• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRARANCANGAN PABRIK POLYURETHANE DARI METHYLENE DIPHENYL DIISOCYANATE (MDI) DAN POLY TETERAMETHYLENE ETER GLYCOL ( POLYOL ) DENGAN PROSES ONE SHOT KAPASITAS 10.000 TON TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PRARANCANGAN PABRIK POLYURETHANE DARI METHYLENE DIPHENYL DIISOCYANATE (MDI) DAN POLY TETERAMETHYLENE ETER GLYCOL ( POLYOL ) DENGAN PROSES ONE SHOT KAPASITAS 10.000 TON TAHUN"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Candra Yulianto Pradicta
  • Sekolah: Universitas Sebelas Maret
  • Mata Pelajaran: Teknik Kimia
  • Topik: Prarancangan Pabrik Polyurethane Dari Methylene Diphenyl Diisocyanate (MDI) Dan Poly Teteramethylene Eter Glycol (Polyol) Dengan Proses One Shot Kapasitas 10.000 Ton/Tahun
  • Tipe: program s-1
  • Tahun: 2010
  • Kota: Surakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pendirian pabrik polyurethane di Indonesia, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang masih diimpor. Ditekankan bahwa perkembangan industri poliuretan sangat penting untuk meningkatkan daya saing nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Penjelasan lebih lanjut mencakup sejarah perkembangan poliuretan dan aplikasinya dalam berbagai industri, seperti otomotif dan furniture.

1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik

Latar belakang menjelaskan pentingnya pendirian pabrik poliuretan untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan menciptakan lapangan kerja. Juga disebutkan bahwa industri ini dapat mendorong diversifikasi produk dan menarik minat investor.

1.2. Penentuan Kapasitas Rancangan Pabrik

Bagian ini membahas pertimbangan dalam menentukan kapasitas pabrik, termasuk prediksi kebutuhan polyurethane di Indonesia, ketersediaan bahan baku, dan kapasitas yang telah diproduksi oleh pabrik lain.

1.3. Penentuan Lokasi Pabrik

Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, seperti kedekatan dengan bahan baku, pasar, dan fasilitas transportasi. Lokasi yang dipilih di Krakatau Industrial Estate Cilegon dianggap strategis.

1.4. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka mencakup berbagai proses pembuatan poliuretan dan kegunaan produk. Penjelasan tentang sifat fisik dan kimia bahan baku serta produk juga diberikan untuk memberikan dasar ilmiah bagi proses yang akan dilakukan.

II. DESKRIPSI PROSES

Deskripsi proses mencakup spesifikasi bahan baku, konsep proses, dan diagram alir proses pembuatan poliuretan. Penjelasan rinci tentang setiap tahap proses, termasuk reaksi kimia yang terjadi, kondisi operasi, dan pemisahan produk sangat penting untuk memahami keseluruhan proses produksi.

2.1. Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung dan Produk

Menjelaskan spesifikasi bahan baku utama seperti MDI dan polyol, serta bahan pendukung yang digunakan dalam proses pembuatan. Informasi ini penting untuk memastikan kualitas produk akhir.

2.2. Konsep Proses

Bagian ini menjelaskan mekanisme reaksi yang terjadi selama proses pembuatan poliuretan, termasuk dasar reaksi, mekanisme reaksi, dan kondisi operasi yang digunakan dalam reaktor.

2.3. Diagram Alir Proses

Diagram alir proses memberikan gambaran visual tentang langkah-langkah yang terlibat dalam pembuatan poliuretan, dari penyimpanan bahan baku hingga penyimpanan produk akhir. Ini membantu dalam memahami alur produksi secara keseluruhan.

2.4. Neraca Massa dan Neraca Panas

Analisis neraca massa dan panas sangat penting untuk memastikan efisiensi proses dan mengidentifikasi potensi kehilangan energi. Data ini digunakan untuk merancang sistem yang lebih efisien.

2.5. Lay Out Pabrik

Tata letak pabrik direncanakan untuk memaksimalkan efisiensi dan keselamatan. Hal ini mencakup pengaturan ruang kerja, aliran material, dan aksesibilitas untuk mendukung operasi pabrik.

III. SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

Bagian ini memberikan rincian tentang spesifikasi peralatan yang akan digunakan dalam proses pembuatan poliuretan. Memahami spesifikasi peralatan sangat penting untuk memastikan bahwa semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi standar yang diperlukan.

IV. UTILITAS DAN LABORATORIUM

Menjelaskan unit pendukung proses, termasuk pengadaan air, steam, udara tekan, listrik, dan bahan bakar. Laboratorium juga akan diatur untuk memastikan kontrol kualitas bahan baku dan produk. Ini penting untuk menjaga kualitas produk akhir dan memastikan kepatuhan terhadap standar industri.

4.1. Unit Pendukung Proses

Detail tentang kebutuhan utilitas seperti air, steam, dan listrik, serta bagaimana unit-unit ini akan mendukung proses produksi secara keseluruhan.

4.2. Laboratorium

Laboratorium akan berfungsi untuk analisis kualitas bahan baku dan produk, penting untuk memastikan bahwa semua produk yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

V. STRUKTUR ORGANISASI

Menjelaskan bentuk perusahaan dan struktur organisasi yang akan diterapkan di pabrik. Memahami struktur organisasi penting untuk memastikan bahwa semua karyawan memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas.

5.1. Bentuk Perusahaan

Menjelaskan bahwa perusahaan akan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan struktur organisasi akan diatur dengan sistem line and staff.

5.2. Struktur Organisasi

Detail tentang struktur organisasi, termasuk jabatan dan tanggung jawab masing-masing karyawan, yang penting untuk efisiensi operasional.

VI. ANALISIS EKONOMI

Bagian ini menyajikan analisis ekonomi dari pabrik, termasuk perhitungan biaya investasi dan analisis kelayakan. Memahami aspek ekonomi sangat penting untuk menentukan apakah proyek ini layak secara finansial.

6.1. Penaksiran Harga Peralatan

Menjelaskan bagaimana harga peralatan akan diperkirakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya tersebut.

6.2. Dasar Perhitungan

Menjelaskan dasar perhitungan yang digunakan untuk analisis ekonomi, termasuk asumsi dan metode yang diterapkan.

6.3. Penentuan Total Capital Investment

Menjelaskan bagaimana total investasi modal akan dihitung dan komponen-komponen yang terlibat dalam perhitungan tersebut.

6.4. Hasil Perhitungan

Menyajikan hasil perhitungan analisis ekonomi, termasuk ROI, POT, dan DCF, yang penting untuk menilai kelayakan proyek.

VII.KESIMPULAN

Kesimpulan merangkum semua informasi yang telah dibahas, menekankan pentingnya pendirian pabrik polyurethane untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dampaknya terhadap ekonomi serta industri di Indonesia.

VIII.DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka mencakup semua referensi yang digunakan dalam penulisan dokumen ini, memberikan sumber yang dapat diandalkan untuk informasi lebih lanjut.

Referensi Dokumen

  • Polyurethane and Related Foam ( Ashida, K. )
  • Process Equipment Design Vessel Design ( Brownell, L.E. and Young, E.H. )
  • Castable Polyurethane Elastomers ( Clemitson I.R. )
  • An Introduction to Chemical Engineering ( Coulson, J.M. and Richardson, J.F. )
  • Chemical Engineering Economics ( Donald, E.G. )

Gambar

Gambar 2.1 Hubungan k dengan konversi
Tabel 2.2. Data Energi Gibbs Pembentukan Polyurethane
Tabel 2.4. Neraca massa Premix tank (PT-01)
Tabel 2.5. Neraca massa Tangki Penampung-01
+7

Referensi

Dokumen terkait