SKRIPSI
PENGARUH PRICE EARNINGS RATIO, DIVIDEND YIELD DAN MARKET TO BOOK RATIO TERHADAP STOCK RETURN
PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSAEFEK
INDONESIA (BEI)
OLEH
NIDA ARIYANTI PULUNGAN 090503298
PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa
skripsi saya yang berjudul “PENGARUH PRICE EARNINGS RATIO, DIVIDEND YIELD DAN MARKET TO BOOK RATIO TERHADAP STOCK RETURN PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna
menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara.
Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dan/atau saya kutip dari hasil karya
orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai
dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.
Apabila kemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi
ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, Juli 2013
Yang Membuat Pernyataan
Nida Ariyanti Pulungan
ABSTRAK
PENGARUH PRICE EARNINGS RATIO, DIVIDEND YIELD DAN MARKET TO BOOK RATIO TERHADAP STOCK RETURNPERUSAHAAN
INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh price earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio terhadap stock return pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Data yang digunakan adalah laporan tahunan dari masing-masing perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id
Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kausal.Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 23 perusahaan sebagai sampel.Data yang digunakan adalah data sekunder, dimana price earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio sebagai variabel independen dan stock sebagai variabel dependen.Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.
.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel price earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio berpengaruh signifikan terhadap stock return. Secara parsial hanya variabel price earnings ratio yang berpengaruh signifikan terhadap stock return, sedangkan variabel dividend yield dan market to book ratio tidak berpengaruh terhadap stock return.
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF PRICE EARNINGS RATIO, DIVIDEND YIELD AND MARKET TO BOOK RATIO TO STOCK RETURN OF CONSUMPTION
GOODS INDUSTRY CORPORATIONS LISTING ON INDONESIAN STOCK EXCHANGE
This research is used to analyze the influence of price earnings ratio, dividend yield, and market to book ratio to stock return of consumption goods industry corporations listing on Indonesian Stock Exchange since 2009 up to 2012. Data that used in this research is annual report from each company, publized through website www.idx.co.id
This research is classified as associative causal research. The sample was selected by purposive sampling methods and resulted 23 corporations as samples. Data of this research are secondary data which consists of price earnings ratio, dividend yield, and market to book ratio as independent variable and stock return as dependent variable. This research used multiple regression analysis as statistic method and it had been tested in classic assumption first.
.
The results showed that, simultaneously, price earnings ratio, dividend yield, and market to book ratio have significant influences to stock return. Partially, only price earnings ratio has significant influence tostock return, while dividend yield and market to book ratio have no significant influence to stock return.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas
segala berkah, rahmat, dan karunia-Nya penulis mampu menyelesaikan skripsi ini
dengan sebaik-baiknya. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Price Earnings Ratio, Dividend Yield, dan Market to Book Ratio Terhadap Stock Return Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)” ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Program S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih ada
kelemahan dan kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan penulis.Oleh karena itu, penulis menerima kritik dan saran yang
bermanfaat untuk kesempurnaan skripsi ini. Penulis telah banyak menerima
bimbingan, saran, motivasi, bantuan, dan doa dari banyak pihak, sehingga pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu, terutama kepada kedua orang tua tercinta yaitu H. Iwan
Baginda Pulungan, SE dan Hj. Rislina Lubis terima kasih atas dukungan moril
maupun materiil yang telah diberikan. Terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini, yaitu kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ak selaku Dekan Fakultas
2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak dan Bapak Drs.
Hotmal Ja’far, MM selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Firman Syarif, Msi dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak
selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi S1 Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Drs. Hotmal Ja’far, MM selaku Dosen Pembimbing yang telah
meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga sehingga saya dapat
menyelesaikan skripsi ini.
5. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak selaku Dosen Pembaca yang telah
meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk membaca dan memberikan
penilaian terhadap skripsi saya.
6. Kepada abang dan kakak penulis Andi Kurniawan Pulungan, SH, Dian
Adelinda Pulungan, SP dan Dina Aprilya Pulungan, M.Psi, Psikolog
yang senantiasa memberikan doa dan semangat dalam penyelesaian
skripsi ini. dr. Irvan Arief Fadillah yang selalu mendukung, doa dan
memberikan semangat serta sahabat-sahabat saya Yulia, Opi, Vonna,
Karin, Dewi, Riska, Tri, Indra, Kiki, Isma, Dini, Rani, Ezwin, Rina,
Dian, Dila, Citra, Yosico, dan Ade, terima kasih atas dukungan, kerja
sama, bantuan, dan kebersamaan selama menempuh studi di Fakultas
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan atas kebaikan yang
telah diberikan.Amin ya Rabbal Alamin.
Medan, Juli 2013
Penulis,
Nida Ariyanti Pulungan
`DAFTAR ISI
1.6Sistematika Penulisan ... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis ... 11
2.1.1 Pasar Modal ... 11
2.1.2 Investasi ... 13
2.1.3 Saham ... 14
2.1.4 Return Saham ... 15
2.1.5 Rasio Keuangan Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan 17 2.1.6 Rasio Keuangan ... 19
2.1.6.1 Price Earnings Ratio ... 19
2.1.6.2 Dividend Yield ... 20
2.1.6.3 Market to Book Ratio... 22
2.2Tinjauan Terdahulu ... 22
2.3 Kerangka Konseptual ... 24
2.4 Pengembangan Hipotesis ... 25
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 26
3.2 Batasan Operasional ... 26
3.3 Variabel Penelitian ... 26
3.3.1 Variabel terikat ... 26
3.3.2 Variabel bebas ... 27
3.4 Definisi Operasional Variabel ... 27
3.5 Populasi dan Sampel Penelitian ... 28
3.6 Metode Pengumpulan Data ... 30
3.7 Metode Analisis Data ... 30
3.7.1 Pengujian asumsi klasik ... 31
3.7.1.2 Uji Multikolinieritas ... 31
3.7.1.3 Uji Heteroskedastisitas ... 33
3.7.1.4 Uji Autokorelasi ... 33
3.7.2 Analisis Regresi Berganda ... 34
3.7.3 Pengujian Hipotesis ... 35
3.7.3.1 Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ... 35
3.7.3.2 Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ... 36
3.7.3.3 Koefisien Determinasi ... 37
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Penelitian ... 38
4.2 Analisis Data Penelitian ... 38
4.2.1 Analisis Deskriptif ... 38
4.2.2Pengujian Asumsi Klasik ... 39
4.2.2.1 Uji Normalitas ... 39
4.2.2.2Uji Heterokedastitas... 42
4.2.2.3Uji Autokorelasi ... 43
4.2.2.4Uji Multikolinearitas ... 44
4.3Pengujian Hipotesis ... 45
4.3.1 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 45
4.3.2Uji Simultan (Uji F) ... 46
4.3.3Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ... 47
4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 49
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 52
5.2 Keterbatasan ... 52
5.3 Saran ... 53
DAFTAR PUSTAKA ...54
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
3.1 Definisi Operasional Variabel ... 27
3.2 Daftar Populasi dan Sampel Penelitian ... 29
4.1 Statistik Deskriptif ... 38
4.2 Uji Normalitas ... 42
4.3 Hasil Uji Autokorelasi ... 44
4.4 Uji Multikolinearitas ... 45
4.5 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 46
4.6 Hasil Uji Simultan (Uji F) ... 47
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman
2.1 Kerangka Konseptual ... 24
4.1 Uji Normalitas Histogram ... 40
4.2 Uji Normalitas Grafik P-Plot ... 41
ABSTRAK
PENGARUH PRICE EARNINGS RATIO, DIVIDEND YIELD DAN MARKET TO BOOK RATIO TERHADAP STOCK RETURNPERUSAHAAN
INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh price earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio terhadap stock return pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Data yang digunakan adalah laporan tahunan dari masing-masing perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id
Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kausal.Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 23 perusahaan sebagai sampel.Data yang digunakan adalah data sekunder, dimana price earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio sebagai variabel independen dan stock sebagai variabel dependen.Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.
.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel price earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio berpengaruh signifikan terhadap stock return. Secara parsial hanya variabel price earnings ratio yang berpengaruh signifikan terhadap stock return, sedangkan variabel dividend yield dan market to book ratio tidak berpengaruh terhadap stock return.
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF PRICE EARNINGS RATIO, DIVIDEND YIELD AND MARKET TO BOOK RATIO TO STOCK RETURN OF CONSUMPTION
GOODS INDUSTRY CORPORATIONS LISTING ON INDONESIAN STOCK EXCHANGE
This research is used to analyze the influence of price earnings ratio, dividend yield, and market to book ratio to stock return of consumption goods industry corporations listing on Indonesian Stock Exchange since 2009 up to 2012. Data that used in this research is annual report from each company, publized through website www.idx.co.id
This research is classified as associative causal research. The sample was selected by purposive sampling methods and resulted 23 corporations as samples. Data of this research are secondary data which consists of price earnings ratio, dividend yield, and market to book ratio as independent variable and stock return as dependent variable. This research used multiple regression analysis as statistic method and it had been tested in classic assumption first.
.
The results showed that, simultaneously, price earnings ratio, dividend yield, and market to book ratio have significant influences to stock return. Partially, only price earnings ratio has significant influence tostock return, while dividend yield and market to book ratio have no significant influence to stock return.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasar modal merupakan salah satu tempat bagi para investor untuk
menginvestasikan modal dengan harapan memperoleh imbalan berupa returnatas
investasinya. Untuk memperoleh return yang diharapkannya maka setiapinvestor
harus mempertimbangkan beberapa aspek penting perusahaan(emiten) dimana
investor menanamkan modalnya membeli surat berhargatersebut baik keuangan
maupun non keuangan yang dapat mempengaruhibesar kecilnya tingkat perolehan
return (Khajar, 2005:3).
Menurut Situmorang (2008:5) pasar modal merupakan suatu
tempatpengalokasian dana secara efisien yang berkaitan dengan kegiatan
penawaran umum dan perdagangan surat berharga pada perusahaan go publik
yang menerbitkan dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.Selain itu,
pasar modal juga menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekonomi dan
fungsi keuangan.
Dalam menjalankan fungsi ekonomi, menurut Situmorang (2008:6) pasar
modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang memiliki
kelebihan dana (lenders) kepada pihak yang membutuhkan dana
(borrower).Dengan menginvestasikan kelebihan dana yang dimilikinya, lenders
berharap memperoleh imbalan dari penyerahan dana tersebut, sedangkan
modal kerja tanpa harus menunggu tersedianya dana dari kegiatan usaha
perusahaan.Selain itu, pasar modal juga berperan dalam pembangunan ekonomi
sebagai institusi yang membantu berlangsungnya pembentukan modal dan
mobilisasi sumber daya permodalan secara efisien (Husnan 2005:20).
Selanjutnya dalam menjalankan fungsi keuangan, menurut Situmorang
(2008:8) pasar modal menyediakan dana yang diperlukan oleh para borrower,
sementara itu para lenders menyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam
kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tersebut.Menurut Guler
and Yimaz (2008:19) jika dilihat dari sisi perusahaan yang memerlukan dana,
pasar modal memberikan alternatif pendanaan eksternal untuk memenuhi
kebutuhan dana jangka panjang. Sedangkan dari sudut pandang investor, pasar
modal adalah alternatif investasi keuangan sehingga investor mempunyai pilihan
investasi yang akan memberikan keuntungan berupa return (tingkat
pengembalian).
Return saham merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat
berupa return realisasi (realized return) dan return ekspektasi (expected return)
(Jogiyanto,2000;107). Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.Return
realisasi penting karena dapat digunakan sebagai salah satu pengukuran kinerja
perusahaan serta sebagai dasar penentu return ekspektasi dan risiko masa yang
akan datang.
Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor
dimasa yang akan datang.Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah
Return merupakan salah satu dasar yang digunakan oleh investor dalam
mengambil keputusan investasi karena return merupakan tujuan utama seseorang
berinvestasi. Dengan adanya return, diharapkan seseorang akan termotivasi untuk
berinvestasi.Return juga merupakan imbalan yang diberikan oleh suatu
perusahaan kepada investor atas keberaniannya menanggung risiko atas investasi
yang dilakukannya.Return total sering disebut return saham (stock return), yaitu
perubahan kemakmuran dari perubahan harga saham dan perubahan pendapatan
dari dividen yang diterima.Perubahan kemakmuran ini menunjukkan tambahan
kekayaan sebelumnya.
Pemegang saham dalam investasinya dapat mendapatkan return yang
ditawarkan suatu saham dalam bentuk capital gain dan dividen.Dividen adalah
pendapatan yang diperoleh setiap periode selama saham masih dimiliki,
sedangkan capital gain adalah pendapatan yang diperoleh karena harga jual
saham lebih tinggi daripada harga belinya, pendapatan ini baru diperoleh jika
saham dijual. Bagi investor yang bertujuan mendapatkan capital gains juga
memerlukan informasi tentang dividen, karena dividen merupakan salah satu
faktor penting yang dapat mempengaruhi harga saham.
Analisis keuangan sangat tergantung pada informasi yang diberikan oleh
laporan keuangan.Laporan keuangan perusahaan merupakan salah satu sumber
informasi yang penting disamping informasi yang lain seperti informasi industri,
keadaan perekonomian, pangsa pasar perusahaan, kualitas manajemen dan
Analisis rasio keuangan sebagai instrumen analisis prestasi perusahaan
yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan yang ditujukan
untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di
masa lalu. Makna dan kegunaan rasio keuangan dalam praktik bisnis pada
kenyataannya bersifat subyektif,bergantung pada untuk apa suatu analisis
dilakukan dalam konteks apa analisis tersebut diaplikasikan (Jogiyanto, 2000:72).
Masalah yang sering dihadapi oleh investor di pasar modal adalah memilih
perusahaan yang tepat untuk melakukan investasi agar diperoleh investasi dengan
harga yang wajar dan mencerminkan investasi yang potensial.Untuk itu, bagi para
investor yang ingin melakukan investasi pada commonstock sebaiknya terlebih
dahulu mengidentifikasi surat berharga yang akan diinvestasikan dengan tepat
serta mempertimbangkan kondisi dan prospek perusahaan di masa yang akan
datang dalam meningkatkan laba perusahaan.
Menurut penelitian Guler dan Yimaz (2008:21) mengatakan bahwa para
ekonom dan praktisi keuanganstock return diidentifikasi oleh variabel-variabel
yang mempengaruhinya pada pasar modal. Dimana mereka mempunyai
pandangan atas berbagai macam perhitungan dalam memperkirakan harga saham
perlembar suatu perusahaan di masa yang akan datang dengan menggunakan
rasio-rasio keuangan seperti Price Earnings Ratio (PER), Dividend Yield (DY),
dan Market to Book Ratio (MtB ratio), dengan harapan akan mendapatkan stock
return yang lebih tinggi. Hal ini mendorong perusahaan dijalankan oleh secara
Untuk melakukan penilaian saham terdapat dua macam model penilaian
yang sering digunakan oleh investor, yaitu pendekatan nilai sekarang dan
pendekatanPER (Jones 2007:68).Pada pendekatan nilai sekarang salah satu model
yang digunakan oleh model diskonto dividen, yaitu model yang digunakan untuk
melihat prospek masa depan perusahaan dengan mengestimasikan dividen yang
telah dibayarkan. Sedangkanpendekatan PER merupakan rasio antara tingkat
harga pasar perlembar saham dibandingkan dengan pendapatan perlembar saham
yang diterima oleh perusahaan.
Penggunaan PER dalam perusahaan memberikan peranan yang sangat
penting sebagai alat ukur pertumbuhan dividen di masa yang akan datang dan
memiliki kemampuan dalam menghitung stock return secara cross sectional,
dimana terdapat pengaruh yang signifikan antara stock return dengan PER (Ang
dan Bekaert 2004: 37).
Bagi pihak perusahaan, dampak PER mencerminkan indikator yang baik
untuk menentukan stock return di masa yang akan datang, dimana jika semakin
tinggi PER maka semakin tinggi pula harga perlembar saham suatu perusahaan.
Sedangkan bagi para investor, justru sebaliknya mereka justru lebih menyukai
PER saham yang rendah, dengan harapan apabila mereka membeli saham yang
harganya saat ini murah akan mendatangkan stock return yang lebih tinggi jika
kemudian harganya kembali naik (Guler dan Yimaz (2008:23).
Rasio keuangan lainnya yang mempengaruhi stock return antara lain yaitu
ratio(MtB) merupakan rasio perbandingan antara harga pasar perlembar saham
dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.
Menurut Pontiff dan Schall (1998:154), dalam penelitiannya market to
book ratio mampu memperkirakan pengaruh antara nilai buku dengan stock
return, serta menentukan apakah investor akan mendapatkan capital gain
(keuntungan) atau capital loss (kerugian) atas investasi saham yang telah
dipilihnya. Selain itu, market to book ratio juga digunakan dalam perusahaan
untuk menghitung stock return secara cross sectional, serta menampilkan bahwa
pendapatan dividen dan laba sebagai variabel yang independen ( Fama dan French
1995:147).
Pengaruh market to book ratio terhadap saham dengan hasil rasio yang
cukup tinggi antara nilai pasar dan nilai buku memiliki kemampuan dalam
menghitung stock return atas proxi nilai buku untuk arus kas dimasa yang akan
datang. Serta menghasilkan suatu variabel yang berhubungan dengan stock return,
dimana strategi dasar dalam melakukan trading digunakan 2 kombinasi yaitu
pendapatan dan nilai buku (Bae dan Kim 1998:476).
Selain itu, MtB ratio juga memberikan profitabilitas dan hasil pendapatan
saham dimasa yang akan datang dengan menggunakan kombinasi antara MtB
ratio dan dividend yield, dimana kombinasi tersebut dapat menunjukkan
performance atas stock return dimasa yang akan datang (Jiang dan lee 2007:465).
Ada dua keuntungan yang didapat pemodal dari berinvestasi pada saham,
yaitu melalui dividen dan capital gain. Yang paling menarik minat bagi para
saham perusahaan apakah saham tersebut menghasilkan dividen yang cukup
tinggi atau malah sebaliknya.
Menurut Hirt (2006:59) dividend yield merupakan hasil persentase dari
keuntungan perlembar saham dibagi dengan harga pasar perlembar saham yang
diterima perusahaan. Tingginya suatu dividend yield menunjukkan bahwa suatu
pasar modal dalam keadaan undervalued, yaitu jika harga pasar saham lebih kecil
dari nilai wajarnya, maka saham tersebut harus dibeli dan ditahan sementara (buy
and hold) dengan tujuan untuk memperoleh capital gain jika kemudian harganya
kembali naik. Kekuatan yang dapat diprediksi dividend yield berasal dari peranan
kebijakan dividen dalam membagikan hasil return yang telah diperoleh
perusahaan kepada para pemegang saham.Serta dividend yield juga menjelaskan
return atas nilai indeks tertimbang pada setiap masing-masing perusahaan (Guler
dan Yimaz 2008:25).
Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa dividend yield
dapatmemperkirakan stock return dengan beberapa keberhasilan yang diharapkan,
salah satunya mengenai pertumbuhan dividen dan hasil penelitiannya mengatakan
bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dividend yield terhadap stock return di
suatu perusahaan (Campbell dan Shiller 1988:201, Lewelen 2004:227).
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis tertarik untuk
1.2Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah diuraikan,
permasalahan yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh price earnings ratio terhadap stock return perusahaan
industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
2. Bagaimana pengaruh dividend yieldterhadap stock return perusahaan
industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
3. Bagaimana pengaruh market tobook ratio secara terhadap stock return
perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia?
1.3Batasan Masalah Penelitian
Untuk menghindari timbulnya salah pengertian dalam penelitian ini, maka
diberikan batasan terhadap masalah sebagai berikut:
1. Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah seluruh perusahaan
industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI selama periode 2009, 2010,
2011 dan 2012.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi stock return perusahaan perbankan
dibatasi pada price earnings ratio, dividend yield, dan market to book ratio.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan secara simultan dari masing–
market to book ratio terhadap stock return perusahaan industri barang
konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan secara parsial dari masing–
masing faktor yang diteliti, yaitu: price earnings ratio, dividend yield, dan
market to book ratio terhadap stock return perusahaan industri barang
konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
1.5Manfaat Penelitian
1. Manfaat di Bidang Praktik
Penelitian dapat memberikan bukti empiris bagi para akademisi tentang
pengaruh price earnings ratio, dividend yield, dan market to book ratio
terhadap stock return perusahaan.
2. Manfaat di Bidang Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi, informasi, dan
wawasan teoritis khususnya tentang pengaruh price earnings ratio,
dividend yield, dan market to book ratio terhadap stock return perusahaan.
1.6Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan rencana isi skripsi yang akan ditulis
sebagai gambaran awal untuk menilai kerangka materi yang akan disusun penulis
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan latar belakang, perumusan masalah, batasan
masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian
serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi penjelasan dan pembahasan secara rinci kajian
pustaka yang meliputi tinjauan teoritis, tinjauan terdahulu,
kerangka konseptual dan pengembangan hipotesis.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini, diuraikan berbagai hal tentang metode atau
cara melakukan penelitian, diantaranya :jenis penelitian,
batasan operasional, variabel penelitian, definisi operasional
variabel, populasi dan sampel penelitian, metode
pengumpulan data, dan metode analisis data.
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
Bab ini akan menguraikan data penelitian, analisis data
penelitian, pengujian hipotesis, dan pembahasan hasil
penelitian.
BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
Bab ini akan menjelaskan kesimpulan dari hasil analisis
yang telah dilakukan, keterbatasan penelitian, dan
saran-saran yang mungkin dapat diajukan dan dilaksanakan untuk
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1Pasar Modal
Pasar modal didefinisikan sebagai suatu situasi di mana penjual dan
pembeli dapat melakukan negosiasi terhadap pertukaran suatu komoditas atau
kelompok komoditas, dan komoditas yang diperjualbelikan di sini adalah modal
(Robbert Ang, 1997:20.1).
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrument
keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang,
ekuitas (saham), instrument derivative, maupun instrument lainnya. Pasar modal
merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya
pemerintah) dan sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal
memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait
lainnya.
Menurut Sunariyah (2004:7), pengertian pasar modal secara umum adalah
suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank
komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan
surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu
pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan
saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa
Di Indonesia, Pasar Modal telah tertuang di dalam Undang-undang Pasar
Modal Nomor 8 Tahun 1995 yang memberikan pengertian yang lebih spesifik
mengenai pasar modal, yaitu “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran
umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek,
yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek
(Anoraga dan Pakarti, 2001:9).”
Pasar Modal memberikan jasanya yaitu menjembatani hubungan antara
pemilik modal dalam hal ini disebut sebagai pemodal (investor) dengan
meminjamkan dana kepada pihak yang membutuhkan modal dalam hal ini disebut
dengan nama emiten (perusahaan go public). Seperti kegiatan pasar pada
umumnya, disamping melibatkan penjual dan pembeli yang pasti barang dan jasa
yang diperjualbelikan.
Dalam pasar modal yang diperjualbelikan adalah surat-surat
berharga.Surat-surat berharga tersebut dapat bersifat hutang yang pada umumnya
dikenal sebagai Obligasi atau surat berharga yang bersifat pemilikan yang
dinamakan Saham.
Tempat dimana bertemunya broker dan dealer untuk melakukan jual beli
saham dinamakan bursa efek. Saat ini hanya ada satu bursa efek yang beroperasi
di Indonesia, dimana para pemegang saham juga sekaligus merupakan anggota
bursa (Anoraga dan Pakarti, 2001:10).
Pasar modal mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan
ekonomi, karena pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan eksternal
sebagai wahana investasi bagi masyararakat (Farid Harianto dan Siswanto
Sudomo, 1998:95).
2.1.2 Investasi
Menurut Sunariyah (2004), Investasi sering diartikan sebagai suatu
penanaman modal untuk satu atau lebih lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya
berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa
yang akan datang. Keputusan penanaman modal tersebut dapat dilakukan oleh
individu atau suatu entitas yang mempunyai kelebihan dana.
Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya
lainnya yang dilakukan saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa
yang akan datang Sunariyah (2004:19).
Investasi menurut Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998:100)
diartikan sebagai suatu kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu
asset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh penghasilan dan
atau peningkatan nilai investasi. Berdasarkan pengertian tersebut, memegang kas
atau uang tunai bukan merupakan investasi, sedangkan menabung di bank
merupakan investasi karena mendapat return atau keuntungan berupa bunga.
Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan
fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana
(investor) kepada pihak yang memerlukan dana (emiten). Dengan
menginvestasikan dana lebih yang dimiliki mereka, penyandang dana berharap
akan memperoleh imbalan dari investasi dana tersebut. Bagi peminjam dana,
perusahaannya melainkan tersedianya dana tersebut pada pasar modal
memungkinkn mereka melakukan kegiatan usaha terlebih dahulu.
Suad Husnan (1990:9) menyatakan bahwa semakin tinggi resiko suatu
kesempatan investasi, maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang
disyaratkan oleh investor.Konsep ini juga berlaku pada investasi dalam saham.
2.1.3 Saham
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006:6) bahwa saham dapat
didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seorang atau badan dalam
suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan
surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar
penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.
Saham dapat diperjualbelikan pada bursa efek, yaitu tempat yang
dipergunakan untuk memperdagangkan efek sesudah pasar perdana. Penerbitan
surat berharga saham akan memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan
perbankan (Darmadji dan Fakhruddin, 2006:6).
Robert Ang (1997:20.17) menyatakan bahwa saham adalah surat berharga
sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu ataupun institusi dalam suatu
perusahaan. Makna “surat berharga” adalah sesuatu yang mempunyai nilai dan
tentunya dapat diperjualbelikan.
Nilai saham berdasarkan fungsinya dapat dibagi atas tiga jenis yaitu
a. Par Value (Nilai Nominal). Nilai nominal suatu saham adalah nilai yang tercantum pada saham yang bersangkutan yang berfungsi untuk tujuan
akuntansi.
b. Base Price (Nilai / harga dasar). Harga dasar suatu saham baru merupakan harga perdananya. Sehingga nilai dasar merupakan hasil perkalian antara
harga dasar dengan jumlah saham yang diterbitkan.
c. Market Price (Nilai / harga pasar). Harga pasar merupakan harga yang paling mudah ditentukan karena harga pasar merupakan harga suatu saham
pada pasar yang sedang berlangsung. Jadi harga pasar inilah yang
menyatakan naik turunnya suatu saham. Jika harga pasar ini dikalikan
dengan jumlah saham yang diterbitkan (outstanding share) maka akan
didapatkan market value.
2.1.4 Return Saham
Return adalah laba atas suatu investasi yang biasanya dinyatakan sebagai
tarif presentase tahunan. Return saham merupakan tingkat keuntungan yang akan
diperoleh oleh investor yang menanamkan dananya di pasar modal. Return saham
ini dapat dijadikan sebagai indikator dari kegiatan perdagangan di pasar modal.
Return saham adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatu
investasi saham yang dilakukannya (Ang, 1997:18.33). Return merupakan hasil
yang diperoleh dari investasi (Jogiyanto,2003:109).
Menurut Jogiyanto (2003/;109), return saham dibedakan menjadi dua yaitu
returnrealisasi (realized return) dan return ekspektasi (expected return). Return
berdasarkan data historis dan digunakan sebagai salah satu alat pengukur kinerja
perusahaan. Sedangkan return ekspektasi (expected return) merupakan return
yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.
Menurut Ang (1997:20.2), komponen suatu returnterdiri dari duajenis
yaitu:
a. Current Income (keuntungan lancar) adalah keuntungan yang diperoleh
melalui pembayaran yang bersifat pembayaran yang bersifat periodik
seperti pembayaran bunga deposito, bunga obligasi, dividen
dansebagainya.
b. Capital gain yaitu keuntungan yang diterima karena adanya selisih antara
harga jual dan harga beli suatu instrumen investasi, yang berarti bahwa
instrumen investasi harus diperdagangakan di pasar. Besarnya capital gain
dilakukan dengan analisis return historis yang terjadi pada periode
sebelumnya, sehingga dapat ditentukan besarnya tingkat kembalian yang
diinginkan.
Menurut Jogiyanto (2003:110) returndibedakan menjadi 2 yaitu:
a. ReturnRealisasi
Returnrealisasi (realized return) merupakan return yang telah terjadi.
Return realisasi dihitung berdasarkan data historis. Returnrealisasi penting
karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan.
Return histori ini juga berguna sebagai dasar penentu return ekspektasi
b. ReturnEkspektasi
Return ekspektasi (expected return) merupakan return yang diharapkan
akan diperoleh oleh investor di masa mendatang. Berbeda dengan return
realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi sifatnya belum
terjadi.
Oleh karena itu, konsep tingkat pengembalian (return) saham yang akan
dipergunakan dalam penelitian ini adalah realized return.
Secara matematis formulasi realized return dapat dirumuskan sebagai
berikut (Jogiayanto, 2003:110):
��=�� − �(� −1)
�(� −1)
Dimana :
Rt= Return Saham pada periode ke t
P(t) = Harga Penutupan Saham pada periode ke t
P(t-1) = Harga Penutupan Saham pada periode ke t-1
2.1.5 Rasio Keuangan Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan
yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan yang ditujukan
untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di
masa lalu.Secara ringkas, analisis laporan keuangan memiliki sifat diagnostic,
mengidentifikasi dimana letak masalah-masalah perusahaan, dan prognostic,
memprediksi kinerja perusahaan dimasa mendatang (Stice et al, 2005:241).
Analisa rasio keuangan dapat juga dipakai sebagai sistem peringatan awal (early
mengakibatkan tidak akan memberikan kepastian going concern perusahaan
khususnya untuk perusahaan yang go public.
Perusahaan yang melakukan penjualan kepada masyarakat bertujuan untuk
menambah modal kerja perusahaan, perluasan usaha dan diversifikasi
produk.Untuk menarik investor, perusahaan harus mampu menunjukkan
kinerjanya. Salah satu tahapan dalam proses akuntansi yang penting untuk
keperluan pengambilan keputusan manajemen adalah tahap interprestasi laporan
akuntansi, yang didalamnya mencakup rasio keuangan. Rasio keuangan yang
merupakan bentuk informasi akuntansi yang penting bagi perusahaan selama
suatu periode tertentu. Berdasarkan rasio tersebut, dapat dilihat keuangan yang
dapat mengungkapkan posisi, kondisi keuangan, maupun kinerja ekonomis di
masa depan dengan kata lain informasi akuntansi.
Menurut Husnan (1992:204), analisis rasio keuangan pada umumnya
melibatkan dua jenis perbandingan, yaitu:
a. Perbandingan internal yang membandingkan rasio saat ini dengan rasio
masa lalu dan yang diharapkan di masa yang akan datang untuk
perusahaan yang sama.
b. Perbandingan eksternal yang membandingkan rasio suatu perusahaan
dengan perusahaan lain yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada
titik yang sama.
Setiap laporan keuangan yang dibentuk memiliki tujuan yang ingin dicapai
oleh masing-masing perusahaan. Rasio keuangan dikelompokkan dalam lima jenis
rasio rentabilitas (profitability ratio); (4) rasio solvabilitas (leverage ratio); (5)
rasio pasar (market ratio) (Robbert Ang, 1997).
2.1.6 Rasio Keuangan
2.1.6.1Price Earnings Ratio
Untuk menilai kewajaran harga saham di bursa efek, menurut Guler
dan Yimaz (2008:21) investor dapat menggunakan pendekatan PER. Rasio
ini dilihat oleh investor sebagai ukuran kemampuan menghasilkan laba di
masa depan (future earnings) dari suatu perusahaan.
Investor dapat mempertimbangkan rasio tersebut guna
memilah-milah saham mana yang nantinya dapat memberikan keuntungan yang
besar di masa yang akan datang, dengan pertimbangan jika perusahaan
dengan pertumbuhan tinggi (high growth) biasanya mempunyai PER yang
besar, sedangkan perusahaan yang mempunyai pertumbuhan yang rendah
(low growth) biasanya mempunyai PER yang rendah.
Penggunaan PER dalam perusahaan memberikan peranan yang
sangat penting sebagai alat ukur pertumbuhan dividen di masa yang akan
datang dan memiliki kemampuan untuk menentukan stock return secara
cross sectional, terdapat pengaruh yang signifikan PER terhadap stock
return (Ang dan Bekaert 2004:37).
Hal ini diperkuat dalam penelitian Fama and French (1992:142)
yang juga mengemukakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan PER
terhadap stock return secara cross sectional. Menurut Guler and Yimaz
menentukan stock return di masa yang akan datang semakin tinggi PER
maka semakin tinggi pula harga perlembar saham suatu perusahaan. Rasio
PER dapat diformulasikan sebagai berikut:
PER = harga saham laba per saham (EPS)
Dari hasil penemuan-penemuan tersebut maka hipotesis yang
diajukan adalah sebagai berikut:
H1 = PER berpengaruh positif terhadap return saham
2.6.1.2 Dividend Yield (DY)
Menurut Hirt (2006), dividend yield merupakan salah satu indikator
yang dapat mempengaruhi stock return, yaitu hasil persentase dari
keuntungan perlembar saham dibagi dengan harga pasar perlembar saham
yang diterima perusahaan.
Menurut Guler and Yimaz (2008:23) tingginya suatu dividend yield
menunjukkan bahwa suatu pasar modal dalam keadaan undervalued, yaitu
jika harga pasar saham lebih kecil dari nilainya, maka saham tersebut
harus dibeli dan ditahan sementara (buy and hold) dengan tujuan untuk
memperoleh capital gain jika kemudian harganya kembali naik. Kekuatan
yang dapat diprediksi dividend yield berasal dari peranan kebijakan
dividen dalam membagikan hasi return yang telah diperoleh perusahaan
kepada para pemegang saham. Dividend yield juga menjelaskan
pendapatan atas nilai indeks tertimbang pada setiap masing-masing
Selain itu, Guler and Yimaz (2008:23) mengatakan bahwa
kekuatan yang dapat diprediksi dividend yield berasal dari peranan
kebijakan dividen dalam membagikan hasil return yang telah diperoleh
perusahaan kepada para pemegang saham. Serta dividend yield juga
menjelaskan return atas nilai indeks tertimbang pada masing-masing
perusahaan.
Beberapa peneliti menyimpulkan dividend yield juga dapat
memperkirakan stock return dengan beberapa keberhasilan yang
diharapkan, salah satunya mengenai pertumbuhan dividen. Selain itu
dividend yield memiliki pengaruh yang signifikan dalam menentukan stock
return (Campbell dan Shiller 1988:201, Lewelen 2004:207).
Hasil temuan lainnya, menurut Lewellen (1999:207)
menginvestigasi secara berturut-turut pengaruh antara perkiraan rasio
pendapatan, risiko, dan market to book ratio atas tingkatan portofolio,
hasil penelitiannya mengatakan terdapat pengaruh yang signifikan dengan
stock return dimasa yang akan datang.
Dividen yield dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
berikut:
DY =dividen per lembar saham harga saham
Dari hasil penemuan-penemuan tersebut maka hipotesis yang diajukan
adalah sebagai berikut:
2.1.6.3 Market to Book Ratio
Rasio keuangan lainnya yang dapat mempengaruhi stock return
adalah market to book ratio, yaitu rasio pertandingan antara harga pasar
perlembar saham dibandingkan dengan nilai buku perusahaan (Gitman
2009:201).
Menurut Pontiff dan Schall (1998:154), market to book ratio juga
memberikan suatu penilaian bagaimana investor melihat kinerja
perusahaan dan menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan mampu
menciptakan nilai perusahaan yang wajar terhadap jumlah modal yang
diinvestasikan. Semakin besar rasio ini, semakin besar juga nilai pasar
(market value) jika dibandingkan dengan nilai buku (book value).Hasil
penelitian mengemukakan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara
market to book ratio dan tingkat pengembalian (return).
Secara sistematis market to book ratio(MtB) dapat dihitung dengan
rumus sebagai berikut:
MtB = harga pasar saham nilai buku per saham
Dari hasil penemuan-penemuan tersebut maka hipotesis yang diajukan
adalah sebagai berikut:
H3 = Market to Book ratio positif terhadap return saham.
2.2 Tinjauan Terdahulu
Penelitian dilakukan oleh Guler Aras and Mustafa Kemal Yilmaz (2008),
Predict Return on Stock Market: Evidence from the Emerging Markets. Hasil
penelitian ini Price earnings ratio (PER) berpengaruh positif terhadap return
saham, dividend yield (DY) berpengaruh negatif terhadap return saham, dan
market to book ratio (MtB) berpengaruh positif terhadap return saham.
Dyah Ayu Savitri (2012) melakukan dengan penelitian dengan judul:
Analisis Pengaruh ROA, NPM, EPS, dan PER Terhadap Return Saham (Studi
Kasus pada Perusahaan Manufaktur Sektor Food and Beverages periode
2007-2010). Dari penelitian yang menggunakan analisis regresi berganda ini menunjukkan
bahwa PER berpengaruh positif terhadap return saham.
Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan olehNinik Kurniasih dan
Susan Andriana (2011) dengan judul: Pengaruh Dividend Yield dan Price
Earnings Ratio (PER) terhadap Return Saham Pada Level Investment Opportunity
Set (IOS) yang Berbeda (Study pada Saham LQ 45 yang Tercatat di BEI). Dengan
menggunakan variable dependen yaitu Return Saham dan variabel independen
yang terdiri dari: Price Earnings Ratio (PER) dan Dividend Yield, dan dengan
menggunakan variabel moderating yaitu Level Investment Oppurtinity Set (IOS).
Hasil dari penelitian tersebut didapat price earnings ratio berpengaruh positif
terhadap return saham, sedangkan dividend yield berpengaruh negatif terhadap
2.3 Kerangka Konseptual
Berdasarkan uraian diatas kerangka yang menjadi dasar penelitian ini
adalah sebagai berikut :
H1
Price earnings ratio merupakan rasio antara tingkat harga pasar perlembar
saham dibandingkan dengan pendapatan perlembar saham yang diterima oleh
perusahaan. Penggunaan PER dalam perusahaan memberikan peranan yang sangat
penting sebagai alat ukur pertumbuhan dividen di masa yang akan datang dan
memiliki kemampuan dalam menghitung stock return.
Dividend yield merupakan salah satu indikator yang dapat mempengaruhi
stock return, yaitu hasil persentase dari keuntungan perlembar saham dibagi
dengan harga pasar perlembar saham yang diterima perusahaan.Tingginya suatu
dividend yield menunjukkan bahwa suatu pasar modal dalam keadaan
undervalued, yaitu jika harga pasar saham lebih kecil dari nilainya, maka saham Stock Return
(Y) Price Earnings Ratio (PER)
X1
Dividend Yield (DY) X2
tersebut harus dibeli dan ditahan sementara dengan tujuan untuk memperoleh
capital gain jika kemudian harganya kembali naik.
Market to book ratio yaitu rasio pertandingan antara harga pasar perlembar
saham dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.Semakin besar market to book
ratio ini, semakin besar juga nilai pasar (market value) jika dibandingkan dengan
nilai buku (book value).Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat pengaruh
yang positif antara market to book ratio dan tingkat pengembalian (return).
2.4Pengembangan Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Price earnings ratio berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan
industri barang konsumsi.
2. Dividend yield berpengaruh negatif terhadap return saham perusahaan
industri barang konsumsi.
3. Market to book ratio berpengaruh positif terhadap return saham
perusahaan industri barang konsumsi.
4. Price earnings ratio, dividend yield, dan market to book ratio
bersama-sama berpengaruh terhadap return saham perusahaan industri barang
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian asosiatif kausal.Menurut
Umar (2003:30) penelitian asosiatif kausal adalah “penelitian yang bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau
bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain”.
3.2 Batasan Operasional
Atas pertimbangan efisiensi, minat, keterbatasan waktu, serta pengetahuan
peneliti, maka peneliti melakukan beberapa batasan konsep terhadap penelitian
yang akan diteliti, yang diantaranya :
1. Penelitian ini membatasi sampel hanya pada perusahaan industri barang
konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
2. Penelitian ini dibatasi hanya selama 4 tahun yaitu dari tahun 2009 – 2012
rasio yang dianggap dapat memberikan penilaian terhadap perusahaan
yaitu price earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio.
3.3Variabel Penelitian
3.3.1 Variabel terikat
Pada penelitian ini sebagai variabel terikat adalah return saham pada
Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
3.3.2 Variabel bebas
Pada penelitian ini ada tiga variabel bebas yang dipergunakan, yaitu price
earnings ratio, dividend yield dan market to book ratio.
3.4Defenisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) variabel
bebas (independen) dan 1 (satu) variabel terikat (dependen) yang akan dijelaskan
berikut ini:
Tabel 3.1
Definisi operasional variabel
No Variabel Defenisi Pengukuran Skala
1 Price Earnings
pasar memberi nilai atau harga pada saham
Dividen yield adalah suatu rasio yang menghubungkan dividen yang dibayar dengan harga saham biasa.
deviden per lembar saham
Market to book ratio, yaitu rasio pertandingan antara
Return saham (stock return) yaitu hasil atau keuntungan yang diperoleh pemegang saham sebagai hasil dari investasinya
Rt = Pt−P(t−1) P(t−1)
3.5Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek /subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono,2004:90).
Adapun teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling
berdasarkan kriteria:
1. Perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) tahun 2009, 2010, 2011, 2012.
2. Perusahaan yang tidak delisting dari BEI selama periode pengamatan
(tahun 2009-2012)
3. Perusahaan sampel memiliki semua data yang diperlukan secara lengkap
dari variabel yang diteliti
Dari pembatasan data (sampel yang digunakan), diperoleh hasil sebanyak
23 data perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini dengan populasi
sebanyak 33 emiten. Sesuai penarikan sampel yang telah dilakukan terdapat 23
data perusahaan industri barang konsumsi (23 x 4 = 92 sampel). Daftar
Tabel 3.2
Daftar Populasi dan Sampel Penelitian
No Nama Perusahaan Kode
14 Ultrajaya Milk Industri and Trading
Company, Tbk ULTJ
Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga
27 Martina Berto, Tbk MBTO Sampel 19
Sampel
1 2 3
28 Mustika Ratu, Tbk MRAT
-29 Mandom Indonesia, Tbk TCID Sampel 20
30 Unilever Indonesia, Tbk UNVR Sampel 21
Peralatan Rumah Tangga
31 Kedawung Setia Industrial, Tbk KDSI Sampel 22
32 Kedaung Indag Can, Tbk KICI Sampel 23
33 Langgeng Makmur Industry, Tbk LMPI
-3.6 Metode Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
diperoleh dari laporan Bursa Efek Indonesia.Dalam penelitian ini sumber data
yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan cara dokumentasi,
dimana data yang diperoleh tidak diperoleh secara langsung dari objek yang
diteliti. Penelitian ini data-data diperoleh melalui website www.idx.co.id, dan
literature -literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3.7 Metode Analisis data
Peneliti menggunakan analisis regresi berganda dan menggunakan alat
bantu SPSS 18 (Stastical Product and Services Solution). Analisis regresi dapat
digunakan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan
antara variabel dependen dan independen secara menyeluruh baik secara simultan
atau secara parsial.Sebelum melakukan uji regresi linier berganda, metode ini
mensyaratkan untuk melakukan uji asumsi klasik guna mendapatkan hasil terbaik
(Ghozali, 2001:55).Dalam penggunaan regresi berganda, pengujian hipotesis
klasik.Tujuan pemenuhan asumsi klasik ini dimaksud agar variabel independen
sebagai estimator atas variabel dependen tidak mengalami bias.
3.7.1Pengujian Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui apakah hasil analisis
regresi linier berganda yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini
terbebas dari penyimpangan asumsi klasik yang meliputi uji normalitas,
multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Adapun masing-masing
pengujian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
3.7.1.1 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model
regresi,variabel independen, variabel dependen atau keduanya mempunyai
distribusi normal atau tidak.Model regresi yang baik adalah yang memiliki
distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali, 2006:110).Alat
analisis yang digunakan dalam uji ini adalah uji Kolmogorov – Smimov
satu arah atau analisis grafis.
Dasar pengambilan keputusan normal atau tidaknya data yang
diolah adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai Z hitung > Z tabel, maka distribusi sampel normal.
b. Jika nilai Z hitung < Z tabel, maka distribusi sampel tidak normal.
3.7.1.2 Uji Multikolinieritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam
modelregresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau tidak,
variabel bebas. Jikavariabel bebas saling berkorelasi maka variabel–
variabel ini tidak orthogonal (nilai korelasi tidak sama dengan nol). Untuk
mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dalam model regresi ini
adalah dengan menganalisis matrik korelasi variabel-variabel bebas dan
apabila korelasinya signifikan antar variabel bebas tersebut maka terjadi
multikolinieritas.
Seperti yang dijelaskan oleh Ghozali (2006:96) sebagai berikut :
a.Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris
sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel independen
banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel dependen.
b. Menganalisis matriks korelasi variabel-variabel independen. Jika
antar variabel independen terjadi korelasi yang cukup tinggi
(umumnya > 0,90), maka indikasi terjadi multikolinearitas. Tidak
adanya nilai korelasi yang tinggi antar variabel independen tidak
berarti bebas dan multikolinieritas.Multikolinieritasdapat terjadi
karena kombinasi dua atau lebih variabel independen.
c. Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya yaitu
variance inflactor factor (VIF). Kedua variabel ini menunjukkan
setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel
independen lainnya.Tolerance mengukur variabilitas variabel
independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel
independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan
multikolinieritas adalah tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10 maka
terjadi multikolinieritas.
3.7.1.3 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Imam Ghozali (2006:105) uji heteroskedastisitas
bertujuanmenguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan
varians dariresidual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari
residual satupengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut
homokedastisitas danjika berbeda disebut heteroskedastisitas. Cara
menguji ada tidaknya heteroskedastisitas, yaitu dengan menggunakan
analisis grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y’
adalah Y yang diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi-Y
sesungguhnya) yang telah di studentized (Ghozali, 2006). Selain dengan
menggunakan analisis grafik, pengujian heteroskedastisitas dapat
dilakukan dengan Uji Glejser.Uji ini mengusulkan untuk meregresi nilai
absolut residual terhadap variabel independen.Jika variabel independen
signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada
indikasi terjadi heteroskedastisitas.Jika probabilitas signifikansinya diatas
tingkat kepercayaan 5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak
mengandung heteroskedastisitas (Ghozali, 2006:105).
3.1.7.4 Uji Autokorelasi
Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model
regresilinear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t–1
autokorelasi.Jika terjadi autokorelasi, maka dikatakan ada problem
autokorelasi.Carayang dapat digunakan untuk mendeteksi ada atau
tidaknya autokorelasi adalah dengan uji Durbin Watson (DW).
Dasar pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah
sebagai berikut :
a. Bila nilai DW terletak diantara batas atas atau upper bound (du) dan
(4–du) maka koefisien autokorelasi = 0, berari tidak ada
autokorelasi.
b. Bila nilai DW lebih rendah daripada batas bawah atau lower bound
(dl) maka koefisien autokorelasi > 0, berarti ada autokorelasi positif.
c. Bila nilai DW lebih besar dari (4-dl) maka koefisien autokorelasi < 0,
berarti ada autokorelasi negatif.
d. Bila nilai DW terletak antara du dan dl atau DW terletak antara
(4-du) dan (4-dl), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.
3.7.2 Analisis Regresi berganda
Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dalam pengujian
hipotesis.Analisis regresi berganda adalah teknik statistik melalui koefisien
parameter untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap
variabel dependen.Pengujian terhadap hipotesis baik secara parsial maupun
simultan dilakukan setelah model regresi yang digunakan bebas dari pelanggaran
asumsi klasik.Tujuannya adalah agar hasil penelitian dapat diinterpretasikan
secara tepat dan efisien. Persamaan regresi dapat dituliskan sebagai berikut :
Keterangan :
Y = Stock Return
α = Konstanta
e = Error
� = Koefisien regresi
�1= Price earnings ratio (PER)
�2= Dividend yield (DY)
�3= Market to book ratio (MtB)
3.7.3 Pengujian Hipotesis
Menurut Ghozali (2006), ketepatan fungsi regresi dalam mengestimasi
nilai aktual dapat diukur dari Goodness of Fit-nya. Secara statistik dapat diukur
dari nilai statistik t, nilai statistik f dan koefisien determinasinya.Suatu
perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji yang
dikehendaki statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak).
Ho yang menyatakan bahwa variabel independen tidak berpengaruh secara parsial
maupun simultan terhadap variabel dependen. Sebaliknya disebut tidak signifikan
apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima.
3.7.3.1 Uji Hipotesis Secara parsial (Uji t)
Uji secara parsial menguji setiap variabel bebas (independen)
apakah mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel
terikat (dependen). Pengujian dilaksanakan dengan pengujian dua arah
1. Ho = b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh secara signifikan dari
variabel bebas terhadap variabel terikat.
2. Ho = b1 ≠ 0, artinya ada pengaruh secara signifikan dari variabel
bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengujian yang digunakan sebagai berikut :
1. Ho diterima dan Ha ditolak apabila t hitung < t tabel. Artinya
variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel
terikat.
2. Ho diterima dan Ha ditolak apabila t hitung > t tabel. Artinya
variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel
terikat.
3.7.3.2 Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas
yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan
terhadap variabel terikat.Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji
dua arah dengan hipotesis sebagai berikut :
1. Ho : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = b6 = b7 = 0, artinya tidak ada
pengaruh secara signifikan dari variabel bebas secara bersama-sama.
2. Ho : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 ≠ b6 ≠ b7 ≠ 0, artinya ada pengaruh
secara signifikan dari variabel bebas secara bersama-sama.
1. Ho diterima dan Ha ditolak apabila F hitung < F tabel. Artinya
variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap variabel terikat.
2. Ho diterima dan Ha ditolak apabila F hitung > F tabel. Artinya
variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan
terhadap variabel terikat.
3.7.3.3 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel
dependen.Besarnya koefisien determinasi ini adalah 0 sampai dengan
1.Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen
dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.Nilai yang
mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir
semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel
BAB IV
ANALISIS HASIL PENELITIAN
4.1 Data Penelitian
Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dibidang barang konsumsi
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2009-2012.Sampel
yang digunakan sebanyak 23 perusahaan dari 33 perusahaan barang konsumsi
yang terdaftar di BEI.Berdasarkan hal-hal tersebut, maka data penelitian secara
keseluruhan berjumlah 92 sampel (23 x 4 tahun penelitian).
4.2 Analisis Data Penelitian 4.2.1 Analisis Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai nilai minimum, nilai
maksimum, nilai rata-rata standart deviasi data variabel -variabel yang digunakan
dalam penelitian ini. Distribusi statistik deskriptif untuk masing-masing variable
terdapat pada Tabel 4.1 berikut
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
PER 92 1,57 85,90 19,4249 13,06319 Dividend Yield 92 ,01 2,10 ,1728 ,30825 Market to Book 92 ,02 23,80 7,5568 6,38643
Stock Return 92 ,01 7,84 1,0272 1,08174 Valid N (listwise) 92
Berdasarkan data dari Tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa:
1. Variabel independen price earnings ratio memiliki nilai terendah 1,57 dan
nilai tertinggi 85,90 dengan nilai rata-rata 19,4249 dan standar deviasi
13,06319.
2. Variabel independen dividend yield memiliki nilai terendah 0,01 dan nilai
tertinggi 2,10 dengan nilai rata-rata 0,1728 dan standar deviasi 0,30825.
3. Variabel independen likuiditas memiliki nilai terendah 0,02 dan nilai
tertinggi 23,80 dengan nilai rata-rata 7,5568 dan standar deviasi 6,38643.
4. Variabel dependen stock return memiliki nilai terendah 0,1 dan nilai
tertinggi 7,84 dengan nilai rata-rata 1,0272 dan standar deviasi 1,08174.
4.2.2 Pengujian Asumsi Klasik
Menguji akan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier
berganda. Namun, terlebih dahulu akan diuji mengenai ada tidaknya
penyimpangan terhadap asumsi klasik yang diperlukan untuk mendapatkan model
regresi yang baik.
4.2.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau
tidak dengan membuat hipotesis sebagai berikut:
Ho: data residual terdistribusi normal
Ha: data residual terdistribusi tidak normal
Uji normalitas dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
b. Analisis Probability Plot
c. Uji Kolmogorov Smirnov
Analisis grafik dapat digunakan dengan dua alat, yaitu grafik
histogram dan grafik P-Plot.Data yang baik adalah data yang memiliki
pola distribusi normal.Pada grafik histogram, data yang mengikuti atau
mendekati distribusi normal adalah distribusi data dengan bentuk lonceng.
Pada grafik P-Plot, apabila data titik-titik data tidak banyak menyebar ke
kiri atau ke kanan, melainkan menyebar di sekitar garis diagonal, maka
data tersebut berdistribusi normal.
Gambar 4.1
Uji Normalitas Histogram
Dengan melihat tampilan grafik histogram pada gambar 4.1, maka
tersebut menyentuh hampir semua titik pada batang histogram yang
menunjukkan bahwa data terdistribusi normal.
Gambar 4.2
Uji Normalitas Grafik P-Plot
Pada grafik P-Plot pada gambar 4.2 diatas dapat dilihat bahwa
titik-titik menyebar di sepanjang garis diagonal dan tidak menjauhi garis
tersebut.Hal ini juga menunjukkan bahwa data terdistribusi normal.
Pengujian normalitas data dengan hanya melihat grafik tidak
cukup, sehingga kita perlu melakukan uji normalitas data dengan
menggunakan statistik agar lebih meyakinkan.Untuk memastikan apakah
data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal atau tidak, maka
dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai signifikansinya lebih besar
dari 0,05 maka data tersebut terdistribusi normal. Jika nilai signifikansinya
Tabel 4.2
Normal Parametersa,,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,79699051 Most Extreme Differences Absolute ,126 Positive ,126 Negative -,103 Kolmogorov-Smirnov Z 1,206 Asymp. Sig. (2-tailed) ,109
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada tabel diatas menunjukkan nilai
profitabilitas = 0,109. Dengan demikian, data pada penelitian ini
terdistribusi normal dan dapat digunakan untuk melakukan uji hipotesis
karena 0,109 > 0,05.
4.2.2.2 Uji Heterokedastisitas
Menurut Ghozali (2006), uji heterokedastisitas bertujuan untuk
menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari
residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang
baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas atau terjadi
homoskedastisitas.Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya
gejala heterokedastisitas adalh dengan melihat grafik scatterplot.
Uji ini dilakukan dengan mengamati pola tertentu pada grafik
angka 0 pada sumbu Y serta tidak membentuk pola, maka tidak terjadi
heterokedastisitas.
Gambar 4.3
Uji Heterokedastisitas (Scatterplot)
Pada gambar 4.3 tentang grafik scatterplot di atas dapat terlihat
titik-titik menyebar acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu yang
jelas serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y.
Hal ini menunjukkan tidak terjadinya heterokedastisitas, sehingga model
regresi layak digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen.
4.2.2.3 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menganalisis apakah dalam model
regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t
dengan kesalahan sebelumnya.Model regresi yang baik adalah yang bebas