• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKP : Aplikasi OLE For Process Control (OPC) Pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LKP : Aplikasi OLE For Process Control (OPC) Pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban."

Copied!
94
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya
  • Mata Pelajaran: Sistem Komputer
  • Topik: Aplikasi OLE For Process Control (OPC) Pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban
  • Tipe: kerja praktek
  • Kota: Surabaya

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang pentingnya aplikasi OLE for Process Control (OPC) dalam industri semen, khususnya di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban. Ditekankan bahwa kerja praktek mahasiswa di perusahaan ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai sistem kontrol yang berbeda, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia industri. Penerapan OPC diharapkan dapat meningkatkan efisiensi komunikasi antar perangkat dan mengurangi biaya serta waktu implementasi.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui kerja praktek di industri semen. Hal ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan teknologi yang digunakan di lapangan. OPC dianggap sebagai solusi untuk mengatasi tantangan integrasi berbagai vendor PLC yang berbeda, yang merupakan bagian penting dari proses produksi di PT Semen Indonesia.

1.2. Perumusan Masalah

Permasalahan yang dirumuskan berfokus pada bagaimana OPC dapat mengintegrasikan berbagai vendor PLC di PT Semen Indonesia. Ini mencakup tantangan teknis dan metodologis yang dihadapi dalam implementasi sistem kontrol yang terdistribusi. Analisis ini penting untuk memahami bagaimana teknologi dapat diadopsi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk fokus pada vendor PLC yang digunakan di PT Semen Indonesia, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam. Ini membantu dalam mengarahkan penelitian dan memastikan bahwa solusi yang diusulkan relevan dengan konteks spesifik perusahaan.

1.4. Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan OPC sebagai alat untuk menjembatani komunikasi antar berbagai merk PLC dan DCS. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keuntungan yang ditawarkan oleh OPC dalam hal pengurangan biaya dan waktu implementasi, serta meningkatkan efisiensi operasional di pabrik.

1.5. Kontribusi

Kontribusi dari kerja praktek ini mencakup peningkatan pengalaman mahasiswa dalam teknologi industri semen dan pemahaman tentang sistem kontrol otomatis. Hal ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja dan meningkatkan daya saing mereka.

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan memberikan panduan tentang struktur laporan, yang mencakup pendahuluan, gambaran umum perusahaan, landasan teori, pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Ini membantu pembaca memahami alur pemikiran dan analisis yang dilakukan dalam penelitian.

II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Bagian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, termasuk sejarah, visi, misi, lokasi, dan struktur organisasi. Pemahaman tentang perusahaan ini sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami konteks di mana teknologi OPC diterapkan. Ini juga memberikan latar belakang yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut tentang sistem manajemen dan produk yang dihasilkan.

2.1. Sejarah

Sejarah PT Semen Indonesia mencakup pendirian dan perkembangan perusahaan sejak tahun 1935. Ini memberikan konteks penting bagi mahasiswa tentang bagaimana perusahaan telah berkembang dan beradaptasi dengan perubahan industri dan teknologi. Sejarah ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menghadapi persaingan dan perubahan pasar.

2.2. Visi dan Misi

Visi dan misi perusahaan menekankan komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan, yang sangat relevan bagi mahasiswa yang belajar tentang tanggung jawab sosial perusahaan. Ini juga memberikan panduan bagi mahasiswa dalam memahami tujuan jangka panjang perusahaan dan bagaimana teknologi seperti OPC dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut.

2.3. Lokasi Perusahaan

Lokasi pabrik dan kantor pusat PT Semen Indonesia menunjukkan jaringan distribusi yang luas dan akses ke pasar yang penting. Ini membantu mahasiswa memahami logistik dan tantangan yang dihadapi dalam distribusi produk semen, serta pentingnya teknologi dalam mengelola proses tersebut.

2.4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi yang jelas di PT Semen Indonesia memungkinkan pembagian tugas yang efisien dan pengelolaan sumber daya yang baik. Ini memberikan mahasiswa wawasan tentang bagaimana organisasi berfungsi dan pentingnya kolaborasi antar departemen dalam mengimplementasikan teknologi baru seperti OPC.

2.5. Sistem Manajemen Semen Indonesia

Sistem manajemen yang diterapkan di PT Semen Indonesia mencakup berbagai standar internasional, seperti ISO 9001 dan ISO 14001. Ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kualitas dan lingkungan, yang merupakan aspek penting bagi mahasiswa dalam memahami praktik terbaik di industri.

2.6. Produk

Berbagai produk yang dihasilkan oleh PT Semen Indonesia menunjukkan diversifikasi dan inovasi dalam industri semen. Mahasiswa dapat belajar tentang bagaimana produk-produk ini memenuhi kebutuhan pasar dan bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi.

2.7. Anak Perusahaan

Anak perusahaan PT Semen Indonesia mencerminkan strategi diversifikasi dan kolaborasi dalam industri. Ini memberikan mahasiswa pemahaman tentang ekosistem bisnis yang lebih luas dan bagaimana perusahaan dapat beroperasi secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama.

III. LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penggunaan OPC dalam sistem kontrol industri, termasuk sistem kontrol hierarki, sistem kontrol terdistribusi (DCS), dan programmable logic controller (PLC). Pemahaman teori ini penting bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan konsep-konsep tersebut dalam praktik.

3.1. Hierarchy Control System

Hierarki sistem kontrol menjelaskan berbagai level dalam pengendalian proses, dari level instrumentasi hingga perencanaan. Ini memberikan kerangka kerja bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana informasi dan perintah mengalir dalam sistem kontrol industri, serta pentingnya integrasi antar level.

3.2. Distributed Control System (DCS)

DCS adalah sistem yang memungkinkan pengendalian proses secara terdistribusi, yang sangat relevan dalam konteks pabrik semen yang kompleks. Mahasiswa perlu memahami bagaimana DCS berfungsi untuk mengumpulkan dan memproses data dari berbagai sumber, serta bagaimana OPC dapat digunakan untuk meningkatkan komunikasi antar sistem.

3.3. Programmable Logic Controller (PLC)

PLC adalah alat penting dalam otomatisasi industri yang menggantikan rangkaian relai konvensional. Mahasiswa harus memahami cara kerja PLC dan bagaimana pemrograman dapat dilakukan untuk mengontrol proses. Ini juga mencakup pentingnya pembaruan dan pemeliharaan program PLC untuk menjaga keselamatan dan efisiensi operasional.

3.4. Bailey INFI 90

Sistem kontrol Bailey INFI 90 digunakan di pabrik Tuban dan merupakan contoh penerapan teknologi kontrol yang canggih. Mahasiswa perlu mempelajari bagaimana sistem ini beroperasi dan bagaimana OPC dapat diintegrasikan untuk meningkatkan fungsionalitas dan efisiensi sistem kontrol yang ada.

IV. PEMBAHASAN

Bagian ini membahas aplikasi praktis dari OPC di PT Semen Indonesia, termasuk implementasi di berbagai sistem dan alat. Ini memberikan wawasan tentang bagaimana teori diterapkan dalam praktik dan tantangan yang dihadapi selama proses implementasi.

4.1. OPStation Client

OPStation Client adalah aplikasi yang digunakan untuk mengakses dan mengontrol sistem OPC. Mahasiswa perlu memahami bagaimana aplikasi ini berfungsi dalam konteks industri dan bagaimana penggunaannya dapat meningkatkan efisiensi operasional di pabrik.

4.2. Aplikasi OPC pada Plant View

Aplikasi OPC pada Plant View memberikan visualisasi yang jelas tentang proses produksi. Ini membantu mahasiswa memahami bagaimana data dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan kontrol atas proses produksi.

4.3. Aplikasi OPC pada Sistem PLG

Penerapan OPC dalam sistem PLG menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengintegrasikan berbagai sistem kontrol yang ada. Mahasiswa dapat belajar tentang tantangan dan solusi yang dihadapi dalam implementasi sistem ini, serta dampaknya terhadap efisiensi dan produktivitas.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini menyimpulkan temuan dari penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut. Kesimpulan ini penting untuk membantu mahasiswa memahami hasil dari aplikasi OPC dan bagaimana hal itu dapat diterapkan di masa depan.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan menekankan pentingnya OPC dalam meningkatkan efisiensi dan integrasi sistem kontrol di PT Semen Indonesia. Ini juga menunjukkan potensi teknologi untuk mengatasi tantangan dalam industri semen dan meningkatkan daya saing perusahaan.

5.2. Saran

Saran untuk penelitian lebih lanjut mencakup eksplorasi lebih dalam tentang teknologi OPC dan penerapannya di sektor lain. Ini memberikan mahasiswa wawasan tentang pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Gambar

Gambar 2.14 Produk-produk semen
Gambar 2.16 Portland Pozzolan Cement (PPC)
Gambar 2.17  Semen PPC, SMC, OWC
Gambar 3.1 Hierarchy Control System
+7

Referensi

Dokumen terkait