• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

 Bulan Juni 2015 di Kota Depok terjadi inflasi sebesar 0.36 persen dengan indeks harga konsumen (IHK)

sebesar 118.75 persen. Dari 7 (tujuh) kelompok tercatat lima kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan makanan sebesar 1.31 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok Sandang

yaitu 0,39 persen.

 Inflasi/deflasi terjadi karena adanya kenaikan/penurunan harga dari barang dan jasa yang ditunjukkan oleh

kenaikan/penurunan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok Bahan Makanan 1.31 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0.17 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.04 persen, kelompok Sandang -0.39 persen, kelompok Kesehatan 0.21 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga -0.08 persen serta kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0.36 persen. Laju inflasi tahun kalender sebesar -0.18 persen dan laju inflasi “year on year” (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 5.73 persen.

Juli 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JUNI 2015 INFLASI SEBESAR 0.36 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Juni 2015 secara umum menunjukkan adanya kenaikan indeks. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Depok pada bulan Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0.36 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 118,32 pada bulan Mei 2015 menjadi 118.75 pada bulan Juni 2015. Laju inflasi tahun kalender 2015 sebesar -0.18 persen sementara inflasi “year on year” (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 5.73 persen.

Inflasi/deflasi terjadi karena adanya kenaikan dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan/penurunan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut kelompok Bahan Makanan 1.31 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0.17 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.04 persen, kelompok Sandang -0.39 persen, kelompok Kesehatan 0.21 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga -0.08 persen serta kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0.36 persen.

Selama bulan Juni 2015, penurunan harga didominasi oleh komoditas bensin, cabai merah, daging ayam ras,

(2)

Pada bulan Juni 2015 kelompok-kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah sebagai berikut: kelompok Bahan Makanan 0.25 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0.03 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.01 persen, kelompok Sandang -0.015 persen, kelompok Kesehatan 0.009 persen. kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga memberi andil -0.006 persen dan kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0.08 persen.

Tabel 1

Laju Inflasi Kota Depok Juni 2015, Tahun Kalender 2015 dan

Juni 2015 Terhadap Juni 2014 menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)

IHK IHK Inflasi

bulan

Laju Inflasi Inflasi Mei 2015 Juni 2015 Juni 2015 tahun Kalender Tahun ke tahun 2015 **) ***) [2] [3] [4] [5] [6] U m u m 118,32 118,75 0,36 -0,18 5,73 1 Bahan Makanan 124,13 125,75 1,31 -2,54 5,87 2 Makanan Jadi, minuman,

Rokok dan Tembakau 118,95 119,15 0,17 1,95 4,97 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas

dan Bahan bakar 114,29 114,34 0,04 0,87 4,78 4 Sandang 103,25 102,85 -0,39 -0,33 0,46 5 Kesehatan 111,58 111,81 0,21 4,72 6,56 6 Pendidikan, Rekreasi dan

Olah raga 103,58 103,5 -0,08 0,10 1,70

7 Transpor dan Komunikasi dan

Jasa Keuangan 129,61 130,08 0,36 -1,73 9,71

Kelompok Pengeluaran

[1]

*) Persentase perubahan IHK bulan Juni 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Juni 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK bulan Juni 2015 terhadap IHK bulan Juni 2014

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Depok (2012=100)

Juni 2015 (persen)

Andil Inflasi (%) [1] [2] U M U M 0,36 1. Bahan Makanan 0,25

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,03

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,01

4. Sandang -0,02

5. Kesehatan 0,01

(3)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Depok (2012 =100), Juni 2014 – Juni 2015 90 95 100 105 110 115 120 125 130 135 Juni '14 Juli' 14 Agst s'14 Sept' 14 Okt'14 Nov' 14 Des' 14 Jan' 15 Feb' 15 Mar '15 Apr'1 5 Mei '15 Juni '15 Umum Bhn Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Line 9

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi/Deflasi Kota Depok (2012=100) Juni 2015

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Kelompok Bahan Makanan pada bulan Juni 2015 mengalami inflasi 1.31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124.13 pada bulan Mei 2015 menjadi 125.75 pada bulan Juni 2015 .

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan 10 (sepuluh) sub kelompok mengalami inflasi, dan hanya 1 (satu) sub kelompok mengalami deflasi. Sub kelompok Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasil-hasilnya mengalami inflasi 2.06 persen, sub kelompok Daging dan Hasil-Hasil-hasilnya 2.67 persen, sub kelompok Ikan Segar 0.05 persen, sub kelompok Ikan Diawetkan 0.94 persen, sub kelompok Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 2.12 persen, sub kelompok Sayur-sayuran 2.22 persen, sub kelompok Kacang-kacangan 1,08 persen, sub kelompok Buah-buahan -6.49 persen, sub kelompok Bumbu-bumbuan 3.38 persen, sub kelompok Lemak dan Minyak 2.66 persen dan sub kelompok Bahan Makanan Lainnya 6.22 persen.

Pada bulan Juni 2015 kelompok ini memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar 0.25 persen. Komoditi yang dominan memberikan andil kenaikan inflasi pada kelompok ini cabe merah, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, dan petai.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Juni 2015 mengalami inflasi 0.17 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 118.95 persen pada Mei 2015 menjadi 119.15 persen pada Juni 2015.

Dua dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini mengalami inflasi yaitu : sub kelompok sub kelompok Minuman yang Tidak Beralkohol 0.22 persen dan sub kelompok Tembakau dan Minuman Beralkohol 0.86 persen, sedangkan sub kelompok Makanan Jadi megalami deflasi sebesar 0.07 persen,

Kelompok ini pada Juni 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.03 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah rokok kretek filter dan air kemasan yaitu sebesar 0.023 dan 0.005 persen.

3.

Perumahan

,

Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok ini pada Juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0.04 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 114.29 persen pada bulan Mei 2015 menjadi 114.34 persen pada Juni 2015.

Dua sub kelompok mengalami inflasi, satu sub kelompok mengalami deflasi, dan satu lagi tidak mengalami perubahan. Sub kelompok Biaya Tempat tinggal tidak berubah, sub kelompok Bahan Bakar, Penerangan dan Air inflasi 0.22 persen, sub kelompok Perlengkapan Rumahtangga sebesar -0.22 persen dan sub kelompok Penyelenggaraan Rumahtangga 0.16 persen.

Secara keseluruhan sumbangan inflasi kelompok ini terhadap inflasi Kota Depok bulan Juni adalah 0.01 persen, dimana komoditas yang banyak memberikan andil pada kenaikan inflasi di sub kelompok ini adalah tarip listrik, yaitu sebesar 0.01 persen.

(5)

4.

S a n d a n g

Kelompok Sandang pada Juni 2015 mengalami deflasi 0,39 persen atau terjadi penurunan indeks dari 103.25 pada Mei 2015 menjadi 102.85 pada Juni 2015.

Perubahan terjadi pada sub kelompok Barang Pribadi dan Sandang Lainnya sebesar -2.13 persen, sedangkan tiga sub kelompok yang lain tidak mengalami perubahan.

Kelompok ini pada Juni 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan terhadap inflasi di Kota Depok sebesar -0.015 persen.

5.

K e s e h a t a n

Kelompok Kesehatan pada Juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0.02 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 111.58 pada bulan Mei 2015 menjadi 111.81 pada Juni 2015.

Dua sub kelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi, satu sub kelompok deflasi, dan sub kelompok yang lain tidak mengalami perubahan. Inflasi terjadi pada sub kelompok Jasa Kesehatan 0.19 persen dan sub kelompok Perawatan Jasmani dan Kosmetika sebesar 0.35 persen. Sub kelompok Obat-obatan mengalami deflasi 0.01 persen, sedangkan sub kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah sub kelompok Jasa Perawatan Jasmani.

Kelompok ini pada Juni 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.009 persen, dimana andil terbesar diberikan oleh komoditas ongkos pasta gigi sebesar 0.008 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga pada Juni 2015 deflasi sebesar 0.08 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 103.58 pada bulan Mei 2015 menjadi 103.50 pada Juni 2015.

Dua sub kelompok dalam kelompok ini mengalami deflasi dan tiga sub kelompok yang lain tidak mengalami perubahan. Deflasi terjadi pada sub kelompok Perlengkapan/ Peralatan Pendidikan sebesar 0.48 persen dan sub kelompok Rekreasi 0.05 persen. Sub kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah sub kelompok Pendidikan, sub kelompok Kursus-kursus/Pelatihan, dan sub kelompok Olahraga.

Kelompok ini pada Juni 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.006 persen.

7.

Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa keuangan pada Juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0.36 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 129.61 pada Mei 2015 menjadi 130,08 pada Juni 2015.

Sub kelompok Transpor mengalami inflasi 0.49 persen sedangkan tiga sub kelompok yang lain tidak mengalami perubahan.

Pada Juni 2015 kelompok Transpot, Komunikasi dan Jasa Keuangan secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.08 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2015) sebesar -0.18 persen. Besarnya laju inflasi ”year on year” untuk Juni 2015 terhadap Juni 2014 sebesar 5.73 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2013 – 2015 Inflasi 2013 2014 2015 (2012=100) 1. Juni 1,79 0,43 0.36 2. Januari–Juni (Tahun Kalender) 4.75 1.47 -0.18

3. Juni terhadap Juni

(year on year)

(tahun n) (tahun n-1)

7.02 6.94 5.73

Gambar 3

(7)

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Year On Year, 2013-2015

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI JAWA BARAT

Pada bulan Juni 2015 di Kota Depok terjadi deflasi 0.36 persen. Dari tujuh kota di Jawa Barat, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung dan Tasikmalaya sebesar 0.72 persen dan terendah Kota Sukabumi 0,14 persen.

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Juni 2015

Kota-kota di DKI Jakarta, Jawa Barat dengan Nasional (2012=100)

IHK Inflasi (%) [2] [3] 1 JAKARTA 120,58 0,35 2 BOGOR 119,96 0,49 3 SUKABUMI 119,79 0,14 4 BANDUNG 119,02 0,72 5 CIREBON 117,61 0,31 6 BEKASI 117,89 0,43 7 DEPOK 118,75 0,36 8 TASIKMALAYA 118,18 0,72 NASIONAL 120,14 0,54 K O T A Juni 2015 [1]

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu caranya adalah suplementasi tablet besi dianggap merupakan cara yang efektif karena kandungan besinya padat dan lengkap dengan asam folat yang sekaligus dapat mencegah

Berdasarkan hasil asuhan kebidanan yang dilakukan, ibu hamil seharusnya dapat rutin memeriksakan kehamilannya pada tenaga kesehatan agar apabila terdapat komplikasi pada

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank Dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah (selanjutnya dalam penelitian

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi

Treći dio rada obuhvaća istraživanje razdoblja do svjetske krize gdje ćemo utvrditi kretanje poreznog sustava te ukupno prikupljene porezne prihode, zatim

Angket dengan menggunakan skala Likert pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap modul sains-islam pada materi gerak lurus yang

Berdasarkan hasil uji kualitas modul dengan metode validasi oleh ahli, respon peserta didik dalam uji kelas terbatas dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa

Dengan adanya beragam metode ta’zir yang diterapkan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan penerapan metode ta’zir