• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL BIOLOGI SAINS DAN KEPENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL BIOLOGI SAINS DAN KEPENDIDIKAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME I NOMOR 1 MEI 2021

Could Dodecanoic Acid VCO From Traditional Aceh Yeast Fermentation Used As Antiviral Agents Against 2019-NCOV?

The Effect of Project Based Learning Models on Student Creativity in Environmental Pollution Materials

The Effect of Barangan Banana (Musa sapientum L.) Peel Waste on Tomato (Lycopersium esculentum MILL.) Plant Growth

Diversity of Mollusca Filum in Meuraxa District Banda Aceh City as A Reference for Invertebrated Zoological Courses

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue

ISSN : 0000-0000 https://unmuha.ac.id/

(2)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol. 1, No. 1, Mei 2021 |

BIOSAINSDIK

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol. 1, No. 1, Mei 2021

Editor in Chief

Qurratu Aini, S.Si., M.Pd (Fakultas Agama Islama UNMUHA, Indonesia)

Managing Editors

Cut Novrita Rizki, S.Pd., M.Sc dan Nurul Fajriana, S.Pd., M.Pd

(Fakultas Agama Islama UNMUHA, Indonesia)

Board of Editors

Meutia Zahara, Ph.D (Fakultas Kesehatan Masyarakat UNMUHA, Indonesia) Dewi Sartika Aryani, S.P., M.S (Universitas Malikussaleh, Indonesia)

Muhammad Yani, M.Pd (Fakultas Agama Islama UNMUHA, Indonesia) Nafisah Hanim, M.Pd (Fakultas Tarbiyah UIN An-Raniry, Indonesia)

Board of Riviewers

Prof. Dr. Ali Sarong (Universitas Syiah Kuala, Indonesia)

Dr. Saiful, S.Ag., M.Ag (Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia) Dr. Norshazila Shahidan (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia) Dr. Dewi Elfidasari, M.Si (Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Indonesia) Dr. Essy Harnelly, M.Si Pd (Universitas Syiah Kuala, Indonesia)

Dr. Hasanuddin (Universitas Syiah Kuala, Indonesia)

Dr. Irdalisa, S.Si., M.Pd (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Indonesia) Dr. Dian Aswita, S.Pd., M.Pd (Universitas Serambi Mekkah, Indonesia)

Board of Assistant

Devi Keumala, M.T dan Dedi Zumardi, S.Pd.I

Penerbit

Program Studi Tadris Biologi Universitas Muhammadiyah Aceh dan

Lembaga Penelitian, Penerbitan, Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LP4M) Email : [email protected]

(3)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol. 1, No. 1, Mei 2021 |

DAFTAR ISI

BIOSAINSDIK

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol. 1, No. 1, Mei 2021

Hal Could Dodecanoic Acid VCO From Traditional Aceh Yeast Fermentation

Used As Antiviral Agents Against 2019-NCOV

Annisa Amalia Kiti, Zairin Thomy, and Essy Harnelly

1-9

The Effect of Project Based Learning Models on Student Creativity in Environmental Pollution Materials

Fatemah Rosma, and Mauizah Hasanah

10-18

The Effect of Barangan Banana (Musa sapientum L.) Peel Waste On

Tomato (Lycopersicum esculentum MILL.) Plant Growth

Nurul Fajriana, Djufri, and Muhibuddin

19-28

Diversity of Mollusca Filum In Meuraxa District Banda Aceh City As A Reference for Invertebrated Zoological Courses

Rini Pertiwi, Qurratu Aini, Ulia Hanum, and Suwarniati

29-48

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue

Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, and Qurratu Aini

(4)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan

Vol. 1, No. 1, Mei 2021 49

DIVERSITY OF FISH (PISCES) TYPES IN BARUAN RIVER VILLAGE JAYA BARU KECAMATAN SALANG KABUPATEN SIMEULUE

Loki Orismi1, Meutia Zahara2, Suwarniati3*, Qurratu Aini4

1,2,3,4 Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Agama Islam

Universitas Muhammadiyah Aceh Jln. Muhammadiyah No 91. Lueng Bata, Batoh, Banda Aceh, Indonesia

2Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Jln. Muhammadiyah No 91. Lueng Bata, Batoh, Banda

Aceh, Indonesia

*Email: [email protected]

ABSTRACT

Baruan River is one of the rivers located in Jaya Baru Village, Salang District, Simeulue Regency, Aceh, Indonesia. The availability of related references regarding fish are still limited, especially freshwater fish in the Baruan River which is still not available. This study aims to determine the diversity of fish species in the Baruan River. The research was conducted from 9 June - 15 June 2019. The research method used was direct observation (inventory survey), by observing directly in the field where the research was located. Taking of fish samples is divided into three sample points. The tools used are fishing nets, fishing rods and traps. The results obtained 6 species from 120 individual fish; Gabus fish (Channa striata), Rice field eel (Monopterus albus), Mullet (Mugil cephalus), Betok / Papuyu (Anabas testudineus), Seriding (Ambassis nalua) and Laaya / Alabul (Acentrogobius caninus). Diversity index of fish species is Hˈ = 1.532, this value is included in the medium category. While the evenness index value Eˈ = 0.854, it means that the fish spread in the Baruan River is evenly distributed. The dominance index value is D = 0.756 or classified as low, meaning that there are no fish species that dominate the Baruan River.

Keywords: Baruan River, diversity index, evenness, fish, dominance. ABSTRAK

Sungai Baruan merupakan salah satu sungai yang terletak di Desa Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue, Aceh, Indonesia. Referensi terkait ikan masih sangat minim terutama ikan perairan tawar di Sungai Baruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan yang ada di Sungai Baruan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 09 Juni – 15 Juni tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan langsung (survei inventarisasi), yaitu dengan cara meninjau langsung di lapangan tempat lokasi penelitian. Pengambilan sampel ikan dibagi menjadi tiga titik sampel, Alat yang digunakan berupa jala ikan, pancing/joran dan bubu. Hasil penelitian diperoleh 6 spesies dari 120 individu ikan yaitu ikan Gabus, (Channa striata), Belut Sawah (Monopterus albus), Ikan Belanak (Mugil cephalus), Betok/Papuyu (Anabas testudineus), Seriding (Ambassis nalua) dan Laaya/Alabul (Acentrogobius caninus). Indeks keanekaragaman Jenis ikan adalah Hˈ= 1,532, nilai tersebut termasuk kategori sedang. Sedangkan nilai indeks kemerataan Eˈ= 0,854, artinya penyebaran ikan di Sungai Baruan terdistribusi secara merata. Nilai Indek dominansinya adalah D = 0,756 atau tergolong rendah, artinya tidak terdapat spesies ikan yang mendominasi di Sungai Baruan tersebut.

(5)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol. 1, No. 1, Mei 2021

50

PENDAHULUAN

Kabupaten Simeulue merupakan salah satu pulau yang termasuk dalam wilayah Aceh yang terletak di Samudera Hindia, yaitu 150 km sebelah barat pulau Sumatera serta berada koordinat antara 02º 02ˈ 03ˈˈ ˗ 03º 02ˈ 04ˈˈ Lintang Utara dan 95º 22ˈ 15ˈˈ ˗ 96º 42ˈ 45ˈˈ Bujur Timur.Pulau Simeuluemerupakan hasil pemekaran Kabupaten Aceh Barat dengan luas sekitar ± 2.310 km². Kondisi topografi Simeulue sangat bervariasi, terdiri dari dataran rendah, bergelombang, berbukit, hingga pegunungan dan sebagain besar penduduknya tinggal di pesisir. Kabupaten Simeulue juga memiliki banyak kawasan hutan hujan tropis dengan aliran sungai yang berpotensi adanya tingkat kelimpahan jenis ikan yang sangat tinggi, salah satunya aliran sungai Baruan yang terdapat di Desa Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Badan Pusat Statistik Simeulue, 2013).

Desa Jaya Baru merupakan salah satu desa yang terletak di pertengahan Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue memiliki kondisi alam yang masih tergolong asri dan sebagai wilayahnya terdiri dari perairan tawar, termasuk Sungai Baruan. Sungai Baruan merupakan salah satu sungai kecil yang sangat potensial sebagai sumber daya ikan air tawar, tempat pemancingan dan aktivitas masyarakat lainnya untuk mencari ikan. Biasanya bila musim

dimon(musim tenang) belum tiba,

sebagai besar masyarakat mencari ikan di perairan tawar termasuk di Sungai Baruan. Sungai didefinisikan sebagai aliran air atau bagian dari aliran yang

lebarnya rata-rata sama dengan atau lebih dari 5 meter(Heddi, 2012). Menurut Nursyahra, 2012, sungai merupakan wilayah dilalui badan air yang bergerak dari tempat tinggi ke tempat yang rendah baik melalui permukaan atau bawah tanah.

Sebagai langkah awal diperlukan kegiatan identifikasi terhadap organisme tersebut. Identifikasi adalah menempatkan atau memberikan identitas suatu individu melalui prosedur deduktif ke dalam suatu takson dengan menggunakan kunci determinasi. Kunci determinasi adalah kunci jawaban yang digunakan untuk menetapkan identitas suatu individu. Kegiatan identifikasi bertujuan untuk mencari dan mengenal ciri-ciri taksonomi yang sangat bervariasi dan memasukkannya ke dalam suatu takson. Selain itu untuk mengetahui nama suatu individu atau spesies dengan cara mengamati beberapa karakter atau ciri morfologi spesies tersebut dengan membandingkan ciri-ciri yang ada sesuai dengan kunci determinasi( Layli, 2006).

Berdasarkan hasil observasi selama ini, masih banyak jenis-jenis ikan yang terdapat di Sungai Baruan Kabupaten Simeulue. Diantaranya adalah jenis ikan lele, ikan mujair, ikan balanak, ikan nila, ikan gabus, ikan sepat dan lain sebagainya. Sehingga sangat bermanfaat sebagai sumber makanan dan juga sumber mata pencaharian bagi penduduk. Beberapa permasalahan yang muncul akhir-akhir ini dimana jumlah ikan di perairan sungai baruan semakin menurun. Hal ini disebabkan karena kemunculan beberapa jenis ikan predator, seperti ikan gabusserta

(6)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol. 1, No. 1, Mei 2021

51

aktivitas manusia yang mencari ikan terus menerus sehingga mengakibatkan populasi jumlah ikan semakin menurun.

Hasil observasi referensi pustaka diketahui bahwa bahasan tentang keanekaragaman jenis ikan yang hidup diperairan Sungai Baruan Desa Jaya Baru belum ada. Mengingat pentingnya informasi tentang Jenis ikan yang terdapat di Sungai Baruan Desa Jaya Baru, sebagai upaya mempertahankan kekayaan keanekaragaman hayati khususnya ikan air tawar perlu dilakukan kajian mendalam tentang Jenis ikan yang terdapat di Sungai Baruan Desa Jaya Baru.

Penelitian ini dilaksanakanuntuk mengetahui jenis-jenis ikan (pisces) yang terdapat di Perairan Sungai Baruan Desa Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue.Untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis-jenis ikan (pisces) yang ada di Perairan Sungai Baruan Desa Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue.Untuk mengetahui tingkat dominansi spesies ikan (pisces) yang ada di perairan Sungai Baruan Desa Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue.

METODE PENELITIAN Lokasi penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan metode pengamatan langsung (survei

inventarisasi), yaitu dengan cara meninjau langsung di lapangan tempat lokasi penelitian.Penelitian ini dilaksanakan selama satu minggu dari tanggal 09 Juni – 15 Juni tahun 2019. Tempat Penelitian adalah di Sungai Baruan Desa jaya Baru Kecamatan

Salang Kabupaten Simeulue. Identifikasi sampel ikan dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Aceh. Adapun peralatan yang akan digunakan dalam penelitian ini, seperti pancing, jala, bubu, tangguk/serok, umpan, kamera, alat tulis dan botol sampel.

Pengumpulan data

Adapun teknik perolehan data yang digunakan dalam peneltian ini, yaitu, dengan cara Purposive Sampling dan didasarkan pada pertimbangan topografi kondisi lingkungan dan berdasarkan keinginan peneliti. Berdasarkan hasil survei awal, lokasi sampling akan dilakukan pada tiga Titik Sampel.

Analisis Data

Analisis data yang digunakan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan (pisces), yaitu menggunakan Indeks Shannon Wiener dengan rumus:

Hʹ = - ∑pi.lp.pi, dimana pi = 𝑛𝑖 𝑁Dimana pi = Proporsi individu yang ditentukan dalam spesies ke-i Keterangan:

Hʹ = Indeks Shannon Wiener

ni = Jumlah individu untuk jenis yang

diamati

N = Jumlah total individu (Odum,1993). Indeks Kemerataan

Sedangkan untuk melihat kemerataan jenis dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Jʹ = ln 𝑆𝐻ʹ atau Eʹ=ln 𝑆𝐻ʹ Keterangan:

Jʹ = Nilai Kemerataan

S = Jumlah yang dijumpai disuatu komunitas

(7)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan Vol. 1, No. 1, Mei 2021

52

ln s = Bilangan konstanta Indeks Dominansi

Untuk memperoleh informasi indeks dominansi jenis ini dilakukan perhitungan menggunakan rumus indeks dominansi Simpson (Brower et al., 1977) yaitu:(Brower,1997). D=∑ [𝒏𝒊 𝑵] ² 𝑠 𝑖=1 Keterangan :

D = Indek Dominansi Jenis

S = Jumlah taksa/ spesies Ni = jumlah individu jenis ke- i N= Jumlah total individu

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Lokasi penelitian berada di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue. Kecamatan Salang merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Simeulue yang

memiliki luas sekitar 198,96 km², serta berada pada titik koordinat 2º38ˈ36.53ˈˈ Lintang Utara dan 95º51ˈ22.03ˈˈ Bujur Timur. Lokasi pengambilan sampel ikan dilakukan Di Sungai Baruan dengan tiga titik sampel.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di perairan Sungai Baruan Desa Jaya Baru dari tiga titik sampel, diperoleh sebanyak 6 spesies ikan dari 120 individu yang terlihat pada tabel hasil pengamatan berikut ini: Tabel 1. Jumlah spesies Ikan di Sungai Baruan

No. Familia Spesies

Titik

Pengamatan Individu I II III

1. Channidae Channa striata 24 9 2 35

2. Synbranchoidea Monopterus albus 2 - - 2

3. Mugilidae Mugil cephalus 2 6 12 20

4. Anabantidae Anabas testudineus 34 5 1 40

5. Ambassidae Ambassis nalua 2 5 8 15

6. Gobidae Acentrogobius sp. 4 2 2 8

Jumlah 120

Hasil penelitian menunjukkan spesies ikan yang didapat sebanyak 120 Individu dari masing-masing family dan

genusyang berbeda. Jumlah spesies ikan

yang paling banyak ditemukan adalah

Anabas testudineus, sedangkang spesies

ikan yang paling sedikit ditemukan adalah Monopterus albus. Adapun deskripsi dari tiap jenis ikan yang diperoleh adalah sebagai berikut:

(8)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan

Vol. 1, No. 1, Mei 2021 53

1. Ikan Gabus (Channa Striata)

Gambar 1. Monopterus albus (Sumber: Foto Penelitian 2019) Deskrpsi Channa Striata

Ikan gabus (ChannaStriata) adalah sejenis ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah seperti dalam bahasa Aceh disebut Eungket

Bace. Dalam bahasa Inggris juga disebut

dengan berbagai nama seperti common

snakehead, snakeheadmurrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793). Ikan gabus biasa

didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.

2. Belut Sawah (Monopterus albus)

Gambar 2. Monopterus albus (Sumber: Foto Penelitian 2019) Deskrpsi Monopterus albus

Secara taksonomi, belut (Monopterus albus) termasuk ke dalam

Kelas Pisces, akan tetapi ciri fisiknya sedikit berbeda dengan Kelas Pisces lainnya. Belut merupakan kelompok air

breathing fishes, yaitu ikan yang mampu

mengambil oksigen langsung dari udara selama musim kering tanpa air di sekelilingnya. Belut memiliki alat pernapasan tambahan yakni berupa kulit tipis berlendir yang terdapat di rongga mulut. Alat tersebut berfungsi menyerap oksigen secara langsung dari udara(Sarwono. 2003)

3. Ikan Belanak (Mugilcephalus)

Gambar 3. Mugilcephalus (Sumber: Foto Penelitian 2019) Deskrpsi Mugilcephalus

Belanak (Mugil sp.; family

Mugilidae) adalah sejenis ikan laut tropis

dan subtropis yang bentuknya hampir menyerupai ikan bandeng. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai blue-spot

mullet atau blue-tail

mullet(Lagler,1977).Ikan ini termasuk

ikan yang bersifat non predator (bukan pemangsa), jadi penyebarannya merata baik di perairan subtropis ataupun tropis. ikan belanak merupakan ikan yang suka bergerombol 20-30 ekor di pantai sekitar 1,5 meter dan memasuki laguna serta estuaria untuk mencari makanan (Sulistiono, 1989). Ikan ini terdistribusi pada semua perairan terutama di daerah estuari (coastal) dan laut di daerah tropis dan subtropis yaitu di Indo-Pacific, Filipina, dan Laut Cina Selatan, hingga Australia.

(9)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan

Vol. 1, No. 1, Mei 2021 54

4. Ikan Betok (Anabas testudineus)

Gambar 4. Anabas testudineus (Sumber: Foto Penelitian 2019) Deskripsi Anabas testudineus

Ikan betok (Anabas testudineus) termasuk ke dalam sub ordo Anabantoidei, lebih dari 80 species yang termasuk dalam sub ordo ini berukuran kecil (< 10 cm), tipe surface-

oriented fish dan deep bodies, ekor

membulat dan sirip dubur yang panjang (Moyle,2000). Ikan betok memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara karena adanya organ labirin yang terdapat pada bagian atas rongga insang, alat pernapasan tambahan ini sangat berguna pada saat ikan berada di perairan berlumpur (Cholik, 1991).

5. Ikan Seriding (Ambassis nalua)

Gambar 5. Ambassis nalua (Sumber: Foto Penelitian 2019) Deskripsi Ambassis nalua

Ikan seriding (Ambassisnalua) termasuk ikan demersal yang mendiami perairan tropis. Ikan ini merupakan ikan

estuari sejati, yaitu spesies ikan yang seluruh daur hidupnya secara lengkap berlangsung di estuari (Riede, 2004). Ikan seriding bersifat nokturnal yaitu aktif mencari makan saat malam hari. Ikan ini sering ditemui secara berkelompok dalam jumlah besar bahkan hingga ratusan pada siang hari namun akan berpencar saatmalam hari (Allen,1990). Makanan ikanseriding antara lain mikrokrustase, polikaeta, amfipoda, gastropoda, annelida, insekta, dan ikan kecil (Zahid 2011).

6. Ikan Laaya (Acentrogobius sp.)

Gambar 6. Acentrogobius sp. (Sumber: Foto Penelitian 2019) Deskripsi Laaya (Acentrogobius sp.)

Spesies ikan Acentrogobius

sp.istilah nama lokalnya di daerah Simeulue sering disebut ikan laaya atau

alabul, termasuk ke dalam familia

Gobiidae. Di daerah lain terutama Aceh, jenis ikan ini belum terlalu dikenal dan sangat jarang dijumpai. Ikan ini ditemukan pada tiga titik sampel dengan jumlah yang tidak banyak. Ikan Laaya termasuk salah satu spesies yang terancam punah, hingga beberapa tahun terakhir jumlah spesies ikan ini menurun secara drastis sehingga sangat sulit ditemukan, dulunya populasi ikan ini sangat melimpah sehingga sangat mudah di jumpai dijumpai.

(10)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan

Vol. 1, No. 1, Mei 2021 55

Pembahasan

Hasil penelitian ditemukan keseluruhannya sebanyak 6 spesies dengan jumlah total indvidu sebanyak 120 ikan. Pengambil sampel ikan pada tiga titik sampel dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan.

Hasil penelitian yang diperoleh dari tiga titik sampel tersebut terdapat jumlah spesies yang berbeda. Titik Sampel I ditemukan sebanyak 68 individu, Titik Sampel II ditemukan sebanyak 27 individu dan Titik Sampel III sebanyak 25 individu. Jumlah spesies yang paling banyak ditemukan adalah

Anabas testudineus sebanyak 40 individu

kemudian diikuti spesies Channa striata sebanyak 35 individu, selanjutnya spesies Mugil cephalus sebanyak 20 individu, spesies Ambassis nalua

sebanyak 15 individu, spesies

Acentrogobius sp. sebanyak 8 individu.

Spesies yang paling sedikit ditemukan adalah Monopterus albus, yaitu sebanyak 2 individu. Kriteria Jumlah total kelimpahan ikan yang diperoleh dipengaruhi oleh karakteristik habitat sungai. Alat tangkap dan lama waktu juga mempengaruhi banyaknya tangkapan, semakin banyak jenis alat tangkap, dan lama waktu pengambilan sampel maka akan mengakibatkan jumlah individu dan variasi jenis ikan(Samuel, 2008).

Spesies Anabas testudineus dan

Monopterus albus merupakan jenis

individu yang paling banyak ditemukan. Hal ini dikarenakan masing-masing spesies memiliki kemampuan yang sangat bagus untuk bertahan hidup dibandingkan spesies ikan lainnya. Spesies Anabas testudineus dapat bertahan dengan kondisi lingkungan yang ekstrim serta dapat terhindar predator yang ingin memangsanya karena dibagian sirip dan insang ikan ini memiliki duri yang sangat tajam.

Sedangkan spesies Monopterus albus merupakan salah satu predator bagi ikan lainnya sehingga dengan mudah ikan ini memperoleh makanannya.

Dari tiga titik lokasi penelitian, titik sampel I adalah lokasi yang paling banyak diperoleh jumlah spesies ikan. Hal ini dikarenakan adanya aliran sungai kecil dari persawahan warga yang langsung menuju badan sungai baruan. Besarnya populasi ikan dalam suatu perairan antara lain ditentukan oleh makanan yang tersedia. Adanya zat-zat unsur hara yang terbawa oleh sungai kecil dari persawahan warga, sehingga membuat area tersebut kaya akan sumber makanan bagi spesies ikan yang mendiami area sungai tersebut. Kekayaan jenis suatu biota didukung oleh kondisi lingkungan yang baik pula (Nurudin, 2013).

Lokasi penelitian titik sampel satu memiliki tingkat kesuburan perairan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua lokasi lainnya. Ukuran debit volume air sungai yang bertambah juga dapat menyebabkan banyaknya ketersediaan sumber makanan bagi ikan yang dibawa oleh aliran sungai berupa plankton dan ikan-ikan kecil (Eddy, 2013).

Berdasarkan analisis indeks Shannom Wiener keragaman ikan di Perairan Sungai Baruan yang diperoleh dari tiga titik sampel, maka diperoleh hasil indek keanekaragaman H’ = 1,532 atau tergolong sedang.

Analisis indek kemerataan (E’) dari tiga titik sampel di perairan sungai baruan adalah E’= 0, 854 atau relatif terdistribusi secara merata. Hal ini sesuai dengan pendapat Setyobudiandi et al. yang menyatakan bahwa indeks yang mendekati 0 mengindikasikan adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis organisme. Artinya, ada beberapa jenis organisme yang memiliki jumlah

(11)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan

Vol. 1, No. 1, Mei 2021 56

individu yang relatif sedikit. Jumlah individu pada setiap spesies adalah sama atau hampir sama jika nilai indeks kemerataannya mendekati 1 (Setyobudiandi, 2009).

Hasil analisis terhadap nilai indeks kemerataan di Perairan Sungai Baruan menunjukkan penyebaran individu yang lebih merata. Indek dominansi jenis ikan di Perairan Sungai Baruan maka dapat diketahui bahwa D = 0,756 yaitu masih tergolong rendah. Berdasarkan kriteria indeks dominansi Simpson, dominansi rendah artinya tidak terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil(Krebs, 1989). Odum 1993, menyatakan bahwa apabila suatu nilai dominansi semakin kecil dan mendekati 0, hal ini berarti dalam struktur komunitas yang diamati tidak terdapat spesies yang mendominansi.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Sungai Baruan memiliki 120 individu ikan, yang terdiri dari 5 Ordo, 6 Familia dengan 6 jenis yaitu; Ikan Gabus (Channa striata), Belut Sawah (Monopterus albus), Ikan Belanak (Mugil cephalus),

Sepat/Papuyu (Anabas testudineus), Seriding (Ambassis nalua), dan Ikan Laaya/Alabul Acentrogobius sp.).Nilai keragaman berdasarkan kriteria indeks Shannom Wiener ikan (pisces) di Sungai Baruan adalah Hˈ= 1,532 maka tergolong sedang, nilai indeks kemerataan Eˈ= 0,854 atau terdistribusi secara merata. Hasil analisis nilai indeks dominasi dengan rumus Simpson di Sungai Baruan adalah D = 0,756 atau tergolong rendah.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kami sampaikan kepada Dekan Fakutas Tarbiyah Unmuha yang telah memotivasi kami hingga hasil penelitian ini bisa dipublikasikan disini. Tak lupa penghargaan dan terima kasih tak terhingga kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang ada di Fakutas Agama Islam pada umumnya dan Jurusan Tadris Biologi pada khususnya yang telah memdampingi dan membimbing serta membantu kami hingga penelitian ini bisa diterbitkan.

DAFTAR PUSTAKA

Allen GR, Burgess WE. (1990). A Review Of The Glassfishes (Chandidae) of Australia and New Guinea. Records

of the Western Australian Museum Supplement. 34: 139-206.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Simeulue. Kecamatan Salang Dalam Angkan 2013. Retrieved from: Http://simeuluekab.bps.go.id/publ ication/2013//11//27/a19318e4 9bf8fd2cd72345d5/kecamatan-salang-dalam-angka-2013.html. Bloch. (1793). Species Fact Sheets

Channa striata. FAO: Fisheries and

Aquaculture Department.

Brower, et al. (1997) Field and

Laboratory Methods for General Ecology. New York: Mc Grow-Hill

Science.

Cholik, F and Hanafi, A. (1991) A Review Of The Status Of The Mud Crab (Scilla sp.). Fishery and Culture In

Indonesia. A Report of the Seminar

Convened in Surathani, Thailand. Nov. 5-8.

Eddy, S. (2013). Inventarisasi Dan Identifikasi Jenis-Jenis Ikan Saat Pasang Surut Di Perairan Sungai Musi Kota Palembang. Seminar

(12)

Diversity of Fish (Pisces) Types in Baruan River Village Jaya Baru Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue (Loki Orismi, Meutia Zahara, Suwarniati, Qurratu Aini)

Biosainsdik

Jurnal Biologi Sains dan Kependidikan

Vol. 1, No. 1, Mei 2021 57

Lembaga Penelitian Universitas Lampung.

Heddi, S. (2012). Metode Analisis

Vegetasi Dan Komunitas. Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada.

Krebs CJ. (1989). Ecological Methodology. New York (US).

Harper Collins Publisher.Inc. 654 p. Layli, N. (2006). Identifikasi Jenis-Jenis Ikan Teleostei Yang Tertangkap Nelayan Di Wilayah Perairan Pesisir Kota Semarang. Skripsi: Program Studi Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Moyle, et. el. J. (2000). Fishes An

Introduction To Ichthyology, Fourth

Edition.

Nursyahra. (2012). Jenis-Jenis Ikan Yang Tertangkap Di Batang Air Dingin Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tengah Padang.

Jurnal Pelangi STKIP PGRI Sumbar

4(2): 1-14.

Nurudin, A. (2013). Keanekaragaman Jenis Ikan di Sungai Skonyer Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Jurnal Sains 2 (2): 119127.

Odum E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pres.

Riede, K. (2004). Global Register Of

Migratory Species - From Global To Regional Scales. Final Report Of The R&D-Projekt 808 05 081. Federal

Agency for Nature Conservation, Bonn, Germany. 329 p.

Samuel, S. (2008). Zonasi, Karakteristik Fisika-Kimia Air Dan Jenis-Jenis Ikan Yang Tertangkap Di Sungai Musi, Sumatera Selatan. Jurnal

Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, 15(1): 41-48.

Sarwono. (2003). Budidaya Belut dan

Sidat. Jakarta: Penebar Swadaya.

Setyobudiandi, I., dkk. (2009). Sampling

dan Analisis Data Perikanan dan Kelautan. Bogor: Institut Pertanian

Bogor. 313 p.

Sulistiono, dkk. (2001). Pertumbuhan Ikan Belanak (Mugil cephalus) di Perairan Ujung Pangkah, Jawa Timur. Jurnal Iktiologi Indonesia 1(2): 3947. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sulistiono. (1989). Fauna Ikan-Ikan Liar di Daerah Pertambakan Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Laporan PKL. Fakultas Perikanan

dan Ilmu Kelautan. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Hal: 256.

Zahid, A. (2011). Variasi Makanan Ikan Seriding, Ambassis nalua

(Hammilton, 1822) di Ekosistem Estuari Segara Menyan, Jawa Barat.

(13)

BIOSAINSDIK

P R O G R A M S T U D I T A D R I S B I O L O G I U N I V E R S I T A S M U H A M M A D I Y A H A C E H

Jln. Muhammadiyah No. 91, Batoh, Lueng Bata, Banda Aceh 23245 Telp./Fax : 0651 - 21024 E-mail : [email protected]

Gambar

Tabel 1. Jumlah spesies Ikan di Sungai Baruan
Gambar 1. Monopterus albus   (Sumber: Foto Penelitian 2019)  Deskrpsi Channa Striata
Gambar 4. Anabas testudineus   (Sumber: Foto Penelitian 2019)  Deskripsi Anabas testudineus

Referensi

Dokumen terkait

Adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 1 pada motilitas dan morfologi dikarenakan peranan vitamin E sebagai antioksidan yang

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas penggunaan buku saku tertib siswa dan mengukur sejauh mana kedisiplinan siswa dalam mendisiplinkan

Sektor perikanan merupakan suatu komoditas yang bernilai bagi suatu negara, mengingat konsumsi ikan di merupakan suatu komoditas yang bernilai bagi suatu negara,

Adanya komorbiditas yang lain Penyakit sendi degeneratif, patah tulang panggul dan femur, stroke dengan gejala sisa, sarkopenia dan deconditioning,. neuropati perifer,

Pada penelitian selanjutnya yaitu Sistem Pakar Mendiagnosa Penyaki kulit wajah menggunakan metode Certainty Factor yang dilakukan oleh Fristi Riandari hasilnya aplikasi

characteristic or calculated based on the expected cash flows discounted by the relevant market rates. c) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan

Kualitas pelayanan dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat karena langkah-langkah kerja para karyawan dapat dimengerti tanpa adanya kekeliruan dalam menjalankan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis hasil hutan rakyat yang dimanfaatkan oleh responden, mengetahui nilai ekonomi hasil hutan rakyat yang dimanfaatkan