• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PERKEMBANGAN KOGNITIF (AKAL) MENURUT AL-GHAZALI DAN JEAN PIAGET (StudiKomparatif Akal Menurut Al-Ghazali Dan Akal Menurut Jean Piaget) - Raden Intan Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "KONSEP PERKEMBANGAN KOGNITIF (AKAL) MENURUT AL-GHAZALI DAN JEAN PIAGET (StudiKomparatif Akal Menurut Al-Ghazali Dan Akal Menurut Jean Piaget) - Raden Intan Repository"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Rido Kurnia
  • Pengajar:
    • Drs. Yahya AD, M. Pd
    • Andi Thahir, M.A., Ed.D
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Mata Pelajaran: Bimbingan dan Konseling
  • Topik: Konsep Perkembangan Kognitif (Akal) Menurut Al-Ghazali dan Jean Piaget
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 1439 H / 2017 M
  • Kota: Bandar Lampung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan penjelasan mengenai judul penelitian yang berfokus pada konsep perkembangan kognitif (akal) menurut Al-Ghazali dan Jean Piaget. Penegasan judul dilakukan untuk memperjelas fokus kajian yang bertujuan untuk memahami pola perubahan dalam proses psikologis yang terlibat dalam memperoleh dan menggunakan pengetahuan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu bimbingan dan konseling.

1.1. Konsep Perkembangan Kognitif

Konsep perkembangan kognitif dijelaskan sebagai rancangan yang mencakup pola perubahan dalam proses psikologis yang terlibat dalam memperoleh, menyusun, dan menggunakan pengetahuan. Hal ini penting dalam konteks pendidikan untuk memahami bagaimana individu belajar dan berkembang sepanjang hayat.

1.2. Biografi Al-Ghazali

Al-Ghazali adalah seorang pemikir Muslim yang lahir di Persia dan dikenal karena kontribusinya dalam filsafat dan pendidikan. Karya-karyanya membahas tentang akal sebagai sumber ilmu, yang menjadi dasar bagi pengembangan kognitif dalam konteks Islam.

1.3. Biografi Jean Piaget

Jean Piaget, seorang psikolog Swiss, dikenal sebagai bapak teori kognitif. Ia meneliti perkembangan intelektual anak dan mengembangkan teori yang membagi perkembangan kognitif menjadi empat tahap, yang relevan dalam konteks pendidikan modern.

II. LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari pemikiran Al-Ghazali dan Jean Piaget. Pemahaman tentang kehidupan dan sumber pemikiran kedua tokoh ini sangat penting untuk memahami pandangan mereka tentang perkembangan kognitif. Landasan teori ini akan menjadi acuan dalam analisis komparatif yang dilakukan.

2.1. Kehidupan Al-Ghazali dan Sumber Pemikirannya

Al-Ghazali mengembangkan pemikirannya di tengah lingkungan yang mendorongnya untuk belajar dan mengajar. Karya-karyanya mencerminkan pandangannya yang mendalam tentang akal dan perannya dalam memperoleh pengetahuan, yang sangat relevan dalam pendidikan Islam.

2.2. Kehidupan Jean Piaget dan Sumber Pemikirannya

Piaget mengembangkan teori kognitifnya berdasarkan pengamatannya terhadap anak-anak. Ia menekankan pentingnya pengalaman dan interaksi sosial dalam perkembangan kognitif, yang menjadi dasar bagi banyak metode pengajaran dalam pendidikan modern.

2.3. Perkembangan Kognitif Menurut Al-Ghazali

Al-Ghazali membagi perkembangan kognitif menjadi beberapa tahapan yang menunjukkan bagaimana akal berfungsi dalam memahami dunia. Ini memberikan perspektif penting bagi pendidik dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa.

2.4. Perkembangan Kognitif Menurut Jean Piaget

Piaget membagi perkembangan kognitif menjadi empat tahap: sensorimotor, pra-operasional, konkret-operasional, dan formal-operasional. Setiap tahap memiliki karakteristik unik yang memberikan wawasan bagi pendidik dalam memahami proses belajar anak.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan konsep perkembangan kognitif menurut Al-Ghazali dan Piaget, serta implikasinya dalam konteks pendidikan.

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis isi untuk mengkaji dan membandingkan konsep-konsep yang diusulkan oleh Al-Ghazali dan Piaget.

3.2. Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui studi pustaka yang mencakup karya-karya Al-Ghazali dan Piaget, serta literatur terkait yang relevan. Ini memberikan dasar yang kuat untuk analisis yang dilakukan.

3.3. Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan pendekatan deduktif-induktif, di mana peneliti menarik kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan dan mengaitkannya dengan teori yang ada.

IV. HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam konsep perkembangan kognitif menurut Al-Ghazali dan Piaget. Keduanya menekankan pentingnya akal dalam proses belajar, meskipun dengan pendekatan yang berbeda.

4.1. Hasil Penelitian

Penelitian ini menemukan bahwa baik Al-Ghazali maupun Piaget memiliki pandangan yang sejalan mengenai pentingnya akal dalam perkembangan kognitif. Namun, mereka menggunakan terminologi dan pendekatan yang berbeda.

4.2. Analisis Komparatif

Analisis komparatif menunjukkan bahwa meskipun ada kesamaan dalam pembagian tahapan perkembangan, metodologi yang digunakan oleh Al-Ghazali dan Piaget berbeda. Al-Ghazali mendasarkan pemikirannya pada wahyu, sedangkan Piaget berfokus pada observasi empiris.

V. KESIMPULAN, SARAN, DAN PENUTUP

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman tentang perkembangan kognitif menurut Al-Ghazali dan Piaget dapat memberikan wawasan berharga bagi pendidik dalam merancang metode pengajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Saran diberikan untuk penelitian lebih lanjut mengenai integrasi kedua perspektif dalam praktik pendidikan.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa baik Al-Ghazali maupun Piaget memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman perkembangan kognitif, yang sangat relevan dalam konteks pendidikan saat ini.

5.2. Saran

Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam tentang aplikasi praktis dari kedua konsep dalam pendidikan, serta bagaimana integrasi antara pendekatan Islam dan psikologi modern dapat dilakukan.

Referensi Dokumen

  • Op. Cit ( C. George Boeree )
  • Op. Cit ( Muhammad Yasir Nasution )

Gambar

Tabel
Gambar
Gambar 1Model skema penelitian yang disadur dari M. Nazir dengan sedikit
Tabel 1
+4

Referensi

Dokumen terkait

Abudin Nata, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam), (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2001), Cet II. Plessner, “Al - Zarnuji” dalam