237
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. Data Pribadi
Nama Lengkap : Mochammad Syahmi Andiana Tempat, Tanggal Lahir : Bogor, 28 Maret 1994
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Ibu Ganirah No. C101B, RT 03 RW 02, Kel. Cibeber, Kec. Cimahi Selatan, Cimahi, Jawa Barat, 40531
Telepon : 0822-1443-5530
Email : [email protected]
2. Data Pendidikan Formal
(1) SD Negeri Sukadamai 3 Tahun 2000 s.d. 2004
(2) SD Negeri Wanasuka Tahun 2004 s.d. 2006
(3) SMP Negeri 2 Gununghalu Tahun 2006 s.d. 2009
(4) SMA Negeri 21 Bandung Tahun 2009 s.d. 2012
(5) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Tahun 2012 s.d. 2016
3. Data Pendidikan Non Formal
(1) Pelatihan Pajak Terapan Brevet A dan B Terpadu Tahun 2015
4. Pengalaman Organisasi
(1) OSIS SMP Negeri 2 Gununghalu Tahun 2008 s.d. 2009 (2) OSIS SMA Negeri 21 Bandung Tahun 2009 s.d. 2011
(3) Sadaya UNIKOM Tahun 2013
(4) Korps Protokoler Mahasiswa UNIKOM Tahun 2014 s.d. 2016
Demikian Daftar Riwayat Hidup ini Saya buat dengan sebenar-benarnya.
Hormat Saya,
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN DAN
RASIO
LEVERAGE
TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015)
EFFECT OF DIVIDEND POLICY AND LEVERAGE RATIO
TO CORPORATE VALUES
(Case Study on Manufacturing Company Sub Sector Food and Beverages Listed in Indonesia Stock Exchange in 2013-2015)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Jenjang Studi Strata Satu Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Pada Program Studi Akuntansi
Oleh:
MOCHAMMAD SYAHMI ANDIANA 21112262
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT. atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Kebijakan
Dividen dan Rasio Leverage Terhadap Nilai Perusahaan” dengan Studi Kasus
pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015. Tujuan dari penyusunan skripsi ini
adalah untuk memenuhi persyaratan menempuh gelar sarjana ekonomi strata satu
semester genap tahun 2016 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi
Akuntansi, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).
Keberhasilan Penulis dalam menyelesaikan skripsi ini berkat bimbingan
Ibu Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA., selaku dosen pembimbing. Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan. Untuk itu
dengan senang hati penulis menerima segala bentuk saran dan kritik yang bersifat
membangun. Dalam kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi baik secara moril
maupun materiil, khususnya kepada :
1. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, selaku Rektor Universitas Komputer
Indonesia.
2. Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini, S.E., Spec. Lic., selaku Dekan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis.
3. Dr. Siti Kurnia Rahayu, SE., M.Ak., Ak., CA., selaku Ketua Program
iv
4. Dr. Surtikanti, SE., M.Si., Ak., CA., selaku dosen penguji I sekaligus
dosen wali 4AK1 Program Studi Akuntansi.
5. Adi Rachmanto, S.Kom., M.Kom. selaku dosen penguji II.
6. Seluruh dosen akuntansi yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat
kepada penulis.
7. Pihak Bursa Efek Indonesia perwakilan Bandung yang telah memberikan
data dan informasi terkait peenunjang penyusunan skripsi.
8. Keluargaku terutama kedua orangtuaku yang telah memberikan segala
dukungan, kasih sayang, dan perhatiannya yang begitu besar.
9. Sahabat-sahabatku Sisca, Elsa, Apit, Mia, Imas, Resti, Dwi, Albert dan
teman-teman seperjuangan 4AK1 yang memberikan semangat serta
bantuannya, sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan.
10.Semua pihak yang telah membantu memberikan semangat serta doanya
kepada penulis yang tidak dapat penulis sampaikan satu per satu.
Akhir kata, penulis panjatkan doa dan syukur, semoga Allah SWT.
membalas semua kebaikan Bapak, Ibu, Saudara dan teman-teman sekalian.
Semoga Skripsi ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan semua pihak yang
berkepentingan.
Bandung, Agustus 2016
v DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN
SURAT KETERANGAN PERSETUJUAN PUBLIKASI MOTTO
ABSTRACT ... i
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1.Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2.Identifikasi Masalah ... 8
1.3.Rumusan Masalah ... 9
1.4.Maksud dan Tujuan Penelitian ... 9
1.4.1. Maksud Penelitian ... 9
1.4.2. Tujuan Penelitian ... 10
1.5.Kegunaan Penelitian ... 10
1.5.1. Kegunaan Praktis ... 10
1.5.2. Kegunaan Akademis ... 10
BAB II. KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ... 12
2.1.Kajian Pustaka ... 12
vi
2.1.1.1. Pengertian Nilai Perusahaan ... 12
2.1.1.2. Pengukuran Nilai Perusahaan ... 13
2.1.2. Kebijakan Dividen ... 16
2.1.2.1. Pengertian Kebijakan Dividen ... 16
2.1.2.2. Jenis-jenis Kebijakan Dividen ... 17
2.1.2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen ... 17
2.1.2.4. Proses Pembayaran Dividen ... 19
2.1.2.5. Pengukuran Kebijakan Dividen ... 20
2.1.3. Rasio Leverage ... 23
2.1.3.1. Pengertian Rasio Leverage ... 23
2.1.3.2. Pengukuran Rasio Leverage ... 24
2.2.Kerangka Pemikiran ... 27
2.2.1. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan ... 27
2.2.2. Pengaruh Rasio Leverage Terhadap Nilai Perusahaan ... 29
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 32
3.1.Metode Penelitian ... 32
3.2.Operasionalisasi Variabel ... 33
3.3.Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data ... 36
3.3.1. Sumber Data ... 36
3.3.2. Teknik Pengumpulan Data ... 37
3.4.Populasi, Sampel, dan Tempat serta Waktu Penelitian ... 38
3.4.1. Populasi ... 38
3.4.2. Penarikan Sampel ... 39
3.4.3. Tempat dan Waktu Penelitian ... 41
3.5.Metode Pengujian Data ... 42
3.5.1. Uji Normalitas ... 42
vii
3.5.3. Uji Heteroskedastisitas ... 44
3.5.4. Uji Autokorelasi ... 45
3.6.Metode Analisis Data ... 46
3.6.1. Rancangan Analisis ... 46
3.6.1.1. Analisis Regresi Linier Berganda ... 48
3.6.1.2. Analisis Korelasi ... 49
3.6.1.3. Analisis Determinasi ... 51
3.6.2. Pengujian Hipotesis ... 52
3.6.2.1. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t) ... 52
3.6.2.2. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis ... 54
3.6.2.3. Penarikan Kesimpulan ... 55
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 56
4.1. Hasil Penelitian ... 56
4.1.1. Analisis Deskriptif ... 56
4.1.1.1. Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2015 ... 57
4.1.1.2. Rasio Leverage pada Perusahaan Manufaktur Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2015 ... 64
4.1.1.3. Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2015 ... 70
4.1.2. Analisis Verifikatif ... 76
4.1.2.1. Hasil Uji Asumsi Klasik ... 76
viii
4.1.2.3. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai
Perusahaan ... 84
4.1.2.4. Pengaruh Rasio Leverage Terhadap Nilai Perusahaan ... 88
4.2. Pembahasan ... 92
4.2.1. Analisis Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan ... 92
4.2.2. Analisis Pengaruh Rasio Leverage Terhadap Nilai Perusahaan ... 94
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 98
5.1. Kesimpulan ... 98
5.2. Saran ... 99
5.2.1. Saran Praktis ... 99
5.2.2. Saran Akademis ... 100
DAFTAR PUSTAKA ... 102
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 108
102
DAFTAR PUSTAKA
Aditya Pratama dan Teguh Erawati. Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Equity, Net Profit Margin dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham. Jurnal Akuntansi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Vol. 2 No. 1, Juni 2014. ISSN: 2088-768X.
Agnes Sawir. 2004. Kebijakan Pendanaan dan Restrukturisasi Perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Alfredo Mahendra, dkk. 2012. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan, Vol. 6, No. 2, Agustus 2012.
Andi Supangat. 2010. Statistika Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Nonparametrik. Jakarta: Kencana.
Arief Sugiono. 2009. Manajemen Keuangan untuk Praktisi Keuangan. Jakarta: Grasindo.
Aries H. Prasetyo. 2011. Manajemen Keuangan bagi Manajer Nonkeuangan. Jakarta: Penerbit PPM.
Atiqa Hanum. 2016. TOP LOSERS 31 MARET: Harga Saham PSDN Dan ASBI
Anjlok. E-Paper Bisnis Indonesia. Melalui
<http://market.bisnis.com/read/20160331/190/533347/top-losers-31-maret-harga-saham-psdn-dan-asbi-anjlok>
Bambang Riyanto. 2008. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi 4. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Gajah Mada.
Bhutta, Tariq Nousheen., et.al. 2013. Impact of Firm Specific Factors on Profitability of Firms in Food Sector. Open Journal of Accounting, Vol. 2 No. 2, p. 19-25.
Bragg, Steven M. 2007. Business Ratios and Formulas A Comprehensive Guide, Second Edition. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Brealey, et.al. 2008. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Perusahaan, Jilid 2, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
103
Brigham, Eugene F. dan Houston, Joel F. 2010. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Dwi Cahyaningdyah dan Yustieana. 2012. Pengaruh Kebijakan Manajemen Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Dinamika Manajemen, Vol. 3, No. 1, Maret 2012, Hal. 20-28. ISSN: 2337-5434.
Dwi Sukirni. 2012. Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, dan Kebijakan Hutang Analisis terhadap Nilai Perusahaan. Accounting Analysis Journal Universitas Negeri Semarang, Vol. 2, No. 1, Hal. 1-12.
Eka Zahra Solikahan, dkk. 2013. Pengaruh Leverage dan Investasi terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Aplikasi Manajemen, Volume 11, Nomor 3, September 2013. ISSN: 1693-5241.
Engkos Kosasih dan Hananto Soewedo. 2012. Manajemen Keuangan & Akuntansi Perusahaan Pelayaran Suatu Pendekatan Praktis dalam Bidang Usaha Pelayaran, Edisi Kedua. Jakarta: Rajawali Pers.
Gitman, Lawrence J. and Zutter, Chad J. 2012. Principles of Managerial Finance. Edinburgh: Pearson Addison Wesley.
Gujarati, Damodar N. 2003. Basic Econometrics fourth edition. New York: McGraw-Hill.
Harmono. 2011. Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara.
Husein Umar. 2011. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta:
Imam Ghozali. 2006. Aplikasi Analisis Multivariat Dengan Program SPSS, Cetakan Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
104
Iwan Satibi. 2011. Teknik Penulisan Skripsi Tesis Disertasi. Bandung: Ceplas.
Jonathan Sarwono. 2006. Panduan Cepat dan Mudah SPSS versi 14. Yogyakarta: Andi.
Jonathan Sarwono. 2012. Metode Riset Skripsi: Pendekatan Kuantitatif Dengan SPSS. Jakarta: Penerbit Elexmedia Komputindo.
Kaen, F. R. 2003. A Blue Print for Corporate Governance. New York: American Management Association.
Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Kelima. Jakarta: Rajawali Pers.
Lukas Setia Atmaja. 2008. Teori dan Praktik Manajemen Keuangan, Edisi Satu. Yogyakarta: Andi.
Lukman Syamsuddin. 2013. Manajemen Kuangan Perusahaan, Edisi Baru. Jakarta: Rajawali Pers.
Mareta Nurjin Sambora, dkk. 2014. Pengaruh Leverage dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan(Studi pada Perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di BEI periode tahun 2009 – 2012). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol. 8, No. 1, Februari 2014.
Melanie Sugiarto. 2011. Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Hutang Sebagai Intervening. Jurnal Akuntansi Kontemporer, Vol. 3, No. 1, Januari 2011.
Moh. Nazir. 2009. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Mokhamat Ansori dan Denica. 2010. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan yang Tergabung dalam Jakarta Islamic Index Studi pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis Manajemen, Vol. 4, No. 2, Juli 2010. ISSN: 1411-1799.
Nanang Martono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: Rajawali Pers.
Nani Sulistiyani. 2010. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan di Jakarta Islamic Index tahun 2004-2008. Skripsi, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogjakarta.
105
Ni Kadek Rai Prastuti dan Sudiartha. 2016. Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, Vol. 5, No. 3, 2016. ISSN: 2302-8912.
Oktavina Tiara Sari. 2013. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. Management Analysis Journal 2 (2) November 2013. ISSN: 2252-6552.
Pancawati Hardiningsih. 2009. Determinan Nilai Perusahaan. JAI Universitas STIKUBANK Semarang, Vol. 5, No. 2, Juli 2009, Hal. 231-250.
Rasyid HS Umrie, dkk. 2011. Analisis Kebijakan Dividen dan Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan Go Publik di Indonesia. Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya, Vol. 9, No. 17, Juni 2011. ISSN: 1412-4521.
Ridwan dan Sunarto. 2009. Pengantar Statistika untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Ridwan S. Sundjaja dan Inge Barlian. 2002. Manajemen Keuangan Dua, Edisi Ketiga. Jakarta: Prenhallindo.
Ruston Tambunan. 2015. [OPINI] Batasan ‘Debt to Equity Ratio’ dalam
Menghitung Pajak. Bisnis Liputan 6. Melalui
<http://bisnis.liputan6.com/read/2356747/opini-batasan-debt-to-equity-ratio-dalam-menghitung-pajak>
Salvatore, Dominick. 2011. Managerial Economics. Jakarta: Salemba Empat.
Sartono. 2008. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.
Singgih Santoso. 2002. Statistik Parametrik, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta: Penerbit Elexmedia Komputindo.
Sri Sofyaningsih dan Pancawati. 2011. Struktur Kepemilikan, Kebijakan Dividen, Kebijakan Utang dan Nilai Perusahaan. Dinamika Keuangan dan Perbankan, Vol. 3, No. 1, Mei 2011, Hal. 68-87. ISSN: 1979-4878.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi Metode R&D. Bandung: Alfabeta.
106
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukma Mindra dan Teguh. 2014. Pengaruh Earning Per Share (EPS), Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Vol. 2, No. 2, Desember 2012, Hal. 10-22. ISSN: 2088-768X.
Susan Irawati. 2006. Manajemen Keuangan. Bandung: Pustaka.
Sutrisno. 2009. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia.
Tedi Rustendi dan Farid. 2008. Pengaruh Hutang dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Vol. 3, No. 1, 2008. ISSN: 1907-9958.
Tony Wijaya. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis, Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Toto Pribadi. 2011. Analisis Laporan Keuangan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit PPM.
Tryfino. 2009. Cara Cerdas Berinvestasi Saham. Jakarta: Transmedia Pustaka.
Umi Mardiyati, dkk. 2012. Pengaruh Kebijakan Dividend, Kebijakan Hutang dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2005-2010. Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), volume 3, nomor 1, halaman 1-17.
Umi Narimawati, dkk. 2010. Penulisan Karya Ilmiah: Paduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir. Jakarta: Genesis.
Werner R Murhadi. 2013. Analisis Laporan Keuangan Proyeksi dan Valuasi Saham. Jakarta: Salemba Empat.
Widanaputra. 2010. Pengaruh Konflik Keagenan Mengenai Kebijkan Dividen terhadap Konservatisma Akuntansi. Jurnal Aplikasi Manajemen Universitas Udayana, Volume 8, Nomor 2, halaman 379-390.
107
Yulia Efni, dkk. 2012. Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen: Pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Sektor Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Aplikasi Manajemen, Volume 10, Nomor 1, Maret 2012. ISSN: 1693-5241.
Zeyad, Imad Ramadan. 2015. Leverage and the Jordanian Firms’ Value: Empirical Evidence. International Journal of Economics and Finance, Vol. 7, No. 4, Maret 2015. E-ISSN: 1916-9728.
Zumrotun Nafi’ah. 2013. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen dan Dampaknya Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010. Jurnal STIE Semarang, Vol. 5, No. 3, Edisi Oktober 2013. ISSN: 2252-7826.
Sumber Internet:
http://www.finance.yahoo.com
http://www.idx.co.id
http://www.lkeb.umm.ac.id/files/file/tabel-dw.pdf
32
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian
Metode penelitian adalah suatu teknik atau cara mencari, memperoleh,
mengumpulkan atau mencatat data, baik berupa data primer maupun data
sekunder yang digunakan untuk keperluan menyusun suatu karya ilmiah yang
selanjutnya dianalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan pokok-pokok
permasalahan sehingga didapatlah suatu kebenaran data-data yang diperoleh.
Metode penelitian menurut Sugiyono (2010: 2) adalah cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu dengan ciri-ciri keilmuan,
yaitu rasional, empiris dan sistematis.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan
verifikatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang
kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulan. Artinya penelitian yang
dilakukan adalah penelitian yang menekan analisisnya pada data sesuai data
angka-angka dan menurut kondisi objek yang alamiah.
Menurut Umi Narimawati (2010: 29), metode deskriptif adalah metode
yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian
tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.
Sedangkan Metode Verifikatif menurut Sugiyono (2009: 13) adalah
33
“Metode verifikatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.”
Menurut Sugiyono (2009: 16) dalam kajiannya menjelaskan bahwa
metode kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari objek yang akan diteliti
(preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah yang harus
digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris.
Adapun objek penelitian menurut Iwan Satibi (2011: 74) dalam kajiannya
mendefinisikannya sebagai berikut :
“Objek penelitian secara umum akan memetakan atau menggambarkan wilayah penelitian atau sasaran penelitian secara komprehensif, yang meliputi karakteristik wilayah, sejarah pengembangan. struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi lain-lain sesuai dengan pemetaan wilayah penelitian yang dimaksud.”
Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini yang menjadi
objek penelitian adalah variabel kebijakan dividen, variabel rasio leverage, dan
variabel nilai perusahaan dengan unit analisis perusahaan manufaktur sub sektor
makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2015
dan unit observasi yaitu laporan keuangan perusahaan.
3.2. Operasionalisasi Variabel
Pengertian operasional variabel menurut Sugiyono (2012: 58) adalah
segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
34
Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis dan indikator
dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini. Variabel-variabel yang
akan diukur dalam penelitian ini yaitu:
1) Variabel Bebas (Independent Variable)
Sugiyono (2012: 39) menjelaskan bahwa variabel independen dalam
bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas
merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya
atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini variabel bebas
yang akan diteliti adalah variabel X1 : Kebijakan Dividen dan variabel X2 : Rasio
Leverage.
2) Variabel Terikat (Dependent Variable)
Adapun menurut Sugiyono (2012: 39) menjelaskan bahwa variabel
dependen dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel terikat. Variabel terikat
merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya
variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat yang akan diteliti adalah
variabel Y : Nilai Perusahaan.
Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis indikator,
skala, ukuran serta sumber dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian,
sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara
benar.
Peneliti mengunakan skala pengukuran guna menghasilkan data kuantitatif
35
kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya
interval yang ada dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
Skala pengukuran rasio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai
oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan keindahan skala ini mempunyai
nilai 0 (nol) empiris absolut atau mempunyai titik awal nol yang berkaitan dengan
ketidakhadiran variabel yang sedang diukur. Nilai absolut nol tersebut terjadi pada
saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran rasio
biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu
dengan lainnya (Jonathan, 2012: 71).
Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan memperjelas jenis
indikator, skala, ukuran serta sumber dari variabel-variabel yang terkait dalam
penelitian. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tabel operasionalisasi variabel
yang dirancang.
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Konsep Variabel Pengukuran Skala
Kebijakan Dividen (X1)
Kebijakan dividen adalah persentase laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen tunai, penjagaan stabilitas dividen dari wakatu ke waktu, pembagian dividien saham, dan pembelian kembali saham. (Harmono, 2011: 12)
Pengukuran menggunakan rumus Dividend Payout Ratio
(DPR)
DPR =
(Gitman dan Zutter, 2012: 577)
Rasio digunakan oleh perusahaan dalam segala kegiatan operasional perusahaan. (Lukman Syamsuddin, 2013: 53)
Pengukuran menggunakan rumus Debt to Equity Ratio
(DER)
DER =
(Kasmir, 2012: 158)
36
Variabel Konsep Variabel Pengukuran Skala
Nilai Perusahaan (Y)
Nilai perusahaan merupakan kinerja perusahaan yang tercermin oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran di pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan.
3.3. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data 3.3.1. Sumber Data
Menurut Tony Wijaya (2013: 19) data sekunder adalah data yang
diperoleh dari sumber yang menerbitkan dan bersifat siap dipakai. Data sekunder
mampu memberikan informasi dalam pengambilan keputusan meskipun dapat
diolah lebih lanjut. Sumber data dibagi menjadi dua yaitu data primer dan data
sekunder.
Pengertian data primer menurut Umi Narimawati (2008: 98) adalah:
“Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan objek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data.”
Sedangkan sumber data sekunder menurut Sugiyono (2008 : 402) adalah:
“Sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul
data. Data sekunder ini merupakan data yang sifatnya mendukung
37
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder
yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara. Data tersebut
bersifat kuantitatif mengenai laporan keuangan tahunan pada Perusahaan
Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman tahun 2013 sampai dengan tahun
2015. Dengan menggunakan data sekunder peneliti memperoleh data atau
informasi yang berhubungan mengenai kebijakan dividen, rasio leverage, dan
nilai perusahaan. Informasi tersebut diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.
3.3.2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1) Studi Lapangan
Menurut Jonathan Sarwono (2006: 82), studi lapangan merupakan desain
penelitian yang mengkombinasikan antara pencarian literatur (literature study),
survei berdasarkan pengalaman dan/atau studi kasus dimana peneliti berusaha
mengidentifikasi variabel-variabel penting dan hubungan antar variabel tersebut
dalam situasi permasalahan tertentu. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian
ini adalah data sekunder yaitu data yang tersedia dari laporan keuangan periode
tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor
Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2) Studi Kepustakaan
Menurut Jonathan Sarwono (2006: 26), studi pustaka yaitu mempelajari
38
dilakukan orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori
mengenai masalah yang akan diteliti. Penelitian kepustakaan dilakukan sebagai
usaha guna memperoleh data yang bersifat teori sebagai pembanding dengan data
penelitian yang diperoleh. Penelitian yang dilakukan dengan cara membaca
buku-buku di perpustakaan, dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah-masalah
yang akan diteliti oleh penulis, seperti studi kepustakaan melalui jurnal, textbook,
karya tulis yang berhubungan dengan penelitian ini.
3.4. Populasi, Sampel, dan Tempat serta Waktu Penelitian 3.4.1. Populasi
Menurut Sugiyono (2012: 80), pengertian populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan Perusahaan
Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 yaitu sebanyak 42
laporan keuangan. Adapun daftar perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan
39
Tabel 3.2
Daftar Perusahaan Manufaktur yang Dijadikan Populasi
No. Nama Perusahaan Kode Saham
1. PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk AISA
2. PT Tri Banyan Tirta, Tbk ALTO
3. PT Wilmar Cahaya Indonesia, Tbk CEKA
4. PT Delta Djakarta, Tbk DLTA
5. PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk ICBP
6. PT Indofood Sukses Makmur, Tbk INDF
7. PT Multi Bintang Indonesia, Tbk MLBI
8. PT Mayora Indah, Tbk MYOR
9. PT Prashida Aneka Niaga, Tbk PSDN
10. PT Nippon Indosari Corporindo, Tbk ROTI
11. PT Sekar Bumi, Tbk SKBM
12. PT Sekar Laut, Tbk SKLT
13. PT Siantar Top, Tbk STTP
14. PT Ultrajaya MilkIndustry and Trading Company, Tbk ULTJ Sumber: Bursa Efek Indonesia
3.4.2. Penarikan Sampel
Dengan penarikan secara sampel diharapkan hasil yang telah diperoleh
akan memberikan kesimpulan gambaran sesuai dengan karakteristik populasi.
Menurut Nanang Martono (2014: 76), sampel didefiniskan sebagai
berikut:
Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau
keadaan tertentu yang akan diteliti atau sebagai anggota populasi yang
dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat
mewakili populasi.
Penentuan jumlah sampel yang akan diolah dari jumlah populasi dilakukan
dengan teknik pengambilan sampling yang tepat. Adapun teknik pengambilan
40
Dalam kajiannya, Sugiyono (2012: 125) menjelaskan bahwa
nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk di
pilih menjadi sampel.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
sampling jenuh, adapun definisi teknik sampling jenuh menurut Sugiyono (2012:
126) adalah sebagai berikut:
“Sampling jenuh adalah teknik-teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi di gunakan sebagai sampel, hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.”
Sampel yang diteliti yaitu 14 Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan
dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan laporan keuangan
tahunan periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2015.
Dalam kajian Nanang Martono (2014: 83) menjelaskan mengenai jumlah
sampel yang dianjurkan dalam sebuah penelitian adalah berkisar antara 30 sampai
500 sampel atau minimal 30 sampel. Maka perusahaan yang masuk ke dalam
sampel penelitian ini adalah 14 perusahaan dengan periode laporan keuangan
selama 3 tahun. Sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 sampel laporan
41
3.4.3. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada 14 Perusahaan Manufaktur Sub Sektor
Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun
2013 sampai dengan tahun 2015. Pengambilan data diperoleh melalui kantor
perwakilan Bursa Efek Indonesia Kota Bandung yang beralamat di Jalan PH.H.
Mustofa No. 30/32 dan dapat juga diperoleh melalui website Bursa Efek Indonesia
yaitu www.idx.co.id. Adapun waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada Bulan
Januari 2016 sampai dengan Juli 2016. Berikut ini adalah tabel waktu penelitian
yang dilakukan oleh peneliti.
Tabel 3.3 Waktu Penelitian
No Deskripsi Kegiatan Bulan
42
3.5. Metode Pengujian Data
Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat pada analisis regresi berganda
maka dilakukan pengujian asumsi klasik agar hasil yang diperoleh merupakan
persamaan regresi yang memiliki sifat Best Linier Unbiased Estimator (BLUE).
Pengujian mengenai ada tidaknya pelanggaran asumsi-asumsi klasik merupakan
dasar dalam model regresi linier berganda yang dilakukan sebelum dilakukan
pengujian terhadap hipotesis. Beberapa asumsi klasik yang harus dipenuhi terlebih
dahulu sebelum menggunakan analisis regresi berganda (multiple linier
regression) sebagai alat untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel yang
diteliti, terdiri sebagai berikut.
3.5.1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel dependen,
independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak.
Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian
kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi. Model regresi yang baik
hendaknya berdistribusi normal atau mendekati normal. Mendeteksi apakah data
terdistribusi normal atau tidak dapat diketahui dengan menggambarkan
penyebaran data melalui sebuah garfik. Jika data menyebar disekitar garis
diagonal dan mengikuti arah garis diagonalnya, model regresi memenuhi asumsi
normalitas (Husein Umar, 2011: 181).
Dasar pengambilan keputusan menurut Singgih Santoso (2002: 393) bisa
43
1. Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal.
2. Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara
normal.
Adapun dalam kajiannya yang lain, Singgih Santoso (2002: 322)
menyebutkan pengujian secara visual dapat juga dilakukan dengan metode
gambar normal Probability Plots dalam program SPSS. Dasar pengambilan
keputusan yaitu :
1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi
asumsi normalitas.
2. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah
garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak
memenuhi asumsi normalitas.
3.5.2. Uji Multikolinieritas
Menurut Imam Ghozali (2006: 95) bahwa uji multikolinieritas bertujuan
untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar
variabel independen. Pada model regresi yang baik seharusnya antar variabel
independen tidak terjadi kolerasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya
multikoliniearitas dalam model regresi dapat dilihat dari tolerance value atau
variance inflation factor (VIF).
VIF =
44
Dimana Ri2 adalah koefisien determinasi yang diperoleh dengan
meregresikan salah satu variabel bebas X1 terhadap variabel bebas lainnya.
Sebagai dasar acuannya dapat disimpulkan:
1. Jika nilai tolerance > 10 persen dan nilai VIF < 10, maka dapat
disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel
independen dalam model regresi.
2. Jika nilai tolerance < 10 persen dan nilai VIF > 10, maka dapat
disimpulkan bahwa ada multikolinieritas antar variabel independen
dalam model regresi.
3.5.3. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Husein Umar (2011: 179), heteroskedastisitas dilakukan untuk
mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians
dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain.
Heteroskedastisitas merupakan indikasi varian antar residual tidak
homogen yang mengakibatkan nilai taksiran yang diperoleh tidak lagi efisien.
Untuk menguji apakah varian dari residual homogen digunakan uji rank
Spearman, yaitu dengan mengkorelasikan variabel bebas terhadap nilai absolut
dari residual (error). Apabila ada koefisien korelasi yang signifikan pada tingkat
kekeliruan 5%, mengindikasikan adanya heteroskedastisitas. Cara pengujian
untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas juga dapat dilakukan
45
residualnya (SRESID). Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan
dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot.
3.5.4. Uji Autokorelasi
Menurut Husein Umar (2011: 182) mendefinisikan uji autokorelasi
sebagai berikut:
Autokorelasi adalah dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah
model regresi linier terdapat hubungan yang kuat baik positif maupun
negatif antar data yang ada pada variabel-variabel penelitian.
Untuk data cross section, akan diuji apakah terdapat hubungan yang kuat
di antara data pertama dan kedua, data kedua dengan ke tiga dan seterusnya. Jika
ya, telah terjadi autokorelasi. Hal ini akan menyebabkan informasi yang diberikan
menjadi menyesatkan. Oleh karena itu, perlu tindakan agar tidak terjadi
autokorelasi. Pada pengujian autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson untuk
mengetahui ada tidaknya autokorelasi pada model regresi. Cara untuk mendeteksi
ada tidaknya autokorelasi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan
perhitungan nilai statistik Durbin-Watson.
D – W =
Sumber: Gujarati (2003: 467)
Kriteria uji: bandingkan nilai D-W dengan nilai dari tabel Durbin-Watson:
1) Jika D-W < dL atau D-W > 4 – dL, kesimpulannya pada data terdapat
46
2) Jika dU < D-W < 4 – dU, kesimpulannya pada data tidak terdapat
autokorelasi.
3) Tidak ada kesimpulan jika dL ≤ D-W ≤ dU atau 4 –dU ≤ D-W ≤ 4-dL.
Apabila hasil uji Durbin-Watson tidak dapat disimpulkan apakah terdapat
autokorelasi atau tidak maka dilanjutkan dengan runstest. Pengambilan keputusan
ada tidaknya korelasi, dijabarkan sebagai berikut :
Tabel 3.4 Uji Autokorelasi
Hipotesis Nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl Tidak ada autokorelasi positif No Decision dl ≤ d ≤ du Tidak ada autokorelasi negatif Tolak 4 – dl < d < 4 Tidak ada autokorelasi negatif No Decision 4 –du ≤ d ≤ 4 – dl Tidak ada autokorelasi positif atau negatif Tidak ditolak du < d < 4 – du
Sumber : Imam Gozali (2006: 96)
3.6. Metode Analisis Data 3.6.1. Rancangan Analisis
Rancangan analisis yang dijelaskan oleh Umi Narimawati (2010: 41)
adalah sebagai berikut:
47
Peneliti melakukan analisis terhadap data yang telah diuraikan dengan
menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis
regresi linier berganda, analisis korelasi, dan analisis determinasi.
Dalam kajiannya, Sugiyono (2010: 31) menjelaskan analisis kuantitatif
sebagai berikut :
“Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistik yang digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan inferensial/induktif. Statistik inferensial dapat berupa statistik parametris dan statistik nonparametris. Peneliti menggunakan statistik inferensial bila penelitian dilakukan pada sampel yang dilakukan secara random. Data hasil analisis selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. Penyajian data dapat berupa tabel, tabel ditribusi frekuensi, grafik garis, grafik batang, piechart (diagram lingkaran), dan pictogram. Pembahasan hasil penelitian merupakan penjelasan yang mendalam dan interpretasi terhadap data-data yang telah disajikan.”
Dalam hal ini penulis melakukan analisis pada data laporan keuangan yang
terdapat pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang
terdaftar di BEI dengan periode tahun 2013-2015. Dari hasil analisis tersebut akan
didapat hasil analisis kebijakan dividen dan rasio utang pengaruhnya terhadap
nilai perusahaan. Selain itu, metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh
kebijakan dividen dan rasio utang terhadap nilai Perusahaan Manufaktur Sub
Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI dengan periode tahun
48
3.6.1.1. Analisis Regresi Linier Berganda
Definisi Garis Regresi menurut Andi Supangat (2010: 325) adalah sebagai
berikut:
“Garis regresi (regression line/line of the best fit/estimating line) adalah suatu garis yang ditarik diantara titik-titik (scatter diagram) sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk menaksir besarnya variabel yang satu berdasarkan variabel yang lain, dan dapat juga dipergunakan untuk mengetahui macam korelasinya (positif atau negatifnya).”
Analisis regresi linier berganda digunakan peneliti dengan maksud untuk
mengetahui sejauh mana hubungan kebijakan dividen dan rasio utang/leverage
terhadap nilai perusahaan. Bentuk persamaan dari regresi linier berganda ini
adalah :
Y = βo + β1X1+ β2X2
Sumber: Sugiyono (2012: 192)
Dimana :
Y = Nilai Perusahaan X1 = Kebijakan Dividen
X2 = Rasio Leverage
βo = Konstanta, nilai terikat (variabel Nilai Perusahaan pada saat variabel bebas = 0)
β1 = Koefisien Regresi Variabel Kebijakan Dividen β2 = Koefisien Regresi Variabel Rasio Leverage
Arti koefisien β menunjukan hubungan searah antara variabel bebas
dengan variabel terikat jika bernilai positif (+). Dengan kata lain, peningkatan
atau penurunan besarnya variabel bebas akan diikuti oleh peningkatan atau
49
menunjukan hubungan yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel
terikat. Dengan kata lain, setiap peningkatan besarnya nilai variabel bebas akan
diikuti oleh penurunan besarnya nilai variabel terikat dan sebaliknya. Selanjutnya
untuk mengetahui apakah hubungan yang telah ada mempunyai kadar tertentu,
maka harus melihat dua hal. Pertama, ada (dalam pengertian nyata atau berarti)
atau tidak ada keterkaitan antara Nilai Perusahaan (Y) dengan Kebijakan Dividen
(X ) dan Nilai Perusahaan (Y) dengan Rasio Leverage (X ).
Regresi linier berganda dengan dua variabel bebas X1 dan X2 metode
kuadrat kecil memberikan hasil bahwa koefisien-koefisien a, b1, dan b2 dapat
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Σy = na + b1ΣX1 + b2ΣX2
ΣX1y = aΣX1 + b1ΣX12 + b2ΣX1X2
ΣX2y = aΣX2 + b1ΣX1X2 + b2ΣX22
Sumber: Sugiyono (2009: 279)
3.6.1.2. Analisis Korelasi
Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan)
linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukkan hubungan fungsional.
Dengan kata lain, analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen
dengan variabel independen. Dalam analisis regresi, analisis korelasi yang
digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan
variabel independen selain mengukur kekuatan asosiasi (hubungan).
Analisis korelasi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui arah
50
sedangkan kuat atau lemahnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien
korelasi. Nilai koefisien korelasi dapat dinyatakan -1 ≤ R ≤ 1 apabila:
1) Apabila (-) berarti terdapat hubungan negatif.
2) Apabila (+) berarti terdapat hubungan positif.
Interprestasi dari nilai koefisien korelasi adalah sebagai berikut:
(a) Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua variabel kuat
dan mempunyai hubungan yang berlawanan (jika variabel independen
naik, maka variabel dependen turun, dan jika variabel independen turun,
maka variabel dependen naik).
(b) Jika r = +1 atau mendekati +1, maka terdapat hubungan yang kuat antara
variabel independen dan variabel dependen dan hubungannya searah (jika
variabel independen naik, maka variabel dependen naik, dan jika variabel
independen turun, maka variabel dependen turun).
Tabel 3.5
Interprestasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Cukup Kuat 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono (2009: 250)
Untuk mencari koefisien korelasi antara variabel X1 dan Y serta Variabel
X2 dan Y, adalah sebagai berikut :
(a) Menghitung koefisien korelasi antara kebijakan dividen (X1) terhadap nilai
51
√
Sumber: Nazir (2009: 464)
(b) Menghitung koefisien korelasi antara rasio leverage (X2) terhadap nilai
perusahaan (Y), menggunakan rumus :
√
Sumber: Nazir (2009: 464)
3.6.1.3. Analisis Determinasi
Analisis Koefisiensi Determinasi (KD) digunakan untuk melihat seberapa
besar variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y) yang
dinyatakan dalam persentase.
Besarnya koefisien determinasi dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
Kd = r2 × 100%
Sumber: Ridwan dan Sunarto (2009: 81)
Keterangan :
Kd = Koefisien Determinasi r2 = Koefisien Korelasi
Tujuan metode koefisien determinasi berbeda dengan koefisien korelasi
berganda. Pada metode koefisien determinasi, kita dapat mengetahui seberapa
52
(lebih memberikan gambaran fisik atau keadaan sebenarnya dari kaitan kebijakan
dividen dan rasio leverage terhadap nilai perusahaan).
3.6.2. Pengujian Hipotesis
Sugiyono (2010: 159) mendefinisikan hipotesis sebagai berikut:
“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat pertanyaan.”
Rancangan pengujian hipotesis ini dinilai dengan penetapan hipotesis nol
dan hipotesis alternatif, penelitian uji statistik dan perhitungan nilai uji statistik,
perhitungan hipotesis, penetapan tingkat signifikan dan penarikan kesimpulan.
Hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada
tidaknya korelasi dan pengaruh variabel independen X1 dan X2 secara signifikan
terhadap variabel dependen (Y). Hipotesis yang diuji dapat dirumuskan sebagai
berikut.
3.6.2.1. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t)
Uji statistik t digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan
secara parsial atau satu pihak dari masing-masing variabel independen (X) dengan
variabel dependen (Y). Hipotesis nol (H0) tidak terdapat pengaruh yang signifikan
dan Hipotesis alternatif (Ha) menunjukkan adanya pengaruh antara variabel
independen dan variabel dependen, maka pengujian dilakukan dengan
53
(a) Menentukan hipotesis parsial antara variabel independen terhadap variabel
dependen. Adapun hipotesis statistik yang akan di uji dalam penelitian ini
adalah:
H0: β = 0 : Kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap
nilai perusahaan
Ha1: β1≠ 0 : Kebijakan dividen berpengaruh signifikan terhadap
nilai perusahaan
H0: β = 0 : Rasio leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan
Ha2: β2≠ 0 : Rasio leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan
(b) Ditentukan tingkat signifikan dengan 5% dari derajat bebas (df) = n – k,
untuk menentukan ttabel sebagai batas daerah penerimaan dan penolakan
hipotesis. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5% karena
dinilai cukup untuk mewakili hubungan variabel-variabel yang diteliti dan
merupakan tingkat signifikasi yang umum digunakan dalam statu
penelitian.
Menghitung nilai thitung dan membandingkannya dengan ttabel. Adapun nilai
thitung, dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut:
54
√
Sumber: Sugiyono (2009: 358)
Dimana :
r = korelasi parsial yang ditentukan n = jumlah sampel
t = thitung
3.6.2.2. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis
Penggambaran daerah penerimaan atau penolakan hipotesis beserta kriteria
akan dijelaskan sebagai berikut:
Hasil thitung dibandingkan dengan ttabel dengan kriteria :
(a) Jika thitung ≥ ttabel maka H0 ada di daerah penolakan, hal ini diartikan
Ha diterima dan artinya antara variabel X dan variabel Y memiliki
pengaruh.
(b) Jika thitung≤ ttabel maka H0 ada di daerah penerimaan, hal ini diartikan
Ha ditolak dan artinya antara variabel X dan variabel Y tidak memiliki
pengaruh.
(c) thitung dicari dengan rumus perhitungan thitung.
55
Gambar 3.1
Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis
3.6.2.3. Penarikan Kesimpulan
Berdasarkan gambar di atas, daerah yang diarsir merupakan daerah
penolakan H0, dan berlaku sebaliknya. Jika thitung jatuh di daerah penolakan
(penerimaan), maka H0 ditolak (diterima) dan Ha diterima (ditolak). Artinya
koefisian regresi signifikan (tidak signifikan). Kesimpulannya, kebijakan dividen
dan rasio leverage berpengaruh (tidak berpengaruh) terhadap nilai perusahaan.
Tingkat signifikannya yaitu 5% (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak
(diterima) dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari
penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukan adanya
(tidak adanya) pengaruh yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel
98
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh
kebijakan dividen dan rasio leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan
industri manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI), maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut.
1) Kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai korelasi
bertanda positif, ini berarti terdapat hubungan antara kebijakan dividen
dengan nilai perusahaan. Artinya, kebijakan dividen ini direspon positif
oleh investor di pasar modal. Setiap perusahaan membagikan dividen,
maka investor akan menilai tinggi harga saham melebihi nilai buku saham,
sehingga nilai perusahaan pun akan meningkat. Dari hasil pengujian
parsial dapat disimpulkan bahwa variabel kebijakan dividen terhadap nilai
perusahaan memiliki kontribusi pengaruh positif. Fluktuaktif kebijakan
dividen dengan pengukuran dividend payout ratio ini terjadi karena
menurunnya kas dividen yang dibagikan, besarnya kebutuhan dana
perusahaan, meningkatnya beban usaha, beban pajak perusahaan, dan laba
per saham yang disebabkan dari menurunnya nilai penjualan, serta
timbulnya kerugian dari penjualan yang menyebabkan kebijakan dividen
99
2) Rasio leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai korelasi
bertanda positif, ini berarti terdapat hubungan antara rasio leverage dengan
nilai perusahaan. Artinya, penggunaan utang terhadap modal ini direspon
positif oleh investor di pasar modal. Setiap perusahaan menggunakan
utang sebagai modal kerja maka investor akan merespon baik terhadap
harga saham perusahaan sehingga nilai perusahaan pun dapat meningkat.
Dari hasil pengujian parsial dapat disimpulkan bahwa variabel rasio
leverage terhadap nilai perusahaan memiliki kontribusi pengaruh positif.
Fluktuaktif rasio leverage dengan pengukuran debt to equity ratio ini
terjadi karena bertambahnya beban yang masih harus dibayar, utang bank,
utang jangka panjang, liabilitas instrumen keuangan derivatif,
meningkatnya kebutuhan operasional perusahaan, utang pajak penghasilan
dan utang pajak tangguhan yang berakibat rasio leverage selalu
berubah-ubah.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dibahas di atas, maka penulis mencoba
memberikan saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, diantaranya
sebagai berikut.
5.2.1. Saran Praktis
1) Bagi Emiten
Dalam meningkatkan rasio pembayaran dividen dan rasio leverage, maka
100
beban yang timbul tidak berdampak merugikan perusahaan dan
mengoptimalkan penggunaan utang sebagai sumber dana serta
mengembangkan strategi pemasaran agar dapat meningkatkan nilai
penjualan. Agar nilai perusahaan dapat meningkat, maka perlu
diperhatikan nilai penjualan agar dapat memperoleh laba yang maksimal
sehingga nilai perusahaan dapat meningkat, serta lebih mempertimbangkan
tindakan perubahan susunan direksi agar tidak berdampak buruk terhadap
harga saham.
2) Bagi Investor
Investor diharapkan lebih cermat dalam menganalisis fundamental
perusahaan dan menganalisis kinerja perusahaan dari lingkup eksternal
perusahaan terutama perkembangan sukuk bunga, yang akhirnya dapat
berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang tercerminkan melalui harga
sahamnya, karena hal tersebut akan menentukan tingkat pengembalian
saham yang akan diterima oleh pemegang saham.
5.2.2. Saran Akademis
1) Bagi Perkembangan Ilmu
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta
menambah informasi yang terbaru bagi perkembangan ilmu akuntansi
keuangan khususnya mengenai pengaruh kebijakan dividen dan rasio
101
2) Bagi Peneliti Lain
Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti kebijakan dividen dan rasio
leverage dengan standar pengukuran yang berbeda dari penelitian ini, serta
diharapkan dapat meneliti variabel-variabel lain selain kebijakan dividen
dan rasio leverage, karena terdapat faktor-faktor lain yang dapat
mempengaruhi nilai perusahaan. Selain itu, penulis menyarankan untuk
menambah periode tahun yang akan diteliti dan menambah objek lainnya