• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perbandingan Kinerja Teknik Pengkodean Hamming Dan BCH Pada Sistem Komunikasi Digital

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Perbandingan Kinerja Teknik Pengkodean Hamming Dan BCH Pada Sistem Komunikasi Digital"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dian Syahputra
  • Pengajar:
    • Maksum Pinem, ST, MT
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Elektro
  • Topik: Analisis Perbandingan Kinerja Teknik Pengkodean Hamming Dan BCH Pada Sistem Komunikasi Digital
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2011
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang masalah yang dihadapi dalam sistem komunikasi digital, terutama terkait dengan pengkodean data dan penanganan kesalahan. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang tantangan ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan analitis dan kritis. Tujuan penulisan adalah untuk mengevaluasi kinerja teknik pengkodean Hamming dan BCH, yang relevan untuk memahami penerapan teori dalam praktik. Manfaat penulisan ini juga mencakup pengembangan pengetahuan tentang sistem komunikasi yang handal.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menguraikan pentingnya sistem komunikasi yang efektif untuk mengatasi kesalahan data yang sering terjadi. Dalam pendidikan, ini memberikan konteks bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana teknologi komunikasi berfungsi dan tantangan yang dihadapi, mendorong mereka untuk berpikir kritis tentang solusi yang mungkin.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfokus pada cara mengevaluasi performansi teknik pengkodean Hamming dan BCH. Ini penting bagi mahasiswa untuk belajar bagaimana mengidentifikasi dan merumuskan masalah dalam penelitian, yang merupakan keterampilan kunci dalam penelitian akademik.

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan bertujuan untuk mendapatkan kinerja yang lebih efisien dari teknik pengkodean yang dibandingkan. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya menetapkan tujuan yang jelas dalam penelitian dan bagaimana hal tersebut dapat memandu proses analisis.

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang metode penanganan kesalahan dalam sistem pengkodean. Dalam konteks pendidikan, ini membantu mahasiswa untuk memahami aplikasi praktis dari teori yang mereka pelajari di kelas.

1.5 Batasan Masalah

Batasan masalah membantu mengarahkan fokus penelitian. Dalam pendidikan, ini mengajarkan mahasiswa untuk menetapkan batasan yang jelas dalam penelitian mereka untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas.

1.6 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan mencakup studi literatur dan simulasi. Ini memberikan mahasiswa wawasan tentang berbagai pendekatan dalam penelitian dan bagaimana menerapkan metode yang berbeda untuk mencapai hasil yang diinginkan.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan memberikan struktur yang jelas untuk dokumen. Dalam pendidikan, ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya organisasi dalam penulisan akademik dan bagaimana menyajikan informasi dengan cara yang logis.

II. PENGKODEAN

Bab ini membahas teori-teori dasar terkait sistem komunikasi digital dan pengkodean data. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang pengkodean sangat penting bagi mahasiswa teknik elektro untuk mengembangkan keterampilan dalam desain sistem komunikasi. Penjelasan tentang komponen dasar sistem komunikasi digital juga memberikan wawasan tentang bagaimana berbagai elemen bekerja sama dalam transmisi data.

2.1 Sistem Komunikasi Digital

Sistem komunikasi digital adalah fondasi dari teknologi informasi modern. Mahasiswa perlu memahami perbedaan antara sistem analog dan digital, serta keuntungan dari penggunaan sinyal digital dalam komunikasi. Ini membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi yang mereka gunakan.

2.1.1 Komponen Dasar Sistem Komunikasi Digital

Komponen dasar dari sistem komunikasi digital menjelaskan elemen-elemen penting yang diperlukan untuk komunikasi yang efektif. Ini memberikan mahasiswa wawasan tentang bagaimana setiap komponen berkontribusi pada keseluruhan sistem, yang penting untuk desain dan analisis sistem komunikasi.

2.2 Komunikasi Data

Komunikasi data adalah aspek penting dari sistem komunikasi digital. Dengan memahami bagaimana data dikirim dan diterima, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem komunikasi yang efisien.

2.2.1 Pengertian Komunikasi Data

Pengertian komunikasi data membantu mahasiswa memahami proses dasar dalam transmisi informasi. Ini adalah langkah awal yang penting untuk memahami konsep yang lebih kompleks dalam sistem komunikasi.

2.2.2 Komponen Komunikasi Data

Memahami komponen komunikasi data membantu mahasiswa mengenali elemen-elemen yang terlibat dalam proses transmisi. Ini penting untuk analisis sistem dan pengembangan solusi untuk masalah yang mungkin muncul.

2.2.3 Noise Transmisi

Noise transmisi adalah salah satu tantangan utama dalam komunikasi data. Mahasiswa perlu memahami bagaimana noise mempengaruhi transmisi data dan bagaimana teknik pengkodean dapat digunakan untuk mengurangi dampaknya.

2.2.4 Derau

Derau dalam transmisi data adalah faktor yang dapat mengurangi keandalan sistem komunikasi. Memahami konsep ini membantu mahasiswa untuk merancang sistem yang lebih tahan terhadap gangguan.

2.2.5 Distorsi

Distorsi adalah masalah yang harus diatasi dalam sistem komunikasi. Pengetahuan tentang distorsi memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan teknik yang dapat memperbaiki atau mengurangi dampaknya.

2.2.6 Attenuasi

Attenuasi adalah fenomena yang dapat mempengaruhi kualitas sinyal. Mahasiswa perlu memahami bagaimana mengukur dan mengatasi atenuasi dalam sistem komunikasi untuk memastikan transmisi data yang efektif.

2.3 Konsep Dasar Teori Pengkodean

Teori pengkodean adalah inti dari pengolahan data dalam komunikasi. Memahami teori ini membantu mahasiswa dalam merancang sistem yang dapat mengoreksi kesalahan dan meningkatkan keandalan transmisi data.

2.4 Teknik Pengkodean Hamming

Teknik pengkodean Hamming adalah metode yang umum digunakan untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan. Mahasiswa harus memahami cara kerja teknik ini untuk menerapkannya dalam desain sistem komunikasi.

2.5 Pengdekodean pada Sistem Pengkodean Hamming

Pengdekodean pada sistem pengkodean Hamming adalah proses penting untuk memastikan data yang diterima akurat. Mahasiswa perlu memahami langkah-langkah dalam pengdekodean untuk dapat merancang sistem yang handal.

2.6 Teknik Pengkodean BCH

Teknik pengkodean BCH merupakan metode yang lebih canggih dibandingkan Hamming. Mahasiswa perlu mempelajari teknik ini untuk memahami bagaimana mengatasi kesalahan yang lebih kompleks dalam transmisi data.

2.7 Proses Enkoding Sistem Pengkodean BCH

Proses enkoding BCH melibatkan langkah-langkah yang lebih rumit. Memahami proses ini penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengkodean yang efektif dalam sistem komunikasi.

2.8 Pengdekodean pada Sistem Pengkodean BCH

Pengdekodean pada sistem BCH adalah langkah penting dalam memeriksa keakuratan data. Mahasiswa perlu memahami prosedur ini untuk memastikan bahwa sistem komunikasi yang mereka rancang dapat menangani kesalahan dengan baik.

III. KONSEP PEMODELAN DAN SIMULASI PENGKODEAN

Bab ini menjelaskan tentang pemodelan dan simulasi sistem pengkodean. Pemodelan adalah alat penting dalam analisis sistem, dan mahasiswa harus memahami bagaimana membangun model yang efektif untuk mengevaluasi performa sistem. Simulasi memungkinkan mahasiswa untuk menguji berbagai skenario dan memahami dampaknya terhadap kinerja sistem komunikasi.

3.1 Umum

Pemodelan umum adalah langkah awal dalam analisis sistem. Mahasiswa perlu memahami bagaimana mengembangkan model yang merepresentasikan sistem komunikasi yang sedang diteliti, serta bagaimana model tersebut dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.

3.2 Pengklasifikasian Model

Pengklasifikasian model membantu mahasiswa memahami berbagai jenis model yang dapat digunakan dalam analisis sistem. Ini penting untuk memilih pendekatan yang tepat dalam penelitian yang dilakukan.

3.3 Bilangan Acak

Bilangan acak adalah elemen penting dalam simulasi. Mahasiswa harus memahami cara kerja bilangan acak dalam konteks simulasi untuk menganalisis kinerja sistem dengan lebih baik.

3.3.1 Bilangan Acak Normal

Bilangan acak normal digunakan dalam banyak aplikasi simulasi. Memahami distribusi ini membantu mahasiswa dalam merancang simulasi yang akurat dan representatif.

3.3.2 Bilangan Acak Poisson

Bilangan acak Poisson sering digunakan dalam sistem yang melibatkan kejadian acak. Mahasiswa perlu memahami bagaimana menggunakan distribusi ini dalam konteks simulasi untuk analisis yang lebih baik.

3.3.3 Bilangan Acak Bernoulli

Bilangan acak Bernoulli adalah dasar dari banyak proses probabilistik. Mahasiswa harus memahami konsep ini untuk menerapkannya dalam simulasi dan analisis sistem.

3.4 Perancangan Pemodelan Simulasi Teknik Pengkodean Hamming dan BCH

Perancangan pemodelan simulasi adalah langkah penting dalam memahami teknik pengkodean. Mahasiswa harus belajar bagaimana merancang simulasi yang efektif untuk menganalisis kinerja sistem pengkodean Hamming dan BCH.

IV. ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA TEKNIK PENGKODEAN HAMMING DAN BCH PADA SISTEM KOMUNIKASI DIGITAL

Bab ini memberikan analisis mendalam tentang kinerja teknik pengkodean Hamming dan BCH. Dalam konteks pendidikan, analisis ini penting untuk membantu mahasiswa memahami perbedaan antara kedua teknik dan bagaimana masing-masing dapat diterapkan dalam situasi yang berbeda. Hasil analisis dapat digunakan untuk menginformasikan keputusan desain dalam sistem komunikasi.

4.1 Umum

Analisis umum memberikan gambaran tentang tujuan dan metodologi yang digunakan dalam perbandingan kinerja. Mahasiswa perlu memahami bagaimana analisis ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang valid.

4.2 Model Sistem

Model sistem adalah representasi dari sistem komunikasi yang diuji. Mahasiswa harus memahami bagaimana membangun model ini untuk memastikan analisis yang akurat.

4.3 Flow Chart Simulasi

Flow chart simulasi adalah alat visual yang membantu mahasiswa memahami alur proses simulasi. Ini penting untuk merencanakan dan melaksanakan simulasi dengan efektif.

4.4 Parameter Simulasi

Parameter simulasi adalah variabel yang mempengaruhi hasil simulasi. Mahasiswa perlu memahami bagaimana memilih dan mengatur parameter ini untuk mendapatkan hasil yang relevan.

4.5 Hasil Simulasi dan Analisis

Hasil simulasi dan analisis memberikan wawasan tentang kinerja teknik pengkodean. Mahasiswa harus belajar bagaimana menganalisis data ini untuk menarik kesimpulan yang informatif.

4.6 Hasil Simulasi Sistem Pengkodean Hamming

Hasil simulasi untuk sistem pengkodean Hamming memberikan informasi tentang keandalannya. Ini membantu mahasiswa memahami kekuatan dan kelemahan teknik ini dalam konteks praktis.

4.7 Hasil Simulasi Sistem Pengkodean BCH

Hasil simulasi untuk sistem pengkodean BCH menunjukkan kinerjanya dibandingkan dengan Hamming. Mahasiswa perlu memahami perbandingan ini untuk membuat keputusan yang tepat dalam desain sistem.

4.7.1 Hasil Simulasi Sistem Pengkodean BCH dengan kanal 1E-1

Analisis hasil simulasi BCH dengan kanal tertentu memberikan wawasan tentang performa teknik ini dalam kondisi nyata. Ini penting untuk aplikasi praktis di dunia nyata.

4.7.2 Hasil Simulasi Sistem Pengkodean BCH dengan kanal 1E-2

Hasil simulasi ini menunjukkan bagaimana BCH berfungsi dalam kondisi yang berbeda. Mahasiswa harus memahami variabilitas ini untuk analisis yang lebih mendalam.

4.7.3 Hasil Simulasi Sistem pengkodean BCH dengan Kanal 1E-3

Hasil simulasi dengan kanal ini memberikan informasi tambahan tentang kinerja BCH. Ini membantu mahasiswa memahami bagaimana teknik ini dapat dioptimalkan.

4.8 Grafik Hasil Simulasi Sistem Pengkodean Hamming dan BCH

Grafik hasil simulasi memberikan representasi visual dari data analisis. Mahasiswa perlu belajar bagaimana membaca dan menafsirkan grafik ini untuk menarik kesimpulan.

4.8.1 Grafik Sistem Pengkodean Hamming

Grafik ini menunjukkan kinerja Hamming dalam berbagai kondisi. Ini penting untuk analisis dan perbandingan dengan teknik lain.

4.8.2 Grafik Perbandingan Eb/No vs BER Sistem Pengkodean Hamming

Grafik perbandingan ini memberikan wawasan tentang hubungan antara rasio energi dan bit error rate. Mahasiswa harus memahami konsep ini untuk aplikasi praktis.

4.8.3 Grafik Perbandingan Eb/No terhadap BER pada sistem Pengkodean BCH

Grafik ini menunjukkan performa BCH dibandingkan Hamming. Ini membantu mahasiswa memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing teknik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merangkum temuan utama dari analisis dan memberikan rekomendasi untuk penelitian di masa depan. Kesimpulan dan saran ini penting untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana penelitian dapat berkembang dan bagaimana hasil dapat diterapkan dalam praktik.

Referensi Dokumen

  • Komunikasi Data ( Zaki Riyanto, Muhammad )
  • Sinyal dan Sistem Digital ( Juhana, Tutun )
  • Protokol Jaringan ( Zulfin, M. Ir, MT )
  • Perbandingan Kinerja Kode Hamming pada Kanal AWGN ( Sukadarmika, Gede )
  • Error Correcting Coding Theory ( Man Young Rhee )

Gambar

Tabel 4.2 Hasil Simulasi untuk BER kanal 1e1 pada sistem pengkodean
Gambar 2.1 Sinyal Digital
Gambar 2.2 Bagan Komponen Dasar Sistem Komunikasi Digital
Gambar 2.4 Gambaran Umum Model Komunikasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

menyusun Tugas Akhir yang berjudul “PERANAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA STAF DAN PEGAWAI PADA BAGIAN AKADEMIK FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA

judul “ Peranan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Bagian Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Adapun judul tugas akhir ini adalah “PERANAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA STAF PENGAJAR DAN PEGAWAI PADA PROGRAM DIPLOMA-III FAKULTAS EKONOMI

Tugas akhir ini merupakan syarat untuk mencapai gelar sarjana Teknik Sipil bidang struktur Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara,

yang sangat dibutuhkan penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Universitas

Penggunaan kode Hamming pada teknik modulasi M-QAM mampu memberikan perbaikan terhadap kinerja sistem, nilai BER yang dihasilkan dapat ditekan lebih kecil.

Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Strata I (S1) di Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara..

Adapun data yang mengenai jumlah pegawai berdasarkan pencapaian target kinerja pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut: Tabel 1.2