• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interaksi Sosial Antara Anggota Organisasi Ekstra Kampus Di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Interaksi Sosial Antara Anggota Organisasi Ekstra Kampus Di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta"

Copied!
183
0
0

Teks penuh

(1)

INTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA ORGANISASI EKSTRA

KAMPUS DI FITK UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Untuk Memenuhi

Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh :

Ibnu Aidil Putra

1111015000087

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

(2)

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBJNG SKRIPSI  

JNTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA ORGANISASI EKSTRA   KAMPUS DI FITK UJN SYARIF BIDAYATULLAH JAKARTA  

Skripsi  

Diajukan Kepada Fakultas TImu Tarbiyah Dan Keguruan Untuk Memenuhi   Persyaratan Memperoleh Gelar Srujana Pendidikan (S.Pd)  

Oleh   Ibnu Aidil Putra   NIM 1111015000087  

Di Bawah Bimbingan:  

Cut Dhien Nourwahida, MA   NIP. 19791221 200801 2016  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL   FAKtTLTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN   UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH  

(3)

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi berjudul "INTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA

ORGANISASI EKSTRA KAMPUS DI FITK

lTIN

SYARIF

HIDAYATULLAH JAKARTA", disusun oleh ffiNU AIDlL PUTRA, NIM. 1111015000087, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Hmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diajukan pada sidang munaqosah sesuai ketentuan yang ditetapkan fakultas.

Jakarta, 8 November 2016

Yang Mengesahkan,

Di Bawah Bimbingan:

Cut Dhien Nourwahida, MA NIP. 19791221 200801 2 016

(4)

UJI REFERENSI

Seluruh referensi yang digunakan dalam penulisan skripsi yang berjudul

"INTERAKSI SOSIAL ANTARA ANGGOTA ORGANISASI EKSTRA KAMPUS DI FITK UIN SYARIF mDAYATULLAH JAKARTA",

disusun

oleh

ffiNU AIDIL PUTRA,

NIM. 1111015000087, Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial, Fakultas llmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, te1ah diuji

kebenarannya oleh dosen

pembimbing skripsi.

Jakarta, 8 November 2016

Pembim bing,

Cut Dhien Nourwahida, MA

NIP. 19791221 200801 2 016

(5)
(6)

SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan di bawah ini: Nalll<l : fbnu ,Aidil Putra

Tcillpat Tgl.Lahir : Bangkinang. 17 Apri i 1990 ,\1\1 : 1 1 1 101 5000087

.I UI"LlSan f)rnc1 i : Pendidikan I11l111 Pcngetahuall Sosial

!\ lam at : 11. Sisinga Mangaraja. RT 008/003. BangkinCll1g, KampaI'. Riau, 2841 I

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA

Bahwa skripsi yang berjudul Interaksi Sosial Antara Anggota Organisasi Ekstra Kampus di FITK UIN Syarif Hidayatullah .Jakarta adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen:

Nama Cut Dhien Nourwahida, MA

NIP 197912212008012016

DClllikiall surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap ll1enerillla ウ・セキャ。@ konsekuensi apabila terbukti balma skripsi ini bukan hasil karya sendiri,

Jakarta. 8 November 2016

Ibnu AicJil Putra NIM: 1111015000Q87

(7)

ABSTRAK

Ibn u Aidil Putra (1111 0 15000087). Inlerakvi AnWru 11If!'ZOIO Organis{fsi EkSlra Kumplls di LLY SniFf/ /lidan/flt/lalu. p!\Jgnl11 Slrata Satll (S-I) JUrtlSan Pendidikan 111ll1l Pengetahuan Sosi;:li. fZャォャャャエ。セ@ 1111111 I arhi\ah dan Keguruan. Lnin:,rsitas Islam \Jegeri (ll'\) sセ@ ari t' hゥj。セ@ atul .lakana.

Penelitian illi menjelaskan in!crabi セAAャャZゥイ。@ 。ョァセwャ。@ \)I'ganls,bl 11\11 Ll,1I1 P\lIl. [v!etode )ang digunakan dalalll penelilun illl adalah pen<.'iilliln kuallld[i'·. dan dianalisa dengan pendekalan 。ョZZャャゥZLゥセ@ Jeskripli!' :­セャォャャゥ@ QQQ\NGョァ[Z|ャャQ「GQiQセャョ@ SClar,l objektif ll1enganalisi:; data­data セ@ ang di)cr,lleh. dan kel11uciian 1l1<.'!1lClk,li qUcii kaslls dengan belllllk intrinsik セ@ ang ャQャ・ョ、LjャャセLiiセ@ ー\NGョャZャゥQセ|ャャャLAャQ@ \ ゥャャゥセ@ mendalalll terhadap Interaksi Sosial·\nggotJ llf'vI! dan Pi\lll I:h:rdasarkall kebutuhan penelitian ini ditentukan sLll11ber data セ。ゥエャャ@ peneiilian ini ll1enggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pcngaillbiiall populasi dan sample dengan pertimbangan yang pcnulis mginkan. Pertimbangan Lertcntu ini. misalnya orang tersebllt yang dianggap paling tahu tentang apa ;.'ang ingin peneliti lanyakan kepada partisipan. Adapun teknik pengutllpulan data ) t1ilu i11l'llggullakan doklll11entasi. wawancara. dan observasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang Lelah dilaksanakan dapal disilllplilkan bahwa: interaksi antara organisasi HMI dan Prvlll ada hal positif dan negatif Hal positifnya )aitu keclua organisasi illl bckcl:iasalllC! (blalll ャiー。セ@ a QQQセGョァ。「、ゥ@ kcpadCl masyarakat seperti )ang tercal1lUI11 dalalll I ri Danna Pcrgurll(ln 11Ilggi ) <lilll pengabdian. Dan dari hal negali/llya adalah tcriadinya persaingan antara kcdlla organisasi di dalam kamplls yang tidak I11cnutup I­:clllllllgkinan al-:3n teriadinya kontlik. Hal ini bisa membuat buruk nama organisasi lerscbul dipandangan mai1asiswa lain. Olch karena ilLl perlullya kcsadarall tiap­tiap anggola organisasi untllk bersikap dewasa dalam mcnyikapi hal­hal tersebut dengan l1lelakukan Illediasi dan berlllusyawarah unluk men) ikapi kunflik :. ang leljadi.

Kata kunci: Intcraksi Sosial, Organisasi

(8)

ABSTRACT

rbnu Aidil Putra (1111015000087), sッ」ゥ。ャャョエセイ。」エゥッョ@ Between Extras University Organization J\lembers at FITK UrN sセ@ arif Hidayatullah Jakarta,' Lnder­gradute program (S­I) Skripsi of Social Education Department. Faculty of Tarbiyah and Teachers training, State Islamic l S:-:!,'1rllid:1\i1llilbh ,Hd!'L;

This research ・セーャ。ゥャャ@ the interaction L'et\\een 11\11 and P\III Bゥイァセii[iO。ャABAQ@

members, The ll1ethodolog) that llsed in this research is qualitati\ e research, and analized I,vith descriptive 。ャャ。ャセ@ \\hich describe objectivel) analyzing obtained datas, and then put on a case stud.\ \\ lth the intrinsic form that emphasize deep understanding

ur

,'ase Based lill thl' AQ」・、セ@ (!i' this stud:­, determined tilat the resource ,It' the data ,if' Ihis resl'i1rch ゥセ@ using 11urP<.)si\ e sampling tel'hnique Purposi \'C sampl ing techn iq lie is a is a Pl1pLI iallon and sampk ccd lection sample with a certain consideration, This certain consideration, for e\:3l1lple a certain people who are considered 1110st kno\\ \\ hal the I'eseal'chl'rs \\ant to ask t(l the participant As for the data collection techniques are using the study or documents. interviews, and observations,

Based on the results of research that has been conducted. can be conclude that: the interaction bet\\een HVll and PMll members there are positive and negative side, The positive thing is that the two organizations work together in an etlort to serve the community as listed in the "tri dharma pcrguruan tinggi" lhal i­; dcn,tj,'n\nd

the negative thing is the competition bel\veen the two organizations on campus that did not rule Olit the possibility of impending contlict. It could make the organization name streaked from the view of other students, Because

or

that the need of awareness from each of the organization members to act maturel) In addressing sllch matters b) doing mediation and engaged in deliberations to addressing con tl icts,

Keyword: Sodal Interaction. Organizatioll

(9)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan nikmat Iman, Islam dan Ihsan beserta limpahan hidayah dan taufik

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat beserta salam semoga

senantiasa tercurah kepada Nabi Muhamad SAW yang telah membimbing

umatnya menuju jalan yang diridhai Allah SWT.

_ Skripsi ini disusun sebagai salah satu tugas akademik di Universitas Islam

Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka mencapai gelar Smjana

Pendidikan (S.Pd.). Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya

tidak akan terwujud tanpa ada bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu penulis

ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah

mendorong, membimbing dan memberikan motivasi. Ucapan terima kasih

khususnya penulis sampaikan kepada:

1.   Prof. Dr. Dede Rosyada, MA selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

beserta jajarannya dan juga pemah sebagai Dekan FITK UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta.

2.   Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan

Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan berserta

jajarannya.

3.   Dr. Iwan Purwanto, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPS dan

Syaripullah, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu

Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

yang selalu meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya untuk membimbing

dan memberikan motivasi kepada mahasiswa Pendidikan IPS.

4.   Ibu Cut Dhien Nourwahida, MA selaku Dosen Pembimbing yang selalu

meluangkan waktL! di tengah kesibukannya untuk membimbing penulis dalam

menyelesaikan skripsi.

5.   Semua Dosen Pendidikan IPS maupun Dosen yang ada di FITK tanpa

terkecuali yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih atas

Ilmu yang telah diberikan.

(10)

6.   Ayahanda Masri dan Ibunda Rabusida yang telah beljuang dalam

meli1besarkan dan mendidik penulis, dan memberi segala curah kasib

sayangnya sehingga penulis dapat berpendidikan lebih tinggi. semoga Allah

SWT memberikan balasan yang berlipat ganda, al11in ya rabal 'alamill.

7.   Abang dan kakak Pendidikan IPS Khususnya bang Arif. bang awL bang

kak i\eneng, kak Anne Soraya, kak Maro, kak Nurfaizah, Dinar Risprabowo.

Yustia, Riska, Fauzia, Oestia, Misbah, dan lainya yang ticlak bisa pCl1uli

seburkan satu persaUl.

8.   Teman­teman angkatan 2011 Dendi, I"faieh, Gaun. Naya. dan tentunya Sohib

M Hakki Affandi. Serta teman­teman semua yang tidak sempat penulis

sebutkan satu per satu.

9.   Adik­adik pendidikan IPS Via, Naya, Ulan, Anna, Fuji, Abi Aleks, Fatur.

Ikhwan, Maman, Anugrah, Yudi, Argo, Casan, Ari, Yasin, Nadia, Narisa,

Miftah, Riri, Oji, Ike, dini, puspa, Githa, Ghi1man, Agung, Zefi, Navi1a, Ratu

Aida, dan yang 1ainya tidak penu1is sebutkan satu persatu.

10. Yunda dan kanda  Ahmad Sulhan, Alwan Nahrowi Ridwan, Ahmad naufal,

Zaeni Abdillah, Ramonda, Nur Kamaliah, Faiz Izzat M, Cipto Owi Nugroho,

Tasya, Arif, Febria Afia, yang telah memberi banyak pelajaran dan

pengembangan diri terhadap penulis. Salam hormat buat kalian.

11. Kawan­kawan seperjuangan yang selalu mewarnai dinamika kehidupan di

Ciputat, Aziz Muhtasyam, Fikri Abdillah, Nur Hidayat, Agung Wijaksosno,

Putra OKl, Adin, Amel Fauziah, Ngka, Nisa, Oyna, BociL vero, Enny. Fitri,

Intan Cahyaning, Yusuf, Nurwan, Sae, dan adinda­adinda kader HMl

se-FITK tanpa terkecuali yang telah memberikan doa dan semangat kepada

penulis dalam menyelesaikan skripsi.

12. Terkhusus Adinda­Adindaku di  PGRA, Jihan, Mira, Ody, Fia, Tadia, Evi,

Aenida, Huda, Nadia, lea, Nida, Zizah, Raidah, AdeL Hani, Nana, Hanifah,

Upi, Auliya dan lainya tanpa terkecuali yang terus bawel menanyakan kapan

wisucla sehingga penulis termotivasi untuk ュ・ョケ・ャ・ウ。ゥォ。ョェ・セ。ョァ@ S1.

(11)

r

t'3. Sahabat­sahabat PMn FITK Cabang Ciputat Sarah Hayatin, Zaki al­amin, ,

Ramadhan, Rizki Ramadhan, Dinda kelsi dhmad subhan, ;dan yang lailmya tampa tekeeuali yang telah menyemangati dan membantu penulis dalam . menyelesaikan Skripsi.

14. Selumh Organisasi Ekstra, Intra dan Primodial Daerah Yang ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan banyak pengalaman kepada penulis.

15. Teman­teman seperjuangan PPKT, Devi Ramadhani, lis Khusl1ul Khotimah, Nova, Riska, Hamdan selta Guru­Guru dan Siswa­Siswi SMA Triguna Utama Ciputat.

16. Dan Ternan­Ternan kerja seperJuangan di Central Group Komputer, Uda Iwan Setiawan, Uni Sofi Putri, Uda Syahru Ramadhonal, Aldi Wandra, Fry Rio, Didi Pujihadi, Erwin Owie, Yuda, Agusman, Wendi,

Rio

Fernando, Dede Irawan, Kasman Rauf, Beeoy Zarkasih, Soeryana, Edo, Puguh Try, Sultan Jamali, Iqbal, Yayan dan Max. Yang menemani hari­hari dan memberi semangat kepada penulis.

Harapan dan iringan doa penulis ueapkan semoga Allah SWT meridhai dan membalas amal baik kita semua dengan berlipat kemuliaan. Amin. Akhimya besar harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca sekalian.

Jakarta, 8 November 2016

Penulis

(12)

...

セ@

 

Universitas Islam Negeri

(13)

DAFTAR lSI

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI.. ... .  

LEMBAR lJJI REFERENSI... iii  

LEMBAR PENGESAHAN EnAN SKRIPSI ... ".  

SLRAT PERNYATA.\.\ KARY.\ IL\IL\H ... ABSTRAK ... yj KA T A PENG1\NTAR. ... yjj DA.FTA.R TA.BEL... .... xh   BABI PENDAHULVAN   NセN@ LataI' Belakang Masalah ... .   Dl\FT.:\R

lSI...

xi  

DAFTAR. GAIVIBA.R ... xii  

l­3. Identifikasi Masalah ... . 4  

C. Pembatasan Masalah ... .. 4

D. Perul11l1san Masalah ... . 4

E. Tlijuan Penelitian ... .. 4  

F. Manfaat Penelitian .. '" ... . 5  

BAB II KAJIAN TEORI   A. lnteraksi Sosial .. 6

1. Pengertian Karakter ... .. 6

") Bentllk­bentuk Inleraksi Sosial ... . 7  

3. Ciri­ciri Interaksi Sosial ... . 10

4. Syarat­Syarat Interaksi 50sial. ... .. 11  

13. Organisasi Ekslra Kaillplis U I. Pengertian Organisasi ... . 13

, Dasar Pem bentu kan Organ isas i 15 3 Tujuan Organisasi ... .. 16

4. Budaya Organisasi ... . 17

5. Organisasi l.kslraKampus ... . 20

C. Hasil Penelitian yang Relevan ... . 21 セ@

(14)

D.   Karangka Berfikir... 2­1  

BAB III METODOLOGI PEl\'ELITIA:\,

A.  Tempat dan \\aktu Penelitian ... 25  

B. i"vletode Penelitiall ... _... セU@  

O. Tc­knik Pcngull1puidl1 Data ... .  

F Tekn i k セ・ョァ・」・ォ。ョ@ Keabsahan Data ... .  

F Teknik\nalisi5 {I。エセャ@ . 2l)  

BAB 1\ BASIL PE:\,ELlTL\:\ dan PE\IBAfL\S.:\.:\

.\. (J<.lI11barall L__ 1l1Lllll (Jbjel\. PcIlc?litian... NセャA@   I.   l iャゥ|HGイウゥャ。セ@ iウャセャャャャ@ :\egni S:, ariC Hida:­ alullah Jakarta ... ;(1

a.   Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullilh

.I a karta ... ... . . ... . . . .. ... . . . '" .. . . ... .. .. .. . . .. . . ;(I b.   Visi, Misi. Dan Tujllan (2012­2026) ... ­II   c. Strllktllr Organisasi ... ­12 , Ilimpliniln \'Iailasis\\(\ hlam (IIMI) eli IT[K ll'\, sセ。イャャ@

Hidayatllilah Jakarta ... . a Scjarah hcrdirinya HMI di F[TK ..

b. Slrllktllr Organisasi ... . ­1­1   1'::::: c. :\ilai­nilai Dasar Periuangall (l\'DP) ... . , .

3 PCI'gcrakan Mahasis\\a IslclIl1 Inclonesia (PM[I) eli ITII<. l T\ S) ari

r

II ida) atliliah Jakarta ... ... . ,

.,

a. Scjarah berdirin:Cl P:\'III di セMiᄋiGkNNNNNNNNNNNNNNNNNN@ ",,"

h.   Slrllkllli' Organisasi ... ... :'(]   c.  Nilai­nilai Oasar Pergerakan (NOP)... 57  

B.   Interaksi Sosial Antara Angola Organisasi HMI dan Prvlll... 59  

BAB \' PENLTCP

i\. Sil1lpulan  

イセ@ Saran ... .  

LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA ... 99  

(15)
[image:15.612.118.507.100.656.2]

DAFTAR TABEL  

Tabel2.1 I-"Iasil Penelitian Relevan .... ,,, ... ,, ... ,.,,... 23

Tilbel .oJ.. I \allla dan jabatan pimpinan lAIN dan fakultas­takultasll: a... 34 I TNセ@ Pimpilliln ADIA. IA.INiL/\ Jakarta ... . 4U

Tabel4.4 .\oa :­ang I1lclatarbelakangi and a masuk organisasi terscbut'.'   TabeI4.:' c\pa yang menjadi ideologi dalam organisasi anda') ..  

Tahel46 \!alltilat apa yang anda dapatkan dalall1 organisasi? 63  

labcl 4 7 Kontdbusi apa yang telah anda lakukan di dalam organisasi" ... 64 rabel4.8 ­\pakah organisasi anda melllbatasi pergaulan anggotan:­a? 66  

l"abcI4.9 .\pakah pergaulan organisasi mel11pengaruhi pergaulan indiviclu   organisasi tersebut? ... . .... 67

Tabel4.IO Bagaimana kOI11L1nikasi yang dibangun organisasi anda dengan

organisasi lain? ... ... ... ... ... ...

e,l)

4.1  I Dalalll hal apa yang memungkinkan organisasi allda bersatu

f)cngan organisasi lain" ... .. 7()

Tahcl 4.1 セ@ Pada saat apa terjadinya peljanjian antara organisasi anda dengan

organisasi lain'7 ... . ... 72

I j 13'\pa Illantaat yang didapati apabila ada pCl]anJian tcrscbut') . 73

Tabel 4.14 :vlcnLlrut anda. pada saat apa koalisi itLl tCljadi') ... . 74

Tabel 4.1:' :\pakah ada kesepakatan apabila berkoalisi. Apabila ada. jelaskan

kescmpatan apa yang biasa dilakukan0 ... ... .... 75

label ­I. 16 Bagaimana I11cnurut anda kOl11prollli yang sehat dalal1l

berorganisasi? ... ... .. ... . 77

label ­l.17 Siapakah yang berhak I1lcll.ladi Il1cdiatur dan kapall lllCJIi:bl

dilakuhan') ... .. 78 Tabel 4.18 8agailllana cara untuk Illenyclcsaikan pcrillasalah nrganisasi') 1W

Tabel 4.1 Y r3agaimana I1lCl1urut anda Illcngenai persaingan antara organisasi Ji

dalalll kampus"   82

(16)

Tabe14.20 Pada saat kapan penolakan atau perlawanan itu terjadi di dalam organisasi" ... ... 84 Tabe14.21 Bagaimana menurut and a tentang kebebasan mengemungkakan

pendapat di muka umulll·)... ... .. Tabe14.22 Bagailllana organisasi anda 「・イセゥャ|N。ー@ jib tel:iadi perbedaan

pendapat antar organisasi lain.' ... sセ@ TabeI4.23 Bagail1lana solusi yang baik unlul\. sebuah ー・ョョ。セcQャ。ィjNョ@ : an:;

ada di dalal1l kontlil\. polilik0 ... . . ... 88 Tabe14.24 Ualalll hal apa teljadinya k,)nl1 1I\. セャiャャセャエG@ urganisa:­;i セャiャ、。@ dengan

,lrganisasi lain'! Jelasl\.all l

. CJO

(17)

...

セ@

 

Universitas Islam Negeri

(18)

BABI

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia adalah makhluk sosial yang bennasyarakat. Manusia dikatakan mahkluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Dalam kehidupan di dunia, setiap makhluk hidup memerlukan interaksi dan komunikasi satu sarna lain, khususnya bagi umat manusia. Interaksi dan komunikasi ini sangat diperlukan karen a manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang tak pemah lepas dari bantuan orang lain. Oleh karena itu manusia hidup sebagai mahkluk sosial, disadari maupun tidak, manusia cenderung hidup berkelompok dengan tujuan yang sarna, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka masing­masing.

Indonesia merupakan Negara majemuk (multicultural) yang terdiri dari berbagai maCarn suku, budaya, bahasa, dan agama. Dengan kondisi tersebut Indonesia mempunyai potensi terjadinya konflik apabila interaksi sosial tidak berjalan dengan baik. Seperti konflik yang terjadi antara suku Dayak dan suku Madura, dan konflik di Poso. Sehingga bentuk­bentuk interaksi yang mengarah pad a konflik dapat menyebabkan rusaknya sistem so sial pada masyarakat, maka diperlukan pemahaman yang berbasis pada falsafah Bhineka Tunggal Ika (walaupun berbeda­beda tetapi tetap satu jua), yang mengupayakan penerimaan atas segal a perbedaan yang ada pada masyarakat. Oleh sebab itu, harus ada timbal balik saling memberi dan saling menerima antara individu dengan yang lainnya sehingga proses sebuah kehidupan akan berjalan dengan seimbang.

Interaksi sosial merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang menjadi bagian dari aktifitas dalam kehidupan sehari­harinya. Pasar yang terjadinya tawar menawar antara penjual dan pembeli, sekolah kegiatan belajar antara guru dan murid, hal tersebut dapat terjadi karen a terdapat

1

(19)

2

Syarbaini dkk, bahwa "Interaksi sosial teljadi antara seseorang dengan orang

lain, antara seseorang dengan kelompok sosial, dan antara sosial dengan

kelompok sosial lainnya".1

Interaksi sosial dapat berdampak positif dan negatif. Adapun dampak

positif yaitu jika komunikasi tersebut dapat beljalan dengan baik, sedangkan

dampak negatifnya adalah apabila komunikasi tersebut tidak beljalan dengan

baik. Seperti yang dikemukakan oleh George Herbert, "agar interaksi sosial

bisa berjalan dengan tertib, teratur dan bisa berfungsi secara baik, maka yang

diperlukan kemampuan untuk menilai secara objektif perilaku kita sendiri

dari sudut pandang orang lain beg it up un sebaliknya".2

Organisasi merupakan wadah di mana ban yak orang berkumpul dan

saling berinteraksi yang terbentuk karena adanya kesarnaan visi dan misi

yang ingin dicapai. Setiap individu atau unsur yang terdapat di dalam

organisasi tersebut secara langsung maupun tidak langsung harus mernegang

teguh apa yang menjadi pedoman dan prinsip yang ada didalarnnya. Sehingga

dalam mencapai visi dan misi terse but dapat berjalan dengan baik.

Komunikasi di dalam organisasi haruslah berjalan dengan baik untuk

mencapai visi dan misi organisasi. Karena komunikasi dalam organisasi sarna

pentingnya seperti aliran darah pad a tubuh manusia. Apabila manusia

mengalami gangguan pada pembuluh darahnya rnaka akan mengganggu

efisiensi peredaran darah. Begitu juga halnya dengan organisasi apabila

terjadi gangguan dalam aktivitas komunikasinya maka akan mengakibatkan

terganggunya efisiensi organisasi tersebut. Sering kali komunikasi yang

dibangun didalam organisasi tidaklah selalu lancar baik itu

di

dalam tubuh organisasi sendiri maupun antara organisasi.

Di dalam organisasi sering terjadi perbedaan pendapat. terutama

ketika manusia berinteraksi dengan pihak lain diluar pribadi rnanusia itu

sendiri. Perbedaan pendapat umumnya dipicu oleh ーセイ「・、。。ョMー・イ「・、。。ョ@

I Syahrial Syarbaini, A. Rahman, dan Monang Djihado, Sosiologi dan Polilik (Jakarta':

Gha!ia Indonesia, 2002), h, 27

(20)

3

dasar pemikiran dalam menyikapi suatu hal. Dasar­dasar pemikiran terse but meliputi sudut pandang, pola analisis objek, paradigrna hidup, pandangan hidup dan berbagai hal yang digunakan sebagai indikator seseorang dalam menilai suatu hal. Inilah salah satu pemicu masalah dalam suatu organisasi.

Dalam proses interaksi antara suatu sub­sistem dengan sub­sistem laim1ya tidak ada jaminan akan selalu teIjadi kesesuaian atau kecocokan antara individu pelaksananya. Setiap saat ketegangan dapat saja muncul, baik antar individu maupun antar kelompok dalan1 organisasi. Banyak faktor yang melatarbelakangi munculnya ketidakcocokan atau ketegangan terse but salah satu contohnya buruknya pola komunikasi yang dibangun.

Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa baik secara intelektual serta bagian dari gerakan organisasi so sial yang mempunyai peran strategis dalam membangun budaya interaksi sosial. Dalam perkembangalli1ya mahasiswa tidak dapat dipisahkan dengan organisasi yang ada di setiap kampus.

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan salah satu universitas ternama di Indonesia yang memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan organisasi ekstra kampus. Adapun organisasi tersebut terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan organisasi primodial daerah. Sedangkan organisasi intra kampus terdiri dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Dewan Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun dengan banyaknya organisasi tersebut, maka ban yak perbedaan pemikiran antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, yang berpotensi pertikaian apabila interaksi sosial tidak dapat berjalan dengan baik. Hal terse but berdampak langsung pada masing­masing anggota organisasi terse but.

(21)

4

lainnya, karena keegoisan kader itu sendiri yang menganggap organisasi mereka lebih baik dengan organisasi lain. Dan disitulah terjadi perang dingin antar organisasi yang kurangnya interaksi di antara sesama kader organisasi.

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan judul "Interaksi Sosial Antara Organisasi Ekstra Kampus di FITK UIN SyarifHidayatullah Jakarta".

B. lndentifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas dan untuk lebih jelasnya untuk mengoperasionalkan, maka dapat didefinisikan beberapa masalah sebagai berikut :

1.   Kurangnya sikap harmonis antara anggota organisasi ekstra Kampus. Terjadinya sentimen antara organisasi ekstra kampus.

3.   Rasa egoisme antara anggota organisasi ekstra kampus. 4.   Kurangnya interaksi antara anggota organisasi ekstra kampus.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan indentifikasi masalah yang sudah dijelaskan di atas, maka masalah yang diteliti dibatasi pada:

keharmonisan hubungan antara anggota organisasi HMI dan PMII di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di muka dan pembatasan masalah, maka permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: Bagaimana interaksi sosial antara anggota organisasi HMI dan PMII di FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta?

E. Tujuan Penelitian

(22)

5

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dalam penelitian ini yaitu:

1.   Bagi Lembaga Organisasi Intra dan Ekstra Kampus

Basil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam pembinaan organisasi intra maupun ekstra kampus.

2.   Bagi Masyarakat

Dapat menambah pengalaman, wawasan dalam mengembangkan keilmuan bagi dunia berorganisasi serta kemampuan upaya peningkatan bidang studio 3.   Bagi Universitas

(23)

...

セ@

Universitas Islam Negeri

(24)

BABII

KAJIAN TEORI

A. Interaksi Sosial

1. Pengertian Interaksi Sosial

Manusia sebagai individu, akan menciptakan sebuah ruang atau

wilayah pribadi, yang tidak bisa disentuh oleh pihak lain. Sementara

sebagai makhluk sosial, secara instintif, manusia akan merasakan

keinginan untuk menjadi bagian dari kumpulan manusia lain, dan

mengadakan hubungan dengan mereka.

Setiap orang mudah bergaul dengan orang lain melalui berbicara

(komunikasi), bersalaman, bercanda, atau bahkan bermusuhan dan itu

semua merupakan tindakan yang dinamakan interaksi sosial. Maka hal

tersebut merupakan intisari sosial. Artinya, kehidupan sosial tampak secara

jelas dalam berbagai cara pergaulan seseorang dengan orang lain.

Menurut Mistio, "karena di dalam interaksi selalu terjadi kontak

dan terjalin hubungan antara manusia selakll individu dengan individu

lainya".1

Interaksi sosial pad a manusia tidak terjadi secara begitu saja, ada

norma­norma moral manusia. Terutama dalam interaksi dengan

lingkungan terse but yang membuka peluang manusia untuk bersifat

eksploitatif terhadap lingkungannya. Tetapi dengan memadukan sikap

terbuka sebagai dasar moral dan tanggung jawab dalam memanfaatkan

alam sitat eksploitatif dapat lebih terkendali.

Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan­hubungan sosial

yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan

antara individu yang satu dengan individu lainnya, an tara kelompokyang

satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu.

Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai

I Mistio ュ・ウセ@ Fernanda dkk, hllbungan An/ara Kemamplian Berin/eraksi Sosial dengan

HasH belajar, Jurnanlmiah Konseling, volume 1 20 J2, hal.2

(25)

7

sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya. Atau interaksi sosial itu dapat disebut juga sebagai suatu proses hubungan timbal balik yang dilakukan oleh individu dengan individu, antara indivu dengan kelompok, antal:­a kelompok dengan individu, antara kelompok dengan dengan kelompok dalam kehidupan sosial.

Menurut Soerjono Soekanto, "hubungan­hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang­orang­perorangan, antara kelompok­kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia".2

Sedangkan Menurut J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, interaksi sosial adalah "proses dimana antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok berhubungan satu dengan yang lain". 3

dari teori di atas bahwa interaksi sosial merupakan kunei dari semua kehidupan so sial karen a tanpa interaksi, tak akan mungkin ada kehidupan bersama.

2. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Bentuk­bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan, dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian. Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, nanmn penyelesaian terse but hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi.

Menurut Philipus dan Nurul Aini Adapun bentuk­bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut :

a. Proses­Asosiatif 1. Kerjasama,

2 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu

p・ョァ。OQエセイL@

(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,

20 J2), cet. 44, h. 55

3 J.Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, (Jakarta:

(26)

8

suatu us aha bersama untuk mencapai suatu tujuan yang sarna. Bentuk kerj asama :

a) Kerukunan yang mencakup gotong­royong dan tolong-menolong.

b)  Bargaining yaitu pelaksaan peljanjian mengenai pertukaran

banrang­barang dan jasa­jasa antara dua organisasi atau lebih.

c)   Ko­optasi (co-optation) yaitu suatu proses penenmaan unsur­unsur dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam stabilitas organisasi bersangkutan.

d) Koalisi (coalition) yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan­tujuan yang sarna.

e) Joint venture yaitu kerjasama dalam pengusahaan

proyek-proyek tertentu, misalnya pengoboran minyak, dan lain­lain 2.   Akomodasi

(27)

9  

Adapun tujuan dari akomodasi antara lain:  

a) Untuk mengurangi pertentangan antara individu atau   kelompok­kelompok sebagai akibat dari perbedaan paham.   b) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara  

waktu atau secar'a temporer.  

c)   Untuk memungkinkan terjadinya kerjasama antara   kelompok­kelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai   akibat faktor­faktor sosial psikologis dan kebudayaan   seperti dalam masyarakat yang mengenal sistem kasta   d)   Mengusahakan peleburan antara kelompok­kelompok sosial  

yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campur atau   asimilasi dalam arti luas.  

3.   Asimilasi  

Asimilasi adalah suatu usaha­usaha yang dilakukan perorangan   atau kelompok untuk mengurangi perbedaan antara mereka.   Faktor­faktor yang memperrnudah terjadinya asimilasi :  

a) Toleransi  

b) Kesempatan­kesempatan yang sarna dan seimbang dalam   bidang ekonomi.  

c) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.  

d) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam   masyarakat.  

e) Persamaan dalam unsur­unsur kebudayaan   f) Perkawinan campuran (amalgamation)   g) Adanya musuh bersama.  

b.   Proses disasosiatif

Proses disasosiatif sering disebut dengan oppositional process. Oposisi atau proses­proses yang disosiatif dibeqakan dalam tiga bentuk: persaingan, kontravensi, pertentangan atau pertikaian.

(28)

10

1.   Persaingan

Adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok-kelompok manusia bersaing meneari keuntungan memalui bidang kehidupan yang menjadi perhatian umum.

Kontravensi

Suatu proses yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Dalam bentuk yang mumi, konravensi merupakan kebeneian terhadap seseorang atau kelompok orang walau tidak sampai pad a sikap pertentangan atau pertikaian. 3.   Pertentangan

Pertentangan teljadi karena menyadari adanya perbedaan-perbedaan tertentu antara suatu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain.4

Seperti apa yang telah disebutkan, di dalam sebuah proses sosial, akan terjadi interaksi sosial. Misalnya di dalam kelompok mahasiswa yang sedang melaksanakan pembelajaran.seeara tidak langsung, mereka sedang melaksanakan suatu proses so sial. Ketika sedang ada subuah diskusi, seeara tidak langsung mereka telah melakukan sebuah interaksi sosial. kaitannya dengan usaha tani adalah pada saat adanya proses berlangsungnya usaha tani terse but pasti orang yang ada di dalamnya melakukan sebuah interaksi sosial.

Jadi semua itu tetap berhubungan antara satu sarna lain. Dalam suatu proses sosial, akan terjadi suatu interaksi yang digunakan untuk mendukung proses sosial terse but. Dan dalam usaha tani yang terdapat suatu proses sosial. Jadi untuk melakukan suatu proses sosial yang terjadi pad a usaha tani tersebut, didukung oleh adanya interaksi sosial.

(29)

II

3. Faktor-faktor Pendorong Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial di masyarakat dapat terjadi karena ada faktor pendorong terjadinya interaksi sosial. menurut Janu Mardianto ada beberapa faktor pendorong dalam interaksi sosial:

a.   Imitasi.

Imitasi adalah suatu tindakan memru orang lain. Imitasi dilakukan dalam bermacam­macam bentuk. Misalnya, gaya bicara atau tingkah laku.

b.   Sugesti.

Sugesti berJangsung apabila seseorang memberi pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain. Contohnya nasehat orangtua.

c.   Identifikasi.

Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Contohnya seorang anak yang mengidolakan ayahnya.

d.   Simpati

Simpati merupakan suatu proses

di

mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Contonya ketika tetangga yang tel1impa musibah. e.   Empati.

Empati merupakan simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.5

Jadi, Faktor­faktor dalam interaksi sosial yaitu Faktor Imitasi, Faktor Sugesti, Fakor Identifikasi, dan Faktor Simpati.

4. Syarat-syarat Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Menurut Soejono Soekanto Suatu interaksi

5 Janu Mardiyanto, Sosiologi: Mer/whami dan Mengaji lvfasyarakat, (Bandung: Grafindo

(30)

12

sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi beberapa syarat,

yaitu:

a.   Adanya kontak sosial

Kata kontak dalam bahasa Inggrisnya contact, dari bahasa fain

con atau clim yang artinya bersama­sama dan tangere yang artinya

menyentuh. Jadi kontak berarti sama­sama menyentuh.Kontak sosial

ini tidak selah.! melalui interaksi atau hubungan fisik, karena orang

dapat melakuan kontak sosial tidak dengan menyentuh, misalnya

menggunakan HP, telepon dan sebagainya.

Kontak so sial memiliki memiliki sifat­sifat sebagai berikut :

1.   Kontak sosial bisa bersifat positif dan bisa negatif. Kalau

kontak sosial mengarah pada kerjasama berarti positif, kalau

mengarah pad a suatu pertentangan atau konflik berarti

negative.

2.   Kontak sosial dapat bersifat pnmer dan bersifat sekunder.

Kontak sosial primer terjadi apabila peserta interaksi beltemu

muka secara langsung. Misalnya kontak antara guru dengan

murid. Kalau kontak sekunder terjadi apabila interaksi

berlangsung melalui perantara. Misal percakapan melalui

telepon, HP, dan sebagainya.6

b.   Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampman informasi dari

satu pihak kepihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Ada beberapa unsur pokok dalam komunikasi yaitu;

I.   Komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau

pesan at au perasaan atau pemikiran pada pihak lain.

Komunikan yaitu ofang atau sekelompok orang yang dikirimi

pesan, pikiran, informasi. ,

(31)

13

3. Pesan yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.

4.   Media yaitu alat untuk menyampaikan pesan.

5.   Efek atau feedback yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator. 7

Ada beberapa tahapan penting dalam komunikasi:

1. Encoding. Pada tahap ini gagasaan atau program yang akan

dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atan gambar . dalanl tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah ,kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode­kode yang membingungkan komunikan.

2.   Penyampaian. Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan dan dapat berupa tulisan atau gabungan dari duanya.

3. Decoding Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan

memahami kalimat serta gam bar yang diterima mennrut pengalaman yang dimiliki.8

Jadi pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan dengan nonverbal yaitu menggunakan gerak­gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala.

7 Ibid

(32)

14

B. Organisasi Ekstra Kampus

1. Pengertian Organisasi

Organisasi merupakan elemen yang am at diperlukan didalam

kehidupan manusia. Organisasi membantu manusia melaksanakan hal­hal

atau kegiatan­kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik secara

individu. Disamping itu, dapat dikatakan lagi bahwa organisasi­organisasi

membantu masyarakat, membantu kelangsungan pengetahuan dan ilmu

pengetahuan.

Menurut Chris Argyris menerangkan bahwa "organisasi biasanya

dibentuk orang guna mencapai sasaran­sasaran yang dapat di capai terbaik

secara kolektif,.9

Suatu organisasi dibentuk untuk mencapal suatu tujuan telientu.

Oleh karenanya, keberhasilan suatu orgamsasl ditunjukan oleh

kemampuannya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan sangat ditentukan oleh

kinerja organisasi yang sang at dipengaruhi oleh factor eksternal maupun

internal organisasi.

Istilah organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pertama,

orgamsasl diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional,

misalnya, sebuah perusahaan, sekolah. perkumpulan, badan­badan

pemerintah. Kedua, merujuk kepada pengorganisasian yaitu bagaimana

pekeljaan yaitu bagaimana pekerjaan di atur dan dialokasikan di antara

para anggota sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif

Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan sebagai kumpulan orang dengan

system kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut James Gibson c.s bahwa "organisasi merupakan

entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu,

9 1. Winardi, organisasi dan pengorganisasian, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

(33)

15

yang tidak mungkin di capai oleh individu­individu yang bertindak secara sendiri".10

Organisasi dicirikan oleh perilaku yang diarahkan ke arah pencapaian tujuan. Mereka mengupayakan pencapaian tujuan­tujuan dan sasaran­sasaran, yang dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien. Hal itu melalui tindakan­tindakan individu­individu serta kelompok-kelompok secara terpadu.

Sebuah organisasi memiliki sebuah batas yang relatif dapat di

identifikasi. Adapun batas tersebut dapat berubah dengan berlangsungnnya

waktu. Batas itupun tidak senantiasa jelas, tetapi perIu terdapat adanya

sebuah batas yang dapat diidentifikasi, guna dapat membedakan anggota

organisasi terse but, dengan bukan anggota.

Elemen inti suatu organisasi adalah manusia yang berinteraksi.

Interaksi yang demikian merupakan kondisi yang diperlukan sekaligus

kondisi cukup, guna menetapkan eksistensi organisasi yang ada. Dan kunci

bagi organisasi yang berhasil adalah upaya bersama yang memuaskan

sarana-sarana pribadi yang bersifat keserasian. Ada kemungkinan bahwa

sarana-sarana pribadi mungkin sangat atau agak atau bersifat netral

bertentangan dengan sarana-sarana ke organisasian. Tapi kebanyakan

anggota organisasi, hubungan yang diinginkan adalah bahwa sarana-sarana

pribadi mereka sesuai dengan sarana-sarana ke organisasian. Menurut

Nanang Fattah Akontabilitas adalah "keharusan mempertanggung

jawabkan pelaksanaan tugas yang mengacu kepada sasaran yang ingin

dicapai dalam organisasi".11

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa apabila sarana-sarana

keorganisasian tercapai, maka sarana-sarana keorganisasian juga ikut

tercapai.

10 Jbid, h.13

II Nanang Fattah, Landasan Menajemen Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya

(34)

16

2. Dasar Pembentukan Organisasi

Manusia memiliki ban yak kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat di klasifikasikan menjadi kebutuhan fisik yang bersifat jasmani, kebutuhan yang bersifat rohani atau psikologis, dan kebutuhan yang bersifat sosial.

Kebutuhan yang bersifat jasmani dan fisik berupa makanan dan mmuman, pakaian serta tempat tinggal. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer manusia. Sedangkan kebutuhan yang bersifat rohani atau psikologis berupa kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, kasih sayang, perhatian, kehormatan, dan rasa aman. Adapun kebutuhan yang bersifat sosial meliput kebutuhan untuk berserikat dan berkelompok, kebutuhan untuk bekerja sama, kebutuhan untuk mendapatkan kebutuhan persahabatan.

Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terhitung banyak tersebut manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia membutuhkan orang lain atau pihak lain. Kebutuhan dengan pihak lain terwujud dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

Menurut Agus Sucipto dan Siswanto dasar pembentukan organisasi sebagai hal­hal berikut:

a.   Memiliki tujuan yangjelas

Organisasi yang memiliki tujuan yang jelas berarti memiliki arah yang jelas. Tujuan tersebut menentukan adanya keteraturan dalam gerak langkah organisasi jika organisasi tidak memiliki arah yang jelas akan menimbulkan masalah organisasi yang akan mendatang.

b.   Terdapat pendelegasian tugas dan wewenang

(35)

17

c. Memiliki struktur yang mendorong kreativitas karyawan

Era globalisasi mendorong kecepatan dalam merespon perubahan dan

pasar. Kecepatan karyawan dalam merespon perubahan tersebut

tergantung dari kreativitas karyawan. Dalam pendekatan teori

orgamsasl, struktur organisasi dapat mendukung terciptanya

kreativitas karyawan dan bawahan.

d. Memiliki satu kesatuan komando

Organisasi yang baik menyaratkan adanya satu kesatuan komando.

Kesatuan komando diperlukan guna meminimalkan kebingungan dan

konflik bawahan. Tiap pekerjaan dideskripsikan dengan jelas agar

tidak tumpang tindah sehingga teratur dan terencana dengan baik.

e.   Ada pembagian tugas yangjelas

Organisasi yang baik juga memperhatikan pembagian tugas yang

jelas. Pembagian tugas memiliki implikasi pada adanya keteraturan

dan kejelasan wewenang dan tanggung jawab dalam suatu

pekerjaan. 12

Struktur sebuah orgal1lsasl terbentuk berdasarkan

komponen-komponen yang terdapat di dalam organisasi tersebut. Sebagai contoh

sebuah organisasi yang terdapat di dalam sekolah misalkan. Struktur

organisasi di dalam sekolah tersebut akan terbentuk dari atas sebagai

pemimpin tertinggi yaitu Kepala Sekolah hingga sampai staff­staff yang

ada di paling bawah pada setiap departemen yang membentuk sebuah visi

dari organisasi sekolah tadi. Sehingga demikian struktur organisasi akan

memiliki bagan yang berbeda­beda sesuai komponen yang membentuk

organisasi terse but dan sangat dipengaruhi oleh visi dan bentuk organisasi

terse but.

12 Agus Sucipto dan Siswanto, Teori Dan Perilaku Organisasi, (Malang: UIN_Malang

(36)

18

3. Tujuan Organisasi

Secara sistematik maka keseluruhan kegiatan orgamsasl harus

berorientasi pada tujuan. Ini berarti bahwa tujuan organisasi mesti

dijadikan pedoman untuk dalam pembagian kerja, penentuan bahan tugas,

banyaknya tenaga yang diperlukan untuk menyelesaikan pekeljaan tertentu

harus dipertimbangkan dengan berorientasi pada tujuan yang telah

ditetapkan. Dengan kata lain, keseluruhan pekerjaan pengelolaan dan

operasional harus diatur dan direncanakan berdasarkan strategi untuk

mencapai tujuan yang telah digariskan dengan cara efektif dan efisien.

Prinsip kerja yang menggunaka tujuan sebagai pedoman lazimnya

disebut ]v[anagement By oセェ・」エゥカ・@ (MBO). MBO merupakan penetapan

prosedur fOimal atau semi fOlmal, yang dimulai dengan penetapan tujuan

dan dilanjutkan oleh kegiatan (Iangkah), sampai peninjauan kembali

pelaksanaan kegiatan. 13

Begitu pentingnya kedudukan tujuan dalam penyusunan organisasi,

maka tujuan organisasi perl1.1 terlebih dahulu dirumuskan secara jelas,

tertulis, dan kemudian dikomunikasikan secara baik sehingga tujuan bisa

dipahami secara benar­benar oleh para anggota organisasi.

Bila Management By Objective bisa dilaksanakan secara baik, maka

masing­masing anggota organisasi walaupun berbeda dalam dalam

kedudukan atau f1.1ngsinya, walaupun berbeda dalam waktu bekerjanya,

namun sem1.1anya sebagai anggota sistem. gerak langkahnya terarah pada

pencapaian tujuan organisasi. Dan didalamnya harus mempunyai tujuan

yang jelas, 1.1ntuk membangun dan menghasilkan ses1.1atu pencapaian yang

lebih baik, yang sesuai dengan keinginan secara bersama­sama. Oleh

sebab it1.1, organisasi perI1.1 menyediakan bagi bakat tersebut, sumber daya

sesuai dengan kemamp1.1annya.

(37)

19

4. Budaya Organisasi

Budaya mengandung pengertian yang lebih luas. Bangsa­bangsa

dunia mempunyai budaya sendiri yang menjadi budaya nasional dalam

suatu negara mungkin terdapat berbagai suku yang mempunyai budaya

tersendiri, sebagai subkultur berdasarkan kesukaan atau kewilayahan.

Menurut Ralph Linton seluruh cara kehidupan dari masyarakat

yang manapun dan tidak hanya mengenai sebagian dari cam hidup itu

yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih

diinginkan. 14

Demikian pula setiap organisasi dapat mempunyai budaya sendiri

yang berbeda dengan organisasi lain. Inilah yang disebut dengan budaya

organisasi. Dengan demikian budaya organisasi adalah buadaya yang

diterapkan pada lingkup organisasi tertentu.

Menurut Stephen P. Robbinson sebuah persepsi umum yang

dipegang oleh anggota organisasi, suatu sistem tentang keberartian

bersama. 15

Lain halnya apa yang dikatakankan oleh Lita WuJantika "Budaya

merupakan pengendali sosial dan pengatur jalannya organisasi at as dasar

nilai dan keyakinan yang dianut bersama, sehingga menjadi norma kerja

kelompok, dan secara operasional disebut budaya kerja karena merupakan

pedoman dan arah perilaku kerja karyawan".16

Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa budaya

organisasi adalah filosofi dasar organisasi yang memuat keyakinan,

norma­norma, dan nilai­nilai bersama yang menjadi karakteristik inti

tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dalam organisasi. Keyakinan,

norma­norma, dan nilai­nilai terse but menjadi pegangan semua sumber

daya manusia dalam organisasi dalam melaksanaka kinerjanya. Tapi pada

14 Ihromi, Antropo!ogi Budaya. (Jakarta: Yayasan Obar Indonesia 2006). h.IS 15 Wibowo, Budaya Organisasi, (Jakarta: PT raja grapindo Persada, 20 II). hal 17.

(38)

20

hakikatnya, budaya organisasi itu adalah budaya yang menjadi acuan yang

melakukan interaksi.

5. Organisasi Ekstra Kampus

Menurut Zainal dalam skripsinya organisasi mahasisiwa ekstra

kampus merupakan sllatu organisasi yang berlatar belakang

kemahasiswaan yang berdirinya di Iuar wewenang kampus. 17

Hal senada juga di kemukakan oleh Dindin walaupun

kedudukannya di luar lembaga kampus, organisasi ekstra turut berperan

dalam pendampingan kebijakan­kebijakan yang dikeluarkan oleh kamplls,

dan tidak boleh keluar dari rambu­rambu utama tugas dan fungsi

perguruan tinggi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. 18

Sedangkan menurut satryo menerangkah bahwa dalam keputusan

Menterti Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor

1551U11998 disebutkan bahwa organisasi kemahasiswaan ekstra kampus

adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa untuk

menanamkan sikap ilmiah, pemahaman tentang arah profesi dan sekaligus

meningkatkan kerjasama, serta menumbuhkan rasa persatuan dan

kesatuan. 19

Keadaan organisasi ekstra kampus juga dilegalkan dan sah secara

konstitusi apabila organisasi ekstra kampus tersebut sudah terdaftar di

kementrian sosial Rl. Hal tersebut dinyatakan dalam pasal 28 UUD ] 945

yang berbunyi "kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan

pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan

undang­undang". 20

Organisasi mahasiswa ekstra kampus memiliki empat gerakan yang

dijadikan sebagai landasan geraknya yaitu:

17 httpJ/digilib.uinsby.ac.id/3867/5/8ab%202.pdf 18 Ibid

19 Ibid

(39)

21

1.   Gerakan politik (berafiliasi dengan golongan­golongan).

2.   Gerakan sosial (menjadi motor penggerak terhadap ketimpangan-ketimpangan sosial).

3.   Mencetak intelektual (mengadakan seminar­seminar dan kajian ilmiah)

4.   Menjaga idiologi masing­masing organisasi.21

Maka dari itu oraganisasi ekstra kampus hams menjalankan fungsi-fungsi organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi tersebut. Dan menjadi pengawal kebijakan-kebijakn pemerintahan, baik itu di pemerintahan kampus ataupun di pemerintahan Republik Indonesia.

[image:39.612.113.511.192.733.2]

C.  

HasH Penelitian Yang Relevan

Tabel. 2.1

HasH Penelitian Relevan

No Penelitian dan Judu) Metode Penelitian HasH Penelitian 1 Luthfian Taqwa Jenis: Kualitatif hasil penelitiannya

Ginanjar, "Interaksi Lokasi: UIN Syarif bahwa organisasi

Sosial Antara Hidayatullah Jakarta ekstra yang memiliki

Organisasi Ekstra ideologi berbeda yang

Kampus di UIN Syarif membuat mereka

Hidayatullah Jakarta" selalu ingin bersaing

(studt Kasus di HMI untuk mendapatkan

dan P MIl Cabang kedudukan atau

Ciputat). tempat yakni

kekuasaan di dalam Badan Eksekutif Jumsan, Fakultas, dan Universitas. Dan i

(40)

22 sebagian pula mementingkan kepentingan kelompok serta kepentingan pribadi demi eksistensinya, dikarenakan adu gengsi dengan

kelompok lain apabila

memiliki eksistensitas

yang kuat, maka

organisasi tidak boleh

dipisahkan dalam

kehidupan mahasiswa,

karena berorganisasi

dapat belajar membagi

wewenang dalam diri

seseorang ataupun

organisasinya

2 Maulisa Sudrajat,

"Pola Komunikasi

Organisasi di Lembaga

Kemahasiswaan

Nasional POS Keadilan

Peduli Umal (PKPU)."

Jenis: Kualitatif

Lokasi: Graha Peduli

PKPlT,Jalan Condet

Raya No. 27 B. RT

001103. Gedong Pasar

Rebo, Jakarta Timur

19760

hasil penelitiannya

bahwa pola

komunikasi organisasi

yang diguna oleh

lembaga kemanusiaan

Nasional PKPU

adalah Pola bintang

dan pola rantai: Pola

bintang digunakan

untuk berkomunikasi

;

セ@

i secara umum, dimana

(41)

23  

berkomunikasi kepada bawahan dan bawahan bebas berkomunikasi ke atasan tanpa perantara orang lain. Pola ini dapat berjalan dengan baik karen a ada keterbukaan antara atasan dengan bawahan dan bawahan dengan atasan. Untuk pol a rantai dalam lembaga kemanusiaan Nasional PKPU digunakan untuk memberikan informasi yang bersifat

(42)

24

D. Kerangka Berpikir

Organisasi Ekstra Kampus

Himpunan Mahasisiwa Islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

(HMI) (PM II)

Interaksi Antara   Anggota Organisasi  

Kerja sama

Mengawak kebijakan pemeritahan Kampus

Bidang sosial

Membuat kegiatan di kampus

Persaingan

Merekmt Anggota Bam
(43)

...

セ@

Universitas Islam Negeri

(44)

BABIII

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah di Fakultas Ilmu

Tarbiyah dan Keguruan. Waktu penelitian dimulai dari bulan Februari sampai

Oktober 2016 di Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah Jakarta.

B. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif.

Menurut Mahmud Metode kualitatif adalah "memahami sistem makna yang

menjadi prinsip­prinsip umum dari satuan gejala yang terdapat di dalam

kehidupan sosial sebuah masyarakat dan bersifat deskriptif, yaitu

mendeskripsikan makna data atau fenomena yang dapat di tangkap oleh

peneliti dengan menunjukan bukti­buktinya".1

Dengan pendekatan metode penelitian ini bersifat deskriptif. Menurut

Muhammad Idrus Penelitian deskriptif adalah "mengambarkan secara objektif

menganalisis data­data yang diperoleh, dan kemudian memakai studi kasus

dengan bentuk intrinsik yang menekankan pad a pemahaman (verstehen) yang

mendalam terhadap kasus tunggal yang disebabkan kasus tersebut menarik".2

C. Populasi dan Sample

1. Populasi

Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

obyeklsubyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.3

Misalnya akan melakukan penelitian di lembaga X, maka lembaga X ini

merupakan populasi. Lembaga X mempunyai sejumlah orang/subyek dan

obyek yang lain. Hal ini berarti populasi dalam arti jumlahlkuantitas. Tetapi

1 Mahmud. Melode Penefitian Pendidikan, (Bandung: CY Pustaka Setia, 2011), h. 91 2 Muhammad Idrus, Melode Penelilian J/mu Sosial Pendekalan Kualilalif dan Kuan/ilalif, (Yogyakarta: Erlangga, 2009). hal. 58

3 Sugiyono, Me/ode Penelilian Adminislrasi. (Bandung: CY ALF ABETA, 2002), h. 57

(45)

26

lembaga X juga mempunyai karakteristik orang­orangnya, misalnya motivasi

kerja, disiplin kerja, kepemimpinannya, dan lain­lain.4

Satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu

mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicara, disiplin pribadi,

hobi, cara bergaul, kepemimpinaHnya dan lain­Iain.5

Dalam populasi, peneliti mengambil populasi kepada anggota yang telah

mempunyai karakteristik yang telah disebutkan di atas. Yaitu yang telah

menjadi pengurus komisariat karena tidak semua anggota yang menjadi

pengurus komisariat. Dalam kepengurusan komisariat jumlah pengurus

kurang lebih 60 orang, tetapi tergantung dari komisariat tersebut banyaknya

anggota pengurus melihat situasi dan kondisi.

2.   Sample

Menurut Sugiyono, sampel adalah "sebagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut".6

Hal senada juga di kemukana oleh Farouk Muhammad dan Djaali bahwa

sample penelitian adalah "sebagian dari unit­unit yang ada dalam populasi

yang ciri­ciri atau karakteristiknya benar­benar diselidiki".7

Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang

ada pada populasi, misalnya karen a keterbatasan dana, tenaga dan waktu,

maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari popuJasi itu. Apa

yang dipelajari dari sampeJ itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk

populasi. Untuk itu sampel yang di ambil dari populasi harus betul­betul

representative (mewakili).8

Pengambilan sumber data penelitian ini menggunakan teknik purposive

sampling adalah teknik pengambilan sam pel sumber data dengan

pertimbangan tertentll. Pertimbangan tertentll 1m, misalnya orang terse but

4 Ibid 5 Ibid

6 Ibid

7 Farouk Muhammad dan Djaali, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bunga Rampai,

2010), h. 41

(46)

27

yang dianggap paling tahu tentang apa yang ingin peneliti tanyakan kepada

partisipan.9

Partisipan penelitian yang menjadi narasumber penelitian ini adalah

kader HMI dan PMII yang menjadi mahasis\va di FITK Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Peneliti mengambil sampel 12 orang, 6

orang dari kader HMI dan 6 orang dari kader PMII. Alasan peneliti

mengambil partisipan tersebut adalah ingin l11engetahui bagaimana dampak

terhadap interaksi sosial pada mahasiswa yang l11emiliki Organisasi Ekstra

yang berbeda­beda.

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam permasalahan penelitian untuk mel11peroleh data maka digunakan

adalah sebagai berikut:

1. Wawancara

Menurut Sukandarrumidi "Wawancara adalah suatu proses Tanya

jawab lisan, dalam mana 2 orang atau lebih berhadapan secara fisik stsu

bertatap muka."lo Hal senada juga dikatakan o1eh Sugiyono "Wawancara

dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat

dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan mngunakan

telepon.,,11 Dalam kegiatan wawancara dilakukan sebagai tindak lanjut

untuk mel11perdalam keabsahan data dalam studi dokumentasi

sebelumnya. Hal 1111 dikarenakan wawancara merupakan teknik

pengumpulan data dengan mengadakan Tanya jawab yang berkaitan

dengan masalah yang dibahas atau diteliti.

Wawancara dilakukan kepada pengurus komisariat yang telah

ditentukan siapa yang ingin diwawancarai.

2. Observasi

Menurut Joko Subagyo "observasi dilakukan sesuai dengan

kebutuhan penelitian mengingat tidak setiap penelitian menggunakan alat

9 Sugiyono, Me/ode Penelitian Kuanlila/ Kllalitali/ dan R&D, (Jakarta: ALFABETA,

2012), h.85

10 Sukandarrumidi, Melode i Peneliliann Pelunjuk Praktis Un/uk Penelili PemlIla, (Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 2012), h.88

(47)

28

pengumpul data.observai memakan waktu yang lebih lama apabila ingin

melihat suatu perubahan dan pengamatan".12

Dalam penelitian ini menggunakan observasi langsung yang

bersifat partisipatif ataupun non partisipatif yaitu pengamatan yang

melibatkan peneliti dalam kegiatan yang menjadi penelitian dari organisai

HMI dan PMIl di Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan. dan berguna

untuk mengetahui keadaan sebenarnya yang telah terjadi didalam

fenomena, fota, sikap dan perilaku keseharian yang berkaitan dengan

interaksi sosial.

3.   Dokumentasi

Menurut Deddy Mulyana "dalam wawancara dapat pula dilengkapi

dengan analisis dokumen seperti otobiografi, catatan hat'ian, surat­surat

pribadi, catatan pengadilan, berita Koran, artikel majalah, brosur, bulletin

dan foto­foto".13 Metode 1111 digunakan untuk memperoleh data

tentang latar belakang Organisasi HMI dan PMII yang meliputi struktur

organisasi, dan foto­foto setelah wawancara.

E. Teknik Pengecekan Keabsahan Data

Dalam penelitian, setiap hal ten1Uan harus di cek keabsahannya agar

hasil penelitianl1ya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan dapat

dibuktikan keabsahannya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh peneliti antara

Jain:

1.  Tringulasi data, yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan

dengan hasil wawancara, data hasil wawancara dengan dokumentasi dan

data hasil pengamatan dengan dokumentasi. Hasil perbandingan 1111

diharapkan dapat menyatukan persepsi atas data yang diperoleh.

2.  Tringulasi metode, yaitu dengan cara mencari data lain dengan sebuah fenomena yang diperoleh dengan menggunakan metode yang berbeda

yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian hasil yang

12 Joko Subagyo, Metode Penelitian Da/am Teori Praktik. (Jakarta: PT Rineka Cipta. 2015). h.62

U Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian KlIalilalif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,

(48)

29

diperoleh dengan menggunakan metode ini dibandingkan dan disimpulkan sehingga memperoleh data yang bias dipercaya.

3. Trungulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan kebenaran  suatu fenomena berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, baik dilihat dari dimensi waktu maupun dari sumber yang lain. 14

Dalam pengecekan data ini, peneliti menggunakan observasi dalam lapangan yang didukung dengan pengecekan melalui wawancara dan dokmnentasi.

F. Teknik Analisis Data

Dalam menganalisis data, penulis menguraikan model anal isis Huberman dan Miles yang disebut sebagai model Interatif Adapun bentuk dari model interatif, yaitu:

a.   Tahap pengumpulan data ini merupakan kegiatan dalam proses analisis data interaktif berupa kata­kata, fenomena, foto, sikap dan perilaku keseharian yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara dan observasi mereka dengan menggunakan metode kualitatif.

b.   Tahap reduksi data sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan­catatan tertulis dari lapangan. Reduksi data ini berlangsung secara tems­menems sejalan pelaksanaan penelitian berlangsung.

c.   Tahap penyajian data sebagai kumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. d.   Tahap verifikasi dan penarikan kesimpulan yang dimaknai sebagai

penarikan arti data yang telah ditampilkan. 15

[image:48.612.115.510.67.704.2]

Dalam pelaksanaannya, data yang diperoleh berasal dari informasi dari lapangan, dijadikan bentuk uraian, kemudian dikaitkan dengan data yang lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran atau sebaliknya sehingga memperoleh gambaran baru ataupun menguatkan gambaran yang sudah ada.

ャセ@ Sugiyono, op.cil., h. 241 ;

(49)

...

セ@

 

Universitas Islam Negeri

(50)

BABIV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Universitas Is)am Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

a. Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Sejak berdirinya ADIA (Akademi Dinas Ilmu agama) pada tahun 1957, Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah Jakarta saat ini berusia 58 tahun. Selama kurun tersebut, lembaga pendidikan ini telah menjalankan mandatnya sebagai institusi pembelajaran dan transmisi ilmu pengetahuan bangsa, dan sebagai institusi pengabdian masyarakat yang terus mendorong program­program peningkatan kesejahteraan sosial. Selama itu pula, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melewati beberapa peri ode sejarah, sehingga sekarang ini telah menjadi salah satu ikon universitas Islam di Indonesia. Secara singkat sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat dibagi kedalam beberapa periode, yaitu; periode perintisan, periode fakultas dari lAIN al­Jami'ah, periode lAIN Syarif Hidayatullah, dan UIN Syarif Hidayatullah. I

1) Peri ode Perintisan

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden

RI

Nomor 031 tahun 2002. Sejarah pendirian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan satu mata rantai sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam lnodnesia dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi Islam Modern yang telah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Pad a zaman penjajahan belanda, Dr. Satiman Wirjos<,!ndjojo, salah seorang muslim terpelajar, tercatat pemah berusaha mendirikan Pesantren Luhur sebagai lembaga

I Pedoman Akademik Program Strata J tahun 2015/2016, h.3

(51)

31

pendidikan tinggi Islam. Namun, usaha ini gagal karena hambatan dari pihak penjajahan Belanda,z

Lima tahun sebelum proklamasi kemerdekaan, Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) di Padang mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI). STI hanya berjalan selama dua tahun (1940­1942) karena penduduk Jepang. Namun, umat Islam Indonesia tidak pernah berhenti menyuarakan pentingnya pendidikan tinggi Islam bagi kaum muslim yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Pemerintah penduduk Jepang kemudian menjanjikan kepada umat Islam untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama di Jakarta. Janji jepang itu direspon tokoh­tokoh muslim dengan membentuk yayasan dibawah kepemimpinan Muhammad Hatta sebagai ketua dan Muhammad Natsir sebagai sekretaris.3

Pada 8 Juli 1945, bertepatan dengan 27 Raj

Gambar

Tabel2.1 I-"Iasil Penelitian Relevan .... ,,, ....... ,, .................. ,.,,.............
Tabel. 2.1
gambaran yang sudah ada.
Table. 4.1  
+7

Referensi

Dokumen terkait