• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS TEMPE DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN DOMBA LOKAL JANTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS TEMPE DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN DOMBA LOKAL JANTAN"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kebutuhan nutrien domba berat badan 15 kg  (% dalam BK)
Tabel 3. Susunan ransum dan kandungan nutrien ransum perlakuan (% dasar BK)
Tabel 4. Rerata konsumsi bahan kering domba lokal jantan (gram/ekor/hari)
Gambar 1. Rerata konsumsi bahan kering domba lokal jantan (gram/ekor/hari)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas bir sampai level 30% dalam ransum tidak menurunkan terhadap konsumsi bahan

Hasil analisis variasi menunjukkan bahwa penggunaan campuran ampas bir an onggok dalam konsentrat sampai taraf 30% persen dalam ransum berpengaruh tidak nyata

Kesimpulan penelitian ini bahwa penambahan tepung temulawak sampai taraf 1,5% dari total ransum tidak perlu digunakan dalam ransum ternak domba lokal jantan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ATF tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, kecernaan nutrien, konversi ransum dan rasio efisiensi protein (REP)

Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pengukusan dedak padi dan suplementasi MHA berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan organik pakan domba lokal

Domba dengan pakan suplemen berupa ampas tahu menunjukkan konsumsi pakan paling tinggi diantara keempat macam perlakuan, walaupun secara statistik berbeda tidak

Kesimpulan penelitian ini bahwa penambahan tepung temulawak sampai taraf 1,5% dari total ransum tidak perlu digunakan dalam ransum ternak domba lokal jantan

Hasil analisis variasi menunjukkan bahwa penggunaan campuran ampas bir an onggok dalam konsentrat sampai taraf 30% persen dalam ransum berpengaruh tidak nyata