• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA."

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PENAWARAN UMUM TERBATAS V (“PUT V”)

KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)

PENGUMUMAN INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PROSPEKTUS RINGKAS YANG TELAH DIUMUMKAN DI SITUS WEB PERSEROAN DAN SITUS WEB BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 10 MEI 2016.

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.

OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PT MNC INVESTAMA TBK (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA KETERANGAN, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

PT MNC INVESTAMA TBK

Kegiatan Usaha:

Bergerak dalam bidang investasi strategis Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

Kantor Pusat:

MNC Financial Center Lantai 21 Jl. Kebon Sirih Raya No. 21-27

Jakarta Pusat 10340

Tel. (+ 62 21) 2970 9700 - Fax. (+ 62 21) 3983 6886 Website: www.mncgroup.com Email: [email protected]

PENAWARAN UMUM TERBATAS V PT MNC INVESTAMA TBK TAHUN 2016 (”PUT V”)

KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)

Sebanyak-banyaknya7.780.421.321(tujuh miliar tujuh ratus delapan puluh juta empat ratus dua puluh satu ribu tiga ratus dua puluh satu)sahambiasaatasnamaatausebesar16,67% (enambelaskomaenampuluhtujuhpersen)darimodalditempatkandandisetorpenuhPerseroansetelahPUTVdengannilainominalRp100(seratusRupiah)setiapsahamyang ditawarkandenganhargaRp185 (seratus delapan puluh limaRupiah)setiapsahamsehinggaseluruhnyabernilaisebanyak-banyaknyaRp1.439.377.944.385 (satu triliun empat ratus tiga puluh sembilan miliar tiga ratus tujuh puluh tujuh juta sembilan ratus empat puluh empat ribu tiga ratus delapan puluh lima Rupiah). Saham-sahamyangditawarkaniniseluruhnya merupakansahambaruyangberasaldariportepeldanpencatatanatassaham-sahamyangditawarkaniniseluruhnyadilakukanpadaBursaEfekIndonesia.Setiappemegang5(lima) sahamyangnamanyatercatatdalamDaftarPemegangSaham(“DPS”)Perseroanpadatanggal13Juli2016pukul16.15WIBberhakatas1(satu)HMETD,dimanasetiap1(satu)HMETD memberikanhakkepadapemegangnyauntukmembeli1(satu)sahambaruyangharusdibayarpenuhpadasaatmengajukanpemesananpelaksanaanHMETD.Dalamhalpemegang sahammemilikiHMETDdalambentukpecahan,sesuaidenganPeraturanOJKNo.32/POJK.04/2015pasal33TentangHMETD,makaataspecahanHMETDtersebutwajibdijualoleh PerseroandanhasilpenjualannyadimasukankedalamrekeningPerseroan.HMETDinidiperdagangkandiBEIdandilaksanakanselama10(sepuluh)harikerjamulaitanggal15Juli 2016 sampaidengantanggal28Juli2016.HMETDyangtidakdilaksanakanhinggatanggalakhirperiodetersebutdinyatakantidakberlakulagi.SahamyangakanditerbitkandalamPUTVini memilikihakyangsamadansederajatdalamsegalahaldengansahamPerseroanyangtelahdisetorpenuhlainnyayaitu,hak-hakyangberkaitandengansaham,antaralainhaksuara dalamRapatUmumPemegangSaham(“RUPS”),hakataspembagiandividen,hakatassahambonus,danhakatasHMETD.

TidakterdapatpembelisiagadalamPUTVPerseroan.Apabilasaham-sahamyangditawarkandalamPUTVtersebuttidakseluruhnyadiambilbagianolehpemegangHMETD,maka sisanyaakandialokasikankepadaParaPemegangSahamlainnyayangmelakukanpemesananlebihdarihaknyasebagaimanatercantumdalamSertifikatHMETDsecaraproposional berdasarkanhakyangtelahdilaksanakan.Jikamasihterdapatsisasahamyangditawarkan,makasisasahamtersebuttidakakandikeluarkanPerseroandariportepeldandikembalikan kedalamportepelPerseroan.

HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA MULAI TANGGAL 15 JULI 2016 SAMPAI DENGAN TANGGAL 28 JULI 2016. PENCATATAN ATAS SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA DILAKUKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 28 JULI 2016. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 28 JULI 2016 DIMANA HAK YANG TIDAK DILAKSANAKAN PADA TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.

DALAM HAL PEMEGANG SAHAM MEMILIKI HMETD DALAM BENTUK PECAHAN, MAKA HAK ATAS PECAHAN SAHAM TERSEBUT AKAN DIJUAL OLEH PERSEROAN SERTA HASIL PENJUALANNYA AKAN DIMASUKKAN KE DALAM REKENING PERSEROAN.

PUT V INI MENJADI EFEKTIF SETELAH PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN KEPADA OJK DALAM RANGKA PUT V TELAH MENJADI EFEKTIF. DALAM HAL PERNYATAAN EFEKTIF TIDAK DIPEROLEH, MAKA SEGALA KEGIATAN DAN/ATAU TINDAKAN LAIN BERUPA APAPUN JUGA YANG TELAH DILAKSANAKAN DAN/ATAU DIRENCANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADWAL TERSEBUT DI ATAS MAUPUN DALAM PROSPEKTUS INI ATAU DOKUMEN LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PUT V DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA.

RISIKOUTAMAYANGDIHADAPIOLEHPERSEROANADALAHRISIKOINVESTASIYAITUSANGATDIPENGARUHIOLEHFAKTORINTERNALSEPERTIKEMAMPUANMANAJEMEN DALAMBIDANGPENGELOLAANINVESTASI,MANAJEMEN RISIKODANKEBIJAKANSTRATEGISERTAFAKTOREKSTERNALSEPERTIKEPERCAYAANPARAINVESTORUNTUK MELAKUKANINVESTASI,SEHINGGADIPERLUKANPERHITUNGANYANGMATANGDALAMMEMUTUSKANUNTUKMELAKUKANINVESTASI.DAN/ATAU PIHAK LAIN DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN KEPADA PERSEROAN. RISIKO LAINNYA DAPAT DIBACA PADA KETERANGAN TENTANG RISIKO USAHA DALAM PROSPEKTUS.

PENTING UNTUK DIPERHATIKAN

PEMEGANGSAHAMYANGTIDAKMELAKSANAKANHAKNYAAKANMENGALAMIPENURUNANPERSENTASEKEPEMILIKAN(DILUSI)DALAMJUMLAHMAKSIMUMSEBESAR 16,67%(ENAM BELAS KOMA ENAM PULUH TUJUHPERSEN)SETELAHHMETDDILAKSANAKAN.

PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”).

RISIKO YANG DIHADAPI INVESTOR ADALAH TIDAK LIKUIDNYA SAHAM YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM TERBATAS V INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN OLEH TERBATASNYA JUMLAH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN.

(2)

JADWAL SEMENTARA

Rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal Dengan HMETD akan dilaksanakan segera setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Merujuk pada ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK No. 32, jangka waktu antara tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (”RUPSLB”) sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.

Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 4 Mei 2016

Tanggal Efektif : 24 Juni 2016

Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di

- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 1 Juli 2016

- Pasar Tunai : 13 Juli 2016

Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di

- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 11 Juli 2016

- Pasar Tunai : 14 Juli 2016

Tanggal Akhir Pencatatan dalam Daftar Pemegang

Saham (DPS) yang berhak atas HMETD : 13 Juli 2016

Tanggal Distribusi Sertifikat Bukti HMETD : 14 Juli 2016

Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (”BEI”) : 15 Juli 2016

Periode Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD di BEI : 15 – 28 Juli 2016

Periode Pendaftaran, Pemesanan dan Pembayaran Pemesanan Saham (Periode

Pelaksanaan) : 15 – 28 Juli 2016

Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 1 Agustus 2016

Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 19 Juli – 1 Agustus 2016

Tanggal Penjatahan Saham : 2 Agustus 2016

Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan : 4 Agustus 2016

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan : 4 Agustus 2016

PENAWARAN UMUM TERBATAS V

Sebanyak-banyaknya7.780.421.321(tujuh miliar tujuh ratus delapan puluh juta empat ratus dua puluh satu ribu tiga ratus dua puluh satu) saham biasa atas nama atau sebesar 16,67% (enambelas koma enam puluh tujuh persen)darimodalditempatkandandisetorpenuhPerseroansetelahPUTVdengannilainominalRp100(seratus Rupiah)setiapsahamyang ditawarkandenganharga Rp185 (seratus delapan puluh lima Rupiah) setiapsaham sehingga seluruhnya bernilai sebanyak-banyaknya Rp1.439.377.944.385 (satu triliun empat ratus tiga puluh sembilan miliar tiga ratus tujuh puluh tujuh juta sembilan ratus empat puluh empat ribu tiga ratus delapan puluh lima Rupiah).Saham-sahamyangditawarkan iniseluruhnya merupakan sahambaruyangberasal dariportepel danpencatatanatassaham-sahamyangditawarkaniniseluruhnyadilakukan padaBursaEfekIndonesia.Setiap pemegang5(lima)sahamyangnamanyatercatatdalamDaftarPemegangSaham(“DPS”)Perseroanpadatanggal 13Juli2016pukul16.15WIBberhakatas1(satu)HMETD,dimanasetiap1(satu)HMETDmemberikanhakkepada pemegangnyauntukmembeli1(satu)sahambaruyangharusdibayarpenuhpadasaatmengajukanpemesanan pelaksanaan HMETD. Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan PeraturanOJKNo.32/POJK.04/2015pasal33TentangHMETD,makaataspecahanHMETDtersebutwajibdijual olehPerseroandanhasilpenjualannyadimasukankedalamrekeningPerseroan.HMETDinidiperdagangkandiBEI dandilaksanakanselama10(sepuluh)harikerjamulaitanggal15Juli 2016sampaidengantanggal28Juli2016. HMETDyangtidakdilaksanakanhinggatanggalakhirperiodetersebutdinyatakantidakberlakulagi.Sahamyang akanditerbitkandalamPUTVinimemilikihakyangsamadansederajatdalamsegalahaldengansahamPerseroan yangtelahdisetorpenuhlainnyayaitu,hak-hakyangberkaitandengansaham,antaralainhaksuaradalamRapat UmumPemegangSaham(“RUPS”),hakataspembagiandividen,hakatassahambonus,danhakatasHMETD. Tidak terdapat pembeli siaga dalam PUT V Perseroan. Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PUT V tersebuttidakseluruhnyadiambil bagianolehpemegang HMETD,makasisanyaakan dialokasikankepada Para PemegangSahamlainnyayangmelakukanpemesananlebihdarihaknyasebagaimanatercantumdalamSertifikat HMETD secara proposional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa saham yang ditawarkan,makasisasahamtersebuttidakakandikeluarkanPerseroandariportepeldandikembalikankedalam portepelPerseroan.

(3)

Pada tanggal 4 Mei 2016, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa menyetujui peningkatan Modal Disetor dan Modal Ditempatkan Perseroan melalui penambahan modal Perseroan dengan mekanisme HMETD, sebanyak-banyaknya 8.558.463.453 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, serta menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menentukan rasio pelaksanaan PUT V, harga pelaksanaan, penggunaan dana dan penyesuaian-penyesuaian/tindakan-tindakan lainnya yang perlu dilakukan sesuai dengan tanggapan dari otoritas dan regulator sera ketentuan perundangan yang berlaku.

Tabel di bawah ini menunjukkan komposisi dan struktur permodalan Perseroan sebelum Penambahan Modal HMETD dan setelah Penambahan Modal HMETD,jumlah HMETD sebanyak-banyaknya7.780.421.321 saham dengannilainominalRp100 persahammakastrukturpermodalandansusunanpemegangsahamPerseroan sebelumdansesudahdilaksanakannyaPUTVsecaraproforma,adalahsebagaiberikut:

Permodalan Sebelum Penambahan Modal HMETD Setelah Penambahan Modal HMETD Jumlah Saham Nilai Nominal

(Rp100 per saham)

% Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp100 per saham)

%

Modal Dasar 115.000.000.000 11.500.000.000.000 115.000.000.000 11.500.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:

HT Investment Development Ltd 9.088.835.716 908.883.571.600 23,4 10.906.602.859 1.090.660.285.920 23,4 UOB Kay Hian (Hongkong) Ltd 8.402.553.000 840.255.300.000 21,6 10.083.063.600 1.008.306.360.000 21,6 Hary Tanoesoedibjo 8.069.482.900 806.948.290.000 20,7 9.683.379.480 968.337.948.000 20,7 PT Bhakti Panjiwira 5.113.807.112 511.380.711.200 13,1 6.136.568.534 613.656.853.440 13,1 Masyarakat (Dibawah 5%) 8.227.427.879 822.742.787.900 21,1 9.872.913.455 987.291.345.480 21,1

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 38.902.106.607 3.890.210.660.700 100,0 46.682.527.928 4.668.252.792.840 100,0 Saham dalam Portepel 76.097.893.393 7.609.789.339.300 68.317.472.072 6.831.747.207.160

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi)dalamjumlahmaksimumsebesar16,67%(enambelaskomaenampuluhtujuhpersen)setelahHMETD dilaksanakan.

RENCANA PENGGUNAAN DANA

Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT V Perseroan ini diambil seluruhnya oleh pemegang HMETD, maka dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan dengan perincian sebagai berikut: 1. Sejumlah Rp558.043 juta akan digunakan melunasi hutang kepada Smart Empire Group Ltd (tidak

terafiliasi), dimana telah digunakan untuk: (a) Penempatan pada Entitas Anak MKAP sebesar Rp385.000 juta, (b) Pelunasan bunga pinjaman Perseroan Rp160.636 juta dan (c) Biaya operasional Perseroan Rp12.407 juta. Hutang ini diperoleh pada tanggal 9 Mei 2016. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun. Smart Empire menyetujui pelunasan lebih awal, baik seluruh maupun sebagian hutang tersebut;

2. Sisa dana sebanyak-banyaknya Rp877.735 juta akan digunakan oleh Perseroan antara lain untuk modal kerja Perseroan, investasi jangka pendek dan/atau jangka panjang antara lain di sektor media, jasa keuangan dan properti dengan mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku.

Apabila dana yang dihimpun dari PUT V ini kurang dari Rp1.439.378 juta, maka dana akan diprioritaskan pertama untuk melunasi hutang kepada Smart Empire Group Ltd, kedua untuk modal kerja Perseroan, investasi jangka pendek dan/atau jangka panjang antara lain di sektor media, jasa keuangan dan properti dengan mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku.

Apabila dana yang dihimpun dari PUT V ini kurang dari Rp558.043 juta, maka seluruh dana yang akan diperoleh akan diprioritaskan untuk melunasi sebagian hutang kepada Smart Empire Group Ltd.

PERNYATAAN UTANG

Pada tanggal 31 Desember 2015, Perseroan dan Entitas Anak mempunyai liabilitas sebesar Rp30.443.615 juta. Jumlah ini telah sesuai dengan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2015, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny (anggota dari Deloitte Touche Tohmatsu Limited) dengan pendapat wajar tanpa modifikasian untuk semua hal yang material dengan penekanan suatu hal sehubungan dengan kasus legal PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (Entitas Anak, PT Media Nusantara Citra Tbk (“MNCN”)) dan penerapan PSAK 24 (Revisi 2013), Imbalan Kerja pada tahun 2014 yang dilakukan secara retrospektif. Rincian jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 diperlihatkan pada tabel di bawah ini:

(4)

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

LIABILITASJANGKAPENDEK

Simpanandansimpanandaribanklain

Pihakberelasi 407.156 Pihakketiga 9.219.719 Utangusaha Pihakberelasi 85.592 Pihakketiga 1.747.067 Utangpajak 271.644

Biayamasihharusdibayar 429.316

Utangbank 272.056

Utangkepadalembagakliringdanpenjaminan 195.519

Utangnasabah Pihakketiga 977.842

Utangreasuransi 78.648

Pendapatanditerimadimuka 172.794

Utanglain-lain

Pihakberelasi 7.116

Pihakketiga 788.474

Liabilitasjangkapanjangjatuhtempodalamsatutahun

Sewapembiayaan 18.826

Pinjamanjangkapanjang 4.320.904

Obligasi 58.947

Liabilitaslancarlainnya 69.628

JumlahLiabilitasJangkaPendek 19.121.248

LIABILITASJANGKAPANJANG

Liabilitaspajaktangguhan–bersih 27.305

Simpanandansimpanandaribanklain-bagianjangkapanjang 151.151

Liabilitasjangkapanjang-setelahdikurangibagianyangjatuhtempodalamsatutahun

Sewapembiayaan 50.453

Pinjamanjangkapanjang 4.528.844

Utangobligasi 5.868.605

Liabilitasimbalanpascakerja 287.852

Liabilitaskepadapemegangpolis 395.072

Liabilitasjangkapanjanglainnya 13.085

JumlahLiabilitasJangkaPanjang 11.322.367

JumlahLiabilitas 30.443.615

PERSEROAN TELAH MEMENUHI SEMUA RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG PERSEROAN.

IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

TabelberikutinimenggambarkanikhtisardatakeuanganpentingPerseroandanEntitasAnakyangbersumber dariLaporanKeuanganKonsolidasianPerseroandanEntitasAnak.LaporanKeuanganKonsolidasianPerseroan dan Entitas Anakuntuktahun-tahunyangberakhirpada31Desember2015,2014 dan2013 yang telahdiaudit olehKantorAkuntanPublikOsmanBingSatrio&Eny(anggotadariDeloitteToucheTohmatsuLimited)dengan pendapatwajartanpamodifikasian untuk semua hal yang material dengan penekanan suatu hal sehubungan dengan kasus legal PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (Entitas Anak MNCN) dan penerapan PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja pada tahun 2014 yang dilakukan secara retrospektif.

Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 diaudit oleh Kantor AkuntanPublikdanditandatanganiolehPartnersebagaiberikut:

Tahun Kantor Akuntan Publik Partner

2015 KantorAkuntanPublikOsmanBingSatrio&Eny BingHarianto,SE 2014 KantorAkuntanPublikOsmanBingSatrio&Eny BingHarianto,SE 2013 KantorAkuntanPublikOsmanBingSatrio&Eny MuhammadIrfan

(5)

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31Desember

2015 2014* 2013*

ASETLANCAR

Kasdansetarakas 4.141.203 3.660.815 1.947.803

Asetkeuanganlainnya-lancar

Danakelolaan 1.944.544 2.078.362 596.373

Reksadana 757.275 1.164.127 872.729

Efeksahamdiperdagangkan 66.412 75.133 86.039

Efekutang 737.579 533.190 9.226

Rekeningbankdandepositoberjangka

yangdibatasipenggunaannya 545.790 526.874 629.061

Lainnya 129.769 54.429 9.081

Piutangusaha

Pihakberelasi 131.393 149.997 178.940

Pihakketiga 3.522.559 3.412.467 3.128.171

Cadangankerugianpenurunannilai (115.233) (91.582) (98.007)

Piutangnasabahdanmargin 1.188.893 533.578 420.152

Piutangdandepositowajibdarilembagakliringdanpenjaminan 130.567 132.940 81.733

Bagianlancarpiutangpembiayaan

Pihakberelasi 22.295 15.591 10.328

Pihakketiga 873.877 425.535 241.010

Cadangankerugianpenurunannilai (5.237) (5.245) (2.593)

Bagianlancarpiutangmurabahah

Pihakberelasi 112 302 91

Pihakketiga 276.037 257.118 123.513

Cadangankerugianpenurunannilai (2.636) (2.813) (638)

Bagianlancarkredityangdiberikan

Pihakketiga 2.168.431 783.191

-Cadangankerugianpenurunannilai (2.741) (9.277)

-Asetreasuransi 93.127 132.847 63.717

Piutangpremidanreasuransi 237.481 190.706 119.963

Piutanglain-lain

Pihakberelasi 29.805 786 943

Pihakketiga–bersih 882.616 681.373 1.091.462

Persediaan 1.932.262 2.091.685 1.829.529

Uangmukadanbiayadibayardimuka 1.340.114 904.842 669.996

Pajakdibayardimuka 177.680 118.968 90.033

Asetlancarlainnya 92.864 136.897 -

JumlahAsetLancar 21.296.838 17.952.836 12.098.655

ASETTIDAKLANCAR

Piutanglain–lain

Pihakberelasi 30.659 31.188 54.338

Pihakketiga 2.545 7.200

-Asetpajaktangguhan-bersih 1.156.625 635.157 406.816

Investasipadaentitasasosiasi 4.767.254 4.577.499 3.665.461

Piutangpembiayaan

Pihakberelasi 19.378 23.332 13.363

Pihakketiga 858.937 785.442 696.482

Cadangankerugianpenurunannilai (8.585) (8.626) (5.722)

Piutangmurabahah

Pihakberelasi - 93 538

Pihakketiga 341.498 285.051 237.798

Cadangankerugianpenurunannilai (5.448) (3.105) (1.730)

Kredityangdiberikan

Pihakketiga 4.864.747 5.403.412

-Cadangankerugianpenurunannilai (35.221) (119.124)

(6)

Keterangan 31Desember

2015 2014* 2013*

Obligasiwajibtukar 2.913.806 2.526.397 2.312.396

Obligasitukar 636.318 636.318 636.318

Obligasikonversi 531.680 1.010.744 711.900

Obligasipemerintah 476.251 - -

Penyertaansaham 158.856 430.298 1.610

Lainnya 17.372 17.828 14.472

Uangmukainvestasi 321.479 299.542 244.374

Asetal-ijarah–bersih 121.294 177.857 141.824

Asettetap

Biayaperolehan 14.466.573 13.226.068 11.374.637

Akumulasipenyusutan (5.140.989) (5.666.143) (5.310.306)

Goodwill 3.890.917 3.747.232 3.469.891

Asettidakberwujud-bersih 1.087.540 1.118.355 660.444

Asettidaklancarlain-lain 407.150 433.708 321.431

JumlahAsetTidakLancar 31.880.636 29.575.723 19.646.335

JUMLAHASET 53.177.474 47.528.559 31.744.990

LIABILITASJANGKAPENDEK

Simpanandansimpanandaribanklain

Pihakberelasi 407.156 237.246 - Pihakketiga 9.219.719 6.639.568 - Utangusaha Pihakberelasi 85.592 46.055 20.724 Pihakketiga 1.747.067 1.382.347 1.633.669 Utangpajak 271.644 329.495 355.929

Biayamasihharusdibayar 429.316 430.967 356.772

Utangbank 272.056 229.142 167.753

Utangkepadalembagakliringdanpenjaminan 195.519 165.189 97.371

Utangnasabahpihakketiga 977.842 384.823 304.128

Utangreasuransi 78.648 60.312 31.490

Pendapatanditerimadimuka 172.794 162.605 114.938

Utanglain-lain

Pihakberelasi 7.116 8.556 29.064

Pihakketiga 788.474 397.506 885.386

Liabilitasjangkapanjangjatuhtempodalamsatutahun

Sewapembiayaan 18.826 5.635 12.036

Pinjamanjangkapanjang 4.320.904 185.141 489.875

Obligasi 58.947 - -

Liabilitaslancarlainnya 69.628 157.601 21.474

JumlahLiabilitasJangkaPendek 19.121.248 10.822.188 4.520.609

LIABILITASJANGKAPANJANG

Liabilitaspajaktangguhan-bersih 27.305 28.106 16.120

Simpanandansimpanandaribanklain-bagianjangkapanjang 151.151 411.595 -

Liabilitasjangkapanjang-setelahdikurangi

bagianyangjatuhtempodalamsatutahun

Sewapembiayaan 50.453 12.879 6.134

Pinjamanjangkapanjang 4.528.844 7.478.671 4.013.500

Utangobligasi 5.868.605 5.479.728 5.471.258

Liabilitasimbalanpascakerja 287.852 284.654 210.710

Liabilitaskepadapemegangpolis 395.072 377.296 275.666

Liabilitasjangkapanjanglainnya 13.085 88.184 394.169

JumlahLiabilitasJangkaPanjang 11.322.367 14.161.113 10.387.557

JumlahLiabilitas 30.443.615 24.983.301 14.908.166

EKUITAS

Ekuitasyangdapatdiatribusikankepadapemilikentitasinduk

Modalsaham-nilainominalRp100persaham Modal dasar - 115.000 juta saham

(7)

Keterangan 31Desember

2015 2014* 2013*

38.902.106.607sahamtahun2015,

38.739.193.407sahamtahun2014dan

35.900.092.807sahamtahun2013

3.890.210 3.873.919 3.590.009

Tambahanmodaldisetor 3.314.384 3.244.652 2.419.450

Modallain-lain-opsisahamkaryawan 28.320 24.361 28.354

Selisihtransaksiperubahanekuitasentitasanak 1.759.771 1.646.087 718.886

Selisihtransaksiperubahanekuitasentitasasosiasi 697.586 623.198

-Selisihtransaksiekuitasdenganpihaknonpengendali 50.481 68.103 168.422

Penghasilankomprehensiflain 328.156 196.402 221.552

Saldolaba

Ditentukanpenggunaannya 4.000 3.000 2.000

Tidakditentukanpenggunaannya 377.284 1.358.358 1.281.700

Jumlah 10.450.192 11.038.080 8.430.373

Dikurangibiayaperolehansahamdiperolehkembali-

436.816.600sahamtahun2015,

512.023.100sahamtahun2014dan

652.638.000sahamtahun2013 (110.392) (111.412) (184.991)

Jumlahekuitasyangdapatdiatribusikan

kepadapemilikentitasinduk 10.339.800 10.926.668 8.245.382

Kepentingannonpengendali 12.394.059 11.618.590 8.591.442

JumlahEkuitas 22.733.859 22.545.258 16.836.824

JUMLAHLIABILITASDANEKUITAS 53.177.474 47.528.559 31.744.990

*Disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 24 (revisi 2013) “Imbalan Kerja”

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31Desember 2015 2014* 2013 PENDAPATANBERSIH Media 10.398.498 10.243.526 9.499.902 Lembagakeuangan 1.230.118 996.162 748.024 Lainnya 581.952 1.193.712 1.283.749

Jumlahpendapatanbersih 12.210.568 12.433.400 11.531.675

BEBANLANGSUNG (7.438.020) (7.229.971) (6.292.821)

LABAKOTOR 4.772.548 5.203.429 5.238.854

Bebanumumdanadministrasi (2.603.110) (2.244.331) (2.170.484)

Bebankeuangan (1.127.868) (872.704) (878.664)

Bagianlababersihentitasasosiasi 68.105 138.346 42.372

Kerugiankursmatauangasing–bersih (1.406.874) (340.567) (1.549.475)

Penghasilanbunga 62.689 124.577 93.524

Keuntungandankerugianlain-lain–bersih (210.674) (217.158) (69.730)

LABA(RUGI)SEBELUMPAJAK (445.184) 1.791.592 706.397

BEBANPAJAK–BERSIH (143.208) (622.197) (311.410)

LABA(RUGI)BERSIHTAHUNBERJALAN (588.392) 1.169.395 394.987

PENGHASILANKOMPREHENSIFLAIN – BERSIH SETELAH PAJAK

Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:

Pengukurankembaliatasprogramimbalanpasti 35.886 5.005 -

Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:

Revaluasiinvestasiefektersediauntukdijual 22.080 16.664 (823)

Selisihkurspenjabaranlaporankeuangan 66.985 (67.104) 337.071

Jumlahpenghasilankomprehensiflain tahun berjalan – bersih setelah pajak 124.951 (45.435) 336.248

(8)

Keterangan 31Desember

2015 2014* 2013

LABA(RUGI)BERSIHTAHUNBERJALANYANG

DAPATDIATRIBUSIKANKEPADA:

Pemilikentitasinduk (863.821) 193.123 (343.699)

Kepentingannonpengendali 275.429 976.272 738.686

LABA(RUGI)BERSIHTAHUNBERJALAN (588.392) 1.169.395 394.987

JUMLAHLABA(RUGI)KOMPREHENSIFYANG

DAPATDIATRIBUSIKANKEPADA:

Pemilikentitasinduk (732.067) 167.973 (136.957)

Kepentingannonpengendali 268.626 955.987 868.192

JUMLAHLABA(RUGI)KOMPREHENSIF (463.441) 1.123.960 731.235

*Disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 24 (revisi 2013) “Imbalan Kerja”

RASIO KEUANGAN PENTING

Keterangan

2015

2014*

2013

RasioPertumbuhan PendapatanUsaha -1,8% 7,8% 17,8% LabaUsaha -26,7% -3,6% 12,0% LabaBersih -150,3% 196,1% -80,0% JumlahAset 11,9% 49,7% 16,5% JumlahKewajiban 21,9% 67,6% 68,9% Jumlah Ekuitas 0,8% 33,9% -8,6% RasioKeuangan

AsetLancar/KewajibanLancar 111,4% 165,9% 267,6%

JumlahKewajiban/Ekuitas 133,9% 110,8% 88,5%

JumlahKewajiban/JumlahAset 57,2% 52,6% 47,0%

RasioUsaha

LabaUsaha/PendapatanUsaha 17,8% 23,8% 26,6%

LabaBersih/PendapatanUsaha -4,8% 9,4% 3,4%

LabaBersih/JumlahAset -1,1% 2,5% 1,2%

LabaBersih/Jumlah Ekuitas -2,6% 5,2% 2,3%

*Disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 24 (revisi 2013) “Imbalan Kerja”

ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

AnalisadanpembahasankondisikeuangansertahasiloperasiPerseroandalambabiniharusdibaca bersama-sama dengan “Ikhtisar Data Keuangan Penting” yang bersumber dari Laporan Keuangan Konsolidasian PerseroandanEntitasAnakuntuktahun-tahunyangberakhirpadatanggal31Desember2015,2014dan2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny (anggota dari Deloitte Touche Tohmatsu Limited) dengan pendapat wajar tanpa modifikasian untuk semua hal yang material dengan penekanan suatu hal sehubungan dengan kasus legal PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (Entitas Anak MNCN) dan penerapan PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja pada tahun 2014 yang dilakukan secara retrospektif.

A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN USAHA DAN KINERJA OPERASIONAL

1. Pandangan manajemen terhadap kondisi ekonomi dan kondisi pasar.

Dunia usaha menyambut tahun 2015 dengan harapan bahwa dimulainya pemerintahan baru akan membuat situasi politik menjadi lebih kondusif sehingga mendorong perekonomian dan iklim usaha menjadilebihbaik.

Namunperekonomiandomestikbelummampulepasdaritekananglobal.Pelemahanekonomiglobaldan penurunan harga komoditas secara langsung berdampak pada kinerja ekonomi Indonesia karena

(9)

permintaan komoditasdanproduk manufakturIndonesia dipasar global terus menurun.Pertumbuhan ekonomidomestikterusmelambatseiringkontraksidiberbagaisektorindustripengolahannonmigas. DevaluasinilaitukarYuandibulanAgustusmengakibatkanhampirsemuamatauangduniajatuhhingga beradadalamzona undervalue.Pasarsahamglobalanjlokdanhargakomoditasduniasemakintergerus. NilaitukarRupiahturunhinggakelevelRp13.758perDollar Amerika Serikat(AS)ataumelemah217poin dalam sehari. Pelemahan Rupiah masih terus berlanjut hingga pada akhir September dimana Rupiah sempat mencapai Rp14.728 (kurs tengah Bank Indonesia), terendah sepanjang tahun 2015. Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan Rupiah sudah terlalu dalam sehingga berada jauh di bawah nilai fundamentalnya.

Menghadapi tekanan global yang terus berlangsung, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomidanmendorongpertumbuhan.SejakbulanSeptemberhinggaDesember 2015,pemerintahtelah mengeluarkan delapanpaket stimulus ekonomi.Paket kebijakan tersebutmengharuskan deregulasitak kurangdari177aturan yangdianggapmenghambatpertumbuhan duniausahadaninvestasi. Kebijakan pemerintahtersebutberhasilmenumbuhkansentimenpositifdipasardanmenguatkanRupiah.

MemasukikuartalIV,nilaitukarRupiahmenguattajammencapailevelRp13.521perDollarASdanditutup dilevel Rp13.795pada 31 Desember 2015.Hal inidiyakinimerupakan dampakdari berbagaisentimen positifyangterjadidi dalamnegeri. Penguatannilai tukarRupiah menumbuhkanharapanbaru.Banyak investorglobalmembawauangnyakembalikenegara-negaradenganpotensipertumbuhanekonomiyang masihmenjanjikansepertiIndonesia.Treninvestasidisektorriilmenunjukkankecenderunganpositifdan terusmengalir.BadanKoordinasiPenanamanModal(BKPM)mencatatrealisasiinvestasisepanjangtahun 2015mencapaiRp545,4triliun,naik17,8%dibandingkantahun2014sebesarRp463,1triliun.

Hasilnya,pertumbuhan ekonomiIndonesia yang dikuartal Ihanyamencapai 4,71% dan turunmenjadi 4,67% di kuartal II, mulai menunjukkan titik balikdi kuartal III dengan capaian 4,73%.Akhirnya, pada kuartal IV mampu menguat hingga 5,04% sehingga secara tahunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun2015mencapai4,79%.MembaiknyapertumbuhanpadakuartalIVsetelahmencatatlevelterendah padakuartalIImemberikanpesanpositifbagiparapelakuusahadaninvestor.

Salahsatupenyebabturunnyapertumbuhanekonomiadalahturunnyakonsumsirumahtangga.Ditahun 2015konsumsirumahtanggahanyatumbuhsebesar4,96%,sementarapadatahun2013sebesar5,43% dantahun2014sebesar5,16%.Dengandemikian,konsumsirumahtanggaselama3tahunberturut-turut cenderungturun.

Disisi lain, konsumsi pemerintah baik melalui belanja maupuninvestasi berhasil menopang perbaikan pertumbuhanekonomi.Investasi danbelanjapemerintah sama-samatumbuhlebih tinggidibandingkan pada tahun 2014. Pada kuartal IV investasi tumbuh 6,9% dan belanja pemerintah tumbuh 7,31%. Sepanjang 2015, investasi tumbuh 5,07% dan belanja pemerintah tumbuh 5,38%. Artinya, peran pemerintahsudahmulaiefektifdalamikutmenjagaagarperlambatantidakterlaludalam.

Konsumsiyangrelatiflandaiturutberperandalammenahanlajuinflasi.Tingkatinflasitahunkalenderper Desember 2015sekaligusinflasitahunanhanyamencapai 3,35%.Jauhlebihrendahdibandingkan tahun 2014 yang mencapai 8,36% dan terendah sejak 2010. Salah satu pendorong rendahnya angka inflasi adalahharga minyakdunia yangterus turunsehinggapemerintah beberapakali mengoreksiharga jual bahan bakar minyak (BBM). Pada saat yang sama, masyarakat juga cenderung menahan konsumsi. Akibatnya,secaraagregatjugatidakterjadikenaikanhargabarangdanjasa.

Survei indeks keyakinan konsumen oleh BI pada Desember 2015 menunjukkan hasil yang meningkat dibandingkan pada November 2015 walaupun belum setinggi tahun lalu. Survei bulanan ini sudah dilakukansejakOktober 1999terhadap4.600 rumahtanggasebagairespondendi 18kotadiIndonesia. Indeks keyakinan konsumen pada Desember 2015 mencapai 107,5 atau naik 3,8 poin dari bulan sebelumnya.Perbaikanindekskeyakinan konsumentersebutdidorong olehperbaikanindeksekspektasi konsumenterhadapkondisiekonomiIndonesiadalamenambulanmendatangdanindekskondisisaatini. Ekspektasikonsumenterhadapkondisiekonomipadaenambulanmendatangmembaikkarenakonsumen memperkirakanakanterjadiperbaikanpadalapangankerjadanpendapatan

(10)

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan, penyebab timbulnya faktor-faktor tersebut, dampak dari faktor-faktor tersebut terhadap kondisi keuangan dan kinerja Perseroan serta langkah-langkah Perseroan dalam mengantisipasi faktor-faktor tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan dapat dikelompokan dalam 2 (dua) kategori,yaitufaktoreksternaldanfaktorinternal.

FaktoreksternalutamayangmempengaruhikondisikeuanganPerseroanadalah(i)pelemahannilaitukar Rupiahdan(ii)kenaikansukubunga.PelemahannilaitukarRupiahakanmeningkatkannilaijumlahhutang valutaasingPerseroandalamsatuanRupiah,sehinggamenambahbebandankewajibanpembayaranatas hutangdimaksud.Bebandankewajibanyangmeningkatjugaharusditanggung olehPerseroandanjuga Entitas Anak,apabilasukubungapinjamanyangdikenakanatassaldohutangyangadameningkat.

Sebagai upaya untuk meminimalisir dampak dari kedua faktor eksternal utama tersebut, Perseroan senantiasa mengkaji syarat dan kondisi dari pinjaman yang diterima antara lain memprioritaskan pinjaman dalam mata uang Rupiah dengan tingkat suku bunga yang kompetitif dan terdapat fleksibilitas dalam hal jangka waktu pinjaman. Dalam hal suku bunga pinjaman naik dan/atau nilai tukar Rupiah menunjukkan arah pelemahan, Perseroan dapat melakukan pelunasan dipercepat. Apabila Perseroan memerlukan pinjaman dalam valuta asing, maka Perseroan akan mengupayakan agar struktur pinjaman dimaksud dapat menciptakan lindung nilai alami (naturally hedge) dan/atau risiko mata uang asing nya dapat dimitigasi. Per tanggal 31 Desember 2015, kurs Rupiah terhadap Dolar AS yaitu Rp13.795 per Dolar AS, melemah terhadap mata uang Dolar AS, jika dibandingkan dengan per tanggal 31 Desember 2014, yaitu Rp 12.440 per Dolar AS. Hal ini menimbulkan rugi selisih kurs yang mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan. Sumber: http://www.bi.go.id

Faktorinternalyangdapatmempengaruhikinerjakeuangan Perseroanadalah:(i)keterbatasanlikuiditas dan(ii)tidaktertagihnyapiutangPerseroandanEntitas Anak.Permasalahanlikuiditasdapatterjadidalam hal unit kerja tertentu tidak menatausahakan estimasi ketersediaan dan kebutuhan dananya dengan cermat, sehinggapada saat timbulkebutuhandana, dana yangada tidak mencukupi dan/atau sumber pendanaan belum siap. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan dan Entitas Anak secara periodik dan konsisten menyusun rencana kerja dan anggaran bulanan atau bahkan mingguan untuk memetakan potensipenerimaandanadanprakiraanjadwalkebutuhandana.

Faktorinternal lainnyaadalahfaktortidak tertagihnyapiutangPerseroanatauEntitas Anak yangtimbul (risikokredit)karenaketidakmampuandebiturdalammemenuhikewajibanhutangnyakepadaPerseroan secaratepatwaktu.LangkahPerseroanuntukmenghindariterjadinyakondisiinidan/ataumeminimalisir dampakdaririsikokreditadalahmelakukankajianyangseksamaataskualitasdebitur/peminjamsebelum pemberian pinjaman, secara periodik melakukan kajian status tagihan dan peminjam, dan melakukan penanganansedinimungkinatassetiapketerlambatan/penundaanpembayaranjatuhtempo.

3. Perubahan pada nilai surat berharga, nilai tukar dan tingkat suku bunga dan sejauh mana

dampaknya terhadap Perseroan.

a. Perubahan pada nilai surat berharga

PerseroandanEntitas Anaktereksposterhadaprisikoperubahanpadanilaisuratberhargayangberasal dariinvestasiefekdiperdagangkandantersediauntukdijual.Perseroantidakmelakukanlindungnilaiatas investasisuratberharga,namunPerseroansecaraintensifmelakukan monitorterhadapkinerjainvestasi suratberhargadansecaraperiodikmelakukanpengujianrelevansiantarainvestasisuratberhargadengan rencanastrategisPerseroandanEntitas Anak.

b. Perubahan nilai tukar

PerseroandanEntitas Anaktereksposterhadappengaruhfluktuasinilaitukarmatauangasingterutama dikarenakan transaksi yang didenominasi dalam mata uang asing seperti pembelian barangimpor dan pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Perseroan dan Entitas Anak mengelola eksposur terhadap mata uangasing dengan mencocokkan, sebisa mungkin,penerimaan danpembayaran dalam masing-masingindividumatauang.JumlaheksposurmatauangasingbersihPerseroandanEntitas Anak padaakhirtahun2015dan 2014disajikanpadatabeldibawahini(dalamjutaanRupiah,kecualijumlah

(11)

yang dinyatakan dalam mata uang asing). Untuk membantu mengelola resiko, Entitas Anak juga mengadakankontrakberjangkaperubahannilaitukarmatauangasingdalambatasanyangditetapkan.

c. Perubahan tingkat suku bunga

PerseroandanEntitas Anak terpaparterhadaprisikotingkat bunga,karenaPerseroandanEntitas Anak memilikipinjamandengantingkatsukubungamengambangdanbungatetap.

Untukmengelolarisikotingkatbunga,PerseroandanEntitas Anakmemilikikebijakandalammemperoleh pembiayaandalamRupiahdengantingkatbungabankyangrendah, back to back depositodanpinjaman yang akan memberikan spread bunga yang kecil serta jangka waktu pinjaman yang lebih fleksibel sehinggadapatdilakukanpelunasansegeraapabilatingkatbungameningkattinggi.

4. Kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kondisi keuangan dan hasil usaha Perseroan.

Persaatini,tidakadaKebijakanPemerintahyangsecaralangsungmempengaruhikondisikeuangandan hasilusahaPerseroan.KebijakanPemerintahyangberlakuumumdiyakinimenciptakanruanggerakdan kondisiyangsamabagisemuapihak,sehinggaPerseroandanperusahaansejenislainnyadituntutuntuk merumuskandanmenerapkanstrategiyangsejalandanmengacupadaketentuan /kebijakandimaksud. Dengandemikian,persainganusahaberjalansecarawajardaniklimusahamenjadikondusif.

5. Perkembangan Aktivitas Pemasaran

Dengan semakin majunyadunia media, beberaparencanapemasarandan pengembanganusahasektor mediaantaralain:

- pada bisnis konten dan iklan, MNCN akan terus membangun kekuatan secara sinergis melalui kehadiraniNewsTVdengan pendorongpertumbuhanutamalainnyayangterdiridariRCTI,MNCTV, Global TV dan 22 saluran eksklusif MNC Sky Vision (MNCSV) sambil terus berupaya menyajikan program-program TV favorit dan menarik, terus menjalin kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia denganmenghadirkan Channel IndonesiaBusinessCapitalMarket(IBCM).

- pada bisnis TV berbayar, MNCSV terus berupaya menawarkan pelayanan berkualitas premium berorientasi pada pelanggan dan fokus pada pengembangan jaringan penjualan yang luas, Meningkatkankecepatanmeresponspelanggan,meningkatkankualitaspelayanansertameluncurkan programmembergetmember.

- pada bisnis media berbasis online, MNC Shop terus mengembangkan pelayanannya dengan memberikan metode pembayaran dan pengiriman yang mudah, serta terjamin keamanannya. Okezone.com melakukan berbagai langkah pengembangan dan peningkatan kinerja. Dari sisi kuantitas,Okezone.commenerbitkansekitar610beritasetiaphari,terbanyakdiIndonesia.Perseroan jugamemperkuatkerjasamadengan43agencydan51pengiklandiIndonesia.SelainOkezone.com, Perseroan jugamemiliki online streaming yaitu Okezone.tvyang dikenalsebagai premier online TV streaming Indonesia. Bisnis mobile dan PC games yangdioperasikan oleh Le Tang telah membuat aplikasimobilegames“BonnieBear”dan“ArmorHeroes” yangberbasisdiTiongkok.Mobilegames BoonieBears2(BB2)danArmorHeroesdiunduhlebihdari320jutakalisampaisaatini.

Di tahun 2016,digitalisasi seluruhunit usahafinancial services antaralain: shared services, digitalisasi database, DRC (Disaster Recovery Center) dan proses bisnis lainnya akan segera terealisasi untuk mendukungpercepatanpengembanganbisnisdanpeningkatankerjaentitas.

Rencanapengembanganmasing-masingunitusahasektorjasakeuanganadalahsebagaiberikut:

- MNC Finance (“MNCF”) akan tetap fokus pada pembiayaan mobil dan KPR di mana sumber pembiayaannyaberasaldari joint financing denganMNCBankdanpinjamandariBankBUMNseperti BNIdanBankMandiri;

- MNCLifeakanfokuspadaprodukunit-linkdanproduklainnyayangdijualmelalui bancassurance;

- MNC Asset Management (“MNCAM”)akan bekerja sama denganMNC Lifedalamprodukunit-link, selain mengembangkan reksadana tradisional, juga mengembangkan private equity dan offshore funds;

- MNC Securities (“MNCS”) akan melakukan penguatan unit bisnis seperti unit fixed income dan investment banking,pengembangansistem online trading danperluasanjaringandenganmenambah cabang-cabangbaruuntukmeningkatkan market share danperingkatMNCSecurities;

(12)

- MNC Asuransi Indonesia (“MNCAI”) akan mengembangkan produk yang lebih variatif dan tingkat premiyanglebihkompetitif,jugamemperkuatprosesklaim,kualitasagendanrekananbengkel;

- MNCBankakanmeningkatkankinerjanyamelaluipenerapanstrategibisnisyangterfokuspada online banking dan mobile banking,sertapeningkatankualitassumberdayamanusia;

- MNC Guna Usaha Indonesia (“MNCGU”)akan fokuspada pembiayaankorporasiantara lainleasing alatberat,mesin,peralatankesehatandan factoring.

Demimemperkuat posisinya menjadiperusahaanproperti terdepanyang andaldanterpercayamelalui inovasistrategis,pengembanganlokasidanjasamanajemenpropertiterbaiksesuaidenganvisinya,MNC Land (“MNCL”) mulaimelakukan ekspansi bisnis melaluiakuisisi beberapa perusahaan properti, dalam rangka pengembangan usaha demi pertumbuhan berkelanjutan. MNCL menjelma menjadi induk perusahaan dengan sejumlah anak perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membangun, mengembangkan, dan mengelola aset-aset properti, serta menyediakan jasa tenaga kerja alih daya (outsourcing)sepertitenagakebersihan(housekeeping),keamanan(security)danlain-lain.

PerkembanganbisnisMNCLtiaptahunnyasemakinpesatdansemakinberagamnyaproduksertalayanan yang dimiliki MNCLmemberikan nilai tambah di mata investor, pemegang saham, maupun pemangku kepentinganlainnya.MNCLjugasemakinpercayadiridenganmemilikiportofolioinvestasipadasejumlah perusahaan pengembang terpecaya yang mempunyai produk properti berkualitas, seperti pusat perbelanjaan,hotel,residensial(apartemen)danlapangangolf.

Denganperluasanusahayangberkelanjutan,Perseroanmelaksanakantargetusahajangkapanjanguntuk menjadi perusahaan terkemuka dalam bisnis properti terpadu yang memfokuskan diri pada pengembangankawasanresorterpadudiIndonesia.

Dalamrangkamempertahankanposisinyasebagaisalahsatupemainungguldibidangproperti,Perseroan jugaakanmengimplementasikanserangkaianstrategipemasaransebagaiberikut:

- Menjagatarif sewadengan harga yangkompetitif danselaluberadadalamkoridor tarifsewayang aktualpasaran;

- Menjaga kualitas pelayanan sehingga penyewa selalu merasa aman dan nyaman bekerja di area perkantoranyangdisewanya;

- Melakukan preventive maintenance, sehingga meminimalisasi kemungkinan terjadinya kerusakan yangmenyebabkanterhentinyaoperasi;

- Melakukanprogram efisiensisecaraberkelanjutanuntukmencapaibiayayangoptimaluntuksetiap unitbisnis;

- Meningkatkan layanan dan jaringan Unit Bisnis Perseroan di seluruh Indonesia melalui cara-cara berikut:

 MembuatlaporanoperasionalbulananuntukmemonitorkinerjasetiapunitbisnisPerseroan;  Optimalisasiteknologiinternetdalamkomunikasidengandanantarunitbisnis;

 Secara rutin meningkatkan koordinasi dengan setiap manajer unit bisnis untuk meningkatkan kinerjanya.

Selain itu,Perseroanakan melakukanperluasan usahake sektor energidan sumberdaya alammelalui perusahaantambangbatubaradiSumateraSelatanyangtelahdiakuisisidenganmembangunpembangkit listrikmuluttambang.

6. Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja.

Untuktahun2016,bisnisPerseroanmasih akanmengandalkanmedia, khususnyatelevisiberbasisiklan. Namun, sejalandengan itu,Perseroanjugaberkomitmenuntukmengembangkan unitbisnis lainsecara bersamaan.BeberapastrategiyangdisiapkanolehPerseroanadalah:

- MemperkuatkerjasamaantarEntitas AnakdilingkungankelompokusahaPerseroan.Modelseperti terbukti memberikan benefit bagikinerja Perseroan melalui efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan.

- MendorongpotensikeuntungandenganmemanfaatkanbrandMNCuntukbisnisyangbervariasi. - Memperkuat bisnis media melalui peningkatan pangsa penonton pada televisi free to air (FTA),

penambahanjumlahkanalpadatelevisiberbayar,sertaterusmengembangkanbisnisonlinesebagai new media.

(13)

- Menghadirkanprodukpropertiberkualitastinggigunameningkatkankemampuanbersaingdipasar. - Mencaripeluang-peluangusahastrategissebagaiaktivitasinvestasi.

Khususdi sektor media,untukstrategiPerseroan di tahun2016,akan berfokuspada3areabisnis dan memperkuatposisisebagai market leader:

- Fokus pada5motor utama pertumbuhan yaitu Free to Air TV(RCTI, MNC TV,Global TV), jaringan nasionaliNews TV,sertapengembanganbisniscontentmelaluiMNC Channels.

- Memperkuat bisnis media berbasis pelanggan dengan memperluas pengembangan bisnis melalui inisiatifMNCPlayMediabroadband.

- PeluangdanpertumbuhanyangmenjanjikandariberbagaibisnisonlinemediasepertiWeChat,MNC Shop,pengembang Mobile Games Le Tangyangtelah go public,danOkezonesebagaiportalberita online.

Strategiumumsektorjasakeuanganadalah:

- Fokuspadapengembanganbisnisyangbesar,yaituperbankandanasuransi.

- Melakukan konsolidasi dibisnis jasakeuanganPerseroan,mengingatsecara fondasisaatPerseroan sudahmemilikiseluruhlinibisnisjasakeuangan,setelahmasuknyaMNCBank.

- Melakukan joint financing antara perbankan dengan perusahaan pembiayaan yang dimiliki oleh Perseroan,dengantetapmenjagamanajemenrisikodenganbaik.

- Bekerja sama dengan investor luar untuk mengembangkan bisnis jasa keuangan Perseroan, khususnya di bidang asuransi dan pembiayaan.

B. ANALISA KEUANGAN

PembahasanberikutmengacupadaLaporanKeuanganKonsolidasian Perseroan dan Entitas Anakbeserta catatanatasLaporanKeuanganuntuktahun-tahunyangberakhirpada31Desember2015,2014dan2013 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny (anggota dari Deloitte Touche Tohmatsu Limited).

Perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 Pendapatan Bersih

Pendapatan bersih konsolidasian pada tahun 2015 adalah sebesar Rp12.210.568 juta, turun sebesar Rp222.832 juta atau 1,8% dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp12.433.400 juta. Penurunan pendapatandi tahun2015 terutamaberasal daripenurunanpendapatanpembiayaan efek dan asuransi sebesar Rp581.831 juta dan penurunan pendapatan dari sektor pertambangan sebesar Rp329.074 juta. Penurunan pendapatan pembiayaan efek dan asuransi di tahun 2015 umumnya disebabkan karena volume transaksi pembiayaan efek dan asuransi yang lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Beban Langsung

Jumlahbeban langsungkonsolidasianPerseroanpada tahun2015sebesar Rp7.438.020juta, meningkat sebesarRp208.049 Jutaatau 2,9%dibandingkan tahun 2014 sebesarRp7.229.971juta.Peningkatan ini terutamadisebabkanolehPeningkatan bebanlembaga keuangan bank dan beban mediaberbisnis online masing-masing sebesar Rp268.141 juta dan 165.291 juta. Kenaikan beban langsung lembaga keuangan bank sejalan dengan peningkatan pendapatan lembaga keuangan bank, dimana kenaikan ini dikarenakan laporan laba rugi komprehensif MNC Bank dikonsolidasikan ke laporan keuangan Perseroan di tahun 2014 yang telah berjalan. Beban media berbasis online meningkat juga sejalan dengan peningkatan pendapatan media berbasis online, dikarenakan di tahun 2015 Perseroan melalui anak usaha media terus mengembangkan basis online seperti Okezone.com. Perseroan juga memiliki online streaming yaitu Okezone.tv yang dikenal sebagai premier online TV streaming Indonesia. Bisnis mobile dan PC games yang dioperasikan oleh Le Tang telah membuat aplikasi mobile games “Bonnie Bear” dan “Armor Heroes” yang berbasis di Tiongkok. Mobile games Boonie Bears 2 (BB2) dan Armor Heroes telah diunduh lebih dari 320 juta kali. Strategi pengembangan usaha online inilah yang menyebabkan peningkatan beban langsung media berbasis online, yang diharapkan akan meningkatkan pula pendapatan Perseroan dari media online

(14)

Laba Kotor

Labakotorkonsolidasianpadatahun2015sebesarRp4.772.548juta,turunsebesarRp430.881jutaatau 8,3%dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp5.203.429 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari pembiayaan efek, asuransi dan pendapatan di sektor pertambangan disertai dengan peningkatan beban lembaga keuangan bank dan beban media berbisnis online.

Beban Umum dan Administrasi

Beban umum dan administrasi konsolidasian pada tahun 2015 adalah sebesar Rp2.603.110 juta, meningkatsebesarRp358.779 jutaatau 16,0%dari tahun2014 sebesarRp2.244.331 juta. Kenaikan itu terutama disebabkan oleh meningkatnya beban iklan dan promosi, beban sewa, beban gaji dan kesejahteraan, dan beban kantor masing-masing sebesar Rp143.149 juta, Rp108.307 juta, Rp70.085 juta dan Rp51.117 juta. Peningkatan beban-beban ini terutama disebabkan oleh ekspansi bisnis Perseroan yang terus mengembangkan usahanya sehingga terus merekrut karyawan-karyawan baru, melakukan promosi dan iklan serta penambahan sewa selama tahun 2015. Jumlah karyawan per tanggal 31 Desember 2015 adalah sebanyak 15.045 karyawan, bertambah sebanyak 1.344 karyawan, jika dibandingkan dengan jumlah karyawan per tanggal 31 Desember 2014, yaitu sebanyak 13.701 karyawan. Promosi dan iklan yang ditingkatkan oleh Perseroan merupakan usaha Perseroan untuk lebih mengenalkan dan memasarkan produk-produknya ke masyarakat.

Beban Pajak

JumlahbebanpajakkonsolidasianPerseroanpadatanggal31Desember2015adalahsebesarRp143.208 juta,turunsebesarRp478.989jutaatau77,0%dibandingkandengantahun2014sebesarRp622.197juta. Penurunan beban pajak ini dikarenakan penurunan Laba Sebelum Pajak, dimana sebelumnya Perseroan mencapai laba sebelum pajak sebesar Rp1.791.592 juta di tahun 2014, sementar di tahun 2015 Perseroan mengalami rugi sebelum pajak yaitu sebanyak Rp445.184 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi selisih kurs sebagai akibat pelemahan mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar AS.

Laba (Rugi) Bersih

Laba (Rugi)bersihpadatahun2015tercatatrugi sebesarRp588.392juta,mengalamipenurunansebesar Rp1.757.787jutaatau 150,3%dibandingkan denganpadatahunsebelumnyayangmencatatlababersih sebesar Rp1.169.395 juta. Penurunan laba bersih ini terutama antara lain karena adanya kenaikan kerugian selisih kurs mata uang asing, kenaikan beban umum dan administrasi serta penurunan laba kotor. Kerugian selisih kurs mata uang sebagai akibat dari pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS di tahun 2015.

Perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 Pendapatan Bersih

Tahun2014 merupakantahunpertumbuhan bagiPerseroan.Lewat pemilihan strategiyang tepat,yaitu pengintegrasian Entitas Anak Perseroan dalam melakukan promosi dan penjualan, yang telah mengantarkanPerseroandalampencapaianpendapatanyanglebihtinggi.

Pendapatan bersih konsolidasian pada tahun 2014 sebesar Rp12.433.400 juta, meningkat sebesar Rp901.725juta,atau7,8%dibandingkantahun2013sebesarRp11.531.675juta.Peningkatanini terutama berasal dari peningkatanpendapatan pada media berbasis online dan media berbasis pelanggan serta pembiayaan,efek dan asuransi, yaitu masing-masing meningkat 115,3%, 8,6% dan 24,5%.

Beban Langsung

Jumlah beban langsung konsolidasian pada tahun 2014 sebesar Rp7.229.971 juta, meningkat sebesar Rp937.150 juta atau 14,9% dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp6.292.821juta. Peningkatanterutama berasaldariEntitasAnakdi bidangmediayangdisebabkanolehkenaikanbebanmedia berbasis pelanggan dan media berbasis online masing masing 20,9% dan 170,1%. Kenaikan beban langsung media berbasis pelanggan dan online ini juga sejalan dengan peningkatan pendapatan media berbasis pelanggan dan online, yang dikarenakan pemilihan strategi yang tepat dalam hal pengintegrasian Entitas Anak dalam melakukan promosi dan penjualan.

(15)

Laba Kotor

Laba kotor konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp5.203.429 juta, turun sebesar Rp35.425jutaatau0,7%dibandingkandengantahun2013sebesarRp5.238.854juta.Penurunanterutama disebabkanolehmeningkatnya beban langsung media 13,4%.

Beban Umum dan Administrasi

Beban umum dan administrasi konsolidasian pada tahun 2014 adalah sebesar Rp2.244.331 juta, meningkat sebesar Rp73.847 juta atau 3,4% dari tahun 2013 sebesar Rp2.170.484 juta. Kenaikan itu terutamadisebabkanolehkenaikan bebangaji dankesejahteraan karyawan 16,4%. Peningkatan beban gaji dan kesejahteraan ini dikarenakan terdapat penambahan jumlah karyawan yaitu sebanyak 2.318 karyawan dari sebelumnya pada tahun 2013 sebanyak 11.383 karyawan, menjadi sebanyak 13.701 karyawan. Peningkatan jumlah karyawan ini diakibatkan salah satunya dari akuisisi Perusahaan yang kemudian menjadi Entitas Anak Perseroan dimana hal ini sejalan dengan strategi Perseroan dalam pengembangan usahanya.

Beban Pajak

JumlahbebanpajakkonsolidasianPerseroanpadatanggal31Desember2014adalahsebesarRp622.197 juta, meningkat sebesar Rp310.787 juta atau 99,8% jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp311.410juta.Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan laba sebelum pajak 153,6% yang umumnya dikarenakan penurunan kerugian kurs mata uang asing.

Laba Bersih

Lababersihkonsolidasiandapatpadatahun2014tercatatsebesarRp1.169.395juta,mengalamikenaikan yang sangat signifikan yaitu sebesar Rp774.408 juta atau 196,1% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp394.987 juta. Peningkatan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan kerugian kurs mata uang asing 78%, peningkatan pendapatan bersih 7,8% dan peningkatan pendapatan atas bagian laba bersih Entitas Asosiasi 226,5%.Secara umum, peningkatan ini sebagai hasil dari pemilihan strategi yang tepat, yaitu pengintegrasian Entitas Anak Perseroan dalam melakukan promosi dan penjualan, sehingga menambah pendapatan Perseroan. Selain itu hasil dari ekspansi bisnis dengan mengakuisisi Perusahaan baru juga berkontribusi dalam peningkatan laba bersih Perseroan.

Perbandingan untuk tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 Aset

Totalasetkonsolidasianpada akhir2015 tercatat sebesarRp53.177.474juta, naiksebesarRp5.648.915 jutaatau 11,9% dibandingkan dengan totalaset pada tahun 2014 yangtercatat sebesar Rp47.528.559 juta. Kenaikan jumlah aset konsolidasian di tahun 2015 terutama disebabkan oleh kenaikan piutang nasabah dan margin, peningkatan piutang pembiayaan, peningkatan kredit yang diberikan dan peningkatan aset tetap bersih. Peningkatan aset-aset tersebut secara umum sebagai akibat dari pertumbuhan industri jasa keuangan di Indonesia. Industri jasa keuangan di Indonesia memiliki pertumbuhan yang luas yang tercermin dari peningkatan aset bank komersial selama tahun 2015, yang didorong oleh semakin meningkatnya aktivitas penjaminan kredit, bisnis kartu kredit dan pembiayaan konsumen. Hal ini akan meningkatkan nasabah Perseroan, khususnya Entitas Anak, yaitu MNC Bank dan MNC Finance, sehingga kredit yang diberikan dan piutang pembiayaan meningkat seiring dengan semakin bertumbuhnya masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Aset Lancar

Totalasetlancarkonsolidasianpadatahun2015adalahsebesarRp21.296.838juta,mengalamikenaikan sebesarRp3.344.002 jutaatausekitar18,6% dibandingkan dengantotalasetlancar konsolidasianpada tahun2014yangsebesarRp17.952.836juta.Kenaikanterutamakarenapeningkatanbagian lancar kredit yang diberikan, peningkatan piutang nasabah dan marjin, peningkatan bagian lancar piutang pembiayaan serta peningkatan kas dan setara kas Perseroan.

(16)

Aset Tidak Lancar

Totalaset tidak lancar konsolidasianpada tahun2015 sebesarRp31.880.636 juta,mengalami kenaikan sebesar Rp2.304.913juta atau meningkat sebesar7,8% dibandingkan dengan jumlahaset tidak lancar konsolidasianpadatahun2014sebesarRp29.575.723juta.Peningkatan initerutamakarenapeningkatan aset tetap bersih.

Perbandingan untuk tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 Aset

Totalasetkonsolidasianpadaakhir2014tercatatsebesarRp47.528.559juta,naiksebesarRp15.783.569 juta atau49,7% dibandingkan dengan totalasetpada tahun2013 yangtercatat sebesar Rp31.744.990 juta. Kenaikan jumlah asetdi tahun2014 terutamadisebabkan kenaikan kredityangdiberikan kepada pihak ketiga,kenaikanasettetap, kenaikan investasi pada Entitas Asosiasi dan peningkatan aset keuangan dana kelolaan. Peningkatan aset-aset tersebut umumnya dikarenakan dikonsolidasikannya laporan keuangan MNC Bank pada laporan keuangan Perseroan di tahun 2014 dan hasil dari ekspansi bisnis yang dilakukan oleh Perseroan.

Aset Lancar

Totalasetlancarkonsolidasianpadatahun2014adalahsebesarRp17.952.836juta,mengalamikenaikan sebesarRp5.854.181jutaatausekitar48,4%dibandingkan dengantotalaset lancarkonsolidasianpada tahun2013 yangsebesarRp12.098.655juta. Kenaikan initerutamakarenapeningkatanaset keuangan dana kelolaandan reksadana, kenaikan kas dan setara kas dan kenaikan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga.

Aset Tidak Lancar

Totalasettidak lancarkonsolidasianpadatahun2014 sebesarRp29.575.723 juta, mengalamikenaikan sebesarRp9.929.388jutaataumeningkatsebesar50,5% dibandingkandengan jumlahasettidak lancar konsolidasian padatahun2013 sebesarRp19.646.335juta. Kenaikan tersebutterutamakarenaadanya penambahanasettetap, kenaikan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dan kenaikan investasi pada Entitas Asosiasi.

Perbandingan untuk tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 Liabilitas

Jumlah liabilitas konsolidasian pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp30.443.615 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp5.460.314 juta atau 21,9% dibandingkan dengan liabilitas konsolidasian pada tahun2014yangtercatatsebesarRp24.983.301juta.Peningkataniniterutamadisebabkan olehadanya peningkatan simpanan dan simpanan pada bank lain, peningkatan utang nasabah pihak ketiga dan peningkatan pinjaman jangka panjang. Peningkatan simpanan dan simpanan dari bank lain dikarenakan semakin bertambahnya nasabah Perseroan di tahun 2015. Penambahan simpanan ini salah satunya juga dikarenakan banyak karyawan Perseroan yang membuka tabungan di MNC Bank dan juga sebagai upaya Perseroan dalam menjaga rasio Loan to Deposit (LDR) yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia selaku regulator. Penambahan pinjaman jangka panjang dikarena terutama peningkatan utang sindikasi, yang dipergunakan oleh Perseroan dalam upaya untuk meningkatkan bisnis usahanya.

Liabilitas Jangka Pendek

Padatahun 2015,jumlah liabilitasjangka pendekkonsolidasian tercatat Rp19.121.248 juta, mengalami peningkatansebesarRp8.299.060jutaatau76,7%dibandingkanpadatahun2014sebesarRp10.822.188 juta. Peningkatan terutama disebabkan karenaadanya peningkatan simpanan dan simpanan dari bank lain, peningkatan pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dan peningkatan utang nasabah pihak ketiga.

Liabilitas Jangka Panjang

Total liabilitas jangka panjang konsolidasian pada tahun 2015 adalah sebesar Rp11.322.367 juta, mengalami penurunan sebesar Rp2.838.746 juta atau 20,0% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp14.161.113 juta. Penurunan tersebutterutamadisebabkan olehadanyapenurunan pinjaman jangka panjang.

(17)

Perbandingan untuk tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 Liabilitas

Jumlahliabilitaskonsolidasianpadatahun2014tercatatsebesarRp24.983.301juta,mengalamikenaikan sebesar Rp10.075.135 juta atau 67,6% dibandingkan dengan liabilitas konsolidasian pada tahun 2013 yang tercatat sebesarRp14.908.166 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan peningkatan simpanan dan simpanan dari bank lain kepada pihak ketiga dan peningkatan pinjaman jangka panjang. Peningkatan simpanan dan simpanan dari bank lain umumnya dikarenakan dikonsolidasikannya laporan keuangan MNC Bank pada laporan keuangan Perseroan di tahun 2014. Sementara peningkatan pinjaman jangka panjang terutama dikarenakan Perseroan melalui Entitas Anak, MNC mendapatkan fasilitas utang sindikasi baru di tahun 2014.

Liabilitas Jangka Pendek

Padatahun2014, jumlahliabilitasjangkapendek konsolidasian tercatatRp10.822.188 juta, mengalami kenaikansebesarRp6.301.579jutaataunaik139,4%dibandingkantahun2013sebesarRp4.520.609juta. Peningkatan ini terutama disebabkan peningkatan simpanan dan simpanan dari bank lain.

Liabilitas Jangka Panjang

Total liabilitas jangka panjang konsolidasian pada tahun 2014 adalah sebesar Rp14.161.113 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp3.773.556 juta atau 36,3% dibanding tahun 2013 sebesar Rp10.387.557 juta.Peningkatantersebutterutamadisebabkanolehadanyapeningkatanpinjamanjangka panjang.

EKUITAS

Perbandingan untuk tanggal 31 Desember 2015 dan 2014

Totalekuitas konsolidasianpada tahun2015 sebesar Rp22.733.859 juta, mengalami kenaikansebesar Rp188.601jutaatausekitar 0,8%dibandingkan denganekuitaspadatahun2014 yangtercatatsebesar Rp22.545.258juta.Kenaikantersebutterutamadaritambahanmodaldisetor, penghasilan komprehensif lain dan kepentingan non pengendali.

Perbandingan untuk tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

Total ekuitas konsolidasian pada 2014 sebesar Rp22.545.258 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp5.708.434jutaatau33,9%dibandingkandenganekuitaskonsolidasianpadatahun2013yangtercatat sebesarRp16.836.824juta. KenaikanterutamaberasalselisihtransaksiperubahanekuitasEntitasAnak, peningkatan kepentingan non pengendali dan tambahan modal disetor.

LAPORAN ARUS KAS

Tabel berikut ini memuat ikhtisar laporan arus kas Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal31Desember2015,2014dan2013:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31Desember

2015 2014 2013

Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)AktivitasOperasi 3.689.364 (1.078.623) 999.195 Kas bersih digunakan untukAktivitasInvestasi (3.447.390) (3.582.019) (3.999.358)

Kas bersih diperoleh dariAktivitasPendanaan 238.414 6.373.654 3.626.306

(Penurunan)/kenaikanbersihkasdansetarakas 480.388 1.713.012 626.143

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Padatahun2015kas bersih diperoleh dari aktivitasoperasi adalah sebesar Rp3.689.364 juta, padatahun 2014kas bersih digunakan dari aktivitasoperasi adalah sebesar Rp(1.078.623juta)danpadatahun2013 kas bersih diperoleh dari aktivitasoperasi Rp999.195juta.

(18)

PerolehankasKonsolidasiandariaktivitasoperasipadatahun2015adalahsebesarRp3.689.364juta,naik sebesarRp4.767.987 jutadibandingkan kas yang digunakan untuk aktifitas operasi tahun2014 sebesar Rp(1.078.623 juta). Kenaikan terutama karena adanya peningkatan yang signifikan atas simpanan dan simpanan dari bank lain serta penurunan pembayaran terhadap pemasok.

Padatahun2014tercatatpenggunaankasdariaktivitasoperasisebesarRp(1.078.623juta),turunsebesar Rp2.077.818jutaatauturun207,9%dibandingkan kas diperoleh dari aktifitas operasitahun2013 sebesar Rp999.195 juta.Penurunan perolehan kas bersihantara laindikarenakan adanya penurunan simpanan dan simpanan dari bank lain dan kenaikan pembayaran kepada pemasok.

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

PadaAktivitasInvestasi,tercatatpenggunaankasbersiholehPerseroanuntuktahunyang2015,2014dan 2013 masingmasing sebesarRp(3.447.390juta),Rp(3.582.019juta)danRp(3.999.358juta).

Padatahun2015dibandingkandengantahun2014,pengeluaranPerseroanuntukaktivitasinvestasirelatif lebih rendah, hal ini dikarenakan pada tahun 2015 belanja modal Perseroan yang jauh lebih kecil dibandingkan tahun2014. Salah satupenyebab lebih tingginya belanjamodalPerseroan di tahun2014 adalah dikarenakan MNCSV, Entitas Anak Perseroan di bidang media melakukan pembelian satelit transponder.

Pada tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013, pengeluaran Perseroan untuk aktivitas investasi mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu dari Rp3.999.358 juta menjadi Rp3.582.019 juta. Penurunan yang cukup signifikaniniterkait penambahan investasipada EntitasAsosiasi di tahun 2013 yang lebih tinggi dibandingkan penambahan investasi pada Entitas Asosiasi pada tahun 2014.

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Padatahun2015,PerseroanmembukukanperolehankasbersihsebesarRp238.414juta.Sedangkanpada tahun 2014, Perseroan membukukan perolehan kas bersih sebesar Rp6.373.654 juta. Penurunan penggunaankasbersihpadatahun2015terkaitdenganadanyapembayaran utang bank dan utang jangka panjang.

Pada tahun 2014, Perseroan mencatatkan perolehan kas bersih sebesar Rp6.373.654 juta. Sedangkan pada tahun2013, Perseroanmencatatkan perolehan kasbersih sebesarRp3.626.306 juta. Peningkatan perolehan kas bersih pada tahun 2014 dikarenakan penerimaan setoran modal yang lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2013 serta dikarenakan pembayaran utang obligasi yang lebih kecil di tahun 2014 dibanding dengan pembayaran obligasi di tahun 2013.

LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS

Likuiditas mencerminkan kemampuan Perseroandalammemenuhi liabilitas jangkapendeknya.Tingkat likuiditasdiukurdenganmembandingkanasetlancarkonsolidasiandenganliabilitasjangkapendekpada suatutanggaltertentu.TingkatlikuiditasPerseroanuntuktahunyangberakhirpadatanggal31Desember 2015,2014dan2013berturut-turutsebesar111,4%,165,9%dan267,6%.

Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh liabilitas dengan menggunakan seluruhasetPerseroan.Solvabilitasdiukurdenganmembandingkanantarajumlahliabilitaskonsolidasian terhadapjumlahasetkonsolidasian. SolvabilitasPerseroan cenderungstabil.Berikuttingkat solvabilitas Perseroanuntuktahun yangberakhir padatanggal31 Desember 2015,2014 dan 2013 masing-masing sebesar57,2%,52,6%dan47,0%.

PEMBELIAN ASET TETAP (CAPITAL EXPENDITURE)

Pembelian aset tetap yang dilakukan Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2015, 2014 dan 2013 masing-masingsebesarRp3.067.533juta,Rp2.538.425jutadanRp1.996.135juta.

Kebijakanpembelian barangmodal Perseroanadalahuntuk memaksimalkankinerjaoperasional dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan. Sumber pendanaan Perseroan untuk pembelian barangmodalberasaldarikasinternalPerseroan,penerbitanobligasidanpinjamanbank.

(19)

Dalam melakukan pembelian barang modal, Perseroan dan Entitas Anak telah mempertimbangkan fungsi dan tujuan pembelian barang modal tersebut. Tujuan pembelian barang modal tersebut terutama adalah untuk meningkatkan pendapatan Perseroan dan Entitas Anak. Dengan adanya pertimbangan tersebut, Perseroan dan Entitas Anak menjadi lebih selektif dalam melakukan pembelian barang modal sehingga tidak terdapat masalah yang tidak sesuai dengan tujuan pembelian.

Pada tahun 2015 terdapat peningkatan aset dalam penyelesaian yang merupakan bangunan gedung studio di Jakarta, pembangunan stasiun transmisi berikut instalasinya dan renovasi gedung yang diperkirakanseluruhnyaselesaidi tahun2016.

IMBAL HASIL EKUITAS DAN IMBAL HASIL INVESTASI Imbal Hasil Ekuitas

ImbalhasilekuitasmenunjukkankemampuanPerseroanuntukmenghasilkanlababersihyangdiukurdari perbandingan laba bersih terhadap jumlah ekuitas konsolidasian. Tingkat imbal hasil ekuitas pada 31 Desember2015,2014dan2013berturut-turutadalahsebesar-2,6%,5,2%dan2,3%.

Imbal Hasil Investasi

ImbalhasilinvestasimenunjukkankemampuanPerseroanuntukmenghasilkanlababersihdariasetyang dimiliki Perseroan,diukur dari perbandinganantara lababersih dengan totalasetkonsolidasian. Imbal hasilinvestasiuntuktahunyangberakhirpada31Desember2015,2014dan2013berturut-turutadalah sebesar-1,1%,2,5%dan1,2%.

C. MANAJEMEN RISIKO

1. Manajemen Risiko Modal 2. Manajemen Risiko keuangan

- Risiko Pasar

- Manajemen risiko kredit - Manajemen risiko likuiditas

RISIKO USAHA

A. Risiko Perseroan

Perseroantidakterlepasdaririsikoyangdisebabkanolehberbagaifaktoryangdapatmenurunkanpendapatan Perseroan.Perseroansebagaiperusahaaninvestasistrategismemilikibeberaparisiko,yaitu:

1. Risikoinvestasi

2. Risikosebagaientitasinduk 3. Risikoperekonomian

4. Risikoperubahankebijakanpemerintah 5. Risikoteknologi

6. Risikopersaingan 7. Risikooperasional

8. Risikofluktuasinilaitukarvalutaasing

B. Risiko Entitas Anak

Industri Media 1. Risiko eksternal 2. Risiko internal 3. Risiko investasi

4. Risiko penurunan belanja iklan 5. Risiko persaingan program

6. Risiko persaingan usaha TV berlangganan 7. Risiko gangguan pada satelit

(20)

Industri Keuangan 1. Risikoinvestasi

2. Risiko penjaminan emisi efek 3. Risiko perdagangan efek

4. Risiko likuiditas reksa dana terbuka 5. Risiko klaim

6. Risiko kredit 7. Risiko persaingan

8. Risiko peraturan pemerintah Industri Properti

1. Risiko pembangunan properti 2. Risiko pembiayaan

3. Risiko ketersediaan lahan 4. Risiko tingkat suku bunga 5. Risiko persaingan usaha

C. Risiko Kemungkinan Tidak Likuidnya Saham

KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Tidak adakejadian pentingyangmempunyai dampakcukupmaterialterhadap keadaankeuangan danhasil usaha Perseroan dan Entitas Anak yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen yang telah diterbitkantertanggal2 Juni 2016ataslaporankeuangan konsolidasian,sertakinerjakeuangandanaruskas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, yang telah diaudit olehKantor AkuntanPublikOsmanBing Satrio&Eny(anggotadariDeloitteToucheTohmatsu Limited)denganpendapat wajartanpa modifikasian untuk semua halyang materialdengan penekanan suatu hal sehubungan dengan kasus legal PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia(Entitas Anak MNCN) danpenerapanPSAK24(Revisi2013), ImbalanKerja,yangperludiungkapkandalamProspektusini.

KETERANGANTENTANGPERUSAHAAN TERBUKA, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDRUNGAN DAN PROSPEK USAHA

A. KETERANGAN PERSEROAN

PerseroandidirikanberdasarkanaktaNo.22tanggal2November1989 yangdibuatdihadapanSutjipto, S.H., Notaris di Surabaya,sebagaimana diubah dengan AktaPerubahan No.193 tanggal15November 1989 yang dibuatolehPoerbaningsihAdiWarsito,S.H.,NotarisdiJakarta.AktapendirianPerusahaantelahdisahkanoleh MenteriKehakimanRepublikIndonesia denganSuratKeputusannya No.C2-10673.HT.01.01.TH.89tanggal22 November1989dandiumumkandalamBeritaNegaraRepublikIndonesiaNo.18,TambahanNo.813tanggal2 Maret1990.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan-perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Terakhir Anggaran Dasar Perseroan dirubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.44 tanggal 22 Maret 2016, dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.AHU-AH.01.03-0034054 tanggal 23 Maret 2016 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.AHU-0037228.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 23 Maret 2016, mengenai peningkatan modal disetor.

Saatini, kegiatanutamausahaPerseroanadalahbergerakpadabidang investasistrategis.KantorPerseroan terletakdiMNCFinancialCenter,Lantai21,JalanKebonSirihNo.21-27,JakartaPusat.

Gambar

Tabel di bawah ini menunjukkan komposisi dan struktur permodalan Perseroan sebelum Penambahan Modal  HMETD  dan  setelah  Penambahan  Modal  HMETD,  jumlah  HMETD  sebanyak-banyaknya  7.780.421.321  saham  dengan nilai nominal Rp100  per saham maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan  sebelum dan sesudah dilaksanakannya PUT V secara proforma, adalah sebagai berikut:
Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan dan Entitas Anak yang bersumber  dari Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Tabel  berikut  ini  memuat  ikhtisar  laporan  arus  kas  Perseroan  untuk  tahun-tahun  yang  berakhir  pada  tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 2013:
Tabel  berikut  ini  menggambarkan  posisi  ekuitas  Perseroan  dan  Entitas  Anak  yang  bersumber  dari  Laporan  Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan nilai minimum untuk variabel independen Debt to Equity Ratio (DER) dari sampel data perusahaan yang tidak mengalami financial distress sebesar

Dari latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk meneliti ketahanan perbankan syariah di Indonesia pada saat dan setelah terjadinya krisis keuangan Global

Hubungan FDR dengan CAR dalam jangka pendek yaitu hubungan yang signifikan negatif, sedangkan dalam jangka panjang terdapat hubungan (pengaruh) signifikan positif antara FDR

(2012) mengemukakan bahwa isu yang paling sensitif dalam hubungan auditor change adalah kualifikasi dari opini audit karena salah satu tujuan manajemen dalam

Penelitian  mengenai  analisis  jalur  pernah  dilakukan  oleh  Tanzia,  Ike  dan  Eka  Herdiana  (2009)  dengan  judul  Analisis  Jalur  Faktor-Faktor 

Luas CA Situ Patengan yang hanya 21,18 ha dan letaknya yang berbatasan dengan kawasan perkebunan dan kawasan hutan produksi Perum Perhutani, dapat menjadi ancaman bagi

Kelenjar pituitari sanat pentin karena menyampaikan pesan dari otak denan "ara yan disebut kelenjar hipotalamus dan memanfaatkan pesan#pesan ini untuk memproduksi

Persoalan akustik interior dapat ilustrasikan (Gambar 1). n adalah vektor normal yang arahnya ke luar dari domain B. Pi adalah gelombang datang. Untuk kasus radiasi,