INTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA ORGANISASI EKSTRA
KAMPUS DI FITK UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Untuk Memenuhi
Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh :
Ibnu Aidil Putra
1111015000087
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBJNG SKRIPSI
JNTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA ORGANISASI EKSTRA KAMPUS DI FITK UJN SYARIF BIDAYATULLAH JAKARTA
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas TImu Tarbiyah Dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Srujana Pendidikan (S.Pd)
Oleh Ibnu Aidil Putra NIM 1111015000087
Di Bawah Bimbingan:
Cut Dhien Nourwahida, MA NIP. 19791221 200801 2016
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKtTLTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI
Skripsi berjudul "INTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA
ORGANISASI EKSTRA KAMPUS DI FITK
lTIN
SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA", disusun oleh ffiNU AIDlL PUTRA, NIM. 1111015000087, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Hmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diajukan pada sidang munaqosah sesuai ketentuan yang ditetapkan fakultas.
Jakarta, 8 November 2016
Yang Mengesahkan,
Di Bawah Bimbingan:
Cut Dhien Nourwahida, MA NIP. 19791221 200801 2 016
UJI REFERENSI
Seluruh referensi yang digunakan dalam penulisan skripsi yang berjudul
"INTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA ORGANISASI EKSTRA KAMPUS DI FITK UIN SYARIF mDAYATULLAH JAKARTA",
disusun
oleh
ffiNU AIDIL PUTRA,NIM. 1111015000087, Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial, Fakultas llmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, te1ah diuji
kebenarannya oleh dosen
pembimbing skripsi.
Jakarta, 8 November 2016
Pembim bing,
Cut Dhien Nourwahida, MA
NIP. 19791221 200801 2 016
SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH
Yang bertanda tangan di bawah ini: Nalll<l : fbnu ,Aidil Putra
Tcillpat Tgl.Lahir : Bangkinang. 17 Apri i 1990 ,\1\1 : 1 1 1 101 5000087
.I UI"LlSan f)rnc1 i : Pendidikan I11l111 Pcngetahuall Sosial
!\ lam at : 11. Sisinga Mangaraja. RT 008/003. BangkinCll1g, KampaI'. Riau, 2841 I
MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA
Bahwa skripsi yang berjudul Interaksi Sosial Antara Anggota Organisasi Ekstra Kampus di FITK UIN Syarif Hidayatullah .Jakarta adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen:
Nama Cut Dhien Nourwahida, MA
NIP 197912212008012016
DClllikiall surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap ll1enerillla ウ・セキャ。@ konsekuensi apabila terbukti balma skripsi ini bukan hasil karya sendiri,
Jakarta. 8 November 2016
Ibnu AicJil Putra NIM: 1111015000Q87
ABSTRAK
Ibn u Aidil Putra (1111 0 15000087). Inlerakvi AnWru 11If!'ZOIO Organis{fsi EkSlra Kumplls di LLY SniFf/ /lidan/flt/lalu. p!\Jgnl11 Slrata Satll (S-I) JUrtlSan Pendidikan 111ll1l Pengetahuan Sosi;:li. fZャォャャャエ。セ@ 1111111 I arhi\ah dan Keguruan. Lnin:,rsitas Islam \Jegeri (ll'\) sセ@ ari t' hゥj。セ@ atul .lakana.
Penelitian illi menjelaskan in!crabi セAAャャZゥイ。@ 。ョァセwャ。@ \)I'ganls,bl 11\11 Ll,1I1 P\lIl. [v!etode )ang digunakan dalalll penelilun illl adalah pen<.'iilliln kuallld[i'·. dan dianalisa dengan pendekalan 。ョZZャャゥZLゥセ@ Jeskripli!' :セャォャャゥ@ QQQ\NGョァ[Z|ャャQ「GQiQセャョ@ SClar,l objektif ll1enganalisi:; datadata セ@ ang di)cr,lleh. dan kel11uciian 1l1<.'!1lClk,li qUcii kaslls dengan belllllk intrinsik セ@ ang ャQャ・ョ、LjャャセLiiセ@ ー\NGョャZャゥQセ|ャャャLAャQ@ \ ゥャャゥセ@ mendalalll terhadap Interaksi Sosial·\nggotJ llf'vI! dan Pi\lll I:h:rdasarkall kebutuhan penelitian ini ditentukan sLll11ber data セ。ゥエャャ@ peneiilian ini ll1enggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pcngaillbiiall populasi dan sample dengan pertimbangan yang pcnulis mginkan. Pertimbangan Lertcntu ini. misalnya orang tersebllt yang dianggap paling tahu tentang apa ;.'ang ingin peneliti lanyakan kepada partisipan. Adapun teknik pengutllpulan data ) t1ilu i11l'llggullakan doklll11entasi. wawancara. dan observasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang Lelah dilaksanakan dapal disilllplilkan bahwa: interaksi antara organisasi HMI dan Prvlll ada hal positif dan negatif Hal positifnya )aitu keclua organisasi illl bckcl:iasalllC! (blalll ャiー。セ@ a QQQセGョァ。「、ゥ@ kcpadCl masyarakat seperti )ang tercal1lUI11 dalalll I ri Danna Pcrgurll(ln 11Ilggi ) <lilll pengabdian. Dan dari hal negali/llya adalah tcriadinya persaingan antara kcdlla organisasi di dalam kamplls yang tidak I11cnutup I:clllllllgkinan al-:3n teriadinya kontlik. Hal ini bisa membuat buruk nama organisasi lerscbul dipandangan mai1asiswa lain. Olch karena ilLl perlullya kcsadarall tiaptiap anggola organisasi untllk bersikap dewasa dalam mcnyikapi halhal tersebut dengan l1lelakukan Illediasi dan berlllusyawarah unluk men) ikapi kunflik :. ang leljadi.
Kata kunci: Intcraksi Sosial, Organisasi
ABSTRACT
rbnu Aidil Putra (1111015000087), sッ」ゥ。ャャョエセイ。」エゥッョ@ Between Extras University Organization J\lembers at FITK UrN sセ@ arif Hidayatullah Jakarta,' Lndergradute program (SI) Skripsi of Social Education Department. Faculty of Tarbiyah and Teachers training, State Islamic l S:-:!,'1rllid:1\i1llilbh ,Hd!'L;
This research ・セーャ。ゥャャ@ the interaction L'et\\een 11\11 and P\III Bゥイァセii[iO。ャABAQ@
members, The ll1ethodolog) that llsed in this research is qualitati\ e research, and analized I,vith descriptive 。ャャ。ャセ@ \\hich describe objectivel) analyzing obtained datas, and then put on a case stud.\ \\ lth the intrinsic form that emphasize deep understanding
ur
,'ase Based lill thl' AQ」・、セ@ (!i' this stud:, determined tilat the resource ,It' the data ,if' Ihis resl'i1rch ゥセ@ using 11urP<.)si\ e sampling tel'hnique Purposi \'C sampl ing techn iq lie is a is a Pl1pLI iallon and sampk ccd lection sample with a certain consideration, This certain consideration, for e\:3l1lple a certain people who are considered 1110st kno\\ \\ hal the I'eseal'chl'rs \\ant to ask t(l the participant As for the data collection techniques are using the study or documents. interviews, and observations,Based on the results of research that has been conducted. can be conclude that: the interaction bet\\een HVll and PMll members there are positive and negative side, The positive thing is that the two organizations work together in an etlort to serve the community as listed in the "tri dharma pcrguruan tinggi" lhal i; dcn,tj,'n\nd
the negative thing is the competition bel\veen the two organizations on campus that did not rule Olit the possibility of impending contlict. It could make the organization name streaked from the view of other students, Because
or
that the need of awareness from each of the organization members to act maturel) In addressing sllch matters b) doing mediation and engaged in deliberations to addressing con tl icts,Keyword: Sodal Interaction. Organizatioll
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat Iman, Islam dan Ihsan beserta limpahan hidayah dan taufik
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat beserta salam semoga
senantiasa tercurah kepada Nabi Muhamad SAW yang telah membimbing
umatnya menuju jalan yang diridhai Allah SWT.
_ Skripsi ini disusun sebagai salah satu tugas akademik di Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka mencapai gelar Smjana
Pendidikan (S.Pd.). Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya
tidak akan terwujud tanpa ada bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu penulis
ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendorong, membimbing dan memberikan motivasi. Ucapan terima kasih
khususnya penulis sampaikan kepada:
1. Prof. Dr. Dede Rosyada, MA selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
beserta jajarannya dan juga pemah sebagai Dekan FITK UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan berserta
jajarannya.
3. Dr. Iwan Purwanto, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPS dan
Syaripullah, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
yang selalu meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya untuk membimbing
dan memberikan motivasi kepada mahasiswa Pendidikan IPS.
4. Ibu Cut Dhien Nourwahida, MA selaku Dosen Pembimbing yang selalu
meluangkan waktL! di tengah kesibukannya untuk membimbing penulis dalam
menyelesaikan skripsi.
5. Semua Dosen Pendidikan IPS maupun Dosen yang ada di FITK tanpa
terkecuali yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih atas
Ilmu yang telah diberikan.
6. Ayahanda Masri dan Ibunda Rabusida yang telah beljuang dalam
meli1besarkan dan mendidik penulis, dan memberi segala curah kasib
sayangnya sehingga penulis dapat berpendidikan lebih tinggi. semoga Allah
SWT memberikan balasan yang berlipat ganda, al11in ya rabal 'alamill.
7. Abang dan kakak Pendidikan IPS Khususnya bang Arif. bang awL bang
kak i\eneng, kak Anne Soraya, kak Maro, kak Nurfaizah, Dinar Risprabowo.
Yustia, Riska, Fauzia, Oestia, Misbah, dan lainya yang ticlak bisa pCl1uli
seburkan satu persaUl.
8. Temanteman angkatan 2011 Dendi, I"faieh, Gaun. Naya. dan tentunya Sohib
M Hakki Affandi. Serta temanteman semua yang tidak sempat penulis
sebutkan satu per satu.
9. Adikadik pendidikan IPS Via, Naya, Ulan, Anna, Fuji, Abi Aleks, Fatur.
Ikhwan, Maman, Anugrah, Yudi, Argo, Casan, Ari, Yasin, Nadia, Narisa,
Miftah, Riri, Oji, Ike, dini, puspa, Githa, Ghi1man, Agung, Zefi, Navi1a, Ratu
Aida, dan yang 1ainya tidak penu1is sebutkan satu persatu.
10. Yunda dan kanda Ahmad Sulhan, Alwan Nahrowi Ridwan, Ahmad naufal,
Zaeni Abdillah, Ramonda, Nur Kamaliah, Faiz Izzat M, Cipto Owi Nugroho,
Tasya, Arif, Febria Afia, yang telah memberi banyak pelajaran dan
pengembangan diri terhadap penulis. Salam hormat buat kalian.
11. Kawankawan seperjuangan yang selalu mewarnai dinamika kehidupan di
Ciputat, Aziz Muhtasyam, Fikri Abdillah, Nur Hidayat, Agung Wijaksosno,
Putra OKl, Adin, Amel Fauziah, Ngka, Nisa, Oyna, BociL vero, Enny. Fitri,
Intan Cahyaning, Yusuf, Nurwan, Sae, dan adindaadinda kader HMl
se-FITK tanpa terkecuali yang telah memberikan doa dan semangat kepada
penulis dalam menyelesaikan skripsi.
12. Terkhusus AdindaAdindaku di PGRA, Jihan, Mira, Ody, Fia, Tadia, Evi,
Aenida, Huda, Nadia, lea, Nida, Zizah, Raidah, AdeL Hani, Nana, Hanifah,
Upi, Auliya dan lainya tanpa terkecuali yang terus bawel menanyakan kapan
wisucla sehingga penulis termotivasi untuk ュ・ョケ・ャ・ウ。ゥォ。ョェ・セ。ョァ@ S1.
r
t'3. Sahabatsahabat PMn FITK Cabang Ciputat Sarah Hayatin, Zaki alamin, ,
Ramadhan, Rizki Ramadhan, Dinda kelsi dhmad subhan, ;dan yang lailmya tampa tekeeuali yang telah menyemangati dan membantu penulis dalam . menyelesaikan Skripsi.
14. Selumh Organisasi Ekstra, Intra dan Primodial Daerah Yang ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan banyak pengalaman kepada penulis.
15. Temanteman seperjuangan PPKT, Devi Ramadhani, lis Khusl1ul Khotimah, Nova, Riska, Hamdan selta GuruGuru dan SiswaSiswi SMA Triguna Utama Ciputat.
16. Dan TernanTernan kerja seperJuangan di Central Group Komputer, Uda Iwan Setiawan, Uni Sofi Putri, Uda Syahru Ramadhonal, Aldi Wandra, Fry Rio, Didi Pujihadi, Erwin Owie, Yuda, Agusman, Wendi,
Rio
Fernando, Dede Irawan, Kasman Rauf, Beeoy Zarkasih, Soeryana, Edo, Puguh Try, Sultan Jamali, Iqbal, Yayan dan Max. Yang menemani harihari dan memberi semangat kepada penulis.Harapan dan iringan doa penulis ueapkan semoga Allah SWT meridhai dan membalas amal baik kita semua dengan berlipat kemuliaan. Amin. Akhimya besar harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca sekalian.
Jakarta, 8 November 2016
Penulis
...
セ@
Universitas Islam Negeri
DAFTAR lSI
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI.. ... .
LEMBAR lJJI REFERENSI... iii
LEMBAR PENGESAHAN EnAN SKRIPSI ... ".
SLRAT PERNYATA.\.\ KARY.\ IL\IL\H ... ABSTRAK ... yj KA T A PENG1\NTAR. ... yjj DA.FTA.R TA.BEL... .... xh BABI PENDAHULVAN NセN@ LataI' Belakang Masalah ... . Dl\FT.:\R
lSI...
xiDAFTAR. GAIVIBA.R ... xii
l3. Identifikasi Masalah ... . 4
C. Pembatasan Masalah ... .. 4
D. Perul11l1san Masalah ... . 4
E. Tlijuan Penelitian ... .. 4
F. Manfaat Penelitian .. '" ... . 5
BAB II KAJIAN TEORI A. lnteraksi Sosial .. 6
1. Pengertian Karakter ... .. 6
") Bentllkbentuk Inleraksi Sosial ... . 7
3. Ciriciri Interaksi Sosial ... . 10
4. SyaratSyarat Interaksi 50sial. ... .. 11
13. Organisasi Ekslra Kaillplis U I. Pengertian Organisasi ... . 13
, Dasar Pem bentu kan Organ isas i 15 3 Tujuan Organisasi ... .. 16
4. Budaya Organisasi ... . 17
5. Organisasi l.kslraKampus ... . 20
C. Hasil Penelitian yang Relevan ... . 21 セ@
D. Karangka Berfikir... 21
BAB III METODOLOGI PEl\'ELITIA:\,
A. Tempat dan \\aktu Penelitian ... 25
B. i"vletode Penelitiall ... _... セU@
O. Tcknik Pcngull1puidl1 Data ... .
F Tekn i k セ・ョァ・」・ォ。ョ@ Keabsahan Data ... .
F Teknik\nalisi5 {I。エセャ@ . 2l)
BAB 1\ BASIL PE:\,ELlTL\:\ dan PE\IBAfL\S.:\.:\
.\. (J<.lI11barall L__ 1l1Lllll (Jbjel\. PcIlc?litian... NセャA@ I. l iャゥ|HGイウゥャ。セ@ iウャセャャャャ@ :\egni S:, ariC Hida: alullah Jakarta ... ;(1
a. Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullilh
.I a karta ... ... . . ... . . . .. ... . . . '" .. . . ... .. .. .. . . .. . . ;(I b. Visi, Misi. Dan Tujllan (20122026) ... II c. Strllktllr Organisasi ... 12 , Ilimpliniln \'Iailasis\\(\ hlam (IIMI) eli IT[K ll'\, sセ。イャャ@
Hidayatllilah Jakarta ... . a Scjarah hcrdirinya HMI di F[TK ..
b. Slrllktllr Organisasi ... . 11 1'::::: c. :\ilainilai Dasar Periuangall (l\'DP) ... . , .
3 PCI'gcrakan Mahasis\\a IslclIl1 Inclonesia (PM[I) eli ITII<. l T\ S) ari
r
II ida) atliliah Jakarta ... ... . ,.,
a. Scjarah berdirin:Cl P:\'III di セMiᄋiGkNNNNNNNNNNNNNNNNNN@ ",,"
h. Slrllkllli' Organisasi ... ... :'(] c. Nilainilai Oasar Pergerakan (NOP)... 57
B. Interaksi Sosial Antara Angola Organisasi HMI dan Prvlll... 59
BAB \' PENLTCP
i\. Sil1lpulan
イセ@ Saran ... .
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA ... 99
DAFTAR TABEL
Tabel2.1 I-"Iasil Penelitian Relevan .... ,,, ... ,, ... ,.,,... 23
Tilbel .oJ.. I \allla dan jabatan pimpinan lAIN dan fakultastakultasll: a... 34 I TNセ@ Pimpilliln ADIA. IA.INiL/\ Jakarta ... . 4U
Tabel4.4 .\oa :ang I1lclatarbelakangi and a masuk organisasi terscbut'.' TabeI4.:' c\pa yang menjadi ideologi dalam organisasi anda') ..
Tahel46 \!alltilat apa yang anda dapatkan dalall1 organisasi? 63
labcl 4 7 Kontdbusi apa yang telah anda lakukan di dalam organisasi" ... 64 rabel4.8 \pakah organisasi anda melllbatasi pergaulan anggotan:a? 66
l"abcI4.9 .\pakah pergaulan organisasi mel11pengaruhi pergaulan indiviclu organisasi tersebut? ... . .... 67
Tabel4.IO Bagaimana kOI11L1nikasi yang dibangun organisasi anda dengan
organisasi lain? ... ... ... ... ... ...
e,l)
4.1 I Dalalll hal apa yang memungkinkan organisasi allda bersatu
f)cngan organisasi lain" ... .. 7()
Tahcl 4.1 セ@ Pada saat apa terjadinya peljanjian antara organisasi anda dengan
organisasi lain'7 ... . ... 72
I j 13'\pa Illantaat yang didapati apabila ada pCl]anJian tcrscbut') . 73
Tabel 4.14 :vlcnLlrut anda. pada saat apa koalisi itLl tCljadi') ... . 74
Tabel 4.1:' :\pakah ada kesepakatan apabila berkoalisi. Apabila ada. jelaskan
kescmpatan apa yang biasa dilakukan0 ... ... .... 75
label I. 16 Bagaimana I11cnurut anda kOl11prollli yang sehat dalal1l
berorganisasi? ... ... .. ... . 77
label l.17 Siapakah yang berhak I1lcll.ladi Il1cdiatur dan kapall lllCJIi:bl
dilakuhan') ... .. 78 Tabel 4.18 8agailllana cara untuk Illenyclcsaikan pcrillasalah nrganisasi') 1W
Tabel 4.1 Y r3agaimana I1lCl1urut anda Illcngenai persaingan antara organisasi Ji
dalalll kampus" 82
Tabe14.20 Pada saat kapan penolakan atau perlawanan itu terjadi di dalam organisasi" ... ... 84 Tabe14.21 Bagaimana menurut and a tentang kebebasan mengemungkakan
pendapat di muka umulll·)... ... .. Tabe14.22 Bagailllana organisasi anda 「・イセゥャ|N。ー@ jib tel:iadi perbedaan
pendapat antar organisasi lain.' ... sセ@ TabeI4.23 Bagail1lana solusi yang baik unlul\. sebuah ー・ョョ。セcQャ。ィjNョ@ : an:;
ada di dalal1l kontlil\. polilik0 ... . . ... 88 Tabe14.24 Ualalll hal apa teljadinya k,)nl1 1I\. セャiャャセャエG@ urganisa:;i セャiャ、。@ dengan
,lrganisasi lain'! Jelasl\.all l
. CJO
...
セ@
Universitas Islam Negeri
BABI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang bennasyarakat. Manusia dikatakan mahkluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Dalam kehidupan di dunia, setiap makhluk hidup memerlukan interaksi dan komunikasi satu sarna lain, khususnya bagi umat manusia. Interaksi dan komunikasi ini sangat diperlukan karen a manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang tak pemah lepas dari bantuan orang lain. Oleh karena itu manusia hidup sebagai mahkluk sosial, disadari maupun tidak, manusia cenderung hidup berkelompok dengan tujuan yang sarna, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka masingmasing.
Indonesia merupakan Negara majemuk (multicultural) yang terdiri dari berbagai maCarn suku, budaya, bahasa, dan agama. Dengan kondisi tersebut Indonesia mempunyai potensi terjadinya konflik apabila interaksi sosial tidak berjalan dengan baik. Seperti konflik yang terjadi antara suku Dayak dan suku Madura, dan konflik di Poso. Sehingga bentukbentuk interaksi yang mengarah pad a konflik dapat menyebabkan rusaknya sistem so sial pada masyarakat, maka diperlukan pemahaman yang berbasis pada falsafah Bhineka Tunggal Ika (walaupun berbedabeda tetapi tetap satu jua), yang mengupayakan penerimaan atas segal a perbedaan yang ada pada masyarakat. Oleh sebab itu, harus ada timbal balik saling memberi dan saling menerima antara individu dengan yang lainnya sehingga proses sebuah kehidupan akan berjalan dengan seimbang.
Interaksi sosial merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang menjadi bagian dari aktifitas dalam kehidupan sehariharinya. Pasar yang terjadinya tawar menawar antara penjual dan pembeli, sekolah kegiatan belajar antara guru dan murid, hal tersebut dapat terjadi karen a terdapat
1
2
Syarbaini dkk, bahwa "Interaksi sosial teljadi antara seseorang dengan orang
lain, antara seseorang dengan kelompok sosial, dan antara sosial dengan
kelompok sosial lainnya".1
Interaksi sosial dapat berdampak positif dan negatif. Adapun dampak
positif yaitu jika komunikasi tersebut dapat beljalan dengan baik, sedangkan
dampak negatifnya adalah apabila komunikasi tersebut tidak beljalan dengan
baik. Seperti yang dikemukakan oleh George Herbert, "agar interaksi sosial
bisa berjalan dengan tertib, teratur dan bisa berfungsi secara baik, maka yang
diperlukan kemampuan untuk menilai secara objektif perilaku kita sendiri
dari sudut pandang orang lain beg it up un sebaliknya".2
Organisasi merupakan wadah di mana ban yak orang berkumpul dan
saling berinteraksi yang terbentuk karena adanya kesarnaan visi dan misi
yang ingin dicapai. Setiap individu atau unsur yang terdapat di dalam
organisasi tersebut secara langsung maupun tidak langsung harus mernegang
teguh apa yang menjadi pedoman dan prinsip yang ada didalarnnya. Sehingga
dalam mencapai visi dan misi terse but dapat berjalan dengan baik.
Komunikasi di dalam organisasi haruslah berjalan dengan baik untuk
mencapai visi dan misi organisasi. Karena komunikasi dalam organisasi sarna
pentingnya seperti aliran darah pad a tubuh manusia. Apabila manusia
mengalami gangguan pada pembuluh darahnya rnaka akan mengganggu
efisiensi peredaran darah. Begitu juga halnya dengan organisasi apabila
terjadi gangguan dalam aktivitas komunikasinya maka akan mengakibatkan
terganggunya efisiensi organisasi tersebut. Sering kali komunikasi yang
dibangun didalam organisasi tidaklah selalu lancar baik itu
di
dalam tubuh organisasi sendiri maupun antara organisasi.Di dalam organisasi sering terjadi perbedaan pendapat. terutama
ketika manusia berinteraksi dengan pihak lain diluar pribadi rnanusia itu
sendiri. Perbedaan pendapat umumnya dipicu oleh ーセイ「・、。。ョMー・イ「・、。。ョ@
I Syahrial Syarbaini, A. Rahman, dan Monang Djihado, Sosiologi dan Polilik (Jakarta':
Gha!ia Indonesia, 2002), h, 27
3
dasar pemikiran dalam menyikapi suatu hal. Dasardasar pemikiran terse but meliputi sudut pandang, pola analisis objek, paradigrna hidup, pandangan hidup dan berbagai hal yang digunakan sebagai indikator seseorang dalam menilai suatu hal. Inilah salah satu pemicu masalah dalam suatu organisasi.
Dalam proses interaksi antara suatu subsistem dengan subsistem laim1ya tidak ada jaminan akan selalu teIjadi kesesuaian atau kecocokan antara individu pelaksananya. Setiap saat ketegangan dapat saja muncul, baik antar individu maupun antar kelompok dalan1 organisasi. Banyak faktor yang melatarbelakangi munculnya ketidakcocokan atau ketegangan terse but salah satu contohnya buruknya pola komunikasi yang dibangun.
Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa baik secara intelektual serta bagian dari gerakan organisasi so sial yang mempunyai peran strategis dalam membangun budaya interaksi sosial. Dalam perkembangalli1ya mahasiswa tidak dapat dipisahkan dengan organisasi yang ada di setiap kampus.
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan salah satu universitas ternama di Indonesia yang memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan organisasi ekstra kampus. Adapun organisasi tersebut terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan organisasi primodial daerah. Sedangkan organisasi intra kampus terdiri dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Dewan Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun dengan banyaknya organisasi tersebut, maka ban yak perbedaan pemikiran antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, yang berpotensi pertikaian apabila interaksi sosial tidak dapat berjalan dengan baik. Hal terse but berdampak langsung pada masingmasing anggota organisasi terse but.
4
lainnya, karena keegoisan kader itu sendiri yang menganggap organisasi mereka lebih baik dengan organisasi lain. Dan disitulah terjadi perang dingin antar organisasi yang kurangnya interaksi di antara sesama kader organisasi.
Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan judul "Interaksi Sosial Antara Organisasi Ekstra Kampus di FITK UIN SyarifHidayatullah Jakarta".
B. lndentifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas dan untuk lebih jelasnya untuk mengoperasionalkan, maka dapat didefinisikan beberapa masalah sebagai berikut :
1. Kurangnya sikap harmonis antara anggota organisasi ekstra Kampus. Terjadinya sentimen antara organisasi ekstra kampus.
3. Rasa egoisme antara anggota organisasi ekstra kampus. 4. Kurangnya interaksi antara anggota organisasi ekstra kampus.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan indentifikasi masalah yang sudah dijelaskan di atas, maka masalah yang diteliti dibatasi pada:
keharmonisan hubungan antara anggota organisasi HMI dan PMII di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di muka dan pembatasan masalah, maka permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: Bagaimana interaksi sosial antara anggota organisasi HMI dan PMII di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta?
E. Tujuan Penelitian
5
F. Manfaat Penelitian
Manfaat dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagi Lembaga Organisasi Intra dan Ekstra Kampus
Basil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam pembinaan organisasi intra maupun ekstra kampus.
2. Bagi Masyarakat
Dapat menambah pengalaman, wawasan dalam mengembangkan keilmuan bagi dunia berorganisasi serta kemampuan upaya peningkatan bidang studio 3. Bagi Universitas
...
セ@
Universitas Islam Negeri
BABII
KAJIAN TEORI
A. Interaksi Sosial
1. Pengertian Interaksi Sosial
Manusia sebagai individu, akan menciptakan sebuah ruang atau
wilayah pribadi, yang tidak bisa disentuh oleh pihak lain. Sementara
sebagai makhluk sosial, secara instintif, manusia akan merasakan
keinginan untuk menjadi bagian dari kumpulan manusia lain, dan
mengadakan hubungan dengan mereka.
Setiap orang mudah bergaul dengan orang lain melalui berbicara
(komunikasi), bersalaman, bercanda, atau bahkan bermusuhan dan itu
semua merupakan tindakan yang dinamakan interaksi sosial. Maka hal
tersebut merupakan intisari sosial. Artinya, kehidupan sosial tampak secara
jelas dalam berbagai cara pergaulan seseorang dengan orang lain.
Menurut Mistio, "karena di dalam interaksi selalu terjadi kontak
dan terjalin hubungan antara manusia selakll individu dengan individu
lainya".1
Interaksi sosial pad a manusia tidak terjadi secara begitu saja, ada
normanorma moral manusia. Terutama dalam interaksi dengan
lingkungan terse but yang membuka peluang manusia untuk bersifat
eksploitatif terhadap lingkungannya. Tetapi dengan memadukan sikap
terbuka sebagai dasar moral dan tanggung jawab dalam memanfaatkan
alam sitat eksploitatif dapat lebih terkendali.
Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubunganhubungan sosial
yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan
antara individu yang satu dengan individu lainnya, an tara kelompokyang
satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu.
Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai
I Mistio ュ・ウセ@ Fernanda dkk, hllbungan An/ara Kemamplian Berin/eraksi Sosial dengan
HasH belajar, Jurnanlmiah Konseling, volume 1 20 J2, hal.2
7
sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya. Atau interaksi sosial itu dapat disebut juga sebagai suatu proses hubungan timbal balik yang dilakukan oleh individu dengan individu, antara indivu dengan kelompok, antal:a kelompok dengan individu, antara kelompok dengan dengan kelompok dalam kehidupan sosial.
Menurut Soerjono Soekanto, "hubunganhubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orangorangperorangan, antara kelompokkelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia".2
Sedangkan Menurut J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, interaksi sosial adalah "proses dimana antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok berhubungan satu dengan yang lain". 3
dari teori di atas bahwa interaksi sosial merupakan kunei dari semua kehidupan so sial karen a tanpa interaksi, tak akan mungkin ada kehidupan bersama.
2. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentukbentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan, dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian. Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, nanmn penyelesaian terse but hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi.
Menurut Philipus dan Nurul Aini Adapun bentukbentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut :
a. ProsesAsosiatif 1. Kerjasama,
2 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu
p・ョァ。OQエセイL@
(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,20 J2), cet. 44, h. 55
3 J.Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, (Jakarta:
8
suatu us aha bersama untuk mencapai suatu tujuan yang sarna. Bentuk kerj asama :
a) Kerukunan yang mencakup gotongroyong dan tolong-menolong.
b) Bargaining yaitu pelaksaan peljanjian mengenai pertukaran
banrangbarang dan jasajasa antara dua organisasi atau lebih.
c) Kooptasi (co-optation) yaitu suatu proses penenmaan unsurunsur dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam stabilitas organisasi bersangkutan.
d) Koalisi (coalition) yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sarna.
e) Joint venture yaitu kerjasama dalam pengusahaan
proyek-proyek tertentu, misalnya pengoboran minyak, dan lainlain 2. Akomodasi
9
Adapun tujuan dari akomodasi antara lain:
a) Untuk mengurangi pertentangan antara individu atau kelompokkelompok sebagai akibat dari perbedaan paham. b) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara
waktu atau secar'a temporer.
c) Untuk memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompokkelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktorfaktor sosial psikologis dan kebudayaan seperti dalam masyarakat yang mengenal sistem kasta d) Mengusahakan peleburan antara kelompokkelompok sosial
yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campur atau asimilasi dalam arti luas.
3. Asimilasi
Asimilasi adalah suatu usahausaha yang dilakukan perorangan atau kelompok untuk mengurangi perbedaan antara mereka. Faktorfaktor yang memperrnudah terjadinya asimilasi :
a) Toleransi
b) Kesempatankesempatan yang sarna dan seimbang dalam bidang ekonomi.
c) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
d) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
e) Persamaan dalam unsurunsur kebudayaan f) Perkawinan campuran (amalgamation) g) Adanya musuh bersama.
b. Proses disasosiatif
Proses disasosiatif sering disebut dengan oppositional process. Oposisi atau prosesproses yang disosiatif dibeqakan dalam tiga bentuk: persaingan, kontravensi, pertentangan atau pertikaian.
10
1. Persaingan
Adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok-kelompok manusia bersaing meneari keuntungan memalui bidang kehidupan yang menjadi perhatian umum.
Kontravensi
Suatu proses yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Dalam bentuk yang mumi, konravensi merupakan kebeneian terhadap seseorang atau kelompok orang walau tidak sampai pad a sikap pertentangan atau pertikaian. 3. Pertentangan
Pertentangan teljadi karena menyadari adanya perbedaan-perbedaan tertentu antara suatu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain.4
Seperti apa yang telah disebutkan, di dalam sebuah proses sosial, akan terjadi interaksi sosial. Misalnya di dalam kelompok mahasiswa yang sedang melaksanakan pembelajaran.seeara tidak langsung, mereka sedang melaksanakan suatu proses so sial. Ketika sedang ada subuah diskusi, seeara tidak langsung mereka telah melakukan sebuah interaksi sosial. kaitannya dengan usaha tani adalah pada saat adanya proses berlangsungnya usaha tani terse but pasti orang yang ada di dalamnya melakukan sebuah interaksi sosial.
Jadi semua itu tetap berhubungan antara satu sarna lain. Dalam suatu proses sosial, akan terjadi suatu interaksi yang digunakan untuk mendukung proses sosial terse but. Dan dalam usaha tani yang terdapat suatu proses sosial. Jadi untuk melakukan suatu proses sosial yang terjadi pad a usaha tani tersebut, didukung oleh adanya interaksi sosial.
II
3. Faktor-faktor Pendorong Interaksi Sosial
Proses interaksi sosial di masyarakat dapat terjadi karena ada faktor pendorong terjadinya interaksi sosial. menurut Janu Mardianto ada beberapa faktor pendorong dalam interaksi sosial:
a. Imitasi.
Imitasi adalah suatu tindakan memru orang lain. Imitasi dilakukan dalam bermacammacam bentuk. Misalnya, gaya bicara atau tingkah laku.
b. Sugesti.
Sugesti berJangsung apabila seseorang memberi pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain. Contohnya nasehat orangtua.
c. Identifikasi.
Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Contohnya seorang anak yang mengidolakan ayahnya.
d. Simpati
Simpati merupakan suatu proses
di
mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Contonya ketika tetangga yang tel1impa musibah. e. Empati.Empati merupakan simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.5
Jadi, Faktorfaktor dalam interaksi sosial yaitu Faktor Imitasi, Faktor Sugesti, Fakor Identifikasi, dan Faktor Simpati.
4. Syarat-syarat Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Menurut Soejono Soekanto Suatu interaksi
5 Janu Mardiyanto, Sosiologi: Mer/whami dan Mengaji lvfasyarakat, (Bandung: Grafindo
12
sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi beberapa syarat,
yaitu:
a. Adanya kontak sosial
Kata kontak dalam bahasa Inggrisnya contact, dari bahasa fain
con atau clim yang artinya bersamasama dan tangere yang artinya
menyentuh. Jadi kontak berarti samasama menyentuh.Kontak sosial
ini tidak selah.! melalui interaksi atau hubungan fisik, karena orang
dapat melakuan kontak sosial tidak dengan menyentuh, misalnya
menggunakan HP, telepon dan sebagainya.
Kontak so sial memiliki memiliki sifatsifat sebagai berikut :
1. Kontak sosial bisa bersifat positif dan bisa negatif. Kalau
kontak sosial mengarah pada kerjasama berarti positif, kalau
mengarah pad a suatu pertentangan atau konflik berarti
negative.
2. Kontak sosial dapat bersifat pnmer dan bersifat sekunder.
Kontak sosial primer terjadi apabila peserta interaksi beltemu
muka secara langsung. Misalnya kontak antara guru dengan
murid. Kalau kontak sekunder terjadi apabila interaksi
berlangsung melalui perantara. Misal percakapan melalui
telepon, HP, dan sebagainya.6
b. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampman informasi dari
satu pihak kepihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Ada beberapa unsur pokok dalam komunikasi yaitu;
I. Komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau
pesan at au perasaan atau pemikiran pada pihak lain.
Komunikan yaitu ofang atau sekelompok orang yang dikirimi
pesan, pikiran, informasi. ,
13
3. Pesan yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.
4. Media yaitu alat untuk menyampaikan pesan.
5. Efek atau feedback yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator. 7
Ada beberapa tahapan penting dalam komunikasi:
1. Encoding. Pada tahap ini gagasaan atau program yang akan
dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atan gambar . dalanl tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah ,kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kodekode yang membingungkan komunikan.
2. Penyampaian. Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan dan dapat berupa tulisan atau gabungan dari duanya.
3. Decoding Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan
memahami kalimat serta gam bar yang diterima mennrut pengalaman yang dimiliki.8
Jadi pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan dengan nonverbal yaitu menggunakan gerakgerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala.
7 Ibid
14
B. Organisasi Ekstra Kampus
1. Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan elemen yang am at diperlukan didalam
kehidupan manusia. Organisasi membantu manusia melaksanakan halhal
atau kegiatankegiatan yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik secara
individu. Disamping itu, dapat dikatakan lagi bahwa organisasiorganisasi
membantu masyarakat, membantu kelangsungan pengetahuan dan ilmu
pengetahuan.
Menurut Chris Argyris menerangkan bahwa "organisasi biasanya
dibentuk orang guna mencapai sasaransasaran yang dapat di capai terbaik
secara kolektif,.9
Suatu organisasi dibentuk untuk mencapal suatu tujuan telientu.
Oleh karenanya, keberhasilan suatu orgamsasl ditunjukan oleh
kemampuannya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan sangat ditentukan oleh
kinerja organisasi yang sang at dipengaruhi oleh factor eksternal maupun
internal organisasi.
Istilah organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pertama,
orgamsasl diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional,
misalnya, sebuah perusahaan, sekolah. perkumpulan, badanbadan
pemerintah. Kedua, merujuk kepada pengorganisasian yaitu bagaimana
pekeljaan yaitu bagaimana pekerjaan di atur dan dialokasikan di antara
para anggota sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif
Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan sebagai kumpulan orang dengan
system kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut James Gibson c.s bahwa "organisasi merupakan
entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu,
9 1. Winardi, organisasi dan pengorganisasian, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
15
yang tidak mungkin di capai oleh individuindividu yang bertindak secara sendiri".10
Organisasi dicirikan oleh perilaku yang diarahkan ke arah pencapaian tujuan. Mereka mengupayakan pencapaian tujuantujuan dan sasaransasaran, yang dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien. Hal itu melalui tindakantindakan individuindividu serta kelompok-kelompok secara terpadu.
Sebuah organisasi memiliki sebuah batas yang relatif dapat di
identifikasi. Adapun batas tersebut dapat berubah dengan berlangsungnnya
waktu. Batas itupun tidak senantiasa jelas, tetapi perIu terdapat adanya
sebuah batas yang dapat diidentifikasi, guna dapat membedakan anggota
organisasi terse but, dengan bukan anggota.
Elemen inti suatu organisasi adalah manusia yang berinteraksi.
Interaksi yang demikian merupakan kondisi yang diperlukan sekaligus
kondisi cukup, guna menetapkan eksistensi organisasi yang ada. Dan kunci
bagi organisasi yang berhasil adalah upaya bersama yang memuaskan
sarana-sarana pribadi yang bersifat keserasian. Ada kemungkinan bahwa
sarana-sarana pribadi mungkin sangat atau agak atau bersifat netral
bertentangan dengan sarana-sarana ke organisasian. Tapi kebanyakan
anggota organisasi, hubungan yang diinginkan adalah bahwa sarana-sarana
pribadi mereka sesuai dengan sarana-sarana ke organisasian. Menurut
Nanang Fattah Akontabilitas adalah "keharusan mempertanggung
jawabkan pelaksanaan tugas yang mengacu kepada sasaran yang ingin
dicapai dalam organisasi".11
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa apabila sarana-sarana
keorganisasian tercapai, maka sarana-sarana keorganisasian juga ikut
tercapai.
10 Jbid, h.13
II Nanang Fattah, Landasan Menajemen Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya
16
2. Dasar Pembentukan Organisasi
Manusia memiliki ban yak kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat di klasifikasikan menjadi kebutuhan fisik yang bersifat jasmani, kebutuhan yang bersifat rohani atau psikologis, dan kebutuhan yang bersifat sosial.
Kebutuhan yang bersifat jasmani dan fisik berupa makanan dan mmuman, pakaian serta tempat tinggal. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer manusia. Sedangkan kebutuhan yang bersifat rohani atau psikologis berupa kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, kasih sayang, perhatian, kehormatan, dan rasa aman. Adapun kebutuhan yang bersifat sosial meliput kebutuhan untuk berserikat dan berkelompok, kebutuhan untuk bekerja sama, kebutuhan untuk mendapatkan kebutuhan persahabatan.
Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terhitung banyak tersebut manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia membutuhkan orang lain atau pihak lain. Kebutuhan dengan pihak lain terwujud dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
Menurut Agus Sucipto dan Siswanto dasar pembentukan organisasi sebagai halhal berikut:
a. Memiliki tujuan yangjelas
Organisasi yang memiliki tujuan yang jelas berarti memiliki arah yang jelas. Tujuan tersebut menentukan adanya keteraturan dalam gerak langkah organisasi jika organisasi tidak memiliki arah yang jelas akan menimbulkan masalah organisasi yang akan mendatang.
b. Terdapat pendelegasian tugas dan wewenang
17
c. Memiliki struktur yang mendorong kreativitas karyawan
Era globalisasi mendorong kecepatan dalam merespon perubahan dan
pasar. Kecepatan karyawan dalam merespon perubahan tersebut
tergantung dari kreativitas karyawan. Dalam pendekatan teori
orgamsasl, struktur organisasi dapat mendukung terciptanya
kreativitas karyawan dan bawahan.
d. Memiliki satu kesatuan komando
Organisasi yang baik menyaratkan adanya satu kesatuan komando.
Kesatuan komando diperlukan guna meminimalkan kebingungan dan
konflik bawahan. Tiap pekerjaan dideskripsikan dengan jelas agar
tidak tumpang tindah sehingga teratur dan terencana dengan baik.
e. Ada pembagian tugas yangjelas
Organisasi yang baik juga memperhatikan pembagian tugas yang
jelas. Pembagian tugas memiliki implikasi pada adanya keteraturan
dan kejelasan wewenang dan tanggung jawab dalam suatu
pekerjaan. 12
Struktur sebuah orgal1lsasl terbentuk berdasarkan
komponen-komponen yang terdapat di dalam organisasi tersebut. Sebagai contoh
sebuah organisasi yang terdapat di dalam sekolah misalkan. Struktur
organisasi di dalam sekolah tersebut akan terbentuk dari atas sebagai
pemimpin tertinggi yaitu Kepala Sekolah hingga sampai staffstaff yang
ada di paling bawah pada setiap departemen yang membentuk sebuah visi
dari organisasi sekolah tadi. Sehingga demikian struktur organisasi akan
memiliki bagan yang berbedabeda sesuai komponen yang membentuk
organisasi terse but dan sangat dipengaruhi oleh visi dan bentuk organisasi
terse but.
12 Agus Sucipto dan Siswanto, Teori Dan Perilaku Organisasi, (Malang: UIN_Malang
18
3. Tujuan Organisasi
Secara sistematik maka keseluruhan kegiatan orgamsasl harus
berorientasi pada tujuan. Ini berarti bahwa tujuan organisasi mesti
dijadikan pedoman untuk dalam pembagian kerja, penentuan bahan tugas,
banyaknya tenaga yang diperlukan untuk menyelesaikan pekeljaan tertentu
harus dipertimbangkan dengan berorientasi pada tujuan yang telah
ditetapkan. Dengan kata lain, keseluruhan pekerjaan pengelolaan dan
operasional harus diatur dan direncanakan berdasarkan strategi untuk
mencapai tujuan yang telah digariskan dengan cara efektif dan efisien.
Prinsip kerja yang menggunaka tujuan sebagai pedoman lazimnya
disebut ]v[anagement By oセェ・」エゥカ・@ (MBO). MBO merupakan penetapan
prosedur fOimal atau semi fOlmal, yang dimulai dengan penetapan tujuan
dan dilanjutkan oleh kegiatan (Iangkah), sampai peninjauan kembali
pelaksanaan kegiatan. 13
Begitu pentingnya kedudukan tujuan dalam penyusunan organisasi,
maka tujuan organisasi perl1.1 terlebih dahulu dirumuskan secara jelas,
tertulis, dan kemudian dikomunikasikan secara baik sehingga tujuan bisa
dipahami secara benarbenar oleh para anggota organisasi.
Bila Management By Objective bisa dilaksanakan secara baik, maka
masingmasing anggota organisasi walaupun berbeda dalam dalam
kedudukan atau f1.1ngsinya, walaupun berbeda dalam waktu bekerjanya,
namun sem1.1anya sebagai anggota sistem. gerak langkahnya terarah pada
pencapaian tujuan organisasi. Dan didalamnya harus mempunyai tujuan
yang jelas, 1.1ntuk membangun dan menghasilkan ses1.1atu pencapaian yang
lebih baik, yang sesuai dengan keinginan secara bersamasama. Oleh
sebab it1.1, organisasi perI1.1 menyediakan bagi bakat tersebut, sumber daya
sesuai dengan kemamp1.1annya.
19
4. Budaya Organisasi
Budaya mengandung pengertian yang lebih luas. Bangsabangsa
dunia mempunyai budaya sendiri yang menjadi budaya nasional dalam
suatu negara mungkin terdapat berbagai suku yang mempunyai budaya
tersendiri, sebagai subkultur berdasarkan kesukaan atau kewilayahan.
Menurut Ralph Linton seluruh cara kehidupan dari masyarakat
yang manapun dan tidak hanya mengenai sebagian dari cam hidup itu
yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih
diinginkan. 14
Demikian pula setiap organisasi dapat mempunyai budaya sendiri
yang berbeda dengan organisasi lain. Inilah yang disebut dengan budaya
organisasi. Dengan demikian budaya organisasi adalah buadaya yang
diterapkan pada lingkup organisasi tertentu.
Menurut Stephen P. Robbinson sebuah persepsi umum yang
dipegang oleh anggota organisasi, suatu sistem tentang keberartian
bersama. 15
Lain halnya apa yang dikatakankan oleh Lita WuJantika "Budaya
merupakan pengendali sosial dan pengatur jalannya organisasi at as dasar
nilai dan keyakinan yang dianut bersama, sehingga menjadi norma kerja
kelompok, dan secara operasional disebut budaya kerja karena merupakan
pedoman dan arah perilaku kerja karyawan".16
Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa budaya
organisasi adalah filosofi dasar organisasi yang memuat keyakinan,
normanorma, dan nilainilai bersama yang menjadi karakteristik inti
tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dalam organisasi. Keyakinan,
normanorma, dan nilainilai terse but menjadi pegangan semua sumber
daya manusia dalam organisasi dalam melaksanaka kinerjanya. Tapi pada
14 Ihromi, Antropo!ogi Budaya. (Jakarta: Yayasan Obar Indonesia 2006). h.IS 15 Wibowo, Budaya Organisasi, (Jakarta: PT raja grapindo Persada, 20 II). hal 17.
20
hakikatnya, budaya organisasi itu adalah budaya yang menjadi acuan yang
melakukan interaksi.
5. Organisasi Ekstra Kampus
Menurut Zainal dalam skripsinya organisasi mahasisiwa ekstra
kampus merupakan sllatu organisasi yang berlatar belakang
kemahasiswaan yang berdirinya di Iuar wewenang kampus. 17
Hal senada juga di kemukakan oleh Dindin walaupun
kedudukannya di luar lembaga kampus, organisasi ekstra turut berperan
dalam pendampingan kebijakankebijakan yang dikeluarkan oleh kamplls,
dan tidak boleh keluar dari ramburambu utama tugas dan fungsi
perguruan tinggi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. 18
Sedangkan menurut satryo menerangkah bahwa dalam keputusan
Menterti Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor
1551U11998 disebutkan bahwa organisasi kemahasiswaan ekstra kampus
adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa untuk
menanamkan sikap ilmiah, pemahaman tentang arah profesi dan sekaligus
meningkatkan kerjasama, serta menumbuhkan rasa persatuan dan
kesatuan. 19
Keadaan organisasi ekstra kampus juga dilegalkan dan sah secara
konstitusi apabila organisasi ekstra kampus tersebut sudah terdaftar di
kementrian sosial Rl. Hal tersebut dinyatakan dalam pasal 28 UUD ] 945
yang berbunyi "kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan
pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan
undangundang". 20
Organisasi mahasiswa ekstra kampus memiliki empat gerakan yang
dijadikan sebagai landasan geraknya yaitu:
17 httpJ/digilib.uinsby.ac.id/3867/5/8ab%202.pdf 18 Ibid
19 Ibid
21
1. Gerakan politik (berafiliasi dengan golongangolongan).
2. Gerakan sosial (menjadi motor penggerak terhadap ketimpangan-ketimpangan sosial).
3. Mencetak intelektual (mengadakan seminarseminar dan kajian ilmiah)
4. Menjaga idiologi masingmasing organisasi.21
Maka dari itu oraganisasi ekstra kampus hams menjalankan fungsi-fungsi organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi tersebut. Dan menjadi pengawal kebijakan-kebijakn pemerintahan, baik itu di pemerintahan kampus ataupun di pemerintahan Republik Indonesia.
[image:39.612.113.511.192.733.2]C.
HasH Penelitian Yang RelevanTabel. 2.1
HasH Penelitian Relevan
No Penelitian dan Judu) Metode Penelitian HasH Penelitian 1 Luthfian Taqwa Jenis: Kualitatif hasil penelitiannya
Ginanjar, "Interaksi Lokasi: UIN Syarif bahwa organisasi
Sosial Antara Hidayatullah Jakarta ekstra yang memiliki
Organisasi Ekstra ideologi berbeda yang
Kampus di UIN Syarif membuat mereka
Hidayatullah Jakarta" selalu ingin bersaing
(studt Kasus di HMI untuk mendapatkan
dan P MIl Cabang kedudukan atau
Ciputat). tempat yakni
kekuasaan di dalam Badan Eksekutif Jumsan, Fakultas, dan Universitas. Dan i
22 sebagian pula mementingkan kepentingan kelompok serta kepentingan pribadi demi eksistensinya, dikarenakan adu gengsi dengan
kelompok lain apabila
memiliki eksistensitas
yang kuat, maka
organisasi tidak boleh
dipisahkan dalam
kehidupan mahasiswa,
karena berorganisasi
dapat belajar membagi
wewenang dalam diri
seseorang ataupun
organisasinya
2 Maulisa Sudrajat,
"Pola Komunikasi
Organisasi di Lembaga
Kemahasiswaan
Nasional POS Keadilan
Peduli Umal (PKPU)."
Jenis: Kualitatif
Lokasi: Graha Peduli
PKPlT,Jalan Condet
Raya No. 27 B. RT
001103. Gedong Pasar
Rebo, Jakarta Timur
19760
hasil penelitiannya
bahwa pola
komunikasi organisasi
yang diguna oleh
lembaga kemanusiaan
Nasional PKPU
adalah Pola bintang
dan pola rantai: Pola
bintang digunakan
untuk berkomunikasi
;
セ@
i secara umum, dimana
23
berkomunikasi kepada bawahan dan bawahan bebas berkomunikasi ke atasan tanpa perantara orang lain. Pola ini dapat berjalan dengan baik karen a ada keterbukaan antara atasan dengan bawahan dan bawahan dengan atasan. Untuk pol a rantai dalam lembaga kemanusiaan Nasional PKPU digunakan untuk memberikan informasi yang bersifat
24
D. Kerangka Berpikir
Organisasi Ekstra Kampus
Himpunan Mahasisiwa Islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(HMI) (PM II)
Interaksi Antara Anggota Organisasi
Kerja sama
•
Mengawak kebijakan pemeritahan Kampus•
Bidang sosial•
Membuat kegiatan di kampusPersaingan
•
Merekmt Anggota Bam...
セ@
Universitas Islam Negeri
BABIII
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah di Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan. Waktu penelitian dimulai dari bulan Februari sampai
Oktober 2016 di Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah Jakarta.
B. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif.
Menurut Mahmud Metode kualitatif adalah "memahami sistem makna yang
menjadi prinsipprinsip umum dari satuan gejala yang terdapat di dalam
kehidupan sosial sebuah masyarakat dan bersifat deskriptif, yaitu
mendeskripsikan makna data atau fenomena yang dapat di tangkap oleh
peneliti dengan menunjukan buktibuktinya".1
Dengan pendekatan metode penelitian ini bersifat deskriptif. Menurut
Muhammad Idrus Penelitian deskriptif adalah "mengambarkan secara objektif
menganalisis datadata yang diperoleh, dan kemudian memakai studi kasus
dengan bentuk intrinsik yang menekankan pad a pemahaman (verstehen) yang
mendalam terhadap kasus tunggal yang disebabkan kasus tersebut menarik".2
C. Populasi dan Sample
1. Populasi
Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyeklsubyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.3
Misalnya akan melakukan penelitian di lembaga X, maka lembaga X ini
merupakan populasi. Lembaga X mempunyai sejumlah orang/subyek dan
obyek yang lain. Hal ini berarti populasi dalam arti jumlahlkuantitas. Tetapi
1 Mahmud. Melode Penefitian Pendidikan, (Bandung: CY Pustaka Setia, 2011), h. 91 2 Muhammad Idrus, Melode Penelilian J/mu Sosial Pendekalan Kualilalif dan Kuan/ilalif, (Yogyakarta: Erlangga, 2009). hal. 58
3 Sugiyono, Me/ode Penelilian Adminislrasi. (Bandung: CY ALF ABETA, 2002), h. 57
26
lembaga X juga mempunyai karakteristik orangorangnya, misalnya motivasi
kerja, disiplin kerja, kepemimpinannya, dan lainlain.4
Satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu
mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicara, disiplin pribadi,
hobi, cara bergaul, kepemimpinaHnya dan lainIain.5
Dalam populasi, peneliti mengambil populasi kepada anggota yang telah
mempunyai karakteristik yang telah disebutkan di atas. Yaitu yang telah
menjadi pengurus komisariat karena tidak semua anggota yang menjadi
pengurus komisariat. Dalam kepengurusan komisariat jumlah pengurus
kurang lebih 60 orang, tetapi tergantung dari komisariat tersebut banyaknya
anggota pengurus melihat situasi dan kondisi.
2. Sample
Menurut Sugiyono, sampel adalah "sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut".6
Hal senada juga di kemukana oleh Farouk Muhammad dan Djaali bahwa
sample penelitian adalah "sebagian dari unitunit yang ada dalam populasi
yang ciriciri atau karakteristiknya benarbenar diselidiki".7
Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang
ada pada populasi, misalnya karen a keterbatasan dana, tenaga dan waktu,
maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari popuJasi itu. Apa
yang dipelajari dari sampeJ itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk
populasi. Untuk itu sampel yang di ambil dari populasi harus betulbetul
representative (mewakili).8
Pengambilan sumber data penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling adalah teknik pengambilan sam pel sumber data dengan
pertimbangan tertentll. Pertimbangan tertentll 1m, misalnya orang terse but
4 Ibid 5 Ibid
6 Ibid
7 Farouk Muhammad dan Djaali, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bunga Rampai,
2010), h. 41
27
yang dianggap paling tahu tentang apa yang ingin peneliti tanyakan kepada
partisipan.9
Partisipan penelitian yang menjadi narasumber penelitian ini adalah
kader HMI dan PMII yang menjadi mahasis\va di FITK Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Peneliti mengambil sampel 12 orang, 6
orang dari kader HMI dan 6 orang dari kader PMII. Alasan peneliti
mengambil partisipan tersebut adalah ingin l11engetahui bagaimana dampak
terhadap interaksi sosial pada mahasiswa yang l11emiliki Organisasi Ekstra
yang berbedabeda.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam permasalahan penelitian untuk mel11peroleh data maka digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Wawancara
Menurut Sukandarrumidi "Wawancara adalah suatu proses Tanya
jawab lisan, dalam mana 2 orang atau lebih berhadapan secara fisik stsu
bertatap muka."lo Hal senada juga dikatakan o1eh Sugiyono "Wawancara
dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat
dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan mngunakan
telepon.,,11 Dalam kegiatan wawancara dilakukan sebagai tindak lanjut
untuk mel11perdalam keabsahan data dalam studi dokumentasi
sebelumnya. Hal 1111 dikarenakan wawancara merupakan teknik
pengumpulan data dengan mengadakan Tanya jawab yang berkaitan
dengan masalah yang dibahas atau diteliti.
Wawancara dilakukan kepada pengurus komisariat yang telah
ditentukan siapa yang ingin diwawancarai.
2. Observasi
Menurut Joko Subagyo "observasi dilakukan sesuai dengan
kebutuhan penelitian mengingat tidak setiap penelitian menggunakan alat
9 Sugiyono, Me/ode Penelitian Kuanlila/ Kllalitali/ dan R&D, (Jakarta: ALFABETA,
2012), h.85
10 Sukandarrumidi, Melode i Peneliliann Pelunjuk Praktis Un/uk Penelili PemlIla, (Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 2012), h.88
28
pengumpul data.observai memakan waktu yang lebih lama apabila ingin
melihat suatu perubahan dan pengamatan".12
Dalam penelitian ini menggunakan observasi langsung yang
bersifat partisipatif ataupun non partisipatif yaitu pengamatan yang
melibatkan peneliti dalam kegiatan yang menjadi penelitian dari organisai
HMI dan PMIl di Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan. dan berguna
untuk mengetahui keadaan sebenarnya yang telah terjadi didalam
fenomena, fota, sikap dan perilaku keseharian yang berkaitan dengan
interaksi sosial.
3. Dokumentasi
Menurut Deddy Mulyana "dalam wawancara dapat pula dilengkapi
dengan analisis dokumen seperti otobiografi, catatan hat'ian, suratsurat
pribadi, catatan pengadilan, berita Koran, artikel majalah, brosur, bulletin
dan fotofoto".13 Metode 1111 digunakan untuk memperoleh data
tentang latar belakang Organisasi HMI dan PMII yang meliputi struktur
organisasi, dan fotofoto setelah wawancara.
E. Teknik Pengecekan Keabsahan Data
Dalam penelitian, setiap hal ten1Uan harus di cek keabsahannya agar
hasil penelitianl1ya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan dapat
dibuktikan keabsahannya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh peneliti antara
Jain:
1. Tringulasi data, yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan
dengan hasil wawancara, data hasil wawancara dengan dokumentasi dan
data hasil pengamatan dengan dokumentasi. Hasil perbandingan 1111
diharapkan dapat menyatukan persepsi atas data yang diperoleh.
2. Tringulasi metode, yaitu dengan cara mencari data lain dengan sebuah fenomena yang diperoleh dengan menggunakan metode yang berbeda
yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian hasil yang
12 Joko Subagyo, Metode Penelitian Da/am Teori Praktik. (Jakarta: PT Rineka Cipta. 2015). h.62
U Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian KlIalilalif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
29
diperoleh dengan menggunakan metode ini dibandingkan dan disimpulkan sehingga memperoleh data yang bias dipercaya.
3. Trungulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan kebenaran suatu fenomena berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, baik dilihat dari dimensi waktu maupun dari sumber yang lain. 14
Dalam pengecekan data ini, peneliti menggunakan observasi dalam lapangan yang didukung dengan pengecekan melalui wawancara dan dokmnentasi.
F. Teknik Analisis Data
Dalam menganalisis data, penulis menguraikan model anal isis Huberman dan Miles yang disebut sebagai model Interatif Adapun bentuk dari model interatif, yaitu:
a. Tahap pengumpulan data ini merupakan kegiatan dalam proses analisis data interaktif berupa katakata, fenomena, foto, sikap dan perilaku keseharian yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara dan observasi mereka dengan menggunakan metode kualitatif.
b. Tahap reduksi data sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatancatatan tertulis dari lapangan. Reduksi data ini berlangsung secara temsmenems sejalan pelaksanaan penelitian berlangsung.
c. Tahap penyajian data sebagai kumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. d. Tahap verifikasi dan penarikan kesimpulan yang dimaknai sebagai
penarikan arti data yang telah ditampilkan. 15
[image:48.612.115.510.67.704.2]Dalam pelaksanaannya, data yang diperoleh berasal dari informasi dari lapangan, dijadikan bentuk uraian, kemudian dikaitkan dengan data yang lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran atau sebaliknya sehingga memperoleh gambaran baru ataupun menguatkan gambaran yang sudah ada.
ャセ@ Sugiyono, op.cil., h. 241 ;
...
セ@
Universitas Islam Negeri
BABIV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Universitas Is)am Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
a. Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Sejak berdirinya ADIA (Akademi Dinas Ilmu agama) pada tahun 1957, Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah Jakarta saat ini berusia 58 tahun. Selama kurun tersebut, lembaga pendidikan ini telah menjalankan mandatnya sebagai institusi pembelajaran dan transmisi ilmu pengetahuan bangsa, dan sebagai institusi pengabdian masyarakat yang terus mendorong programprogram peningkatan kesejahteraan sosial. Selama itu pula, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melewati beberapa peri ode sejarah, sehingga sekarang ini telah menjadi salah satu ikon universitas Islam di Indonesia. Secara singkat sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat dibagi kedalam beberapa periode, yaitu; periode perintisan, periode fakultas dari lAIN alJami'ah, periode lAIN Syarif Hidayatullah, dan UIN Syarif Hidayatullah. I
1) Peri ode Perintisan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden
RI
Nomor 031 tahun 2002. Sejarah pendirian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan satu mata rantai sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam lnodnesia dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi Islam Modern yang telah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Pad a zaman penjajahan belanda, Dr. Satiman Wirjos<,!ndjojo, salah seorang muslim terpelajar, tercatat pemah berusaha mendirikan Pesantren Luhur sebagai lembagaI Pedoman Akademik Program Strata J tahun 2015/2016, h.3
31
pendidikan tinggi Islam. Namun, usaha ini gagal karena hambatan dari pihak penjajahan Belanda,z
Lima tahun sebelum proklamasi kemerdekaan, Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) di Padang mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI). STI hanya berjalan selama dua tahun (19401942) karena penduduk Jepang. Namun, umat Islam Indonesia tidak pernah berhenti menyuarakan pentingnya pendidikan tinggi Islam bagi kaum muslim yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Pemerintah penduduk Jepang kemudian menjanjikan kepada umat Islam untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama di Jakarta. Janji jepang itu direspon tokohtokoh muslim dengan membentuk yayasan dibawah kepemimpinan Muhammad Hatta sebagai ketua dan Muhammad Natsir sebagai sekretaris.3
Pada 8 Juli 1945, bertepatan dengan 27 Raj