PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK
MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
UNTUK PERANCANGAN TORSI DAN GESER
TERKOMBINASI PADA BALOK BETON
BERTULANG
Oleh:
DIAR FAJAR GOSANA 3107 100 017
Dosen Pembimbing:
1. Tavio, ST, MS, Ph.D
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Permasalahan
1.3 Tujuan
1.4 Batasan Masalah
1.5 Manfaat
1.1 Latar Belakang
Program Analisa Struktur
Frame 3D dengan Metode
Kekakuan Langsung dengan
Menggunakan Visual Basic
1.2 Permasalahan
•
Permasalahan Utama
Bagaimana melakukan proses analisa struktur sampai
dengan
desain tulangan torsi dan geser
terkombinasi dari elemen balok dengan
menggunakan metode elemen hingga dengan
bantuan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0?
Rincian Permasalahan
•
Bagaimana menganalisa struktur
space frame
dengan
menggunakan metode elemen hingga sampai menghasilkan
output
berupa gaya momen, aksial, dan geser?
•
Bagaimana menganalisa struktur elemen balok dengan
menggunakan metode elemen hingga sehingga dapat
menghasilkan
output
berupa desain tulangan torsi dan geser
terkombinasi pada balok?
•
Apakah nilai
output software
yang telah dibuat dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya melalui perbandingan
dengan
software professional
yang lain?
•
Bagaimana membuat program analisa struktur yang dapat
dipelajari dan dikembangkan oleh semua orang?
1.3 Tujuan
•
Menganalisa struktur
space frame
dengan menggunakan
metode elemen hingga sampai dapat menghasilkan
output
berupa gaya momen, aksial, dan geser.
•
Menganalisa struktur elemen balok dengan menggunakan
metode elemen hingga sampai dapat menghasilkan
output
berupa desain tulangan torsi dan geser terkombinasi pada
balok.
•
Mengetahui bahwa nilai
output
dari
software
yang telah
dibuat dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya
melalui perbandingan dengan
software professional
yang
lain.
•
Membuat sebuah program yang bersifat
open source listing
sehingga dapat dipelajari dan dikembangkan lagi oleh
semua orang.
1.4 Batasan Masalah
•
Metode yang digunakan
: Metode Kekakuan Langsung
•
Struktur yang dianalisa
: hanya berupa space frame
•
Gaya yang dianalisa
: hanya gaya geser dan torsi
•
Beban yang dikenakan pada struktur adalah beban statis berupa
beban terpusat pada titik nodal dan beban terbagi rata penuh
pada frame
•
Bahasa pemrograman yang dibuat dengan Visual Basic 6.0
1.5 Manfaat
•
Melengkapi program yang telah disusun
sebelumnya
•
Dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah
dan mudah
•
Terjamin keasliannya
•
Program dapat diselesaikan dengan mudah
•
Dapat menjadi referensi untuk pengembangan
Bab 2 Tinjauan Pustaka
A
A
A
A
V
M
V
V
V
V
V
V
45°
f
t (maks) =
v
Tinjauan Pustaka
Torsi Kesetimbangan adalah
momen torsi yang timbul
karena dibutuhkan oleh suatu
struktur untuk mencapai
keseimbangan statis struktur
Tinjauan Pustaka
Torsi Kompatibilitas
adalah momen torsi yang
timbul karena
kompatibilitas deformasi
antara elemen-elemen
struktur yang bertemu
pada sambungan
Tinjauan Pustaka
Fungsi tulangan geser:
1. Menahan sebagian gaya geser eksternal berfaktor (Vu)
2. Membatasi timbulnya retak-retak diagonal
3. Memegang batang-batang tulangan utama longitudinal
agar tetap di tempatnya
Tinjauan Pustaka
F
F
F
F
M T Cx Cy Cy Cx ? ?ty
0tan
ty
0ty
0t
x0 y0 x ? sx
z
y
Teori Analogi Tras Ruang
Dalam teori ini
mengasumsikan bahwa suatu
balok beton yang
berpenampang pejal yang
dikenai torsi serupa dengan
suatu balok berongga yang
berdinding tipis yang dikenai alir
geser yang konstan pada irisan
penampang
Tinjauan Pustaka
Interaksi Geser Lentur
+
+
y
0
+
q
v
x
0
V
b
t
l
r
-q
v
+ +
q
TT
b
t
l
r
+
q
T+
q
T+
q
T=
q
TT
b
t
l
r
q
r
q
t
q
b
+
V
-0
2
y
V
q
v
0
2
A
V
q
T
q
q
v
q
T
(a)
(b)
(c)
Tinjauan Pustaka
Standar SNI 03-2847-2002 13.6.2.2(a)
mengijinkan momen torsi berfaktor maksimum pada
penampang kritis
d
dari muka pendukung untuk
anggota beton bertulang adalah sebagai berikut:
= luasan yang dibatasi oleh keliling luar irisan penampang beton
= perimeter luar irisan penampang beton
cp
cp
c
u
p
A
f
T
2
3
'
cp
A
cpp
Tinjauan Pustaka
Standar SNI 03-2847-2002 13.6.1 (a)
Momen torsi dapat diabaikan jika memenuhi
peraturan SNI yang merumuskan bahwa:
cp
cp
c
u
p
A
f
T
2
12
'
Sesuai dengan SNI 03-2847-2002 13.3.1.1 &
13.2.2, nilai Vc dapat dihitung dengan persamaan
berikut:
Tinjauan Pustaka
d
b
f
V
c
c
w
6
'
Tinjauan Pustaka
Tulangan transversal untuk torsi haruslah
didasarkan pada harga kekuatan momen torsi
eksternal berfaktor penuh T
n
, yaitu ( ), dimana
SNI 13.6.3.6
= luasan gros yang dibatasi oleh jalur alir geser,
= luasan irisan penampang satu kaki sengkang tertutup trasnsversal
cot
2
0
s
f
A
A
T
n
t
yv
/
u
T
0A
A
0
0
,
85
.
A
0h tA
Tinjauan Pustaka
Metode elemen hingga (
Finite Element Method
) adalah metode numerik
yang digunakan untuk memecahkan masalah teknik dan fisika matematis.
Dimana untuk masalah yang melibatkan bentuk geometri, beban dan
sifat material yang kompleks amatlah sulit untuk dapat membentuk
suatu persamaan analisa matematisnya. Namun dengan metode numerik
khususnya metode elemen hingga, akan bisa dengan mudah didapat
solusi pendekatannya
Direct Stiffness Method
(Metode Kekakuan Langsung) merupakan bagian
dari metode elemen hingga yang paling sering digunakan. Dalam
menggunakan metode ini sistem yang akan dianalisa harus dimodelkan
dalam satu perangkat elemen yang sederhana dan saling terhubung pada
titik-titik nodalnya.
Matriks Transformasi
Tinjauan Pustaka
Metode Elemen Hingga
l
xX
adalah cosinus sudut antara sumbu
x
dan
X
,
l
xY
adalah cosinus sudut antara sumbu x dan Y, dan seterusnya
zZ
zY
zX
yZ
yY
yX
xZ
xY
xX
l
l
l
l
l
l
l
l
l
Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka
Metode Elemen Hingga
Matriks Kekakuan Struktur
[K] = [R]
T
.[k].[R]
Tinjauan Pustaka
Metode Elemen Hingga
Tinjauan Pustaka
Metode Elemen Hingga
Matriks Kekakuan Lokal 3D
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
GIx
L
GIx
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EA
L
EA
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
GIx
L
GIx
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
EIy
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EIz
L
EA
L
EA
K
4
0
0
0
6
0
2
0
0
0
6
0
0
4
0
6
0
0
0
2
0
6
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
6
0
12
0
0
0
6
0
12
0
0
6
0
0
0
12
0
6
0
0
0
12
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
0
0
6
0
4
0
0
0
6
0
0
2
0
6
0
0
0
4
0
6
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
6
0
12
0
0
0
6
0
12
0
0
6
0
0
0
12
0
6
0
0
0
12
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3Tinjauan Pustaka
Metode Elemen Hingga
Matriks Beban
PL
PL
P
s
8
/
1
8
/
1
}
{
P
1/8PL
1/8PL
1/12qL
²
q
1/12qL
²
2212
/
1
12
/
1
}
{
qL
qL
P
sTinjauan Pustaka
Metode Elemen Hingga
Matriks Displacement
{Ps} = [Ks] {Us}
Matriks displacement
Matriks Beban
Matriks Kekakuan struktur (assembly dari kekakuan global per frame)
Matriks Gaya
Bab 3 Metodologi
Analisa Struktur
Input material : jenis material,
f’
c,
f
y, dimensi
balok
Input tulangan : diameter tulangan transversal
dan tulangan longitudinal
Input koordinat titik, frame, perletakan, dan
pembebanan untuk analisa struktur
INPUT DATA
Mulai
Output berupa gaya
momen dan gaya aksial
Analisa Balok
Output berupa jumlah
tulangan
Metodologi
B
A
B
A
•
Input Material Properties
Data-data material beton sebagai berikut:
E
= 2490342409,13024 kg/m
2G
= 1093771412,02256 kg/m
2f’
c= 27 MPa
U
= 0.2
β
1= 0,85
•
Input Section Properties
Section Name : balok
Cross Section Area = 0,15 m
2Shear Area = 0,12500000496 m
2Torsional Constant = 2,81737107191
Momen Inersia = 3,12500012417 m
4Use Material : Beton
Section Name : kolom
Cross Section Area = 0,28274336547 m
2Shear Area = 0,25446902892 m
2Torsional Constant = 1,27234524573
Momen of Inertia = 6,36172622866 m
4Use Material : Beton
Studi Kasus
Kasus 1
q = 6500 kg/m q = 7500 kg/m 6 m 6 m 5 m 2 5 1Berikut adalah data dari koordinat titik-titik nodal struktur dan frame:
Studi Kasus
Kasus 1
q = 6500 kg/m q = 7500 kg/m 6 m 6 m 5 m 2 5 1 Label X (m) Y (m) Z (m) 1 0 0 0 2 0 5 0 3 5 5 0 4 5 0 0 5 0 0 5 6 0 5 5Label node 1 node 2 Section
1 1 2 kolom
2 2 3 balok
3 3 4 kolom
4 5 6 kolom
•
Input
Perletakan Struktur
Data perletakan yang diinputkan adalah:
Joint label 1 : fixed
Joint label 4 : fixed
Joint label 5 : fixed
•
Input
Beban
Beban yang digunakan pada kasus 1 ini
adalah beban terbagi rata pada balok 1
(
frame 2
) sebesar 6500 kg/m dan pada
balok 2 (
frame 5
) sebesar 7500 kg/m.
Studi Kasus
Kasus 1
q = 6500 kg/m q = 7500 kg/m 6 m 6 m 5 m 2 5 1•
Tabel
Output Element Forces
SAP2000 v.14
•
Tabel
Output Element Forces
SFAP
Studi Kasus
Kasus 1
frame station fx fy Mx 0 -42075,56 -4695,28 8,73 5 -42075,56 -4695,28 8,73 0 -4735,71 19531,97 626,62 6 -4735,71 19531,97 -626,62 0 -19468,03 4735,71 112,74 5 -19468,03 4735,71 -112,74 0 -22456,41 -40,42 -101,73 5 -22456,41 -40,42 101,73 0 -5462,68 22543,59 -542,09 6 -5462,68 22543,59 542,09 5 4 3 2 1frame
Joint
fx
fy
Mx
1
42075.57
-4695.285
8.726
2
42075.57
-4695.285
8.726
2
4735,71
19531,97
626.617
3
4735,72
19531,97
-626.617
3
19468,03
4735.707
112.739
4
19468,03
4735.707
-112.739
5
22456.405
-40.422
-101.733
6
22456.405
-40.422
101.733
2
5462.681
22543.595
-542.093
6
5462.681
22543.595
-542.093
1
2
3
4
5
•
Tabel
Output Displacement
SAP2000 v.14
•
Tabel
Output Displacement
SFAP
Studi Kasus
Kasus 1
node
ux
uy
uz
Rx
Ry
Rz
1
0
0
0
0
0
0
2
-0,00004664 -0,0002988 -0,00004225 0,001449 -0,000003305 -0,001252
3
-0,0001227 -0,0001382 0,0003786 0,0001633 -0,0000427 0,00133
4
0
0
0
0
0
0
5
0
0
0
0
0
0
6
0,0003206 -0,0001595 -0,00013 -0,00153 0,00003853 -0,0001392
node
ux
uy
uz
Rx
Ry
Rz
1
0
0
0
0
0
0
2
-0,0000466412 -0,000298778 -0,0000422469 0,001449332 -0,0000033046 -0,001251776
3
-0,0001226773 -0,000138242 0,00037861248 0,000163272 -0,0000426964 0,001330429
4
0
0
0
0
0
0
5
0
0
0
0
0
0
6
0,00032063463 -0,000159463 -0,0001299887 -0,00153005 0,00003852836 -0,0001391911
Studi Kasus
Studi Kasus
Kasus 2
• Input Material Properties
Data-data material beton sebagai berikut:
E = 2536040576.93289 kg/m2
G = 1056683573.72204 kg/m2
f’c = 28 MPa
U = 0.2
β1 = 0,85
• Input Section Properties
Section Name : balok1 Cross Section Area = 0,24 m2
Shear Area = 0,20000000794 m2
Torsional Constant = 7.51249458404 Momen Inersia = 7.20000096559 m4
Use Material : beton Section Name : balok2
Cross Section Area = 0.08000001 m2
Shear Area = 6.66666713853 m2
Torsional Constant = 7.32416710322 Momen Inersia = 1.06666673024 m4
Use Material : beton Section Name : kolom
Cross Section Area = 0,3848450964 m2
Shear Area = 0,34636058337 m2 Torsional Constant = 2,35717611214 Momen of Inertia = 1,17858805607 m4 q = 5000 kg/m q = 4000 kg/m q = 2500 kg/m 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 13 14 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Studi Kasus
Kasus 2
•
Tabel Data
input
koordinat titik nodal
•
Tabel Data
input frame properties
q = 5000 kg/m q = 4000 kg/m q = 2500 kg/m 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 13 14 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Label X (m) Y (m) Z (m) 1 0 0 0 2 0 4 0 3 0 4 2.5 4 5 0 0 5 5 4 0\ 6 5 4 2.5 7 10 0 0 8 10 4 0 9 10 4 2.5 10 15 0 0 11 15 4 0 12 15 4 2.5
Label node 1 node 2 Section
1 1 2 kolom 2 2 3 balok1 3 4 5 kolom 4 5 6 balok1 5 7 8 kolom 6 8 9 balok1 7 10 11 kolom 8 11 12 balok1 9 2 5 balok1 10 5 8 balok1 11 8 11 balok1 12 3 6 balok2 13 6 9 balok2 14 9 12 balok2
Studi Kasus
Kasus 2
•
Input
Perletakan Struktur
Data perletakan yang diinputkan adalah:
Joint label 1 : fixed
Joint label 4 : fixed
Joint label 7 : fixed
Joint label 10 : fixed
•
Input
Beban
Beban yang digunakan pada kasus 3 ini adalah
beban terbagi rata pada balok 1 (
frame 12
) sebesar
2500 kg/m, pada balok 2 (
frame 13
) sebesar 4000 kg/m,
dan pada balok 3 (
frame 14
) sebesar 5000 kg/m.
q = 5000 kg/m q = 4000 kg/m q = 2500 kg/m 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 13 14 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Studi Kasus
Kasus 2
Tabel output elemen forces SFAP
Tabel output elemen forces SAP2000 v14
frame Joint fx fy Mx 1 5691.463 -1158.817 2083.932 2 5691.463 -1158.817 2083.932 2 -176.949 6365.174 5197.916 3 -176.949 6365.174 5197.916 4 16632.272 -482.323 2432.494 5 16632.272 -482.323 2432.494 5 102.62 16292.066 3674.973 6 102.62 16292.066 3674.973 7 23403.872 -466.883 236.932 8 23403.872 -466.883 236.932 8 264.401 22831.163 1204.989 9 264.401 22831.163 1204.989 10 11772.393 2108.023 -601.829 11 11772.393 2108.023 -601.829 11 -190.072 12461.597 -8523.795 12 -190.072 12461.597 -8523.795 2 1896.98 -673.711 -3189.79 5 1896.98 -673.711 -3189.79 5 3501.264 -333.505 -1868.08 8 3501.264 -333.505 -1868.08 8 3306.403 689.204 2084.168 11 3306.403 689.204 2084.168 3 -738.162 6365.174 -557.362 6 -738.162 6365.174 -557.362 6 -1860.124 10157.24 -331.846 9 -1860.124 10157.24 -331.846 9 -1198.38 12538.24 440.275 12 -1198.38 12538.24 440.275 14 11 12 13 8 9 10 5 6 7 2 3 4 1 frame station fx fy Mx 0 -5691.46 1158.82 -2083.93 4 -5691.46 1158.82 -2083.93 0 176.95 -6365.17 -5197.92 2.5 176.95 -6365.17 -5197.92 0 -16632.27 482.32 -2432.49 5 -16632.27 482.32 -2432.49 0 -102.62 -16292.07 -3674.97 2.5 -102.62 -16292.07 -3674.97 0 -23403.872 466.88 -236.93 5 -23403.872 466.88 -236.93 0 -264.4 -22831.16 -1204.99 2.5 -264.4 -22831.16 -1204.99 0 -11772.393 -2108.02 601.83 5 -11772.393 -2108.02 601.83 0 190.07 -12461.6 8523.8 2.5 190.07 -12461.6 8523.8 0 -1896.98 673.71 3189.79 5 -1896.98 673.71 3189.79 5 -3501.26 333.51 1868.08 10 -3501.26 333.51 1868.08 10 -3306.4 -689.2 -2084.17 15 -3306.4 -689.2 -2084.17 0 738.16 -6365.17 557.36 5 738.16 -6365.17 557.36 5 1860.12 -10157.24 331.85 10 1860.12 -10157.24 331.85 10 1198.38 -12538.24 -440.28 15 1198.38 -12538.24 -440.28 1 2 3 12 13 14 7 8 9 10 11 4 5 6
Studi Kasus
Kasus 2
Tabel output elemen forces SFAP
Tabel output elemen forces SAP2000 v14
node ux uy uz Rx Ry Rz 1 0 0 0 0 0 0 2 0.00003045223 -0.00002332608 0.00637591119 0.00304242695 -0.00033466215 -0.00012494543 3 -0.00049250489 -0.00961567974 0.006376638 0.00420809859 -0.00018543817 -0.00176191336 4 0 0 0 0 0 0 5 0.00001486872 -0.00006816625 0.0996710125 0.00505153345 -0.0003906382 -0.00005310175 6 -0.00047431308 -0.017498275 0.0996667974 0.00780894351 -0.00015533756 -0.00121045266 7 0 0 0 0 0 0 8 -0.00001389383 -0.0000959192 0.0120122973 0.0062281538 -0.00003804924 -0.00003725857 9 -0.00042847087 -0.022182914 0.01201121128 0.00995283693 -0.00020240991 -0.00041674304 10 0 0 0 0 0 0 11 -0.00004105562 -0.00004824836 0.01011977693 0.00491542913 0.0009664878 0.00022011999 12 -0.00039893714 -0.01611412823 0.01012055764 0.00710843502 -0.00021779153 0.00290449916 node ux uy uz Rx Ry Rz 1 0 0 0 0 0 0 2 0.00003045 -0.00002333 -0.0064 0.00304 -0.00033 0.00012 3 -0.0005 0.0096 -0.0064 0.00421 0.00019 0.00176 4 0 0 0 0 0 0 5 0.00001487 -0.00006817 -0.01 0.00505 -0.00039 0.00005 6 -0.0005 -0.0175 -0.01 0.00781 -0.00016 0.00121 7 0 0 0 0 0 0 8 -0.00001389 -0.00009592 -0.012 0.00623 -0.00004 0.00004 9 -0.0004 -0.0222 -0.012 0.00995 -0.0002 0.00042 10 0 0 0 0 0 0 11 -0.000041060 -0.00004825 -0.0101 0.00492 0.0001 0.00022 12 -0.0004 -0.0161 -0.0101 0.00711 -0.00022 -0.0029