STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN
WADI’AH BANK MEGA SYARIAH
Oleh:
ANGGI SULAIMAN
106053001992
JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN WADI’AH
BANK MEGA SYARIAH
Dianjukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)
Oleh:
Anggi Sulaiman
NIM: 106053001992
Di Bawah bimbingan
Noor Bekti Negoro SE.,M.Si
NIP: 19650301199031001
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Strata (S1) di Universitas Islam Negeri (UIN) syarif Hidayatullah Jakarta
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
3. Jika dikemudian hari saya terbukti bahwa penulisan ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 21 Maret 2011
ABSTRAK
Anggi Sulaiman, Strategi Pemasaran Produk Tabungan Wadi’ah pada Bank Mega Syari’ah Pusat. Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas
Dakwah dan Komunikasi. Dibawah Bimbingan Noor Bekti Negoro SE.,M.Si Kegagalan bank konvensional dengan beroperasi “bunga” untuk mewujudkan
ekonomi yang sehat mengakibatkan munculnya bank-bank syari’ah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil. Setiap bank-bank syari’ah mempunyai bermacam -macam produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di dalam menawarkan produknya maka terjadinya persaingan sehingga perlu adanya strategi didalam pemasaran masing-masing bank tersebut. Salah satu dari bank-bank Syari’ah di Indonesia adalah Bank Mega Syari’ah yang merupakan lembaga keuangan kegiatan utamanya adalah menghimpun dan menyalurkan untuk masyarakat. Bank
Mega Syari’ah mempunyai strategi-strategi pemasaran pada setiap produk-produk yang mereka tawarkan hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui dan berminat untuk mengambil manfaat dari produl-produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhannya. Tabungan Utama IB adalah salah satu produk yang ditawarkan Bank
Mega Syari’ah kepada masyarakat dan tabungan utama IB ini merupakan simpanan
wadi‟ah yang memungkinkan investasi sesuai syari’ah sekaligus memperoleh kemudahan mengelola dana selayaknya tabungan.
Tujuan penulis dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi apa saja
yang digunakan oleh bank Mega Syari’ah dalam menarik minat nasabah yang
meliputi atas perencanaan dan perumusan strategi pemasaran tabungan wadi‟ah bank Mega Syariah Pusat, Implementasi Pemasaran produk tabungan wadi‟ah bank Mega
Syari’ah pusat dan pengawasan produk tabungan wadi‟ah Bank Mega Syariah pusat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitaitf deskriptif. Metodologi penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dengan rahmat dan karunia-Nya
penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Produk
Tabungan Wadi’ahBank Mega Syariah Pusat”.
Skripsi ini diajukan guna melengkapi syarat dalam mencapai gelar Sarjana
Sosial Islam (S.Sos.I) Jurusan Manajemen Dakwah pada Fakultas Dakwah dan
Komunikasi Di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini sulit untuk dapat terwujud
tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini
penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
memberikan kontribusinya baik material maupun spiritual khususnya kepada:
1. Mama, Bapak dan Kakak tercinta yang tanpa henti mengalirkan do’a untuk
kesempatan dan keberhasilan penulis serta memberikan semangat baik spiritual,
moril dan materil.
2. Emita Daniel selaku Ibu angkat yang telah banyak membantu baik moril dan
materil, membimbing serta penuh perhatian sampai penyelesaian skripsi ini.
3. Dr. H. arief Subhan MA. Selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
4. Drs. Cecep Castrawijaya MA selaku Ketua Jurusan Manajemen Dakwah
5. H. Mulkanasir BA, Spd, MM selaku Sekertaris Jurusan Manajemen Dakwah
6. Noor Bekti Negoro, SE., M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan pengarahan kepada penulis dengan penuh perhatian dan kesabaran
7. Seluruh dosen, karyawan dan staf Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta
yang telah memberikan bantuan yang tak ternilai dalam penyelesaian studi
penulis.
8. Seluruh teman-teman seperjuangan MD tahun 2005/2006 yang selalu berbagi dan
saling menolong satu sama lain demi keberhasilan bersama semoga sukses
semuanya.
9. Rendy M. Kurnia dan Juga Mila selaku Karyawan Kantor di Bank Mega Syari’ah
Pusat yang telah membantu dalam perizinan serta wawancara penulisan skripsi ini
10.Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah mendukung
baik secara langsung maupun tudak langsung dalam penulisan skripsi ini.
Semoga segala bantuan yang tidak ternilai harganya ini mendapat imbalan di
sisi Allah SWT sebagai amal ibadah, Amin.
Akhir kata, penulis berharap semoga penulisan skripsi ini dapat memberikan
manfaat bagi semua pihak serta menambah wacana pemikiran bagi kita semua.
Penulis,
DAFTAR ISI
Hlm
Abstrak………i
Kata Pengantar………...ii
Daftar Isi ……….iv
Daftar Tabel ………vii
Daftar Gambar ………...viii
BAB I PENDAHULUAN ……… 1
A. Latar belakang Masalah………..1
B. Pembahasan dan Perumusan Masalah……….5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian……….. 6
D. Tinjauan Pustaka……… 7
E. Metodologi Penelitian……… 7
F. Sistematika Penulisan……… 11
BAB II LANDASAN TEORI……… 13
A. Konsep Strategi Pemasaran ……….. 13
1. Pengertian Strategi ……….. 13
2. Pengertian Pemasaran ………. 14
3. Pengertian Strategi Pemasaran ……… 17
4. Segmentasi Pasar ………..18
5. Target Pasar ……… .20
6. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) ……… 21
a. Produk (product) ………....22
b. Harga (Price) ………. 23
c. Promosi (promotion) ……….. 24
d. Tempat (place) ………....25
B. Konsep Tabungan Wadi‟ah ……….. 25
1. Pengertian Tabungan ………....25
2. Pengertian Wadi‟ah………..26
3. Pengertian Tabungan Wadi‟ah……… 27
4. Landasan Syariah (hukum) ………. 29
5. Macam-macam Wadi‟ah………..30
BAB III GAMBARAN UMUM BANK MEGA SYARIAH……… 32
A. Sejarah singkat dan perkembangan perusahaan ……… 32
B. Visi, misi dan nilai-nilai ……… 34
C. Produk-produk yang dihasilkan ………. 38
D. Syarat-syarat membuka tabungan wadi’ah……… 43
Hlm BAB IV ANALISI STRATEGI PEMASARAN PRODUK
TABUNGAN WADI’AH…...... 50
A. Perencanaan dan perumusan strategi pemasaran tabungan wadi’ah bank Mega Syariah pusat……….….50
B. Implementasi pemasaran produk tabungan wadi’ah bank Mega Syariah pusat……….…55
C. Pengawasan pemasaran pada Bank Mega Syariah Pusat………... 61
BAB V PENUTUP ………..….63
A. Kesimpulan ……… 63
B. Saran-saran ……… 65
DAFTAR TABEL
[image:9.612.127.541.55.466.2]Hlm
Tabel 1 Program Pelatihan dan Pengembangan eksternal
(technicall dan soft skill)……….. 36
Tabel 2 Pertumbuhan Produk Funding bank Mega Syariah
dari tahun 2008-2009 ……… 57
DAFTAR GAMBAR
[image:10.612.138.539.55.456.2]Hlm
Gambar 1 Skema Wadi‟ah Yad Al-Amanah………...31
Gambar 2 Skema Wadi‟ah Yad Adh-Dhaammah………...31
Gambar 3 Struktur Organisasi Bank Mega Syariah ………..….44
Gambar 4 bagan PLC (product life cycle) ………..51
Gambar 5 Skema Segmentasi Pasar I Bank Mega Syariah ………...58
Gambar 6 Skema Segemntasi Pasar II Bank Mega Syariah ………..59
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk hidup selalu dihinggapi dari kompleksitas
permasalahan dan tidak akan bisa terlepas dari kegiatan-kegiatan yang berorientasi
pada aspek pemenuhan kebutuhan sehari-hari (ekonomi). Oleh karena itu manusia
sebagai subjek ekonomi oleh islam dibebani untuk berikhtiar dan berusaha sesuai
dengan kadar potensinya dan diberikan kebebasan yang seluas-luasnya untuk mencari
rezeki yang di ridhai oleh Allah SWT.
Kehidupan ekonomi tidak terlepas dari peran penting sektor jasa keuangan
pada umumnya dan perbankan pada khususnya. Melalui media inilah tujuan untuk
merealisasikan ekonomi yang sehat dengan memberdayakan dana atau potensi
investasi yang ada pada masyarakat dapat disalurkan dalam berbagai kegiatan
produktif sehingga dapat terwujud pertumbuhan ekonomi yang sehat dan
terhindar dari riba. Sebagaimana firman Allah SWt. Dalam surat Al-Baqarah ayat 275
dan Al-Imran ayat 130:
Artinya: “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.
(Q.S. Al-Baqarah: 275)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba
dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan”.1
(Q.S. Al-Imran: 130)
Peranan bank syariah menjawab ayat tersebut yang menjalankan fungsi
intermediasinya berdasarkan prinsip-prinsip syariah islam dan bebas riba. Bank
syari’ah didirikan dengan tujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan
penerapan prinsip-prinsip islam dan tradisinya kedalam transaksi keuangan dan
perbankan serta bisnis lain yang terkait.
Kegagalan bank konvensional dengan beroperasi “bunga” untuk mewujudkan
ekonomi yang sehat mengakibatkan munculnya bank-bank syari’ah yang beroperasi
berdasarkan prinsip bagi hasil dan memberikan alternatif sistem perbankan yang
saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan
dalam bertransaksi, investasi dan beretika yang mengedepankan nilai-nilai
kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi.
Setiap bank-bank syari’ah mempunyai bermacam-macam produk yang
ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di dalam menawarkan produknya
maka terjadi persaingan antara bank-bank syari’ah sehingga perlu adanya strategi
didalam pemasaran masing-masing bank tersebut. Hal ini dilakukan agar masyarakat
mengetahui dan berminat untuk mengambil manfaat dari produk-produk yang
ditawarkan sesuai dengan kebutuhannya.
1 Umar Chapra dan Tariqullah Khan,
Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan
dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut.
Dengan demikian strateti pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas
dan terarah tentang apa yang dilakukan dalam menggunakan setiap kesempatan atau
peluang pada beberapa sasaran pasar. Strategi merupakan serangkaian rancangan
besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk
mencapai tujuannya.2 Sedangkan strategi pemasaran merupakan proses pemasaran
yang mencakup beberapa hal analisis atas kesempatan-kesempatan, pemilihan
sasaran-sasaran, pengembangan strategi, perumusan rencana, implementasi serta
pengawasan.3
Dari banyaknya bank-bank syari’ah yang berkembang pada saat ini, bank
Mega Syari’ah merupakan salah satu lembaga keuangan yang kegiatan utamanya
adalah menghimpun dan menyalurkan dana untuk masyarakat. Berdirinya bank Mega
Syariah selain didasari oleh tuntutan bermuamalat secara islam yang merupakan
keinginan kuat dari sebagian umat islam di Indonesia juga sebagai langkah aktif
dalam rangka restrukturisasi perekonomian Indonesia yang dituangkan dalam
berbagai paket kebijaksanaan keuangan, moneter dan perbankan secara umum.
Sedangkan secara khusus adalah mengisi peluang terhadap kebijaksanaan yang
2
William J. Stanton, Prinsip Pemasaran, Alih Bahasa Wilhelmus W. Bokowatun, (Jakarta: Erlangga, !991), h. 5
3 Save M.Dagun,
membebaskan bank dalam penerapan tingkah suku bunga (rate interest) yang
kemudian dikenal dengan bank tanpa bunga.4
Dalam upaya untuk mewujudkan perbankan yang terbaik, bank Mega
Syari’ah selalu berpegang pada azas profesionalisme, keterbukaan dan kehati-hatian.
Didukung oleh beragam produk dan fasilitas perbankan terkini, bank Mega Syariah
terus berkembang, hingga per Desember memiliki 395 jaringan kerja yang terdiri dari
kantor cabang, cabang pembantu dan kantor kas yang tersebar dihampir seluruh kota
besar di pulau jawa, Bali, Sumatera, kalimantan dan Sulawesi.
Bank mega syariah sebagai lembaga keuangan mempunyai strategi-strategi
pemasaran pada setiap produk-produk yang mereka tawarkan. Hal ini dilakukan agar
masyarakat mengetahui dan tertarik untuk mengambil manfaat dari produk yang
ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Tabungan utama IB, Fleksi
IB, Tabungan Rencana IB, Tabungan Haji IB, Tabungan Investasya IB, Giro Utama
IB, Deposito IB merupakan produk-produk pendanaan Bank Mega Syari’ah dimana
masing-masing produk tersebut mempunyai keunggulan. Misalnya, tabungan utama
IB adalah simpanan wadi‟ah yang memungkinkan investasi sesuai syariah sekaligus
memperoleh kemudahan mengelola dana selayaknya tabungan.
Tabungan Utama IB diperuntukkan bagi perorangan dan institusi dan bisa
dimiliki dengan sangat mudah diantaranya:
1. Cukup dengan mengunjungi cabang kami terdekat
2. Mengisi formulir pembukaan rekening
4 Warku su itro, “
3. Melengkapi formulir dengan kartu identitas diri yang sah dan masih berlaku bagi
perorangan atau legalitas institusi, identitas pengurus yang sah dan masih berlaku
NPWP serta akte pendirian bagi nasabah institusi.
4. Melakukan akad dan kontrak pembukaan rekening
5. Menyetor dana pembukaan tabungan utama IB
Dengan menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang
beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif, Bank Mega Syari’ah
menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat diminati oleh seluruh
golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Berdasarkan penjelasan diatas penulis menuangkan hasil penelitian dalam
skripsi ini dengan judul: Strategi Pemasaran Produk Tabungan Wadi’ah Bank
Mega Syariah Pusat.
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan masalah
Untuk menghindari terlalu luas dan melebarnya pembahasan serta
mempertajam bahasan, maka pembahasan yang akan dikaji dan diteliti penulis akan
memberikan pembatasan masalah pada Strategi Pemasaran Produk tabungan Wadi’ah
Bank Mega Syariah Pusat tahun 2009.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka perumusan
masalah pada penelitian ini adalah:
a. Perencanaan dan perumusan strategi pemasaran tabungan wadi‟ah Bank Mega
b. Implementasi Strategi pemasaran produk tabungan wadi‟ah bank Mega Syari’ah
pusat?
c. Pengawasan Produk tabungan wadi‟ah bank Mega Syari’ah Pusat?
C. Tujuan dan manfaat Penelitian
Dari perumusan masalah tersebut maka tujuan dan manfaat penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan perumusan strategi pemasaran
tabungan wadi‟ah Bank Mega Syari’ah Pusat.
b. Untuk mengetahui Implementasi Strategi pemasaran produk tabungan wadi‟ah
bank Mega Syari’ah pusat.
c. Untuk mengetahui Pengawasan Produk tabungan wadi‟ah bank Mega Syari’ah
Pusat.
2. Manfaat Penelitian
a. Secara Akademis
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya ilmu
pengetahuan dan dapat dijadikan bahan kajian pustaka bagi peminat studi lembaga
keuangan islam, khususnya perbankan syari’ah serta dapat menjadi referensi dan
tambahan literatur bagi peneliti selanjutnya.
b. Secara Praktis
Manfaat penelitian ini secara praktis adalah untuk menggambarkan strategi
pemasaran tabungan wadi‟ah yang diterapkan oleh bank Mega Syari’ah dalam
masyarakat khususnya yang beragama islam untuk menggunakan produk-produk
bank syari’ah.
D. Tinjauan Pustaka
Pembahasan mengenai pemasaran memang selalu mewarnai berbagai judul
buku dan skripsi. Hal ini tidak dipungkiri, oleh karena itu langkah pertama yang
dilakukan dalam penelitian ini adalah mengadakan eksplorasi terhadap berbagai
sumber penelitian yang mungkin dapat digali. Dari survey awal diketahui bahwa ada
beberapa skripsi yang berkaitan dengan pemikiran tentang startegi pemasaran.
Diantaranya adalah:
1. Skripsi Kholil Daulay, Jurusan Manajemen Dakwah, 2006 yang mencoba
menjelaskan tentang bagaimana strategi pemasaran mudharabah pendidikan yang
diterapkan oleh Divisi Asuransi Jiwa Bumiputera 1912.
2. Skripsi Dede Mahfudh, Jurusan Manajemen Dakwah, 2006 yang mencoba
menjelaskan bagaimana strategi pemasaran murabahah BPRS amanah Ummah di
Leuwiliang Bogor.
3. Skripsi Siti Muawiyah, Jurusan MEI, 2004 yang menjelaskan tentang bagaimana
strategi pemasaran produk pembiayaan dalam peningkatan pendapatan pada bank
BPRS At-Taqwa Garuda Utama.
Perbedaan dengan penulis dari skripsi-skripsi tersebut terletak pada objek dan
subjek penelitiannya yaitu tabungan wadi‟ahpada Bank Mega Syari’ah Pusat.
E. Metodologi Penelitian
Metode penelitian bermakna seperangkat pengetahuan tentang
tertentu untuk diolah, dianalisis, diambil kesimpulan dan selanjutnya dicari cara
pemecahannya.5
1. Metode penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif
deskriptif. Metodologi penelitian kualitatif adalah berupa prosedur penelitian yang
menghasilkan data dekriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
prilaku yang dapat diamati.6
Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor adalah prosedur penelitian
yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang atau
prilaku yang diamati sedangkan menurut Krilk dan Miller mengatakan baahwa
penelitian kualitatif adalah penelitian yang tergantung pada pengamatan sesuai
dengan kemampuan yang berhubungan langsung dengan orang-orang sekitar objek
penelitian.7
2. Subjek dan objek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah Bank Mega Syari’ah Pusat. Sedangkan
yang menjadi objek penelitian ini adalah tentang Strategi Pemasaran Produk
Tabungan Wadi‟ahpada Bank Mega Syari’ah Pusat.
3. Lokasi Penelitian
Penulis melakukan penelitian dikantor Pusat Bank Mega syari’ah. Jln. Kapten
Tendean 12-14 A Jakarta 12790. Telepone (021) 79175500 Fax. (021) 79193500.
5
Wardi Bakhtiar, Metodologi Penelitian Ilmu dakwah, (Jakartaa: Logos, 1997) Cet ke-1
6
Nurul Hidayati, Metodologi Penelitian Dakwah dengan Pendekatan Kualitatif, (Jakarta: UIN Jakarta Press) h.8.
7 Lexi J Moleong,
4. Sumber Data
Adapun data yang digunakan penulis dalam skripsi ini menggunakan dua
sumber data, yaitu:
a. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari hasil wawancara pihak
yang bersangkutan serta dokumentasi atau arsip perusahaan. Nama objek
wawancara Bank Mega Syari’ah adalah Rendy M.Kurnia bagian Product
Development BMS. Serta Annual Report yang merupakan arsip perusahaan
laporan tahunan Bank Mega syari’ah.
b. Data sekunder adalah data yang diperoleh yang literatur-literatur kepustakaan
yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas baik itu berupa buku sumber
jurnal, surat kabar atau dari sumber lain yang relevan dengan pokok masalah
dalam penyusunan skripsi ini. Buku yang berjudul Manajemen Pemasaran
“dasar, konsep dan strategi” yang dikarang oleh Sofjan Assauri merupakan salah
satu buku yang dipergunakan sebagai bahan kepustakaan dalam penyusunan ini.
5. Teknik Pengumpulan Data.
Untuk mengumpulkan data yang berkenaan dengan judul penelitian penulis
menggunakan jenis pengumpulan data sebagai berikut:
a. Studi kepustakaan
Merupakan suatu metode mengkaji data-data yang diperoleh dari buku-buku,
bahan-bahan referensi, artikel, brosur dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan
dengan pembahasan skripsi ini.8
8
b. Interview
Interview (wawancara) adalah percakapan langsung yang dilakukan oleh dua
belah pihak dengan maksud tertentu. Yaitu pewawancara (yang mengajukan
pertanyaan) dan yang diwawancarai (yang memberikan jawaban) atas pertanyaan itu.9
Wawancara dilakukan dengan tidak terstruktur dan tidak terlalu formal karena untuk
menghindari antara peneliti dengan responden dengan wawancara bersifat pribadi.
Nama objek wawancara dalam penelitian ini di BankMega Syari’ah Pusat adalah
Rendy M.Kurnia bagian Product Development BMS.
c. Observasi.
Observasi berarti pengamatan dan pencatatan sistematis terhadap fenomena
yang diselidiki.10 Untuk mencari informasi dan mengumpulkan data yang diperlukan
penulis mendatangi langsung kantor Bank Mega Syari’ah Pusat. Observasi yang
diamati yaitu pada Strategi Pemasaran Tabungan wadi‟ahBank Mega Syari’ah Pusat.
d. Dokumentasi.
Dokumentasi berupa data tertulis yang mendukung keterangan dan penjelasan
serta pemikiran tentang fenomena yang aktual. Dokumentasi dalam penelitian ini
berupa profil-profil produk-produk Bank Mega Syari’ah.
6. Teknis Analisis Data
Metode analisis data ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif yang
bertujuan menggambarkan secara sistematis mengenai apa yang terjadi dilapangan
kemudian melakukan analisis dari hasil temuan tersebut dengan menyesuaikan antara
9 Lexy J.Moleong,
Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarta), h.135.
10
temuan dan teori.11 Penulis menguraikan dan memberikan gambaran mengenai semua
data yang diperoleh kemudian membuat analisis komparatif sesuai rumusan masalah
dan tujuan penelitian.
7. Pedoman Penulisan
Adapun teknik penulisan yang digunakan berpedoman pada buku pedoman
penulisan skripsi, Tesis dan Disertasi UIN syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2007.
F. Sistematika Penulisan
Bab I : Pendahuluan
Berisi latar belakang masalah pembahasan dan perumusan masalah, tujuan
dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian dan sistematika
penelitian.
Bab II : Landasan Teori
Berisi tentang pengertian strategi, pengertian tabungan, pengertian strategi
pemasaran, segmentasi pasar, target pasar, bauran pasar, pengertian wadi‟ah,
pengertian tabungan wadi‟ah, landasan syari’ah (hukum wadi‟ah), dan
macam-macam wadi‟ah.
Bab III : Gambaran Umum bank Mega Syari’ah
Berisikan tentang sejarah singkat dan perkembangan Bank Mega Syari’ah,
visi dan misi serta nilai-nilai Bank Mega Syari’ah, struktur organisasi dan produk
-produk yang dihasilkan, syarat-syarat membuka tabungan wadi‟ah.
Bab IV : Analisi Mekanisme Tabungan wadi‟ah
11
Berisikan tentang perencanaan dan perumusan strategi pemasaran tabungan
wadi‟ah bank Mega Syari’ah Pusat, Implementasi strategi pemasaran produk
tabungan wadi‟ah, dan pengawasan tabungan wadi‟ah pada bank Mega Syari’ah
Pusat.
Bab V : Penutup
BAB II TINJAUAN TEORI A. Konsep Strategi Pemasaran
1. Pengertian strategi
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Strategos yang diambil dari
kata stratos yang berarti militer dan Ag yang berarti memimpin. Pada konteks
awalnya, strategi diartikan sebagai generalship atau sesuatu yang dilakukan oleh para
jenderal dalam membuat rencana untuk menaklukkan musuh dan memenangkan
perang.12 Namun pada akhirnya, strategi berkembang untuk semua kegiatan
organisasi termasuk keperluan ekonomi, sosial, budaya dan agama.13
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa istilah strategi adalah
suatu ilmu untuk menggunakan sumberdaya-sumberdaya untuk melaksanakan
kebijakan tertentu.14
Sedangkan menurut Din Syamsudin, strategi mengandung arti antara lain:
a. Rencana dan cara yang seksama untuk mencapai tujuan.
b. Seni dalam mensiasati pelaksanaan rencana atau program untuk mencapai tujuan.
c. Sebuah penyesuaian terhadap lingkungan untuk menampilkan fungsi dan peran
penting dalam mencapai keberhasilan.15
12
Setiawan Hari Purnomo dan Zulkiefli Mansyah, Manajemen Strategi, Sebuah Konsep Pengantar, (Jakarta: LPPEE UI, 1999), h. 8.
13Rafi’udi da Ma a Ab
dul Djaliel, Prinsip dan Strategi Dakwah, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), h. 76.
14
Tim Penyusun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997), h. 199.
15 Din Syamsudin,
Menurut Sondang Siagian untuk memenuhi persyaratan-persyaratan strategi
yang baik, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi antara lain:
a. Strategi sebagai keputusan jangka panjang harus mengandung penjelasan singkat
tentang masing-masing komponen dari strategi organisasi yang bersangkutan,
dalam arti terlihat kejelasan dari ruang lingkup, pemanfaatan sumber dana dan
daya, serta keunggulannya, bagaimana menghasilkan keunggulan tersebut dan
sinergi antara komponen-komponen tersebut diatas.
b. Strategi sebagai keputusan jangka panjang yang mendasar sifatnya harus
memberikan petunjuk tentang bagaimana strategi akan membawa organisasi lebih
cepat dan efektif menuju tercapainya tujuan dan berbagai sasaran organisasi.
c. Strategi organisai dinyatakan dalam pengertian fungsional, dalam arti jelasnya
satuan kerja sebagai pelaksana utama kegiatan melalui pembagian kerja yang
jelas sehingga kemungkinan terjadinya tumpah tindih, saling lempar tanggung
jawab dan pemborosan dapat dicegah.
d. Pernyataan strategi itu harus bersifat spesifik dan tepat, bukan merupakan
pernyataan-pernyataan yang masih dapat diimplementasikan dengan berbagai
jenis interprestasi yang pada selera dan persepsi individu dari pembuat
interprestasi.16
2. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan fungsi pokok bagi perusahaan. Semua perusahaan
berusaha memproduksi dan memasarkan produk atau jasa untuk memenuhi
16 Sondang Siagian,
kebutuhan konsumen. Menurut Kotler dan Amstrong, pemasaran adalah sebuah
proses sosial dan manajerialnya yang dengannya individu-individu dan
kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dengan
menciptakan dan saling mempertukarkan produk-produk dan nilai satu sama lain.17
Menurut Basu Swastha dan Irawan, pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukanuntuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang
memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.18
Dari defenisi tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya proses pemasaran itu
terjadiatau dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi.
Keputusan-keputusan dalam pemasaran harus dibuat untuk menentukan produk pasar, harga dan
promosinya. Kegiatan pemasaran tidak bermula pada saat selesainya proses produksi,
juga tidak berakhir pada saat penjualan dilakukan.
Ada beberapa konsep alternatif yang dilakukan organisasi dalam menjalankan
kegiatan-kegiatan pemasaran19 yaitu:
a. Konsep Produksi
Konsep produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai
produk-produk yang tersedia dan selaras dengan kemampuan (highly affordable) dan bahwa
manajemen sebaiknya memusatkan perhatian pada peningkatan efesiensi produk dan
distribusi. Konsep ini merupakan salah satu dari falsafah tertua yang menentukan
17
Kotler dan Amstrong, Prinsip-prinsip Pemasaran, (Jakarta, Erlangga, 1997), edisi ke-3, Jilid 1, h.3.
18
Bashu Swastha DH dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 1997), h. 5.
19
para penjual tujuan utama Allah swt menciptakan bumi ialah untuk diberikan kepada
manusia agar dapat menggunakan sumber-sumber yang adan dibumi untuk
memperoleh rezeki, dan manusia haruslah berjuang untuk memperolehnya.20
b. Konsep produk
Gagasan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan
mutu, kinerja dan penampilan terbaik dan bahwa suatu organisasi sebaiknya
mencurahkan tenaganya untuk melakukan perbaikan produk secara
berkesinambungan. Produk yang ditawarkan adalah produk yang halal dan tidak
boleh menghasilkan serta memperjualbelikan produk haram yang secara tegas
dilarang oleh hukum syara. Seperti yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam
Firman-Nya:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar,
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan”. (Q.S. Al-Maidah: 90)
c. Konsep Penjualan
Gagasan konsumen bahwa tidak akan membeli cukup produk perusahaan
kecuali jika perusahaan tersebut melakukan upaya-upaya dan promosi yang gencar
20 Fajrul Rahman,
Pertukaran yang merupakan konsep inti dari pemasaran, mencakup perolehan
produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya.
Supaya muncul potensi pertukaran, ada beberapa persyaratan berikut yang harus
dipenuhi:
a) Sekurang-kurangnya ada dua pihak
b) Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin bernilai bagi pihak lain
c) Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan menyerahkan sesuatu
d) Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pertukaran
e) Masing-masing pihak yakin bahwa bertransaksi dengan pihak lain merupakan
yang tepat dan diinginkan.21
3. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan
dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah
perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “strategi adalah
serangkaian rancangan besar yang menggambarkan sebuah perusahaan harus
beroperasi untuk mencapai tujuannya.22
Bygrave (1996) mendefinisikan strategi pemasaran sebagai kumpulan
petunjuk dan kebijakan yang digunakan secara efektif untuk mencocokan program
pemasaran (produk, harga, promosi dan distribusi) dengan peluang pasar guna
mencapai sasaran usaha. Dalam bahasa yang lebih sedarhana, suatu strategi
21
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT.Macanan Jaya Cemerlang, 2007), edisi 12, jilid 1 h.7-8
22 William J. Stanton,
pemasaran pada dasarnya menunjukkan bagaimana sasaran pemasaran dapat
dicapai.23
Kamus besar Ilmu Pengetahuan menjelaskan bahwa strategi pemasaran
merupakan proses pemasaran yang mencakup hal-hal mengenai analisis atas
kesempatan, pemilikan sasaran, pengembangan strategi, perumusan rencana,
implementasi dan pengawasan.24
Strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam
keberhasilan tujuan organisasi, karena didalamnya berisi gambaran atau pedoman
yang jelas dan terarah apa yang akan dilakukan dalam menggunakan kesempatan dan
peluang pada beberapa pasar sasaran. Strategi pemasaran antara lain dibutuhkan
untuk menentukan konsumen-konsumen manakah yang dituju. Ini berarti bahwa
dengan strategi pemasaran, manajer pemasaran dapat mengetahui konsumen tertentu
sebagai sasarannya, sehingga dapat diketahui kepuasan seperti apakah yang
diharapkan oleh konsumen tersebut, kemudian mengidentifikasikan keinginan mereka
agar dapat menentukan kombinasi elemen-elemen marketing mix (produk, harga,
distribusi, dan promosi) agar program pemasaran berjalan efektif.
4. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah suatu cara untuk membedakan pasar menurut
golongan pembeli, kebutuhan pemakai, motif, prilaku, kebiasaan pembelian, cara
23
Ismail Yusanto, M. Karebet Widjayakusuma, menggagas Bisnis Islam, (Jakarta: GIP, 2002) h. 169)
24
penggunaan produk dan tujuan pembelian produk tersebut.25 Dengan segmentasi
pasar, sumber daya yang terbatas dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan
produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, dapat mengalokasikannya kepada
potensial yang paling menguntungkan, dan dapat ikut bersaing dalam segmen
tertentu, serta dapat menentukan cara-cara promosi yang efektif.
Segmentasi pasar dapat juga diartikan bermacam-macam kategoro atau
karakteristik pasar. Misalnya, segmentasi daerah pemasaran, ukuran pasar, kelompok,
pendapatan, status sosial masyarakat dan sebagainya.26
Agar proses segmentasi pasar tersebut dapat efektif dan bermanfaat bagi
perusahaan, maka segmen pasar harus memenuhi kriteria dan syarat berikut:
a. Dapat diukur (measurable), baik besarnya maupun luasnya serta daya beli segmen
pasar tersebut.
b. Dapat dicapai atau dijangkau (accessible), sehingga dapat dilayani secara efektif
c. Cukup luas (substantial), sehingga dapat menguntungkan jika melayani
d. Dapat dilaksanakan (actionable), sehingga semua program yang telah disusun
untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.
Faktor-faktor tersebut membantu untuk menilai kelayakan pasar dari produk
perusahaan untuk di segmentasikan atau tidak.27 Tujuan dari segmentasi pasar adalah:
25
Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, Dasar, konsep dan Strategi (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2004), cet ke-7, h.144.
26
Soekartiwi, Manajemen Pemasaran dalam Bisnis Modern, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1993), cet-1, h.47
27 Sofjan Assauri,
a. Agar kegiatan organisasi pemasaran lebih terarah sehingga dapat menentukan
segmen mana yang lebih diutamakan.
b. Agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan
tingkat efesiensi yang tinggi.
c. Agar perusahaan dapat lebih kompetitif.
5. Target Pasar
Target pasar adalah memilih salah satu lebih segmen pasar untuk dimasuki
dengan cara mengevalusi beragam segmen, memutuskan berapa banyak serta segmen
mana yang akan dijadikan sasaran.
Dalam menentukan target pasar, perusahaan dapat menempuh tiga strategi,
diantaranya:
a. Undifferentiated Marketing. Dalam strategi ini, perusahaan mencoba untuk
mengembangkan produk tunggal yang dapat memenuhi keinginan semua atau
banyak orang. Strategi ini tidak banyak dipakai perusahaan.
b. Differentiated Marketing. Strategi ini banyak dipakai perusahaan. Disini
perusahaan mencoba untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok pembeli
tertentu (segmen pasar) dengan membagi pasar ke dalam dua kelompok atau
lebih.
c. ConcentratedMarketing. Perusahaan hanya memusatkan usahanya pada satu atau
beberapa kelompok pembeli saja, sehingga perusahaan mengembangkan produk
yang lebih ideal bagi kelompok tersebut.28
28
Sedangkan untuk mencapai target pasar, penjual dapat memilih dua macam
strategi harga yang paling dianggap ekstrim, yaitu:
a. Skim the cream pricing (skiming pricing)
Strategi ini merupakan strategi penerapan harga yang setinggi-tingginya.
Harga yang dimaksud untuk menutup biaya penelitian, pengembangan dan promosi.
b. Penetrasi pricing
Merupakan strategi penetapan harga yang serendah-rendahnya, yang
bertujuan untuk mencapai volume penjualan sebesar-besarnya dalam waktu yang
relative singkat. Strategi ini lebih agresif dibandingkan dengan skimming pricing dan
dapat memperkuat kedudukan perusahaan dalam persaingan.
6. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran terdiri dari sebuah kumpulan keputusan strategi yang
dibuat dibidang-bidang produk, promosi, harga dan distribusi untuk bertujuan
kenyamanan para pelanggan didalam suatu pasar sasaran. Sejumlah variable termasuk
didalam keempat bidang ini adalah sangat besar, membuat ratusan kombinasi
mungkin dilakukan.29
Philip Kotler mendefinisikan Marketing Mix sebagai perangkat
variabel-variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan untuk menghasilkantanggapan yang
diinginkan dalam pasar sasaran. Kegiatan-kegiatan pemasaran perlu dikombinasikan
dan dikoordinir agar perusahaan dapat melakukan tugas pemasarannya se efektif
29 Donald A. Ball dan Wendell H.Mcclloch,
mungkin, dikarenakan keempat unsur (4P) dalam kombinasi tersebut saling
berhubungan masing-masing elemen didalamnya selaing mempengaruhi.
a. Produk (Product)
Menurut Philip Kotler, produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan
dipasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang
dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.30
Produk adalah fokus sentral dari bauran pemasaran. Jika produk gagal
memuaskan kebutuhan konsumen, berapa pun besarnya promo, potongan harga, atau
distribusi tidak akan berhasil membujuk mereka untuk membeli. Para konsumen tidak
akan membeli ulang deterjen jika pakaian yang telah dicuci tidak sebersih seperti
dikatakn dalam iklan TV. Mereka tidak akan diberdayakan oleh iklan-iklan yang
mengumumkan jasa yang bersahabta apabila pengalaman menunjukkan sebaliknya.31
Pengembangan produk-produk dapat dilakukan setelah menganalisa
kebutuhan dan keinginan pasarnya, dan sebelum produk itu mencapai tahap
kedewasaan yang akan menuju tahap penurunan. Basu Swastha memberikan strategi
kebijakan sebagai berikut:
1) Modifikasi Pasar, yaitu perusahaan berusaha menemukan pembeli-pembeli baru bagi produknya
2) Modifikasi produk, yaitu dengan cara mengubah sifat-sifat dari produk yang dapat memikat pembeli baru dan pembeli lama.
30
Ibid, h. 20.
31 Donald A. Ball dan Wendell H.Mcclloch,
3) Modifikasi Marketing Mix, yaitu perubahan atau perbaikan pada elemen-elemen
marketing mix
b. Harga (price)
Harga merupakan penetapan jumlah yang harus dibayar oleh pelanggan untuk
memperoleh suatu produk, dan harga suatu barang atau jasa merupakan penentu bagi
permintaan pasarnya. Harga dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan
juga mempengaruhi market shared-nya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam
penetapan harga antara lain:
1) Biaya (cosy) perusahaan
2) Keuntungan
3) Praktek saingan
4) Perubahan keinginan pasar
Kebijakan harga ini menyangkut pula penetapan jumlah potongan dan
sebagainya yang berhubungan dengan harga. Dasar penetapan harga adalah atas dasar
persaingan pasar ketat. Dalam hal ini dalam menetapkan harga disesuaikan menurut
kebutuhan perusahaan dalam hal persaingan dengan perusahaan lain yang merupakan
pesaing-pesaingnya.32
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi beberapa faktor
seperti:
1) Keadaan perekonomian
2) Penawaran dan permintaan
3) Elastisitas permintaan
32
4) Persaingan
5) Biaya
6) Tujuan perusahaan
7) Pengawasan pemerintahan
c. Promosi (promotion)
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk
mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan
pertukaran dalam pemasaran.33
Menurut Murti Sumarni promosi merupakan cara langsung atau tidak
langsung untuk mempengaruhi konsumen agar lebih suka membeli suatu merk barang
tertentu.34
Hal yang perlu diperhatikan dalam promosi adalah pemilihan bauran promosi
(promotion mix). Bauran promosi terdiri atas:
1) Iklan (advertising)
2) Penjualan perorangan (personel selling)
3) Promosi penjualan (sales promotion)
4) Hubungan masyarakat (public relation)
5) Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)
6) Surat pemberitahuan langsung (direct mail)
Pemasar dapat memilih sarana yang dianggap sesuai untuk mempromosikan
jasa mereka. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam promosi, yaitu:
33 Basu Swastha,
Azas-azas Marketing,. h. 237.
34
1) Identifikasi terlebih dahulu audiens targetnya: hal ini berhubungan dengan
segmentasi pasar.
2) Tentukan tujuan promosi: apakah untuk menginformasikan, memengaruhi, atau
mengingatkan.
3) Kembangkan pesan yang disampaikan: hal ini berhubungan dengan isi pesan (apa
yang harus disampaikan), struktur pesan (bagaimana menyampaikan pesan secara
logis), gaya pesan (ciptakan bahasa kuat), sumber pesan (siapa yang harus
menyampaiannya).
4) Pilih bauran komunikasi: apakah itu komunikasi personal (personal
communicatin) atau komunikasi nonpersonal (nonpersonal communication).35
d. Tempat (Place)
Tempat yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang
dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara
lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transport.
B. Konsep Tabungan Wadi’ah 1. Pengertian Tabungan
Berdasarkan undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas
undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan, yang dimaksud dengan
tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan alat
lainnya yang dipersamakan dengan itu. Adapun yang dimaksud dengan tabungan
35 Rambat Lupiyoardi dan A. Hamdani,
syari’ah adalah tabungan yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip syari’ah. Dalam
hal ini, dewan syari’ah nasional telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa
tabungan yang dibenarkan adalah tabungan yang berdasarkan prinsip wadi‟ah dan
mudharabah.36
2. Pengertian Wadi’ah
Barang titipan dikenal dalam bahasa fiqh dengan al-wadi‟ah, menurut bahasa
(Ma Wudi‟ah „inda Ghair Malikihi Layahfadzahu), berarti bahwa wadi‟ah ialah
memberikan. Makna yang kedua al-wadi‟ah dari segi bahasa ialah menerima, seperti
seseorang berkata, “awda „tuhu” artinya aku menerima harta tersebut darinya
(Qabiltu minhu Dzalika al-Mal Liyakuna Wadi‟ah „indi). Secara bahasa al-wadi’ah
memiliki dua makna, yaitu memberikan harta untuk dijaganya dan pada
penerimaannya (I‟tha „u al-mal Liyahfadzahu wa fi Qabulihi).37
Dalam tradisi fiqih islam, prinsip titipan atau simpanan dikenal dengan prinsip
al-wadi‟ah. Al- wadi‟ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak kepihak
lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan
saja sipenitip menghendaki.38
Sedangkan menurut Idris Ahmad bahwa wadi‟ah artinya barang diserahkan
(diamanahkan) kepada seseorang supaya barang itu dijaga dengan baik-baik.39
Menurut syafi’iyah al-wadi‟ah memiliki tiga rukun disertai syarat, yaitu:
36
Adiwarman A.Karim, Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007) edisi-3, h.297.
37
Abdurrahman al-Jaziri, Al-fi h ala Mazahib al-a abah, tahun 1969, h.248.
38 Sayyid Sabiq,
Fiqhus Sunnah, (Beirut: darul-kitab al-arabi, 1987), cet ke-8, h.3.
39
a. Barang yang dititipkan, syarat barang yang dititipkan adalah barang atau benda
itu merupakan sesuatu yang dapat dimiliki menurut syara’
b. Orang yang menitipkan dan yang menerima titipan, disyaratkan bagi penitip dan
penerima titipan sdah baliqh, berakal serta syarat-syarat lain yang sesuai dengan
syarat-syarat berwakil.
c. Shigat ijab dan Qabul al-wadi‟ah, disyaratkan pada ijab qabul ini dimengerti oleh
kedua belah pihak, baik dengan jelas maupun samar.40
Sedangkan rukun-rukun wadi’ah diantaranya adalah:
a. Barang/uang yang disimpan/dititipkan (wadi‟ah)
b. Pemilik barang/uang yang bertindak sebagai pihak yang menitipkan (muwaddi‟)
c. Pihak yang menyimpan atau memberikan jasa (mustawda‟)
d. Ijab qabul (sighat)
Dari pengertian-pengertian al-wadi‟ah diatas maka penulis dapat memahami
dan menjelaskan bahwa yang dimaksud al-wadi‟ah adalah penitipan, yaitu akad
seseorang kepada yang lain dengan menitipkan seuatu barang untuk dijaga secara
layak dan aman. Apabila ada kerusakan pada benda titipan, padahal benda tersebut
dijaga dengan sebagai mana layaknya dan baik maka penerima titipan tidak wajib
untuk menggantinya, tetapi bila kerusakan itu disebabkan oleh kelalaiannya maka ia
wajib menggantinya.
3. Tabungan wadi’ah
Tabungan wadi‟ah merupakan tabungan yang dijalankan berdasarkan akad
wadi’ah, yakni titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat sesuai
40
dengan kehendak pemiliknya. Berkaitan dengan produk tabungan wadi‟ah, bank
syari’ah menggunakan akad wadi‟ah yad adh-dhamanah. Dalam hal ini, nasabah
bertindak sebagai penitip yang memberikan hak kepada bank syari’ah untuk
menggunakan atau memanfaatkan uang atau barang titipannya, sedangkan bank
syari’ah bertindak sebagai pihak yang dititipi dana atau barang tersebut dana atau
barang yang disertai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan dana atau barang
tersebut. Sebagai konsekuensinya, bank bertanggung jawab terhadap keutuhan harta
titipan tersebut serta mengembalikannya kapan saja pemiliknya menghendaki. Disisi
lain, bank juga berhak sepenuhnya atas keuntungan dari hasil penggunaan atau
pemanfaatan dana atau barang tersebut.41
Mengingat wadi‟ah yad dhamanah ini mempunyai implikasi hukum yang
sama dengan qardh, maka nasabah penitip dan bank tidak boleh saling menjanjikan
untuk membagi hasilkan keuntungan harta tersebut. Namun demikian, bank
diperkenankan memberikan bonus kepada pemilik harta titipan selama tidak
disyaratkan dimuka. Dengan kata lain, pemberian bonus merupakan kebijakan bank
syari’ah semata yang bersifat sukarela.42
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan beberapa ketentuan umum
tabungan wadi‟ah sebagai berikut:
a. Tabungan wadi‟ah merupakan tabungan yang bersifat titipan murni yang harus
dijaga dan dikembalikan setiap saat dengan kehendak pemilik harta.
41
Adiwarman A. Karim, Bank Islam Analisi Fiqih dan Keuangan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada: 2007), edisi-3, h.298.
42
b. Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dana atau pemanfaatan barang menjadi
milik atau tanggungan bank, sedangkan nasabah penitip tidak dijanjikan imbalan
dan tidak menanggung kerugian.
c. Bank dimungkinkan memberikan bonus kepada pemilik harta sebagai insentif
selama tidak diperjanjian dalam akad pembukaan rekening.
4. Landasan Syari’ah (Hukum)
Al-wadi‟ah adalah amanat bagi orang yang menerima titipan dan ia wajib
mengembalikannya pada waktu pemilik meminta kembali. Firman Allah SWT dalam
surat An-Nisa: 58 dan juga pada surat Al-Baqarah: 283
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum
di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah
Maha mendengar lagi Maha melihat”. (Q.S. An-Nisa: 58)
Artinya: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai)
tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). akan tetapi jika sebagian kamu
mempercayai sebagian yang lain, Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan
amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan
janganlah kamu (para saksi) Menyembunyikan persaksian. dan Barangsiapa yang
menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya;
dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Al-Baqarah: 283)
Sedangkan dari Abu Hurairah, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW
bersabda, Tunaikanlah amanah (titipan kepada yang berhak menerimanya) dan
janganlah membalas khianat kepada orang yang telah mengkhianatimu. (H.R. Abu.
Daud dan Tirmidzi)
5. Macam-macam Wadi’ah
Pada pelaksanaannya, wadi’ah terdiri dari dua jenis yaitu:
a. Wadi‟ah yad al-amanah
b. Wadi‟ah yad adh-dhamanah
Wadi‟ah yad al-amanah adalah akad penitipan barang/uang dimana pihak
penerima titipan tidak diperkenankan menggunakan barang/uang yang dititipkan dan
tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang titipan yang bukan
diakibatkan perbuatan atau kelalaian penerima titipan.43
43 Sunarto Zulkifli,
Adapun Skema dari wadi‟ah Yad Al-Amanah
2 Penyerahan Barang
1 akad wadi‟ah
[image:41.612.114.538.66.413.2]3 Pengembalian barang saat diminta
Gambar 1 Skema Wadi‟ah Yad Al-amanah
Sedangkan wadi‟ah yad adh-dhamanah adalah akad penitipan barang/uang
dimana pihak penerima titipan dengan atau tanpa izin pemilik barang/uang dapat
memanfaatkan barang/uang titipan dan harus bertanggung jawab terhadap kehilangan
atau kerusakan barang/ uang titipan. Semua manfaat dan keuntungan yang diperoleh
dalam penggunaan barang/uang tersebut menjadi hak penerima titipan. Pada prinsip
transaksi ini, pihak yang menitipkan barang/uang tidak perlu mengeluarkan biaya,
bahkan atas kebijakan pihak yang menerima titipan pihak yang menitipkan dapat
memperoleh manfaat berupa bonus atau hadiah.
Adapun Skema dari wadi‟ah Yad Adh-Dhmanah
2 Penyerahan Barang
1 akad wadi‟ah
6 memberikan bonus
4 memperoleh barang/uang 3 pemanfaatan
manfaat
Barang 5 pengembalian barang saat diminta
Gambar 2 Skema dari Wadi‟ah Yad Adh-Dhmanah
Pemanfaatan Barang/uang
Muwaddi Mustawda
[image:41.612.116.539.508.673.2]BAB III
GAMBARAN UMUM BANK MEGA SYARI’AH
a. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
Sejarah kelahiran Bank Mega Syariah berawal dari akusisi PT Bank Umum
Tugu oleh CT Corpora (d/h PT Mega Corpora dan PT Para Rekan Investama) pada
tahun 2001. Sejak awal, pemegang saham berkeinginan untuk mengkonversi bank
yang berdiri tahun 1990 ini menjadi bank umum syariah.
Pada tanggal 25 Agustus 2004, bank hasil konversi PT Bank Umum Tugu
resmi beroperasi secara syariah dengan nama PT Bank Syariah Mega Indonesia
(BSMI). Selanjutnya pada Tanggal 7 November 2007, Bank Mega Syariah yang
merupakan sister company dari PT. Bank Mega Tbk. mengganti logo baru yang
memiliki bentuk yang sama dengan Bank Mega. Namun logo Bank Mega Syariah
mempunyai ciri khusus yaitu warna logo rich magenta dan yellow gold.44
Sebagai pemegang saham mayoritas, CT Corpora memiliki komitmen dan
tanggung jawab penuh untuk menjadikan Bank Mega Syariah sebagai bank syariah
terbaik di industri perbankan syariah nasional. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan
pemegang saham yang terus memperkuat modal bank. Dengan permodalan yang kuat
Bank Mega Syariah akan mampu memberikan pelayanan terbaik guna menghadapi
persaingan perbankan yang semakin ketat dan kompetitif.
Sebagai pemegang saham mayoritas, CT Corpora memiliki komitmen dan
tanggung jawab penuh untuk menjadikan Bank Mega Syariah sebagai bank syariah
terbaik di industri perbankan syariah nasional. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan
pemegang saham yang terus memperkuat modal bank. Dengan permodalan yang kuat
Bank Mega Syariah akan mampu memberikan pelayanan terbaik guna menghadapi
persaingan perbankan yang semakin ketat dan kompetitif.
Dengan semboyan “Untuk Kita Semua”, pemegang saham bersama seluruh
jajaran manajemen Bank Mega Syariah, senantiasa bekerja keras, berpegang pada
prinsip kehati-hatian, menjunjung asas keterbukaan dan profesionalisme dalam
menjalankan kegiatan usahanya. Ditengah ketatnya persaingan, Bank Mega Syariah
terus berusaha untuk mengembangkan beragam produk yang menjadi kebutuhan
masyarakat dan didukung oleh infrastruktur layanan perbankan terbaik.
Sesuai dengan visi ”Bank Syariah Kebanggan Bangsa”, pada tahun 2008
Bank Mega Syariah mulai masuk ke pasar mikro banking dan gadai syariah. Melalui
strategi ini Bank Mega Syariah ingin berperan lebih besar dalam peningkatan
ekonomi masyarakat yang mayoritas merupakan pengusaha kecil dan mikro.
Keberadaan bisnis baru ini juga semakin memantapkan posisi Bank Mega Syariah
sebagai salah satu Bank Syariah terbaik di Indonesia. Terbukti, setiap tahun bisnis
Bank Mega Syariah tumbuh pesat dengan jaringan yang semakin meluas. Berkat
kinerjanya itu, Bank Mega Syariah sukses meraih beragam penghargaan dari berbagai
Dalam upaya mewujudkan kinerja sesuai dengan nama yang disandangnya,
PT. Bank Mega Syari’ah Mega Indonesia selalu berpegang pada azas
profesionalisme, keterbukaan dan kehati-hatian. Didukung oleh beragam produk dan
fasilitas perbankan terkini, PT Bank Mega Syari’ah Mega Indonesia terus
berkembang hingga saat ini memiliki 395 jaringan kerja yang terdiri dari kantor
cabang, cabang pembantu, kantor kas, gallerydan Mega Mitra Syari’ah yang tersebar
di hampir seluruh kota besar di pulau jawa dan diluar jawa.
Guna memudahkan nasabah dalam memenuhi kebutuhannya dibidang
keuangan, PT. Bank Syariah Mega Indonesia juga bekerjasama dengan PT Arthajasa
pembayaran elektronis sebagai penyelenggara ATM bersama serta PT Rintis
Sejahtera sebagai penyelenggara ATM prima dan prima debit. Ini dilakukan agar
nasabah dapat melakukan berbagai transaksiperbankan lebih efisien, praktis dan
nyaman.
b. Visi, Misi dan Nilai-nilai
Visi merupakan cita-cita atau sebuah impian sebuah organisasi atau
perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan
kesuksesan jangka panjang.
Sedangkan misi adalah pernyataan tentang apa yang akan dikerjakan oleh
lembaga atau sebuah perusahaan dalam usahanya untuk mewujudkan visi. Dalam
operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil
kompromi interprestasi visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk diuji serta
Adapun visi, misi dan nilai-nilai Bank Mega Syariah sebagai berikut:
1. Visi
Bank Syariah Kebanggaan Bangsa
2. Misi
Memberikan layanan jasa keuangan syariah terbaik bagi semua kalanga
melalui kinerja organisasi yang unggul, untuk meningkatkan nilai tambah bagi
stakeholder dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa.
Guna mewujudkan Visi dan Misi Bank Mega Syariah, berbagai program
pelatihan SDM baik di tingkat dasar maupun lanjut secara rutin diselenggarakan.
Pelatihan Dasar-dasar perbankan Syariah, Dasar motivasi, Training Product,
Training Service Exellence, Training Operational, Diklat Karyawan Cabang Baru
dan Team Building merupakan program dasar yang diselenggarakan di internal
perusahaan.
Selain itu, pengetahuan dan keterampilan SDM di Bank Mega Syariah juga
terus diasah melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan yang
diselenggarakan di eksternal perusahaan.
Berikut adalah berbagai program pelatihan dan pengembangan secara
eksternal yang pernah di ikuti oleh karyawan Bank Mega Syariah tahun 2009,
Upaya untuk terus meningkatkan kompetensi SDM secara konsisten akan
terus menjadi konsen Bank Mega Syariah. Guna menghadapi persaingan bisnis yang
semakin ketat, Bank Mega Syariah telah merancang berbagai program pengembangan
Bidang-bidang pelatihan yang kini tengah menjadi fokus pengem-bangan SDM diarahkan
pada penguasaan Core Competency, Leadership Competency, dan Technical
Competency.
Core Competency, merupakan kemampuan utama yang harus dimiliki oleh
seluruh SDM Bank Mega Syariah. Kompetensi ini merupakan pemahaman visi, misi
dan value, service excellence, Syariah Banking Operation dan sebagainya.
Kemampuan ini harus dikuasai dengan baik oleh seluruh SDM agar dapat
memberikan pelayanan yang memiliki value kepada nasabah.
Leadership Competency, adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang
karyawan di-tingkat pimpinan, baik pimpinan lini (supervisory) hingga eksekutif
(division head) dalam bentuk pengelolaan anak buah, perencanaan, manajemen
pengambilan keputusan dan sebagainya. Dengan ini diharapkan seorang pimpinan
Bank Mega Syariah dapat mendorong anak buah untuk bekerja dan melayani sesuai
misi, visi dan nilai yang dianut perusahaan.
Technical Competency, merupakan kemampuan yang harus dimiliki terkait
dengan spesialisasi Bagian masing-masing. Contoh akuntansi, sales, recruitment,
legal, audit dan sebagainya. Hal ini ditujukan agar setiap karyawan memahami dan
mampu mengerjakan dengan baik apa yang menjadi tugas dan kewajibannya sesuai
dengan bidang pekerjaannya masing-masing.
3. Nilai-nilai Bank Mega Syariah
a) Visioner
b) Amanah
d) Konsisten
e) Interpreneurship
f) Kerjasama
g) Berbagi
c. Produk-produk yang dihasilkan
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah yang beragam, Bank Mega
Syariah merancang dan mengembangkan aneka produk dan layanan yang beragam.
Seluruh produk dan layanan tersebut berbasis bagi hasil dan transaksi riil dalam
kerangka keadilan, kebaikan, dan tolong-menolong demi terciptanya kemaslahatan
seluruh lapisan masyarakat (rahmatan lil alamin). Diantara produk-produk bank Mega
Syariah yaitu produk simpanan, produk pembiayaan dan pembiayaan serta layanan.
1. Produk Simpanan (Saving Product)
a. Tabungan Utama IB
Tabungan Utama IB Leluasa dan Sesuai Syariah. Merupakan simpanan
Wadi‟ah yang memungkinkan investasi sesuaisyariah sekaligus memperoleh
kemudahan mengelola dana selayaknya tabungan.
b. Tabungan Pendidikan Plus IB
Tabungan Pendidikan Plus IB Perencanaan Dana Pendidikan Sesuai Syariah.
Merupakan simpanan terencana untuk mempersiapkan masa depan dana pendidikan
anak sesuai prinsip syariah Mudharabah Muthlaqah plus manfaat tambahan
c. Tabungan Plus IB
Tabungan Plus iB Tabungan yang memberikan nisbah setingkat deposito
berjangka. Tabungan Plus iB adalahtabungan investasi yang dapat digunakan untuk
tabungan transaksional dengan prinsip mudharabah.