• Tidak ada hasil yang ditemukan

POSITIONING BAKSO PRESIDENT MALANG BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "POSITIONING BAKSO PRESIDENT MALANG BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

POSITIONING BAKSO PRESIDENT MALANG

BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai

Derajad Sarjana Ekonomi

Oleh :

Muh. Agung Wibawanto

08610009

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

(2)

PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan

saya, di dalam Naskah Skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang diajukan oleh

orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak

terdapat karya atau pendapat yang pernah diteliti atau diterbitkan oleh orang lain,

kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam

sumber kutipan dan daftar pustaka.

Malang, ...

Mahasiswa

Muh. Agung Wibawanto

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan segala kerendahaan hati dan ucapan syukur kehadirat Allah

Subhanahu Wata’ala atas Nikmat serta Karunia yang telah diberikan kepada

penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul

Positioning Bakso President Malang Berdasarkan Persepsi Konsumen.

Maksud dan tujuan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat

guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Universitas Muhammadiyah

Malang. Penulisan Skripsi ini tidak akan lancar tanpa adanya bantuan, dukungan

serta bimbingan dari beberapa pihak baik langsung maupun tidak langsung yang

sangat besar artinya. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan

terima kasih kepada:

1. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah

Malang.

2. Dr. H. Nazaruddin Malik, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Dra. Aniek Rumijati, M.M. selaku Ketua Program Studi Jurusan Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

4. Dr. Widayat, M.M selaku Dosen pembimbing I yang telah banyak

meluangkan waktu dan tenaga serta kesabarannya dalam memberikan

bimbingan dan pengarahaan kepada penulis sehingga dapat terselesaikannya

(4)

5. Drs. Eko Handayanto, M.M selaku Dosen pembimbing II yang telah banyak

meluangkan waktu dan tenaga serta kesabarannya dalam memberikan

bimbingan dan pengarahaan kepada penulis sehingga dapat terselesaikannya

Skripsi ini.

6. Dra. Ratih Juliati, M.Si selaku Dosen Wali yang berkenan membagikan ilmu,

pengalaman, dan nasehatnya kepada penulis.

7. Ayahanda dan Ibunda tercinta selaku orangtua, terimakasih atas do’a, bimbingan, motivasi, dukungan, cinta dan kasih sayang tiada akhir yang

diberikan, hingga ananda dapat meraih impian.

8. Bapak dan Ibu Dosen beserta staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis

khususnya Jurusan Manajemen yang telah banyak memberikan ilmu dan

pengetahuan selama proses perkuliahan, baik pada kelas regular maupun pada

kelas konsentrasi Marketing.

9. Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah

berkenan memberikan bantuan kepada penulis. Kiranya Tuhan yang akan

membalas kebaikan Anda semua.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat banyak

kekurangan dan kelemahannya, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan

kritik yang sifatnya membangun agar dapat lebih baik lagi. Besar harapan penulis

bahwa skripsi ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi semua pihak

(5)

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas

segala perhatian yang telah diberikan.

Wassalamualaikum Wrt. Wb.

Malang, 31 Januari 2013 Penulis,

(6)
(7)

4. Persepsi ... 19

C. Kerangka Pikir ... 20

BAB III. METODE PENELITIAN ... 22

A. Lokasi Penelitian ... 22

B. Jenis Penelitian ... 22

C. Variabel dan Definisi Operasional Variabel ... 23

D. Populasi dan Sampel ... 23

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 38

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 38

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan... 39

C. Deskripsi Hasil Jawaban Responden ... 41

(8)

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 50

A. Kesimpulan ... 50

B. Saran ... 51

DAFTAR PUSTAKA ... 52

(9)

DAFTAR GAMBAR

NO. JUDUL GAMBAR HALAMAN

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Positioning Bakso President 20

Gambar 4.1 Peta Persepsi Atribut Produk dan Harga Bakso 46

Gambar 4.2 Peta Persepsi Atribut Produk dan Harga Sesuai Produk Yang Ditawarkan

(10)

DAFTAR TABEL

NO. JUDUL TABEL HALAMAN

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu

dan Sekarang

8

Tabel 3.1 Variabel Positioning Bakso President Malang 23

Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas 31

Tabel 3.3 Hasil Uji Reliabilitas 33

Tabel 3.4 Evaluasi Nilai Stress Menurut Kruskal 35

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

38

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden

39

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan 40

Tabel 4.4 Deskripsi Jawaban Responden 41

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

NO. JUDUL LAMPIRAN HALAMAN

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 54

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden 54

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan 54

4. Deskripsi Jawaban Responden 55

5. Uji Validitas 58

6. Uji Reliabilitas 61

7. Peta Persepsi Analisis Data Multidimensional Scaling 62

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Adiwijaya, Michael, 2007. Analisa Strategi Reposisi Merek Dalam Persaingan Pasar : Jurnal Manajemen Pemasaran, Vol. 2, No. 2, Oktober 2007: 66-72.

Apriantoro, 2006. Analisis Positioning Popeyes Chicken And Seafood Dalam Pasar Restoran Fast Food Di Kota Bogor, Skripsi : Institut Pertanian Bogor.

Ariyani, Ni W.S., Sukaatmadja, I P.G. & Rimbawan N. D, 2009. Analysis Positioning Notebook Hewlett Packard (HP) di Provinsi Bali. Teknologi Elektro, Vol. 8 No. 2. n.p, http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/sri_16_.pdf. Diakses tanggal 3 Maret 2010.

Fidelia, http://food.ghiboo.com/komplitnya-bakso-president-malang, Jum'at, 16/12/2011, 19:01 WIB.

Kotler, P. and Keller, K.L, 2006. Manajemen Pemasaran; Edisi 12, Jilid 1, Edisi Bahasa Indonesia, PT. Indeks, 2009.

Kotler, P. and Keller, K.L, 2006. Manajemen Pemasaran, Edisi 12, Jilid 2, Edisi Bahasa Indonesia, PT. Indeks, 2009.

Malhotra, N.K., 2004. Riset Pemasaran : Pendekatan Terapan; Edisi Keempat, Jilid 1, PT. Indeks, 2009, Jakarta.

Malhotra, N.K., 2004. Riset Pemasaran : Pendekatan Terapan; Edisi Keempat, Jilid 2, PT. Indeks, 2010, Jakarta.

Oetomo, Rahadian A., 2012. Analisis Pengaruh Keragaman Menu, Persepsi Harga dan Lokasi Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen (Studi pada Restoran Waroeng Taman Singosari Semarang), Skripsi : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro Semarang.

Perdana, Agus. 2012. Pentingnya “Segmenting-Targeting-Positioning” Pada Brand, http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2012/01/18/pentingnya- %E2%80%9Csegmenting-targeting-positioning%E2%80%9D-pada-brand/), 18 Januari 2012, 20.01 WIB.

(13)

Priyatno, Duwi, 2008. Mandiri Belajar SPSS; Cetakan Kedua, PT. MediaKom, Yogyakarta.

Rangkuti, F., 1997. Riset Pemasaran; Cetakan Pertama, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Rizky, A. & Pantawis, S., 2011. Pengaruh Citra dan Sikap Merek Terhadap Ekuitas Merek (Studi pada Pasar Handphone Nokia di Kota Semarang) : Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi, Vol. 7 No. 2, Edisi November 2011.

Santoso, S. & Tjiptono, F., 2001. Riset Pemasaran : Konsep dan Aplikasi dengan SPSS; Kelompok Gramedia, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Setiowati, A. K., 2009. Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Ayam Bakar Wong Solo (Survei pada konsumen rumah makan Ayam Bakar Wong Solo cabang Malang), Skripsi : Universitas Muhammadiyah Malang.

Surya, A. & Setiyaningrum, A., 2009. Analisis Persepsi Konsumen Pada Aplikasi Bauran Pemasaran Serta Hubungannya Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Pada Hypermart Cabang Kelapa Gading) : Journal of Business Strategy and Execution, Vol. 2, 13-39.

Susanto, A. B., 2001, Manajemen Pemasaran Di Indonesia; Edisi Pertama, Jilid 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Tjiptono, F.,Chandra, G. & Adriana, D., 2008. Pemasaran Strategik, Andi, Yogyakarta.

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Perusahaan maupun badan usaha makro maupun mikro, salah satunya

termasuk usaha warung bakso yang kegiatan bisnis atau usahanya melakukan

pengelompokan pasar, membidik target pasar maupun konsumen yang akan

dituju, baik secara sengaja maupun tidak sengaja hal tersebut telah dilakukan.

Dalam melaksanakan strategi-strategi pemasaran tidak hanya melakukan

pengelompokan pasar, pengelompokan konsumen, dan membidik target pasar

maupun konsumen. Akan tetapi juga melakukan penetapan posisi merek

produk perusahaan maupun badan usaha. Penetapan posisi bukan hanya

menurut perusahaan itu sendiri, melainkan berdasarkan kacamata konsumen.

Positioning merupakan salah satu bagian penting dari macam-macam

strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh setiap badan usaha makro

maupun mikro. Prinsip marketing STP (Segmenting, Targeting, Positioning)

juga berlaku untuk UKM, franchise, dan usaha-usaha yang berhubungan

dengan pelanggan yang membeli produk (ekonomi.kompasiana.com). Hal

tersebut, khususnya positioning merupakan salah satu cara yang dijadikan

sebagai tolak ukur keberhasilan suatu usaha yang dijalankan oleh setiap badan

usaha. Berdasarkan persepsi atau cara pandang konsumen terhadap produk

(15)

2

mengetahui apa saja yang dipikirkan dan tertanam dalam benak konsumen

tentang citra produk suatu merek tersebut dari para pesaingnya.

Tjiptono et al (2008) mengatakan bahwa positioning dalam konteks

pemasaran adalah cara produk, merek atau organisasi perusahaan

dipersepsikan secara relatif dibandingkan dengan produk, merek atau

organisasi para pesaing oleh pelanggan saat ini maupun calon pelanggan.

Dalam penelitian ini memfokuskan satu objek yang digunakan untuk melihat

positioning berdasarkan persepsi konsumen.

Fokus pada berbagai macam warung bakso yang ada di wilayah kota

Malang. Bakso President merupakan bakso yang sudah lama berdiri sejak

tahun 1977 sekitar 35 tahun ini dikelola oleh H. Sugito, yang beralamatkan di

Jl. Batanghari No. 05 Malang. Bakso President pertama kali mempelopori

bakso dengan berbagai variasi di dalam bakso tersebut. Seperti bakso halus,

bakso urat, bakso goreng, pangsit goreng, pangsit rebus, bakso udang, bakso

panjang, tahu, kikil, jeroan, mie, lontong, soun, mie gulung dan juga kripik

bakso. Harga yang ditawarkan disesuaikan dengan variasi jenis makanan,

harga per satuan antara Rp. 1.500 – Rp. 9.000, sedangkan per porsi antara Rp. 7.500 – Rp. 17.500. (food.ghiboo.com)

Bakso President yang menunjukkan kedewasaan usia ini, diharapkan

mampu bersaing dengan pesaing terdekatnya dan lebih tertanam di dalam

benak konsumen dibandingkan dengan pesaing terdekatnya. Strategi

positioning dilakukan untuk melihat citra ataupun keunikkan yang tertanam

(16)

3

Hal tersebut sekaligus menjadi tolak ukur atribut yang ditawarkan Bakso

President menempati posisi yang khas dalam benak konsumen.

Dengan munculnya warung bakso lain sebagai pesaing yang juga

melakukan strategi pemasaran produk dengan menambahkan berbagai macam

variasi jenis makanan sebagai tambahan didalam bakso dan macam-macam

strategi pemasaran lain yang pernah dilakukan. Menurut Raharjani (2005:5)

dalam Oetomo (2012), konsumen cenderung memilih tempat yang

menawarkan produk bervariasi dan lengkap menyangkut kedalaman, luas, dan

kualitas keragaman barang yang ditawarkan oleh penjual.

Menurut Bernadine (2005) dalam Oetomo (2012), untuk dapat bertahan

dan berkembang, pengelola restoran dituntut untuk mampu menciptakan

keunggulan bersaing atas produk dan layanannya dalam upaya memuaskan

pelanggan. Positioning yang digunakan dalam penelitian ini menyangkut

atribut produk dan harga. Karena pada umumnya perusahaan jasa rumah

makan atau warung makan ini sering diukur oleh konsumen berdasarkan

atribut produk dan harga yang ditawarkan oleh rumah makan atau warung

makan tersebut. Dengan demikian penetapan posisi pada Bakso President

(17)

4

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, kesimpulan tentang

masalah yang dapat dipertanyakan di dalam penelitian ini, yaitu :

1. Bagaimana peta persepsi konsumen yang mencerminkan positioning

Bakso President berdasarkan atribut produk?

2. Bagaimana peta persepsi konsumen yang mencerminkan positioning

Bakso President berdasarkan atribut harga?

C. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang harus dibatasi, agar

penelitian ini lebih terfokus dan terarah sesuai dengan harapan yang

diinginkan. Adapun permasalahan yang dibatasi, yaitu mengenai atribut

positioning yang hanya menggunakan atribut produk dan harga.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk menganalisis peta persepsi konsumen yang mencerminkan

positioning Bakso President berdasarkan atribut produk.

2. Untuk menganalisis peta persepsi konsumen yang mencerminkan

(18)

5

2. Manfaat Penelitian

a. Bagi pengelola Bakso President, penelitian ini dapat digunakan

sebagai referensi serta informasi tambahan di masa yang akan datang,

untuk melihat citra yang tertanam dalam benak konsumen melalui

strategi positioning.

b. Bagi peneliti, penelitian ini merupakan penerapan atas teori-teori yang

telah dipelajari. Khususnya tentang konsep positioning yang akan

diterapkan dalam level usaha mikro.

c. Bagi pihak lain dan peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan

sebagai tambahan informasi dan referensi yang membahas mengenai

(19)

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang digunakan adalah pertama penelitian yang

dilakukan oleh Apriantoro (2006) dengan judul “Analisis Positioning Popeyes Chicken And Seafood Dalam Pasar Restoran Fast Food Di Kota

Bogor”. Penelitian yang dilakukan Apriantoro (2006) diperoleh hasil kesimpulan berdasarkan karakteristik responden, target pasar yang paling

potensial adalah kelompok umur 16-25 tahun. Mayoritas adalah pelajar

dan mahasiswa, meskipun tingkat pengeluaran per bulan tidak cukup besar

yaitu Rp. 100.000,- sampai Rp. 300.000,-. Menjawab pertanyaan tujuan

penelitian terhadap analisis pesaing terdekat dari Popeyes Chicken and

Seafood menghasilkan kesimpulan bahwa Popeyes berdasarkan kesan

umum, pesaing utama Popeyes adalah McDonald dan Kentucky Fried

Chicken (KFC) dengan jarak Euclidean 0,3395 dan 0,3412 dimana

semakin kecil jarak Euclid semakin dekat pesaing tersebut dengan

Popeyes. Untuk hasil dari analisis MDS diperoleh hasil yang tergolong

baik dengan nilai stress yang mendekati 5%. Berdasarkan pemetaan

responden Popeyes Chicken and Seafood diposisikan responden sebagai

restoran yang memiliki bumbu yang khas.

Kedua adalah penelitian yang dilakukan oleh setiowati (2009)

(20)

7

Solo (Survei pada konsumen rumah makan Ayam Bakar Wong Solo

cabang Malang)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi

konsumen terhadap ayam bakar Wong Solo ditinjau dari produk dan

harga. untuk mengukur persepsi konsumen terhadap produk, digunakan

variabel kualitas produk, fitur, gaya dan desain, merek kemasan, label, dan

jasa pendukung. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif.

Data primer tentang persepsi konsumen diperoleh dengan menyebarkan

kuesioner pada konsumen ayam bakar Wong Solo cabang Malang. Sampel

yang digunakan adalah 112 responden dengan teknik sampling jugmental.

Jugment yang dipakai dalam penelitian ini adalah usia responden lebih

dari 16 tahun. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa indikator

pelayanan cepat dan bentuk piring saji menarik berada pada rentang

penilaian netral. Hal ini menunjukkan bahwa kedua indikator tersebut

kurang mendapat respon positif dari responden. Dengan demikian

disarankan bagi rumah makan Ayam Bakar Wong Solo untuk

mempercepat pelayanan serta mendesain bentuk kemasan yang lebih

menarik lagi.

Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah diuraikan diatas,

peneliti dapat mengambil persamaan dan perbedaan antara penelitian

terdahulu dengan penelitian sekarang. Persamaan dan perbedaan antara

penelitian terdahulu dan penelitian sekarang dapat dilihat pada Tabel 2.1,

(21)

8

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Sekarang

Nama

Peneliti,

Universitas

Judul

Penelitian Variabel Tahun

Metode

A. K. Setiowati Analisis Persepsi

Konsumen

Sumber : Apriantoro (2006) dan Setiowati (2009). Data diolah.

B. Tinjauan Teori

1. Positioning

1.1 Pengertian Positioning

Menurut Hermawan Kertajaya, seorang pakar

pemasaran dalam Adiwijaya (2007) menyatakan bahwa

positioning adalah salah satu bagian dari elemen strategi

(22)

9

yang dapat membedakan suatu produk dari produk para

pesaing. Menurut Kotler dan Keller (2006:375) positioning

adalah tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan

sehingga menempati posisi yang khas (dibandingkan para

pesaing) di dalam benak pelanggan sasarannya. Positioning

adalah tentang bagaimana suatu merek perusahaan dapat

masuk dan menguasai benak pelanggan (Wijaya dan Chandra,

2006).

1.2 Strategi Positioning

Tjiptono et al (2008) menyebutkan bahwa strategi

positioning yang dapat dipilih setiap perusahaan, sebagai

berikut :

1.) Attribute positioning. Perusahaan memposisikan dirinya

berdasarkan atribut atau fitur spesifik.

2.) Benefit positioning. Produk diposisikan sebagai pemimpin

dalam manfaat tertentu.

3.) Use or application positioning. Produk diposisikan

sebagai alternatif terbaik untuk situasi pemakai atau

aplikasi tertentu.

4.) User positioning. Produk diposisikan sebagai pilihan

terbaik untuk kelompok pemakai tertentu.

5.) Competitor positioning. Klaim produk dihubungkan

(23)

10

6.) Product category positioning. Produk diposisikan sebagai

pemimpin dalam kategori produk tertentu.

7.) Quality or price positioning. Perusahaan berusaha

menciptakan kesan/citra berkualitas tinggi lewat harga

premium atau sebaliknya menekankan harga murah

sebagai indikator nilai.

8.) Parentage positioning. Positioning didasarkan pada siapa

produsennya dan produk-produk sebelumnya.

9.) Manufacturing process positioning. Positioning

menekankan kecanggihan, ketelitian dan kesempurnaan

proses manufaktur.

10.) Ingredient positioning. Konsep positioning yang

menekankan kualitas bahan, unsur dasar, atau komponen

yang digunakan.

11.) Endorsement positioning. Positioning menekankan

dukungan dari pakar atau selebriti.

12.) Proenvironment positioning. Konsep ini berusaha

menggambarkan perusahaan sebagai good citizen.

13.) Country positioning (geographic area positioning).

Positioning menekankan citra positif negara atau kawasan

(24)

11

1.3 Strategi Diferensiasi

Kotler dan Keller (2006:405) juga menyebutkan bahwa

kunci dalam keunggulan bersaing adalah strategi diferensiasi.

Variabel-variabel dalam diferensiasi, yaitu :

1.) Produk. Meliputi : bentuk, fitur, mutu kinerja, mutu

kesesuaian terhadap standar atau spesifikasi, daya tahan,

keandalan, kemudahan perbaikan, gaya, rancangan.

2.) Jasa. Meliputi : kemudahan pemesanan, pengiriman,

pemasangan, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan,

pemeliharaan dan perbaikan, serta pelayanan lain-lainnya.

3.) Personalia. Terdapat enam kategori, yaitu :

a.) Kemampuan. Memiliki keahlian dan pengetahuan

yang diperlukan. Personalia yang bekerja dalam

sebuah perusahaan diharapkan memiliki keahlian dan

pengetahuan yang sesuai dengan bidangnya

masing-masing (profesional dibidangnya) .

b.) Kesopanan. Ramah, menghormati dan penuh

perhatian. Kesopanan yang diperlihatkan menjadi

nilai tambah dalam berkomunikasi dengan

konsumen.

c.) Kredibilitas atau dapat dipercaya. Kepercayaan yang

(25)

12

konsumen, akan menciptakan sebuah citra yang baik

berdasarkan persepsi konsumen.

d.) Dapat diandalkan. Memberi pelayanan secara

konsisten dan akurat. Personalia yang dapat

diandalkan akan menciptakan sebuah citra yang baik

berdasarkan persepsi konsumen.

e.) Cepat tanggap. Cepat menanggapi permintaan dan

permasalahan konsumen. Cepat tanggap saat

menghadapi permintaan dan permasalahan konsumen

akan menciptakan sebuah citra yang baik

berdasarkan persepsi konsumen.

f.) Komunikasi. Berusaha memahami pelanggan dan

berkomunikasi dengan jelas. Komunikasi antara

personalia sebuah perusahaan saat menghadapi

konsumen baik atau tidaknya dapat menciptakan

sebuah citra berdasarkan persepsi konsumen.

4.) Saluran pemasaran. Meliputi : menyangkut tentang

jangkauan, keahlian dan kinerja saluran-saluran tersebut.

5.) Citra. Meliputi : lambang sebuah produk, media, suasana

(26)

13

2. Produk

2.1 Pengertian Produk

Menurut Surya dan Setiyaningrum (2009) produk

adalah barang dan jasa atau ide yang memiliki atribut

berwujud (tangible) atau tidak berwujud (intangible) yang

memberikan manfaat dan kepuasan kepada konsumen.

Menurut Kotler dan Keller (2006:4), produk adalah segala

sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan

keinginan atau kebutuhan. Produk yang dipasarkan meliputi

barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat,

properti, organisasi, dan gagasan.

Menurut Kotler dan Keller (2006:4) produk dapat

dilihat berdasarkan tingkatannya yang harus disiapkan oleh

pemasar, sebagai berikut :

a. Manfaat inti (core benefit) : Layanan atau manfaat

mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan.

b. Produk dasar (basic product) : Pemasar harus mengubah

manfaat inti menjadi sebuah produk dasar.

c. Produk yang diharapkan (expected product) : Beberapa

atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli

(27)

14

d. Produk yang ditingkatkan (augmented product) : Pada

tingkatan ini diharapkan pemasar mampu menyiapkan

produk yang melampaui harapan pelanggan.

e. Calon produk (potential product) : Meliputi segala

kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin

akan dialami produk atau tawaran tersebut pada masa

mendatang.

2.2 Klasifikasi Produk

Menurut Kotler dan Keller (2006:6) secara tradisional,

produk dapat diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri yang ada

pada produk itu sendiri, yaitu daya tahan, wujud dan

penggunaannya (konsumen dan industri).

1.) Daya Tahan dan Wujud.

1.1) Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods)

adalah barang yang memiliki bentuk fisik atau

berwujud dan biasanya hanya dikonsumsi dalam satu

atau hanya beberapa kali penggunaan.

1.2) Barang tahan lama (durable goods) adalah barang

memiliki bentuk fisik atau berwujud dan

penggunaannya dapat tahan lama atau dapat

(28)

15

1.3) Jasa (services) adalah produk yang tidak berwujud

(intangible), tidak terpisahkan (inseparability) dan

mudah habis.

2.) Barang Konsumen

Barang konsumen dapat diklasifikasikan berdasarkan

kebiasaan belanja, yaitu :

2.1) Barang sehari-hari (convenience goods) adalah

barang-barang yang biasanya sering dibeli pelanggan dengan

cepat dan dengan upaya yang sangat sedikit.

Barang sehari-hari dapat diklasifikasikan lebih jauh lagi

menjadi :

a.) Kebutuhan pokok (staples) adalah barang-barang yang

dibeli konsumen secara teratur.

b.) Barang dadakan (impulse goods) adalah barang yang

dibeli tanpa perancanaan atau tanpa upaya pencarian.

c.) Barang darurat (emergency goods) adalah barang yang

dibeli pada saat suatu kebutuhan mendesak.

2.2) Barang toko (shopping goods) adalah barang-barang

yang biasanya dibandingkan berdasarkan kesesuaian,

kualitas, harga dan gaya dalam proses pemilihan dan

pembeliannya.

Barang toko dapat diklasifikasikan lebih jauh lagi

(29)

16

a.) Barang toko homogen (homogenous shopping goods)

adalah barang yang memiliki kemiripan mutu, tetapi

cukup berbeda dari segi harga sehingga dapat menjadi

alasan perbandingan dalam berbelanja.

b.) Barang toko heterogen (heterogenous shopping goods)

adalah berbeda dari segi ciri-ciri produk dan layanan

yang mungkin dianggap lebih penting daripada

harganya.

2.3) Barang khusus (specialty goods) mempunyai ciri-ciri

atau identifikasi merek yang unik dan karena itu banyak

pembeli yang bersedia berupaya melakukan pembelian

yang khusus.

2.4) Barang yang tidak dicari (unsought goods) adalah

barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau

biasanya mereka tidak terpikir untuk membelinya.

3.) Barang Industri

Barang industri dapat diklasifikasikan berdasarkan

bagaimana cara barang tersebut memasuki proses produksi

dan kemahalan relatifnya, yaitu :

3.1) Bahan baku dan suku cadang (materials and parts)

adalah barang-barang yang seluruhnya masuk ke

(30)

17

3.2) Barang modal (capital items) adalah barang-barang

tahan lama yang memudahkan pengembangan atau

pengelolaan produk jadi.

3.3) Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and

business service) adalah barang dan jasa berumur

pendek memudahkan pengembangan atau

pengelolaan produk jadi.

2.3 Bauran dan Sistem Produk

Menurut Kotler dan Keller (2006:15) sistem produk

(product system) adalah sekelompok barang berbeda, tetapi

saling berhubungan yang berfungsi dengan cara yang saling

melengkapi. Bauran produk (product mix atau product

assortment) adalah kumpulan seluruh produk dan barang yang

ditawarkan penjual tertentu kepada pembeli.

2.4 Hierarki Produk

Kotler dan Keller (2006:15) menyebutkan bahwa setiap

produk memiliki hierarki yang terdiri dari enam tingkatan,

yaitu :

1.) Keluarga kebutuhan (need family) adalah kebutuhan inti yang

mendasari keberadaan suatu kelompok produk.

2.) Keluarga produk (product family) adalah semua kelas produk

(31)

18

3.) Kelas produk (product class) adalah sekelompok produk

dalam keluarga produk yang diakui mempunyai ikatan

fungsional tertentu.

4.) Lini produk (product line) adalah sekelompok produk dalam

kelas produk yang saling terkait erat karena produk tersebut

melakukan fungsi yang sama, dijual kepada kelompok

pelanggan yang sama, dan dipasarkan melalui saluran yang

sama, atau masuk ke dalam rentang harga tertentu.

5.) Jenis produk (product type) adalah sekelompok barang dalam

lini produk yang sama-sama memiliki salah satu dari beberapa

kemungkinan bentuk produk tersebut.

6.) Barang (item) (yang juga disebut unit pencatatan persediaan

stockkeeping unit atau varian produk) adalah unit tersendiri

dalam suatu merek atau lini produk yang dapat dibedakan

berdasarkan ukuran, harga, penampilan, atau suatu cirri yang

lain.

3. Harga

Menurut Kotler dan Amstrong (2000:73) dalam Pirmansyah

(2004) harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh

pelanggan untuk memperoleh produk. Kotler dan Keller (2006:23)

menjelaskan bahwa ada enam keadaan yang melibatkan penetapan

harga bauran produk, yaitu : penetapan harga lini produk (product

(32)

19

penetapan harga produk pelengkap (captive product pricing),

penetapan harga dua bagian (two part pricing), penetapan harga

produk sampingan (by product pricing), dan penetapan harga

penggabungan produk (product bundling pricing).

4. Persepsi

Surya dan Setiyaningrum (2009) menyebutkan bahwa

persepsi bersifat subyektif karena persepsi setiap individu terhadap

suatu obyek akan berbeda satu sama lain. Zuhdi dan Supardi (2009)

menyebutkan bahwa persepsi merupakan suatu proses yang timbul

akibat adanya sensasi, jadi persepsi merupakan makna yang

konsumen pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu,

stimuli-stimuli (rangsangan-rangsangan) yang diterima melalui lima indera.

Sensasi adalah aktivitas merasakan atau penyebab keadaan emosi

yang mengembirakan. Rangsangan (stimulus) adalah unit input yang

merangsang satu atau lebih dari lima panca indera (penglihatan,

penciuman, rasa, sentuhan dan pendengaran). Kotler dan Keller

(2006:228) menyebutkan bahwa persepsi merupakan proses yang

digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan

menginterprerasi masukan informasi guna menciptakan gambaran

dunia yang memiliki arti.

Menurut Kotler dan Keller (2006:228) dalam pemasaran,

persepsi sangat penting daripada realitas, karena persepsi yang

(33)

20

Atribut :

1. Produk

2. Harga

Positioning

persepsi yang berbeda dengan satu obyek yang sama karena tiga

proses persepsi, yaitu :

1.) Perhatian selektif. Seorang konsumen akan menerima banyak

rangsangan setiap harinya, karena tidak mungkin menanggapi

semua rangsangan itu, kebanyakan rangsangan itu akan disaring,

proses penyaringan itulah yang disebut sebagai perhatian selektif.

2.) Distorsi selektif. Kecendrungan menafsirkan informasi sehingga

sesuai dengan pra-konsepsi kita.

3.) Ingatan selektif. Cenderung mengingat hal-hal yang disukai

melalui produk yang kita inginkan, dan melupakan hal-hal baik

dari produk pesaing.

C. Kerangka Pikir

Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu, variabel yang

akan diteliti dalam penelitian ini adalah produk dan harga, sehingga dapat

mengetahui strategi positioning yang akan digunakan dalam penelitian ini,

seperti yang dijelaskan pada Gambar 2.1 berikut ini :

(34)

21

Berdasarkan kerangka pikir positioning Bakso President diatas,

dapat dijelaskan bahwa atribut yang digunakan di dalam penelitian ini

menjadi patokan tolak ukur yang digunakan untuk mengetahui positioning

berdasarkan persepsi konsumen. Berdasarkan atribut produk dan harga

yang digunakan, akan terlihat atribut mana yang cenderung mencerminkan

positioning berdasarkan persepsi konsumen tentang Bakso President.

Atribut produk dengan indikator yang digunakan meliputi rasa produk,

jenis varian, pelayanan (kesopanan dan cepat tanggap karyawan). Untuk

atribut harga dengan indikator yang digunakan meliputi harga produk dan

harga sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan.

Gambar

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Sekarang
Gambar 2.1. Kerangka Pikir Positioning Bakso President

Referensi

Dokumen terkait

Yang juga menjadi pertimbangan peneliti menggunakan produk ini dalam penelitian adalah karena produk ini dijual dengan harga yang sama (Hidayat, 2003, Adu Jos

Secara simultan variabel persepsi konsumen yang terdiri dari harga (X1), produk (X2), pelayanan (X3), kenyamanan berbelanja (X4), kualitas produk (X5) berpengaruh simultan

Nilai inflasi adalah perentase perubahan di dalam tingkat harga, Indeks harga mengukur biaya sekelompok barang tertentu sebagai persentase dari kelompok

1) Product adalah barang yang dibuat atau diproduksi untuk memenuhi kebutuhan sekelompok orang tertentu. Produk ini tidak berwujud atau berwujud karena bisa dalam bentuk

Lini produk (product line) : sekelompok produk dalam suatu kelas produk yang berkaitan erat karena mereka melaksanakan suatu fungsi yang serupa, dijual pada kelompok

Berdasarkan gambar 4.3 bahwa pertanyaan atribut 3 yaitu daya tarik harga, dapat kita lihat smartphone merek Oppo dan Xiaomi terletak pada kuadran yang sama hal

Dalam strategi penentuan harga ini, perusahaan menjual produk dengan harga yang berbeda untuk model yang berbeda dalam lini produk tertentu, contohnya pada tahun 1996, Acer

Peta posisi persaingan produk kopi berdasarkan persepsi konsumen di Kota Lhokseumawe berdasarkan atribut determinan yang terdiri dari varian produk, harga, rasa, promosi,