PENGEMBANGAN INSTRUMEN KINERJA GURU IPA DALAM MEMBUAT PENILAIAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMP KOTA PONTIANAK

Teks penuh

(1)

528

PENGEMBANGAN INSTRUMEN KINERJA GURU IPA DALAM

MEMBUAT PENILAIAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

DI SMP KOTA PONTIANAK

DEVELOPMENT OF INSTRUMENT SCIENCE TEACHER’S PERFORMANCE IN ASSESSMENT DESIGNING OF LEARNING BIOLOGY

IN JUNIOR HIGH SCHOOL PONTIANAK Kurnia Ningsih

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Untan E-mail: nia_untan@yahoo.com

ABSTRACT

The aim of this study is to develop science teachers’ assessment that will be used in biology learning. This sudy used research and development method that cosists of two steps. The first step is pre-research (designing instrument) and the second one is instrument testing. Instrument developed is performance test that consists of 18 items. The result shows that experts theoritically analyzed the material, content, and language by using Gregy test and obtained that VI stat > VI table (0,833 > 0,700); it means that the instrument are valid to be used. Furthermore, the instrument was analyzed by 10 panelists by using Lawshe test and the result was CVR stat > CVR table (0,980 > 0,620). It was concluded that the instrument was ready to be used. Moreover, the instument was empirically tested for 71 science teachers (biology) that analyzed with Pearson Product Moment correlation test and obtained that all of the items was valid. Alpha Cronbach’s test was used to analyze the reliability and obtained that rstat = 0,804; that was categorized in high level. Based on the statistical analysis, the instument was valid and reliable to be implemented in assesing science teachers’ performance in Pontianak.

Key words: developing instrument, science teachers’ in assessment designing ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen kinerja Guru IPA membuat penilaian pembelajaran Biologi yang valid dan reliabel. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development). Penelitian ini dilakukan menggunakan dua tahapan. Tahapan pertama berupa studi pendahuluan, dan yang kedua ujicoba. Instrumen yang dikembangkan dalam bentuk tes kinerja dengan jumlah 18 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada studi pendahuluan dianalisis secara teoritis yaitu divalidasi oleh dua orang pakar tentang materi, konstruksi, dan bahasa. Penilaian pakar dianalisis dengan menggunakan formula Gregory diperoleh VIhitung > VItabel

(0,833 > 0,70) yang berarti instrumen layak digunakan. Selanjutnya instrumen divalidasi oleh sepuluh orang panelis yang dianalisis dengan rumus Lawshe diperoleh CVRhitung >

CVRtabel (0,98 > 0,62) sehingga dapat disimpulkan instrumen layak digunakan. Pada tahap

ujicoba dilakukan secara empiris kepada 71 orang guru IPA-Biologi yang dipilih secara random, dianalis dengan rumus korelasi Pearson Product Moment hasilnya menunjukkan bahwa semua butir (instrumen nomor 1 sampai dengan 18) dinyatakan valid. Untuk reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan rumus Alpha Cronbach’s diperoleh hasil r

hitung = 0, 804 tergolong tinggi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, instrumen yang

dikembangkan secara ilmiah telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, sehingga sudah layak digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja guru IPA membuat penilaian dalam pembelajaran Biologi di SMP Kota Pontianak.

(2)

529 1. PENDAHULUAN

Guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Kompetensi yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap, keterampilan profesional, baik yang bersifat pribadi, sosial, maupun akademis (Kunandar, 2011: 46). Guru dikatakan profesional apabila telah melaksanakan tugas utamanya yaitu; mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Salah satu tugas utama guru adalah melakukan penilaian (assessment) pada peserta didik. Keberhasilan pendidikan tentunya tidak terlepas dari kinerja guru dalam merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Menurut McBride dan Grant (2006: 6) ada tujuh standar kinerja Guru yaitu: (1) Data-Driven Planning, (2) Instructional Delivery, (3) Assessment, (4) Learning Environment, (5) Communication, (6) Professionalism, dan (7) Student Achievement. Sejalan dengan pendapat tersebut, Baedhowi (2011: 43) menyatakan bahwa terdapat tujuh indikator kinerja guru pada kompetensi peadagogik yaitu menguasai: (1) karakteristik peserta didik, (2) teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran, (3) pengembangan kurikulum, (4) kegiatan pembelajaran yang mendidik, (5) pengembangan potensi peserta didik, (6) komunikasi dengan peserta didik, dan (7) penilaian dan evaluasi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2013 menyatakan bahwa penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, Pemerintah dan/atau lembaga mandiri. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian yang dilakukan pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran

.

Hasil observasi terhadap 20 orang guru SMP yang mengajar IPA (November 2011) diperoleh masih ada guru yang belum membuat instrumen tes penilaian unjuk kerja sebanyak 40%. Selain itu ada beberapa guru yang belum membuat kisi-kisi ulangan semester dengan benar, terutama kesesuaian antara indikator dan soal yang buat sebanyak 45%. Perumusan aspek penilaian (soal evaluasi) pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang dibuat guru, masih belum relevan dengan indikator atau tujuan pembelajaran sebanyak 60%.

Sedangkan tuntutan standar kompetensi lulusan (SKL) yang di dalamnya terdapat indikator soal, menginginkan kemampuan kognitif yang diukur sampai pada analisis,

(3)

530 evaluasi, dan mencipta. Menurut Anderson dan Krathwohl (2010: 99-102) dimensi proses kognitif meliputi: mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Berdasarkan indikator soal yang terdapat pada standar kompetensi lulusan (SKL) tentunya seorang guru harus dapat menjabarkannya dalam butir soal yang menggambarkan indikator tersebut.

Dari apa yang telah dipaparkan sebelumnya, maka perlu dikembangkan instrumen kemampuan kinerja guru IPA dalam membuat penilaian pembelajaran meliputi aspek: penguasaan konsep dasar penilaian, memilih dan mengembangkan metode penilaian sesuai tujuan pembelajaran, menyusun alat penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran, melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, menganalisis hasil penilaian, dan menggunakan hasil penilaian. Dengan demikian penelitian ini bertujuan menemukan instrumen untuk mengukur kemampuan kinerja guru IPA dalam membuat penilaian pembelajaran biologi di SMP Kota Pontianak yang sudah tervalidasi dan mempunyai reliabilitas yang memadai. Disamping itu dengan adanya instrumen dan rubrik untuk mengukur kemampuan kinerja guru IPA dalam membuat penilaian pembelajaran biologi, dapat membantu guru membuat pertanyaan/soal yang lebih berkualitas kepada siswanya yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

Teori-teori yang berhubungan dengan kinerja guru dalam membuat penilaian biologi antara lain: Mc Bridge (2006), Suharsaputra (2012), Wirawan (2009), Timple (1992). dan Falino (2012) tentang kinerja guru; Sudrajat (2012), Anwar dan Hendra, (2011) tentang penilaian dalam pembelajaran biologi. Teori yang mendasari penilaian dan proses dan hasil belajar dikemukakan oleh Popham (1995), Anderson (2010). Teori tentang validitas dan reliabilitas instrumen dikemukakan oleh Gounlund (2009), Mardaphi (2008), dan Djaali (2008). Untuk model pengembangan tes kinerja guru, merujuk pada Gall, Gall, dan Borg (2003).

2. METODE

Metode penelitian yang digunakan dalam bentuk penelitian dan pengembanagn (research and development) (Sugiyono, 2008). Penelitian ini dilakukan menggunakan dua tahapan. Tahapan pertama berupa studi pendahuluan, dan yang kedua ujicoba.

Tahapan pertama berupa studi pendahuluan, perumusan prototipe konseptual instrumen, dan rubrik tes kinerja guru IPA membuat penilaian dalam pembelajaran biologi meliputi aspek: 1) konsep dasar penilaian, 2) memilih dan mengembangkan metode penilaian sesuai tujuan pembelajaran, 3) menyusun alat penilaian sesuai dengan tujuan

(4)

531 pembelajaran, 4) melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, 5) menganalisis hasil penilaian, 6) menggunakan hasil penilaian untuk pembelajaran.

Tahap kedua melakukan ujicoba prototipe konseptual yang telah disusun dan divalidasi di lapangan. Pengujian dimaksudkan untuk melihat sejauhmana model yang telah disusun mempunyai efektivitas dan efisiensi secara nyata dilapangan. Selama ujicoba prototipe instrumen dan rubrik akan dilakukan evaluasi, revisi dan penyempurnaan, agar ditemukan model yang efektif dan efisien. Model tersebut akan dijadikan model akhir sebagai produk dari penelitian ini. Dua tahapan penelitian tersebut mengacu pada tahapan prosedur penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh (Gall, Gall, dan Borg, 2003).

Penelitian ini melibatkan 2 orang pakar dan 10 orang panelis (1 orang pakar pendidikan biologi dan 1 orang pakar dibidang penelitian dan evaluasi, serta 9 orang dosen pendidikan biologi dan 1 orang guru IPA). Untuk uji coba instrumen melibatkan 71 orang guru yang mengajar IPA di SMP Kota Pontianak baik yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta.

Instrumen yang dikembangkan dalam peneltian ini adalah tes kinerja guru IPA dalam membuat penilaian pembelajaran Biologi yang terdiri dari 18 item. Instrumen ini diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan valiidity content melalui expert judgement. Validitas isi terlebih dahulu dinilai oleh 2 orang pakar, dan dianalisis dengan menggunakan formula Gregory (2011). Setelah dinilai oleh pakar, dilanjutkan penilaian oleh 10 orang panelis, dan dianalisis dengan menggunakan CVR Lawshe (1975). Untuk uji coba empiris validitas butir dianalisis dengan korelasi pearson product moment (Grounlund dan Waugh, 2009). Dilanjutkan dengan menghitung reliabilitas butir dengan menggunakan koefisien reliabilitas konsistensi gabungan item dengan rumus alpha cronbac’s (Grounlund dan Waugh, 2009).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini merupakan pengembangan instrumen kinerja guru IPA membuat penilaian dalam pembelajaran biologi di SMP Kota Pontianak. Instrumen yang dikembangkan berupa penilaian kinerja, berbentuk rubrik analitik yang diukur dengan menggunakan skala likert. Jumlah instrumen yang dikembangkan terdiri dari 5 dimensi dan dijabarkan ke dalam 18 butir indikator pencapaian. Butir-butir indikator tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

(5)

532 Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Kinerja Guru IPA Membuat Penilaian dalam Pembelajaran

Biologi

Variabel Dimensi Indikator No.

Soal Jlh. Kinerja guru membuat penilaian (Y) 1. Merancang penilaian a. Merancang komponen esensial kisi-kisi soal dalam bentuk tabel

b. Menentukan teknik dan instrumen penilaian c. Menentukan kesesuaian

indikator soal dengan butir soal

d. Menentukan kesesuaian butir soal dengan aspek yang diukur. 1 2 3 4 4 2. Mengembangkan alat penilaian a. Mengembangkan tes PG b. Mengembangkan tes uraian. c. Merancang penilaian kinerja d. Mengembangkan penilaian proyek f. Mengembangkan tes sikap g Mengembangkan penilaian portofolio. 5 6 7 8 9 10 6 3. Menganalisis hasil penilaian.

a. Menentukan validitas soal b. Menentukan reliabilitas soal c. Menentukan daya beda butir

soal

d. Menentukan tingkat kesukaran e. Menentukan efektifitas distraktor 11 12 13 14 15 5 4. Mengolah hasil penilaian

a. Mengolah hasil penilaian proses

b. Mengolah hasil penilaian sikap

16

17

2

5. Menentukan nilai akhir

a. Menentukan nilai akhir 18 1

Jumlah soal 1

18

Pengujian instrumen dilakukan secara teoritis dan empiris. Pengujian secara teoritis validitas isi ditelaah oleh 2 orang pakar, dan 10 orang panelis. Penilaian pakar tentang validitas isi (VI) dengan formula Gregory diperoleh seperti pada tabel 2. Kriteria yang digunakan adalah jika VI > 0,70 maka analisis dapat dilanjutkan.

(6)

533 Tabel 2. Hasil Penilaian dari Dua Orang Pakar

Rater 1 (Penilai/ Pakar 1) Kurang Relevan Skor (1-2) Sangat Relevan Skor (3-4) Rater 2 (Penilai/Pakar 2) Kurang Relevan Skor (1-2) (A) 0 (B) 3 Sangat Relevan Skor (3-4) (C) 0 (D) 15

Berdasarkan hasil penilaian pakar pada Tabel 2, selanjutkan disubstitusikan pada formula Gregory, diperoleh:

Perhitungan Validitas Isi (VI) dengan menggunakan formula Gregory: VI =

= = 0,833 (karena 0,833 > 0,70 maka tes layak dugunakan).

Dengan demikian validitas isi instrumen kinerja guru IPA membuat penilaian dalam pembelajaran biologi di SMP Kota Pontianak dengan koefisien 0,83 > 0,70 maka mempunyai kategori tinggi dan tes layak digunakan.

Sedangkan hasil penilaian dari 10 orang panelis, yang dianalisis dengan menggunakan CVR Lawshe diperoleh sebagai berikut.

CVR = , dengan ne = jumlah panelis yang menilai “penting”

N = total panelis

CVR1 = = 1,00 (karena 1,00 (CVR hitung) > 0,62 (CVR tabel) maka soal no. 1

dikatakan valid).

Berdasarkan hasil perihungan 10 orang panelis dari 18 butir soal diperoleh rata-rata CVRhitung > CVRtabel (0,98 > 0,62) sehingga dapat disimpulkan instrumen layak

digunakan.

Pada tahap ujicoba dilakukan secara empiris kepada 71 orang guru IPA-Biologi yang dipilih secara random, dan perhitungan validitas empiris dianalisis dengan rumus korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukkan bahwa semua butir (instrumen nomor 1 sampai dengan 18) dinyatakan valid. Karena hasil perhitungan validitas butir nilai rhitung > rtabel, berarti instrumen kinerja guru membuat

penilaian secara keseluruhan dinyatakan valid.

Selanjutnya menghitung reliabilitas butir dengan menggunakan koefisien reliabilitas konsistensi gabungan item dengan rumus Alpha Cronbac’s (Gronlund dan

(7)

534 Waugh, 2009). Hasil perhitungan koefisien reliabilitas diperoleh r = 0,804 dengan ketegori tinggi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, instrumen yang dikembangkan secara ilmiah telah memenuhi syarat reliabilitas, sehingga sudah layak digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja guru IPA membuat penilaian dalam pembelajaran Biologi di SMP Kota Pontianak.

Dengan demikian berdasarkan hasil analisis secara teoritis yang divalidasi oleh pakar dan panelis, serta dilanjutkan dengan ujicoba empiris diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa instrumen kinerja guru IPA membuat penilaian dalam pebelajaran biologi layak digunakan.

4. KESIMPULAN

Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa pada studi pendahuluan dianalisis secara teoritis yaitu divalidasi oleh dua orang pakar tentang materi, konstruksi, dan bahasa dengan menggunakan formula Gregory diperoleh VIhitung > VItabel (0,833 > 0,70)

yang berarti instrumen layak digunakan. Selanjutnya instrumen divalidasi oleh sepuluh orang panelis yang dianalisis dengan CVR Lawshe diperoleh CVRhitung > CVRtabel (0,98 >

0,62) sehingga dapat disimpulkan instrumen mempunyai validitas yang tinggi dan layak digunakan.

Pada tahap ujicoba dilakukan secara empiris kepada 71 orang guru IPA-Biologi yang dipilih secara random, dianalis dengan rumus korelasi Pearson Product Moment hasilnya menunjukkan bahwa semua butir (instrumen nomor 1 sampai dengan 18) dinyatakan valid. Untuk reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan rumus Alpha Cronbach’s diperoleh hasil r hitung = 0, 804 tergolong tinggi.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, instrumen yang dikembangkan secara ilmiah telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, sehingga sudah layak digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja guru IPA membuat penilaian dalam pembelajaran Biologi di SMP Kota Pontianak.

5. DAFTAR PUSTAKA

[1]. Anderson, Lorin W., dan David R. Krathwohl, Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen, terjemahan Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

[2]. Baedhowi, Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, 2011.

(8)

535 [4]. Creswell, John W. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed,

terjemahan Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010.

[5]. Frankel, Jack R. dan Norman E. Wallen, How to Design and Evaluative Research. New York: McGraw-Hill. Inc., 1993.

[6]. Gregory, Robert J. Psychological Testing: History, Principles, and Aplication, Boston: Allyn dan Bacon, 2011.

[7]. Gronlund, Norman E. dan C. Keith Waugh, Assessment of Student Achievement. Ohio: Ner Jersey, 2009.

[8]. Hadi, Sutrisno. Metodologi Research Jilid 4. Yogyakarta: Andi Offset, 1995.

[9]. Lawshe, Charles H. “A Quantitative Approach to Content Validity,” Personnel Psychology Volume 28, Issues 4, hh. 563-575, Purdue University, Desember 1975.

[10]. Maryam, Ghorbani, Fateme Noori Sarukolaee dan Madh Dast-Mard. “The Use of Participatory Learning Method in Training Higher Level of Learning in E-Learning Systems.” International Journal of Research in Humanities, Arts and Literature (IMPACT: IJRHAL) 2014, Vol. 2, Issue 7, hh. 1-8.

[11]. McBride, Kristen dan Leslie Grant, Teacher Performance Evaluation Handbook. Bedford County: Public Schools Printed Winter, 2006.

[12]. Sudiyono, I. Ketut, Pelatihan Partisipatif untuk Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pencegahan dan Diteksi Dini Penyakit Kecacingan pada Siswa

Sekolah Dasar Online; http://jurnal.unair.ac.id/filter

PDF/abstrak_28224_tpjua.pdf. (diakses 5 April 2014).

[13]. Sudjana, Metoda Statistika. Bandung: Tarsito, 2005. .

[14]. Sudjana, Djudju, Manajemen Program Pendidikan untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Falah Production, 2004. [15]. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

[16]. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Pasal 13, ayat 1.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :