• Tidak ada hasil yang ditemukan

perancangan aplikasi virtual synthesizer bertipe frequency modulation untuk pembuatan digital audio sample

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "perancangan aplikasi virtual synthesizer bertipe frequency modulation untuk pembuatan digital audio sample"

Copied!
151
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Wahyu Hari Santosa
  • Pengajar:
    • Ibu Arini, MT, M.Eng
    • Bpk Victor Amrizal, M.Kom
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Mata Pelajaran: Teknik Informatika
  • Topik: Perancangan Aplikasi Virtual Synthesizer Bertipe Frequency Modulation Untuk Pembuatan Digital Audio Sample
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2011
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang, permasalahan, tujuan, dan metodologi penelitian. Latar belakang menyoroti pentingnya teknologi digital dalam industri kreatif, khususnya dalam audio recording. Permasalahan yang diidentifikasi adalah tingginya biaya perangkat keras dalam produksi audio, yang mendorong penulis untuk merancang aplikasi virtual synthesizer. Tujuan penelitian mencakup pengembangan aplikasi yang murah dan mudah digunakan. Metodologi yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan perkembangan teknologi digital yang mempengaruhi berbagai sektor, termasuk industri kreatif. Meskipun banyak yang beralih ke teknologi digital, masih ada ketergantungan pada perangkat keras mahal untuk produksi audio. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan solusi yang lebih efisien dan terjangkau dalam bentuk aplikasi virtual synthesizer.

1.2 Permasalahan

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang aplikasi virtual synthesizer yang terjangkau dan mudah digunakan, serta bagaimana manfaat dari digital audio sample yang dihasilkan. Penulis membatasi fokus penelitian pada penggunaan software Synth Maker dan audio sample yang dihasilkan dari input keyboard dan mouse.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan aplikasi virtual synthesizer yang terjangkau dan mengetahui manfaat dari digital audio sample yang dihasilkan. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi pengguna dalam menghasilkan audio sample serta memberikan kontribusi akademis bagi universitas dan peneliti lain.

1.4 Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi studi pustaka, studi lapangan, dan studi literatur untuk mengumpulkan data. Pengembangan sistem dilakukan dengan metode Rapid Application Development (RAD), yang meliputi tahapan perencanaan, perancangan, konstruksi, dan pelaksanaan.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi lima bab, yang mencakup pendahuluan, landasan teori, metodologi penelitian, pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Setiap bab dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai proses penelitian dan hasil yang diperoleh.

II. LANDASAN TEORI

Bab ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, mencakup konsep audio, synthesizer, digital audio, dan teknologi virtual. Penjelasan mendalam mengenai teori-teori ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan aplikasi yang dirancang.

2.1 Dasar Audio dan Penelitian

Dasar audio menjelaskan konsep suara dan proses digitasi. Penjelasan tentang audio sample dan backsound memberikan pemahaman tentang pentingnya elemen-elemen suara dalam produksi audio. Hal ini penting untuk memahami bagaimana aplikasi synthesizer dapat menghasilkan audio yang berkualitas.

2.2 Synthesizer

Bagian ini menjelaskan sejarah dan jenis-jenis synthesizer. Pengetahuan tentang frequency modulation synthesizer dan komponen utamanya sangat relevan dalam konteks penelitian ini, karena aplikasi yang dirancang menggunakan prinsip-prinsip ini untuk menghasilkan suara yang unik dan bervariasi.

2.3 Digital Audio

Digital audio merujuk pada proses pengkonversian sinyal analog menjadi digital. Penjelasan tentang ADC, DAC, dan teorema Nyquist memberikan wawasan tentang bagaimana kualitas audio dapat dipertahankan dalam aplikasi yang dikembangkan.

2.4 Musical Instrument Digital Interface (MIDI)

MIDI adalah standar yang memungkinkan komunikasi antara perangkat musik digital. Pemahaman tentang MIDI penting untuk integrasi aplikasi synthesizer dengan perangkat lain, yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan musik dengan lebih fleksibel.

2.5 Digital Signal Processing (DSP)

DSP adalah proses pengolahan sinyal dalam bentuk digital. Pengetahuan tentang DSP diperlukan untuk memahami bagaimana aplikasi synthesizer dapat memanipulasi suara secara real-time, yang merupakan fitur penting dari aplikasi yang dirancang.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan secara rinci tentang metodologi yang digunakan dalam penelitian, termasuk metode pengumpulan data dan pengembangan sistem. Pendekatan yang sistematis dan terstruktur ini penting untuk memastikan bahwa aplikasi yang dirancang memenuhi kebutuhan pengguna.

3.1 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data meliputi studi pustaka, studi lapangan, dan studi literatur. Pendekatan ini memastikan bahwa data yang diperoleh relevan dan dapat dipertanggungjawabkan, yang merupakan dasar bagi pengembangan aplikasi.

3.2 Metode Pengembangan Sistem

Metode Rapid Application Development (RAD) digunakan untuk mempercepat proses pengembangan. Pendekatan ini melibatkan beberapa fase, termasuk perencanaan, perancangan, konstruksi, dan pelaksanaan, yang memungkinkan penulis untuk menghasilkan aplikasi dalam waktu yang lebih singkat.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil dari penelitian dan pembahasan mendalam mengenai setiap fase pengembangan aplikasi. Analisis hasil ini memberikan wawasan tentang efektivitas aplikasi yang dirancang dan bagaimana aplikasi tersebut dapat digunakan dalam konteks pendidikan dan produksi audio.

4.1 Fase Perencanaan Syarat-Syarat

Fase perencanaan meliputi penentuan aktor, user story, dan perangkat perancangan aplikasi. Proses ini penting untuk memastikan bahwa aplikasi memenuhi kebutuhan pengguna dan dapat berfungsi dengan baik dalam berbagai situasi.

4.2 Fase Perancangan

Fase perancangan mencakup penentuan diagram penggunaan, diagram kelas, dan diagram urutan. Rancangan awal aplikasi memberikan gambaran jelas tentang bagaimana aplikasi akan berfungsi dan berinteraksi dengan pengguna.

4.3 Fase Konstruksi

Fase konstruksi mencakup instalasi software, pembuatan skema aplikasi, dan coding. Proses ini adalah tahap kritis di mana aplikasi dibangun dan diuji untuk memastikan bahwa semua fitur berfungsi sebagaimana mestinya.

4.4 Fase Pelaksanaan

Fase pelaksanaan meliputi pengujian aplikasi dan pembuatan audio sample. Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa aplikasi dapat menghasilkan audio sample yang berkualitas, yang merupakan tujuan utama dari penelitian ini.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menyajikan kesimpulan dari penelitian dan saran untuk pengembangan lebih lanjut. Kesimpulan menyoroti keberhasilan aplikasi dalam memenuhi tujuan penelitian, sementara saran memberikan panduan untuk penelitian di masa mendatang.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan menyatakan bahwa aplikasi virtual synthesizer yang dirancang berhasil memenuhi tujuan penelitian dengan memberikan solusi yang terjangkau dan mudah digunakan untuk menghasilkan digital audio sample.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup pengembangan fitur tambahan dalam aplikasi dan eksplorasi lebih lanjut mengenai integrasi teknologi baru dalam produksi audio, yang dapat meningkatkan kualitas dan kreativitas dalam audio recording.

Referensi Dokumen

  • Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing ( Fatta, Al, Hanif )
  • Synthesizer Basics ( Friedman, Dean )
  • Analisa Desain & Pemrograman Berorientasi Obyek dengan UML dan Visual Basic.NET ( Hermawan, Julius )
  • Analisis dan Perancangan Sistem Jilid 1 ( Kendall, E , Kenneth dan Kendall, E, Julie )
  • Design and Implementation of a Software Sound Synthesizer ( Kleimola, Jeri )

Gambar

Gambar 2.1  Konsol keyboard Thelharmonium
Gambar 2.2  Generator nada thelharmonium
Gambar 2.3 jenis-jenis gelombang
Gambar 2.4 sinyal frekuensi modulasi
+7

Referensi

Dokumen terkait