• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modernisasi Jaringan Akses Tembaga dengan Fiber Optik ke Pelanggan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Modernisasi Jaringan Akses Tembaga dengan Fiber Optik ke Pelanggan."

Copied!
90
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Astrid Harera Royani Hsb
  • Pengajar:
    • Ir. M. Zulfin, MT
    • Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si
    • Rahmad Fauzi, ST. MT
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Elektro
  • Topik: Modernisasi Jaringan Akses Tembaga dengan Fiber Optik ke Pelanggan
  • Tipe: tugas akhir
  • Tahun: 2012
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang pentingnya modernisasi jaringan akses tembaga ke fiber optik. Dengan peningkatan kebutuhan bandwidth dan kecepatan akses, jaringan tembaga yang hanya mampu menyalurkan hingga 4 Mbps tidak lagi memadai. Modernisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan dengan menyediakan bandwidth hingga 100 Mbps melalui teknologi MSAN dan GPON. Melalui modernisasi ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi yang semakin kompleks di era digital.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan perkembangan teknologi telekomunikasi dan kebutuhan layanan yang meningkat, termasuk data dan video. Jaringan akses tembaga yang terbatas dalam kapasitas bandwidth memerlukan modernisasi untuk memenuhi tuntutan layanan multimedia yang lebih tinggi, sehingga fiber optik menjadi solusi yang tepat.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam tugas akhir ini mencakup analisis prinsip transmisi serat optik, proses penggantian kabel tembaga ke fiber optik, spesifikasi perangkat yang digunakan, dan prosedur penggantian tersebut. Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai tantangan dan solusi dalam modernisasi jaringan.

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengidentifikasi keuntungan dari sistem yang dimodernisasi dan menganalisis proses penggantian kabel tembaga dengan fiber optik. Hal ini penting untuk memberikan wawasan bagi pengembangan jaringan telekomunikasi yang lebih efisien.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk memfokuskan kajian pada jaringan akses tembaga dan fiber optik secara umum, prosedur penggantian kabel, serta perangkat pendukung yang digunakan. Ini bertujuan untuk menjaga konsistensi dan kedalaman analisis dalam konteks yang spesifik.

1.5 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan meliputi studi literatur dan diskusi dengan pihak terkait, seperti dosen pembimbing dan pegawai PT. Telekomunikasi. Pendekatan ini membantu dalam mengumpulkan informasi yang relevan dan mendalam mengenai topik yang dibahas.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan menjelaskan struktur laporan, mulai dari pendahuluan, pembahasan jaringan akses tembaga dan serat optik, perangkat yang digunakan, hingga analisis modernisasi dan penutup. Ini memberikan panduan yang jelas bagi pembaca dalam memahami isi laporan.

II. JARINGAN AKSES TEMBAGA DAN SERAT OPTIK

Bab ini membahas perbandingan antara jaringan akses tembaga dan serat optik. Jaringan akses tembaga memiliki keterbatasan dalam kapasitas dan kecepatan, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan layanan multimedia yang semakin meningkat. Sebaliknya, serat optik menawarkan kecepatan dan bandwidth yang jauh lebih tinggi, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk modernisasi jaringan.

2.1 Umum

Jaringan lokal akses tembaga memiliki kapasitas yang terbatas dalam memberikan layanan multimedia. Keterbatasan ini menjadi salah satu alasan utama untuk beralih ke serat optik yang mampu menawarkan kecepatan dan bandwidth yang lebih tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan komunikasi yang lebih kompleks.

2.2 Jaringan Lokal Akses Tembaga

Jaringan lokal akses tembaga adalah jaringan kabel telepon yang digunakan untuk menghubungkan pelanggan dengan sentral lokal. Meskipun berfungsi dengan baik untuk layanan suara, jaringan ini tidak dapat menangani permintaan data yang tinggi, sehingga memerlukan modernisasi.

2.3 Struktur Dasar Kabel Serat Optik

Serat optik terdiri dari inti, cladding, dan jaket yang berfungsi untuk melindungi dan memfasilitasi transmisi cahaya. Struktur ini memungkinkan serat optik untuk mentransmisikan data dengan efisiensi tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk jaringan modern.

2.4 Jenis-Jenis Serat Optik

Serat optik dibagi menjadi dua jenis utama: single-mode dan multi-mode. Single-mode digunakan untuk transmisi jarak jauh dengan sedikit dispersi, sementara multi-mode cocok untuk aplikasi jarak pendek. Pemilihan jenis serat optik yang tepat sangat penting untuk efisiensi sistem.

2.5 Cara Kerja Serat Transmisi Optik

Cara kerja serat transmisi optik melibatkan pemantulan cahaya dalam inti serat, yang memungkinkan data untuk ditransmisikan dengan efisien. Pemahaman tentang cara kerja ini penting untuk merancang sistem komunikasi yang efektif.

2.6 Sistem Relay Serat Optik

Sistem relay dalam serat optik terdiri dari transmitter, konektor, dan receiver yang bekerja sama untuk mentransmisikan sinyal cahaya. Setiap komponen memiliki fungsi spesifik yang mendukung keseluruhan sistem dalam mentransmisikan data secara efektif.

III. PERANGKAT YANG DIGUNAKAN

Bab ini menjelaskan perangkat-perangkat yang digunakan dalam sistem serat optik, termasuk MSAN, DSLAM, dan Metro Ethernet. Pemahaman tentang perangkat ini penting untuk mendukung modernisasi jaringan dan meningkatkan efisiensi operasional.

3.1 Umum

Fiber optik adalah saluran transmisi yang efisien untuk mentransmisikan sinyal cahaya. Dengan menggunakan sumber cahaya seperti laser, sistem serat optik dapat menawarkan kecepatan transmisi yang tinggi, menjadikannya pilihan utama dalam telekomunikasi.

3.2 Perangkat yang Digunakan

Perangkat yang digunakan dalam sistem serat optik meliputi MSAN, DSLAM, dan Metro Ethernet. Setiap perangkat memiliki fungsi spesifik yang berkontribusi pada efisiensi dan efektivitas sistem komunikasi.

3.3 Parameter yang Dihitung Untuk Mengetahui Baik Buruknya Suatu Sistem Setelah Dimodernisasi

Parameter seperti redaman dan signal to noise ratio dihitung untuk mengevaluasi kualitas sistem setelah modernisasi. Pemahaman tentang parameter ini penting untuk memastikan bahwa sistem beroperasi pada tingkat optimal.

IV. MODERNISASI JARINGAN AKSES TEMBAGA DENGAN FIBER OPTIK SAMPAI DENGAN KE PELANGGAN

Bab ini membahas proses modernisasi jaringan akses tembaga menjadi fiber optik. Analisis kebutuhan bandwidth, alat ukur, biaya, dan konfigurasi sistem dilakukan untuk memastikan keberhasilan transisi ini.

4.1 Umum

Modernisasi jaringan akses tembaga ke fiber optik bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Proses ini mencakup analisis kebutuhan yang mendalam untuk memastikan bahwa semua aspek teknis dan operasional diperhitungkan.

4.2 Analisis Kebutuhan Bandwidth

Analisis kebutuhan bandwidth dilakukan untuk memahami seberapa besar kapasitas yang diperlukan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Ini penting untuk memastikan bahwa jaringan yang baru dapat berfungsi dengan baik dalam memenuhi kebutuhan data yang terus meningkat.

4.3 Analisis Kebutuhan Alat Ukur

Analisis kebutuhan alat ukur diperlukan untuk memastikan bahwa semua parameter jaringan dapat diukur dan dievaluasi dengan akurat. Alat ukur yang tepat akan membantu dalam pemeliharaan dan pengawasan jaringan setelah modernisasi.

4.4 Analisis Biaya

Analisis biaya dilakukan untuk memahami investasi yang diperlukan dalam proses modernisasi. Ini termasuk biaya perangkat keras, instalasi, dan pemeliharaan, yang semuanya penting untuk memastikan keberlanjutan proyek.

4.5 Analisis Konfigurasi Sistem

Analisis konfigurasi sistem penting untuk memastikan bahwa semua komponen jaringan berfungsi dengan baik bersama-sama. Ini mencakup pemilihan perangkat dan penempatan yang optimal untuk efisiensi maksimum.

V. PENUTUP

Bab penutup menyimpulkan hasil analisis dan memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut. Modernisasi jaringan akses tembaga ke fiber optik diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari tugas akhir ini menegaskan bahwa modernisasi jaringan akses tembaga ke fiber optik sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan. Dengan bandwidth yang lebih besar, pelanggan dapat menikmati layanan yang lebih baik.

5.2 Saran

Saran untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan infrastruktur dan pelatihan bagi tenaga kerja untuk memastikan bahwa sistem yang baru dapat berfungsi dengan optimal. Ini penting untuk menjaga keberlangsungan layanan yang berkualitas.

Referensi Dokumen

  • Fiber Optics Communication and Other Applications ( Zanger. Henry, Zanger. Cynthia )
  • Komunikasi Data dan Komputer ( Stallings. W )
  • Dasar Sistem Komunikasi Optik ( PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk TELKOMRisTI (R & D Center) )
  • Serat Optik ( Nugraha, Andi Rahman )
  • Optical Fiber Communication ( Keiser, Gerd )

Gambar

Gambar 2.11 Perambatan Gelombang pada Multi-Mode Graded Index Fibers
Gambar 2.12 Pemantulan Cahaya Menurut Hukum Snellius
Tabel 2.2 Indeks Bias Beberapa Medium yang Berbeda
Gambar 2.13 Refraksi Cahaya
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan lokasi penempatan ODC dan ODP didasarkan pada efisiensi jaringan, kebutuhan layanan untuk pelanggan, dan batas minimum redaman, karena penggunaan

Dalam Tugas Akhir ini lebih difokuskan bagaimana perancangan kabel distribusinya yakni dari sisi ODP hingga ke ONT di sisi pelanggan, hal ini bertujuan untuk penghematan