Disusun Oleh :
Mochamad Jihad
(31120405018)
Dosen Pembimbing 1:
Prof.Dr.Ir. Indarto, DEA
NIP.19501011 198203 1 002
Dosen Pembimbing I1:
Dr. RIDHO BAYUAJI, ST. MT.
NIP.19730710 199802 1 002
Program Studi Diploma IV Teknik Sipil
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
PENGUKURAN SUCTION PADA BETON
DENGAN MENGGUNAKAN
KERTAS FILTER WHATMAN NO.42
DI LABORATOIUM
LATAR BELAKANG
Pada material beton kerusakan sering terjadi
yang disebabkan oleh adanya daya kapiler. Daya
kapiler dari suatu material beton dengan kapasitas
tertentu dapat mengakibatkan kerusakan pada
material tersebut.
RUMUSAN MASALAH
Sejauh mana pengaruh pengukuran suction dilaboratorium
terhadap beton dengan menggunakan metode kertas filter
whatman no.42 ?
Bagaimana tingkah laku beton terhadap suction di laboratorium
dengan menggunakan metode kertas filter whatman No.42 ?
Bagaimana grafik hubungan antara suction skala PF dan kadar air?
Bagaimana perbandingan suction antara pasta semen dengan
TUJUAN
Mengetahui hasil pengukuran suction dilaboratorium
terhadap beton dengan menggunakan kertas filter
whatman no.42
Mempelajari tingkah laku berbagai kualitas beton
ringan terhadap suction di laboratorium dengan
menggunakan metode kertas filter whatman No.42
Menghubungkan grafik antara suction denga kadar air
beton ringan
Membandingkan suction antara pasta semen dengan
BATASAN MASALAH
Percobaan dilakukan di laboratorium
uji material DIII Tehnik Sipil ITS
Benda uji yang digunakan adalah
pasta semen dan pasta semen foam
Metode yang digunakan untuk
menentukan tegangan air pori negatif
(suction) adalah dengan kertas filter
whatman no.42
Tinjauan Pustaka
DPU.1990.SK SNI 1-15-1990-03 Tata Cara Pembuatan
Rencana Campuran Beton Normal, Yayasan LPMB, Bandung.
Indarto (1995), Metode Kertas Filter Untuk Menentukan
Karakteristik Tegangan Air Pori Negatif Pada Tanah, Majalah
IPTEK ITS vol.6 No.2 ppi 182-190
Haning,2001. Penggunaab Kertas Filter Whatman No.42 Untuk
Pengukuran Tegangan Air Pori Negatif In situ. Fakultas Tehnik
Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra.
Suarbrick G,E (1995) Measurement of Soil Suction Using The
Filter Paper Method. School of Civil Enginering, UNSW, Sydney
Australia.
Subakti,A (1994) Teknologi Beton Dalam Praktek Laboratrium
Beton. Jurusan Tehnik Sipil FTSP-ITS
Tjokrodimulyo, k (1996), Teknologi Beton, Yogyakarta :
Prosedur
Pengukuran Suction
Dengan Kertas
Penelitian ini dilakukan dalam skala
laboratorium. Untuk pengujian suction
sendiri dibagi dalam beberapa tahap.
Mencari Titik Jenuh Air Dalam
Benda Uji
Benda uji yg digunakan adalah benda uji yang sudah berumur
28 hari
Benda uji di oven selama 24 jam hingga mencapai kering
sempurna
Setelah itu benda uji ditimbang untuk mengetahui berat kering,
Sebelum ditimbang benda uji diberi tanda untuk mempermudah
Kemudian, benda uji direndam dengan waktu yang berbeda
Waktu yang digunakan adalah 1jam, 3jam, 6jam, 9jam, 12jam,
15jam, 18jam, 21jam, 24jam, 2hari, 3hari, dan seterusnya
Benda uji yang diambil dari rendaman di lap menggunakan tisu
agar memperoleh kondisi kering permukaan, kemudian di
timbang.
Data yang diperoleh dihitung dengan menggunakan rumus Wc
Mencari Waktu Konsistensi
Kertas filter
Benda uji dan kertas filter di oven 24 jam hingga mencapai kering sempurna Timbang berat benda uji dan kertas filter whatman no.42 yang sudah kering
sempurna
Benda uji kemudian direndam hingga jenuh (sesuai data percobaann
sebelumnya)
Kemudian benda uji dikeluarkan dari air dan di lap menggunakan tisu
hingga kering permukaan
Kemudian benda uji ditimbang lagi dalam keadaan kering permukaan Setelah itu, masukkan kertas filter whatman no. 42 yang dilindungi kertas
filter biasa ditengah-tengah benda uji
Lalu kedua benda uji tersebut diikat dengan karet dan dibungkus plastik
agar tidak mengalami perubahan suhu sehingga kadar airnya konstan
Setelah mengalami kontak dengan beton, kertas filter whatman no.42
dilekeluarkan dan di timbang
Waktu pembukaan dilakukan setelah 1hari, 2hari, dan seterusnyan Hitung Kadar air kertas filter whatman no.42 dan benda uji
Wc = {(Wssd – Wkering)/Wkering} x 100%
Pengukuran Suction
Benda uji dan kertas filter di oven 24 jam hingga mencapai kering sempurna Timbang berat benda uji dan kertas filter whatman no.42 yang sudah kering
sempurna
Benda uji kemudian direndam denganwaktu yang ditentukan.
Waktu yang digunakan adalah 1jam, 3jam, 6jam, 9jam, 12jam, 15jam,
18jam, 21jam, 24jam, 2hari, 3hari, hingga jenuh
Kemudian benda uji dikeluarkan dari air dan di lap menggunakan tisu
hingga kering permukaan
Kemudian benda uji ditimbang lagi dalam keadaan kering permukaan Setelah itu, masukkan kertas filter whatman no. 42 yang dilindungi kertas
filter biasa ditengah-tengah benda uji
Lalu kedua benda uji tersebut diikat dengan karet dan dibungkus plastik
agar tidak mengalami perubahan suhu sehingga kadar airnya konstan
Setelah mengalami kontak dengan beton, kertas filter whatman no.42
dilekeluarkan dan di timbang
Waktu pembukaan dilakukan sesuai waktu konsistensi kertas filter whatman
no.42
Hitung Kadar air kertas filter whatman no.42 yang dan benda uji Wc = {(Wssd – Wkering)/Wkering} x 100%
Tentukan PF menggunakan grafik kalibrasi kertas filter whatman no.42 dari
berbagai peneliti berdasarkan hasil kadar air kertas fiilter whatman no.42 yang diperoleh
Cara Perhitungan
Suction
Nilai suction dihitung dengan cara menarik garis arah
vertikal dari sumbu horizontal (kadar air kertas Whatman
No. 42) pada grafik kalibrasi kertas filter hingga
berpotongan dengan garis kurva kalibrasi kertas filter,
kemudian ditarik garis horizontal hingga perpotongan
dengan sumbu vertikal (pF). Posisi dimana sumbu
vertikal dipotong adalah nilai suction dari beton dengan
satuan nilai pF.
0.00
1.00
2.00
3.00
4.00
5.00
6.00
7.00
0.00
50.00
100.00
150.00
200.00
pF
Kadar Air(%)
Fawcett-C.George (wetting)
Zerhouni (wetting)
Indarto (drying)
Parcevoux (drying)
Dengan menggunakan grafik kalibrasi kertas
filter Whatman 42 maka besar tegangan air
pori negatif atau soil suction dapat ditentukan
dengan rumus.Tegangan air pori negatif =
10
(pF-1)
Kpa.Rumus tersebut didapat
berdasarkan hubungan antara skala pF dan
tekanan dimana untuk pF = 3 sama dengan
log 1000 cm kolom air,dan mempunyai
tekanan sebesar 1 bar atau 1kg/cm² atau 100
kPa.dalam bentuk pendek dapat ditulis.Skala
pF = 3 = log1000 cm kolom air – 1 bar – 1
Kadar Air Pasta Semen Foam Untuk Mencari Konsistensi
Titik Jenuh Air
Waktu Konsistensi Kertas Filter dengan Benda Uji Pasta
Semen
Waktu Konsistensi Kertas Filter dengan Benda Uji Pasta
Semen Foam
4.7 4.8 4.9 5 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 5.8 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 PF Kadar Air (%)
Hubungan Antara Suction Skala PF dengan Kadar Air Pasta Semen
Grafik Hubungan Antara Kadar Air beton dan
Suction Skala PF
4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9 5 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 PF Kadar Air (%)Hubungan Antara Suction Skala PF dengan Kadar Air Pasta Semen Foam
Perbandingan Antara Suction Pasta Semen
dengan Pasta Semen Foam.
4.4 4.6 4.8 5 5.2 5.4 5.6 5.8 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 PF Kadar Air (%)
Kesimpulan
benda uji pasta semen mengalami konsistensi titik jenuh air pada hari
ke 5 dengan kadar air 17%.
benda uji pasta semen foam mengalami konsistensi titik jenuh air pada
hari ke 54dengan kadar air 25 %.
waktu konsistensi kertas filter dengan benda uji pasta semen terjadi
pada hari ke-2 dengan kadar air 25 %.
waktu konsistensi kertas filter dengan benda uji pasta semen foam
terjadi pada hari ke-2 dengan kadar air 32 %.
Dengan kadar air yang berbeda hasil pengukuran suction pada pasta
semnen menunjukkan hasil dengan skala PF 5,67 – 4,84 (46773,51
Kpa – 6918,31 Kpa).
Dengan kadar air yang berbeda hasil pengukuran suction pada pasta
semnen menunjukkan hasil dengan skala PF 5,40 – 4,42 (25118,86
Kpa – 3311,311 Kpa).