i
RELIGIUSITAS SISWA PROGRAM
AKSELERASI
SKRIPSI
Oleh:
ZENI FITRI NASIBAH
04810137
FAKULTAS PSIKOLOGI
ii
RELIGIUSITAS SISWA PROGRAM AKSELERASI
SKRIPSI
Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang
sebagai salah satu persyaratan untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Psikologi
Oleh:
ZENI FITRI NASIBAH
04810137
FAKULTAS PSIKOLOGI
vi
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala Puji Syukur atas kehadirat Allah SWT atas limpahan dan karunia-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Religiusitas Siswa Program Akselerasi”. Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi
salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga terutama kepada :
1. Drs Tulus Winarsunu, M.Si selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
2. Dra. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan pengarahan dan masukan dari awal hingga terselesaikannya skripsi ini
3. M. Shohib, M.Si selaku Dosen Pembimbing II yang juga telah memberikan arahan, motivasi dari awal hingga akhir terselesaikannya skripsi ini
4. Ni’matuz Zahroh, S.Psi selaku dosen wali kelas C angkatan 2004 dan Tri Muji Ingarianti, S.Psi., M. Psi selaku dosen wali pengganti, yang telah banyak membantu dan membimbing penulis dalam merencanakan program akademik 5. Kedua orang tua’ku tercinta, Ibu dan Bapak yang tak henti-hentinya memberikan
segenap kasih sayang, perhatian, kesabaran, do’a dan motivasi sehingga penulis
bisa menyelesaikan skripsi ini dengan baik
6. Kakak Hendrix dan Adik-adik ku (Uud, Luxim, Imul, Tuwid) tercinta serta keluarga besar di Lamongan yang telah memberikan banyak dukungan, semangat
vii 7. Khusus buat seseorang “Pangeran Kodok” yang juga selalu menemani ku ketika
stres karena skripsi yang tidak selesai-selesai
8. Seluruh subyek penelitian ini karena telah meluangkan waktunya untuk menjadi subyek penelitian
9. Teman – teman seperjuangan, Nani, Ratna, Umbar, Umimah, Prima dan semuanya yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang tidak pernah patah semangat
10.Teman – teman kos, Sariem, Dwex (Ocy), Niken, Patqu, Mya-chan, Nuriyah, Iche, Jeniper bona, Karina kapur, terima kasih atas semangatnya
11.Keluarga besar psikologi khususnya kelas C angkatan 2004, terutama Yantrok, Yuko-chan, Amirul, Nyunyun, buk Nita terima kasih atas motivasi dan kebersamaannya selama ini
12.Semua pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu per satu. Terima kasih semuanya
Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna. Maka dari itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi semuanya. Amin.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Malang, 07 Mei 2011 Penulis
viii 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap religiusitas…….. B. Akselerasi ………......
ix BAB III : METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian ... B. Definisi Operasional Variabel………..
C. Populasi dan Sampel……….
D. Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data ……….…. E. Prosedur Penelitian………... F. Validitas dan Reabilitas………….………... G. Rancangan Analisa Data ………. BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ………
x DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Skala penelitian Lampiran 2 : Data kasar penelitian
Lampiran 3 : Uji validitas dan uji reliabilitas tiap-tiap dimensi Lampiran 4 : Uji validitas dan uji reliabilitas secara keseluruhan Lampiran 5 : Data T-score dan kategorinya
Lampiran 6 Lampiran 7
: :
Data T-score dan kategorinya tiap-tiap dimensi
Data silang tiap-tiap dimensi dan keseluruha berdasarkan jenis kelamin dan kelas
xi DAFTAR TABEL
Nomor Tabel
Tabel 1 : Skoring pernyataan favourabel dan unfavourabel ... 23 Tabel 2 : Blue print religiusitas siswa program akselerasi ... 24 Tabel 3 : Rangkuman analisa validitas skala religiusitas siswa program
akselerasi ... 27 Tabel 4 : Rangkuman analisa reliabilitas skala religiusitas siswa program
akselerasi ... 28 Tabel 5 : Gambaran identitas responden ... 30 Tabel 6 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan jenis kelamin
dan kelas pada dimensi praktik agama ... 31 Tabel 7 : Kategori nilai T-score religiusitas siswa program akselerasi pada
dimensi praktik agama ... 32 Tabel 8 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan jenis kelamin
dan kelas pada dimensi keyakinan ... 33 Tabel 9 : Kategori nilai T-score religiusitas siswa program akselerasi pada
dimensi keyakinan ... 34 Tabel 10 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan jenis kelamin
dan kelas pada dimensi pengetahuan ... 34 Tabel 11 : Kategori nilai T-score religiusitas siswa program akselerasi pada
dimensi pengetahuan ... 35 Tabel 12 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan jenis kelamin
dan kelas pada dimensi penghayatan ... 36 Tabel 13 : Kategori nilai T-score religiusitas siswa program akselerasi pada
dimensi penghayatan ... 37
Tabel 14 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan jenis kelamin dan kelas pada dimensi pengalaman ... 37 Tabel 15 : Kategori nilai T-score religiusitas siswa program akselerasi pada
xii Tabel 16 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan jenis kelamin
dan kelas pada semua subyek ... 39 Tabel 17 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan jenis kelamin
pada semua subyek ... 40 Tabel 18 : Kategori nilai T-score religiusitas siswa program akselerasi
berdasarkan jenis kelamin pada semua subyek ... 41 Tabel 19 : Religiusitas siswa program akselerasi berdasarkan rata-rata pada
xiii DAFTAR PUSTAKA
Ahyadi, A. A. (1991). Psikologi agama kepribadian muslim pancasila. Bandung: Sinar Baru.
Ancok, D., & Suroso, F. N. (2004). Psikologi islam solusi islam atas problem-problem psikologi (Cetakan Kelima). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, S. (2008). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Ed. revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Arfaria, F. S. (2010). Hubungan antara religiusitas dengan rasa aman pada remaja
(Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur).
Azwar, S. (2006). Penyusunan skala psikologi (Cetakan Kedelapan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
_______. (2004). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Baharuddin, & Mulyono. (2008). Psikologi agama dalam perspektif islam. Malang: UIN-Malang Press.
Chaplin, (2004). Kamus lengkap psikologi (Cetakan Kesembilan). Jakarta: Rajawali Pers.
Gunarsa, S. D. (2004). Psikologi anak bermasalah. Jakarta: BPK. Gunung Mulia. Hawadi, R. A. (2004). Akselerasi A-Z informasi program percepatan belajar dan
anak berbakat intelektual. Jakarta: Grasindo.
Hawari, D. (2005). Al-Qur’an ilmu kedokteran jiwa dan kesehatan jiwa. Yogyakarta: PT. dana Bhakti Prima Yasa.
Jalaluddin, (2009). Psikologi agama memahami perilaku keagamaan dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi (Ed. revisi). Jakarta: Rajawali Pers.
Kerlinger, F. N. (1990). Asas-asas penelitian behavioral (Ed. ketiga). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
xiv Nisa, K. (2005). Hubungan antara tingkat religiusitas dengan sikap terhadap abortus pada remaja akhir (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur).
Poerwanti, E. (1998). Dimensi-dimensi riset ilmiah. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Sugiyono, (2002). Metode penelitian bisnis (Cetakan Keempat). Bandung: Alvabeta. Thouless, R. H. (1995). Pengantar psikologi agama (Cetakan Kedua). Jakarta:
Rajawali Pers.
Team pustaka phoenix, (2007). Kamus besar bahasa Indonesia (Ed. baru). Jakarta: Team Pustaka Phoenix.
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Saat ini sering kita dengar tentang religiusitas, tetapi apakah kita sudah tahu apa yang dimaksud dengan religiusitas tersebut. Religiusitas adalah suatu kualitas seseorang dalam memahami, menghayati, mengamalkan aturan-aturan agama yang dianutnya dalam kehidupan, yang menunjukkan ketaatan orang tersebut pada agama, interaksinya dengan Tuhan, sesama manusia dan alam semesta yang disertai dengan adanya ketertarikan manusia terhadap agama yang dianutnnya dan mempunyai tanggung jawab serta kesiapan untuk melaksanakan ajaran agamanya.
Untuk mengukur religiusitas seseorang tidak hanya dilihat dari perilaku ritual (ibadah), tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan yang dianjurkan oleh agama. Menurut Strak dan Glock (dalam Ancok & Suroso, 2004:77), religiusitas seseorang meliputi lima dimensi yaitu: (1) Dimensi praktik agama / ritualistik (2) Dimensi keyakinan / ideologis (3) Dimensi pengetahuan (intelektual) (4) Dimensi penghayatan / eksperiensial (5) Dimensi pengalaman.
Orang yang religius tidak akan memisahkan kelima dimensi tersebut karena lima dimensi ini sangat berhubungan, tidak cukup orang dikatakan religius karena sering melakukan ritual keagamaannya atau sekedar yakin dengan agamanya, tetapi dengan didasari pengetahuan tentang agama penghayatan serta pengalaman yang mereka alami dan mereka yakin bahwa apa yang mereka lakukan adalah atas anjuran agama mereka dengan sendirinya akan melakukan ritual-ritual keagamaan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.
2
(2004:80-81) membuat rumusan tentang dimensi religiusitas dalam Islam, dimensi-dimensi tersebut adalah, dimensi-dimensi akidah Islam adalah Islam menunjuk pada seberapa tingkat keyakinan seseorang yang muslim atau muslimah terhadap kebenaran ajaran-ajaran agamanya. Terutama terhadap agama-agama yang bersifat fundamental dan dogmatik. Dimensi syariah menunjuk pada seberapa tingkat kepatuhan seseorang muslim atau muslimah dalam mengerjakan kegiatan-kegiatan ritual sebagaimana disuruh dan dianjurkan oleh agamanya. Dimensi akhlak menunjuk pada seberapa tingkat seseorang muslim atau muslimah berperilaku dimotivasi oleh ajaran-ajaran agamanya, yaitu bagaimana individu berelasi dengan dunianya terutama dengan sesama.
Menurut Jalaludin (2005: 263), menyatakan salah satu fungsi agama adalah fungsi kreatif. Penghayatan dari agama adalah religiusitas berpengaruh positif terhadap kreativitas, makin tinggi pula kreativitas seseorang.
Kecerdasan yang tinggi mungkin merupakan kelebihan yang dimiliki siswa akselerasi. Namun di sisi lain hal tersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan, baik dari luar diri mereka maupun dari dalam diri mereka sendiri. Hal ini dikarenakan kesibukan anak akselerasi dalam akademik berbeda dengan anak biasa dan minat mereka pun lebih pada hal-hal yang bersifat formal daripada meluangkan waktu untuk bermain bersama teman-temannya, padahal manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan komunikasi dengan orang lain sebagaimana dia harus dapat melakukan interaksi dengan orang lain.
3
Karakteristik anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa salah satunya adalah bakat intelektual yang tinggi serta kemampuan verbal yang bagus dibanding anak pada umumnya. Sedangkan faktor yang mungkin ada dalam perkembangan sikap keagamaan menurut Thoules (1995: 34), salah satunya yaitu berbagai proses pemikiran verbal atau faktor intelektual. Kemampuan berfikir dalam bentuk kata-kata dan mempergunakannya sebagai alat untuk membedakan antara yang benar dan yang salah diharapkan dengan begitu dapat berpengaruh terhadap perkembangan keagamaan. Dengan kemampuan berfikir dan kemampuan verbal yang mengagumkan siswa cerdas istimewa dan cerdas berbakat dapat dengan baik menggunakan kecerdasannya untuk membedakan mana yang baik dan buruk yang tidak boleh dilakukan dan dilakukan yang salah dan benar sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
Dengan berbagai karakteristik yang dimiliki anak berbakat tersebut menjadikan mereka istimewa dibanding anak-anak pada umumnya, sehingga dengan intelegensi yang tinggi serta pengetahuan yang luas dibanding anak-anak seusianya mereka dapat memahami ajaran-ajaran atau pengetahuan-pengetahuan dengan lebih baik dengan begitu menjadikan nilai-nilai agama sebenarnya dapat difungsikan dengan lebih baik. Karakteristik anak gifted sangat membantu mereka dalam perkembangan jiwa keagamaan pada mereka, dengan nilai-nilai agama dapat mengajarkan pada mereka nilai-nilai kehidupan, norma-norma hidup dan bagaimana sikap mereka kepada orang lain. Dengan nilai yang baik maka akan menjadikan anak gifted menjadi orang yang lebih baik, hidup lebih baik dan memperlakukan orang lebih baik.
Dalam mengatasi anak yang mempunyai suatu bakat intelektual yang tinggi, pihak sekolah menyediakan tempat atau kelas tersendiri bagi anak tersebut. Maka sekolah-sekolah mengadakan program akselerasi, akselerasi ini membawa siswa pada tantangan yang berkesinambungang yang akan menyiapkan mereka menghadapi dunia pendidikan selanjutnya.
4
menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara religiusitas dengan perilaku prososial, semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku prososial siswa. Disini dapat disimpulkan bahwa religiusitas sangat berperan penting dalam perilaku mereka, sehingga mereka akan cenderung berperilaku positif.
Penelitian Nisa (2005) melakukan penelitian mengenai ”Hubungan
Religiusitas dengan Sikap terhadap Abortus pada Remaja Akhir”. Menunjukkan
bahwa ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara tingkat religiusitas dengan sikap terhadap abortus pada remaja akhir, semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah sikap abortus pada remaja akhir. Disini dapat disimpulkan religiusitas adalah benteng dari hal-hal yang negatif, dimana remaja yang memiliki religiusitas tinggi tidak akan melakukan perilaku abortus.
Arfaria (2010) melakukan penelitian mengenai ”Hubungan Antara
Religiusitas Dengan Rasa Aman Pada Remaja”. Hasilnya menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan rasa aman pada siswa-siswi SMU Negeri 1 Jogonalan Klaten. Artinya tingkat religiusitas siswa-siwi SMU Negeri 1 Jogonalan Klaten Tinggi. Disini dapat disimpulkan rasa aman yang didapat oleh remaja dikarenakan mereka memiliki religiusitas tinggi dimana mereka menggunakan agama sebagai pelindung dari rasa cemas, takut, khawatir dan sebagainya.
Dari berbagai penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa religiusitas seseorang sangat berperan penting karena dengan religiusitas yang baik maka akan berdampak baik pula pada perilaku dan emosi mereka, sedangkan jika sebaliknya jika religiusitas seseorang itu kurang baik maka perilaku dan emosi mereka juga tidak baik.
5
yang tinggi siswa program akselerasi akan dapat memberikan makna pada kehidupannya, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang banyak yang ada disekitarnya.
Penelitian ini diarahkan kepada siswa SMA Negeri 8 Malang yang di dalamnya terdapat kelas program akselerasi. Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas siswa akselerasi mempunyai kemampuan diatas rata-rata, mereka mampu menyelesaikan tugas akademiknya dengan baik, dan melakukan segala sesuatu secara terorganisir, sehingga diharapkan siswa akselerasi memiliki religiusitas yang baik pula, dalam ritual keagamaan maupun perwujudan dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Disini siswa akselerasi yang ingin diteliti oleh peneliti adalah termasuk dalam kelompok remaja dimana remaja merupakan masa untuk mencari identitas diri, untuk memenuhi tugas-tugas perkembangan tersebut maka keyakinan dan penghayatan akan ajaran agama yang sering disebut religiusitas adalah hal penting bagi mereka sebagai pedoman hidup, khususnya bagi remaja. Dari penjelasan terebut di atas, peneliti tertarik untuk
meneliti lebih jauh mengenai “Gambaran Religiusitas Siswa Program Akselerasi
(siswa cerdas istimewa dan bakat istimewa)”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : Bagaimana gambaran religiusitas siswa program akselerasi.
C. Tujuan Penelitian
6
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran, wacana dan informasi bagi disiplin ilmu Psikologi.
2. Manfaat Praktis
a. Sebagai bahan rujukan bagi sekolah atau pengajar dalam penyusunan kurikulum, agar tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif.