• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Pola Pembiayaan Usaha Kecil Agroindustri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian Pola Pembiayaan Usaha Kecil Agroindustri"

Copied!
242
0
0

Teks penuh

(1)

AAN POLA PEMBIAYAAN

USAA KECIL AGROINDUSTRI

Oleh

BUDI UTOMO

F03496017

2003

FAKULTAS TEKNOLOGIPERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

Budi Uttlmo. F03496017. Kaiian Po1a Pembiayaan Usaha Keeii Agroindustri. Di bawah bimbingan : Anas Mitah Fauzi dan Eriyatno. 2003.

RINGKASAN

Krisis ekonomi yang berfangsung sejak pertengahan April 1997 tidak beraampak negatif terhadap semua sektor formal. Sektor perbankan,' khususnya bank

yariah mampu menghindari negative spread sehingga relatif tahan f1uktuasi suku bunga. Sektor petanian dan agroindustri yang berorientasi ekspor juga menunjukkan kinerja positif seiama masa krisis sehingga dapat dijadikan sektor unggulan. Untuk menunjang pembangunan sektor agroindustri diperlukan dukungan sektor perbankan dalam hal permodalan. Namun, dukungan tersebut relatif kurang melihat rendahnya

portfolio pinjaman perbankan umum bagi sektor pertanian dan agroindustri dibandingkan sektor lain. Berdasarkan kondisi ini muneul suatu pemikiran untuk mengembangkan sektor agroindustri dari sisi permodalan perfu meneari sumber pembiayaan a1tematif

Penelitian ini bertujuan (I) mengidentkasi keragaan pola pembiayaan dari sumber-sumber pembiayaan, (2) menganalisis pola persepsi dan partisipasi mitrausaha agroindustri terhadap pola pembiayaan dari sumber -sumber pembiayaan, (3) menentukan a1tematif pilihan pola pembiayaan bagi pengembangan usaha agroindustri, dan (4) menganaiisis pengaruh modal dari pola pembiayaan terpilih terhadap tingkat pendapatan dan keuntungan usaha agroindustri. Responden penelitian sebanyak 44 usaha agroindustri skala keeil. Pemilihan responden dan wilayah penelitian menggunakan metode purposive sampling, dengan sebaran wilayah di Surabaya, SidoaIjo dan Malang. Data meliputi data primer yang dikumpulkan melalui wawaneara dengan responden agroindustri dan lembaga keuangan, serta data sekunder. Analisis data menggunakan (1) analisis deskriptif, (2) analisis statistika nJn parametrik (Chi Kuadrat), (3) anaiisis perbandingan eksponensial dan analisis hierarki proses, (4) analisis ekonometrik menggunakan fungsi Cobb Douglas dan (5) analisis keuangan.

Hasil analisis persepsi dan partisipasi dengan menggunakan Matrik Etzioni menunjukkan bahwa keragaan pola pembiayaan yang dikembangkan masing-masing sumber pembiayaan menimbulkan tingkat persepsi dan pola patisipasi yang berbeda dalam diri responden. Pembiayaan konvensional membentuk persepsi intermediet dengan pola partisipasi kalkulatif, pembiayaan yarih membentuk persepsi positif dengan pola partisipasi moral, sedangkan pembiayaan modal ventura membentuk persepsi intermediet dengan pola partisipasi kalkulatif

(3)

Sistem pembiayaan yariah berdasarkan dua basis, yaitu juaJ beli dan bagi

hasil. Pembiayaan yariah berbasis jual beli yang dikaji secara mendalam dalam

penelitian ini adalah pembiayaan murabaha, dengan responden agroindustri nata de

COCI) sebagai penerima pembiayaan murabaha. Pembiayaan yariah berbasis bagi

hasil yang dikaji dalam penelitian ini adalah pembiayaan muharabah, responden

agroindustri jahe yang menerima pembiayaan muharabah.

Hasil analisis modal pembiayaan murabaha terhadap tingkat pendapatan

dan keuntungan menunjukkan bahwa dengan plafon Rp 68.000.000, tingkat

keuntungan (Iaba) bagi pengusaha nata de coco sebesar Rp 13.451.350. Hasil analisa

proitabilitas menunjukkan nilai gross profit margin 23,88 persen, IC 2,14, rate of

return on loan per bulan 19,78 persen, net B/C pengusaha 2,05 dan net B/C bank

yariah I,l l. Nilai rate of retun on loan 19,78 per sen berarti kemampuan modal

pembiayaan murabaha menghasilkan tingkat keuntungan bagi pengusaha adalah

sebesar 19,78 persen. Analisis profitabilitas usaha nata de coco dengan modal

pembiayaan konvensional pada suku bunga 23 persen per tahun menunjukkan nilai

RIC 1,83, rate of retun on loan 19.33 persen, nel B/C pengusaha 1,67 dan net B/C

bank konvensional 1,16. Nilai rate of retun on loan pembiayaan konvensional lebih

rendah 0,45 persen dibandingkan rate of retun on loan pembiayaan yriah.

Pembiayaan mudharabah sebesar Rp 1.136.000.000 diberikan untuk usaha

jahe seluas 50 ha. Nisbah bagi hasil ditetapkan berdasarkan revenue base yaitu

60 persen untuk bank dan 40 persen untuk pengusaha. Hasil analisis pengaruh modal

pembiayaan muharabah terhadap tingkat pendapatan dan keuntungan sekali panen

(sepuluh bulan) menunjukkan nilai penjualan jahe tua Rp 2.000.000.000 dan tingkat

keuntungan Rp 133.423.750. Hasil analisa proitabilitas yaitu rasio ross profit 66,67

persen, nilai IC 0,11, rate of retun on loan 11,75 persen dan net B/C pengusaha

minus 0,05 yang berarti usaha mengalami kerugian. Hasil aIisis ungsi produksi

dugaan dengan model Cobb Douglas menjelaskan bahwa usaha jahe berada dalam

skala usaha mennn (ecresing retun to scale). Analisis proitabilitas usaha jahe

dengan modal pembiayaan konvensional pada suku bunga 20 persen per tahun

menunjukkan nilai RIC 0,21, rate of retun on loan 20,54 persen, net B/C pengusaha

untuk periode waktu sepuluh bulan (satu musim panen) minus 0,36.

Analisis pembiayaan usaha jahe untuk dua kali musim tanam dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha jahe karena usaha jahe mengalami kerugian untuk satu kali musim tanam. Analisis kelayakan usaha jahe untuk dua musim tanam

dengan modal pembiayaan yariah menunjukkan /let present value Rp 434.097.500,

net BIC pengusaha naik menjadi 1,36 dan net BIC bank yriah menjadi 1,37.

Analisis kelayakan usaha jahe dengan menggunakan modal pembiayaan

konvensional menunjukkan net present value Rp 126.951.42, net BIC pengusaha

menjadi 1,105 dan net BIC bank yariah sebesar 1,21.

Saran yang diajukan adalah perlunya kajian lebih lanjut terhadap efktivitas pembiayaan dan mekanisme pengembalian kredit bagi perkembangan usaha agroindustri setelah menerima pembiayaan dri masing-masing sumber pembiayaan.

Sumber pembiayaan yariah dapat dijadikan a1teatif sumber pembiayaan bai

sektor pet, khususnya agroindustri mengingat selama ini sektor petanian dianggap sbagai salah satu sektor yang relatif memiliki resiko usaha yang tinggi.

Dengan sistem lost proit sharing. pengusaha di sektor pertanian dapat mengurangi

(4)

KAJIAN POLA PEMBIA Y AAN

USAHA KECIL AGROINDUSTRI

SPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

SARJANATEKNOLOGI PERT�AN

Pada Jurusan Teknologi Industri Pertanian

F akultas Teknologi Pertanian

Institut Pertanian B ogor

Oleh

BUDIUTOMO

F034j6017

2003

FAKULTAS TEKNOLOGI PERT� INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(5)

INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKLTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

KAJIAN POLA PEMBIA YAAN

USAHA KECIL AGROINDUSTRI

SFRIPSI

SeJ9g9i s9l9h s9tc sy9r9t cbtck memperoleh gel9r SAREsNA TEKNOLOGI PERTANIAN P9d9 Jcrcs9b Tekbologi lbdcstry tert9bi9b

F9kclt9s Tekbology tert9bi9b Ibstitct Pert9bi9b kogor

Oleh

BDI UTOMO ;03436017

Dil9hirk9b p9d9 t9bgg9l 14 M9ret 1 j 7 8 di Sido9r–o

T9bgg9l lclcs4 25 ApKal 2003

M Ul, k)ˆo

(

:. 3

• t

• ,". • ." c

'� .. " "

:'.' � '

Dr. Ir. Anas Mitah Dr. Ir. MSAE.

(6)

KATAPENGANTAR

De:ga: :aJa AWWah Ua:g Maha Pe:gasih Wagi Maha Pe:yaya:gl SegaWa pLji da: syâILr bagi AWWah SuT ya:g teWah Je:gajaKIa: Iepada Ja:Lsia apa-apa ya:g beWLJ diIetahLi n ya:g Je:jadiIa: Ja:Lsia sebagai peJiJpi: di JLIa bLJi i:if SeJoga KahJat da: saWaJ se:a:tiasa teKWiJpahIa: Iepada RasLWLWWah SAu, seJLa

IeWLaKga, paKa sahabat da: seWLKLh LJat:ya hi:gga akhiK zaJa:f

KebeKhasiWa: peJba:gL:a: seItoK perta:ia:, khLsLs:ya agroi:dLstKi dapat JuJacL purtLJbLha: eIo:oJif Pada peKi ode 1981-1995 peJba:gL:a: seItoK peKta:ia: secaKa eJpiKiI JaJpL Je:yLJba:g 50 peKse: dari totaW eIspoK :o:

migas. SatL aspeI pe:ti:g bagi peJba:gL:a: i:dLstKi peKta:ia: adaWah pcmlodaWa:. NaJu:. IeteKsediaa: JodaW bagi seItoK i:dLstKi perta:ia: KeWatif IeciW diba:di:gIa: scktoK Wai:l HaW i:i d'sebabIa: IaKaIteKistiI seItoK peKt9:ia: ya:g ILKa:g Io:dusif daWaJ pa:da:ga: peJodal, sehi:gga Je:LrL:Ia: l1i:at beKi:vestasi di seItoK i:if

ScKa:gIaia: a:aWisis diWaILIa: teKhadap bebeKapa sLJbeK pe11biayaa:

dalam Ka:gIa l1e:caKi aWtematif poWa peJbiayaa: bagi pe:geJba:ga: i:iLstKi peKÞa:ia:, IhLsLs:ya Lsaha Iecil Je:e:gah. A:aWisa da: LKaia: desIKiptif daKi hasiW­ hasiW a:aW isis teKsebLt ditLa:gIa: daWaJ tLWisa: sIKipsi i:if

Pe:LWis Je:gLcapIa: teKima ›asih ya:g sebesarhbesanya Iepada oKl Ir. <. A:as Mitah FaLzi, MfE:g seWaIL dose: peJiJbi:g peKtaJa da: PKo. DKf IKf Hl EKiyat:o, MSAE seWaIL dose: peJbiJbi:g ·IedLa ya:g teWah JeJbeKiIa: aKaha:, biJbi:ga: da: Jotivasi daWaJ pe:yLsL:a: sIKipsil Kepada DKf IKl HatKisaKi H, oEA seWaIL pa:itia LsLWa: JasaWah IhLsLs seIaWigLs dose: pe:gLj i sida:g aIhiK ya:g teWah JeJbeKiIa: ba:yaI JasLIa: da: saKa: daWaJ skKipsi i:il oi saJpi:g itL, pe:LWis Je:gLcapIa: ba:yaI teKiJa Iasih Iepada pihaIhpihaI teKIait ya:g teWah JeJbeKiIa: dLIL:ga: da: Jotivasi bagi pe:LWisa: skripsi i:if

(I)g Ayaha:da, =fL:da n KeWLaKga atas doKo:ga: da: do'a KestL:ya

(2). PaKa Kespo:de: pe:gLsaha agroi:dLstKi (KopeKasi No:gIo

Jajar,

sWi Ridho tKoLp, CV. EJeKaWd, dWW) seta i:dividLhi:diçidL dari WeJbaga IeLa:ga: ya:g .

(7)

(3 ) l Kelu9Xg9 Jes9X AIhI:9y9h (Ustg Didi : H9f•dh uddi :, Us!g Romli , U�t. IIhh9: AJada:, dll) y9:g memJeXaI9: :u9:s9 JeXpi Ii X J9gi pe:cli s seXt9 p9X9 s9:tri

y9:g me:j9di s9h9J9t sepeXju9:g9: d9l9m JeXhd9Ih9.

(4) g K9l9:g9: NGO's y9:g pem9h memJeXi I9: moti v9si d9: pe:g9l9m9: l9i :: NEnTAR (BpIf Musli mi : N9suti o:) , InAC (khe Li e:9u's d9: MXsg Mi íue H9X9) d9: JA I:;o:esa9 (BpIf M9XzuIi DaXcsl119: d9: RoJeXt G9Xdi :eX) g

(5)f DB B9:gs9 d9: corporate 9ili 9si :y9 (InJlce n Dagi t9l Blue I:do:esi 9) : kXo9dji , S9:o, R9fi9bto d9: Mi l9Xdi y9:g JeXhIŽadm9d d9: JeXju9:g9: IeX9s u:tuI mehujcdI9: ci t9hcit9 me:j9di hi X9cs9h 9: mcd9 I:do:esi 9f

(6)g BA kIT d9: nENkURY: Dcdc, B9scIi , II9 Sof9, Dedi , PXam9:d9, Dibo. N9:9:g. EXh9:, Yo:9 d9: XeI9: l9a: y9:g soli d d9: JeXdedi I9si ti :ggi me:coJ9 memelopoXi peXIemJ9bg9b IelemJ9g99: d9b h9c9:9 IehaX9cs9h99: sec9X9 o:depe:deb di ti :gI9l m9h9si sh9 IPB.

(7 ) g kIN-17: He:dXi , Agcs P. II9g kohi X, Mift9h. Rohm9 d9: XeI9: l9i : y9:g se:9si J sepeljc9:g9: d9l9m me:empuh pXogX9m s9Xj9b9 di kIN, IPBg

(8). kIM LKIP d9: LKkI: AXaes S, F9X9ll, Ra:a d9b Ev9 y9:g me:j9di XeI9: d9l9m JeJeX9p9 peXlomJ99: 9bl9X l119h 9si sh9 seI9lagcs s9h 9J9t y9:g s9la:g memJeXi :asehat d9l9m IeJe:9r9: d9b IeJ9i I9:g

Pell'1las me:yas9:·˜ b9hh9 ÝIrap�i ini masi:l jauh dari sempcrna. S9lz,upcll demi Ii 9:, sel110g9 h 9si l y9:g teXtu9:g da d9l911:y9 l11emJeXa m9:f99t b9ga pah9I yang memJctuh I9: seXt9 d9p9t memiuI9 h9h9c9:9 J9gi pe:eli ti 9: l9i: y9:g seje:i sg

BogoX, 25 ApXi l 2003

(8)

DAFTAR ISI

B. Sumber Pembiayaan Usaha Kecil Menengah B erbasis Agroindustri ... .

I. Kredit Perbankan ... ... . ... d.. ... .

2. Keberhasilan Program Kredit ... ... ... .

3 . Kredit Perbankan Syariah ... . d... .

4. Efektivitas Penyaluran Kredit ... .

5. Penyertaan Modal Ventura ... .

1. Lokasi Responden dan Waktu Penelitian ... .

2I Pengumpulan Data... . ... .

3 F Metode Penentuan Contoh... . ... . ... ... .

4. Pengolahan dan Analisis Data ... .

D. Pengujian Hipotesis ... .

1 i U ji Chi Kuadrat. ... .

2E Uji Model Penduga dan Uji Parameter Regresi ... .

(9)

V. HASIL DAN PEMBAHASAN .. . . .. . . ...F F ... .YI E I Y.. .F Y F I I . . . . .Y. . .F F F F F F 48

A. DesIripsi Umum Us9h 9 AgroiHdustri ....F . . . 48

I. Prot PeHgus9h9 AgroiHdustriE . . E . Y.. F F e. .... .. .bE be . . e . i I Y. I E . . E ..F 48 2b Ker9g99H Us9h9 AgroiHdustri I YE . E . . E ... e. . ... . E . E . . .YF bF F . F .I i I . E I . E . E F E . .F . I I .I . 50 3. StruItur Mod9l Us9h9 AgroiHdustri .I .. E .bF . . .. .. .. .E I iI . E b. .b . . . .I .I . . .YF 51 k. K9K9IteristiI Umum SumJer PemJi9y99H. .jYb.F b. .F .. . I . .I iI . E I . E . E F F F F . .I . . I . .Y 52

IF SumJer P~mJi9y99H Form9!.I .I .I .. . . E . YbE .E F .. .F .. . d .I E . .. . E E YE .. F . .F e . I I YI . E . E ... 53 2. SumJer PvmJi9y99H BÃform9l.Y. . E ..E F E e. . . . .d ... E . E .eF . . . .I I E I . d E b.F . F be 5j

C. Persepsi d9H P9Ktpspp9si Terh 9d9p SumJer PemJp9y99H .F E F . E F .. . . . E . Y. . E . E F 61 I. Persepsi RespoHdeH Terh9d9p Pel9y9H9H SumJer Pebi9y99H. . . .E .F 62 2. P9Ktisipesi RespoHdeH TeKh9d9p Pel9y9H9H SumJeK PemJi9y99H. I . . 6j

3I KeterI9it9H PeKsepsi d9H P9ráisip9si RespoHdeH Terh9d9p

Pel9y9H9H SumJer PemJi9y9aH . . F F . d e dI E .. .. E . E FY.E F . . I .. I i I iE j.E . E jYF 75 D. PemJz9y99H k9gi PeHgemJ9Hg9H Us9h 9 AgrÊiHdustri.F . . . . F i I . . .. I . .I .. Y.. . 7 6 I . AH9lisis Kriteri9 PemJi9y99HF bF . . . d eI .. E . E bE F .F bF F F F . F . d I . .I . . .Y.. E F . ..E F .F 7 7 2 . AH9lisis SumJer PemJi9y99H AlterH9tif . e.. eee . i . . I . .I E ...bE F e. 8 0

E. SumJer PemJiaya9H Sy9ri9h SeJ9g9i PemJi ay99H AlterH9ti f 82

I Pol9 PemJi9ì99H Srariah.. . .j. .e.e. .. d .. .. 85

2 Pri Hsi p PerHJ9gi9H KeæHtuHg9H .. . j e . .jEj. 8 8 3b AH9lisis PemJi9y99H Syariah kerJ9si s lu9l keli. 8 j 4. AH9li si s PvmJi9y99H J)lariah kerJ9sis k9gi H9si l j8

v. KESIMPULAN DAN SARAN. . . Y...F F. F . d .I E . .E ...F .F . . . ..I. E I E .YF 128

A. Kesimpul9HI . .I ... .Y. . . .F .F .F .i . ..I . E . YE F E F e. eI I .I I . . E . E . I. E .. F bE . F F . i I . Y. E . . .. YF .F . 128 k. S9K9H ..I E . . E . . E F F E F F . . . I .E I .. . E .b.F . . iI iE . E F . E eeb . . . d i d i.YE . E F E F F . . i I .I .YI . E ... .. .. d ..E I .. 130

DAFTAR PUSTAKA ... 131

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel Tes Halaman

T9Jel IY PerIeJJ9Hg9H PKodLI DoJestiI Brcto, TeH9g9 Kej9 d9H

PKodLItivit9s SeItor Pert9Hi9H 1994 -1998 F . .. .. . . . I ....F YE . .. . . I . F .F .. E . E . I . 2

T9Jel 2Y PerIeJJ9Hg9H Kredit PeKJ9HI9H 1990h2000 . . . . I I . . F F .E .Y..I I I . . F F . E . E . .I . . F F . 2 T9Jel 3. PerIeJJ9Hg9H SLIL BLHg9 1994h2000 Y. . E I I . eF .F . E .E . E . . e. ..Y..I . e. F j. I i . . 5

T9Jel 4F PerIeJJ9Hg9H Nil9i EIspor KoJoditi PeKt9Hi9H Ut9J9 1997 h2000F 7 T9Jel 5I PerIeJJ9Hg9H Nal9a :IsËor KoJodata AgroaHdLstra Ut9J9 1997-2000 8 T9Jel 6. MatriI EtzioHi, HLJLHg9H PeHdeI9t9H LeJJ9g9 d9H

P9rtisip9si AHggot9. E E . iE e..eF E ..E .. . ....ee b.bE. . TaJtl 1 J. JeHis Us9h9 AgroiHdLstri d9H Jl'1la‰ Res.CÄHdenI E 48 TaJel 14. SLJJer PeJJi9y99H RespoHden Us9h9 AgroindLstri FF E F . E YE ..Y.. 51

TaJel 15. SeJ9K9H SLJJeK PeJJi9y99H B9gi RespoHdeH AgKoiHdLstri I .. 53 T9Jel 16. SeJ9r9H SLJJeK PeJJi9y99H ForJ9l d9H SeJiforJ9l J9gi

RespoHdeH AgKoiHdLstri . .. F Y.. E E . E I E I I .I . F F E F YF . E . .I .I . . F .bE F . E . E .. I . 54 T9Jel 17F K9r9IteristiI UJLJ Pol9 PeJJi9y99H ForJ9G . .I . . . F .F . E . E . E

T9Jell 8 . K9r9Iteristi™ UJLJ Pol9 PeJJi9y99H SeJi ForJal T9Jel 19I D9t9r KeleHgI9p9H PerJohoH9H PeJJi9y99H I.I

54 55 57 T9Jel20F K9r9IteKistiI UJLJ Pol9 PeJJi9y99H IHforJ9lb. E . E . E . ..I . . eF eF .F . F .F E jE .E I .I 59 T9Jel 21. M9triI PeKsepsi EtzioHi Terh9d9p Ker9g99H SLJJer PeJJi9y99HE . .I 63 T9Jel 22. PeKsepsi RespoHdeH Terh9d9p Ker9g99H PeJJi9y99H KoHveHsioH9l 63 T9Jel 23. Persepsi RespoHdeH TeKh9d9p Ker9g99H PeJJi9y99H Syariah . .. E . E . E . 66·

T9Jel 24E M9tKiI P9rtisip9si EtzioHi Terh9d9p Ker9g99H ScJJeK PeJJi9y99H. 70

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121)
(122)
(123)
(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)
(141)
(142)
(143)
(144)
(145)
(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)
(152)
(153)
(154)
(155)
(156)
(157)
(158)
(159)
(160)
(161)
(162)
(163)
(164)
(165)
(166)
(167)
(168)
(169)
(170)
(171)
(172)
(173)
(174)
(175)
(176)
(177)
(178)
(179)
(180)
(181)
(182)
(183)
(184)
(185)
(186)
(187)
(188)
(189)
(190)
(191)
(192)
(193)
(194)
(195)
(196)
(197)
(198)
(199)
(200)

Gambar

Tabel

Referensi

Dokumen terkait

Mempetajari Pola Penetapan Sumber Dan Bentuk Pembiayaan Untuk Pengembangan Usaha Koperasi Dan Pengusaha Kecil Agroindustri Di Kotamadya Bogor Dan Sekitarnya..

Karena perjanjian pembiayaan bagi hasil merupakan perjanjian yang dirancang oleh perusahaan modal ventura, artinya perusahaan pasangan usaha hampir tidak mungkin untuk

Untuk pengadaan bibit ini dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu bibit dengan ukuran antara 0,2 s/d 0,5 Kg yang berasal dari alam, atau hasil pembibitan secara modern ini

pembiayaan modal kerja di KSPPS BMT BUS Cabang Tegal Kota nominal bagi hasil telah ditentukan di awal akad dan nominal bagi hasil dari awal pembiayaan sampai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan bagi hasil oleh BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil Dan Menengah) pada

Hambatan dan kendala yang dihadapi oleh pengusaha telur asin adalah cukup lamanya rentang waktu penerimaan hasil penjualan telur asin, karena sistem pembayaran hasil

Oleh karena itu, pada industri pakaian jadi muslim, dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembelian mesin dan bahan baku kain, maka akad murabahah merupakan pilihan yang cukup

Oleh karena itu, pada usaha penangkapan ikan dengan pancing ulur berumpon, dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembelian mesin, rumpon dan perbekalan, maka akad