• Tidak ada hasil yang ditemukan

PARTISIPASI ANGGARAN PADA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PARTISIPASI ANGGARAN PADA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PARTISIPASI ANGGARAN

PADA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Ninik Setyorini

Alumnus Prodi Akuntansi FE Universitas Janabadra Handoko A Hasthoro

Prodi Akuntansi FE Universitas Janabadra Agung Wicaksono

Politeknik Madiun

ABSTRACT

This study aims to examine the budgetary participation and managerial performance relationship in public sector organization. It also attempts to examine whether organizational commitment mediate the budgetary participation and performance relationship.

To collect data of this study, survey questioners are used. From 60 questioners were given to managers in public sector organizations, questioners with complete answers were 50 questioners (83%). A path analysis was utilized to examine the direct and indirect effects of budgetary participation on managerial performance.

The analysis results indicates that budgetary participation and managerial performance have positive relationship and statistically signifi cant. Organizational commitment also directly effects with managerial performance, and budgetary participation are signifi cantly affected with managerial performance.

Keyword: Budgetary participation, organizational commitment, managerial

performance, public sector

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Anggaran merupakan alat bantu manajemen dalam menjalankan fungsi perencanaan, koordinasi, komunikasi dan pengendalian, maupun alat untuk mengukur kinerja para manajer. Proses penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan pendekatan top-down dan

button-up. Pendekatan top-down

merupakan penyusunan anggaran dimana manajemen puncak menyusun anggaran untuk organisasi keseluruhan, termasuk operasi level bawah. Pendekatan

buttom-up memungkinkan adanya partisipasi dari

pegawai atau pelaksana anggaran untuk

berperan pada proses pencapaian tujuan organisasi.

Partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua bagian atau lebih pihak dimana keputusan tersebut berdampak di masa depan pada mereka yang membuatnya (Lubis, 2011). Partisipasi manajer dalam menentukan anggaran mendorong para manajer untuk mengidentifi kasi tujuan, target, menerima anggaran secara penuh dan melaksanakannya untuk mencapai target tersebut.

Konsep penganggaran ini sudah berkembang pesat dalam sektor swasta

(2)

(bisnis), namun tidak demikian halnya pada sektor publik. Penganggaran partisipatif belum mempunyai sistem yang mapan sehingga penerapannya pun belum optimal. Pada organisasi bisnis, tujuan yang dimaksud adalah mencari laba (profi t oriented), sebaliknya tujuan pada organisasi sektor publik adalah nonprofi t

oriented. Dengan demikian rencana kerja

di kedua sektor juga disusun berbeda. Terdapat pertentangan hubungan antara partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Brownell dan Mc. Innes (1986) dalam Sardjito dan Muthaher (2008) menemukan adanya pengaruh positif antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajer, serta hubungan positif dan signifi kan antara partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial. Yusfaningrum dan Ghozali (2005) juga menemukan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifi kan terhadap kinerja manajerial, sedangkan pada penelitian Milani (1975) ditemukan hasil yang tidak signifi kan antara penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial.

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPO-TESIS

1. Partisipasi Anggaran dan Komitmen Organisasi

Menurut Lubis (2011) partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua bagian atau lebih pihak dimana keputusan tersebut akan berdampak di masa depan pada pembuatnya. Partisipasi anggaran mengacu pada sejauh mana manajer terlibat dengan, dan berpengaruh terhadap penentuan anggaran (Brownell, 1982 dalam Subramaniam dan Mia, 2001). Partisipasi anggaran merupakan suatu proses yang melibatkan individu-individu secara langsung di dalamnya dan

berpengaruh terhadap penyusunan tujuan anggaran yang prestasinya akan dinilai dan kemungkinan akan dihargai atas dasar pencapaian tujuan anggaran mereka (Brownell, 1982 dalam Nurcahyani, 2010).

Partisipasi anggaran adalah tahap partisipasi pengurus dalam menyusun anggaran dan berpengaruh terhadap pusat pertanggungjawaban. Lebih lanjut Brownell (1982) dalam Nurcahyani (2010) mendefi nisikan bahwa anggaran adalah suatu proses partisipasi individu yang akan dinilai dan mungkin diberi penghargaan atas prestasi mereka pada tujuan yang dianggarkan, dan mereka terlibat dalam proses tersebut serta berpengaruh pada penentuan tujuan tersebut.

2. Komitmen Organisasi

Menurut Mathieu dan Zajac (1990) dalam Supriyono (2004) komitmen organisasi adalah ikatan keterikatan individu dengan organisasi sehingga individu tersebut merasa memiliki organisasi tempatnya bekerja. Zurnali (2010) menyatakan bahwa perhatian umum dan tujuan kunci dari unit organisasi SDM adalah untuk mencari pengukuran yang dapat mengestimasi secara akurat komitmen para pekerjanya dan mengembangkan program-program dan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan komitmen organisasi.

Zurnali (2010) mendefi nisikan masing-masing dimensi komitmen organisasional tersebut sebagai berikut:

a. Komitmen afektif (affective

commitment) adalah perasaan cinta

pada organisasi yang memunculkan kemauan untuk tetap tinggal dan membina hubungan sosial serta menghargai nilai hubungan dengan organisasi dikarenakan telah menjadi anggota organisasi.

(3)

b. Komitmen kontinyu (continuance

commitment) adalah perasaan berat

untuk meninggalkan organisasi dikarenakan kebutuhan untuk bertahan dengan pertimbangan biaya apabila meninggalkan organisasi dan penghargaan yang berkenaan dengan partisipasi dalam organisasi.

c. Komitmen normatif (normative

commitment) adalah perasaan yang

mengharuskan untuk bertahan dalam organisasi dikarenakan kewajiban dan tanggung jawab terhadap organisasi yang didasari atas pertimbangan norma, nilai dan keyakinan karyawan.

3. Kajian Penelitian Sebelumnya

Supriyono (2004) melakukan penelitian untuk menganalisa pengaruh variabel intervening kecukupan anggaran dan komitmen organisasi terhadap hubungan antara partisipasi penganggaran dan kinerja manajer di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifi kan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajer. Hubungan ini meliputi hubungan langsung dan hubungan tidak langsung yaitu melalui komitmen organisasi dan kecukupan anggaran.

Nursidin (2008) melakukan penelitian untuk memperoleh penjelasan mengenai hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial. Dengan model analisis jalur menghasilkan tiga temuan sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Pertama secara langsung anggaran partisipatif berpengaruh negatif dan tidak signifi kan terhadap kinerja manajerial. Kedua, anggaran partisipasif berpengaruh positif dan signifi kan terhadap kinerja manajerial melalui kesenjangan anggaran. Ketiga, anggaran partisipasif berpengaruh negatif dan tidak signifi kan terhadap kinerja manajerial melalui motivasi.

Adrianto (2008) melakukan penelitian untuk menganalisa tingkat kesesuaian pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial dengan kepuasan kerja, job

relevan information (JRI) dan motivasi

kerja sebagai variabel moderating. Hasil penelitian menunjukkan bukti bahwa partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial berhubungan positif dan signifi kan. Hasil ini menunjukkan bahwa interaksi antara partisipasi penyusunan anggaran dan variabel

moderating kepuasan kerja berpengaruh

pada kinerja manajerial. Kemudian interaksi antara partisipasi penyusunan anggaran dan variabel moderating job

relevan information (JRI) berpengaruh

pada kinerja manajerial. Begitu juga hasil penelitian mengenai interaksi antara penyusunan anggaran dan variabel

moderating motivasi kerja berpengaruh

pada kinerja manajerial.

Nurcahyani (2010) melakukan penelitian di lingkungan sektor publik untuk menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial pada organisasi sektor publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh langsung partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Partisipasi anggaran juga berpengaruh secara signifi kan terhadap komitmen organisasi dan persepsi inovasi. Namun partisipasi anggaran tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja manajerial melalui variabel intervening komitmen organisasi dan persepsi inovasi.

Lopez, Stammerjohan dan Lee (2009) melakukan penelitian tentang partisipasi anggaran dan kinerja manajer melalui kepuasan kerja dan Job Relevan

Information terhadap manajer tingkat

menengah di Korea yang bekerja untuk perusahaan manufaktur yang berlokasi di Korea Selatan yang merupakan

(4)

anak perusahaan Amerika Serikat dan perusahaan milik Korea serta perusahaan

joint venture antara Korea dan Jepang.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara partisipasi anggaran dan kinerja manajer, sementara aspek

informasi-komunikasi partisipasi anggaran dapat menjadi lebih penting

karena tingkat kesulitan yang dihadapi manajer asing ketika berkomunikasi dengan perusahaan induk mereka di AS. Selanjutnya kepuasan kerja berperan penting dalam hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajer.

Ahmad dan Fatima (2008) melakukan penelitian di sektor publik yaitu di Kementerian Pertahanan Malaysia (MINDEF) untuk menguji peran mediasi partisipasi anggaran dan kinerja terhadap komitmen organisasi dan persepsi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anggaran mempengaruhi kinerja manajerial melalui variabel intervening komitmen organisasi tetapi tidak dari persepsi inovasi. Ada hubungan langsung antara partisipasi anggaran, kinerja manajerial, komitmen organisasi dan persepsi inovasi.

4. Pengembangan Hipotesis

a. Partisipasi Anggaran dan Komitmen Organisasi

March dan Simon (1958) dalam Supriyono (2004) berargumentasi bahwa partisipasi (bawahan) yang lebih banyak dalam pembuatan keputusan kebijakan, memperkuat tendensi bawahan untuk mengenal organisasi, sementara Lincoln dan Kalleberg (1985) dalam Supriyono (2004) berargumentasi bahwa partisipasi menjamin pengintegrasian para pekerja dalam organisasi dan komitmennya terhadap keputusan-keputusan organisasi. Penelitian tersebut membuktikan adanya hubungan positif secara signifi kan antara partisipasi manajer dengan komitmen organisasi. Sementara Hanson (1966)

dalam Supriyono (2004) menyatakan bahwa dengan melibatkan para anggota organisasi dalam menyusun anggaran (melalui partisipasi anggaran) menyebabkan para anggota organisasi merasa terikat erat dengan organisasi dan memahami tujuan anggaran. Rhodes dan Steers (1981) dalam Subramaniam dan Mia (2001) menyatakan bahwa ada korelasi yang tinggi antara gaya manajemen partisipatif dan komitmen organisasi. Hipotesis hubungan antara partisipasi anggaran dan komitmen organisasi dapat dinyatakan sebagai berikut:

H1: Partisipasi anggaran dan komitmen organisasi mempunyai hubungan positif yang signifi kan.

b. Komitmen Organisasi dan Kinerja Manajerial

Randal (1990) dalam Supriyono (2004) menyatakan bahwa beberapa periset mendasarkan pada teori bahwa komitmen organisasi berhubungan positif dengan kinerja, semakin tinggi komitmen terhadap organisasi maka semakin tinggi kinerja manager. Hasil penelitian menyatakan bahwa komitmen organisasi berhubungan positif (meskipun rendah) dengan kinerja manajerial. Temuan penelitian tersebut mengarah pada hipotesis hubungan antara komitmen organisasi dan kinerja manajerial sebagai berikut:

H2: Komitmen organisasi dan kinerja manajerial mempunyai hubungan positif yang signifi kan.

c. Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial

Supriyono (2004) mengungkapkan bahwa di Indonesia, hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajer berhubungan positif secara signifi kan. Manajer yang memiliki partisipasi anggaran tinggi akan lebih

(5)

memahami tujuan anggaran. Hal ini karena kinerja manajer dinilai berdasar target anggaran yang dicapai, manajer akan bersungguh-sungguh dalam penyusunan anggaran dan menyebabkan meningkatnya kinerja manajer tersebut. Berdasarkan uraian di atas, hipotesis hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial adalah sebagai berikut:

H3: Partisipasi anggaran dan kinerja manajerial mempunyai hubungan positif yang signifi kan.

METODE PENELITIAN 1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan tiga macam variabel penelitian:

a. Variabel Terikat (Dependent

Variable)

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja manajer (managerial

performance).

b. Variabel Bebas (Independent

Variable)

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi anggaran

(budgetary participation).

c. Variabel Antara (Intervening

Variable)

Variabel antara dalam penelitian ini adalah komitmen organisasi

(organization commitment).

2. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara Yogyakarta yang berjumlah 272 pegawai.

Pemilihan sampel dalam penelitian ini didasarkan pada purposive sampling. Kriteria pemilihan sampel adalah pejabat eselon IV (Kepala Subbagian/Kepala Seksi) serta pejabat eselon III (Kepala

Bidang dan Kepala Bagian), pegawai senior, dan pegawai yang memiliki peran dalam proses penyusunan anggaran pada Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara.

3. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Model kuesioner dalam penelitian ini menggunakan model yang telah digunakan dalam peneliti sebelumnya (Nurcahyani, 2010). Kuesioner penelitian ini diserahkan secara langsung pada responden atau meminta bantuan salah satu pegawai pada masing-masing bidang/bagian untuk mengkoordinir penyebaran dan pengumpulan kuesioner. 4. Analisis Data

Data yang terkumpul dalam penelitian ini menggunakan path

Analysis (analisis jalur). Analisis path

adalah penggunaan analisis regresi untuk mengukur hubungan kausalitas antar variabel yang telah ditetapkan (Ghozali, 2006).

Gambar 1. Diagram Path Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Managerial melalui Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening

Diagram path di atas memberi gambaran secara eksplisit hubungan kausalitas antar variabel yang ditunjukkan oleh anak panah. Setiap nilai p menggambarkan jalur dan koefi sien path. Nilai koefi sien path tersebut dihitung dengan menggunakan analisis regresi (Ghozali, 2006).

Komitmen Organisasi

Partisipasi Anggaran Kinerja Manajerial

H1 H2

(6)

Persamaan regresinya adalah : YKO = b0 + bPAXPA + e1 (Persamaan Regresi 1) YKM = b0 + bPAXPA + bKOXKO + e2. (Persamaan Regresi 2) Keterangan :

YPA = Partisipasi Anggaran (Budgetary

Participation)

YKO = Komitmen Organisasi (Organization

Commitment)

YKM = Kinerja Manajerial (Manajerial

Performance)

bPA = Intercept Partisipasi Anggaran bKO = Intercept Komitmen Organisasi bKM = Intercept Kinerja Manajerial e1 = Residual Komitmen Organisasi e2 = Residual Kinerja Manajerial

Hipotesis bisa diterima jika hasil regresi menunjukkan tingkat signifi kansi di bawah 0,05, demikian juga sebaliknya (Ghozali, 2006).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBA-HASAN

1. Analisis Data a. Analisis Deskriptif

Tabel 1. Deskripsi Data Hasil Penelitian Variabel Partisipasi Anggaran

Variabel Min Maks Rerata SD Item 1 1 7 4,26 1,957 Item 2 1 7 4,62 1,383 Item 3 1 7 4,00 1,678 Item 4 1 7 4,16 1,707 Item 5 1 7 4,34 1,673 Item 6 1 7 4,30 1,644

Tabel 2. Deskripsi Data Hasil Penelitian Variabel Komitmen Organisasi

Variabel Min Maks Rerata SD Item 1 2 7 5,60 1,030 Item 2 3 7 5,56 0,733 Item 3 2 7 5,26 1,065 Item 4 1 7 4,94 1,219 Item 5 1 7 5,10 1,074 Item 6 2 7 5,04 1,142 Item 7 1 7 5,08 1,122 Item 8 3 7 5,28 0,970 Item 9 2 7 4,90 1,298

Tabel 3. Deskripsi Data Hasil Penelitian Variabel Kinerja Manajerial

Variabel Min Maks Rerata SD

Item 1 1 7 5,02 1,059 Item 2 1 7 4,86 1,309 Item 3 1 7 5,26 1,175 Item 4 1 7 5,02 1,253 Item 5 1 7 5,00 1,385 Item 6 1 7 5,12 1,100 Item 7 1 7 5,00 1,088 Item 8 1 7 5,28 1,196

Tabel 4. Rangkuman Deskripsi Data Hasil Penelitian

Variabel Min Maks Rerata SD

Partisipasi anggaran (x1) 7 41 25,68 9,00 Komitmen organisasi (x2) 21 55 46,76 6,35 Kinerja Manajerial (y) 8 54 40,56 7,06

Berdasarkan Tabel 4. diketahui deskripsi data subjek penelitian, yaitu nilai minimal terendah adalah pada variabel partisipasi anggaran, sedangkan nilai maksimum tertinggi pada variabel komitmen organisasi. Dengan demikian, variabel komitmen organisasi memiliki nilai lebih besar dibandingkan variabel lainnya.

Penelitian selanjutnya mengelom-pokkan skor masing-masing variabel menjadi tiga kategori, yaitu baik, cukup dan kurang (Azwar, 1999). Kategori jenjang bertujuan untuk menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang diukur.

Tabel 5. Rumusan Kategori Subjek ke dalam Tiga Kategori

Baik X > (μ+1,5σ) Cukup (μ-1,5σ) ≤ X ≤ (μ+1,5σ) Kurang X < (μ-1,5σ)

Berdasarkan hasil penelitian yang dicantumkan pada tabel 4, variabel partisipasi anggaran diperoleh nilai mean sebesar 7 dan simpangan baku 9, sehingga pengkategorian partisipasi anggaran dapat dilihat pada tabel 6 berikut:

(7)

Tabel 6. Kategori Partisipasi Anggaran

Kategori Nilai Jumlah N % Baik X > 39,18 1 2% Cukup 12,18 ≤ X ≤ 39,18 44 88% Kurang X < 12,18 5 10% Jumlah 50 100%

Berdasarkan Tabel 6, kategorisasi partisipasi anggaran yang dapat dikatakan baik sebanyak 1 orang (2%), kategori cukup sebanyak 44 orang (88%), dan kategori kurang sebanyak 5 orang (10%). Dengan demikin partisipasi anggaran berada dalam kategori cukup baik.

Selanjutnya dari Tabel 4, variabel komitmen organisasi diperoleh nilai

mean sebesar 21 dan simpangan baku

6,35 sehingga pengkategorian komitmen organisasi dapat terlihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Kategori Komitmen Organisasi

Kategori Nilai Jumlah N % Baik X > 56,28 0 0% Cukup 37,23 ≤ X ≤ 56,28 47 94% Kurang X < 37,23 3 6%

Jumlah 50 100%

Berdasarkan Tabel 7, tidak ada responden yang berada dalam kategori baik, yang berada dalam kategori cukup sebanyak 47 orang (94%), dan kategori kurang sebanyak 3 orang (6%). Oleh karenanya, komitmen organisasi responden berada dalam kategori cukup baik.

Berdasarkan Tabel 4, variabel kinerja manajerial diperoleh nilai mean sebesar 8 dan simpangan baku 7,06 sehingga pengkategorian variabel kinerja manajerial dapat terlihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Kategori Kinerja Manajerial

Kategori Nilai Jumlah

N %

Baik X > 51,15 1 2% Cukup 51,15 ≤ X ≤ 51,15 45 90% Kurang X < 29,97 4 8%

Jumlah 50 100%

Dari Tabel 8, kategorisasi kinerja manajerial untuk kategori baik sebanyak 1 orang (2%), kategori cukup sebanyak 45 orang (90%), dan kategori kurang sebanyak 4 orang (8%). Dengan demikian, kinerja manajerial berada dalam kategori cukup baik.

b. Uji Kuesioner

Instrumen yang digunakan dalam penelitian menggunakan instrumen Nurcahyani, (2010) yang telah diuji dan hasilnya menunjukkan bahwa instrumen dapat dikatakan valid dan reliabel.

c. Asumsi Klasik

Uji ini dimaksudkan agar model regresi terbebas dari masalah-masalah asumsi klasik.

1) Normalitas. Uji Nonmetrik Kolmogorov-Smirnov dilakukan untuk memperkuat hasil dari metode grafi k dalam menentukan sebuah normalitas data. Tabel 9 menunjukkan bahwa mayoritas variabel mempunyai nilai Asymptotic

Signifi cant lebih besar dari 5% yang

berarti data terdistribusi normal. Tabel 9. Hasil Uji Normalitas

2) Multikolinieritas. Model regresi yang baik tidak terdapat korelasi antar variabel independen. Dalam mendeteksi multikolinieritas dapat dilihat nilai tolerance dan variance

infl ation factor (VIF) pada output

regresi linier, dimana Nilai VIF=1/

tolerance. Tabel 10 menunjukkan nilai tolerance semua variabel independen

di atas 0,1 dan variance infl ation

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

50 50 50 25.68 46.76 40.56 9.000 6.355 7.060 .142 .235 .187 .090 .145 .140 -.142 -.235 -.187 1.002 1.662 1.323 .268 .008 .060 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b

Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

Partisipasi Anggaran Komitmen Organisasi Kinerja Manajerial

Test distribution is Normal. a.

Calculated from data. b.

(8)

factor (VIF) di bawah 10. Berdasar

kriteria pengambilan keputusan maka antar variabel independen tidak terjadi multikolinieritas.

Tabel 10. Hasil Uji Multikolinearitas

3) Heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas bukan heteroskedastisitas, maka disyaratkan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya bersifat tetap dan tidak berbeda. Pada Tabel 11 terlihat titik-titik menyebar diantara angka nol pada sumbu Y dan membentuk pola yang tidak beraturan. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dan model regresi adalah baik.

Gambar 2. Hasil Uji Plot d. Hasil Uji Regresi

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan selanjutnya dilakukan analisis data sehingga diperoleh hasil olahan sebagai berikut:

Tabel 11. Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Dari Tabel 11 diketahui bahwa model regresi linear tersebut dapat dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut:

Y = 18,372 + 0,143 X1 + 0,396 X2 Dari fungsi regresi tersebut, menunjukkan bahwa kinerja manajerial dipengaruhi oleh partisipasi anggaran dan komitmen organisasi. Dari persamaan di atas dapat ditunjukkan tingkat pengaruh dari masing-masing variabel independent terhadap variabel dependent.

1) Variabel Partisipasi Anggaran (X1) Hipotesis pertama (H1) yang menguji pengaruh partisipasi anggaran menunjukkan nilai regresi sebesar 0,143 dan probabilitasnya 0,019. Hasil pengujian menunjukkan ada pengaruh yang signifi kan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. 2) Variabel komitmen organisasi

Hubungan antara komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial yang dihipotesiskan pada hipotesis kedua (H2) memiliki nilai regresi sebesar 0,396 dengan probabilitas 0,016. Hasil menunjukkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifi kan terhadap kinerja manajerial.

e. Uji F

Analisis dari uji statistik (uji F), dimaksudkan untuk membuktikan hipotesis penelitian yang menyatakan partisipasi anggaran (X1) dan komitmen organisasi (X2) berpengaruh terhadap kinerja manajerial (Y). Uji ini untuk melihat keberartian pengaruh variabel bebas secara serentak terhadap variabel terikat.

Tabel 12. Hasil ANOVA (b)

Model SquaresSum of Df SquareMean F Sig. 1 Regression 527,720 2 263,860 6,477 0,003 Residual 1914,600 47 40,736

Total 2442,320 49

Regression Standardized Predicted Value 2 1 0 -1 -2 -3 -4 Regression Studentized Residual 2 0 -2 -4 Scatterplot

Dependent Variable: Kinerja Manajerial

Variabel B Beta t-hitung Sig. Keterangan

Konstanta 18,372 - 2,711 0,009 Partisipasi Anggaran 0,143 0,182 2,275 0,019 Signifi kan Komitmen Organisasi 0,396 0,356 2,493 0,016 Signifi kan F Hitung Sig. R R2 6,477 0,000 0,465 0,216 18.372 6.776 2.711 .009 .143 .112 .182 1.275 .209 .816 1.226 .396 .159 .356 2.493 .016 .816 1.226 (Constant) Partisipasi Anggaran Komitmen Organisas Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients

t Sig. Tolerance VIF

Collinearity Statistics

Dependent Variable: Kinerja Manajerial a.

(9)

Dari Tabel 12 menunjukkan Fhitung yang dihasilkan sebesar 6,477 dan nilai probabilitasnya 0,003. Hasil F tabel diperoleh nilai 3,19. Dengan demikian Fhitung lebih besar dari Ftabel. Hal ini berarti ada pengaruh secara signifi kan antara partisipasi anggaran (X1) dan komitmen organisasi (X2) terhadap kinerja manajerial (Y).

f. Uji T

Analisis parsial (uji t), dimaksudkan untuk mengetahui signifi kansi pengaruh variabel bebas secara individu/parsial terhadap variabel terikat. Variabel partisipasi anggaran (X1) diperoleh hasil t-hitung sebesar 2,275 dan t-tabel sebesar 0,234 yang berarti t-hitung lebih besar dari t-tabel. Nilai tersebut membuktikan bahwa variabel partisipasi anggaran (X1) berpengaruh signifi kan terhadap kinerja manajerial. Hal ini diperkuat dengan probabilitas kesalahan sebesar 0,019 yang berada di bawah 0,05. Variabel komitmen organisasi (X2) diperoleh hasil t-hitung sebesar 2,493 dan t-tabel sebesar 0,243 yang berarti t-hitung lebih besar dari t-tabel. Nilai tersebut membuktikan bahwa variabel komitmen organisasi (X1) berpengaruh signifi kan terhadap kinerja manajerial. Hal ini diperkuat dengan probabilitas kesalahan sebesar 0,016 yang berada di bawah 0,05.

g. Koefi sien Determinasi

Koefi sien determinasi (R2) atau R

squared = 0,216, berarti secara

bersama-sama 21,6% perubahan variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X1 dan X2 atau dengan kata lain pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 21,6 %. Sedangkan sisanya yaitu 78,4 % disebabkan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam kerangka konsep ini.

h. Pembahasan

Pegawai yang menjadi subjek dalam penelitian ini bisa digolongkan memiliki

komitmen organisasi serta partisipasi dalam penyusunan anggaran dan kinerja manajerialnya adalah sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Hal ini dibuktikan dari hasil uji regresi linear berganda yang menunjukkan nilai t hitung 2,275 dan probabilitas 0,019. Hasil ini menunjukkan ada pengaruh yang signifi kan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial.

Komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Hal ini dibuktikan dari hasil uji regresi linear berganda yang menunjukkan nilai t hitung 2,493 dan probabilitas 0,016. Dengan demikian komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifi kan terhadap kinerja manajerial.

Hasil penelitian ini sesuai atau mendukung penelitian sebelumnya bahwa ada pengaruh langsung partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Partisipasi anggaran juga berpengaruh secara signifi kan terhadap komitmen organisasi dan persepsi inovasi (Nurcahyani, 2010). Demikian pula hasil penelitian Supriyono (2004) menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifi kan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajer. Hubungan ini meliputi hubungan langsung dan hubungan tidak langsung yaitu melalui komitmen organisasi dan kecukupan anggaran. Komitmen organisasi terbukti merupakan variabel intervening dalam hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajer namun kecukupan anggaran tidak dapat dibuktikan merupakan variabel intervening dalam hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajer. Partisipasi anggaran dengan kinerja manajer berhubungan positif secara signifi kan. Manajer yang memiliki partisipasi anggaran tinggi akan lebih memahami tujuan anggaran.

(10)

Oleh karena kinerja manajer akan dinilai berdasar target anggaran yang dicapai, maka manajer akan bersungguh-sungguh dalam penyusunan anggaran dan menyebabkan meningkatnya kinerja manajer tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

Partisipasi anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Hal ini dibuktikan dari hasil uji regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa harga t–hitung lebih besar dari t–tabel. Nilai regresi sebesar 0,143 dan probabilitasnya 0,019. Hasil pengujian menunjukkan ada pengaruh yang signifi kan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial

Komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Hal ini dibuktikan dari hasil uji regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa harga t–hitung lebih besar dari t–tabel. Nilai regresi sebesar 0,396 dengan probabilitas 0,016 atau dengan kata lain komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifi kan terhadap kinerja manajerial. 2. Keterbatasan Penelitian

Variabel partisipasi dalam penyusunan anggaran, komitmen organisasi dan kinerja pegawai merupakan hal yang bersifat pribadi dan rahasia, sehingga tidak menutup kemungkinan subjek tidak sepenuhnya terbuka dan jujur dalam memberikan jawaban.

Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif sehingga hasil yang didapat kurang mendalam karena metode yang dipakai dalam pengambilan data hanya self report dengan menggunakan kuesioner, hal ini memungkinkan untuk

dilakukannya penelitian yang lebih mendalam dengan melakukan penelitian kualitatif atau studi kasus.

DAFTAR PUSTAKA

Adrianto, Y. 2008. Analisis Pengaruh

Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial dengan Kepuasan Kerja, Job Relevant Infor-mation dan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Rumah Sakir Swasta di Rumah sakit di Wilayah Kota Semarang). Tesis. Universitas

Diponegoro. Semarang.

Azwar, S. 1999. Penyusunan Skala

Ps i k ol o g i . Yogyakarta.

Pustaka Pelajar.

Darwis, H. 2012. Penganggaran

Par-tisipatif: Meningkatkan kinerja atau Mendorong Perilaku Disfungsional. Diunduh dari http://hermandarwis.blogspot. com/2012/02/penganggaran-partisipatif-meningkatkan. html

Ghozali, I. 2006. Statistik Nonparametik. Semarang. Badan Penerbit UNDIP.

Lopez, M.A.L, W.W. Stammerjohan. dan K.S. Lee. 2009. Budget

Participation and Job Performance of South Korean Manager Mediated by Job Satisfaction and Job Revelat Information. Management

Research News 32 (3) pp. 220-238.

(11)

Lubis, A. (2011). Akuntansi Keperilakuan.

Edisi 2. Jakarta. Salemba

Empat.

Mardiasmo. 2004. Akuntansi Sektor

Publik. Yogyakarta. Andi

Offset.

Milani, K. 1975. The relationship of participation in budget setting to industrial supervisor performance and attitude: A fi eld study. The Accounting

Review April 274-284.

Mulyadi. 2007. Sistem Perencanaan dan

Pengendalian Manajemen. Edisi 3. Jakarta. Salemba

Empat.

Munandar, M. 2007. Budgeting:

Perencanaan Kerja koordinasian Kerja Peng-a w Peng-a s Peng-a n K e r j Peng-a . E d i s i Kedua. Yogyakarta. BPFE

Yogyakarta.

Nurcahyani, K. 2010. Pengaruh

P a r t i s i p a s i A n g g a r a n Terhadap Kinerja Manajerial Melalui Komitmen Organisasi dan Persepsi Inovasi Sebagai Variabel Intervenig. Skripsi.

Universitas Diponegoro Semarang.

Nursidin, M. 2008. Pengaruh Anggaran

P a rt i si p a s if Terha d ap Kinerja Manajerial Melalui Kesenjangan Anggaran dan Motivasi Kerja pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia – I Medan. Tesis.

Universitas Sumatera Utara.

Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tentang: Standar Akuntansi Pemerintah

Puspaningsih, A. 2002. Pengaruh

Partisipasi Dalam Penyu-sunan Anggaran Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Manajer. Jurnal Akuntansi

dan Auditing Indonesia 6 (2) Desember 2002.

Sardjito, B., dan O. Muthaher. 2008.

Pengaruh Partisipasi Penyu-sunan Anggaran Terhadap Kinerja Aparat Pemerintah D a e r a h : B u d a y a d a n Komitmen Organisasi sebagai variabel Moderating. Jurnal

Ekonomi dan Bisnis 2 (1): 37-49.

Sekaran, Uma. 2006. Research Methods

for Business Buku 2 Edisi 4.

Jakarta. Salemba Empat.

Subramaniam, N. dan L. Mia. 2001.

The Relation Between Decentralised Structure, Budgetary Participation and Organisational Commitment – The Moderating Role of Managers’ Value Orienta-tion Towards InnovaOrienta-tion.

Accounting, Auditing & Accountability Journal 14 (1) pp. 12-29.

Supriyono, R.A. 2004. Pengaruh Variabel

I n te r v e n i ng K e c u k u pa n Anggaran dan Komitmen O r g a n i s a s i Te r h a d a p Hubungan Antara Partisipasi Penganggaran dan Kinerja Manager di Indonesia. Jurnal

Ekonomi dan Bisnis Indonesia 19 (3) : 282 – 298.

Tangkau, J. 2009. Analisis Pengaruh

Komitmen Organisasional dan Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial

(12)

dan Senjangan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial dan Senjangan Anggaran (budgetary slack). Jurnal

FORMAS 2 (4): 295 – 302.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Yahya M. N, N. N. Nik Ahmad dan A. H. Fatima. 2008. Budgetary

Participation and Performance: Some Malaysian Evidence.

International Journal of Public Sector Management 21 (6) pp. 658-673.

Yusfaningrum, K. dan I. Ghozali. 2005. Analisis Pengaruh

P a r t i s i p a s i A n g g a r a n Terhadap Kinerja Manajerial Melalui Komitmen Tujuan

Anggaran dan Job Relevant Information (JRI) sebagai Variabel Intervening (Peneli-tian Terhadap Perusahaan Manufaktur di Indonesia).

Simposium Nasional Akun-tansi VIII (SNA 8), 15 - 16 september 2005. Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Zurnali, C. 2010. “Learning Organization,

Competency, Organizational Commitment, dan Customer Or i e n t at i on : K n ow l e dg e Worker – Kerangka Riset Manajemen Sumberdaya Manusia di Masa Depan”.

Gambar

Tabel  1. Deskripsi Data Hasil Penelitian  Variabel Partisipasi Anggaran
Tabel 8. Kategori Kinerja Manajerial

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang terdiri atas empat langkah pokok, yaitu : 1. Subjek penelitian adalah siswa

[r]

Dalam penulisan ilmiah ini penulis akan menjelaskan tentang pembuatan program katalog penjualan buku pada took buku xyz dengan menggunakan program visual basic 6.0. Dengan

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 126 ekor ayam lokal persilangan unsexed umur 2 minggu dengan bobot badan 129,02± 6,34 g.Bahan pakan yang

Universitas Jember mempunyai tugas pokok yaitu menyelenggarakan pendidikan tinggi dan memberikan pendidikan berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia dengan cara ilmiah yang meliputi

Sebanyak 15 (lima belas) laboratorium telah berpartisipasi dalam program uji banding antar laboratorium (proficiency test) yang diselenggarakan oleh BMD Laboratory untuk bahan uji

Penentuan ini menunjukkan hubungan (relationship matrix) antara setiap kebutuhan konsumen dan respon teknis. Tujuan dari matriks ini adalah untuk memperlihatkan

Analisisdengan TG-DTA ( Thermogravimetry – Differential Thermal Analysis