• Tidak ada hasil yang ditemukan

MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN P"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

.

M

ERENCANAKAN DAN

M

ENGORGANISASIKAN

A

SESMEN

(2)

RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN

TP1. Menentukan pendekatan asesmen

TP2. Mempersiapkan rencana asesmen/RPL. TP3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana

asesmen.

(3)

ACUAN NORMATIF

Regulasi teknis:  PP 23/2004 tentang BNSP  PP 31/2006 tentang SISLATKERNAS  PERMENAKERTRANS 05/2012 tentang SKKNI  PERMENAKERTRANS 08/2012 tentang sistem sertifikasi  Standar:  P.854900.41.01: Merencanakan dan mengorganisasikan asesmen.  Pedoman-pedoman BNSP terkait.

(4)

DESKRIPSI UNIT

Unit ini menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk merencanakan dan mengorganisasikan proses asesmen, termasuk

Recognition of Prior Learning / Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di dalam sistem asesmen berbasis kompetensi.

(5)

PENGGUNAAN UNIT

• Seluruh jenis tujuan asesmen (Sertifikasi, RPL, RCC reasesmen, dll).

• Aspek kritis pada unit ini adalah

pengembangan suatu rencana asesmen yang akan digunakan sebagai panduan oleh asesor dalam pelaksanaan asesmen berbasis kompetensi.

• Kontekstualisasi tolok ukur asesmen dan perangkat asesmen.

(6)

PENGGUNAAN UNIT

(Lanjutan)

• Memberikan gambaran yang jelas tentang tanggung jawab asesor ataupun personil terkait lainnya.

• Kompetensi ini dapat diaplikasikan pada konteks sebuah strategi asesmen.

(7)

Gambaran Umum Lingkup

Kompetensi Asesmen

(8)

Assessment Strategy And System

Assessment Plan

Assessment Method and Tools

Developing Assessment Tools

Assessment of Competence

TAAASS501B: Lead And Co-odinate Assessment System And Services

TAACMQ501B: Develop Training and/or Assessment Organizational Policies And Procedures

TAACMQ503B: Lead And Conduct Training and/or Assessment Evaluations

TAADES501B: Design And Develop Learning Strategies

TAAASS401C: Plan And Organize Assessment

TAAASS403B: Develop Assessment Tools

TAAASS301B: Contribute Assessment

TAAASS402C: Assess Competence

TAAASS404B: Participate In Assessment Validation

Assessment Validation

(9)

Untuk mendemonstrasikan unit ini, peserta harus memberikan bukti:

Mengembangkan Rencana Asesmen.

 Mengorganisasikan sumberdaya material dan manusia untuk mendukung proses asesmen.

Minimum 2 kali pengalaman membuat

perencanaan dan pengorganisasian asesmen.

(10)

Key Points:

 Knowledge: know why

 Skills: know how

 Attitude: how should

Apa itu

kompetensi

Knowledge, Skills and Attitudes

yang diperlukan oleh individu agar sukses menangani pekerjaannya

(11)

KOMPETEN

Kompeten diartikan kemampuan dan

kewenangan yang dimiliki oleh seseorang

untuk melakukan suatu pekerjaan, yang didasari oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan unjuk kerja yang ditetapkan.

(12)

WORK PLACE

SKILL

KNOWLEDGE ATTITUDE

(13)

DIMENSI KOMPETENSI

• Melaksanakan tugas individu

Task Skill

• Mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam satu pekerjaan

Task Management Skills

• Kemampuan merespon dan mengelola kejadian ireguler dan masalah

Contingency

Management Skills

• Kemampuan menyesuaikan dengan tanggung jawab dan harapan lingkungan kerja

Job/Role

(14)

COMPETENCY-BASED ASSESSMENT

(CBA)

• Proses pengumpulan

bukti-bukti dan membuat keputusan-keputusan

tentang apakah kandidat mencapai atau tidak

kompetensi. • Asesmen berbasiskan standarBerbasiskan kriteria Berbasiskan Bukti Partisipatori

(15)
(16)

Klasifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)

LSP-P3 LSP-P2 LSP-P1 ind LSP-P1 VET LSP-Profisiensi

Profesi: •Memenuhi bukti kompetensi & terpelihara •Memenuhi permintaan klien •Memenuhi regulasi Profesi di perusahaan & Jejaring •Memenuhi permintaan

asesmen dari klien

Profesi di perusahaan tempat kerja : •Memastikan & memelihara kompetensi tenaga kerjanya Peserta didik , Alumni dan Profesi •Memastikan & memelihara kompetensi peserta didikmya Profesi: •Memenuhi persyaratan surveilance LSP •Memelihara kompetensi L i s e n s i S e r t i f i k a s i K o m p e t e n s i ProfisiensiSertifikasi

(17)
(18)
(19)

Harmonization On Conformity

Assesssment and Its Traceability

(20)

Jenis-jenis Skema Sertifikasi

Skema Sertifikasi Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia

Skema Sertifikasi Kualifikasi Okupasi Nasional

Skema Sertifikasi berdasarkan Paket Kompetensi (Cluster)

(21)
(22)
(23)

M

ENENTUKAN

PENDEKATAN

ASESMEN

(24)

1. Menentukan Pendekatan Asesmen

1.1 Mengidentifikasi/mengkonfirmasi Asesi, kemudian menetapkan/mengkonfirmasi tujuan dan konteks asesmen/RPL kepada orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum/ organisasi/ etika.

1.2 Membuat keputusan jalur asesmen, apakah asesmen dilakukan melalui RPL, jalur pembelajaran dan asesmen atau pendekatan kombinasi.

1.3 Mengakses strategi asesmen dan bila perlu menggunakannya untuk memandu pengembangan rencana asesmen.

1.4 Mengidentifikasi/mengkonfirmasi dan mengakses Acuan pembanding asesmen/RPL.

(25)

1.1

Mengidentifikasi peserta sertifikasi

dan mengkonfirmasikan tujuan dan

konteks asesmen

Adalah lingkungan dimana hal itu akan

dilakukan, baik yang akan dilakukan di tempat kerja maupun di suatu lingkungan yang

disimulasikan. Sebagaimana halnya dengan tujuan asesmen, diperlukan diskusi dan

konfirmasi konteks asesmen ini dengan setiap orang yang terlibat didalam proses.

(26)

Cara mengidentifikasi dan mengkonfirmasikan tujuan dan konteks asesmen

• Mengakses dan mempelajari form aplikasi

permohonan sertifikasi yang diajukan peserta yang berisikan data-data peserta, tujuan

asesmen serta konteks asesmen termasuk bukti-bukti yang dikumpulkan.

• Mengakses dan mempelajari skema sertifikasi terkait

• Mendiskusikan dan mengklarifikasi tujuan dan konteks asesmen dengan peserta, tim asesor dan pihak-pihak lain

(27)

1.2 Memaparkan semua komponen

unit kompetensi

Asesmen direncanakan dan diorganisasikan harus diarahkan kepada acuan pembanding asesmen. Jika mengidentifikasi unit-unit

kompetensi sebagai acuan pembanding, pendekatan asesmen harus merefleksikan seluruh bagian dari unit

(28)

Cara mengonfirmasikan metode dan

perangkat asesmen

1. Memilih dan menetapkan metode asesmen sesuai dengan bukti dan jenis bukti yang

telah ditetapkan

2. Menetapkan perangkat asesmen

berdasarkan pilihan metode asesmen

3. Mengkonfirmasikan metode dan perangkat asesmen dengan pihak terkait

(29)

1.3

Tujuan dan Jalur Asesmen

Cara untuk mengakses strategi asesmen yang tersedia adalah:

• Mengakses dan mempelajari perencanaan asesmen yang sudah tersedia (bila ada)

• Mengakses acuan pembanding yang ditetapkan

• Mengakses skema sertifikasi

• Adapun cara untuk mengakses strategi asesmen yang tersedia adalah :

• Mengakses dan mempelajari perencanaan asesmen yang sudah tersedia (bila ada)

• Mengakses acuan pembanding yang ditetapkan

(30)

1.4 Mengkonfirmasikan acuan

pembanding untuk asesmen

Acuan pembanding asesmen adalah kriteria terhadap peserta sertifikasi yang diases (atau pembelajaran sebelumnya yang direkognisi . Pada sektor pendidikan dan pelatihan vokasi, sebagian besar acuan pemanding adalah unit-unit kompetensi.

(31)

Cara untuk mengkonfirmasi acuan

pembanding asesmen:

1. Mengakses dan mempelajari daftar unit kompetensi yang diajukan oleh peserta dalam form aplikasi

2. Mengakses skema sertifikasi dan mengidentifikasi daftar unit kompetensi yang dipersyaratkan

3. Mengidentifikasi acuan pembanding lain, dapat mencakup standar/spesifikasi produk, standar kinerja, standar kurikulum/silabus dan lain-lai 4. Mengkonfirmasikan acuan pembanding dengan

pihak terkait yang dapat mencakup peserta, tim asesor, LSP, TUK, komite skema dan lain-lain

(32)
(33)

M

EMPERSIAPKAN

RENCANA

ASESMEN

(34)

2.1 Interpretasi Acuan pembanding asesmen guna menentukan bukti dan jenis-jenis bukti yang diperlukan sesuai dengan aturan-aturan bukti.

2.2 Apabila standar kompetensi digunakan sebagai acuan pembanding, Paparkan semua komponen standar

kompetensi untuk menetapkan dan mendokumentasikan bukti yang akan dikumpulkan.

2.3 Interpretasi setiap dokumen terkait untuk mendukung perencanaan proses asesmen.

TP2. MEMPERSIAPKAN RENCANA

ASESMEN

2.4 Memilih metode asesmen/RPL dan perangkat

asesmen berdasarkan bukti yang akan dikumpulkan untuk memenuhi prinsip-prinsip asesmen.

(35)

2.5 Identifikasi bahan dan sumber daya fisik spesifik yang

diperlukan dalam pengumpulan bukti dan dokumentasikan. 2.6 Klarifikasi peran dan tanggung jawab semua orang yang

terlibat dalam proses asesmen, mintakan persetujuan dan dokumentasikan.

2.7 Tentukan jangka waktu dan periode waktu pengumpulan bukti dan semua informasi dan dokumentasikan.

TP2. MEMPERSIAPKAN RENCANA

ASESMEN

(Lanjutan)

2.8 Konfirmasikan rencana asesmen dengan personel yang relevan.

(36)

Mempersiapkan rencana asesmen

Bukti: suatu bahan yang dikumpulkan dalam rangka membuktikan pencapaian kompetensi asesi sebagaimana dipersyaratkan unit/sejumlah unit standar kompetensi.

2.1 Interpretasi acuan pembanding guna menentukan bukti dan jenis bukti.

Jenis-jenis bukti:

Langsung

Tidak langsung

(37)

BUKTI LANGSUNG

Bukti yang diperoleh /dikumpulkan dari hasil pengamatan/observasi langsung selama asesi melakukan aktifitas kerja baik pada saat sedang bekerja di tempat kerja yang sebenarnya ataupun yang disimulasikan.

– Contoh :

Pengamatan pada saat Asesi bekerja di tempat kerjanya. Pengamatan pada saat asesi mendemontrasikan, mempraktekan,

mensimulasikan.Pengamatan terhadap hasil kerja yang sedang dilakukannya.

(38)

BUKTI LANGSUNG (LANJUTAN)

• Simulasi, Bermain Peran, Demonstrasi

• Praktek, Project Work

JENIS BUKTI

Simulasi pesawat jatuh

(39)

BUKTI TIDAK LANGSUNG

Bukti kompetensi asesi

diperoleh/dikumpulkan dari laporan pihak ketiga.

• Contohnya :

– Mengkaji laporan pihak ketiga dari sejumlah sumber

(40)

• TAMBAHAN

Bukti yang diperoleh/dikumpulkan

sebagai bukti pendukung dari kinerja yang telah ditunjukkan oleh asesi .

Contohnya :

Hasil tanya jawab yang dikembangkan berdasarkan pengetahuan kompetensi yang digali dari :

• Kriteria unjuk kerjanya

• Kompetensi terkait dari pengalaman asesi baik pengalaman

pendidikan/pelatihan, pengalaman kerja dan pengalaman hidup

(41)

Aturan-aturan bukti:

Sahih/valid, apabila bukti :

– memperhatikan elemen dan kriteria unjuk kerja

– merefleksikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan

– memperlihatkan penggunaan sebagaimana dikemukakan pada batasan variabel

– mendemonstrasikan kinerja keterampilan dan

pengetahuan yang digunakan, baik pada kondisi kerja real ataupun simulasi

Mempersiapkan rencana asesmen

2.1 Interpretasi acuan pembanding guna menentukan bukti dan jenis bukti.

(42)

Aturan-aturan bukti (Lanjutan):

Otentik, apabila bukti :

– asesi pernah mengerjakan pekerjaan dimaksud

– dapat diakui/diverifikasi

Terkini, apabila bukti :

– mendemonstrasikan keterampilan dan pengetahuan terkini asesi

– memenuhi standar keterkinian

Memadai, apabila bukti :

– mendemonstrasikan kompetensi setiap saat

– mendemonstrasikan kompetensi secara berulang

– tidak berkurang kemampuan/persyaratan bahasa, literasi, numerasi

(43)

Cara untuk menginterpretasikan

acuan pembanding asesmen

• Menyiapkan acuan pembanding yang sudah ditetapkan, mencakup : unit-unit kompetensi, SOP/prosedur kerja terkait, spesifikasi produk, standar kinerja dan lain-lain

• Mendeskripsikan bukti-bukti yang dibutuhkan untuk setiap KUK

• Mengkaitkan bukti-bukti yang sudah disiapkan peserta dengan setiap KUK/Elemen

(44)

• Deskripsi unit

• Elemen-elemen

• Kriteria unjuk kerja

• Batasan variabel, mencakup :Konteks variable, Peralatan dan perlengkapan, Peraturan yang diperlukan, Norma dan standar

• Panduan penilaian, mencakup : Konteks penilaian, Persyaratan kompetensi, Pengetahuan dan

keterampilan yang diperlukan, Sikap kerja yang diperlukan, Aspek kritis

2.2 Memaparkan semua komponen standar kompetensi

(45)

Dimensi Kompetensi:

• melaksanakan tugas-tugas individu (task skill)

• mengatur sejumlah tugas yang berbeda didalam satu pekerjaan (task management skill)

• merespon ketidakteraturan dan masalah-masalah

dalam pekerjaan rutin (contingency management skill)

• memenuhi tanggungjawab dan harapan-harapan dari lingkungan kerja (job/role environment skill), termasuk bekerja dengan orang lain.

Mempersiapkan rencana asesmen

2.2 Memaparkan semua komponen standar kompetensi (lanjutan)

(46)

• Kegiatan ini diawali dengan mengidentifikasi dan

memperoleh dokumen-dokumen yang terkait dengan rencana asesmen untuk kemudian diinterpretasikan sesuai dengan dengan kebutuhan

2.3 Menginterpretasikan setiap dokumen terkait

(47)

Cara menginterpretasi dokumen

terkait:

1. Mengidentifikasi dan memperoleh dokumen-dokumen terkait yang dibutuhkan.

2. Menginterpretasikan dokumen-dokumen tersebut sesuai dengan kebutuhan

(48)

Metode-metode asesmen mencakup :

• melaksanakan aktifitas kerja sebenarnya (mengobservasi Peserta sertifikasi di tempat kerja mereka);

• melaksanakan aktifitas terstruktur (memfasilitasi simulasi atau bermain peran);

• mendengarkan/membaca apa pendapat orang lain tentang Peserta sertifikasi (laporan pihak ketiga);

• bertanya kepada Peserta sertifikasi (memfasilitasi pertanyaan lisan dan tertulis)

• mengkaji bukti-bukti historis sehubungan pembelajaran Peserta sertifikasi sebelumnya; dan

• mengkaji item-item yang diproduksi Peserta sertifikasi (produk, proyek, portofolio)

Mempersiapkan rencana asesmen

(49)

Perangkat asesmen mencakup :

• profil-profil ukuran kinerja yang dapat diterima;

• template dan proformas

• pertanyaan dan aktifitas yang spesifik

• daftar cek bukti dan observasi

• daftar cek evaluasi dan contoh pekerjaan;

• materi asesmen mandiri

Mempersiapkan rencana asesmen

(50)

Empat Prinsip Asesmen

Valid

Asesmen dianggap valid bila asesmen tersebut menilai apa yang diperlukan untuk dinilai.

Reliabel

Asesmen dianggap dapat dipercaya bila hasil-hasilnya

dinterpretasikan secara konsisten dari konteks ke konteks dan dari orang ke orang

Fleksibel

• Asesmen dianggap fleksibel bila dapat memenuhi kebutuhan

serangkaian konteks. Suatu asesmen dianggap tidak fleksibel jika hal itu menolak hasil belajar sebelumnya atau gagal memberi kesempatan seorang peserta kesempatan kedua atau ketiga untuk diases.

Adil.

Suatu asesmen dianggap adil bila tidak merugikan peserta

(51)

Cara untuk mengkonfirmasikan metode dan perangkat asesmen

• Memilih dan menetapkan metode asesmen

sesuai dengan bukti dan jenis bukti yang telah ditetapkan

• Menetapkan perangkat asesmen bedasarkan pilihan metode asesmen

• Mengkonfirmasikan metode dan perangkat asesmen dengan pihak terkait

(52)

• Bahan dan sumber daya fisik pada proses asesmen dibutuhkan untuk mendukung kelancaran dan

keberhasilan asesor dalam melaksanakan asesmen

2.5. Bahan dan sumber daya fisik.

(53)

Cara mengidentifikasi bahan dan

sumber daya fisik asesmen

• Mengakses dan mempelajari unit kompetensi pada bagian batasan variabel mengenai peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan

• Mengkonfirmasikan bahan dan sumber daya fisik dengan pihak TUK untuk kebutuhan

(54)

2.6 Mengklarifikasi peran dan tanggung jawab orang yang terlibat

• Klarifikasi dengan pihak-pihak yang terlibat mengenai peran dan tanggung jawabnya masing-masing harus dilakukan untuk memastikan bahwa mereka memahami,

mendukung serta memberikan persetujuan terhadap perencanaan yang sudah disiapkan

(55)

Cara mengklarifikasi pihak-pihak yang terlibat

• Mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam asesmen

• Menjelaskan dan mendiskusikan peran dan tanggungjawab masing-masing pihak dalam proses asesmen

(56)

2.7 Menentukan waktu asesmen dan mendokumentasikan rencana asesmen

• Ada dua hal yang perlu ditentukan mengenai waktu pelaksanaan ini, yaitu kapan akan

dilaksanakan (periode waktu/hari dan tanggal) serta berapa lama pelaksanaannya (jangka

(57)

Cara menentukan waktu asesmen dan mendokumentasikan rencana asesmen

• Merencanakan jadwal asesmen yang mencakup hari, tanggal, waktu dan durasi asesmen

• Mengkonfirmasikan jadwal asesmen dengan pihak-pihak yang terlibat

• Mendokumentasikan rencana asesmen dengan pengisian bagian 2 pada form perencanaan dan pengorganisasian asesmen

Merencanakan jadwal asesmen yang

mencakup hari, tanggal, waktu dan durasi asesmen

Mengkonfirmasikan jadwal asesmen dengan pihak-pihak yang terlibat

Mendokumentasikan rencana asesmen dengan pengisian bagian 2 pada form perencanaan dan pengorganisasian asesmen

(58)

2.7 Menentukan waktu asesmen dan mendokumentasikan rencana asesmen

• Ada dua hal yang perlu ditentukan mengenai waktu pelaksanaan ini, yaitu kapan akan

dilaksanakan (periode waktu/hari dan tanggal) serta berapa lama pelaksanaannya (jangka

(59)

2.8 Mengkonfirmasikan rencana asesmen

Personil yang harus dikonfirmasikan:

• manager/kepala bagian sertifikasi LSP

lead asesor kompetensi

• tim asesor

• kepala/koordinator TUK

(60)

Cara mengkonfirmasikan rencana asesmen

• Mengidentifikasi personil relevan yang akan dimintakan konfirmasinya

• Menjelaskan dan mendiskusikan rencana

asesmen dengan personil relevan yang sudah ditentukan

(61)
(62)

K

ONTEKSTUALISASI

DAN

PENGKAJIAN

RENCANA

ASESMEN

(63)

3. Kontekstualisasi dan meninjau

rencana asesmen

3.1 Identifikasi/ klarifikasi karakteristik asesi dan setiap kelonggaran yang diperlukan untuk penyesuaian yang wajar dan/atau kebutuhan-kebutuhan spesifik dengan orang yang relevan, dan kemudian dokumentasikan.

3.2 Bila diperlukan, Kontekstualisasikan standar-standar kompetensi, untuk mencerminkan lingkungan tempat pelaksanaan asesmen, sesuai dengan panduan kontekstualisasi.

3.3 Tentukan metode dan perangkat asesmen, bila perlu disesuaikan guna menjamin penerapan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan.

(64)

3.4 Tinjau perangkat asesmen yang disesuaikan untuk memastikan bahwa spesifikasi standar kompetensi masih dapat terpenuhi. 3.5 Perbaharui rencana asesmen perbaharui, sebagaimana

diperlukan, untuk merefleksikan kebutuhan kontekstualisasi yang sedang berjalan, perubahan dalam persyaratan sumberdaya

organisasi atau perubahan dalam merespon pelaksanaan asesmen.

3.6 Simpan dan telusuri rencana asesmen sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen maupun persyaratan

hukum/organisasi/etika

3. Kontekstualisasi dan meninjau

rencana asesmen

(Lanjutan)

(65)

3.1 Mengidentifikasi/mengklarifikasi

kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik peserta sertifikasi

• tingkat pengalaman kerja mereka;

• tingkat dan pengalaman asesmen sebelumnya;

• tingkat kemampuan berbahasa, baca tulis dan hitung mereka;

• setiap ketidakmampuan fisik yang berdampak terhadap asesmen mereka;

• setiap ketidakmampuan intelektual yang berdampak terhadap asesmen mereka;

• setiap kondisi medis yang berdampak terhadap asesmen mereka;

• setiap perbedaan pada kemajuan belajar mereka;

• kepercayaan dan spiritual mereka;

• latarbelakang budaya, imej dan persepsi mereka; dan

(66)

cara untuk mengidentifikasi/mengklarifikasi kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik peserta

1. Mengidentifikasi kebutuhan khusus peserta pada saat pendaftaran atau pada aktifitas konsultasi pra asesmen.

2. Melakukan penyesuaian yang beralasan terhadap metode dan perangkat asesmen sesuai dengan kebutuhan peserta (bisa mengacu ke tabel

karakteristik).

3. Memastikan penyesuaian yang dilakukan tetap memelihara integritas acuan pembanding dan

(67)

3.2 Kontekstualisasi acuan pembanding

asesmen

• Unit-unit dapat dikontekstualisasi untuk

(68)

Cara untuk mengkontekstualisasi

acuan pembanding

• Mengidentifikasi kondisi tempat kerja terkini yang mencakup regulasi, perkembangan

sistem dan teknologi (termasuk peralatan

dan perlengkapan) serta standar yang belum tercakup pada unit kompetensi.

• Menetapkan penyesuaian yang diperlukan pada unit, khususnya pada bagian batasan variabel dan panduan penilaian.

(69)

3.3

Pengkajian perangkat dan metode

asesmen

Menyesuaikan metoda dan perangkat asesmen untuk memastikan bahwa metode dan perangkat asesmen:

• mencakup unit-unit yang dikontekstualisasi

• membolehkan penyesuaian beralasan yang diidentifikasi untuk Peserta sertifikasi

• menggabungkan aktifitas asesmen terintegrasi; dan

• memiliki kapasitas untuk mendukung proses RCC.

(70)

Cara untuk mengkaji metode dan

perangkat asesmen

• Mengidentifikasi penyesuaian/kelonggaran yang dilakukan terhadap peserta yang memiliki

kebutuhan spesifik

• Mengidentifikasi penyesuaian unit-unit

kompetensi khususnya pada batasan variabel dan panduan penilaian terhadap lingkungan kerja asesmen

• Melakukan penyesuaian terhadap metode dan perangkat asesmen berdasarkan hasil

(71)

3.4 Mengkaji perangkat asesmen yang

disesuaikan

• Penyesuaian yang dilakukan terhadap

perangkat asesmen harus tetap mengacu dan memenuhi spesifikasi standar kompetensi

(72)

Cara untuk mengkaji perangkat

asesmen yang disesuaikan

• Mengkaji perangkat asesmen yang telah dilakukan penyesuaian

• Memastikan bahwa spesifikasi standar

kompetensi masih terpenuhi sesuai dengan penerapan validitas pada prinsip asesmen dan aturan bukti

(73)

3.5 Memperbaharui rencana asesmen

Untuk memastikan hal itu merefleksikan setiap kebutuhan kontekstualisasi yang ada, setiap

perubahan persyaratan organisasi dan setiap perubahan dalam merespon pelaksanaan

(74)

Cara untuk memperbaharui rencana asesmen

• Mengidentifikasi metode dan perangkat

asesmen yang telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan spesifik peserta dan

kontekstualisasi unit standar kompetensi.

• Memasukkan hasil penyesuaian metode dan perangkat asesmen kedalam perencanaan asesmen.

(75)

3.6 Menyimpan dan menelusuri rencana

asesmen

Rencana asesmen yang sudah

didokumentasikan haruslah disimpan sesuai

dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang berlaku di LSP, TUK maupun tempat

relevan lainnya serta dapat ditelusuri dan

diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka penggunaan maupun kaji ulang rencana asesmen dalam rangka perbaikan atau penyesuaian

(76)

Cara Menyimpan dan menelusuri rencana

asesmen

• Mengidentifikasi rencana asesmen yang telah diperbaharui/di-update

• Mendokumentasikan hasil pembaharuan rencana asesmen sesuai dengan prosedur yang berlaku di LSP

(77)
(78)

M

ENGORGANISASIKAN

ASESMEN

(79)

4. Mengorganisasikan asesmen/RPL

4.1. Mengatur persyaratan bahan dan kebutuhan sumber daya fisik yang telah teridentifikasi sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen maupun persyaratan hukum/organisasi/etika

4.2. Bila diperlukan, organisasikan dan atur dukungan spesialis apapun yang dibutuhkan untuk asesmen sesuai dengan persyaratan hukum/organisasi/etika

4.3. Organisasikan peran dan tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam proses asesmen

4.4. Menetapkan Strategi komunikasi efektif dengan orang yang terlibat dalam proses asesmen guna mendorong terjadinya arus komunikasi yang teratur dan didapatkannya umpan balik

4.5. Mengkonfirmasikan penyimpanan rekaman asesmen dan pelaporannya

(80)

4.1 Mengatur persyaratan bahan dan

sumber daya fisik

Informasi mengenai kebutuhan bahan dan sumber daya fisik sudah ditetapkan pada

perencanaan asesmen seperti yang tercantum pada form FR.MMA.01.

(81)

Cara mengatur persyaratan bahan dan

sumber daya fisik

• Mengidentifikasi bahan dan sumber daya fisik yang diperlukan untuk proses asesmen seperti yang tercantum pada form MMA.01 bagian 2.

• Mengatur penggunaan bahan dan sumber

daya fisik berdasarkan metode asesmen yang digunakan

• Memastikan bahan dan sumber daya fisik tersedia dan dalam kondisi siap untuk

(82)

4.2 Mengatur dukungan tenaga ahli/

spesialis

Mengorganisasikan dan mengatur dukungan spesialis yang dibutuhkan dalam proses asesmen, diantaranya:

• masukan dari lead assessor dan tim asesmen;

• masukan dari pengembang kebijakan dan para ahli keselamatan;

• masukan dari otoritas regulasi;

• bantuan dari pihak ketiga;

• dukungan untuk mengendalikan atau mengisolasi peserta sertifikasi dan asesor; dan

(83)

Cara mengatur dukungan tenaga ahli/

spesialis

Mengorganisasikan dan mengatur dukungan spesialis yang dibutuhkan dalam proses

asesmen, diantaranya:

• Mengidentifikasi kemungkinan adanya

kebutuhan tenaga ahli/spesialis dalam proses asesmen

• Menjelaskan dan mendiskusikan dengan tenaga ahli terkait mengenai bentuk dan pengaturan dukungan yang diperlukan

(84)

4.3 Mengorganisasikan peran dan

tanggung jawab personil

Pengorganisasian tersebut dapat mencakup pengaturan kegiatan lead asesor/asesor,

peserta sertifikasi, pihak TUK, pihak

industri/perusahaan/organisasi serta pihak relevan lainnya

(85)

Cara mengorganisasikan peran dan

tanggung jawab personil

• Mengidentifikasi peran dan tanggung jawab setiap personil yang terlibat dalam proses asesmen

• Mengatur penerapan peran dan tanggung jawab setiap personil

• Menjelaskan dan mendiskusikan pengaturan peran tanggung jawab tehadap setiap

(86)

4.4 Menetapkan Strategi Komunikasi

Efektif

Dalam mengorganisasikan seluruh personil yang terlibat diperlukan suatu koordinasi

diantara mereka dengan menerapkan strategi komunikasi yang efektif.

(87)

Cara menetapkan Strategi Komunikasi

Efektif

• Mengidentifikasi berbagai strategi

komunikasi yang dapat diterapkan dalam proses asesmen (sebelum, selama dan setelah proses asesmen)

• Menggunakan strategi komunikasi yang tepat untuk berkomunikasi dengan setiap personil yang terlibat

• Mengatur strategi komunikasi yang tepat antar personil yang terlibat

(88)

4.5

Mengkonfirmasi penyimpanan

rekaman dan laporan asesmen

Rekaman asesmen serta laporan asesmen merupakan dokumen yang penting dalam sistem asesmen dan sertifikasi kompetensi, terutama sebagai acuan dalam pengambilan

keputusan sertifikasi oleh LSP serta ketelurusan terhadap setiap kegiatan asesmen yang tellah dilaksanakan

(89)

Cara mengkonfirmasi penyimpanan

rekaman dan laporan asesmen

• Mengidentifikasi setiap rekaman dan laporan asesmen yang perlu disimpan/

didokumentasikan oleh LSP.

• Mengkonfirmasikan dengan pihak terkait di LSP bahwa rekaman dan laporan asesmen telah disimpan/didokumentasikan di LSP sesuai dengan prosedur yang berlaku

(90)
(91)

TERIMA

KASIH

(92)

SELAMAT

(93)

BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI

Jl. Haryono MT|Kav 59|Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

- dapat bereaksi positif dengan larutan Fehling maupun Tollen’s Diperkirakan senyawa tersebut adalah ..... Unsur X dengan nomor atom 8, harga keempat bilangan kuantum

Hasil pengujian validitas alat ukur (skala) resiliensi pada remaja yang berasal dari keluarga yang orang tuanya menjadi TKI dan keluarga yang orang tuanya bukan TKI dengan koefisien

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulisan tugas akhir yang berjudul

Impor kopi oleh Indonesia selama 5 tahun terakhir terus meningkat, baik dalam bentuk biji, bubuk, kopi instan, maupun minuman kopi.. Hanya biji sangrai saja yang

Pelacakan data dimulai dari data klinik adanya kecurigaan atau suspek terhadap Talasemia yang dikirim dari Instalasi KesehatanAnak (INSKA) atau melalui Instalasi Gawat Darurat

Keamanan, keindahan dan peningkatan perekonomian masyarakat serta memudahkan mengakses desa lain P1 B Kondisi Jalan Desa Dsn.Rejosari menuju Kedawung Desa Sraten Makadam yang akan

Parameter ini digunakan karena lebih sensitif dalam penentuan tingkat kematangan termal pada pertengahan hingga bahagian akhir dari generasi oil window, selain itu

9 Melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif dengan masalah tumbuh kembang.. Askep pada anak dengan masalah tumbuh kembang: