PENGARUH KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK SHAPING TERHADAP KEBIASAAN TERLAMBAT HADIR
KE SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM T.A 2015 – 2016
SKRIPSI
Oleh: INDRA SINAGA NIM 1123151021
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
PENGARUH KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK SHAPING TERHADAP KEBIASAAN TERLAMBAT HADIR
KE SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM T.A 2015 – 2016
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Oleh: INDRA SINAGA NIM 1123151021
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
RIWAYAT HIDUP
1.
Latar Belakang Keluarga
:
a.
Nama
: Indra Sinaga
b.
Tempat / Tanggal Lahir
: Lubuk Pakam, 16 Desember 1993
c.
Nama Ayah
: Barisman Sinaga
d.
Nama Ibu
: Tiar Br. Turnip
e.
Pekerjaan Orang Tua
: Petani
f.
Alamat Orang Tua : Jl. Tomuan No. 198 Kec.Lubuk Pakam,
Kab.Deli
Serdang,
Medan,Sumatera
Utara
2.
Riwayat Pendidikan
:
a.
Sekolah Dasar
: SD RK Serdang Murni Lubuk Pakam
b.
Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 2 Lubuk Pakam
iii
ABSTRACT
Indra. The Effect of Group Counseling Behavioral Approach Shaping Techniques Against Habitual Comes Late To School At SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Thesis. Faculty of education. State University of Medan, 2016.
The problem in this research are: whether there is influence of group counseling behavioral approach shaping techniques against habitual comes late to school at SMAN 2 Lubuk pakam academic
year 2015/2016. The aim is to knowing the influence
of group counseling behavioral approach shaping techniques against habitual comes late to school SMAN 2 Lubuk Pakam. The hypothesis is there is a significant influence on the group counseling behavioral approach shaping techniques against habitual comes late to school SMAN 2 Lubuk Pakam academic year 2015/2016.
The method used is the method of experimental design pre test – post test group design, the subject is students who have a habit of being comes late to school that add up to 10 students in the treatment group and 10 students in the control group. Data collecting tool was done by administering a questionnaire (question form). Data analysis is the wilcoxon test to see the changes that occurred before and after the given treatment.
The research results obtained average – mean of pre test group treatment of 63.1 and post test 43.2. Hypothesis test results obtained from Zhitung < Ztabel at 5%
significance level α = 0.05 is -2,803 <-1.96, then the average value of group treatment postest is significant. Based on the analysis of the data obtained, showed there is a change of student’s behavior between before and after the given treatment group counseling behavioral approach shaping techniques, then it can be inferred through group counseling behavioral approach shaping technique can reduce the habitual comes late to school.
iv
ABSTRAK
Indra. Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2016.
Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun ajaran 2015 / 2016. Tujuannya adalah mengetahui pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Hipotesis adalah ada pengaruh yang signifikan konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2015/2016.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan pre test –
post test group design, subjek penelitian adalah siswa yang memiliki kebiasaan
terlambat hadir ke sekolah yang berjumlah 10 siswa dalam kelompok perlakuan dan 10 siswa dalam kelompok kontrol. Alat pengumpul data dilakukan dengan pemberian kuesioner (angket). Analisa data adalah uji wilcoxon untuk melihat perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.
Hasil penelitian memperoleh rata – rata pre test kelompok perlakuan sebesar 63,1 dan rata – rata post test 43,2. Dari hasil uji hipotesis diperoleh Zhitung < Ztabel pada
taraf signifikansi 5% atau α = 0,05 yakni -2,803<-1,96, maka nilai rata – rata postest kelompok perlakuan signifikan. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, menunjukan ada perubahan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping, maka dapat disimpulkan melalui konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping dapat mengurangi perilaku kebiasaan terlambat hadir siswa ke sekolah.
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya, sebagai
salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan jurusan psikologi
pendidikan dan bimbingan, fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan
(UNIMED).
Adapun judul skripsi ini adalah “ Pengaruh Konseling Kelompok
Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Terlambat hadir Ke
Sekolah di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun ajaran 2015/2016”.
Dalam pelaksanaan penelitian hingga penyelesaian skripsi ini, penulis
menyadari banyak mendapat bantuan, motivasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Pror. Dr. Syawal Gultom,M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri
Medan.
2. Bapak Dr.Nasrun, M.S., selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Bapak
Prof. Dr. Yusnadi, M.S., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Bapak
Dr. Aman Simaremare,M.S., selaku wakil Dekan Bidang Keuangan dan
Bapak Drs. Edidon Hutasuhut,M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.
3. Ibu Dra. Zuraida Lubis,M.Pd,Kons., selaku Ketua Jurusan Psikologi
Pendidikan dan Bimbingan dan Ibu Dra.Nur Arjani M.Pd., selaku
vi
4. Bapak Prof. Dr. Abdul Munir,M.Pd., selaku Dosen Pembimbing
Akademik dan Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan
bimbingan, arahan dan saran guna kesempurnaan skripsi ini.
5. Ucapan Terima kasih kepada Ibu Dr. Nur’aini,MS., Ibu Prof.Dr.Sri
Milfayetty,MS.Kons., dan Ibu Dra.Nur Arjani M.Pd., selaku dosen penguji
yang telah memberikan masukan dan saran mulai dari perencanaan
penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini.
6. Kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta staf pegawai Prodi Bimbingan
dan Konseling FIP UNIMED yang telah banyak membantu penulis.
7. Rasa Hormat dan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Kepala
sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BK, staf dan pegawai SMA Negeri
2 Lubuk Pakam.
8. Teristimewa penulis mengucapkan terima kasih kepada ayahku B. Sinaga,
Ibuku T.Turnip dan kakak, abang serta adikku Eva Marsaulina
Sinaga,S.Pd, Fitri Sinaga S.Pd, Putra Sinaga, Maya Sari Sinaga yang telah
memberikan motivasi dan arahan juga semangat kepada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini. Semoga Tuhan memberikan umur yang
panjang, kesehatan dan berkat yang melimpah.
9. Terima kasih kepada para Sahabat Star, Johan, farahdina, Tari, Aida
(Noe), Rere, Anggi, Ristra, Nana, Gege, dan Bobby (Calon Suami Nana)
dan teman – teman yang ada di Jurusan Bimbingan Konseling FIP
UNIMED
10. Ucapan Terima Kasih penulis ucapkan untuk 10 subjek penelitian Kornel,
vii
11. Buat teman – teman PPL-T di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam dan teman –
teman lainnya, penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi
ini, namun Penulis menyadari masih banyak terdapat kelamahan baik dari segi isi
maupun tatabahasa, karenanya penulis mengharapkan saran yang membangun dari
segi pembaca demi sempurnanya proposal ini. Akhir kata penulis ucapkan banyak
terima kasih.
Medan, Mei 2016 Penulis,
DAFTAR ISI
B. Faktor – Faktor Penyebab Terlambat ... 9
C. Jenis Keterlambatan ... 11
D. Ciri – Ciri Kebiasaan Terlambat Hadir Di Sekolah ... 12
E. Dampak Kebiasaan Terlambat ... 14
2.1.2 Bimbingan Kelompok ... 14
A. Pengertian Bimbingan Kelompok ... 14
C. Materi Bimbingan Kelompok ... 16
D. Tahap – Tahap KKP Pendekatan Behavioral... 17
2.1.3 Konseling Kelompok... 20
A. Pengertian Konseling Kelompok ... 20
B. Tujuan Layanan Konseling Kelompok ... 21
2.1.4 Konseling Behavioral... 23
A. Pengertian Konseling Behavioral... 23
B. Tujuan Konseling Behavioral ... 26
C. Ciri – Ciri Konseling Behavioral ... 27
D. Teknik Konseling Behavioral ... 28
E. Proses Konseling Behavioral ... 32
2.1.5 Konseling Kelompok Dalam Pendekatan Behavioral ... 33
A. Pengertian Konseling Kelompok Dalam Pendekatan Behavioral ... 33
B. Tahap – Tahap Konseling Kelompok Dalam Pendekatan Behavioral ... 34
2.1.6 Teknik Shaping ... 36
A. Pengertian Teknik Shaping ... 36
B. Tujuan Teknik Shaping ... 40
C. Teknik – Teknik Shaping ... 41
D. Prosedur Shaping ... 42
2.1.7 Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 45
2.2 Kerangka Konseptual... 47
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian... 50
3.2 Desain Penelitian ... 50
3.3 Subjek Penelitian ... 54
3.4 Operasionalisasi Variabel Penelitian ... 55
3.5 Teknik Pengumpulan Data... 55
3.6 Teknik Analisis Data... 59
3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 61
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 62
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 82
DAFTAR PUSTAKA ... 84
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Perhitungan Validitas Angket Kebiasaan
Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 91
Tabel 2 Varians Butir Angket Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 95
Tabel 3 Tabulasi Data Penelitian Kelompok Perlakuan ... 104
Tabel 4 Tabulasi Data Penelitian Kelompok Kontrol... 905
Tabel 5 Perhitungan Kategori Kebiasaan Terlambat hadir Ke Sekolah kelompok Perlakuan dan Kontrol ... 106
Tabel 6 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Perlakuan ... 108
Tabel 6 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Kontrol ... 109
Tabel 8 Uji Normalitas Data Pre Test Kelompok Perlakuan ... 118
Tabel 9 Uji Normalitas Data Post Test Kelompok Perlakuan... 1120
Tabel 10 Uji Normalitas Data Pre Test Kelompok Kontrol... 122
Tabel 11 Uji Normalitas Data Post Test Kelompok Kontrol ... 123
Tabel 12 Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon Kelompok Perlakuan... 125
Tabel 13 Uji Jenjang Wilcoxon Kelompok Kontrol... 128
Tabel 3.1 Pemberian Skor Angket Berdasarkan Skala Likert... 57
Tabel 3.2 Kisi – Kisi Angket Kebiasaan Terlambat ... 57
Tabel 4.1 Kisi – Kisi Angket Kebiasaan Terlambat ... 64
Tabel 4.2 Ringkasan Uji Normalitas Data Dengan Lilifors... 65
Tabel 4.3 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap BKP ... 66
Tabel 4.4 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap KKP... 67
Tabel 4.5 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap KKP Kedua... 67
Tabel 4.6 Hasil Data Observasi Aktivitas Siswa Terhadap KKP Ketiga .... 68
Tabel 4.8 Hasil Pre Test Kelompok Perlakuan ... 69
Tabel 4.9 Pengkategorian Hasil Pre Test Kelompok Perlakuan ... 70
Tabel 4.10 Hasil Post – Test Kelompok Perlakuan ... 71
Tabel 4.11 Hasil Data Pre test dan Post Test Kelompok Perlakuan ... 72
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Kerangka Konseptual... 49
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Uji Coba Angket Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 86
Lampiran 2 Sebaran Data Validitas Kuesioner Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah ... 89
Lampiran 3 Perhitungan Validitas Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah... 90
Lampiran 4 Perhitungan Reliabilitas Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah... 94
Lampiran 5 Angket Penelitian Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam ... 97
Lampiran 6 Sebaran Data Pre Test ... 99
Lampiran 7 Sebaran Data Post Test Kelompok Perlakuan ... 102
Lampiran 8 Sebaran Data Post Test Kelompok Kontrol ... 103
Lampiran 9 Tabulasi data Penelitian Kelompok Perlakuan... 104
Lampiran 10 Tabulasi Data Penelitian Kelompok Kontrol ... 105
Lampiran 11 Perhitungan Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Perlakuan dan Kontrol ... 106
Lampiran 12 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Perlakuan... 108
Lampiran 13 Kategori Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Kelompok Kontrol ... 109
Lampiran 14 Perhitungan Rata – rata, Standar Deviasi Pre Test Kelompok Perlakuan ... 110
Lampiran 15 Perhitungan Rata – rata, Standar Deviasi Post Test Kelompok Perlakuan... 111
Lampiran 17 Perhitungan Rata – rata, Standar Deviasi
Post Test Kelompok Kontrol ... 115
Lampiran 18 Uji Normalitas ... 117
Lampiran 19 Uji Homogenitas... 124
Lampiran 19 Pengujian Hipotesis... 125
Lampiran 20 Perhitungan Penurunan Kebiasaan Terlambat Hadir Ke Sekolah Siswa Kelompok Perlakuan ... 131
Lampiran 21 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ... 132
Lampiran 22 Rencana Program Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK) ... 133
Lampiran 23 Untuk Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon ... 188
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai kebijakan tertentu yang
dituangkan dalam bentuk aturan. Salah satunya adalah aturan sekolah yang
disebut dengan tata tertib. Peserta didik dituntut untuk mentaati tata tertib sekolah
guna menuju keberhasilan proses belajar mengajar, membentuk karakteristik
peserta didik agar disiplin dan bertanggung jawab. Tata tertib sekolah dapat
berjalan dengan baik apabila sikap disiplin terhadap tata tertib atau peraturan
sekolah, berperan sebagai faktor eksternal peserta didik dan sebagai dasar
berperilaku. Peraturan dibuat agar peserta didik dapat mengontrol tingkah lakunya
dan bertanggungjawab sehingga berperilaku sesuai dengan peraturan yang berlaku
dilingkungan sekolah.
Setiap tata tertib yang disertai keterangan yang jelas dan wajar sehingga
mudah dimengerti oleh anak, akan mengurangi rasa tidak puas yang timbul setiap
adanya tata tertib itu. Lebih – lebih bila anak merasakan bahwa sebenarnya tata
tertib itu adalah untuk kepentingan mereka sendiri, agar mereka dapat belajar,
agar mereka merasa aman, agar mereka merasa segar, merasa bebas dan
sebagainya, sehingga mereka merasa dilindungi, dibela ataupun diselamatkan dari
gangguan.
Disiplin sekolah merupakan usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa
agar tidak menyimpang dan mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan
2
yang harus dimiliki siswa yaitu datang tepat pada waktunya ke sekolah. Kehadiran
siswa tepat waktu saat masuk sekolah sangat penting bagi proses pembelajaran,
karena dapat menunjang siswa dalam menyerap ilmu saat proses pembelajaran.
Hal tersebut senada dengan dengan pendapat ahli bahwa “kedisiplinan merupakan
kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, terutama di lingkungan sekolah”.
Kehadiran siswa tepat pada waktunya ke sekolah harus dimiliki siswa
sehingga siswa tidak terlambat datang ke sekolah. Seandainya siswa datang ke
sekolah tepat waktu akan memberi keuntungan bagi siswa yaitu siswa tidak
terburu-buru, siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak akan
terganggu, tidak akan mengganggu siswa lain karena keterlambatannya, tidak ada
sanksi dari sekolah, dan sebagainya. Siswa yang sering terlambat datang ke
sekolah akan memberikan dampak jangka pendek ataupun jangka panjang bagi
siswa tersebut. Oleh karena itu perlu mendapat perlakuan dari pihak sekolah untuk
mendisiplinkan siswa salah satunya dari konselor sekolah.
Perilaku peserta didik yang sering melakukan pelanggaran disiplin disekolah di
antaranya membolos, datang terlambat, melalaikan tugas, catatan tidak lengkap, tidak
berseragam lengkap, malas mengikuti pelajaran, acuh tak acuh pada waktu pelajaran,
merokok. Dan peserta didik yang sering melakukan pelanggaran disiplin di sekolah
ditinjau dari konteks terjadinya perilaku siswa tersebut ternyata disebabkan oleh
faktor dari dalam dan diluar diri peserta didik. Kenyataan sehari-hari seringkali terjadi
pelanggaran terhadap peraturan sekolah, masih banyak peserta didik yang bertingkah
laku kurang baik serta tidak dapat mengatur waktunya atau kurangnya disiplin siswa.
Fenomena yang ada di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam menunjukkan adanya
siswa yang memiliki perilaku terlambat datang ke sekolah. Perilaku tersebut
3
tertib sekolah dengan sering datang terlambat di sekolah. Dari observasi peneliti
selama melakukan program pengalaman lapangan terpadu di SMA Negeri 2
Lubuk Pakam, terdapat siswa yang memiliki disiplin rendah salah satunya siswa
terlambat datang ke sekolah. Pelanggaran yang dilakukan siswa dengan terlambat
datang ke sekolah dapat menghambat proses pembelajaran. Siswa yang terlambat
cenderung mengganggu teman-teman lain saat pembelajaran, mempengaruhi
teman untuk tidak berbuat baik, malas untuk belajar serta suasana sekolah tidak
kondusif bagi kegiatan pembelajaran sehingga siswa terhambat optimalisasi
potensi dan prestasinya serta terhambat mencapai kesuksesan dalam belajar dan
masa depannya.
Berdasarkan hasil observasi peneliti selama menjalankan program pengalaman
lapangan terpadu di sekolah SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, dari beberapa bentuk
pelanggaran tersebut yang paling sering terlihat, terjadi dan dilakukan oleh Siswa
SMA Negeri 2 Lubuk Pakam adalah ketepatan siswa datang sekolah yang setiap
harinya pasti ada yang terlambat datang kesekolah. Siswa yang terlambat hadir ke
sekolah memiliki alasan – alasan yang berbeda satu sama lainnya.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru BK
Penyebab siswa datang terlambat diambil dari data dokumentasi guru BK, antara
lain : bangun kesiangan, tidak ada yang mengantar dan sebagainya. Selain
penyebab tersebut, kebiasaan datang terlambat juga disebabkan adanya siswa
yang mempunyai kebiasaan buruk seperti sengaja datang terlambat ke sekolah,
menunda berangkat ke sekolah, dan menunggu teman. Tetapi dari penyebab
keterlambatan siswa datang kesekolah, jika siswa mampu mengelola waktunya
4
terlambat masuk sekolah. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah agar para
siswa tidak datang terlambat misalnya, para siswa yang ketahuan datang terlambat
pasti akan mendapatkan sanksi atau hukuman, seperti dihukum dengan menyapu
halaman sekolah serta disuruh membersihkan lapangan sekolah. Siswa yang
datang terlambat lebih dari tiga kali atau lebih baru dipanggil ke ruang BK dan
diberikan beberapa pertanyaan berhubungan dengan keterlambatanya dan disuruh
membuat surat perjanjian bahwa ia tidak akan terlambat lagi. Jika sudah mencapai
4 kali orang tua siswa akan dipangil ke sekolah. Pihak BK
menggunakan bimbingan pribadi tetapi tidak menerapkan strategi BK, konselor
hanya menganalisis permasalahanya saja. Jika siswa masih terlambat akan
ditindaklanjuti dengan cara komunikasi dengan oramg tua atau pemangilan orang
tua.
Hasil penelitian yang dilakukan Nurdjana Almri pada tahun 2015 dengan
judul layanan konseling kelompok dengan teknik shaping untuk mengurangi
perilaku terlambat masuk sekolah menghasilkan pada pra siklus skor rata – rata
adalah 41 menurun pada siklus I menjadi 28,63 dengan kategori cukup, pada
siklus II menjadi 13,13 atau sangat rendah dengan kategori sangat baik. Ada
penurunan dari siklus I ke Siklus II yaitu sebesar 15,5 atau secara keseluruhan
27,88. Hasil observasi terhadap siswa selama mengikuti kegiatan konseling
kelompok pada siklus I memperoleh rata – rata 60% denga kategori cukup, dan
pada siklus II memperoleh skor rata – rata 88% dengan kategori sangat baik.
Mengatasi gejala – gejala tersebut, pendekatan yang dapat digunakan adalah
pendekatan konseling behavioral dikarenakan konseling behavioral telah
5
area pendidikan khusus yang menangani anak – anak yang memiliki masalah –
maslah belajar dan tingkah laku. Konseling behavioral berbeda dengan
pendekatan lainnya dikarenakan konseling behavioral dipusatkan pada tingkah
laku yang tampak dan spesifik, kecermatan dan penguraian tujuan – tujuan
treatment, perumusan prosedure treatment yang spesifik yang sesuai dengan
masalah dan penaksiran objektif atas hasil – hasil terapi.
Mengatasi gejala tersebut banyak teknik konseling yang dapat digunakan dari
teori behavioral. Adapun teknik dari teori behavioral yang dapat digunakan yaitu:
1. Teknik penguatan positif, 2. Teknik token economy, 3. Teknik Shaping, 4.
Teknik pembuatan kontrak, 5. Teknik penghapusan, 6. Teknik time out, 7. Teknik
pembanjiran (flooding), 8. Teknik penjenuhan, 9. Teknik Hukuman, 10. Terapi
Aversi, 11. Disentisasi sistematis.
Dalam hal ini, perilaku kebiasaan terlambat hadir ke sekolah paling tepat
ditangani menggunakan konseling kelompok teknik shaping. Karena shaping
merupakan metode penting untuk mengembangkan pola tingkah laku baru
disamping penggunaan reinforcement untuk memperkuat tingkah laku.
Kebanyakan yang diajarkan di sekolah adalah urutan tingkah laku yang kompleks,
bukan hanya “simple response”. Tingkah laku yang kompleks ini dapat diajarkan
melalui proses shaping.
Berdasarkan uraian masalah pada latar belakang diatas maka penulis merasa
perlu dan tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Konseling
Kelompok Pendekatan Behavioral Teknik Shaping Terhadap Kebiasaan Siswa
6
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah seperti yang diuraikan di atas, maka
masalah dari sikap kebiasaan terlambat yang ada pada siswa, diantara lain :
a. Adanya siswa yang terlambat hadir ke sekolah.
b. Adanya faktor – faktor yang mempengaruhi siswa datang terlambat ke
sekolah.
c. Kurangnya motivasi dari dalam diri untuk hadir tepat waktu ke
sekolah.
d. Beberapa siswa melakukan kebiasaan terlambat hadir kesekolah.
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan uraian identifikasi masalah di atas, maka perlu kiranya dilakukan
pembatasan masalah yang diteliti. Penelitian ini dibatasi masalahnya mengenai
pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap
kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun
ajaran 2015 / 2016.
1.4 Rumusan Masalah
Sesuai dengan pembatasan masalah sebagaimana diuraikan di atas, maka
permasalahan yang akan peneliti kemukakan adalah “Apakah ada pengaruh
konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan
terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun ajaran 2015 /
2016?”.
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian diatas, maka yang menjadi tujuan
7
behavioral teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa
SMA Negeri 2 Lubuk Pakam tahun ajaran 2015 / 2016”.
1.6Manfaat Penelitian
Tercapainya tujuan penelitian diatas, diharapkan hasil penelitian ini memiliki
berbagai manfaat sebagai berikut :
A. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan di bidang bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan
konseling kelompok teknik shaping dalam mengurangi kebiasaan siswa terlambat
hadir ke sekolah.
B. Manfaat Praktis
Adapun manfaat praktis dari penelitian ini adalah :
1. Bagi Kepala Sekolah, Agar dapat dijadikan model untuk memberikan layanan
konseling kelompok teknik shaping kepada siswa.
2. Bagi Guru BK, Sebagai bahan masukan tentang pentingnya pemberian layanan
konseling kelompok teknik shaping terhadap kebiasaan terlambat hadir ke
sekolah.
3. Bagi Siswa, Setelah mendapat layanan konseling kelompok teknik shaping,
siswa dapat hadir ke sekolah dengan tepat waktu.
4. Bagi Peneliti, Sebagai calon pendidik, dapat menambah pengalaman keilmuan
82
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam
sesudah
m
engikuti konseling kelompok pendekatan behavioral teknikshaping lebih rendah daripada sebelum mengikuti layanan konseling
kelompok pendekatan behavioral teknik shaping dengan skor rata – rata
perubahan dari pre – test hingga post test sebesar 20 atau sebesar 51%.
2. Kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa yang mendapatkan layanan
konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping lebih rendah
daripada kebiasaan terlambat hadir ke sekolah siswa yang tidak mendapatkan
konseling kelompok pendekatan behavioral teknik shaping.
B. Saran
Adapun saran – saran dari penelitian ini adalah :
1. Bagi Kepala Sekolah
Diharapkan kepada kepala sekolah untuk lebih kegiatan layanan
bimbingan konseling terutama dalam penggunaan teknik shaping, sebagai upaya
menyelesaikan permasalahan kebiasaan terlambat hadir ke sekolah.
2. Bagi Guru Bimbingan Konseling
Disarankan kepada guru bimbingan konseling untuk meningkatkan
83
kebiasaan terlambat hadir ke sekolah terutama bagi siswa yang memiliki
penurunan rendah.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Disarankan kepada peneliti lain untuk meneliti kebiasaan terlambat hadir
ke sekolah menggunakan bimbingan kelompok pada teknik lain seperti teknik
Self-management programs and self-directed behavior serta meneliti pengaruh
layanan konseling kelompok terhadap kebiasaan lain seperti membolos dan
terlambat masuk kelas.
4. Bagi siswa
Disarankan kepada siswa agar hadir ke sekolah tepat waktu serta
DAFTAR PUSTAKA
Alamri,Nurdjana. 2015. Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Terlambat Masuk Sekolah. Jurnal
Konseling, (Online), Vol.1 No. 1( jurnal.umk.ac.id diakses 18 Januari 2016).
Arfina. 2010. Perbandingan Hasil Belajar dengan Metode Inkuiri dan
Konvensional di Kelas X SMA Swasta Mardi Lestari Medan T.A 2008/2009.
Skripsi FMIPA, UNIMED (tidak dipublikasikan)
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Arintoko.2001.Wawancara Konseling Di Sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.
Chaplin,JP.--. Kamus lengkap Psikologi. Terjemahan Kartono Kartini. 2002. Jakarta: Raja Grafindo.
Corey Gerald.--. Teori dan Praktek : konseling dan psikoterapi. Terjemahan E.Koswara.2010.Bandung: Refika Aditama.
Hambali,Adang., Ujam, Jenudin. 2013. Psikologi kepribadian (Lanjutan)
Cetakan-1. Bandung: Pustaka Setia.
Ivey,E.A., Downing,S.A. 1980.Counseling psychoterapy : skills, theories and
practice. Englewood Cliffs, new jersey: Prentice Hall.
Komalasari, Gantina Dkk. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.
Kurnanto,E.M. 2013. Konseling Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Lubis, Lahmuddin. 2011. Landasan Formal Bimbingan Konseling di Indonesia. Medan: Citapustaka Media Perintis.
Prayitno dan Amti. 2004. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
di Sekolah Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Direktorat
Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.
Romlah, T. 2001. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: UNM
Rosjidan. 1994. Pengantar Teori – Teori Konseling. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen DIKTI.
Saam, Zulfan. 2013. Psikologi Konseling. Pekanbaru: Raja Grafindo Persada.
Sanyata,Sigit. 2012. Teori dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik dalam Konseling. Jurnal Paradigma, (Online),No.14 Th.VII, (http://staff.uny.ac.id, diakses 18 Januari 2016).
Soehib,Moh. 2000. Pola asuh Orangtua Untuk Membantu Anak mengembangkan
Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.
Sri, Ayu dkk. 2013. Penerapan Konseling Behavioral Dengan Teknik Modeling
Untuk Meningkatkan Emotional Intelligence Siswa Pada Kelas X Smk Negeri 1 seririt Kabupaten Buleleng. Tidak Diterbitkan. FIP Universitas Pendidikan
Ganesha Singaraja.
Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung : Tarsito
Sunarto,H.,Hartono,A.B. 1995. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis
integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada
Wibowo, Mungin Eddy. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. UNESS Press.
Winaputra, Udin. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Universitas Terbuka.
Winkle,W & M.M.Hastuti, Sri. 2010. Bimbingan dan Konseling di Institusi