• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK SHAPING TERHADAP KEBIASAAN TERLAMBAT HADIR KE SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM T.A 2015 – 2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK SHAPING TERHADAP KEBIASAAN TERLAMBAT HADIR KE SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM T.A 2015 – 2016."

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK SHAPING TERHADAP KEBIASAAN TERLAMBAT HADIR

KE SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM T.A 2015 – 2016

SKRIPSI

Oleh: INDRA SINAGA NIM 1123151021

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

PENGARUH KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK SHAPING TERHADAP KEBIASAAN TERLAMBAT HADIR

KE SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM T.A 2015 – 2016

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Oleh: INDRA SINAGA NIM 1123151021

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

RIWAYAT HIDUP

1.

Latar Belakang Keluarga

:

a.

Nama

: Indra Sinaga

b.

Tempat / Tanggal Lahir

: Lubuk Pakam, 16 Desember 1993

c.

Nama Ayah

: Barisman Sinaga

d.

Nama Ibu

: Tiar Br. Turnip

e.

Pekerjaan Orang Tua

: Petani

f.

Alamat Orang Tua : Jl. Tomuan No. 198 Kec.Lubuk Pakam,

Kab.Deli

Serdang,

Medan,Sumatera

Utara

2.

Riwayat Pendidikan

:

a.

Sekolah Dasar

: SD RK Serdang Murni Lubuk Pakam

b.

Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Lubuk Pakam

(8)

iii

ABSTRACT

Indra. The Effect of Group Counseling Behavioral Approach Shaping Techniques Against Habitual Comes Late To School At SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Thesis. Faculty of education. State University of Medan, 2016.

The problem in this research are: whether there is influence of group counseling behavioral approach shaping techniques against habitual comes late to school at SMAN 2 Lubuk pakam academic

year 2015/2016. The aim is to knowing the influence

of group counseling behavioral approach shaping techniques against habitual comes late to school SMAN 2 Lubuk Pakam. The hypothesis is there is a significant influence on the group counseling behavioral approach shaping techniques against habitual comes late to school SMAN 2 Lubuk Pakam academic year 2015/2016.

The method used is the method of experimental design pre test – post test group design, the subject is students who have a habit of being comes late to school that add up to 10 students in the treatment group and 10 students in the control group. Data collecting tool was done by administering a questionnaire (question form). Data analysis is the wilcoxon test to see the changes that occurred before and after the given treatment.

The research results obtained average – mean of pre test group treatment of 63.1 and post test 43.2. Hypothesis test results obtained from Zhitung < Ztabel at 5%

significance level α = 0.05 is -2,803 <-1.96, then the average value of group treatment postest is significant. Based on the analysis of the data obtained, showed there is a change of student’s behavior between before and after the given treatment group counseling behavioral approach shaping techniques, then it can be inferred through group counseling behavioral approach shaping technique can reduce the habitual comes late to school.

(9)

iv

ABSTRAK

Indra. Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2016.

Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun ajaran 2015 / 2016. Tujuannya adalah mengetahui pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Hipotesis adalah ada pengaruh yang signifikan konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2015/2016.

Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan pre test –

post test group design, subjek penelitian adalah siswa yang memiliki kebiasaan

terlambat hadir ke sekolah yang berjumlah 10 siswa dalam kelompok perlakuan dan 10 siswa dalam kelompok kontrol. Alat pengumpul data dilakukan dengan pemberian kuesioner (angket). Analisa data adalah uji wilcoxon untuk melihat perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.

Hasil penelitian memperoleh rata – rata pre test kelompok perlakuan sebesar 63,1 dan rata – rata post test 43,2. Dari hasil uji hipotesis diperoleh Zhitung < Ztabel pada

taraf signifikansi 5% atau α = 0,05 yakni -2,803<-1,96, maka nilai rata – rata postest kelompok perlakuan signifikan. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, menunjukan ada perubahan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping, maka dapat disimpulkan melalui konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping dapat mengurangi perilaku kebiasaan terlambat hadir siswa ke sekolah.

(10)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang

telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya, sebagai

salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan jurusan psikologi

pendidikan dan bimbingan, fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan

(UNIMED).

Adapun judul skripsi ini adalah “ Pengaruh Konseling Kelompok

Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Terlambat hadir Ke

Sekolah di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun ajaran 2015/2016”.

Dalam pelaksanaan penelitian hingga penyelesaian skripsi ini, penulis

menyadari banyak mendapat bantuan, motivasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Pror. Dr. Syawal Gultom,M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Dr.Nasrun, M.S., selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Bapak

Prof. Dr. Yusnadi, M.S., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Bapak

Dr. Aman Simaremare,M.S., selaku wakil Dekan Bidang Keuangan dan

Bapak Drs. Edidon Hutasuhut,M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang

Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.

3. Ibu Dra. Zuraida Lubis,M.Pd,Kons., selaku Ketua Jurusan Psikologi

Pendidikan dan Bimbingan dan Ibu Dra.Nur Arjani M.Pd., selaku

(11)

vi

4. Bapak Prof. Dr. Abdul Munir,M.Pd., selaku Dosen Pembimbing

Akademik dan Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan

bimbingan, arahan dan saran guna kesempurnaan skripsi ini.

5. Ucapan Terima kasih kepada Ibu Dr. Nur’aini,MS., Ibu Prof.Dr.Sri

Milfayetty,MS.Kons., dan Ibu Dra.Nur Arjani M.Pd., selaku dosen penguji

yang telah memberikan masukan dan saran mulai dari perencanaan

penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini.

6. Kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta staf pegawai Prodi Bimbingan

dan Konseling FIP UNIMED yang telah banyak membantu penulis.

7. Rasa Hormat dan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Kepala

sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BK, staf dan pegawai SMA Negeri

2 Lubuk Pakam.

8. Teristimewa penulis mengucapkan terima kasih kepada ayahku B. Sinaga,

Ibuku T.Turnip dan kakak, abang serta adikku Eva Marsaulina

Sinaga,S.Pd, Fitri Sinaga S.Pd, Putra Sinaga, Maya Sari Sinaga yang telah

memberikan motivasi dan arahan juga semangat kepada penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini. Semoga Tuhan memberikan umur yang

panjang, kesehatan dan berkat yang melimpah.

9. Terima kasih kepada para Sahabat Star, Johan, farahdina, Tari, Aida

(Noe), Rere, Anggi, Ristra, Nana, Gege, dan Bobby (Calon Suami Nana)

dan teman – teman yang ada di Jurusan Bimbingan Konseling FIP

UNIMED

10. Ucapan Terima Kasih penulis ucapkan untuk 10 subjek penelitian Kornel,

(12)

vii

11. Buat teman – teman PPL-T di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam dan teman –

teman lainnya, penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi

ini, namun Penulis menyadari masih banyak terdapat kelamahan baik dari segi isi

maupun tatabahasa, karenanya penulis mengharapkan saran yang membangun dari

segi pembaca demi sempurnanya proposal ini. Akhir kata penulis ucapkan banyak

terima kasih.

Medan, Mei 2016 Penulis,

(13)

DAFTAR ISI

B. Faktor – Faktor Penyebab Terlambat ... 9

C. Jenis Keterlambatan ... 11

D. Ciri – Ciri Kebiasaan Terlambat Hadir Di Sekolah ... 12

E. Dampak Kebiasaan Terlambat ... 14

2.1.2 Bimbingan Kelompok ... 14

A. Pengertian Bimbingan Kelompok ... 14

(14)

C. Materi Bimbingan Kelompok ... 16

D. Tahap – Tahap KKP Pendekatan Behavioral... 17

2.1.3 Konseling Kelompok... 20

A. Pengertian Konseling Kelompok ... 20

B. Tujuan Layanan Konseling Kelompok ... 21

2.1.4 Konseling Behavioral... 23

A. Pengertian Konseling Behavioral... 23

B. Tujuan Konseling Behavioral ... 26

C. Ciri – Ciri Konseling Behavioral ... 27

D. Teknik Konseling Behavioral ... 28

E. Proses Konseling Behavioral ... 32

2.1.5 Konseling Kelompok Dalam Pendekatan Behavioral ... 33

A. Pengertian Konseling Kelompok Dalam Pendekatan Behavioral ... 33

B. Tahap – Tahap Konseling Kelompok Dalam Pendekatan Behavioral ... 34

2.1.6 Teknik Shaping ... 36

A. Pengertian Teknik Shaping ... 36

B. Tujuan Teknik Shaping ... 40

C. Teknik – Teknik Shaping ... 41

D. Prosedur Shaping ... 42

2.1.7 Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 45

2.2 Kerangka Konseptual... 47

(15)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian... 50

3.2 Desain Penelitian ... 50

3.3 Subjek Penelitian ... 54

3.4 Operasionalisasi Variabel Penelitian ... 55

3.5 Teknik Pengumpulan Data... 55

3.6 Teknik Analisis Data... 59

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 61

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 62

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 82

DAFTAR PUSTAKA ... 84

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Perhitungan Validitas Angket Kebiasaan

Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 91

Tabel 2 Varians Butir Angket Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 95

Tabel 3 Tabulasi Data Penelitian Kelompok Perlakuan ... 104

Tabel 4 Tabulasi Data Penelitian Kelompok Kontrol... 905

Tabel 5 Perhitungan Kategori Kebiasaan Terlambat hadir Ke Sekolah kelompok Perlakuan dan Kontrol ... 106

Tabel 6 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Perlakuan ... 108

Tabel 6 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Kontrol ... 109

Tabel 8 Uji Normalitas Data Pre Test Kelompok Perlakuan ... 118

Tabel 9 Uji Normalitas Data Post Test Kelompok Perlakuan... 1120

Tabel 10 Uji Normalitas Data Pre Test Kelompok Kontrol... 122

Tabel 11 Uji Normalitas Data Post Test Kelompok Kontrol ... 123

Tabel 12 Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon Kelompok Perlakuan... 125

Tabel 13 Uji Jenjang Wilcoxon Kelompok Kontrol... 128

Tabel 3.1 Pemberian Skor Angket Berdasarkan Skala Likert... 57

Tabel 3.2 Kisi – Kisi Angket Kebiasaan Terlambat ... 57

Tabel 4.1 Kisi – Kisi Angket Kebiasaan Terlambat ... 64

Tabel 4.2 Ringkasan Uji Normalitas Data Dengan Lilifors... 65

Tabel 4.3 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap BKP ... 66

Tabel 4.4 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap KKP... 67

Tabel 4.5 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap KKP Kedua... 67

Tabel 4.6 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap KKP Ketiga .... 68

(17)

Tabel 4.8 Hasil Pre Test Kelompok Perlakuan ... 69

Tabel 4.9 Pengkategorian Hasil Pre Test Kelompok Perlakuan ... 70

Tabel 4.10 Hasil Post – Test Kelompok Perlakuan ... 71

Tabel 4.11 Hasil Data Pre test dan Post Test Kelompok Perlakuan ... 72

(18)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Kerangka Konseptual... 49

(19)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Uji Coba Angket Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 86

Lampiran 2 Sebaran Data Validitas Kuesioner Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 89

Lampiran 3 Perhitungan Validitas Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah... 90

Lampiran 4 Perhitungan Reliabilitas Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah... 94

Lampiran 5 Angket Penelitian Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam ... 97

Lampiran 6 Sebaran Data Pre Test ... 99

Lampiran 7 Sebaran Data Post Test Kelompok Perlakuan ... 102

Lampiran 8 Sebaran Data Post Test Kelompok Kontrol ... 103

Lampiran 9 Tabulasi data Penelitian Kelompok Perlakuan... 104

Lampiran 10 Tabulasi Data Penelitian Kelompok Kontrol ... 105

Lampiran 11 Perhitungan Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Perlakuan dan Kontrol ... 106

Lampiran 12 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Perlakuan... 108

Lampiran 13 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Kontrol ... 109

Lampiran 14 Perhitungan Rata – rata, Standar Deviasi Pre Test Kelompok Perlakuan ... 110

Lampiran 15 Perhitungan Rata – rata, Standar Deviasi Post Test Kelompok Perlakuan... 111

(20)

Lampiran 17 Perhitungan Rata – rata, Standar Deviasi

Post Test Kelompok Kontrol ... 115

Lampiran 18 Uji Normalitas ... 117

Lampiran 19 Uji Homogenitas... 124

Lampiran 19 Pengujian Hipotesis... 125

Lampiran 20 Perhitungan Penurunan Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Siswa Kelompok Perlakuan ... 131

Lampiran 21 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ... 132

Lampiran 22 Rencana Program Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK) ... 133

Lampiran 23 Untuk Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon ... 188

(21)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai kebijakan tertentu yang

dituangkan dalam bentuk aturan. Salah satunya adalah aturan sekolah yang

disebut dengan tata tertib. Peserta didik dituntut untuk mentaati tata tertib sekolah

guna menuju keberhasilan proses belajar mengajar, membentuk karakteristik

peserta didik agar disiplin dan bertanggung jawab. Tata tertib sekolah dapat

berjalan dengan baik apabila sikap disiplin terhadap tata tertib atau peraturan

sekolah, berperan sebagai faktor eksternal peserta didik dan sebagai dasar

berperilaku. Peraturan dibuat agar peserta didik dapat mengontrol tingkah lakunya

dan bertanggungjawab sehingga berperilaku sesuai dengan peraturan yang berlaku

dilingkungan sekolah.

Setiap tata tertib yang disertai keterangan yang jelas dan wajar sehingga

mudah dimengerti oleh anak, akan mengurangi rasa tidak puas yang timbul setiap

adanya tata tertib itu. Lebih – lebih bila anak merasakan bahwa sebenarnya tata

tertib itu adalah untuk kepentingan mereka sendiri, agar mereka dapat belajar,

agar mereka merasa aman, agar mereka merasa segar, merasa bebas dan

sebagainya, sehingga mereka merasa dilindungi, dibela ataupun diselamatkan dari

gangguan.

Disiplin sekolah merupakan usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa

agar tidak menyimpang dan mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan

(22)

2

yang harus dimiliki siswa yaitu datang tepat pada waktunya ke sekolah. Kehadiran

siswa tepat waktu saat masuk sekolah sangat penting bagi proses pembelajaran,

karena dapat menunjang siswa dalam menyerap ilmu saat proses pembelajaran.

Hal tersebut senada dengan dengan pendapat ahli bahwa “kedisiplinan merupakan

kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, terutama di lingkungan sekolah”.

Kehadiran siswa tepat pada waktunya ke sekolah harus dimiliki siswa

sehingga siswa tidak terlambat datang ke sekolah. Seandainya siswa datang ke

sekolah tepat waktu akan memberi keuntungan bagi siswa yaitu siswa tidak

terburu-buru, siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak akan

terganggu, tidak akan mengganggu siswa lain karena keterlambatannya, tidak ada

sanksi dari sekolah, dan sebagainya. Siswa yang sering terlambat datang ke

sekolah akan memberikan dampak jangka pendek ataupun jangka panjang bagi

siswa tersebut. Oleh karena itu perlu mendapat perlakuan dari pihak sekolah untuk

mendisiplinkan siswa salah satunya dari konselor sekolah.

Perilaku peserta didik yang sering melakukan pelanggaran disiplin disekolah di

antaranya membolos, datang terlambat, melalaikan tugas, catatan tidak lengkap, tidak

berseragam lengkap, malas mengikuti pelajaran, acuh tak acuh pada waktu pelajaran,

merokok. Dan peserta didik yang sering melakukan pelanggaran disiplin di sekolah

ditinjau dari konteks terjadinya perilaku siswa tersebut ternyata disebabkan oleh

faktor dari dalam dan diluar diri peserta didik. Kenyataan sehari-hari seringkali terjadi

pelanggaran terhadap peraturan sekolah, masih banyak peserta didik yang bertingkah

laku kurang baik serta tidak dapat mengatur waktunya atau kurangnya disiplin siswa.

Fenomena yang ada di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam menunjukkan adanya

siswa yang memiliki perilaku terlambat datang ke sekolah. Perilaku tersebut

(23)

3

tertib sekolah dengan sering datang terlambat di sekolah. Dari observasi peneliti

selama melakukan program pengalaman lapangan terpadu di SMA Negeri 2

Lubuk Pakam, terdapat siswa yang memiliki disiplin rendah salah satunya siswa

terlambat datang ke sekolah. Pelanggaran yang dilakukan siswa dengan terlambat

datang ke sekolah dapat menghambat proses pembelajaran. Siswa yang terlambat

cenderung mengganggu teman-teman lain saat pembelajaran, mempengaruhi

teman untuk tidak berbuat baik, malas untuk belajar serta suasana sekolah tidak

kondusif bagi kegiatan pembelajaran sehingga siswa terhambat optimalisasi

potensi dan prestasinya serta terhambat mencapai kesuksesan dalam belajar dan

masa depannya.

Berdasarkan hasil observasi peneliti selama menjalankan program pengalaman

lapangan terpadu di sekolah SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, dari beberapa bentuk

pelanggaran tersebut yang paling sering terlihat, terjadi dan dilakukan oleh Siswa

SMA Negeri 2 Lubuk Pakam adalah ketepatan siswa datang sekolah yang setiap

harinya pasti ada yang terlambat datang kesekolah. Siswa yang terlambat hadir ke

sekolah memiliki alasan – alasan yang berbeda satu sama lainnya.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru BK

Penyebab siswa datang terlambat diambil dari data dokumentasi guru BK, antara

lain : bangun kesiangan, tidak ada yang mengantar dan sebagainya. Selain

penyebab tersebut, kebiasaan datang terlambat juga disebabkan adanya siswa

yang mempunyai kebiasaan buruk seperti sengaja datang terlambat ke sekolah,

menunda berangkat ke sekolah, dan menunggu teman. Tetapi dari penyebab

keterlambatan siswa datang kesekolah, jika siswa mampu mengelola waktunya

(24)

4

terlambat masuk sekolah. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah agar para

siswa tidak datang terlambat misalnya, para siswa yang ketahuan datang terlambat

pasti akan mendapatkan sanksi atau hukuman, seperti dihukum dengan menyapu

halaman sekolah serta disuruh membersihkan lapangan sekolah. Siswa yang

datang terlambat lebih dari tiga kali atau lebih baru dipanggil ke ruang BK dan

diberikan beberapa pertanyaan berhubungan dengan keterlambatanya dan disuruh

membuat surat perjanjian bahwa ia tidak akan terlambat lagi. Jika sudah mencapai

4 kali orang tua siswa akan dipangil ke sekolah. Pihak BK

menggunakan bimbingan pribadi tetapi tidak menerapkan strategi BK, konselor

hanya menganalisis permasalahanya saja. Jika siswa masih terlambat akan

ditindaklanjuti dengan cara komunikasi dengan oramg tua atau pemangilan orang

tua.

Hasil penelitian yang dilakukan Nurdjana Almri pada tahun 2015 dengan

judul layanan konseling kelompok dengan teknik shaping untuk mengurangi

perilaku terlambat masuk sekolah menghasilkan pada pra siklus skor rata – rata

adalah 41 menurun pada siklus I menjadi 28,63 dengan kategori cukup, pada

siklus II menjadi 13,13 atau sangat rendah dengan kategori sangat baik. Ada

penurunan dari siklus I ke Siklus II yaitu sebesar 15,5 atau secara keseluruhan

27,88. Hasil observasi terhadap siswa selama mengikuti kegiatan konseling

kelompok pada siklus I memperoleh rata – rata 60% denga kategori cukup, dan

pada siklus II memperoleh skor rata – rata 88% dengan kategori sangat baik.

Mengatasi gejala – gejala tersebut, pendekatan yang dapat digunakan adalah

pendekatan konseling behavioral dikarenakan konseling behavioral telah

(25)

5

area pendidikan khusus yang menangani anak – anak yang memiliki masalah –

maslah belajar dan tingkah laku. Konseling behavioral berbeda dengan

pendekatan lainnya dikarenakan konseling behavioral dipusatkan pada tingkah

laku yang tampak dan spesifik, kecermatan dan penguraian tujuan – tujuan

treatment, perumusan prosedure treatment yang spesifik yang sesuai dengan

masalah dan penaksiran objektif atas hasil – hasil terapi.

Mengatasi gejala tersebut banyak teknik konseling yang dapat digunakan dari

teori behavioral. Adapun teknik dari teori behavioral yang dapat digunakan yaitu:

1. Teknik penguatan positif, 2. Teknik token economy, 3. Teknik Shaping, 4.

Teknik pembuatan kontrak, 5. Teknik penghapusan, 6. Teknik time out, 7. Teknik

pembanjiran (flooding), 8. Teknik penjenuhan, 9. Teknik Hukuman, 10. Terapi

Aversi, 11. Disentisasi sistematis.

Dalam hal ini, perilaku kebiasaan terlambat hadir ke sekolah paling tepat

ditangani menggunakan konseling kelompok teknik shaping. Karena shaping

merupakan metode penting untuk mengembangkan pola tingkah laku baru

disamping penggunaan reinforcement untuk memperkuat tingkah laku.

Kebanyakan yang diajarkan di sekolah adalah urutan tingkah laku yang kompleks,

bukan hanya “simple response”. Tingkah laku yang kompleks ini dapat diajarkan

melalui proses shaping.

Berdasarkan uraian masalah pada latar belakang diatas maka penulis merasa

perlu dan tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Konseling

Kelompok Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Siswa

(26)

6

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah seperti yang diuraikan di atas, maka

masalah dari sikap kebiasaan terlambat yang ada pada siswa, diantara lain :

a. Adanya siswa yang terlambat hadir ke sekolah.

b. Adanya faktor – faktor yang mempengaruhi siswa datang terlambat ke

sekolah.

c. Kurangnya motivasi dari dalam diri untuk hadir tepat waktu ke

sekolah.

d. Beberapa siswa melakukan kebiasaan terlambat hadir kesekolah.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan uraian identifikasi masalah di atas, maka perlu kiranya dilakukan

pembatasan masalah yang diteliti. Penelitian ini dibatasi masalahnya mengenai

pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap

kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun

ajaran 2015 / 2016.

1.4 Rumusan Masalah

Sesuai dengan pembatasan masalah sebagaimana diuraikan di atas, maka

permasalahan yang akan peneliti kemukakan adalah “Apakah ada pengaruh

konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan

terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun ajaran 2015 /

2016?”.

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah penelitian diatas, maka yang menjadi tujuan

(27)

7

behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa

SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun ajaran 2015 / 2016”.

1.6Manfaat Penelitian

Tercapainya tujuan penelitian diatas, diharapkan hasil penelitian ini memiliki

berbagai manfaat sebagai berikut :

A. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan ilmu

pengetahuan di bidang bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan

konseling kelompok teknik shaping dalam mengurangi kebiasaan siswa terlambat

hadir ke sekolah.

B. Manfaat Praktis

Adapun manfaat praktis dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Kepala Sekolah, Agar dapat dijadikan model untuk memberikan layanan

konseling kelompok teknik shaping kepada siswa.

2. Bagi Guru BK, Sebagai bahan masukan tentang pentingnya pemberian layanan

konseling kelompok teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke

sekolah.

3. Bagi Siswa, Setelah mendapat layanan konseling kelompok teknik shaping,

siswa dapat hadir ke sekolah dengan tepat waktu.

4. Bagi Peneliti, Sebagai calon pendidik, dapat menambah pengalaman keilmuan

(28)

82

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam

sesudah

m

engikuti konseling kelompok pendekatan behavioral teknik

shaping lebih rendah daripada sebelum mengikuti layanan konseling

kelompok pendekatan behavioral teknik shaping dengan skor rata – rata

perubahan dari pre – test hingga post test sebesar 20 atau sebesar 51%.

2. Kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa yang mendapatkan layanan

konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping lebih rendah

daripada kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa yang tidak mendapatkan

konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping.

B. Saran

Adapun saran – saran dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Kepala Sekolah

Diharapkan kepada kepala sekolah untuk lebih kegiatan layanan

bimbingan konseling terutama dalam penggunaan teknik shaping, sebagai upaya

menyelesaikan permasalahan kebiasaan terlambat hadir ke sekolah.

2. Bagi Guru Bimbingan Konseling

Disarankan kepada guru bimbingan konseling untuk meningkatkan

(29)

83

kebiasaan terlambat hadir ke sekolah terutama bagi siswa yang memiliki

penurunan rendah.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Disarankan kepada peneliti lain untuk meneliti kebiasaan terlambat hadir

ke sekolah menggunakan bimbingan kelompok pada teknik lain seperti teknik

Self-management programs and self-directed behavior serta meneliti pengaruh

layanan konseling kelompok terhadap kebiasaan lain seperti membolos dan

terlambat masuk kelas.

4. Bagi siswa

Disarankan kepada siswa agar hadir ke sekolah tepat waktu serta

(30)

DAFTAR PUSTAKA

Alamri,Nurdjana. 2015. Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Terlambat Masuk Sekolah. Jurnal

Konseling, (Online), Vol.1 No. 1( jurnal.umk.ac.id diakses 18 Januari 2016).

Arfina. 2010. Perbandingan Hasil Belajar dengan Metode Inkuiri dan

Konvensional di Kelas X SMA Swasta Mardi Lestari Medan T.A 2008/2009.

Skripsi FMIPA, UNIMED (tidak dipublikasikan)

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Arintoko.2001.Wawancara Konseling Di Sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.

Chaplin,JP.--. Kamus lengkap Psikologi. Terjemahan Kartono Kartini. 2002. Jakarta: Raja Grafindo.

Corey Gerald.--. Teori dan Praktek : konseling dan psikoterapi. Terjemahan E.Koswara.2010.Bandung: Refika Aditama.

Hambali,Adang., Ujam, Jenudin. 2013. Psikologi kepribadian (Lanjutan)

Cetakan-1. Bandung: Pustaka Setia.

Ivey,E.A., Downing,S.A. 1980.Counseling psychoterapy : skills, theories and

practice. Englewood Cliffs, new jersey: Prentice Hall.

Komalasari, Gantina Dkk. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.

Kurnanto,E.M. 2013. Konseling Kelompok. Bandung: Alfabeta.

Lubis, Lahmuddin. 2011. Landasan Formal Bimbingan Konseling di Indonesia. Medan: Citapustaka Media Perintis.

Prayitno dan Amti. 2004. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

di Sekolah Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Direktorat

Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Romlah, T. 2001. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: UNM

Rosjidan. 1994. Pengantar Teori – Teori Konseling. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen DIKTI.

Saam, Zulfan. 2013. Psikologi Konseling. Pekanbaru: Raja Grafindo Persada.

(31)

Sanyata,Sigit. 2012. Teori dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik dalam Konseling. Jurnal Paradigma, (Online),No.14 Th.VII, (http://staff.uny.ac.id, diakses 18 Januari 2016).

Soehib,Moh. 2000. Pola asuh Orangtua Untuk Membantu Anak mengembangkan

Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.

Sri, Ayu dkk. 2013. Penerapan Konseling Behavioral Dengan Teknik Modeling

Untuk Meningkatkan Emotional Intelligence Siswa Pada Kelas X Smk Negeri 1 seririt Kabupaten Buleleng. Tidak Diterbitkan. FIP Universitas Pendidikan

Ganesha Singaraja.

Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung : Tarsito

Sunarto,H.,Hartono,A.B. 1995. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis

integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada

Wibowo, Mungin Eddy. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. UNESS Press.

Winaputra, Udin. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Universitas Terbuka.

Winkle,W & M.M.Hastuti, Sri. 2010. Bimbingan dan Konseling di Institusi

Gambar

Tabel 4.8 Hasil Pre Test Kelompok Perlakuan .........................................
Gambar 1 Kerangka Konseptual...............................................................

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil prasurvey yang dilakukan oleh 15 responden menunjukan bahwa ketiga variabel yang diajukan yaitu gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja melalui

Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi faktor utama pernikahan usia muda di Desa Jamur Jelatang Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang adalah faktor ekonomi

Untuk meningkatkan kepuasan dari pelanggan maka perlu adanya peningkatan pelayanan, sehingga dapat menghilangkan keluhan dari para pelanggan pemesan kue maka pencatatan manual

Aplikasi Penyewaan Buku Bukit Cinta ini merupakan sebuah aplikasi penyewaan buku yang berisikan pencatatan data buku, data penyewa, data sewa dan dilengkapi pula dengan laporan

Selain menggunakan metode ARIMA, diduga adanya hubungan antara perusahaan terpilih menjadi dasar pertimbangan untuk membandingkan hasil peramalan antara metode ARIMA dan

Dalam sidang pengadilan dengan mempertimbangkan seluruh keterangan dari saksi, pemohon, tersangka, dan melihat alat-alat bukti yang telah diberikan, sesuai dengan Pasal 183

[r]

Siswa perlu melihat dari dekat bahwa sukses didunia wirausaha diperlukan : (1) Work hard atau kerja keras, (2) Work Smart atau kerja dengan cerdas, (3) Enthusiasm