• Tidak ada hasil yang ditemukan

S KDSERANG PGPAUD 1203574 Chapter1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S KDSERANG PGPAUD 1203574 Chapter1"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan, anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga disbanding dengan usia – usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasannya sangat luar biasa. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik, dan berada pada masa proses perubahan berupa pertumbuhan, perkembangan pematangan, dan penyempurnaan, baik pada aspek jasmani maupun rohaninya yang berlangsung hidup, bertahap, dan berkesinambungan. (mulyasa, 2012. Hlm, 16).

Selain itu anak usia dini juga merupakan periode yang paling kritis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia karena proses tumbuh kembang anak usia dini berkembnag sangat cepat. Para ahli mengatakan bahwa masa usia dini disebut sebagai masa emas (golden age period), khususnya pada anak usia 0-2 tahun yang perkembangan otaknya mencapai 70 % - 80 %. Apabila pada masa anak usia dini tersebut anak tidak dibina secara baik, maka anak tersebut akan mengalami gangguan perkembangan, baik emosi, social, mental, intelektual dan moral yang akan menentukan sikap serta nilai pola perilaku seseorang di kemudian hari, oleh karena itu diperlukan pola asuh orang tua yang bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua serta anggota keluarga lainnya dalam pembinaan tumbuh kembang anak sesuai dengan usia dan tahap perkembangan yang harus dimiliki, baik dalam aspek fisik, kecerdasan interpersonal dan social emosional agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang maju, mandiri, dan berkualitas.

Walaupun secara naluriah para orang tua telah mengetahui tugas – tugas dan peranannya sehari – hari di rumah dalam keluarganya, namun kadang – kadang keluarga atau masyarakat masih mempunyai kebiasaan atau norma –norma tertentu yang menghambat hubungan timbale balik antara orang tua dan anak sehingga menyebabkan potensi seorang anak tidak berkembang dengan baik bahkan keadaan anak lebih buruk

lagi dan sering mengkhawatirkan hingga menjadi “Maslah “ kemungkinan terjadi akibat

(2)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

perilaku anak merupakan reaksi atas perlakuan terhadap dirinya. Orang tua dapat saja

menerapkan berbagai “Pola Asuh” yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.

Apabila pola – pola asuh yang diterapkan orang tua keliru, maka yang akan terjadi bukannya perilaku yang baik, bahkan akan menambah buruk perilaku anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua yang diterapkan orang tua sangat dominan atau sangat mempengaruhi dalam membentuk kepribadian anak sejak dari kecil sampai dewasa. (Meity H. idris, 2012 hlm.9).

Permasalahan tersebut berhubungan dengan kecerdasan interpersonal yang di mana Amstrong (2002 : hlm 2) berpendapat bahwa kecerdasan interpersonal merupakan berpikir lewat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Adanya kegiatan yang mencakup kecerdasan ini adalah memimpin, berinteraksi, berbagi, menyayangi, berbicara, sosialisai, anak menjadi pendamai saat bermain, saat pembelajaran kelompok, selain itu anak dengan kecerdasan interpersonal juga dapat bekerja sama dengan temannya.

Campbell, Campbell, dan Dickinson (2002 hlm 183 – 196) menjelaskan bahwa tujuan materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal antara lain : belajar kelompok, mengerjakan suatu proyek, tanggung jawab pada diri sendiri, berteman dalam kehidupan social baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan keluarganya, dan atau dalam pengenalan terhadap ekspresi dan emosi orang lain.

Sujiono dan Sujiono (2004 hlm 297 – 298) mengemukakan bahwa cara mengembangkan kecerdasan interpersonal pada anak yaitu dengan 1. mengembangkan dukungan kelompok, 2. Menetapkan aturan tingkah laku,3. Memberi kesempatan, 4. bersama – sama menyelesaikan konflik 5. melakukan kegiatan social dilingkungan,6. menghargai perbedaan pendapat antara anak dengan teman sebayantya,7 menumbuhkan sikap ramah dan memahami keragaman budaya lingkungan social, 8. melatih kesabaran dengan menunggu giliran, 9. berbicara serta mendengarkan pembicaraan orang lain atau teman sebayanya terlebih dahulu.

(3)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

lingkungan sosial masyarakat adalah sosial emosional. Setiap anak perlu memiliki keterampilan sosial dan kemampuan mengolah emosi yang baik untuk mmbangun hubungan yang seimbang di lingkungan social dengan beragam perbedaan. Keterampilan sosial meliputi kemampuan anak untuk mengenal diri, mengendalikan emosi, empati, simpati, berbagi, menolong, kerjasama, bersaing, menjalin hubungan dengan orang lain, atau biasanya berhubungan dengan kecerdasan interpersonal (tadkiroatun Musfiroh, 2005 hlm 68).

Pada dasarnya setiap anak akan memerlukan bantuan orang lain dan tidak dapat dihindari akan hidup di lingkungan sosial, namun dalam kenyataannya banyak anak yang belum mampu menyesuaikan diri untuk menjalin hubungan positif dengan orang lain (Ralibi, 2008 hlm 23). Di sekolah sering kali dalam pembelajaran pendidik hanya berorientasi pada kemampuan kognitif anak.menuntut anak untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung tanpa memperhatikan aspek perkembangan lain yang juga penting untuk dikembangkan. Maka aspek sosial – emosional sangat pentimg untuk ditanamkan dan dikembangkan sejak dini agar anak dapat beriinteraksi dan bersosialisasi lingkungan sosial.

Dari semua keterampilan sosial yang akan dikembangkan oleh anak, kemampuan untuk bergaul dengan orang lain akan paling banyak membantunya merasakan keberhasilan dan kepuasan dalam hidup. Agar dapat berkiprah secara efektif dalam dunia sosial, anak perlu belajar mengenali, menafsirkan, dan bereaksi secara tepat terhadap situasi – situasi sosial. Anak memerlukan kemampuan untuk mencari titik temu antara kebutuhan dan harapannya dengan kebutuhan dan harapan orang lain. (Shapiro, 2003 hlm 173).

(4)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang tidak sosial atau antisocial. Dengan pendidikan sejak awal dan kemampuan intelektual anak yang baik, akan berpengaruh terhadap keterampilan sosial anak. Anak tidak akan bingung untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di luar rumah dan anak lebih cepat mengenal dekat lingkungan sosial di luar keluarga apabila dibekali keterampilan sosial sejak dini dengan stimulasi yang tepat.

Anak lahir dengan membawa potensi yang siap dikembangkan di lingkungan. Setiap anak memiliki multiple intelligence seperti yang dikemukakan oleh gardner, Di antaranya adalah linguistik, logika matematika, musical, visual spasial, kinestik, naturalis, rohani (spiritual), intrapersonal, dan yang tidak kalah penting adalah kecerdasan interpersonal. Namun kemampuan yang dimiliki anak tidak sama atau memiliki proporsi yang berbeda. Ada anak yang memiliki satu kemampuan yang menonjol, ada pula anak yang memiliki dua atau lebihkemampuan. Menurut Gardner setiap anak memiliki peluang untuk belajar dengan gaya masing- masing anak. Bila hal tersebut terpenuhi maka anak akan berkembang dengan sukses ( Anita Yus, 2011 hlm 11).

Dalam penyesuaian diri dengan lingkungan, kecerdasan interpersonal sangat diperlukan dalam membangun hubungan positif dengan orang lain. Menurut Harvard (Anik pemilu, 2007 hal 7), kemampuan interpersonal merupakan kemempuan untuk berinteraksi dengan orang lain seperti memahami orang lain dan membina hubungan dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal anak dapat dilihat dalam kepekaan anak terhadap perasaan teman sebaya, kemampuan memotivasi dan mendorong orang lain, keramahan sikap dan kemampuan bersosialisasi, kecenderungan bekerjasama dengan orang lain dan berbagi, kemampuan menengahi konflik, dan hal –hal lain yang sifatnya berhubungan dengan orang lain.

(5)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dengan orangtuanya, ada anak yang mau bermain dengan temannya yang baru namun orangtua harus tetap didekatnya dan beberapa anak yang lain sudah berani bermain sendiri ataupun dengan teman yang telah di kenal sebelumnya, serta tidak malu ataupun takut meskipun banyak orang baru. Hal tersebut menunjukan kepribadian anak yang berbeda – beda dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, ada yang cepat dan ada pula yang memerlukan banyak waktu.

Ada juga anak yang sudah lama kenal dengan teman sebayanya tapi kurang dalam sosial-emosionalnya, misalnya saat bermain anak ini jarang sekali berkomunikasi dengan temannya dia hanya melakukan kegiatan yang mestinya ia lakukan yaitu bermain, tapi tanpa ada komunikasi sesame teman. Dan pada saat makan anak ini juga tidak pernah berbagi dengan temannya. Dalam hal ini ada beberapa sebab yang mengakibatkan anka ini tidak mau berbagi dengan temanya. Salah satunya adalah ibu dari anak ini tidak pernah mengajarkan untuk berbagi sesama teman, selain itu ibunya juga tidak mengajarkan anak untuk bersosialisasi denagn temannya melinkan dengan ibunya saja saat di lingkungan sekolah.

Hal ini juga berhubungan dengan pola asuh orangtua yang kurang baik dimana orang tua kadang menerapkan pola suh yang salah misalnya seperti anak tidak dibiasakan bersosialisasi dengan lingkungan di sekitanrnya, anak tidak diajarkan berbagi dengan teman sebayanya, dan anak tidak diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginanya.

Berdasarkan uraian di atas yang telah dipaparkan maka penulis tertarik

melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini

yang berakitan dengan Pola Asuh Orang Tua di TK Azzahroh serang.

B. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana kecerdasan interpersonal anak usia dini yang berkaitan dengan pola asuh orang tua?

C. TUJUAN PENELITIAN

(6)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu D. MANFAAT PENELITIAN

1.Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan yang berarti bagi pengembangan teoritis, yakni sejumlah prinsip atau kaidah yang dapat dijadikan pedoman dalam memberikan informasi tentang analisis kecerdasan interpersonal anak usia dini yang berkaitan dengan pola asuh orang tua.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis dalam penelitian ini adalah :

a. Bagi guru, yaitu sebagai masukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas kinerja pembelajaran pendidikan guru pendidik anak usia dini.

b. Bagi orang tua, yaitu untuk menambah pengetahuan orang tua tentang pola asuh terhadap Anak Usia Dini.

c. Bagi Peneliti selanjutnya, yaitu sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam melakukan penelitain – penelitian dibidang pendidikan lainnya.

E. RUANG LINGKUP

penelitian ini dilakukan di TK Azzahroh serang, permasalah yang diteliti yaitu Kecerdasan interpersonal Anak Usia Dini yang berkaitan dengan pola asuh orang tua. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 mei sampai dengan 15 meil tahun 2016. Obyek dalam penelitian ini yaitu anak TK Azzahroh kelompok A dengan usia 4 – 5 tahun, alasan peneliti memilih judul tersebut adalah karena adanya permasalahan yang kecerdasan interpersonal anak yang kurang baik terhadap temannya.

(7)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menunggu giliran, 9. berbicara serta mendengarkan pembicaraan orang lain atau teman sebayanya terlebih dahulu.

F. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

a. Definisi Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh merupakan pola perilaku antara orangtua dan anak yaitu bagaimana bagaimana cara, sikap, atau perilaku orangtua saat dengan anak dengan anak termasuk cara penerapan aturan, mengajarkan nilai/norma, memberikan perhatian dan kasih saying serta menunjukan sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan panutan/ conth bagi anaknya.(Wood dan Zoo. 2013). Dalam Madyawati (2016 : hal 36).

Pola asuh orang tua juga merupakan pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Orang tua memiliki cara dan pola asuh tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anaknya. Cara pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, dan berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan (Anonim, 2012).

b. Definisi Kecerdasan Interpersonal

Amstrong ( 2002, hal.4 ) berpendapat bahwa kecerdasan interpersonal merupakn

berpikir lewat berkomunikasi dengan orang lain. Ini mengacu pada “ keterampilan manusia “ dapat dengan mudah membaca, berkomunikasi, dan beinteraksi dengan orang

lain. Adapun kegiatan yang mencakup kecerdasan ini adalah : memimpin, mengorganisasi, berinteraksi, berbagi, menyanyangi, berbicara, sosialisasi, menjadi pendamai, permainan kelompok, klub, teman-teman, kelompok, dan kerjasama.

(8)

Suci Sukarelawati, 2016

ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI YANG BERKAITAN DENGAN POLA ASUH ORANG

TUA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Referensi

Dokumen terkait

Dengan situs ini, masyarakat dapat mengetahui semua informasi tentang jasa penyewaan mobil, sehingga informasi yang diperoleh dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk

Begitu pula dengan terminal Depok, terminal ini melayani perjalanan angkutan umum, dalam dan luar kota Depok Untuk dapat mendukung fungsi utama terminal Depok, diperlukan

Dalam penyampaian jasa dari tamu saat melakukan reservasi, tiba di hotel, selama menginap di hotel hingga tamu meninggalkan hotel, Sheraton Mustika Yogyakarta

Pendekatan perancangan yang mengusung tema Arsitektur Eklektik dapat menjadi salah satu landmark yang memperkenalkan budaya yang ada di Desa Tongging dengan nilai jual

Dana Bantuan Pemerintah PPID merupakan dana operasional kegiatan yang dialokasikan di kecamatan dan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pengelolaan

Hasil panen pada percobaan menunjukkan bahwa dosis pupuk kandang sapi 15 ton/ha lebih tinggi pada varietas Turangga dibandingkan varietas Patriot dalam parameter

Selamat datang bagi mahasiswa baru STIKES Muhammadiyah Klaten, selamat memasuki dunia yang penuh dinamika dan merupakan miniatur kehidupan ditengah-tengah masyarakat.Masih

2.6.3 Relevansi Muatan Kurikulum SMK Program Keahlian Tata Busana dengan Kebutuhan Industri pada Praktik Kerja Industri .... Hasil Penelitian Terdahulu