PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
GI (GRUOP INVESTIGATION) BERBANTUAN MEDIA
GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN KELAS III
SEMESTER GANJIL DI GUGUS IV DESA BANJAR
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Luh Retno Prasetiyani
1, H Syahruddin
2, Gede Sedanayasa
3Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: [email protected]
1, gede [email protected]
2,pak_syahruddin.ac.id
3Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran Konvensional pada siswa kelas III.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan Non equivalen ost-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas III semester ganjil di desa Banjar, kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 51 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar PKn dengan bentuk tes hasil belajar PKn dalam bentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat dari hasil rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding rerata kelompok kontrol (eksperimen= 23,26 > control = 18,24) dan hasil uji hipotesi dengan menggunakan uji-t dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 1,95146 > 1,67109.
Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional.
Kata-kata kunci : Group Investigation, hasil belajar
Abstract
This study aims to(1) describe the learning outcomes of students participating in learning PKN cooperative learning model GI(Group investigation) assisted image media, (2) describe the learning outcomes of students who take PKN conventional learning, (3) determine differences in GI-aided cooperative media images with students who take conventional learning.
This study is a quasi-experimental study (quasi-experimental) with a study design that used non-equivalent ost-test only control group design. The study population was a third class of odd semester at Banjar village, Banjar sub district, Buleleng regency. as many as 51 students selected as the sample was determined by random sampling technique. data collected is the result of learning with shapes PKN, PKN achievement test used was a multiple-choice test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics namely t-test.
The results showed that, there are differences in learning outcomes between students who learn by learning cooperative learning model GI-aided drawing media and students who studied with conventional learning strategies. it is seen from the results of the experiment group mean is higher than the mean of the control group (experimental =23.26>control =18.24) and the results of hypothesis testing using t-test with a calculated table is greater than 1.95146>1.67109 thus, a group of students who learned with learning using cooperative learning model GI-assisted media images showed better learning outcomes than the group of students who learned with using conventional learning strategies.
Kata-kata kunci :Group investigation , saint study result
PENDAHULUAN
Departemen Pendidikan Nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Upaya peningkatan itu mencangkup semua komponen pendidikan. Komponen-komponen yang dimaksud meliputi; seperti pembaharuan kurikulum dan proses pembelajaran, peningkatan kualitas guru, mengadakan sarana maupun prasarana yang diperlukan dalam proses pembelajaran serta peyempurnaan sistem pendidikan yang berkenaan dengan kualitas pendidikan. Pada dasarnya pendidikan adalah upaya manusia untuk memanusiakan manusia untuk mengembangkan kemampuan atau potensi individual sehingga bisa hidup secara optimal baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat (Nana Sujana, 1996.2). Tolak ukur keberhasilan pendidikan formal, sangat ditentukan oleh hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Keberhasilan proses belajar mengajar tidak lepas dari cara pendidik mengajar dan peserta didik dalam belajar.
Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan, pendidik harus mempunyai pengetahuan yang lebih dan mampu menciptakan pembelajaran yang efektif. Serta peserta didik dituntut memiliki tiga kemampuan yaitu: (1) kognitif, (2) afektif, dan (3) psikomotor. Pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang sangat penting terutama dalam mengenal bangsa kita sendiri. Oleh karena itu pelajaran PKn perlu mendapat perhatian yang serius, demikian pula prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn harus terus ditingkatkan. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta
perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Kini telah terdapat bermacam-macam media pengajaran (Sadiman, dkk, 2005). Namun tidak semua media dapat digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.Memilih dan menggunakan media pengajaran yang sesuai dengan tujuan pengajaran. Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif anak didik, sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.Materi pembelajaran tidak hanya disusun berdasarkan hal-hal sederhana yang bersifat hafalan dan pemahaman, tetapi juga tersusun atas materi materi yang bersifat kompleks yang memerlukan analisis, aplikasi, dan sintesis (Trianto, 2009).
Dengan berbagai upaya dan komitmen yang sudah dilakukan oleh pemerintah tersebut, seyogyanya tujuan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dapat tercapai secara optimal. Namun, hasil-hasil studi menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan hasil pengamatan pada proses pembelajaran belum mendapatkan perhatian. Misalnya saja dalam pembelajaran PKn. Pada umumnya proses pembelajaran PKn masih banyak dijumpai pembelajaran yang bersifat konvensional dimana terjadi pengalihan informasi dari guru ke siswa sehingga siswa hanya menerima informasi saja dan siswa tidak menggali sendiri permasalahannya. Pada akhirnya kegiatan pembelajaran di kelas guru hanya menggunakan metode ceramah agar semua materi atau bahan ajar dapat disampaikan pada siswa dalam waktu relatif singkat.
Melihat hasil belajar siswa yang belum mencapai KKM yang ditetapkan, tentu diperlukan adanya langkah-langkah untuk meningkatkan pola pembelajaran sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Pada akhirnya tujuan pendidikan yang diharapkan tidak tercapai secara optimal.
Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar (SD), diupayakan adanya penekanan pada pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar yang lebih bermakna (Depdiknas, 2005). Dalam kegiatan belajar mengajar, guru memegang peranan sebagai fasilitator dan motivator yang dapat membawa peserta didik pada keberhasilan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, seorang guru yang profesional harus mengetahui strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, sehingga hasil yang diperoleh dari proses belajar mengajar dapat tercapai secara maksimal.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap hasil belajar PKn maka perlu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar PKn siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe GI (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (3) mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas III semester ganjil di desa Banjar Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2013/2014.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment)
karena tidak semua variabel yang muncul dalam penelitian eksperimen tidak dapat diatur dan dikontrol secara ketat. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas III SD di desa Banjar Kecamatan Banjar yang memiliki kemampuan kognitif yang setara,dan telah diuji dengan uji anava (uji f) dengan jumlah populasi 146 siswa. Penentuan sampel kelas dilakukan dengan teknik random sampling. Untuk mengetahui
kesetaraan dari kemampuan akademik pada populasi penelitian maka dilakukan uji-t terhadap data hasil belajar PKn siswa kelas III pada semester ganjil..
Dari studi dokumentasi yang dilakukan di SD di desa Banjar Kecamatan Banjar, diperoleh data hasil belajar siswa pada semester I. Selanjutnya dilakukan uji kesetaraan yang dianalisis dengan uji anava satu jalur (uji-f). Dari hasil uji-t yang dilakukan diperoleh hasil bahwa semua SD adalah setara. Langkah selanjutnya adalah melakukan teknik random sampling
terhadap keenam sekolah tersebut. Dari teknik random sampling diperoleh 2 SD yakni SD N 3 Banjar dan SD N 1 Banjar sebagai sampel penelitian. Untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik undian. Melalui undian tersebut diperoleh sampel penelitian kelompok siswa kelas V SD 3 Banjar sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan pengaruh pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dan kelompok siswa kelas III SD N 1 Banjar sebagai kelas kontrol yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Desain Penelitian yang digunakan adalah non equivalenpost-test
only control group design, yang dalam
pelaksanaannya hanya memberikan post
test pada kelompok eksperimen maupun
kepada kelompok kontrol. Pemilihan desain ini karena peneliti ingin mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan tidak untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn kedua kelompok, dengan demikian penelitian ini tidak menggunakan skor pre-test (tes awal)
Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar PKn ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes obyektif atau tes pilihan ganda. Tes tersebut telah di uji coba lapangan, sehingga teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil tes uji lapangan tersebut selanjutnya diberikan kepada siswa kelas eksperimen dan kontrol sebagai post-test. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif dan data dianalisis dengan menghitung nilai mean, median, modus, standar deviasi, varian, skor
maksimum, dan skor minimum. Dalam penelitian ini data disajikan dalam bentuk histogram frekwensi karena data yang dianalisis adalah data dalam bentuk interval. .Sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam menguji hipotesis penelitian adalah uji- t (polled
varians). Untuk bisa melakukan uji hipotesis, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan perlu dibuktikan. Persyaratan yang dimaksud yaitu: (1) data yang dianalisis harus berdistribusi normal, (2) kedua data yang dianalisis harus
bersifat homogen. Untuk itu, maka dilakukanlah uji prasyarat analisis dengan melakukan uji normalitas, dan uji homogenitas. Setelah kedua syarat tersebut terpenuhi ,maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Adapun hasil analisis data statistik deskriptif disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1.Deskripsi Data hasil belajar Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa kurva sebaran data kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi peta konsep (kelompok eksperimen) merupakan juling negatif karena Modus>Median>Mean (24,07> 23,98> 23,26). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar skor siswa cenderung tinggi. Apabila divisualisasikan ke dalam bentuk histogram frekwensi, maka tampak pada Gambar 1.
Gambar 1. Histogram Frekwensi Data Hasil Belajar ipa Kelompok Eksperimen
Tampak Juga bahwa kurva sebaran data kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional (kelompok kontrol) merupakan juling positif karena Modus <Median <Mean (5,74 < 6,50< 7,18). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar skor siswa cenderung rendah.Apabila divisualisasikan ke dalam bentuk histogram frekwensi maka tampak pada Gambar 2
Gambar 2. Poligon Data Hasil Belajar ipa Kelompok Kontrol
Sebelum melakukan uji hipotesis maka harus dilakukan beberapa uji prasyarat. Terhadap sebaran data yang meliputi uji normalitas terhadap data skor hasil belajar
Statistik Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Mean 23,26 18,24 Median 23,98 17,00 Modus 24,07 14,60 Varians 18,7 15,72 Standar Deviasi 4,32 3,96
ipa siswa. Uji normalitas ini dilakukan untuk membuktikan bahwa kedua sampel tersebut bedistribusi normal. Uji normalitas data hasil belajar matematika dianalisis menggunakan uji Chi-Square (2) dengan
kriteria apabila 2
hitung <2tabel maka data
berdistribusinormal.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus chi-kuadrat, diperoleh
2
hitungdata skor hasil belajar ipa
siswakelompok eksperimen adalah 1,177dan2tabeldengan taraf signifikansi 5%
dan db = 3 adalah 7,815. Hal ini berarti,2
hitungdata skor hasil belajar ipa
siswakelompok eksperimen lebih kecil dari
2
tabel(2hitung<2tabel), sehingga data hasil
belajar matematika siswakelompok eksperimen berdistribusi normal.
2
hitung data skor hasil belajar ipa
siswakelompok kontrol adalah 2,633dan 2
tabeldengan taraf signifikansi 5% dan db = 3
adalah 7,815. Hal ini berarti,2
hitungdata
skor hasilbelajar matematika kelompok kontrol lebih kecil dari 2
tabel(2hitung<2
tabel), sehingga data hasil belajar ipa
siswakelompok kontrol berdistribusi normal. Setelah melakukan uji prasyarat yang pertama yaitu uji normalitas, selanjutnya dilakukan uji prasyarat yang ke dua yaitu uji homogenitas varians. Uji homogenitas varians data hasil belajar ipadianalisis menggunakan uji F dengan kriteria kedua kelompok memiliki varians homogen jika
Fhitunglebih besar dari Ftabel.
Berdasarkan padahasil perhitungan, diperoleh Fhitungdata hasil belajar
matematika siswakelompok eksperimen dan kontrol adalah 1,14 sedangkan Ftabel(taraf signifikansi 5%) adalah 1,81. Hal
ini berarti, varians data hasil belajar ipa siswakelompok eksperimen dan kontrol adalah homogen.
Hipotesis penelitian yang diuji adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran secara konvensional. Pada Uji hipotesis ini menggunakan uji–t
independent(sampel tidak berkorelasi). Adapun hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji-t disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Hipotesis
Hasil Belajar Varians N Db thitung ttabel Kesimpulan
Kelompok Eksperimen 18,7 26 49 1,95146 1,67109 thitung> ttabel (H0 ditolak) Kelompok Kontrol 15,72 25
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh thit
sebesar 1,95146, sedangkan ttab dengan db
= 49pada taraf signifikansi 5% adalah 1,67109 Hal ini berarti, thit lebih besar dari
ttab (thit> ttab) sehingga H0 ditolak dan H1
diterima. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan atau diartikan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas III semester ganjil di desa Banjar Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014.
Pembahasan
Pembahasan hasil-hasil penelitian
dan pengujian hipotesis menyangkut tentang hasil belajar PKn siswa baik pada kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI Berbantuan Media Gambar maupun pada kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar yang diterapkan pada kelompok siswa kelas III SD N 3 Banjar dan strategi pembelajaran konvensional yang diterapkan pada kelompok siswa kelas III SD N 1 Banjar, dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh
yang berbeda pada hasil belajar PKn siswa setelah dilakukannya post-test pada saat pertemuan ke-10. Hal ini dapat dilihat dari analisis data hasil belajar PKn siswa. Adapun analisis yang dimaksud adalah analisis diskriptif dan inferensial (uji-t).
Secara deskriptif, hasil belajar PKn kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI Berbantuan Media Gambar lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari skor hasil belajar siswa. Rata-rata skor hasil belajar PKn kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI Berbantuan Media Gambar dan strategi pembelajaran konvensional adalah 23,26 (katagori sangat tinggi) dan 18,24 (katagori tinggi).
Berdasarkan analisis inferensial dengan menggunakan uji-t yang ditunjukkan pada tabel 4.16 diketahui thitung
= 1,95146 dan ttabel (db = 49 dan taraf
signifikansi 5%) 1,67109. Dari hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel)
sehingga hasil penelitian adalah signifikan. Sehingga nilai statistik tersebut memiliki makna bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI Berbantuan Media Gambar dengan hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada kelas III sekolah dasar di desa Banjar Kecamatan Banjar .
Dari hasil analisis tersebut, tentu saja terdapat berbagai hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan hasil belajar PKn secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI Berbantuan Media Gambar dan siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Hal tersebut terjadi karena pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dalam penerapannya didalam kelas mengajak siswa untuk memahami konsep-konsep yang ditemukan
dalam pembelajaran. Agar siswa lebih mudah memahami konsep-konsep tersebut, maka siswa masih sangat membutuhkan benda-benda untuk menolong pengembangan kemampuan intelektual, salah satu benda yang dapat menolong siswa dalam hal tersebut adalah gambar. Peran media gambar di dalam pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI akan sangat bermanfaat bagi siswa untuk memperjelas materi tersebut. Selain itu media gambar juga berperan sebagai alat bantu untuk membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. Oleh karena itu media gambar sangat membantu di dalam proses pembelajaran. Peran guru dalam strategi pembelajaran ini hanya sebagai pemberi arahan awal mengenai topik pembelajaran dan selanjutnya penertiban terhadap jalannya pembelajaran. Oleh karena itu pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI ini akan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga diharapkan hasil belajar siswa menjadi meningkat. Hasil belajar menurut Sudjana (2006:22) adalah “kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar”.
Berdasarkan deskripasi data hasil penelitian, skor hasil belajar ipa pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar menunjukan bahwa, Modus = 24,07; Median = 23,98; dan Mean = 23,26. Ini berarti rata-rata skor hasil belajar ipa siswa 23,26 berada pada kategori baik/tinggi karena sebagian besar skor berada diatas nilai rata-rata.
Data skor hasil belajar ipa siswa pada kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar menunjukan bahwa sebagian besar skor siswa cenderung tinggi. Data tersaji pada grafik histogram frekwensi juling negatif dengan Modus > Median > Mean. Dari hasil analisis tersebut, tentu saja terdapat berbagai hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan hasil belajar PKn secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan pengaruh model
pembelajaran kooperatif tipe GI Berbantuan Media Gambar dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Hal tersebut terjadi karena pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dalam penerapannya didalam kelas mengajak siswa untuk memahami konsep-konsep yang ditemukan dalam pembelajaran. Agar siswa lebih mudah memahami konsep-konsep tersebut, maka siswa masih sangat membutuhkan benda-benda untuk bisa menolong pengembangan kemampuan intelektual, salah satu benda yang dapat menolong siswa dalam hal tersebut adalah media berupa gambar. Peran media gambar di dalam pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI akan sangat bermanfaat bagi siswa untuk memperjelas materi tersebut. Selain itu media gambar juga berperan sebagai alat bantu untuk membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. Oleh karena itu media gambar sangat membantu di dalam proses pembelajaran. Peran guru dalam strategi pembelajaran ini hanya sebagai pemberi arahan awal mengenai topik pembelajaran dan selanjutnya penertiban terhadap jalannya pembelajaran. Oleh karena itu pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI ini akan menciptakan situasi dan suasana pembelajaran yang sangat menyenangkan sehingga diharapkan hasil belajar siswa menjadi meningkat. Hasil belajar menurut Sudjana (2006:22) adalah “kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar”.
Jika dilihat dari filosofinya maka pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI ini merupakan salah satu jenis strategi pembelajaran Kontruktivisme dimana dalam strategi pembelajaran ini siswa yang membangun dan mencari tahu pengetahuannya sendiri. Dalam kegiatan pembelajaran guru terlebih dahulu menyampaikan materi yang akan disajikan kepada siswa, hal ini bertujuan agar siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 orang yang merupakan campuran
menurut tingkat kemampuan, jenis kelamin (hetero gender) dan guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang tata cara pengisian LKS yang akan dikerjakan. Siswa bersama kelompoknya menggali informasi yang seluas-luasnya pada buku ataupun sumber lain dan dengan menggunakan bantuan media gambar yang sesuai dengan materi yang di pelajari. Guru memberikan kesempatan pada masing- masing kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, dan kepada kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Pada tahap akhir guru memberikan konfirmasi dari jawaban para siswa.
Berdasarkan pada langkah-langkah dalam pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar , dapat digambarkan bahwa siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih meningkat. Sudjana (2006:22) menekankan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh setelah proses belajar.
Berbeda halnya dengan pembelajaran konvensional, yang sampai saat ini masih diterapkan, dalam pelaksanaan pembelajaran konvensional ditandai dengan ceramah serta pembagian tugas dan latihan. Pada penerapannya, strategi pembelajaran konvensional pada perencanaan sudah sangat maksimal tetapi penerapan atau proses pembelajaran strategi pembelajaran ini masih berpusat pada guru. Pada pelaksanaan strategi pembelajaran konvensional apa yang dipelajari terpisah dengan dunia nyata sehingga apa yang dipelajari siswa menjadi tidak bermakna, hal ini terlihat dari permasalahan yang diberikan di dalam pembelajaran hanya bersifat text book. Oleh sebab itu strategi pembelajaran konvensional ini kurang efektif, dan siswa cenderung bosan dalam proses pembelajaran dikelas, sehingga hasil pembelajaran yang dicapai menjadi kurang maksimal.
Berdasarkan uraian komparasi secara teoritik terlihat bahwa pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media
gambar ternyata lebih unggul dibandingkan dengan strategi pembelajaran konvensional. Walaupun demikian, pada hakikatnya semua strategi pembelajaran sangat bagus diterapkan, oleh karena itu guru dalam hal ini harus pintar-pintar memilih strategi pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada kelas III semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 di desa Banjar, Kecamatan Banjar. Hal ini juga dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yalina Hana dengan judul Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe GI (Group Investigation) Dengan Penggunaan Media Gambar siswa kelas IV SD No.1 Pajahan Tahun Pelajaran 2011/2013. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu ada perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe GI (Group
Investigation) dengan siswa yang diajar
dengan menggunakan strategi pembelajaran Konvensional. Hal ini dapat dibuktikan dengan perbandingan skor rata-rata yaitu 81,05% dan 65,78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan kognitif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe GI (Group
Investigation) berbantuan media gambar
lebih baik dari pada yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional, pemahaman konsep siswa yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar lebih tingggi apabila dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional.
Penutup
Berdasrkan rumusan masalah, tujuan, hasil penelitian dan pembahasan seperti yang telah diuraikan pada bab sebelummnya, dapat disimpulkan sebagai
berikut. (1)Data hasil belajar PKn siswa yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar pada siswa kelas III semester ganjil di SD N 3 Banjar cenderung tinggi. Hal itu sesuai dengan kurva pada grafik histogram frekwensi dengan Modus > Median > Mean (24,07 > 23,98 > 23,26) dan data termasuk kedalam kurva juling negatif (2)Data hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi konvensional pada siswa kelas III Semester ganjil di SD N 1 Banjar cenderung rendah. Hal ini sesuai dengan kurva pada grafik histogram frekwensi, data hasil post-test kelompok kontrol dengan Modus< Median< Mean (18,24< 17,00 < 14,60) dan data termasuk ke dalam histogram juling positif. (3) Terdapat perbedaan yang singnifikan terhadap hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi konvensional dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung
=1,95146> ttabel = 1,67109). Dari rata-rata
hitung, diketahui rerata kelompok eksperimen adalah 23,26 dan rerata kelompok kontrol adalah 18,24. Hal ini berarti, rerata eksperimen > rerata kontrol. Berdasarkan hasil temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas III Semester ganjil di desa Banjar Kecamatan Banjar Tahun Pelajaran 2012/2013.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada (1) Siswa handaknya mengembangkan semua potensi yang ada dalam dirinya dengan rajin belajar, mampu mengembangkan motivasi, aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran melalui penggunaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media gambar yang lebih signifikan dari pada strategi pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar. (2) Guru hendaknyamemperbaiki kualitas pembelajaran PKn melalui penerapan pembelajaran yang inovatif dengan
pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI, menggali pengalaman tentang pembelajaran PKn yang berorientasi pada peningkatan hasil belajar yang berkaitan dengan konteks nyata kehidupan siswa, (3) Bagi sekolah, agar hasil penelitian ini digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan penguasaan konsep dan hasil belajar PKn siswa SD di desa Banjar Kecamatan Banjar. (4) Gagi peneliti bidang pendidikan, hendaknya hasil penelitian ini dijadikan pedoman untuk meneliti aspek atau variabel lain yang diduga memiliki kontribusi terhadap konsep-konsep dan teori-teori tentang pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Abimanyu, dkk. 2008. Strategi
Pembelajaran. Jakarta: Direktorat
Jendral Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional. Agung, A.A. Gede. 2010. Pengantar
Evaluasi Pendidikan. Singaraja:
Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Pendidikan Ganesha. Agung, A.A. Gede. 2011. Metodologi
Penelitian Pendidikan. Singaraja:
Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Pendidikan Ganesha. Anas, Sudijono. 2006. Pengantar Statistik
Pendidikan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Badan Standar Nasional Pendidikan
(BSNP). 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta.
Depdiknas. 2003. Undang-undang No. 20
tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Jakarta.
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Djamarah, S.B. & Zain, A. 2002. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: PT
Rineka Cipta
(htt://www.sarjanaku.com/2011/05/pengerti an-media-pemanfaatan-media.html)
Kemendiknas. 2010. Buku Panduan
Bantuan Oprasional Sekolah Untuk Pendidikan Gratis dalam Rangka Wajib Belajar Sembilan Tahun Yang Bermutu. Jakarta
Koyan, I Wayan. 2011. Asesmen
Pembelajaran. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.
M. Toha Anggoro, dkk. 2007. Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.
Nasution, Rozaini. 2003. Teknik Sampling.
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara.
Pendas. 2010. Buku Ajar Pendidikan PKn. Singaraja: Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Ganesha Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Statistik
Pendidikan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Sudjana, Nana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sudjana Nana, “Media pengajaran
penggunaan dan pembuatannya”, Sinar Baru, Bandung: 1997
Suryabrata, Sumadi.1983. Metodologi
Penelitian. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran
Inovatif Berorientasi
Kontruktivistik.Jakarta: Prestasi Pustaka.
Trianto. 2009. Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif-Progresif.
Jakarta: Kencana prenada grup. Wandani Ayu. 2011. Implementasi model
kooperatif tipe GI (Group Investigasi)
berbantuan lingkungan sekolah
sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar PKn pada siswa kelas III semester I SD No.1 Kaliuntu tahun pelajaran 2011/2012. Skripsi(tidak diterbitkan) Jurusan Pendidikan Guru
Sekolah Dasar.Universitas
Widhiaro, Wahyu. 2011. Sedikit tentang Uji
Homogenitas Data. Yogyakarta:
Fakultas Psikologi, UGM.
Yana Halina.2011. Penerapan
Pembelajaran Concept Mapping
dengan penggunaan media gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD No 1 Pajahan. Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan
Guru Sekolah Dasar.Universitas
Pendidikan Ganesha.
Yohan Ary, Wayan.2011. Penerapan model
pembelajaran berbasis masalah
problem based learning untuk
meningkatkan keaktifan dan hasil belajar PKn siswa kelas V semester I
SDK Budi Rahayu Palasari.
Skripsi(tidak diterbitkan). Jurusan
Pendidikan Guru Sekolah
Dasar.Universitas Pendidikan