• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TIMUR, AGUSTUS 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TIMUR, AGUSTUS 2013"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 76/11/35/Th. XI, 6 November 2013 1

BPS PROVINSI JAWA TIMUR

No. 76/11/35/Th. XI, 6 November 2013

K

EADAAN

K

ETENAGAKERJAAN

J

AWA

T

IMUR

,

A

GUSTUS

2013

A

GUSTUS

2013

:

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA JAWA TIMUR SEBESAR

4,33

PERSEN

 Penduduk usia 15 tahun ke atas di Jawa Timur pada Agustus 2013 sebesar 28,80 juta jiwa. Jumlah angkatan kerja mencapai 20,14 juta orang, bertambah sekitar 240 ribu orang dalam waktu setahun dibanding angkatan kerja Agustus 2012 sebesar 19,90 juta orang.

 Dari penduduk angkatan kerja tersebut yang bekerja mencapai 19,27 juta orang, selebihnya masih menganggur. Jumlah penduduk yang bekerja bertambah 190 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2012 sebesar 19,08 juta orang.

 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur pada Agustus 2013 mencapai 4,33 persen, naik 0,21 persen dibanding TPT Agustus 2012 (4,12 persen).

 Selama setahun (Agustus 2012-Agustus 2013) penduduk yang bekerja di sektor Pertanian, Perkebunan, kehutanan, Perburuan dan Perikanan berkurang sebanyak 54 ribu orang (0,72 persen), sektor Pertambangan dan Penggalian sebanyak 22 ribu orang (15,38 persen), Listrik, gas dan air sebanyak 2 ribu orang (6,4 persen) dan sektor konstruksi sebanyak 205 ribu orang (16,37 persen). Sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi, mengalami pertambahan daya serap sebanyak 200 ribu orang (5,2 persen). Sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan meningkat sebanyak 345 ribu orang (13,83 persen). Sedangkan sektor lainnya seperti transportasi, pergudangan dan komunikasi serta lembaga keuangan relatif stabil.

 Status pekerjaan utama, dari 19,27 juta orang yang bekerja, jumlah buruh/karyawan pada Agustus 2013 mencapai 5,88 juta orang (30,54 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 3,84 juta orang (19,95 persen), dan berusaha sendiri sebesar 2,69 juta orang (13,97 persen). Jumlah pekerja tidak dibayar mencapai 3,81 juta orang atau 19,80 persen dari jumlah penduduk yang bekerja.

 Penduduk yang bekerja di atas 35 jam per minggu tercatat 12,93 juta orang (67,11 persen) atau naik 0,29 persen dibanding Agustus 2012 sebanyak 12,86 juta orang (67,40 persen). Demikian juga dengan penduduk yang bekerja kurang dari jam kerja normal bertambah 0,12 juta orang (0,29 persen) menjadi 6,34 juta orang (32,89 persen) dari 6,22 juta orang (32,60 persen ) pada Agustus 2012.

 Pada Agustus 2013, dari 19,27 juta orang yang bekerja paling banyak berpendidikan rendah SD ke bawah, yaitu 10,26 juta orang (53,26 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan tinggi Diploma ke atas hanya sekitar 1,36 juta orang (7,04 persen), selebihnya pendidikan menengah.

(2)

Berita Resmi Statistik No. 06/01/35/ 15 Mei 2008

2

1.

Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Pengangguran

Keadaan ketenagakerjaan di Jawa Timur pada Agustus 2013 digambarkan dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja maupun jumlah penduduk yang bekerja tetapi belum dapat menurunkan tingkat pengangguran. Diduga tenaga kerja yang diserap masih lebih sedikit dibanding derasnya pertambahan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja bertambah sekitar 280 ribu orang dalam kurun waktu setahun (Agustus 2012 - Agustus 2013). Penduduk yang bekerja bertambah 230 ribu orang dibanding keadaan setahun yang lalu. Sementara jumlah penganggur justru bertambah sebanyak 77 ribu orang jika dibanding keadaan setahun sebelumnya.

Indikator utama ketenagakerjaan yang sering digunakan sebagai indikasi keberhasilan dalam menangani masalah pengangguran adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yang merupakan perbandingan antara jumlah penganggur terhadap jumlah angkatan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur sejak Februari 2012 sampai Februari 2013 mengalami penurunan yang cukup lambat yaitu dari 4,13 persen mencapai 4,00 persen. Akan tetapi menjadi meningkat secara signifikan pada kurun waktu antara Agustus 2012 sampai Agustus 2013, yaitu sebanyak 0,21 persen. Hal ini diduga karena banyak terjadi pengurangan tenaga kerja pada beberapa perusahaan besar. Salah satunya PT. Gudang Garam Kediri merumahkan sebanyak kurang lebih seribu orang karyawannya pada bulan Juli 2013, kemudian banyak terjadi unjukrasa buruh untuk menuntut kenaikan upah minimum menyebabkan sentimen negatif tentang jaminan keamanan dan investasi biaya tinggi yang akhirnya menyebabkan investor memindahkan investasinya ke tempat lain.

Tabel 1

Penduduk Jawa Timur Menurut Jenis Kegiatan Utama dan Indikator Ketenagakerjaan, 2011 - 2013

(dalam ribuan)

Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Hasil Sakernas 2011 – 2013

2.

Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

Struktur lapangan pekerjaan hingga Agustus 2013 tidak mengalami perubahan. Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan, dan Sektor Industri secara berurutan masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur. Jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2012, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan terutama di Sektor Perdagangan sebanyak 200 ribu orang (5,22 persen) dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 345 ribu orang (9,88 persen). Sedangkan

Jenis Kegiatan Utama/ Indikator Ketenagakerjaan

2011 2012 2013

Agustus Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Angkatan Kerja (AK) 19.761 19.831 19.901 20.096 20.137

- Bekerja 18.940 19.012 19.081 19.291 19.266

- Penganggur 821 819 819 804 871

2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 69,49 69,55 69,62 70,12 69,92 3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,16 4,14 4,12 4,00 4,33

(3)

Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 76/11/35/Th. XI, 6 November 2013 3 sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah di sektor Pertanian, Perkebunan, kehutanan, Perburuan dan Perikanan sebanyak 54 ribu orang (0,72 persen), sektor Pertambangan dan Penggalian sebanyak 22 ribu orang (15,38 persen), Listrik, gas dan air sebanyak 2 ribu orang (6,4 persen) dan sektor konstruksi sebanyak 205 ribu orang (16,37 persen). Pekerja di sektor konstruksi mengalami penurunan signifikan, diduga karena banyak pekerja bebas di sektor ini pada bulan Agustus 2013 bertepatan dengan hari raya lebaran, sehingga mereka sedang tidak bekerja karena masih libur lebaran.

Tabel 2

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2011 - 2013

(ribuan orang)

Lapangan Pekerjaan Utama 2011 2012 2013 Agustus Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pertanian 7.520,07 7.683,22 7.472,20 7.378,05 7.214,22 Industri Pengolahan 2.665,47 2.591,64 2.834,94 2.851,50 2.774,50 Konstruksi 1.158,53 1.036,72 1.251,74 1.224,94 1.046,96 Perdagangan 3.908,29 3.869,95 3.834,31 4.007,99 4.047,44 Transportasi, Pergudangan & Komunikasi 709,84 664,20 674,37 601,76 674,88 Jasa Kemasyarakatan 2.458,84 2.659,89 2.492,98 2.631,61 3.010,92 Lainnya *) 519,30 506,610 521,46 595,51 497,53

Jumlah 18.940,34 19.012,23 19.081,99 19.291,37 19.266,46

*

) Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan, Listrik, Gas dan Air, Keuangan

Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Hasil Sakernas 2011 - 2013

3.

Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama

Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan identifikasi ini, maka di Jawa Timur pada Agustus 2013 ada sebanyak 6,51 juta orang (33,59 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 12,76 juta orang (66,41 persen) bekerja pada kegiatan informal.

Status pekerjan utama, dari 19,27 juta orang yang bekerja, jumlah buruh/karyawan pada Agustus 2013 mencapai 5,88 juta orang (30,54 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 3,84 juta orang (19,95 persen), dan berusaha sendiri sebesar 2,69 juta orang (13,97 persen). Jumlah pekerja tidak dibayar mencapai 3,81 juta orang atau 19,80 persen dari jumlah penduduk yang bekerja.

(4)

Berita Resmi Statistik No. 06/01/35/ 15 Mei 2008

4

Tabel 3

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja

Menurut Status Pekerjaan Utama, 2011 – 2013 (ribuan orang)

Status Pekerjaan Utama 2011 2012 2013

Agustus Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kegiatan Formal: 6.105,15 6.150,00 6.450,59 6.622,75 6.508,60

- Berusaha dibantu buruh tetap 618,44 654,53 645,43 699,74 624,88 - Buruh/Karyawan 5.486,71 5.495.47 5.805,16 5.923,01 5.883,72 Kegiatan Informal: 12.835,19 12.862,23 12.631,40 12.668,62 12.757,86

- Berusaha sendiri 2.885,29 2.669.67 2.756,05 2.834,01 2.690,88 - Berusaha dibantu buruh tidak tetap 3.849,41 3.986,67 3.610,85 3.820,46 3.842,89 - Pekerja bebas 2.484,48 2.538,81 1.390,53 2.372,71 2.409,68 - Pekerja keluarga/tak dibayar 3.616,02 3.667,06 3.687,34 3.641,16 3.814,41

Jumlah 18.940,34 19.012,23 19.081,99 19.291,37 19.266,46 Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Hasil Sakernas 2011 – 2013

4.

Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja

Secara umum, komposisi jumlah penduduk yang bekerja menurut jam kerja per minggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker), yaitu penduduk yang bekerja pada kelompok 35 jam ke atas per minggu. Pada Agustus 2012 mencapai

12,86 juta orang (67,40 persen) dan pada

Agustus 2013 jumlahnya meningkat menjadi 12,93 juta orang (67,11 persen). Sementara itu, dalam setahun terakhir pekerja tidak penuh (jumlah jam kerja kurang dari 35 jam per minggu) meningkat sebanyak 120 ribu orang (0,29 persen), yaitu dari 6,22 juta orang pada Agustus 2012 menjadi sebanyak 6,34 juta orang pada Agustus 2013.

Grafik 1

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja per Minggu, 2011 - 2013

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur No. 76/11/35/Th. XI, 6 November 2013 5

5.

Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan

Penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2013 masih didominasi oleh pekerja berpendidikan rendah, yaitu SD ke bawah 10,26 juta orang (53,26 persen) dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 3,50 juta (18,19 persen). Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 1,36 juta orang mencakup 0,27juta orang (1,39 persen) berpendidikan Diploma dan sebanyak 1,09 juta orang (5,65 persen) berpendidikan Universitas.

Perbaikan kualitas pekerja ditunjukkan oleh kecenderungan menurunnya penduduk bekerja berpendidikan rendah (SMP kebawah) dan meningkatnya penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma dan Universitas). Dalam setahun terakhir, penduduk bekerja berpendidikan rendah menurun dari 10,51 juta orang pada Agustus 2012 menjadi 10,26 juta orang pada Agustus 2013. Sementara penduduk bekerja berpendidikan tinggi meningkat dari 1,31 juta orang pada Agustus 2012 menjadi 1,36 juta orang pada Agustus2013.

Grafik 2

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

(persen) 12,74 12,56 12,3 12,86 12,9 12,93 6,67 6,38 6,71 6,22 6,39 6,34 0 5 10 15 20 25

Feb-11 Agst 2011 Feb-12 Agst 2012 Feb-13 Agst-2013

P e nduduk Yg be ker ja < 35 jam 35+ jam SD ke bawah 53.26% SLTP 18.19% SMU 13.13% SMK 8.38% Perguruan Tinggi 7.04%

(6)

Berita Resmi Statistik No. 06/01/35/ 15 Mei 2008

6

BPS PROVINSI JAWA TIMUR

Informasi lebih lanjut hubungi:

DJAMAL, SE, M.Sc

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur

Telopon: 031-8438873

E-mail: [email protected]

BPS PROVINSI

Informasi lanjut, hubungi:

BIDANG STATISTIK SOSIAL

Telepon : 031-8439343 E-mail : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Adapun fungsi lain dari komunikasi interpersonal adalah : a. Mengenal diri sendiri dan orang lain. Komunikasi antar pribadi memungkinkan kita untuk mengetahui lingkungan

Indeks kekeringan yang telah diklasifikasikan setiap tahunnya pada setiap stasiun curah hujan, dilihat di bulan apa terjadi indeks kekeringan maksimum, dimana pada tahun

“Price Earning Ratio (PER) adalah rasio ini diperoleh dari harga pasar saham biasa dibagi dengan laba per saham (EPS), maka semakin tinggi rasio ini akan

I Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara : KP 222 TAHUN 2017 : 30 Agustus 2017 CONTOH INDIKATOR KINERJA KESELAMATAN Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan program

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana mendiagnosis kerusakan bantalan gelinding pada mesin industri

Penulis berharap agar hasil dari penelitian ini dapat menambah pemahaman dalam memperkaya pengetahuan yang berhubungan tentang sejauh mana pengaruh pembiayaan

5XPXVDQSROLWLNKXNXP0DKIXG0'GL DWDV PHPLOLNL SHUVDPDDQ VHFDUD VXEVWDQWLI GHQJDQ IRUPXODVL SROLWLN KXNXP \DQJ GLNHPXNDQ ROHK 3DGPR :DKMRQR \DQJ PHQJDWDNDQ EDKZD SROLWLN KXNXP