• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metoda dalam Biologi Molekuler. Erlia Narulita, PhD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Metoda dalam Biologi Molekuler. Erlia Narulita, PhD"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

Metoda dalam Biologi

Molekuler

(2)

2005-Biologi ITB

Tahap isolasi gen

Isolasi DNA total Memotong DNA ke dalam vektor

(misal: plasmid/bacteriophage)

Transfer vektor ke dalam sel inang (transformasi) Seleksi sel inang yang mempunyai vektor+ insert

1. Seleksi dengan antibiotik 2. Seleksi putih-biru 3. Analisis dengan enzim restriksi Fragmen hasil PCR à

klon ke dalam plasmid Isolasi DNA total

Perbanyakan dg metoda PCR

Identifikasi gen tertentu dg

“Southern blotting”

Isolasi RNA total

Reverse Transcriptase (RT) PCR

Potongan DNAà ligasi (kloning)

Sekuensing urutan DNA

(3)

1.  Isolasi DNA/RNA

2.  PCR

3.  Elektroforesis

4.  Memotong & Menyambung DNA

5.  Vektor, kloning ke dalam plasmid

6. Transformasi & seleksi

7.  Southern/Northern blotting

(4)

Istilah klon

Greek: Klon = twig (ranting) à

stek

Kultur jaringan merupakan teknik kloning

tumbuhan/hewan

1973 : Stanley Cohen dkk berhasil

memperbanyak satu potong DNA dalam sel

bakteri

DNA dapat bereplikasi sama seperti aslinya

dalam sel bakteri untuk kemudian dapat

(5)

1. Isolasi genomik DNA/RNA

Penghancuran membran dalam bufer ekstraksi+detergen

Jaringan hewan/bakteri /tumbuhan

Ekstraksi fenol-kloroform

Pencucian pelet DNA dengan etanol 75%

Jaringan hewan/bakteri / tumbuhan

Penghancuran membran dalam bufer ekstraksi+detergen

Ekstraksi fenol-kloroform

Tambahkan oligo dT

RNA & oligo dT ditransfer ke kolom

Elusi RNA dgn bufer elusi

Ekstraksi fenol-kloroform dan pencucian pelet mRNA dgn etanol 75%

(6)

As. Nukleat terutama RNA dr organisma dapat dgn mudah terdegradasi selama isolasi à perlu

mencegah degradasi oleh nuklease selama isolasi u/ RNA , misalnya dengan penambahan:

Bufer mgdng protease u/ menghlgkan nuklease Inhibitor RNAse

PVP

u/ DNA digunakan 2-mercaptoetanol, SDS, DTT Menghilangkan RNA dr DNA hasil isolasi dgn

(7)

Isolasi RNA spesifik dg metoda afinitas

Populasi RNA dapat difraksionasi menjadi spesifik RNA

misal :

isolasi mRNA dengan adanya ujung poly A

Penambahan nukleotida analog sbg marker spesifik sblm ekstraksi: RNA disintesis in vitro

dengan penambahan nukleotida analog (memiliki grup sulfidril dan biotin yg berikatan ke mercuri dan streptavidin pd kolom matrik/butiran magnet) utk membedakannya dg RNA lain

(8)
(9)

Biologi Molekuler 2005-Biologi ITB

(10)
(11)

3. Elektroforesis

(12)

Pemisahan DNA

Pemisahan DNA untuk isolasi dan analisis dgn metoda elektroforesis

DNA fragmen yang linier dipisahkan berdasarkan ukuran lewat gel agar agarorosa atau poliakrilamida

Agarosa adalah polisakarida dari rumput laut dg konsentrasi 0.5% to 2% (mass/volume i.e. 0.5 to 2.0 g agarose/100 ml of

aqueous buffer) biasa dipakai utk memisahkan DNA berbagai ukuran

Pemisahan DNA dilakukan dari kutub positif à kutub negatif dengan voltage tertentu karena DNA bermuatan negatif

DNA yg telah dielektroforesis dapat diwarnai dg metoda kimia ethidium bromide yang berikatan pada DNA (DNA chelator)

Sinar UV yang berflouresence dpt digunakan utk deteksi DNA

(13)
(14)
(15)

4. Memotong DNA

Endonuklease ditemukan pertama kali

1960, Stewart Linn dan Aber Werner pada

E. coli.

Berasal dari bakteri yang resisten terhadap

bacteriophage

Endonuclease :

memotong di bagian

dalam DNA

(16)

Sayangnya penemuan Linn & Arber tidak

memenuhi harapan: endonuklease yang

ditemukan tidak spesifik memotong DNA

pada sekuense tertentu.

Gunting molekuler pertama ditemukan

adalah

Hind

diisolasi dari

Haemophilus

influenzae

strain R

d

. Hind endonuklease

dapat terdiri dari 3 macam masing masing

memiliki spesifikasi pengenalan terhadap

sekuens tertentu

(17)

Macam-macam endonuklease

HindII (Py =TC;

Pu=AG)

HindIII

MboI (frekuensi

tinggi)

SmaI dan XmaI

(Isoschizomers)

GTPy PuAC

A AGCTT

GATC

(18)

5. Menyambung DNA

Ligase

Berasal dari

Bacteriophage (T4)

Membentuk 2 ikatan

kovalen antara ujung 3’ OH satu nukleotida dengan

ujung 5’ fosfat dari nukleotida lain

(19)

6. Vector

Ciri-ciri:

•  DNA

•  Dapat bereplikasi sendiri

•  Dapat disisipi DNA asing

•  Ada marker: •  mendeteksi adanya vektor •  mendeteksi adanya DNA asing Macam-macam vektor •  Plasmid •  Virus

•  Kombinasi plasmid dan

virus Macam-macam marker •  gen resistensi antibiotik •  gen lacZ (β- galaktosidase)

•  gen untuk sintesis

(20)

Vector

λ

phage

Charon phage

λ

phage dapat melakukan klon DNA ukuran

12 Kb s/d 20 Kb (20.000 pb), bandingkan

dengan plasmid hanya 0.5-5 Kb.

Cosmid

DNA insert dimasukkan pada Cos site dari

λ

phage DNA

Dapat mengklon DNA dengan ukuran

40- 50 kb

(21)

21

Northern & Southern

Blotting

(22)

Pendahuluan

22

Blot/Blo'ng Teknik memindahkan atau mentransfer DNA,

RNA, protein ke lembaran tipis atau matriks

membran. Teknik ini berupa lanjutan dari penggunaan elektroforesis gel.

Pengertian

Berdasarkan Tipenya, terdiri atas :

Southern Blo'ng

(DNA) Blo'ng (RNA) Northern

1

2

Western Blo'ng (Protein)

(23)

Southern Blotting (DNA)

23

Southern Blo'ng (DNA)

(24)

Keuntungan teknik blot :

a)  Akses yang lebih besar kepada molekul yang telah terikat

ke permukaan lembaran dibandingkan kepada molekul yang masih berada di dalam gel atau matriks.

b)  Lebih sedikit reagen yang dibutuhkan.

c)  Waktu untuk melakukan staining dna destaining, inkubasi,

mencuci, dll dapat lebih singkat.

d)  Pola yang terbentuk dapat dikeringkan dan disimpan

berbulan-bulan sebelum dianalisis.

e)  Dapat dibuat banyak replika pola tersebut untuk

memungkinkan banyak metode analisis yang dipakai

(25)

Pengertian dan Sejarah Southern Blotting

(DNA)

25

Southern Blo'ng (DNA) Pengertian

Sejarah

Metode ini ditemukan oleh seorang ahli biologi d a r i I n g g r i s y a n g bernama Edward M.

S o u t h e r n , y a n g

m e n g e m b a n g k a n prosedur ini pada tahun 1975 di Universitas Edinburgh

Sebuah metode yang sering digunakan dalam bidang Biologi Molekular untuk menguji keberadaan dari suatu sekuen DNA dalam suatu sampel DNA.

(26)

Komponen-Komponen utama pada Southern

Blotting (DNA)

26 Membran Nitroselulosa DNA probe

Membran Nitroselulosa digunakan sebagai tempat hasil jiplakan fragmen DNA dari gel agarosa

Ø  Merupakan sutau fragmen dna yang berfungsi

sebagai pelacak target gen

Ø  Harus bersifat spesifik dan komplemen terhadap

(27)

Lanjutan...

27

Larutan Buffer

DNA

Larutan buffer berfungsi untuk membawa DNA dari gel dan

mengimobilisasi DNA pada membran (Larutan akan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah)

Merupakan materi atau molekul yang akan diidentifikasi pada tekhnik Southern Blotting

Berfungsi untuk memotong DNA menjadi suatu fragmen tertentu

(28)

Tahap- tahap Southern Blotting (DNA)

28 Isolasi DNA dan

Pemotongan DNA 1 Fragmentasi DNA dengan Elektroforesis 2 Hibridisasi DNA 4 Transfer DNA ke Membran (Blot) 3 Deteksi DNA 5

(29)

Tahap 1

29

Tahap untuk memperoleh

DNA yang akan dideteksi.

Pemotongan DNA yang

ingin diperoleh dilakukan

dengan menggunakan

e n z i m r e t r i k s i

(endonuklease retriksi)

yang bersifat spesifik

terhadap DNA

Isolasi DNA dan Pemotongan DNA

(30)

Tahap 2

30

Ø  Merupakan tahap dimana

Fragmen-fragmen dari DNA akan terpisah berdasarkan ukuran berat molekulnya.

Ø  B e r d a s a r k a n p r i n s i p

elektroforesis, Fragmen DNA yang ukuran berat molekulnya lebih kecil akan lebih cepat bergerak dari kutub negatif kekutub positif d i b a n d i n g k a n d e n g a n fragmen DNA dengan berat molekul lebih besar.

Fragmentasi DNA dengan Elektroforesis gel

(31)

31

Denaturasi DNA

Ø dengan merendam gel dalam larutan Proses denaturasi DNA dilakukan

denaturan (NaOH )

Ø  NaOH bersifat basa sehingga dapat

menyebabkan rusaknya ikatan hidrogen antar untai DNA

Ø  Ikatan hidrogen antar untai DNA

yang putus menyebabkan struktur

DNA yang semula double heliks

(32)

Tahap 3

32

DNA yang telah diperoleh kemudian ditransfer ke membran nitroseluloasa, tahap inilah yang disebut dengan

blotting.

Transfer DNA ke Membran nitroselulosa

Tahap ini dapat dilakukan dengan 2 pilihan metode, yaitu:

(33)

33 Gel agarosa dijiplak pada

membran nitroselulosa

Ø Merupakan salah satu metode

tahapan transfer DNA ke

membran nitroselulosa yang berdasarkan pada prinsip

Kapilaritas

Ø Kapilaritas adalah peristiwa

naiknya zat cair pada pembuluh, celah atau pori-pori kecil

(34)

Tahap 4

34

Ø Hibridisasi DNA adalah

proses pembentukan

molekul double helix dari

single strand DNA probe dan

single strand DNA target

Ø Tahap ini terjadi ketika

membran nitroselulosa

direndam dalam larutan yang berisi probe DNA Ss* (diberi radioisotop)

Hibridisasi DNA

(35)

Tahap 5

35

Ø  Merupakan tahap lanjutan dari proses hibridisasi DNA yang

menggunakan pelacak/probe

Ø  Probe biasanya merupakan DNA yang dimurnikan dan bisa

ditandai dengan aktifitas spesifik radionukletida.

Ø  Pada tahap deteksi DNA digunakan Autoradiogram untuk

melihat lokasi sinyal DNA

Deteksi DNA

(36)

Southern Blotting (DNA)

36

Northern Blo'ng (RNA)

(37)

Pengertian dan Sejarah Northern

Blotting (RNA)

Northern Blo'ng (RNA) Pengertian Sejarah

Northern Blot atau

RNA Blot dikenalkan

pertama kali oleh

Alwin pada tahun

1977

Ø Secara umum teknik ini mirip dengan

Southern Blot, akan tetapi sampel yang digunakan, yaitu RNA.

Ø Prinsip northern blot adalah

memisahkan RNA berdasarkan ukuran dan terdeteksi pada membran

menggunakan probe hibridisasi dengan urutan basa komplementer untuk

semua, atau sebagian, dari urutan mRNA target

(38)

Komponen-Komponen utama

Ø  Membran digunakan sebagai tempat hasil jiplakan

fragmen RNA dari gel agarosa formaldehid

Ø  Membran yang digunakan pada Northern blooting adalah

nilon

Ø  Probe atau RNA probe adalah fragmen

yang digunakan untuk hibridisasi asam nukleat

Ø  Probe dilengkapi semua, atau sebagian, urutan

basa komplementer dari urutan mRNA target. Formaldehid

Membran

Probe

(39)

Tahap- tahap Northern Blotting

Isolasi RNA Elektroforesis

Prehibridisasi dan hibridisasi dengan probe Pencucian 1 2 5 Transfer ke membran dan imobilisasi 3 Deteksi 6 4

(40)

Isolasi RNA

1

Isolasi RNA dapat dilakukan dengan beberapa tahap berikut, yaitu :

Penghancuran dinding sel

Penghilangan protein

dan DNA Pemurnian RNA

Ø  Lisis dilakukan

menggunakan

detergen

Ø  Pengotor akibat lisis

sel dipisahkan dengan cara sentrifugasi

Ø  Kemudian molekul

nukleotida (DNA dan RNA) dipisahkan dari protein menggunakan

fenol

Enzim DNAase

digunakan untuk menghancurkan

DNA sehingga RNA diisolasi secara utuh

Purifikasi RNA dapat dilakukan dengan mencampur larutan tersebut dengan PCl yang berfungsi memekatkan, memisahkan RNA dari larutan, dan mengendapkan.

(41)

Elektroforesis

2

Gel dapat diwarnai dengan

ethidium bromide (EtBr)

dan dilihat di bawah sinar UV untuk mengamati

kualitas dan kuantitas RNA sebelum blotting.

Merupakan tahap dimana RNA dielektroforesis menggunakan gel agarosa formaldehida

(42)

Transfer ke membran dan imobilisasi

3

q  Tahap dimana RNA yang sebelumnya telah

berhasil diisolasi kemudian ditransfer ke membran nilon

q  Membran nilon dengan muatan positif paling

efektif untuk digunakan dalam northern blot karena asam nukleat bermuatan negatif sehingga memiliki afinitas tinggi.

q  Transfer buffer yang digunakan mengandung

formamida karena menurunkan suhu dari i n t e r a k s i p r o b e - R N A y a n g d a p a t menyebabkan degradasi RNA.

S e t e l a h R N A d i t r a n s f e r k e membran, maka membran harus segera disiapkan untuk crosslink

RNA dengan sinar UV Tujuan

crosslink RNA adalah untuk

membuat RNA terikat kuat di membran

(43)

Prehibridisasi dan

hibridisasi dengan probe

4

T u j u a n d i l a k u k a n n y a prehibridisasi sebelum hibridisasi adalah memblok bagian

nonspecific untuk mencegah probe yang single strand dari mengikat sembarang bagian pada membran.

q Hibridisasi asam nukleat

mensyaratkan bahwa probe ini melengkapi semua atau sebagian, dari urutan mRNA target

q Probe harus diberi label baik

dengan isotop radioaktif (32P)

atau dengan chemiluminescence di mana alkali fosfatase atau

horseradish peroxidase (HRP)

memecah chemiluminescent substrat menghasilkan emisi terdeteksi cahaya

(44)

Pencucian

5

q Tujuan dari pencucian membran adalah untuk memastikan bahwa

probe telah terikat secara khusus dan untuk mencegah sinyal balik yang timbul

q  Hal ini juga dilakukan untuk menghilangkan unhibridisasi probe,

(45)

Deteksi

6

Tahapan deteksi dalam Northern Blot dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

RadioakMvi tas Non-radioakMf Probe ditandai dengan 32P (atau 33p) Deteksi dilakukan dengan pewarnaan, misalnya dengan teknik chemiluminescence

Jika probe radiolabeled

selesai digunakan, blot disimpan dalam bungkus pastik agar tidak kering k e m u d i a n m e m b r a n d i autoradiografi dengan X-ray

(46)

Perbedaan Tekhnik Southern dan Northern Blotting

Southern Blo'ng Northern Blo'ng

Deteksi molekul DNA (ds) mRNA (ss) Membran Nitroselulosa Nilon

Elektroforesis gel Gel agarosa Gel agarosa formaldehid Perawatan gel Pemurnian, denaturasi

dan netralisasi

-Metode bloFng Transfer melalui kapiler Transfer melalui kapiler Probes DNA (radioak&f dan

nonradioak&f) cDNA, cRNA (radioak&f dan nonradioak&f) Sistem deteksi Autoradiography,

Chemiluminescent Colorimetric

Autoradiography Chemiluminescent Colorimetric

(47)

Summary

Southern

DNA on membrane.

Digest DNA.

Convert dsDNA to

ssDNA.

Probe with DNA or RNA.

Northern

RNA on membrane.

No need to digest DNA.

Denature

folded

RNA with

formaldehyde.

Probe with DNA or RNA.

Referensi

Dokumen terkait

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Berpijak dari pengertian yang telah disebutkan diatas, konsep pemikiran Ibnu Arabi tentang alam semesta dipenuhi penjelasan dengan visi mistik dan visi rasionil.. Sebagai seorang

Berdasarkan data penelitian yang didapat dari komunitas vegetarian dewasa sebagai subjek penelitian ini, didapatkan data bahwa nilai tekanan darah sistolik sebagian

Pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) yang merupakan puncak kejayaan Mataram terlihat penyatuan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Jawa tidak hanya

Hasil uji Duncan untuk tinggi tanaman berdasarkan Gambar 4.2 dapat dijelaskan bahwa debit air A2 (2-3) l/m pada taraf nutrisi B1 dan B2 memberikan respon hasil yang berbeda

Kebijakan ini dilaksanakan melalui peningkatan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S2, S3), pelatihan, magang, studi banding bagi petugas serta pendampingan

UU Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuaransian (UU Asuransi), 11 Pebruari 1992, Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung

Bersihkan permukaan lantai vinyl dari debu / tanah / pasir, dengan menggunakan loby duster atau sapu ijuk. Larutkan obat Wax strip dengan air dengan perbandingan 1 : 4, basahi