Analisis Bukti Digital Global Positioning System (GPS) Pada Smartphone Android
Sukriadi
Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia
Jalan Kaliurang KM 14.5
Yudi Prayudi
Magister Teknik InformatikaUniversitas Islam Indonesia Jalan Kaliurang KM 14.5
Abstract — Bukti GPS menjadi penting untuk keberhasilan banyak penuntutan misalnya dalam aktivitas teroris, teroris menggunakan smartphone untuk bertukar dan menyimpan informasi. Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan khusus untuk melakukan investigasi dan analisis bukti digital GPS, yaitu dengan teknik acquisition, extraction, conversion dan presentation. Prinsip kerjanya adalah menggunakan tool untuk proses acquisition, kemudian file hasil acquisition di analisis dengan teknik extraction database GPS kemudian melakukan proses conversion metadata file yang mengandung informasi data GPS, kemudian presentasi temuan data GPS dengan teknik presentasi peta digital.
Keywords : Smartphone, , bukti dgital GPS, acquisition, extraction, conversion.
I. PENDAHULUAN
Smartphone sudah menjelma dari peralatan komunikasi suara sederhana ke alat komunikasi canggih. smartphone dapat melakukan hampir setiap hal yang dapat dilakukan komputer. Perkembangan tersebut membawa dampak negatif dalam dunia cyber crime pada tahun 2010, Digital Analis Forensik Team (DFAT) PUSLABFOR MABES POLRI telah memeriksa barang bukti sebanyak 214 jenis yang berasal dari 52 kasus dalam bebrbagai bentuk kejahatan seperti jaringan narkoba, pornografi, perjudian, korupsi, pencemaran nama baik, penipuan, penyuapan, dan lain-lain. Dari jumlah tersebut, sebanyak 118 jenis berupa barang bukti smartphone.[1]
Salah satu bukti digital yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari pihak penegak hukum atau investigator adalah GPS, GPS adalah perangkat lunak yang tertanam di smartphone dan sistem navigasi satelit (satnav), dapat membantu penyidik untuk melacak keberadaan tersangka. Sejak perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak untuk GPS, komputer forensik juga mengembangkan produk untuk navigator satelit, dan dilengkapi dengan alat dan teknologi yang diperlukan untuk memperoleh bukti GPS.[3]
Bukti GPS menjadi penting untuk keberhasilan banyak penuntutan misalnya dalam aktivitas teroris, teroris juga menggunakan smartphone untuk bertukar dan menyimpan informasi. Mereka menggunakan smartphone untuk berkomunikasi dengan anggota lain dari organisasi teroris. Mereka juga menggunakan GPS untuk menemukan lokasi. Mereka dapat menyimpan berbagai data di smartphone
seperti peta atau foto dari lokasi sasaran, bahkan pasukan AS berhasil menemukan Osama bin Laden di Pakistan dengan melacak panggilan telepon satelit yang dibuat oleh pengawalnya[4], empat tersangka bersenjata dituduh merampok bank di Inggris, dihukum karena masing-masing tersangka memiliki sebuah kendaraan yang dilengkapi perangkat satnav menjadi bukti yang memberatkan, termasuk alamat bank dan alamat dari tiga tersangka lainnya.[3]
Penelitian ini akan melakukan eksplorasi bukti digital GPS melalui beberapa tahapan. Hasil akhir yang diharapkan adalah penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam membantu investigasi yang terkait dengan bukti digital GPS pada smartphone android. Dalam usaha untuk mencapai hasil akhir tersebut terdapat beberapa tujuan yang harus dicapai yaitu sebagai berikut:
1. Mengetahui gambaran teknis akuisisi bukti digital GPS pada pada smartphone android.
2. Mengetahui penerapan framework untuk analisis bukti digital GPS pada pada smartphone android.
3. Mengetahui gambaran teknis analisis bukti digital GPS pada smartphone android?
4. Mengetahui gambaran teknis presentasi bukti digital GPS pada smartphone android pada peta digital.
5. Memberikan pilihan framework untuk melakukan analisis dan akuisis bukti GPS pada smartphone android.
Tujuan ini merupakan skenario secara garis besar dalam penelitian ini yang menjadikan penelitian tetap konsisten pada hasil akhir yang ingin dicapai. Tema ini diangkat karena pentingnya pengetahuan serta perlunya pemanfaatan bukti digital GPS pada smartphone android.
II. LANDASAN TEORI 2.1. Bukti Digital
Pasal 5 undang – undang No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Trasaksi Eletronik Ayat 1 berbunyi, Informasi dan Eletronik dan/atau Dokumen eletronik dan/atau hasil cetakan merupakan alat bukti hukum yang sah. Dijelaskan di Ayat 2 Pasal 5 UUD No 11 Tahun 2008 Tentang ITE bahwa informasi eletronik dan/atau dokumen eletronik dan/atau hasil cetaknya merupaka perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan hokum acara yang berlaku di Indonesia. Hal tersebut diperkuat Pasal 44 Huruf b UUD No.11 Tahun 2008 Tentang ITE bahwa informasi eletronik dan dokumen eletronik
merupakan alat bukti lain, selain alat bukti yang sebagaimana dimaksud dalam ketentuan perundang – undangan.
Bukti GPS adalah bukti digital yang mampu menentukan lokasi geografis tertentu dengan akurasi yang luar biasa. Ini menunjukkan langsung ke salah satu lokasi pengguna smartphone sehingga mudah untuk ditemukan, begitupun dengan user tertentu yang dicari dalam suatu kasus kejahatan. Bukti GPS berupa data latitude dan longitude.[9]
2.2. GPS
GPS adalah sistem yang memungkinkan para pengguna baik di darat, laut mupun udara menentukan posisinya secara tiga dimensi, kecepatan, dan waktu 24 jam setiap hari, dalam keadaan cuaca apapun dimana pun di seluruh dunia. Pada prinsipnya GPS terdiri dari 3 bagian yaitu.
1. Segmen Luar Angkasa 2. Segmen Pengendali 3. Segmen Pengguna
2.3. Arsiterktur GPS Pada Android
Berikut adalah gambar komponen – komponen yang ada pada GPS android. [2]
Gambar I Arsitektur Chip GPS Pada Android
2.4. Teknologi GPS Dan A-GPS Pada Smartphone Android Tiga komponen dalam proses penentuan posisi lewat GPS yaitu satelit, receiver GPS, dan posisi yang baik (bebas halangan). Supaya perangkat GPS bisa menangkap sinyal dengan baik, perangkat harus berada di luar ruangan, bahkan harus di bawah langit terbuka. Kekuatan sinyal bisa berkurang kalau perangkat GPS berada di bawah pohon, di bawah gedung atau di dalam kendaraan. Sinyal hampir bisa dipastikan menghilang kalau perangkat GPS masuk ke dalam gedung.[5]
A-GPS dikembangkan untuk meningkatkan kinerja GPS. Di sini server bantuan tersebut akan memberikan informasi tambahan ke perangkat yang dapat membantu dalam perhitungan lokasi. Server bantuan penyedia data informasi satelit yang dibutuhkan oleh A-GPS biasanya didukung oleh jaringan operator karena menara BTS memiliki unit penerima GPS dan secara terus menerus akan mendownload data informasi data satelit yang ada di angkasa dan kemudian memprosesnya.[5]
2.5. Mengukur Posisi Geografis
Smartphone yang dilengkapi dengan GPS dibantu dengan A-GPS dan WLAN, sehingga posisi ditentukan cukup akurat.
Tabel 1 Akurasi Sistem Positioning Pada Smartphone
Positioning Method Accuracy
GPS ± 8 m
Assisted GPS (aGPS) 5-50 m
Cell-id 100-3000 m
GSM Cell Tower Triangulation ± 25 m
WLAN Positioning System 20-30 m
Bila menggunakan A-GPS, geodata dikirimkan ke smartphone menggunakan sistem lintang / bujur koordinat yang menyajikan lokasi dalam derajat dari 180 ° BB hingga 180 ° timur sepanjang khatulistiwa dan 90 ° utara melalui 90 ° selatan sepanjang meridian utama. Salah satu format deskripsi adalah [-] dd, [-] hh dalam derajat desimal dengan angka negatif untuk sebelah selatan dan barat.[6]
2.6. Data Latitude Dan Data Longitude
Latitude atau lintang (garis horizontal) adalah jarak sudut, dalam derajat, menit, dan detik dari titik utara atau selatan dari Khatulistiwa. Sedangkan longitude atau bujur (garis vertikal) adalah jarak sudut, dalam derajat, menit, dan detik, dari titik timur atau barat Meridian.
Gambar 2 Garis Lintang Dan Bujur
Ada dua format data latitude dan longitude, yaitu format Decimal dan format Degrees Minutes Seconds. Contoh, untuk data Longlat lokasi tertentu adalah:
-6.191067, 106.829607. Decimal Format : -6.191067, 106.829607
Jika di konvert ke Degrees Minutes Seconds Format menjadi:
-6° 11′ 27.8412″, 106° 49′ 46.5846″
Format Degrees Minutes Seconds yakni, angka sebelum titik artinya degrees/derajat. Nilai Negatif berarti South (latitudes) atau West (longitudes) sedangkan nilai positif berarti arah sebaliknya. Kemudian untuk tujuan presisi, derajat bujur dan lintang telah dibagi menjadi menit (‘) dan detik (“) Ada 60 menit dalam setiap derajat. Setiap menit dibagi menjadi 60 detik. Maka itu, angka selalu lebih kecil dari 60. Setiap detik dibagi lagi menjadi sepersepuluh, seperseratus, atau bahkan seperseribu.
Format Decimal lebih kompleks, terutama untuk angka setelah titik. Angka depan sebelum titik sama artinya degrees/derajat. Nilai Negatif berarti South (latitudes) atau West (longitudes) sedangkan nilai positif berarti arah sebaliknya. Sebaiknya dikonversi terlebih dahulu data Latitude Longitude ke dalam format Degrees Minutes Seconds.[10]
2.7. Relevansi Data Untuk Digital Forensic
Peningkatan pesat jumlah smartphone selama dua tahun terakhir telah menyebabkan perkembangan sejumlah aplikasi yang membutuhkan informasi lokasi dari user. Untuk platform smartphone android yang ditargetkan sebuah penelitian terbaru dari hampir 50.000 aplikasi menunjukkan bahwa 25% dari aplikasi meminta akses ke informasi lokasi. 15% dari aplikasi bahkan dapat memberikan informasi posisi terkini dari user.[7]
1 Smartphone muncul dengan satu set pra-instal aplikasi, termasuk peta atau sistem navigasi.
2 Kebanyakan smartphone juga memiliki built-in kamera. Ketika geo-tagging diaktifkan, kamera mengambil posisi geografis sebagai bagian dari metadata gambar itu. 3 Beberapa aplikasi berbasis lokasi menjadi sangat populer.
Foursquare, aplikasi untuk menjelajahi kota dan berbagi lokasi, memiliki 6,5 juta pengguna pada Februari 2011. Facebook, berbasis lokasi layanan places pada bulan Agustus 2010. Twitter juga menambahkan informasi lokasi sebagai pilihan untuk tweets mereka sejak 2010.[7] III. SIMULASI INVESTIGASI BUKTI DIGTIAL GPS PADA
SMARTPHONE ANROID
Simulasi dilakukan dengan melakukan penyusunan skenario. Skenario yang dirancang untuk penelitian ini adalah dilakukan koneksi dengan wifi dibeberapa tempat. disetiap tempat itu dilakukan pengambilan gambar dan perekaman video. Hasil analisis diharapkan dapat ditemukan bukti GPS untuk memetakan tempat yang pernah disinggahi oleh user dengan memanfaatkan bukti GPS yang terekam oleh database dan data GPS dari hasil conversi metadata file gambar, video dan file lainnya. Dalam simulasi penelitian ini menggunakan smartphone Lenovo seri P780 dengan android versi 4.2. (Jelly Bean). Berikut gambar skenario.
Gambar 3 Alur Skenario
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Penerapan Framework Dalam Proses Investigasi Bukti Digital GPS Pada Smartphone Android
Framework yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil pengembangan dari framework yang digunakan pada penelitian Maus, Stefan., Höfken, Hans., Schuba, Marko pada tahun 2011. Hasil pengembangan tersebut terlihat pada gambar berikut:
Gambar 4 Framework Investigasi Bukti Digital GPS Pada Smartphone Android
4.2. Resources
Dalam rangka meningkatkan kualitas bukti dan meminimalkan risiko yang terkait dengan investigasi maka sumber daya (resources) direncanakan lebih awal. Tahap ini dikaitkan dengan mendapatkan pemahaman awal tentang karakteristik bukti digital GPS, pelatihan, pengetahuan dan pengalaman personil adalah kontributor utama di dalam investigasi sehingga dapat bekerja berdasarkan SOP yang sudah ada.[4]
4.3. Preparation
Sebelum ke TKP untuk melaksanakan penggeledahan kasus yang berkaitan dengan barang bukti eletronik, maka analisis forensic dan investigator terlebih mempersiapkan dan memperhatikan peralatan yang nantinya dibutuhkan selama proses penggeledahan di TKP.[7]
4.4. Communication Shielding
Mengingat bukti digital GPS rentang terjadinya perubahan maka diharuskan suatu area tampa sinyal hal ini diperlukan dalam kondisi pemeriksaan di tempat (live forensic) atau ketika barang bukti dalam perjalanan ke laboratorium forensic diperlukan kantong faraday (suatu kantong yang terbuat dari bahan tertentu untuk meminimalisasi sinyal frekuensi radio smartphone) atau jammer (suatu peralatan untuk mengacak sinyal frekuensi radio). Hal ini dilakukan agar selama proses pemeriksaan mobile forensic barang bukti tersebut terjaga dan tidak terkontaminasi, sesuai dengan syarat dalam Pasal 6 UUD No.11 Tahun 2008 Tentang ITE, dimana salah satu syarat sah bukti digital yaitu dapat dijamin keutuhannya.[4]
4.5. Data Acquistion
Proses akuisisi dilakukan dengan cara physical (sector per sector atau bit-stream copy) sehingga hasil imaging akan sama persis dengan barang bukti secara phisycal. File hasil imaging disimpan dengan extensi .dd.
Gambar 5 Imaging dengan Mode Physical
4.6. Analysis
1) GPS Extraction : melakukan ekstraksi dari file yang ada pada file .dd. Informasi data GPS biasanya disimpan dalam database dan secara otomatis diurutkan. Dalam penelitian ini ditemukan sesuatu yang baru, media penyimpanan database khusunya data GPS pada lenovo seri P780 tidak menggunakan database dengan extension .db ataupun .sqllite, temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa database pada smartphone android selain menggunakan .db dan .sqllite tetapi juga menggunakan .log. Data satellite GPS yang tersimpan dalam database berada dalam directori /root/GPS.log, detail hasil ekstraksi dapat dilihat pada gambar.[7]
Gambar 6 Hasil Exctraction LOG.GPS
Tabel 4.2 Deskripsi Hasil Ekstraksi Data GPS Deskripsi Time Stamp 20140624134647 Latitude -7.676103 Longitude 110.416773 TTFF 20140624134647 Keterangan : • Time Stamp
Adalah urutan karakter atau informasi yang dikodekan mengidentifikasi ketika peristiwa tertentu terjadi, biasanya memberikan tanggal dan waktu.
• Latitude
Adalah garis lintang • Longitude
Adalah garis bujur • TTFF
Adalah singkatan dari time to first fix yaitu ukuran waktu yang dibutuhkan untuk penerima GPS dalam mendapatkan sinyal satelit dan data navigasi, dan menghitung posisi (fix).
2) GPS Conversion
Metode conversion yaitu membaca metada file yang berupa data gambar, video dan lain – lain. Dalam melakukan analisis pada beberapa jenis file pada file .dd khususnya dalam metode konversi metadata data digital GPS tingkat kesulitannya cukup tinggi meskipun sudah dicoba dengan menggunakan beberapa tools. Informasi bukti digital GPS yang didapatkan sangat terbatas dan itu hanya didapatkan pada file yang berupa gambar. Secara detail file gambar yang ada pada file .dd dapat dilihat pada gambar berikut.[7]
Gambar 7 Informasi GPS file Gambar
4.7. Reporting
Untuk kebutuhan dokumentasi dan pelaporan barang bukti smartphone disertakan informasi tambahan misalnya eletronoc serial number (ESN), mobile identification number (MIN)/MDN, model.[8]
4.8. GPS Presentation
Setelah melalui proses extraction dan conversion bukti digital GPS disajikan dalam bentuk presentasi, dalam digital forensic presentasi merupakan serangkain kegiatan yang dilakukan oleh ahli forensic dalam mendemostrasikan temuannya di pengadilan guna menerangkan suatu perkara dalam membantu hakim dalam pengambilan keputusan, presentasi bukti digital GPS bentuknya berbeda karena dipresentasikan secara visual lewat peta digital dengan menggunakan google map, bukti digital GPS berupa latitude dan longitude memberikan informasi titik yang merupakan sumber pengambilan atau pembuatan dokumen. Seperti terlihat pada gambar.[7]
Gambar 8 Presentasi Dengan Peta Digital
4.9. Archiving
Archiving adalah langkah yang terakhir sebagai kita ketahui bersama bahwa bukti digital GPS masih jarang digunakan dalam kasus cyber crime, hal ini bisa memberikan dampak dimana tidak dapat diterima oleh pihak tersangka sehingga pengarsipan data yang diambil dan didokumentasikan dari smartphone adalah bagian penting dari keseluruhan proses. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan data dalam format yang bisa digunakan selama berlangsungnya proses pengadilan, referensi di masa mendatang, dan untuk kebutuhan pencatatan. Beberapa kasus dapat bertahan selama bertahun-tahun sebelum keluarnya keputusan hakim, dan kebanyakan yurisdiksi mengharuskan data disimpan dalam waktu yang panjang untuk keperluan banding.[8]
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah :
1. Penelitian yang dilakukan memberikan gambaran teknis akuisisi bukti digital GPS pada pada smartphone android. 2. Penelitian yang dilakukan memberikan pengetahuan
tentang penerapan framework untuk ivestigasi dan analisis bukti digital GPS pada pada smartphone android.
3. Penelitian yang dilakukan memberikan gambaran teknis analisis bukti digital GPS pada smartphone android? 4. Penelitian yang dilakukan memberikan gambaran teknis
presentasi bukti digital GPS pada smartphone android pada peta digital.
5. Penelitian yang dilakukan memberikan pilihan framework untuk melakukan analisis dan akuisis bukti GPS pada smartphone android.
5.2. SARAN
Untuk penelitian lebih lanjut tentang bukti digital GPS pada smartphone android guna mengdukung mobile forensic¸ diberikan beberapa saran :
1. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan jenis smartphone yang berbeda dengan sistem operasi android yang terbaru.
2. Penelitian selanjutnya diharapkan menemukan lebih banyak jenis file yang dapat memberikan informasi data GPS baik dalam proses extraction ataupun conversion.
3.
Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan beberapajenis smartphone dengan sistem operasi selain android.
Daftar Pustaka
[1] Al-Azhar, M. N. (2012). Digital Forensic Panduan Praktis
Investigasi Komputer. Jakarta:Penerbit Salemba Infotek.
[2] Arsitektur Chip GPS Pada Android. (2013).
www.nicois.me
[3] Chen, Barry. (2013). Computer Forensics In Criminal Investigations.
http://dujs.dartmouth.edu/uncategorized/computer-forensics-in-criminal-investigations
[4] Goel, Archit., Tyagi, Anurag. & Ankit Agarwal. (2012).
Smartphone Forensic Investigation Process Model. International Journal of Computer Science & Security (IJCSS), Volume (6) : Issue (5).
[5] O.Tohid. (2012). Bin Laden bodyguard’s satellite phone
calls helped lead US forces to hiding place (2011).
http://www.csmonitor.com/World/Asia-South- Central/2011/0502/Bin-Laden-bodyguard-s-satellite-phone-calls-helped-lead-US-forces-to-hiding-place.
[6] Paseban. (2013). Apa Perbedaan, Kelebihan &
Kekurangan Teknologi GPS vs A-GPS?. Retrieved from http://portal.paseban.com/article/106052/gps-vs-a-gps-apa-kelebihan-kekurangan-teknologi
[7] Maus, Stefan., Höfken, Hans., Schuba, Marko. (2011). Forensic Analysis of Geodata in Android Smartphones.
[8] Murphy, Cindy. (2011). Cellular Phone Evidence Data
Extraction & Documentation.
[9] GPS Evidence. Retrived from http://tvtropes.org/pmwiki/
pmwiki.php/ Main/GPSEvidence
[10] GPStracker.co.id. 2013. Cara Membaca Data Longitude
Latitude Alat GPS. Retrieved from.
http://www.gpstracker.co.id/cara-membaca-data-longitude-latitude-alat-gps/