BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Medan termasuk kota yang cukup berkembang di Indonesia. Tetapi suatu pembangunan tidak hanya tentang menciptakan hal yang baru saja. Kita juga harus tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan Kota Medan saat ini.
Dalam hal ini ada beberapa hal masalah atau hal yang dibutuhkan oleh Kota Medan, dan hal ini bisa dikelompokkan dalam 2 sisi, yaitu sisi manusia atau masyarakat dan sisi kota.
Manusia/masyarakat
1. Masih kurangnya tempat untuk berkumpul dan rekreasi di dalam kota dalam bentuk outdoor
Kita sebagai manusia, terutama yang hidup di daerah perkotaan yang sibuk dan padat, sangat memerlukan waktu untuk santai, rekreasi dan bersosialisasi untuk menghilangkan ketegangan dan kesibukan sehari-hari. Dan banyak di antara masyarakat kota yang sangat memerlukan tempat untuk rekreasi dan bersantai yang berada di dalam kota, tanpa harus menunggu libur untuk pergi keluar kota. Kebanyakan pada saat sekarang ini, masyarakat pergi ke tempat seperti ‘mall’ untuk bersantai dan berkumpul. Kegiatan cenderung dilakukan di dalam ruangan.
Dengan kepadatan dan kesibukan ini, masyarakat Kota Medan sangat membutuhkan suatu tempat untuk rekreasi, berkumpul dan bersantai yang berada di dalam kota, dapat dijangkau di tengah rutinitas sehari-hari. Akan tetapi fasilitas ini masih sangat jarang ditemui dan kebanyakan hanya bertumpuk di daerah pusat kota.
Di Kota Medan, tempat untuk bersantai dan rekreasi dalam bentuk ‘outdoor’ masih sangat jarang. Ditambah dengan pertumbuhan, termasuk di dalamnya pertumbuhan bangunan, sudah semakin padat dan hampir tidak terkontrol.
Sebagian besar penduduk Medan berasal dari kelompok umur 0-19 dan 20-39 tahun (masing-masing 41% dan 37,8% dari total penduduk). Dilihat dari struktur umur penduduk, Medan dihuni lebih kurang 1.377.751 jiwa berusia produktif, (15-59 tahun).
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa persentase penduduk yang paling banyak adalah yang berusia produktif atau yang biasa disebut dengan kalangan muda. Kota Medan merupakan kota yang cukup berkembang, termasuk perkembangan yang berhubungan dengan kegiatan kalangan muda. Banyak sekali event-event yang diadakan di kota Medan ini, terutama dalam kurun waktu tahun 2010 ini.
Berikut ini adalah beberapa contoh eventi tersebut: Club Union with STIC Medan (1 April 2010)
Acara ini merupakan ajang kreatifitas buat anak muda di Medan dengan serangkaian acara bernama Club Union. Acara ini dirangkai dengan berbagai aktivitas, mulai dari musik, bazaar, otomotif, touring, dll. Ada live music, street dance,bartender show from COMBART, rapper by Ucok Munthe, dan banyak lagi. Jazz Moment @ Eccexx Medan (26-27 Maret 2010)
Acara ini merupakan hiburan music untuk pencinta jazz, yang menampilkan musisi Jazz dari Jakarta dan Medan.
Lomba Foto “Pesta Otomotif Sumut 2010” (26-27 Juni 2010)
Acara ini merupakan lomba foto, dengan kategori yang dilombakan meliputi Teknik Panning, Jurnalis Liputan, dan Beauty AutoContes.
Gambar 1.2 Poster acara Jazz Moment Sumber : http://www.medantalk.com
Pekan Raya Lingkungan Hidup 2010 (8-11 Juli 2010)
Acara ini dilakukan di Merdeka Walk dengan materi pameran workshop, dialog, dan aneka lomba.
Acara ini, kata Ketua Panitia Pelaksana Hidayati, bertujuan untuk mengajarkan masyarakat arti pentingnya pengelolaan lingkungan dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup.
Refresh Your Love: Valentine bareng Band Indie (13 Februari 2010)
Acara ini berlangsung di Eccexx The Club, Medan, acara gelaran Radio Prambros Medan ini merupakan tempat berkumpulnya tempat anak muda Medan untuk merayakan Hari Valentine. Band-band Indie local mulai banyak bermunculan dan anak-anak muda Medan sudah banyak yang menjadi pecinta music non mainstream ini.
Dengan ini kita dapat melihat lebih jelas bahwa perkembangan yang berkaitan dengan kalangan muda sudah sangat berkembang, banyak sekali acara yang mulai bermunculan untuk menjadi wadah dari semua kegiatan tersebut. Dan tempat-tempat yang biasa banyak didatangi dan menjadi tempat berlangsungnya acara tersebut biasa disebut dengan tempat “hang out”. Tempat hang out biasanya merupakan tempat dengan
fasilitas-Gambar 1.3 Poster Lomba Foto Sumber : http://www.medantalk.com
Gambar 1.4 Suasana acara
fasilitas seperti restoran/tempat makan, gamecentre baik permainan bersifat digital ataupun non digital/olahraga, dan taman.
Akan tetapi di kota Medan ini tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat hang out tersebut sangat sedikit, salah satunya seperti Merdeka Walk. Kalaupun ada tempat-tempat lain, tempat-tempat tersebut biasanya tidak terorganisir dengan baik. Biasanya tempat ini hanya berupa tempat nongkrong yang berada di sepanjang jalur sebuah jalan seperti di daerah Jalan Harapan dan Jalan Ring Road. Dan pada sepanjang jalan tersebut terdapat tempat makan yang sangat banyak, yang sayangnya tidak terorganisasi/tertata dengan baik.
Karena tempat-tempat ini pada umumnya berada di daerah yang memang sudah sangat ramai, maka mulai munculah masalah, seperti dalam hal ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan lainnya.
Kebutuhan tempat untuk nongkrong, tempat untuk mengekspresikan atau tempat untuk suatu event sangat besar di kota Medan ini sangat diperlukan. Dan secara sudut pandang yang lebih luas, kebutuhan akan public space sebagai tempat masyarakat untuk bersosialisai, tempat untuk berolahraga.
2. Menciptakan sebuah ruang yang bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat
Di Kota Medan ini cukup banyak fasilitas yang bisa dinikmati. Akan tetapi kebanyakan dari fasilitas yang ada tersebut dijadikan ajang untuk meraih keuntungan ekonomi semata. Banyak sekali fasilitas yang tidak bisa diperoleh masyarakat secara murah atau gratis. Hal ini tentu saja sangat menyedihkan dimana kebutuhan akan fasilitas seperti ruang publik dan rekreasi diperlukan oleh semua golongan masyarakat.
Dalam suatu kawasan bisa saja terdapat penggabungan fasilitas komersial dengan fasilitas publik dalam arti tidak dipungut biaya.
Kota
1. Friendlycity
Pada masa sekarang ini isu tentang Global Warming mulai sangat diperhatikan. Dengan semakin padatnya sebuah kota, meningkatnya kendaraan dan jumlah bangunan yang menimbulkan polusi dan efek rumah kaca membuat sebuah kota menjadi gersang dan tidak nyaman sebagai tempat bermukim. Karena itu banyak sekali masyarakat kota yang mencari kenyamanan itu ke desa yang masih banyak ruang terbuka, pepohonan dan sungai. Karena itu, sebagai warga kota yang bermukim di dalamnya adalah suatu kewajiban untuk
menjadikan kota yang tempat yang nyaman dan mendatangkan kebaikan. Kita perlu untuk memikirkan pentingnya unsur alam sehingga kota menjadi tempat yang bersahabat untuk dihuni.
2. Kurangnya ruang terbuka hijau
Ruang terbuka hijau kota merupakan bagian dari penataan ruang perkotaan yang berfungsi sebagai kawasan lindung. Kawasan hijau kota terdiri atas pertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan hijau kegiatan olahraga, kawasan hijau pekarangan. Ruang terbuka hijau diklasifikasi berdasarkan status kawasan, bukan berdasarkan bentuk dan struktur vegetasinya.
Mengenai luasan dan persentase adalah bahwa luas hutan kota dalam suatu hamparan yang sesuai paling sedikit 0,25 (dua puluh lima per seratus) hektar (pasal 8 ayat 2), sedangkan mengenai persentase luas hutan kota paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) dari wilayah perkotaan dan atau disesuaikan dengan kondisi setempat (pasal 8 ayat 3) (PP No. 63 tahun 2002).
Fungsi hutan kota antara lain: Sebagai identitas kota
Nilai estetika Penyerap CO2 Pelestarian air tanah Penahan angina
Ameliorasi iklim/mengatur suhu mikro Habitat kehidupan liar
Ruang Terbuka Hijau (RTH) memegang peran penting dalam pembangunan perkotaan, terutama terkait dengan merancang masa depan perkotaan. Untuk mewujudkannya, tiga pilar utama, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial harus saling bersinergi.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Medan diprediksi hanya 795 hektar atau 3 persen dari luas totalnya. Pemerintah Kota Medan mengklaim, saat ini ada 8 persen RTH. Begitu pun, RTH ini masih sangat sempit dari syarat yang termaktub di dalam UU No 26/2007 tentang tata ruang wilayah yang mengharuskan 30 persen.
RTH harus dapat ditingkatkan mengingat fungsinya yang sangat penting. RTH merupakan komponen penting yang tak mungkin ditiadakan. Selain biofilter
kota, keberadaan RTH adalah identitas dan kebanggaan kota sehingga perlu ditata nilai estetikanya. Sayangnya, hingga sekarang kesadaran bersama akan pentingnya RTH masih kurang.
Berikut ini adalah beberapa contoh taman besar di dunia dengan persentase perbandingan luas taman dan luas kotanya.
Central Park, New York
Luas kota Manhattan ini adalah 87,5 km2 dengan luas taman 3,41 km2, dengan kata lain 2,9% dari luas kota Manhattan.
Retiro Park, Madrid
Luas taman ini adalah 1,4 km2 dengan luas kota Madrid 607 km2, yang berarti 0,2% dari luas kota Madrid.
Gambar 1.5 Central Park
Sumber : http://www.infrastructurist.com
Gambar 1.6 Retiro Park
Golden Gate Park, San Francisco
Luas taman ini adalah 4,12 km2 dengan luas kotanya 121 km2, yang berarti 3,4% dari luas kotanya.
Dari beberapa contoh di atas dapat terlihat bahwa kota-kota besar ini sangat memperhatikan pentingnya ruang terbuka hijau dan ruang publik di daerah perkotaan. Dan mereka tidak segan untuk membuatnya besar, walau daerah taman ini berada di daerah central bisnis, yang jika saja dialihkan fungsikan pasti lebih menguntungkan. Hal ini patut untuk dijadikan contoh bagaimana pemerintah berani untuk membuat area terbuka hijau yang luas di tengah kota.
3. Ekonomi
Kota Medan memiliki tempat-tempat baru yang sedang berkembang saat ini. Akan tetapi pembangunan cenderung terus mengarah ke pusat kota. Hal ini membuat pergerakan perrkonomian dari daerah-daerah lain menjadi tersendat. Banyak sekali pihak yang mencoba yang mencoba untuk mengembang usahanya ke wilayah Medan yang baru, akan tetapi karena tidak adanya sebuah kegiatan yang menarik perhatian masyarakat Medan, maka usaha tersebut cenderung lambat bahkan tidak berhasil. Hal ini harus menjadi perhatian agar Kota Medan bisa berkembang secara merata, tidak hanya bertumpu pada satu titik saja.
Oleh karena itu diperlukan sebuah penggerak ekonomi yang bisa menggerakkan (sebagai generator) perekonomian dan berdampak baik bagi lingkungan di sekitarnya.
Gambar 1.7 Golden Gate Park
Akan sangat baik jika pemikiran untuk kawasan baru ini dikonsep dengan baik dari awal sebelum kawasan tersebut sudah bertumbuh dan ‘terlanjur’ penuh dengan bangunan dan tidak tertata dengan baik.
Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya,Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur. Secara administratif, batas wilayah Medan adalah sebagai berikut:
• Utara : Selat Malaka
• Selatan : Kabupaten Deli Serdang
• Barat : Kabupaten Deli Serdang
• Timur : Kabupaten Deli Serdang
Lapangan usaha yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap pembentukan PDRB Kota Medan selama periode tahun 2004-2006 adalah sektor perdagangan/hotel/restoran, disusul oleh sektor transportasi/telekomunikasi, sektor industri
Gambar 1.9 Indonesia Sumber : map.google.com Gambar 1.8 Pulau Sumatera Sumber : map.google.com
Gambar 1.10 Peta Medan Sumber : map.google.com
pengolahan dan sektor keuangan/jasa. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian Kota Medan digerakkan sektor-sektor tersier dan sekunder secara dominan.
Penggolongan Jenis dan Tarif Paling Tinggi dari Pajak Daerah
Jenis Pajak Daerah Kota/Kab Tarif Paling Tinggi
Pajak hotel dan restauran 10 %
Pajak hiburan 35 %
Pajak reklame 25 %
Pajak penerangan jalan 10 % Pajak pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan, (P2ABTAP)
20 %
Pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C, (P3BG2C)
20 %
4. Sustainablefunction
Suatu hal baru yang diciptakan hendaknya tidak hanya berfungsi dan memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang pendek, tetapi bisa tetap bertahan dalam waktu yang sangat lama. Salah satu contohnya adalah pengadaan ruang hijau sebagai paru-paru kota dan pengadaan ruang publik.
First Idea
Apa yang menjadi masalah Kota Medan? Apa yang dibutuhkan oleh Kota Medan Manusia/masyarakat
• Masih kurangnya tempat untuk berkumpul dan rekreasi di dalam kota dalam bentuk outdoor
• Menciptakan sebuah ruang yang bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat
MIND MAP
Diagram 1.1 Mind Mapping Sumber : hasil olah data pribadi
Tabel 1.1Penggolongan Jenis dan Tarif Paling Tinggi dari Pajak Daerah Sumber : http://www.pemkomedan.go.id
Kota
• Friendly city
• Kurangnya ruang terbuka hijau
• Ekonomi
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN PERENCANAAN
Maksud dan tujuan direncanakannya proyek ini di Medan antara lain:
Menyediakan wadah untuk bersantai, berkumpul dan berekreasi di dalam kota yang tidak terpaku hanya dalam sebuah ruangan yang selama ini biasa dikunjungi masyarakat.
Menyediakan sebuah fasilitas ruang publik yang bisa dinikmati oleh semua golongan masyarakat.
Karena proyek ini untuk keluarga dan usia muda maka proyek ini diharapkan dapat mengembangkan kepribadian dan kreativitas dan menjadi wadah bagi kegiatan-kegiatan anak muda yang sedang sangat berkembang di Medan.
Secara makro dapat membantu untuk menciptakan kota yang lebih nyaman untuk ditinggali dengan memberdayakan ruang hijau di dalam kota yang masih sangat kurang di Kota Medan, yang juga penting sebagai paru-paru kota.
Menambah sarana rekreatif dan hiburan untuk mendukung program pariwisata daerah maupun nasional.
Membantu untuk mengembangkan potensi baru bagi wilayah di sekitarnya.
Menjadi landmark baru Kota Medan yang dapat menarik masyarakat, serta memberi income ekonomi.
Mengembangkan pemerintahan Kota Medan untuk mencakup wilayah yang lebih besar.
Dapat memberikan fungsi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan Kota Medan sendiri.
1.3
ALASAN PEMBANGUNAN
Yang menjadi alasan dibangunnya proyek ini adalah;
Mencoba untuk memberikan alternative baru di dalam kota untuk tempat hang out atau rekreasi bagi masyarakat Kota Medan.
Masih kurangnya wadah bagi kegiatan kalangan muda yang saat ini sedang sangat berkembang di Kota Medan.
Banyak tempat rekreasi yang lebih mengutamakan segi komersil sehingga tidak seluruh masyarakat bisa menikmatinya.
Membantu dalam memecahkan masalah yang sudah ada mengenai ruang public yang selama ini masih kurang dan ruang publik yang ada tidak tertata dengan baik sehingga menjadi kurang nyaman untuk digunakan.
Ruang hijau di Kota Medan yang masih sangat kurang dari ketentuan dan kebutuhan dari ruang hijau dalam sebuah kawasan perkotaan, ditambah dengan semakin tidak nyamannya kota dan isu global warming yang sedang berkembang saat ini.
Adanya daerah-daerah yang kurang berkembang karena pada umumnya pembangunan selama ini lebih ditekankan pada wilayah di tengah atau wilayah yang sudah padat akan kegiatan dan masyarakat.
Agar dapat membantu program desentralisasi pembangunan pemerintah dalam mengembangkan Kota Medan.
1.4
SASARAN
Yang hendak dicapai dalam proyek ini adalah;
Menciptakan tempat hang out dan tempat rekreasi yang nyaman sehingga kegiatan masyarakat yang selama ini hanya bertumpuk pada beberapa titik dan tidak terorganisasi dapat teratasi dengan baik.
Dapat menjadi solusi dan membantu dalam mengatasi permasalahan yang ada di Kota Medan.
Terjadinya pergerakan kegiatan, terutama ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Dapat terus memberikan dampak nyata dalam waktu yang cukup lama pada masa depan.
1.5
PERUMUSAN MASALAH
Masalah yang perlu sangat penting untuk diperhatikan antara lain: Fungsi
1. Bagaimana menyatukan ruang di dalam dengan luar serta menghubungkan setiap ruang yang berbeda dengan golongan umurnya.
2. Bagaimana menyatukan ruangan dengan fungsi yang sangat beragam, antara kegiatan yang santai ataupun kegiatan yang aktif.
3. Bagaimana agar setiap ruang dengan fungsi dan pengguna yang berbeda tersebut dapat saling mendukung.
Arsitektur
1. Bagaimana merancang bangunan dengan fungsi yang efektifdan perletakan ruang yang nyaman dan efisien.
2. Bagaimana agar ruang dalam dan ruang luar bisa berhubungan begitu juga dengan fungsi dari bangunan/ruang lain yang berbeda fungsi
3. Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dan nyaman. Struktur
Bagaimana pemecahan struktur massa bangunan yang merupakan tuntutan dari fungsi bangunan dengan segala beban dan fasilitas yang ada.
Waktu dan Letak
Bagaimana mengatur agar letak dari setiap ruang bisa efektif dan efisien terhadap waktu.
Utilitas
Bagaimana operasional pemeliharaan bangunan dan memaksimalkan fasilitas apa yang saja yang dikembangkan dan dimasukkan dalam perenacanaan, sehingga memiliki nilai komersil yang baik.
1.6
METODI STUDI
Dalam pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder dilakukan melalui cara-cara sebagai berikut:
Studi literature
Studi literature sebagai data awal serta memperkaya materi yang berkaitan dengan proyek.
Observasi lapangan
Yaitu untuk mendapatkan data serta kondisi dan potensi lingkungan pada tapak terpilih. Melakukan wawancara
Yaitu untuk memperoleh masukan mengenai lingkungan proyek, informasi non arsitektur dan karakteristik khusus proyek.
Analisis
Untuk menyaring, mengolah, dan merumuskan berbagai masukan arsitektural maupun non arsitektural bagi keperluan perancangan.
Sintesis
Sintesis merupakan tahap integrasi data laporan dengan studi, yang telah dikaji pada tahap analisis, untuk kemudian diolah menjadi konsep perencanaan dan perancangan.
1.7
LINGKUP DAN BATASAN PROYEK
Yang menjadi lingkup dan batasan perancangan dalam bangunan yaitu:
Menyangkut masalah pemilihan site, dimana site berada pada perancangan yang dilakukan adalah bangunan yang memfasilitasi kegiatan yang terdapat di dalamnya. Perancangan sesuai dengan tema dan ketentuan umum sesuai dengan masing-masing kegiatan.
Perancangan struktur bangunan sesuai memperhatikan fungsi dan factor arsitektural karena berhubungan dengan tempat wisata/rekreasi.
Menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung yang perlu ada di dalam bangunan. Dana bukan merupakan pertimbangan dalam desain bangunan.
1.8 ASUMSI
Karena kasus proyek bersifat fiktif, maka diperlukan beberapa asumsi sebagai dasar perencanaan dan perancangan yaitu:
Diasumsikan kepemilikan bangunan oleh pihak swasta dan pemerintah agar dapat mengurangi sisi komersil dan memberi lebih banyak kebebasan untuk dinikmati seluruh masyarkat, dimana pihak swasta diharapkan lebih dapat mengkoordinasi agar tetap tertata dengan baik dan bertanggung jawab.
Diasumsikan lokasi lahan studi dalam keadaan kosong dan layak untuk didirikan bangunan dengan peruntukan lahan sesuai Rencana Umum Tata Ruang Kotamadya Medan (RUTRK Medan) sebagai kawasan komersil.
Studi kasus ini direncanakan sebagai bagian dari perencanaan kawasan.
Diasumsikan bahwa keberadaan sosial budaya masyarakat setempat tidak menjadi suatu permasalahan yang dapat menghambat keberadaan dari proyek ini.
Diasumsikan bahwa perekonomian di Indonesia khususnya daerah Sumatera Utara berada dalam kondisi normal sehingga dapat mendukung keberadaan proyek ini.
1.9
SISTEMATIKA PEMBAHASAN
BAB I. PENDAHULUANBerisikan latar belakang kasus proyek berupa faktor-faktor yang mempengaruhi perlunya didirikan Kantor Telkomsel, maksud dan tujuan, masalah perancangan, pendekatan desain, serta lingkup, dan batasan proyek serta asumsi-asumsi.
BAB II. DESKRIPSI PROYEK
Berisikan tinjauan umum maupun tinjauan khusus tentang proyek yang akan dilaksanakan seperti beberapa teori yang dapat membantu dalam proses perencanaan/perancangan, posisi site, kondisinya, potensi yang ada, ketentuan dan peraturan yang ada. Selain itu program kegiatan hingga melahirkan kebutuhan ruang berikut studi banding proyek yang sejenis.
BAB III. ELABORASI TEMA
Berisikan telaah teoritis serta kajian tentang tema dan pengertiannya, dan interpretasi tema kedalam kasus proyek yang akan direncanakan.
BAB IV. ANALISA
Berisikan tinjauan analisis tentang pengguna, aktifitas, kebutuhan dan standar ruang, program ruang dan organisasi ruang yang ada, dan analisis keadaan lingkungan tentang lokasi, kondisi tanah, potensi lahan sebagai kasus proyek, kontrol fisik, sirkulasi dan pencapaian, orientasi dan pemandangan.
BAB V. KONSEP PERANCANGAN
Berisikan tentang konsep dasar dan konsep lanjutan tentang tapak, konsep bangunan yang direncanakan, konsep struktur, dan konsep utilitas sebagai keluaran untuk menuju ke hasil perancangan nantinya.
BAB VI. HASIL PERANCANGAN
Berisikan gambar kerja yang merupakan hasil akhir dari semua analisa, data, dan konsep-konsep yang dibahas mulai dari BAB I sampai BAB V.
1.10
KERANGKA BERFIKIR
POTENSI PROSPEK
MASALAH
IDENTIFIKASI MASALAH LATAR BELAKANG
MAKSUD DAN TUJUAN
RUMUSAN MASALAH PENGUMPULAN DATA STUDI LITERATUR KERANGKA MASALAH ANALISA KONSEP PRA-PERANCANGAN DESAIN AKHIR SURVEY SURVEY LITERATUR SURVEY FISIK
Diagram 1.2 Kerangka Berpikir Sumber : hasil olah data pribadi