka dinyatakan per 1000 penduduk.

Crude rate (angka kasar) menyatakan untuk keseluruhan populasi.

Specific rate (angka spesifik) menyatakan untuk satu sub kelompok dalam populasi , lebih mendekati populasi yang beresiko dengan kejadian. Contoh: angka fertilitas umum adalah jumlah dari kelahiran per 1000 wanita usia 15-49 tahun. Karena itu, angka spesifik dapat berdasrkan spesifik jenis kelamin, spesifik ras, spesifik pekerjaan dsbnya.

             

(2)

   

 

   

   

(3)
(4)

Mata Kuliah Kependudukan (3 sks)

Penilaian

• Kehadiran & kedisiplinan = 10%; • PR dan KUIS = 10%

• UTS= 30%; • UAS = 30%; • Tugas = 20%

Buku

Haupt A & Kane TT. 2004. Population Handbook, 5th edition. Population Reference Bureau. www.prb.org

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI. 1980. Buku Pegangan Bidang Kependudukan. Jakarta: Lembaga Demografi FE UI.

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI. 2004. Dasar-dasar Demografi. Jakarta: Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Lucas D, Mc Donald P, Young E & Young C. 1984. Pengantar Kependudukan. Diterjemahkan oleh Sumanto NB & Saladi R. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press.

Rusli S. 1985. Pengantar Ilmu Kependudukan. Jakarta: LP3ES. Tarigan R. 2005. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: Bumi

Aksara.(Bab 8 hal 185-215)

(5)

Daftar Materi

I. Pendahuluan II. Penduduk Dunia

III. Ukuran dasar kependudukan

IV. Distribusi, Komposisi dan Piramida Penduduk V. Proyeksi Penduduk

VI. Kependudukan untuk Perencanaan

VII. Fertilitas, Mortalitas, Migrasi, Angkatan Kerja VIII. Penduduk dan Urbanisasi

Tugas

Menyusun laporan dengan judul Profil dan Proyeksi Penduduk Kota X. Tugas untuk kelompok dengan anggota dua sampai tiga orang. Laporan dipresentasikan. Laporan dikumpulkan pertengahan November 2009. Bandung, September 2009

Dosen mk Kependudukan Lia Warlina

Email : [email protected]

(6)

ILMU

 

KEPENDUDUKAN:

 

l

d

Analisis dengan tujuan:

1 Memperoleh informasi dasar tentang 1. Memperoleh informasi dasar tentang distribusi penduduk, karakteristik dan perubahan‐perubahannya;

perubahan perubahannya;

2. Menerangkan sebab‐sebab perubahan;

3 M li i k k i (2)

(7)

demografi

demografi

• Studi ilmiah tentang penduduk (manusia)Studi ilmiah tentang penduduk (manusia), 

tentang jumlah, struktur dan perkembangannya

perkembangannya.

• Studi matematik dan statistik terhadap

(8)

Pelopor ilmu kependudukan (Robert

 

h

l h

)

Thomas

 

Malthus)

• The principle of population : ada 2 postulat:The principle of population : ada 2 postulat:

1. Pangan dibutuhkan oleh manusia

2 Kebutuhan nafsu seksual antar jenis kelamin 2. Kebutuhan nafsu seksual antar jenis kelamin

tetap sepanjang masa

• Berdasarkan postulat tersebut jika tidak ada • Berdasarkan postulat tersebut, jika tidak ada

pengekangan kecenderungan pertambahan,  jumlah manusia akan lebih cepat dari

(9)

Dinamika Penduduk

Dinamika Penduduk

• Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangane tu bu a pe dudu ada a ese ba ga

yang dinamis antara kekuatan‐kekuatan yang  menambah dan kekuatan‐kekuatan yang 

l h d d k mengurangi jumlah penduduk .

• Penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi

l hi ( b h j l h)

yang lahir (menambah jumlah), secara. 

bersamaan akan dikurangi oleh jumlah kematian (pada semua gol umur)

(pada semua gol umur)

• Migrasi: “imigran” (pendatang) akan menambah; 

(10)

Komponen pertumbuhan penduduk

Komponen pertumbuhan penduduk

• Kelahiran (fertilitas)Kelahiran (fertilitas)

• Kematian (mortalitas)

i i ( i i k)

• In‐migration (migrasi masuk)

(11)

Selisih

Selisih

• Selisih kelahiran dan kematian : “reproductiveSelisih kelahiran dan kematian :  reproductive 

change” (perubahan reproduktif) atau natural  increase (pertumbuhan alamiah)

increase (pertumbuhan alamiah).

• Selisih In‐migration dan out‐migration : “net 

(12)

Pertumbuhan penduduk, dipengaruhi:

Pertumbuhan penduduk,

 

dipengaruhi:

• Perubahan reproduksiPerubahan reproduksi

(13)

Formula

Formula

• Pt=Po+(B‐D)+(Mi‐Mo)Pt Po (B D) (Mi Mo) • Dimana: 

• Po: jumlah penduduk tahun dasar (0) • Po: jumlah penduduk tahun dasar (0)

• Pt: jumlah penduduk tahun sesudahnya (t)

B k l hi d j k kt (t 0)

• B : kelahiran pada jangka waktu (t‐0) 

• D : kematian pada jangka waktu (t‐0)

• Mo : migrasi keluar pada jangka waktu (t‐0)

(14)

model

model

MIGRASI MIGRASI

POSITIF NEGATIF NOL

M>F N, T, S T T

M F N, T, S T T

M<F N N, T, S N

M=F N T S

M F N T S

Keterangan: Keterangan:

M= mortalitas (kematian) F= fertilitas (kelahiran)

(15)
(16)

fertilitas

fertilitas

• Kemampuan riil seorang wanita untukKemampuan riil seorang wanita untuk

melahirkan, yang dicerminkan dengan jumlah bayi yang dilahirkan

bayi yang dilahirkan.

• Ukuran:

A k k l hi k ( d bi th t )

– Angka kelahiran kasar (crude birth rate)

– Angka kelahiran menurut umur (age specific  fertility rate)

fertility rate)

(17)

Angka kelahiran kasar (CBR)

Angka kelahiran kasar (CBR)

B B

• CBR = ‐‐‐ k

P

(18)

Angka kelahiran menurut umur

Angka kelahiran menurut umur

Bx Bx

• ASFRx = ‐‐‐‐‐‐ k

f Pfx

• X = umur wanita dalam kelompok umur 5 thn‐an (15‐19……45‐49)

• Bx = jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur x

(19)

Angka fertilitas total

Angka fertilitas total

45‐49

TFR

 

=

 

5

 

Σ

ASFR

(20)

Mortalitas

Mortalitas

(21)

Angka kematian kasar (CDR)

Angka kematian kasar (CDR)

D D

• CDR = ‐‐‐‐ k

P P

D= jumlah kematian D  jumlah kematian

P= jumlah penduduk pada pertengahan tahun k = konstanta (1000)

(22)

Angka kematian menurut umur (ASDR)

Angka kematian menurut umur (ASDR)

• Angka yang menyatakan banyaknya kematianAngka yang menyatakan banyaknya kematian

pada kelompok umur tertentu per 1000 

penduduk dalam kelompok umur yang sama penduduk dalam kelompok umur yang sama

Dx

• ASDRx = k • ASDRx =‐‐‐‐‐‐‐ k

Px

Dx=jumlah kematian dlm kel. Umur x (0‐14, 15‐19 dst)

(23)

MIGRASI

MIGRASI

• Perpindahan penduduk yang relativePerpindahan penduduk yang relative 

permanen

• Angka migrasi netto: • Angka migrasi netto:

Banyaknya migrasi masuk‐banyaknya migrasi keluar

k

‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ .k

(24)
(25)

3 fenomena

3

 

fenomena

• Dinamikia penduduk (change of population)Dinamikia penduduk (change of population)

• Komposisi penduduk (population 

composition) composition)

• Besar dan persebaran penduduk (size & 

l i di ib i )

(26)

Komposisi penduduk,

 

tujuan

l

k

pengelompokan:

• Untuk mengetahui “human resources” yangUntuk mengetahui human resources  yang 

ada menurut umur maupun jenis kelamin,

• Untuk mengambil kebijakan (policy) yangUntuk mengambil kebijakan (policy) yang 

berhubungan dengan kependudukan;

• Untuk membandingkan keadaan pendudukUntuk membandingkan keadaan penduduk

suatu wilayah dengan wilayah lainnya.

• Melalui penggambaran piramida pendudukMelalui penggambaran piramida penduduk

dapat diketahui “proses demografi” yang telah

(27)

Komposisi penduduk,

 

berdasarkan

d kl

f k

k

ciri2

 

tertentu diklasifikasikan :

• Biologis meliputi : umur dan jenis kelaminBiologis, meliputi : umur dan jenis kelamin.

• Sosial, a.l.: tingkat pendidikan, status 

perkawinan perkawinan

• Ekonomi : penduduk berdasarkan lapangan

k j j i k j i k

pekerjaan, jenis pekerjaan, tingkat

pendapatan

• Geografis, berdasarkan tempat tinggal, 

(28)

Komposisi penduduk menurut umur

d

k l

dan jenis kelamin

• Merupakan karakteristik pokok,e upa a a a te st po o ,

• Mempunyai pengaruh penting terhadap tingkah

laku demografis dan sosial ekonomi,g

• Distribusi umur : umur satu tahunan, umur lima 

tahunan

• Contoh:

• Umur satu tahunan: umur lima tahunan:

0 0‐4

1 5‐9

(29)

Komposisi penduduk berdasarkan ciri

l

ciri sosial

• Komposisi penduduk menurut tingkatKomposisi penduduk menurut tingkat

pendidikan, tercermin pada:

– Kepandaian membaca dan menulis (literacy) – Kepandaian membaca dan menulis (literacy) – Tingkat pendidikan yang ditamatkan

– Angka buta huruf = illiteracy rateÆ

Banyaknya penduduk usia 10 tahun ke atas yang buta huruf Banyaknya penduduk usia 10 tahun ke atas yang buta huruf

(30)

Komposisi penduduk menurut status

 

k

perkawinan

• Berdasarkan status perkawinannya pendudukBerdasarkan status perkawinannya, penduduk

berumur 10 tahun ke atas dikelompokan ke

dalam: dalam:

– Belum kawin Kawin

– Kawin – Cerai

(31)

Komposisi penduduk berdasarkan ciri

k

ciri ekonomi:

• lapangan pekerjaanlapangan pekerjaan

• Jenis pekerjaan

S k j

• Status pekerjaan

(32)

Single age (Umur tunggal); Sex ratio;

Dependency ratio; Median age;

KONSEP, DEFINISI & UKURAN

Median age;

(33)

Umur tunggal

Umur tunggal

• Umur seseorang yang dihitung berdasarkanUmur seseorang yang dihitung berdasarkan

hari ulang tahun terakhirnya; contoh:

• Bila umur Jhony sekarang 11 5 tahunBila umur Jhony sekarang 11,5 tahun…

• Maka, berdasarkan pengertian tsb, umurnya adalah 11 

tahun.

– Banyak yang tidak tahu tanggal bln thn

kelahirannyaÆ menyenangi umur dengan angka 0 

Æ Æ ( f )

(34)

Rasio jenis kelamin (sex ratio)

Rasio jenis kelamin (sex

 

ratio)

jumlah penduduk laki‐laki

• Sex ratio = ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ x k • Sex ratio =  ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ x k

jumlah penduduk perempuan

Di hi l h

Dipengaruhi oleh:

• Sex ratio at birth

• Pola mortalitas antara laki dan perempuan

(35)

Angka beban tanggungan (dependency

 

)

ratio)

• Angka yang menyatakan perbandingan antaraAngka yang menyatakan perbandingan antara

banyaknya orang yang tidak produktif (umur di bawah 15 dan diatas 65 tahun) dengan

banyaknya orang yang termasuk usia produktif.

P00 1414 + P 65+65

‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ x k

(36)

Umur median

Umur median

• Umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian

dengan jumlah yang sama, bagian pertama lebih muda bagian ke dua lebih tuaÆ guna: utk mengukur tingkat pemusatan penduduk pd kelompok2 umur tertentu.

N/2 ‐ fx

• Md= 1Md +   ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ i

fMd fMd

1Md: batas bawah kelompok umur yang mengandung N/2 N : jumlah penduduk

F j l h d d k k l tif i d k l

Fx: jumlah penduduk kumulatif sampai dengan kel umur yang  mengandung N/2

fMd: jumlah penduduk pada kel dimana terdapat N/2 i: kelas interval umur

(37)

kelompok umur jumlah penduduk kumulatif

0-4 66,082 66,082

5-9 64 652 130 734 N/2= 219,387.50

N/2 = 438775/2

5 9 64,652 130,734 10-14 49,285 180,019 15-19 35,866 215,885 20-24 37,316 253,201

Angka ini berada pd  kelompok usia (20‐24)  dengan jumlah kumulatif 253 201

, ,

25-29 36,568 289,769 30-34 30,830 320,599

35-39 25,455 346,054 fx 253.201

40-44 22,852 368,906 45-49 18,053 386,959 50-54 17,105 404,064 55 59 9 829 413 893

fMd i= 5

55-59 9,829 413,893 60-64 11,236 425,129 65-69 4,850 429,979 70 74 4 414 434 393

N/2‐ fx = 3,502.50

70-74 4,414 434,393 75+ 4,206 438,599 TT 176 438,775 Jumlah 438,775 N

(N/2‐fx)/ fMd = 0.093860

Jumlah 438,775 N

(38)

P hi lid b l d

[N/2‐Σfx] Perhitungan slide sebelumnya dengan rumus : ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐

fMd Dengan cara interpolasi :

k l k k l

Dari kelompok umur 20‐24 kita mencari nilai x

?

‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐

20 X 24

20 X 24

i‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐i‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐i 215.885 219.387,5 253.201

219.387,5 ‐ 215.885       3.502,5

X=‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐= ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ = 0.09386       253 201 – 215 885 37 316

Karena interval 5,  maka x dikali 5 Æ 0 09386 x 5 0 47

(39)

Penduduk tua, penduduk muda

Penduduk tua,

 

penduduk muda

Melihat komposisi umur

umur Penduduk tua Penduduk muda

0‐14 ≤ 30% ≥40%

15‐65 ≥60% ≤55%

65+ ≥10% ≤5%

Melihat umur median

Umur median kategori Umur median kategori

≤ ‐20 tahun Penduduk muda

10‐30 tahun Penduduk intermediate 10 30 tahun Penduduk intermediate

(40)

Sumber data penduduk

Sumber data

 

penduduk

(41)

Sumber data penduduk, 3 kelompok:

Sumber data

 

penduduk,

 

3

 

kelompok:

• SensusSensus

• Survai (sampel)

i i

(42)

sensus

sensus

• Bertujuan menghitung jumlah orang /Bertujuan menghitung jumlah orang / 

penduduk suatu negara.

• Definisi: sensus penduduk:

• Definisi: sensus penduduk:

– Keseluruhan proses pngumpulan (collecting), 

menghimpun dan menyusun (compiling) dan menghimpun dan menyusun (compiling) dan

menerbitkan data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang, pada waktu

(43)

Karakteristik sensus

Karakteristik sensus

• Semua orang semua penduduk (yang hidup)Semua orang, semua penduduk (yang hidup) 

dalam wilayah yang dicacah

• Waktu tertentu Berdasarkan waktu yang

• Waktu tertentu. Berdasarkan waktu yang 

ditentukan dan serentak

Wil h Ad b il h

• Wilayah tertentu. Ada batas wilayah tertentu.

• Perorangan, bukan keluarga atau kelompok

(44)

survai

survai

• Survai nasionalSurvai nasional ≈≈ sensus tetapi sebagiansensus tetapi sebagian

(sampel)

• Fleksibel dapat diadakan kapan saja

• Fleksibel, dapat diadakan kapan saja.

• Sensus dan survai saling mengisi.

• Perubahan dpt dilihat setelah 10 tahun

(sensus), survai kurang dari 10 thn

(45)

registrasi

registrasi

• Merupakan kumpulan keterangan mengenaiMerupakan kumpulan keterangan mengenai

terjadinya peristiwa lahir dan mati, dan

kejadian2 Æ merubah status sipil seseorang

kejadian Æ merubah status sipil seseorang.

– Kejadian: 

• PerkawinanPerkawinan

• Perceraian

• Adopsip

• Perpindahan (migrasi)

(46)

registrasi

registrasi

• Macam peristiwaMacam peristiwaÆÆ badan yg berbedabadan yg berbeda

– Kelahiran Æ kelurahan & catatan sipil

Perkawinan & perceraian Æ Dept Agama &

– Perkawinan & perceraian Æ Dept Agama & 

catatan sipil

(47)

Sensus penduduk di Indonesia

Sensus penduduk di Indonesia

• Pertama : tahun 1930Pertama : tahun 1930 

• Setelah merdeka

96

• 1961

• 1971

• 1980

• 19901990

(48)
(49)

Model 1

Model

 

1

• Piramida penduduk model ini

mempunyai dasar lebar dan mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. Bentuk semacam ini

terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi, sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun

kematian Umur median rendah kematian. Umur median rendah,  sedangkan angka beban

tanggungan (dependency ratio)  tinggi.

h

• Contoh:

– Piramida Penduduk India tahun 

1951

– Piramida Penduduk Indonesia 

(50)

Model 2

Model

 

2

• Dibandingkan dengan model 1, maka

dasar piramida model 2 ini lebih dasar piramida model 2 ini lebih

lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0‐4 tahun sampai ke puncak piramida. Bentuk ini terdapat pada negara dengan permulaan

p g g p

pertumbuhan penduduk yang  tinggi/cepat akibat adanya

penurunan tingkat kematian bayi dan anak‐anak tetapi belum ada

penurunan tingakt fertilitas Umur penurunan tingakt fertilitas. Umur median sangat rendah, sedangkan angka beban tanggungan

(dependency ratio) tinggi.

• Contoh: Sri Lanka Meksiko danContoh: Sri Lanka, Meksiko, dan 

(51)

Model 3

Model

 

3

• Bentuk piramida ini dikenal

b i b t k t

sebagai bentuk sarang tawon kuno (old fashioned bee hive).  Terdapat pada negara dengan tingkat kelahirandan tingkatg g kematian yang rendah. 

Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur

median sangat tinggi dengan median sangat tinggi, dengan beban tanggungan sangat rendah, terutama pada kelompok umur‐umur tua.

• Contoh: 

– Piramida penduduk pada

hampir seluruh negara‐negara Eropa barat.

(52)

Model 4

Model

 

4

• Piramida penduduk dengan

b k l / ( h

bentuk lonceng/genta (The 

bell shaped pyramid)

Bentuk ini dicapai oleh

Negara negara yang paling Negara‐negara yang paling  sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan

tingkat fertilitas (kelahiran)g ( )  dan kematian. Umur

median cenderung

menurun dan angka beban

i i

tanggungan meninggi.

• Contoh: 

– Piramida penduduk Amerika

(53)

Model 5

Model

 

5

• Terdapat pada negara

yang menjalani

penurunan drastis yang  tingkat kelahiran dan k

kematiannya sangat rendah. Penurunan

tingkat kelahiran yang 

t k

terus menerus akan menyebabkan

berkurangnya jumlah b l t d i d

absolute dari pada penduduk.

(54)

fertilitas

fertilitas

(55)

Definisi

Definisi

• Hasil reproduksi yang nyata dari seorangHasil reproduksi yang nyata dari seorang

wanita atau sekelompok wanita

• Banyaknya bayi yang lahir hidup

• Banyaknya bayi yang lahir hidup

• Fekunditas=potensi fisik untuk melahirkan

• Fekunditas X sterilitas

• NatalitasÆ reproduksi manusiap

(56)

Konsep (1)

Konsep (1)

• Lahir hidup (live birth): kelahiran seorang bayiLahir hidup (live birth): kelahiran seorang bayi

(tanpa memperhitungkan lamanya dalam kandungan), ada tanda‐tanda kehidupan:  bernafas, ada denyut jantung (tali pusat),  gerakan otot

• Lahir mati (still birth) : kelahiran seorang bayi

dari kandungan yang berumur paling sedikit

28 i j kk d d

(57)

Konsep (2)

Konsep (2)

• Abortus : kematian bayi dalam kandunganAbortus : kematian bayi dalam kandungan

dengan umur kehamilan kurang dari 28  minggu

minggu

• Abortus :

Di j (i d d)

– Disengaja (induced)

• Alasan medis

• Alasan non medis • Alasan non medis

(58)

Angka kelahiran kasar (CBR)

Angka kelahiran kasar (CBR)

B B

• CBR = ‐‐‐ k

P

• B = banyaknya kelahiran pada tahun tertentu

• P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun

(59)

Angka kelahiran umum (GBR)

Angka kelahiran umum (GBR)

B B

• GBR = ‐‐‐ k

PF1549

• B = banyaknya kelahiran pada tahun tertentu

• PF15‐49 = jumlah penduduk wanita berumur 15  

sd 49 tahunpada pertengahan tahunp p g

(60)

Angka kelahiran menurut umur

Angka kelahiran menurut umur

Bx Bx

• ASFRx = ‐‐‐‐‐‐ k

f Pfx

• X = umur wanita dalam kelompok umur 5 thn‐an (15‐19……45‐49)

• Bx = jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur x

(61)

Angka fertilitas total

Angka fertilitas total

45‐49

TFR

 

=

 

5

 

Σ

ASFR

(62)

Contoh ASFR, DKI JKT (1970)

Contoh ASFR,

 

DKI

 

JKT

 

(1970)

Umur Penduduk Kelahir ASFR tiap 1000

Umur wanita (1) Penduduk wanita (2) Kelahir an (3)

ASFR tiap 1000 

wanita

(4)=[(3):(2)] x 

1000

15‐19 264960 15840 60

20‐24 208080 41040 197

25‐29 200880 50400 251

30‐34 163440 49680 304

35‐39 151200 18000 119

40 44 110160 7200 65

40‐44 110160 7200 65

(63)

Kelebihan & kekurangan ASFR

Kelebihan &

 

kekurangan ASFR

• Lebih cermat dariLebih cermat dari • Memerlukan data

GFR, krn sdh

berdasarkan usia

Memerlukan data  terinci

• Tidak meunjukkan

berdasarkan usia

• Analisis perbedaan

fertilitas menurut

• Tidak meunjukkan

(64)

Angka fertilitas total

Angka fertilitas total

45‐49

TFR = 5

Σ

ASFR

Dari contoh Jakarta (1970)

TFR

   

5

 

Σ

ASFR

X=15‐19

Dari contoh Jakarta (1970)

TFR= 5 (60+197+251+304+119+65+11)=  5 X 1007=5035

5 X 1007=5035

Æ 5035 bayi lahir per 1000 wanita usia 15‐49  tahun atau,, , 5,035 perp  tiap wanita usia 15p ‐49  tahun

Artinya pada tahun 1970 rata‐rata akan mempunyai anak 5 orang di akhir masa reproduksinya

(65)

Reproductive

 

history

 

(

l

h

)

(cummulative history)

• Jumlah anak yang pernah dilahirkan (Jumlah anak yang pernah dilahirkan (childrenchildren 

ever born)

Child woman ratio (CWR) : rasio antara jumlah

Child woman ratio (CWR) : rasio antara jumlah

anak di bawah 5 tahun dan jumlah wanita usia reproduksi

reproduksi

P04

• CWR = ‐‐‐‐‐‐‐ x K

(66)

mortalitas

mortalitas

(67)

Konsep mati

Konsep mati

• Terdapat 3 keadaan vital yang mutuallyTerdapat 3 keadaan vital yang mutually 

exclusive:

1. Lahir hidup (livep (  birth)) 2. Mati (death)

3. Lahir mati (fetal death)

• Mati adalah keadaan menghilangnya semua

tanda‐tanda kehidupan secara permanen, 

(68)

Sumber data kematian (1)

Sumber data

 

kematian (1)

• Sistem registrasi vitalSistem registrasi vital

– Di Indonesia masih berskala lokal, belum nasional

• Sensus atau survai • Sensus atau survai

– Bentuk langsung (direct mortality data) 

Ad id k k i l k k Æ

• Ada tidak kematian selama kurun waktu Æ current 

mortality data

– Bentuk tidak langsung (indirect mortality data)Bentuk tidak langsung (indirect mortality data)

• Survivorship, golongan penduduk tertentu, anak, ayah, 

(69)

Sumber data kematian (2)

Sumber data

 

kematian (2)

• Rumah sakitRumah sakit

• Dinas kebakaran

li i l l li

(70)

ANGKA KEMATIAN KASAR

ANGKA

 

KEMATIAN

 

KASAR

• CRUDE DEATH RATE (CDR)CRUDE DEATH RATE (CDR)

Jumlah kematian pada tahun x Jumlah kematian pada tahun x

• CDR =‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ x 1000

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun x Jumlah penduduk pada pertengahan tahun x

D

(71)

ANGKA KEMATIAN MENURUT UMUR

ANGKA

 

KEMATIAN

 

MENURUT

 

UMUR

• AGE SPECIFIC DEATH RATE (ASDR)AGE SPECIFIC DEATH RATE (ASDR)

Jumlah kematian orang berumur i pada tahun x Jumlah kematian orang berumur i pada tahun x

• ASDRi =‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ x 1000

Jumlah penduduk berumur i pada pertengahan tahun x Jumlah penduduk berumur i pada pertengahan tahun x

Di

(72)

ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB)

ANGKA

 

KEMATIAN

 

BAYI

 

(AKB)

• Merupakan salah satu indikator dalamMerupakan salah satu indikator dalam

menentukan tingkat kesehatan masyarakat.

Jumlah kematian bayi berumur ≤1 tahun selama tahun x

• AKB = x 1000

• AKB =‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ x 1000

(73)
(74)

DEFINISI

DEFINISI

• Perpindahan penduduk dengan tujuan untukPerpindahan penduduk dengan tujuan untuk

menetap dari suatu tempat ke tempat lain 

melampaui batas politik/ negara atau batas

administratif/ batas bagian dalam suatu

negara

• Perpindahan permanen

• Dimensi : 

(75)

konsep

konsep

• Migrasi internasional : perpindahan antarMigrasi internasional : perpindahan antar

negara

• Migrasi intern: dalam satu negara antar

• Migrasi intern: dalam satu negara, antar

propinsi

Mi i l k l d l i i

• Migrasi lokal : dalam satu propinsi

• Pelaku : migran

(76)

konsep

konsep

• Mobilitas = perpindahan lokal (perpindahanMobilitas = perpindahan lokal (perpindahan

tempat)

• Rutin

• Rutin

• Musiman

(77)

Faktor pendorong migrasi

Faktor pendorong migrasi

• Sumber daya alam menurunSumber daya alam menurun

• Menyempitnya lapangan kerja

k (di k i i i) li ik/ /

• Tekanan (diskriminasi) politik/ agama/ras

• Tidak cocok dengan budaya setempat

• Karena pekerjaan/ perkawinan

(78)

Faktor penarik migrasi

Faktor penarik migrasi

• Ada superioritas di tempat baruAda superioritas di tempat baru

• Kesempatan mendapat income yang lebih besar

• Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih

• Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih

baik

Li k l (k d ) l bih b ik

• Lingkungan alam (keadaan) yang lebih baik

• Tarikan dari orang yang diharapkan menjadi

t t b li d

tempat berlindung

(79)

Faktor penyebab

Faktor penyebab

• Faktor yang ada di tempat asalFaktor yang ada di tempat asal

• Faktor yang terdapat di tempat tujuan

i h b

• Rintangan yang menghambat

(80)

ANGKATAN

 

KERJA/

 

TENAGA

 

KERJA

(81)

DEFINISI

DEFINISI

• TENAGA KERJA (MAN POWER)TENAGA KERJA (MAN POWER)

1. Penduduk dalam usia kerja, 15 ‐64 tahun.

(82)

DEFINISI

DEFINISI

• ANGKATAN KERJA (LABOR FORCE)ANGKATAN KERJA (LABOR FORCE)

– Bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya

terlibat atau berusaha untuk terlibat dalam terlibat, atau berusaha untuk terlibat, dalam

kegiatan produktif yaitu memproduksi barang dan jasa

• BUKAN ANGKATAN KERJA (NOT IN LABOR 

FORCE))

– Bagian dari tenaga kerja (manpower) yang tidak

(83)

penduduk Penduduk dalam usia kerja Penduduk diluar usia kerja j

Angkatan kerja Bukan angkatan kerja

j

Dibawah usia

kerja Diatas usia kerja

Bekerja

Bekerja penuh Setengah

Mencari pekerjaan/  menganggur

Sekolah Ibu rumah tangga

Lain lain Bekerja penuh g

(84)
(85)

Proyeksi penduduk

Proyeksi penduduk

• Dulu: untuk estimasi pajak atau kekuatanDulu: untuk estimasi pajak atau kekuatan

negara

• Sekarang: • Sekarang: 

– untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi

U k b b b i

– Untuk perencanaan pembangunan berbagai

(86)

Proyeksi penduduk

Proyeksi penduduk

• Perencanaan bidang:Perencanaan bidang:

– pangan: menentukan kebutuha pangan

Kesehatan: menentukan jumlah doskter obat

– Kesehatan: menentukan jumlah doskter, obat, 

paramedis, RS, puskesmas, dsb

– Pendidikan: penduduk usia sekolah jumlah murid

– Pendidikan: penduduk usia sekolah, jumlah murid, 

jumlah kelas, guru, gedung sekolah dsb

– Tenaga kerja: menentukan angkatan kerjaTenaga kerja: menentukan angkatan kerja

(87)

Proyeksi penduduk utk 2

 

macam

perencanaan

• Tujuan untuk menyediakan jasa sebagaiTujuan untuk menyediakan jasa sebagai

respons terhadap penduduk yang  diproyeksikan

diproyeksikan

• Perencanaan untuk mengubah trenÆ

(88)

Jenis perkiraan penduduk

Jenis perkiraan penduduk

1 Antar sensus 1. Antar sensus

2. Sesudah sensus

3 k i

(89)

ASUMSI (utk 1&2)

ASUMSI

 

(utk 1&2)

• Pertumbuhan penduduk linierPertumbuhan penduduk linier

• Setiap tahun penduduk bertambah dalam

(90)

Rumus 1 (antar sensus)

Rumus 1

 

(antar sensus)

• Pm = Po + m/n (Pn‐Po)

atau

• Pm=Pn‐ [(n‐m)/n][Pn‐Po]

Pn = jumlah penduduk tahun n Po  =jumlah penduduk tahun 0j p

Pm = jumlah penduduk yang akan diperkirakan

m   = selisih tahun yang akan dicari dengan tahun awal n = selisih tahun sensus yang diketahui

(91)

Rumus 2 (sesudah sensus)

Rumus 2

 

(sesudah sensus)

• Pm = Po+[(n+m)/n][Pn‐Po]

t atau

(92)

Metode Proyeksi Penduduk

Metode Proyeksi Penduduk

• Linier : aritmatik dan geometrikLinier : aritmatik dan geometrik

(93)

Proyeksi Aritmatik

Proyeksi Aritmatik

• Pn= Po (1+rn)

• Pn= penduduk tahun ke n

• Po= penduduk tahun awal

• n = jumlah tahun (periode)n   jumlah tahun (periode)

(94)

Proyeksi Geometrik

Proyeksi Geometrik

(95)

Proyeksi Eksponensial

Proyeksi Eksponensial

• Pn = Po.er.n

(96)

Doubling Time (DT)

Doubling

 

Time

 

(DT)

• Waktu yang dibutuhkan oleh suatu negaraWaktu yang dibutuhkan oleh suatu negara

(wilayah) untuk melipatkgandakan jumlah penduduknya

penduduknya.

0Æ 0/

• Rumus 70Æ DT = 70/r 

Referensi

Dokumen terkait

RSIA YADIKA KEBAYORAN LAMA Tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien Laki-laki umum dewasa dan Anak diatas umut 14 tahun RS MITRA KELUARGA BEKASI DOKTER SPESIALIS

Dari hasil rekapitulasi data untuk variabel dalam penelitian ini yaitu motivasi kerja dan disiplin guru yang dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode kuesioner

Ketentuan pengendalian rencana disusun sebagai bagian proses penyusunan RTBL yang melibatkan masyarakat, baik secara langsung (individu) maupun secara tidak langsung

Mengangkat Tuan JOHN KOSASIH, selaku Direktur Perseroan, yang berlaku efektif pada tanggal yang ditentukan oleh Direksi Perseroan setelah Perseroan menerima

¾ Determinasi/identifikasi Æ cabang ilmu taksonomi yang mempelajari tentang penetapan suatu jenis tumbuhan yang sama atau segolongan dengan tumbuh- tumbuhan yang telah diketahui

Sedangkan Motivasi menurut Schiffman dan Kanuk dalam Serli Wijaya (2005) adalah, “the driving force within individual that impulse to action„„. Definisi tersebut

Elemen kedua adalah pentingnya konsekuensi, dan berkaitan erat dengan unsur ketiga, yang merupakan potensi kerugian atau persepsi konsekuensi yang tidak

Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini akan dilakukan penelaahan mengenai perbandingan kandungan omega-3 pada ikan bandeng (Chanos chanos) segar dengan ikan bandeng