• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendugaan Parameter Regresi. Itasia & Y Angraini, Dep Statistika FMIPA - IPB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pendugaan Parameter Regresi. Itasia & Y Angraini, Dep Statistika FMIPA - IPB"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

Pendugaan

Parameter Regresi

(2)

Menduga garis regresi

Menduga garis regresi linier sederhana =

menduga parameter-parameter regresi β

0

dan β

1

:

Penduga parameter yang dihasilkan harus

merupakan

penduga yang baik

Software statistik, seperti Minitab, SAS, SPSS,

dll. banyak digunakan

(3)

Metode Kuadrat Terkecil

 b0 dan b1 adalah dugaan bagi parameter regresi β0 dan β1 yang didapat salah satunya dengan cara

meminimumkan jumlah kuadrat galat (JKG).

Galat/sisaan = selisih antara y dan  Metode Kuadrat Terkecil (MKT) : 2 i 1 0 i 2 i i 2 i )] x b (b [y min ) yˆ (y min e min JKG min      

Teknik kalkulus digunakan untuk mendapatkan nilai bo dan b sedemikian hingga meminimumkan JKG

(4)

 Penduga bagi koefisien kemiringan garis β1 ialah:

 Penduga bagi intersep β0 ialah:

 Garis regresi selalu melalui titik x, y

X Y xy n 1 i 2 i n 1 i i i 1 r ss ) x (x ) y )(y x (x b      

  XX XY SS

x

b

y

b

0

1

Metode Kuadrat Terkecil

(lanjutan) SXY SXX Koefisien Korelasi Pearson

(5)

Asumsi

Metode Kuadrat Terkecil (MKT)

Agar penduga bagi parameter regresi yang

didapatkan dengan menggunakan MKT merupakan

penduga yang baik maka sisaan/galat harus memenuhi kondisi Gauss-Markov berikut ini :

bebas saling dan j i , 0 ] [ 3. ) ticity homoscedas ( x nilai setiap untuk homogen sisaan ragam ] E[ 2. nol sisaan taan harapan/ra -nilai 0 ] [ . 1 j i 2 2 i             j i i E E

(6)

Contoh

Regresi Linier Sederhana

Sebuah agen real-estate ingin mengetahui

hubungan antara harga jual sebuah rumah

dengan luas lantainya (diukur dalam m2)

10 buah rumah diambil secara acak sebagai contoh

 Peubah tak bebas (Y) = harga rumah (juta rupiah)

(7)

Data contoh Harga Rumah

Harga Rumah (Rp.juta) (Y) Luas Lantai (m2) (X)

245 1400 312 1600 279 1700 308 1875 199 1100 219 1550 405 2350 324 2450 319 1425 255 1700

(8)

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 Luas Lantai (m2) Ha rg a Ju al R um ah (R p ju ta )

Tampilan Grafik

(9)

FILM :

MEMBUAT TEBARAN ANTARA “HARGA RUMAH”

dengan

“LUAS LANTAI”

MENGGUNAKAN MINITAB

Klik di sini Data contoh Harga Rumah

Harga Rumah (Rp.juta) (Y) Luas Lantai (m2) (X) 245 1400 312 1600 279 1700 308 1875 199 1100 219 1550 405 2350 324 2450 319 1425 255 1700

(10)

Excel Output

Regression Statistics Multiple R 0.76211 R Square 0.58082 Adjusted R Square 0.52842 Standard Error 41.33032 Observations 10 ANOVA df SS MS F Significance F Regression 1 18934.9348 18934.9348 11.0848 0.01039 Residual 8 13665.5652 1708.1957 Total 9 32600.5000

Coefficients Standard Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95%

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 -35.57720 232.07386

Luas lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 0.03374 0.18580

Persamaan garis regresi-nya:

lantai) (luas 0.10977 98.24833 rumah harga  

(11)

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 Luas Lantai (m2) Ha rg a Ju al R um ah (R p. ju ta )

Tampilan Grafik

Model Harga Rumah: scatter plot dan

garis regresi

lantai) (luas 0.10977 98.24833 rumah harga   Kemiringan = 0.10977 Intersep = 98.248

(12)

Klik di sini Data contoh Harga Rumah

Harga Rumah (Rp.juta) (Y) Luas Lantai (m2) (X) 245 1400 312 1600 279 1700 308 1875 199 1100 219 1550 405 2350 324 2450 319 1425 255 1700 FILM :

MEMBUAT TEBARAN ANTARA “HARGA RUMAH”

dengan

“LUAS LANTAI”

& GARIS REGRESI-nya MENGGUNAKAN MINITAB

(13)

FILM :

MENDUGA

PARAMETER REGRESI

dengan

MENGGUNAKAN MINITAB

Klik di sini Data contoh Harga Rumah

Harga Rumah (Rp.juta) (Y) Luas Lantai (m2) (X) 245 1400 312 1600 279 1700 308 1875 199 1100 219 1550 405 2350 324 2450 319 1425 255 1700

(14)

Interpretasi Intersep b

0

b

0

adalah nilai dugaan bagi nilai rataan Y ketika

X bernilai nol (jika X = 0 di dalam selang

pengamatan)

 Dalam hal ini tidak ada rumah yang memiliki luas lantai=0, jadi b0 = 98.24833 hanya mengindikasikan bahwa : untuk luas lantai yang berada dalam selang pengamatan, Rp

98.248.330,-adalah bagian harga rumah yang tidak diterangkan oleh luas lantai

lantai)

(luas

0.10977

98.24833

rumah

harga

(15)

Interpretasi

koefisien kemiringan, b

1

b

1

mengukur dugaan perubahan rataan

nilai Y jika X berubah satu satuan

 Dalam hal ini b1 = .10977 menggambarkan bahwa setiap penambahan satu m2 luas lantai rataan harga

rumah akan naik sebesar 0,10977 juta rupiah

lantai)

(luas

0.10977

98.24833

rumah

harga

(16)

Apakah b

0

dan b

1

yang didapat

merupakan penduga yang baik ?

Pertanyaan di atas = pertanyaan bahwa: “apakah

sisaan

yang dihasilkan oleh

dugaan persamaan

garis regresi

nya menghasilkan sisaan yang

memenuhi kondisi

Gauss-Markov

?”

Untuk sementara ini kita yakini saja dulu bahwa

sisaan yang dihasilkan memenuhi kondisi tersebut

Penjelasan bagaimana cara memeriksanya akan

dijelaskan pada pokok bahasan “

Diagnosa model

(17)

PENGURAIAN

KERAGAMAN TOTAL

JKReg

(18)

Sumber Keragaman Regresi

 Nilai pengamatan yi yang dihasilkan beragam.

(19)

Sumber Keragaman Regresi

 Untuk suatu nilai xi keragaman nilai pengamatan

disebabkan oleh :

 Menyimpangnya nilai amatan yi terhadap dugaan nilai harapannya

 beragam  menghasilkan dugaan garis regresi yang beragam  memiliki rataan

Menyimpangnya suatu dugaan garis regresi terhadap rataannya menyebabkan beragamnya data.

i i y b b x ] x | [Y E ] x | [Y E i   i    01 (lanjutan) Y

/sisaan

eror/galat

karena

i i i

y

e

y 

1 0 dan b b

regresi

model

karena

ˆ

ˆ

ˆ

i

y

b

0

b

1

x

i

y

i

,

y

y

i

y

(20)

Mengukur Keragaman

 Total Keragaman disebabkan oleh dua bagian ini :

JKG

JKR

JKT

Jumlah

Kuadrat Total Jumlah Kuadrat Regresi Jumlah Kuadrat Galat/Sisaan

2 i

y

)

(y

JKT

2 i i

)

(y

JKG

2 i

y

)

(

JKR

dengan:

= nilai rata-rata peubah tak bebas Y

yi = nilai pengamatan ke-i peubah tak bebas Y = nilai dugaan y untuk suatu nilai x

y

(21)

 JKT = Jumlah Kuadrat Total

 Mengukur keragaman nilai yi di sekitar nilai rataannya y

 JKR = Jumlah Kuadrat Regresi

 Menjelaskan keragaman karena adanya hubungan

linier antara x dan y

 JKS = jumlah Kuadrat Sisa

 Menjelaskan keragaman yang disebabkan oleh

faktor-faktor selain faktor hubungan linier x dan y

(lanjutan)

(22)

(lanjutan) x

y

X

y

i JKT = (yi - y)2 JKG = (yi - yi )2 JKR = (yi – y )2

_

_

_

y 

Y

y

_

yi 

Ukuran Keragaman

(23)

Derajat Bebas Jumlah Kuadrat

 Ukuran keragaman adalah ragam

 Derajat bebas bagi

 Derajat bebas bagi

(db) bebas derajat Kuadrat (JK) Jumlah Ragam

2

-n

JK

Sisaan

1

JK

Regresi

(24)

Tabel Sidik Ragam

Sumber

Keragaman Derajat Bebas (db) Jumlah Kuadrat (JK) Kuadrat Tengah (KT) Regresi 1 Sisaan n-2 Total (terkoreksi) n-1

 

n  i 1 yi y 2 ˆ

n  i 1 yi yi 2 ˆ

 

n  i 1 yi y 2 1 JKRegresi

n 2

JK sisaan 

Pada analisis regresi ini tentunya diharapkan JK regresi lebih besar dari JK sisaan  sehingga dapat dikatakan bahwa keragaman nilai y disebabkan oleh perubahan nilai x.

S2,

jika model nya pas

(25)

Penduga bagi Ragam Sisaan/galat

 Penduga bagi ragam eror/sisaan dari model populasi

adalah :

 Dibagi dengan n – 2 bukan dengan n – 1 karena model

regresi linier sederhana menggunakan 2 penduga parameter yaitu, b0 dan b1, bukan satu.

adalah penduga simpangan baku

2

n

e

2

n

JKS

s

σˆ

n 1 i 2 i 2 e 2

 sisaan

KT

2 e e

s

s 

Dengan asumsi bahwa modelnya pas/cocok

(26)

Excel Output

Regression Statistics Multiple R 0.76211 R Square 0.58082 Adjusted R Square 0.52842 Standard Error 41.33032 Observations 10 ANOVA df SS MS F Significance F Regression 1 18934.9348 18934.9348 11.0848 0.01039 Residual 8 13665.5652 1708.1957 Total 9 32600.5000

Coefficients Standard Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95%

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 -35.57720 232.07386

Luas Lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 0.03374 0.18580

41.33032

s

e

(27)

Perbandingan Galat Baku

Y Y X X kecil s e s ebesar

se mengukur keragaman penyimpangan nilai

pengamatan y terhadap garis regresi

The magnitude of se should always be judged relative to the size of the y values in the sample data

(28)

Pengujian Hipotesis

Terhadap

Slope dan Intersep

0

1 0

Diperlukan asumsi bahwa εi menyebar Normal εi ~ N ( 0,σ2 )

(29)

Ragam Koefisien Kemiringan Garis

Regresi (b

1

)

Ragam dari koefisien kemiringan garis regresi

(b

1

) diduga sbb :

2 x 2 e 2 i 2 e 2

1)s

(n

s

)

x

(x

s

s

b1

dengan:

= dugaan simpangan baku kemiringan garis regresi

= akar KTG = akar Kuadrat Tengah Galat = dugaan simpangan baku sisaan

1 b

s

2 n SSE se  

(30)

Membandingkan Simpangan Baku

Koefisien Kemiringan Garis Regresi (b

1

)

Y X Y X kecil 1 b S Sb1besar

mengukur keragaman koefisien kemiringan garis regresi dari berbagai contoh (set data) yang mungkin.

S

b1

(31)

Excel Output

Regression Statistics Multiple R 0.76211 R Square 0.58082 Adjusted R Square 0.52842 Standard Error 41.33032 Observations 10 ANOVA df SS MS F Significance F Regression 1 18934.9348 18934.9348 11.0848 0.01039 Residual 8 13665.5652 1708.1957 Total 9 32600.5000

Coefficients Standard Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95%

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 -35.57720 232.07386

Luas Lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 0.03374 0.18580

0.03297

s

b1

(32)

Inferensia Koefisien Kemiringan Garis

Regresi (b

1

): t Test

Pada model regresi linier sederhana :

Uji t untuk koefisien kemiringan garis regresi populasi (β1)

 Apakah ada hubungan linier antara X dan Y?

 Hipotesis Nol dan hipotesis tandingan

H0: β1 = 0 (tidak ada hubungan linier antara X dan Y) H1: β1  0 (ada hubungan linier antara X dan Y)

 Uji Statistik 1 b 1 1 s β b t  

2

n

d.b.

dengan:

b1 = koefisien kemiringan regresi β1 = kemiringan yg dihipotesiskan sb1 = simpangan baku kemiringan

(33)

Harga Rumah (Rp.juta) (y) Luas Lantai (m2) (x) 245 1400 312 1600 279 1700 308 1875 199 1100 219 1550 405 2350 324 2450 319 1425 255 1700 lantai) (luas 0.1098 98.25 rumah harga  

Dugaan persamaan garis regresi:

Koefisien kemiringan garis pada model ini adalah 0.1098

Apakah luas lantai mempengaruhi harga jual?

Contoh Inferensia

Koefisien Kemiringan Garis (b

1

): t Test

(34)

Contoh Inferensia

Koefisien Kemiringan Garis (b

1

): uji t

H0: β1 = 0

H1: β1  0 Output dari Excel Coefficients Standard Error t Stat P-value

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 Luas lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 1 b

s

t b1

3.32938

0.03297

0

0.10977

s

β

b

t

1 b 1 1

(35)

Contoh Inferensia

Koefisien Kemiringan Garis (b

1

): t Test

H0: β1 = 0 H1: β1  0

Statistik Uji-nya : t = 3.329

Cukup bukti untuk mengatakan bahwa luas lantai

mempengaruhi harga jual output dari Excel :

Coefficients Standard Error t Stat P-value

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 Luas lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 1 b

s

t b1

Keputusan : Tolak H

0

Kesimpulan :

Tolak H0 Tolak H0 a/2=.025 -tn-2,α/2Terima H0 0 a/2=.025 d.b. = 10-2 = 8 t8,.025 = 2.3060 (lanjutan) tn-2,α/2

(36)

Contoh Inferensia

Koefisien Kemiringan Garis (b

1

): t Test

H0: β1 = 0 H1: β1  0

Nilai peluang P =

0.01039

Cukup bukti untuk mengatakan bahwa luas lantai

mempengaruhi harga rumah Excel output:

Tolak H0

Coefficients Standard Error t Stat P-value

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892

Luas Lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039

Keputusan:

P-value < α jadi

Kesimpulan:

(lanjutan)

Ini adalah uji dua arah, jadi p-valuenya adalah

P(t > 3.329)+P(t < -3.329) = 0.01039

(37)

Ragam Intersep Garis Regresi (b

0

)

Ragam dari intersep garis regresi (b

0

) diduga

sbb :

2 i 2 i 2 e 2

)

x

(x

x

s

s

0

n

b Keterangan:

= dugaan simpangan baku intersep garis regresi

= akar KTG = akar Kuadrat Tengah Galat = dugaan simpangan baku sisaan

0 b

s

2 n SSE se  

(38)

Inferensia Intersep Garis Regresi (b

0

):

t Test

Pada model regresi linier sederhana :

Uji t untuk intersep garis regresi populasi (β0)

 Apakah ada nilai Y yang tidak dapat dijelaskan oleh x?

 Hipotesis Nol dan hipotesis tandingan

H0: β0 = 0 (semua nilai Y dapat dijelaskan oleh x)

H1: β0  0 (ada nilai Y yg tidak dapat dijelaskan oleh x)

 Statistik uji 0 b 0 0 s β b t  

1

d.b. 

dengan:

b0 = intersep garis regresi

β0 = intersep yg dihipotesiskan sb0 = dugaan simp. baku intersep

(39)

Harga Rumah (Rp. Juta) (y) Luas Lantai (m2) (x) 245 1400 312 1600 279 1700 308 1875 199 1100 219 1550 405 2350 324 2450 319 1425 255 1700 lantai) (luas 0.1098 98.25 rumah harga  

Dugaan persamaan garis regresi:

Intersep garis pada model ini adalah 98.25 Apakah ada harga rumah yang tidak dapat dijelaskan oleh luas lantai?

Apakah ada harga rumah yang tidak dipengaruhi oleh luas lantai?

Contoh Inferensia

Intersep Garis Regresi (b

0

): t Test

(40)

Contoh Inferensia

Intersep Garis Regresi (b

0

): uji-t

H0: β0 = 0

H1: β0  0 Excel output: Coefficients Standard Error t Stat P-value

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 Luas Lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 0 b

s

t b0

1.69296

58.03348

0

98.24833

s

β

b

t

0 b 0 0

(41)

Contoh Inferensia

Intersep Garis Regresi (b

0

): uji-t

H0: β0 = 0 H1: β0  0

Statistik uji: t = 1.69296

Tidak cukup bukti untuk

mengatakan bahwa : ada harga rumah yang tidak dapat dijelaskan

Excel output:

Coefficients Standard Error t Stat P-value

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 Luas lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 0 b

s

t b0 Keputusan: Terima H0 Kesimpulan : Tolak H0 Tolak H0 a/2=.025 -t1,α/2Terima H0 0 a/2=.025 d.b. = 1 t1, .025 = 12,706 (lanjutan) t1,α/2

(42)

Uji F bagi parameter regresi :

Tabel Sidik Ragam

Sumber

Keragaman Derajat Bebas (db) Jumlah Kuadrat (JK) Kuadrat Tengah (KT) Regresi (b1| b0) 1 Sisaan n-2 Total (terkoreksi) n-1

 

n  i 1 yi y 2 ˆ

n  i 1 yi yi 2 ˆ

 

n  i 1 yi y 2 1 JKRegresi

n 2

JK sisaan 

Statistik uji F tersebut memiliki derajat bebas db1=1 dan db2=n-2

Jika Fhit <1  KTRegresi < KTSisaan Ragam Regresi < Ragam Sisaan  pengaruh regresi tdk nyata  pengaruh x tdk nyata  b1 = 0 (tdk perlu tabel) S2, jika model-nya pas Statistik uji-nya : Sisaan gres Re hit KTKT F i Sisaan Reg Ragam Ragam

(43)

Uji F bagi parameter regresi :

Tabel Sidik Ragam

This image cannot currently be displayed.

Jika model yang kita pilih di awal ternyata tidak pas

1. Bolehkah kita menggunakan KT sisaan sebagai penduga bagi ragam sisaan ?

2. Masih relevankah kita melakukan uji F ?

Agar uji F pada tabel Sidik Ragam dapat digunakan, maka model yang dipilih harus pas.  uji lack of fit atau periksa pola sisaannya  akan dibahas pada sub pokok bahasan “ Kualitas Fitted Model “ Untuk sementara anggaplah model yang kita pilih pas.

(44)

Excel Output Regression Statistics Multiple R 0.76211 R Square 0.58082 Adjusted R Square 0.52842 Standard Error 41.33032 Observations 10 ANOVA df SS MS F Significance F Regression 1 18934.9348 18934.9348 11.0848 0.01039 Residual 8 13665.5652 1708.1957 Total 9 32600.5000

Coefficients Standard Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95%

Intercept 98.24833 58.03348 1.69296 0.12892 -35.57720 232.07386 Luas Lantai 0.10977 0.03297 3.32938 0.01039 0.03374 0.18580 11.0848 1708.1957 18934.9348 KTGKTR F    Db 1,8 P-value untuk uji-F

(45)

H0: β1 = 0 H1: β1 ≠ 0 a = .05 df1= 1 df2 = 8

Statistik Uji:

Keputusan:

Kesimpulan:

Tolak H

0

dg a = 0.05

Cukup bukti bahwa luas lantai mempengaruhi harga rumah 0 a = .05 Tolak H0 terima

11.08

F

KTG

KTR

Nilai kritis: Fa = 5.32

Contoh Uji F : data harga rumah

(lanjutan)

(46)

Perbandingan Tabel Sidik Ragam

Terkoreksi dan Tidak Terkoreksi

Sumber

Keragaman Bebas (db)Derajat Kuadrat (JK)Jumlah Tengah (KT)Kuadrat Regresi (b1| b0) 1 Sisaan n - 2 Total (terkoreksi) n - 1

 

n  i 1 yi y 2 ˆ   n  i 1 yi yi 2 ˆ

 

n  i 1 yi y 2 1 JKRegresi n 2 JK sisaan  Regresi 2 Sisaan n - 2 Total n 0 : H 0 : H 1 1 1 0    0,1 j ,0 ada min : H 0 : H 1 1 0 0     j   

Tidak bisa mem-berikan jawaban apkh x berpe-ngaruh/tidak

2 i y   i i 0 i 1 xy b y b   n  i 1 yi yi 2 ˆ

s

2 Sudah diku-rangi dg fak-tor koreksi ny

Gambar

Tabel Sidik Ragam Sumber  Keragaman Derajat Bebas  (db) Jumlah  Kuadrat  (JK) Kuadrat Tengah (KT) Regresi 1 Sisaan n-2 Total  (terkoreksi) n-1 in1  yˆiy 2in1yiyˆi 2in1 yiy2 1JK Regresin2JKsisaan

Referensi

Dokumen terkait

Variabel dalam penelitian ini meliputi variabel pengembangan (X1), pengawasan (X2) dan efektivitas kerja (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan melalui tehnik kuesioner

Arahkan kabel melalui bagian bawah belakang dari dasar unit, melalui lubang pada bagian tengah dasar unit, lalu naik melalui penahan kabel pada leher dudukan dan ke dalam port I/O

Untuk konteks ini, pengembangan desain komik strip matematika pada materi statistika untuk kelas VI tingkat Sekolah Dasar merupakan bentuk kreativitas dari guru yang

Melihat hasil tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian terapi relaksasi nafas dalam mempunyai pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di

þ Berdasarkan observasi sebanyak 1103 transaksi gabah di 18 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Maret 2007 dibandingkan keadaan Februari 2007 adalah

Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya... Menurut

Untuk itu diperlukan suatu pengukuran tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian demi mengetahui faktor-faktor yang dianggap penting dan diharapkan oleh

Penelitian ini bertujuan untuk Menggambarkan pola hubungan koperasi dengan kelompok tani penyuling minyak kayu putih, Mengetahui efektivitas kemitraan koperasi dan