• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.1 Metode penelitian merupakan suatu cara atau prosedur dan langkah yang digunakan dalam mengumpulkan, mengelola dan menganalisis data dengan menggunakan teknik dan cara tertentu.2

Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif.Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.3

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan dan mengumpulkan informasi mengenai keadaan objek yang diteliti sebagaimana adanya sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.4

1Sogiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012),

h. 2

2

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2010), h. 6

3Sutopo dan Arief, Terampil Mengola Data Kualitatif.(Jakarta: Kencana,2010), h. 1 4Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu PendekatanPraktik, (Jakarta: Rineka

Cipta, 2005), h. 234

(2)

Berdasarkan uraian diatas penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan bagaimana persepsi orang tua terhadap anak yang bekerja dan tinjauan dalam layanan konseling individual (Studi di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung. Untuk penelitian tentang persepsi orang tua terhadap anak yang bekerja dan tinjauan dalam layanan konseling individual (Studi di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung) dilakukan selama 3 bulan.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian pada penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak yang bekerja berumur 7-15 tahun berjumlah 14 orang,. Untuk menentukan informan yang penulis butuhkan, maka penulis menggunakan teknik purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, yaitu fokus kepada orang tua yang mempunyai anak yang bekerja berumur 7-15 tahun.5

5

(3)

Tabel 3.1

Data Orang Tua yang Mempunyai Anak Bekerja usia 7-15 tahundi Jorong Batang Piarau

No Nama (samaran) Umur Pekerjaan

1 2 3 4

1 Bapak AT 45 tahun Pembuat Batu

Bata

2 Bapak GWR 36 tahun Pembuat batu

bata

3 Ibuk MR 33 tahun Jualan

4 Ibuk DR 38 tahun Petani

5 Ibuk ERN 37 tahun Pembuat batu

bata

6 Ibuk ER 32 tahun Pembuat batu

bata

7 Bapak ST 40 tahun Pembuat batu

bata

8 Ibuk EN 36 tahun Petani

9 Ibuk LN 37 tahun Pembuat batu

bata

10 Bapak OJ 40 tahun Pembuat batu

bata

11 Bapak SD 47 tahun Kuli Bangunan

12 Ibuk NA 45 tahun Jualan

13 Ibuk DW 43 tahun Pegawai negeri

14 Bapak KT 45 tahun Petani

Sumber: Data Identitas Orang Tua Anak yang Bekerja di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung.6

Tabel di atas menjelaskan bahwa di Jorong Batang Piarau terdapat 14 orang tua yang diteliti, mempunyai anak yang bekerja berumur 7-15 tahun. Orang tua di Jorong Batang Piarau memiliki berbagai macam pekerjaannya, tapi umumnya pekerjaannya sebagai pembuat batu bata dan petani. Ada dua orang tua yang memiliki pekerjaan sama seperti Ibuk MR (33 tahun) dan Ibuk NA (45 tahun) sebagai penjual, Ibuk DR (38 tahun), Ibuk EN (36 tahun) dan Bapak KT (45 tahun) bekerja sebagai petani, dan Ibuk DW(43 tahun)

(4)

memiliki pekerjaan sebagai pegawai negeri. Bapak SD (47 tahun) sebagai kuli bangunan. Sedangkan Bapak AT (47 tahun), Bapak GWR (36 tahun), Ibuk ERN (37 tahun), Ibuk LN (37 tahun), Bapak OJ (40 tahun), bekerja sebagai pembuat batu bata (mengambil upah), berdasarkan wawancaran pembuat batu bata dapat menyelesaikan batu bata sehari sebanyak + 700 buah dengan upah Rp.40.000,00, dikejakan oleh 2-3 orang.

Tabel 3.2

Data Anak yang Bekerja di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung

Data Anak yang Bekerja

Nama Pekerjaan Laki-laki Nama Pekerjaan Perempuan Umur Jenjang Pendidik an Umur Jenjang Pendidik an 1 2 3 4 5 6 7 8 AAT Mengisi tanah 13 thn 6 SD AEN Mengang kat bata 8 thn 2 SD AGW R Mengang kat bata 10 thn 4 SD ALN Membuat bata 7 thn 1 SD AMR Membuat bata 13 6 SD AOJ Membuat bata 8 thn 2 SD ADR Mengangk at bata 9 thn 3 SD ASD Mengang kat bata 9 thn 3 SD AER N Membuat bata 8 thn 1 SD ANA Membuat bata 8 thn 1 SD AER Mencari Rumput 13 thn 6 SD ADW Mengang kat bata 11 thn 5 SD AST Mengangk at kayu 14 thn 1 SMP AKT Membuat bata 11 thn 5 SD Sumber: Data Anak yang bekerja Jorong Batang Piarau.7

Berdasarkan tabel di atas terdapat 14 orang anak yang bekerja, terdiri dari 7 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, rentang umurnya 7-15 tahun

7

(5)

yang masih dalam usia sekolah antara SD dan SMP. Anak laki-laki bekerja sebagai pengisi tanah, mengangkat bata, mencari rumput, mengangkut kayu dan membuat bata, diantaranya yaitu, AAT bekerja mengisi tanah, AGW dan ADR bekerja sebagai mengangkat bata, AMR dan AERN bekerja sebagai membuat bata, AER bekerja sebgai mencari rumput, AST bekerja sebagai mengangkat kayu. Anak perempuan bekerja sebagai mengangkat dan membuat bata, diantaranya yaitu AEN, ADW dan ASD bekerja sebagai mengangkat bata, ALN, AOJ, ANA, dan AKT bekerja sebagai membuat bata.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi. Oleh karena itu, tahap pengumpulan data tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian kualitatif. Jika salah dalam metode pengumpulan data yang tidak mempunyai kredibilitas, sehingga hasil penelitiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil penelitian demikian sangat berbahaya, lebih-lebih jika dipakai sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil kebijakan publik.

Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi merupakan suatu kegiatan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menyajikan gambaran nyata suatu peristiwa atau kejadian, keadaan sosial, sikap dan kelompok atau individu,

(6)

persepsi untuk menjawab pertanyaan penelitian, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu.8 Pengamatan penulis dilakukan secara langsung ke lapangan dengan melihat dan mengamati orang tua, anak putus sekolah dan masyarakat. Observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan dan pengindraan.9

Dalam hal ini dilakukan observasi tentang persepsi orang tua terhadap anak yang bekerja dan tinjauan dalam layanan konseling individual (studi di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung).

2. Wawancara

Wawancara adalah pertemuan langsung dengan informan penelitian serta mengumpulkan informasi dari hasil percakapan dari informan, maksud mengadakan wawancara menurut Lincoln dan Guba seperti yang dikutip Moleong antara lain mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain. Menurut Usman wawancara yaitu “tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung”. Dalam hal ini wawancara di tujukan kepada orang tua yang

8 Wiratna Sujarweni, Op.cit., h. 31-32 9

(7)

mempunyai anak yang bekerja. Pada pengumpulan data di lapangan digunakan wawancara yang tidak berstruktur dimana wawancara bersifat bebas dan secara mendalam serta dilakukan dengan panduan pertanyaan atau pedoman wawancara.Wawancara mendalam ini dilakukan dengan panduan pertanyaan atau pedoman wawancara. Wawancara mendalam ini dilakukan kepada orang tua yang anaknya bekerja berkaitan dengan perseosi orang tua terhadap anak yang bekerja.

3. Studi dokumen

Studi dokumen merupakan metode pengumpulan data kualitatif sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data berbentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya.10

Dalam hal ini yang menjadi bahan dalam studi dokumentasi adalah data orang tua yang mempunyai anak bekerja yang ada di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung dan foto anak yang bekerja.

F. Teknik Pegolahan Data dan Analisa Data

Menurut Mudjiarahardjo, yang dikutip Wiratna Sujarweni bahwa analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin

10

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2010), h. 135

(8)

dijawab. Melalui serangkaian aktivitas tersebut, data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa dipahami dengan mudah.11

Berdasarkan uraian di atas, maka analisis informasi/data dilakukan dengan cara (teknik) analisis penafsiran teks pencatatan yaitu hasil observasi dengan pedoman observasi yang terlampir dan pedoman wawancara dengan orang tua di Jorong Batang Piarau Nagari Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung pada saat pengumpulan data yang masih dalam bentuk coretan, apabila informasinya berkaitan dengan batasan masalah maka dapat diterima kemudian ditarik sebuah kesimpulan.

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan, dan setelah selesai dilapangan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses dilapangan bersamaan dengan pengumpulan data. Data yang diperoleh berupa data mentah yang diolah untuk menjawab pertanyaan penelitian, maka prosedur yang perlu dilakukan adalah:

a. Reduksi data

Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperici. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting. Data hasil mengihtiarkan dan memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema, dan kategori tertentu akan

(9)

memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data sebagai tambahan atas data sebelumnya yang diperoleh jika diperlukan.

b. Penyajian data

Dalam penelitian kualitatif, data yang diperoleh dikategorisasikan menurut pokok permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan peneliti untuk melihat pola-pola hubungan satu data dengan data lainnya, dimana penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut.

c. Penyimpulan dan verifikasi

Kegiatan penyimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara. Kesimpulan yang diperoleh pada tahap awal biasanya kurang jelas, tetapi pada tahap-tahap selanjutnya akan semakin tegas dan memiliki dasar yang kuat. Kesimpulan sementara perlu diverifikasi.Teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi adalah triangulasi sumber data dan metode, diskusi teman sejawat, dan pengecekan anggota.12

(10)

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Data yang sudah disimpulkan akan dianalisis secara ilmiah dengan cara menampilkan pada penelitian terhadap hasil penelitian.

Data yang sudah terkumpul (apapun sumber, metode dan alat pengumpulannya), selanjutnya perlu diolah dan dianalisis untuk menjawab masalah penelitian. Analisis merupakan proses penyusunan data, supaya data dapat ditafsirkan peneliti. Menurut Suryanto bahwa, adapun langkah yang harus ditempuh untuk melakukan pengolahan data adalah sebagai berikut:

1. Data yang diperoleh melalui observasi, setelah terkumpul kemudian diperiksa kelengkapannya, diklasifikasikan dan diinterpretasikan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan

2. Data yang diperoleh melalui wawancara, diolah dengan teknik analisa deskriptif kualitatif yaitu suatu cara pengolahan data yang dirumuskan dalam bentuk kata-kata dan bukan angka, bukan dalam bentuk angka-angka

(11)

3. Analisis data yaitu data yang ada dianalisis dan diinterpretasikan secara cermat dan menarik kesimpulan dari data yang ada. Dalam hal ini akan berusaha menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data.13

13Bagong Suryanto, Metode Penelitian Sosial berbagai Alternatif Pendekatan,( Jakarta:

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan (1) menghasilkan data sifat fisikokimia pati dari dua varietas jagung putih yaitu varietas lokal dari jenis non-waxy dan varietas pulut

Bertolak dari landasan pemikiran itu, dan dihubungkan dengan penafsiran terhadap surat al-Nisâ’ ayat 3 dan 129, Muhammad ‘Abduh berkesimpulan bahwa, kebolehan berpoligami dalam

Probabilitas kumulatif kelangsungan hidup neonatal pada bayi BBLR yang lahir dengan jarak kelahiran < 24 bulan lebih rendah (88,33%) dan risiko kematian neona- tal 2 kali

Dalam paparan data, digambarkan bahwa guru BK di SMK Mitra Industri MM2100 berperan memberikan layanan BK dan melakukan pendampingan pada siswa secara kolaboratif dengan guru

6WUXNWXU EDMD FDVWHOODWHG PHUXSDNDQ VWUXNWXU \DQJ WHUEXDW GDUL EDORN ,:) \DQJ PHPLOLNL EXNDDQ OXEDQJ EHUXSD KHNVDJRQDO OLQJNDUDQ PDXSXQ SHUVHJL 'HQJDQ DGDQ\D EXNDDQ OXEDQJ PDND

Dalam perencanaan pengembangan bandar udara Wamena, yang direncanakan yaitu Runway, taxiway, Apron dengan menggunakan pesawat standar Boeing 737-400 dan mengacu pada

 There  are  no  embarrassing  questions,  just  embarrassing

plantarum B1765 menjadi tidak resisten pada amoksisilin 500ppm disebabkan karena jumlah konsentrasi amoksisilin yang cukup tinggi dan kandungan klavulanat sebagai