• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELIDIKAN PENDAHULUAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA DAERAH PANAS BUMI KABUPATEN MINAHASA UTARA DAN KOTA BITUNG - PROVINSI SULAWESI UTARA SARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENYELIDIKAN PENDAHULUAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA DAERAH PANAS BUMI KABUPATEN MINAHASA UTARA DAN KOTA BITUNG - PROVINSI SULAWESI UTARA SARI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1  Peta lokasi daerah penyelidikan
Gambar 2  Peta geologi regional daerah Minahasa Utara dan Bitung (Effendi dan Bawono, 1997)
Diagram segitiga Na-K-Mg

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan produk kontak antara fluida asam yang berhubungan dengan sistem panas bumi dengan batuan sedimen, yang sehingga terjadi netralisasi membentuk mata air panas Cikawah

Fluida panas di bawah permukaan daerah panas bumi Sampuraga diindikasikan oleh mata air panas Sirambas, Longat, dan mata air Roburan Lombang yang memiliki temperatur antara 42 °C -

Sistem panas bumi kalawat berada pada tatanan tektonik jalur magmatik Sulawesi bagian Utara dengan lingkungan vulkanik.. Secara geologi, batuan di daerah survei didominasi

panas di daerah penyelidikan, yaitu air panas Tambu, serta air panas yang berada di luar lokasi penyelidikan, yaitu air panas Roras, dan air panas Ponggerang terletak pada

merupakan air panas bertipe bikarbonat-sulfat, walaupun keberadaannya di daerah immature water , diperkirakan berasal dari fluida panas bawah tanah yang langsung ke permukaan

Sedangkan bertipe air sulfat diperlihatkan pada mata air panas Lombongo dengan temperatur yang relatif cukup tinggi terutama di Libungo (81.0 – 82.6 °C) dan debit antara 1.20

Fluida panas di bawah permukaan daerah panas bumi Sampuraga diindikasikan oleh mata air panas Sirambas, Longat, dan mata air Roburan Lombang yang memiliki temperatur antara 42 °C -

Sistem panas bumi yang terbentuk berkaitan dengan aktifitas vulkanisme G.Mahawu dengan batuan penudung berupa alterasi argilik pada piroklastik Tondano untuk