• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Persepsi Harga dan Brand Image Sebagai Prediktor Kepuasan Konsumen pada Pengguna Produk LG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan Persepsi Harga dan Brand Image Sebagai Prediktor Kepuasan Konsumen pada Pengguna Produk LG"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Latar Belakang

Pada zaman globalisasi sekarang ini, Indonesia harus mempersiapkan diri

menghadapi terjadinya perubahan-perubahan besar pada berbagai aspek

kehidupan khususnya aspek ekonomi. Dengan terbukanya pasar global banyak

sekali barang dan jasa yang bermunculan di pasaran. Dalam sebuah pasar global

dapat terjadi persaingan antara produsen dengan masing-masing merek untuk

memikat konsumen. Persaingan pasar global adalah situasi dimana banyak

bermunculan para produsen sedangkan konsumen sangat kritis dan pintar dalam

memilih produk (Kotler & Keller, 2007). Konsumen akan membeli merek atau

produk yang bagus, berkualitas dan harga terjangkau. Namun meskipun produk

yang dihasilkan canggih ataupun bagus bila konsumen tidak menyukainya maka

produk tersebut tidak memiliki arti apapun. Menurut Ishak (2005) dalam kondisi

seperti ini kepuasaan konsumen memiliki peran yang penting bagi perusahaan.

Kepuasan konsumen dapat diketahui setelah individu membeli sebuah

produk dan telah menggunakannya. Kotler (2003) mengatakan bahwa kepuasan

konsumen adalah perasaan puas atau tidak puas seseorang yang dialami setelah

membandingkan hasil suatu produk dengan yang diharapkannya. Apabila

dijabarkan yaitu: 1) Jika hasil produk berada di bawah harapan maka konsumen

menjadi tidak puas; 2) Jika hasil produk sama dengan harapan maka konsumen

(2)

puas atau sangat senang (Kotler & Keller, 2007). Disebutkan bahwa kepuasaan

konsumen merupakan fenomena setelah pembelian (Giese & Cote, 2000).

Kepuasan konsumen bisa dirasakan setelah adanya pembelian, dimana konsumen

setelah melakukan pembelian kemudian akan melakukan evaluasi terhadap

produk apakah sesuai dengan yang diharapakan atau tidak. Apabila kualitas dan

kuantitas produk sesuai dengan harapan maka konsumen akan merasa puas.

Sebaliknya, bila kualitas dan kuantitas produk tidak sesuai dengan yang

diharapkan maka konsumen akan merasa tidak puas.

Konsumen yang tidak puas dengan barang dan jasa yang dikonsumsinya

akan berpindah ke merek lain yang mampu menyediakan kebutuhannya. Seperti

pernyataan yang diungkapkan salah satu subjek :

kalau aku biasanya ngerasa ga puas dengan barang yang aku beli, aku ga mau beli barang dari merek itu lagi. Karena takutnya kecewa aja lagi. Jadi mending aku beli dari merek lain yang lebih pasti”. Aku punya televisi LG sampai sekarang masih bagus udah empat tahun, jadi belum ngerasa kecewa sama produk LG lah.

(Komunikasi Personal, Agustus 2015)

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, diantaranya

bisa dari tenaga penjual, produk, harga dan penilaian pelanggan (Biong, 1993).

Adanya usaha tenaga penjual untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan

oleh konsumen dalam membeli produk yang diinginkan dapat menciptakan

kepuasan pada konsumen. Begitu pula halnya dengan produk, harga dan penilaian

pelanggan. Ketiga faktor ini juga dapat menciptakan kepuasan konsumen. Produk

(3)

yang ditawarkan terjangkau dan memberi penilaian positif dari konsumen dapat

pula menciptakan kepuasan.

Kemudian faktor lain yang dapat menciptakan kepuasan konsumen adalah

harga. Menurut Lupiyoadi (2001) harga merupakan atribut produk atau jasa yang

paling sering digunakan oleh sebagian besar konsumen untuk mengevaluasi

produk. Untuk sebagian besar konsumen Indonesia yang masih berpendapatan

rendah, maka harga adalah faktor utama yang dipertimbangkan dalam memilih

produk maupun jasa. Konsumen menjadi sangat sensitif terhadap harga

(Sumarwan, 2002). Pada kenyataannya, konsumen dalam menilai harga suatu

produk sangat tergantung bukan hanya dari nilai nominal tetapi melalui persepsi

mereka pada harga Nagle & Holden, 1995 (dalam Isman Pepadri, 2002).

Persepsi harga menjadi sebuah penilaian konsumen tentang perbandingan

besarnya pengorbanan diantaranya dalam mencari informasi, waktu yang

dihabiskan untuk berpikir serta uang yang dikeluarkan dengan apa yang akan

didapatkan dari produk dan jasa (Zeithaml, 1988). Konsumen akan merasa puas

jika harga yang dibayarkan sesuai dengan produk yang didapatkan. Persepsi harga

setiap konsumen juga menjadi hal yang cukup penting, dikarenakan konsumen

akan menilai apakah harga yang diberikan perusahaan sudah sesuai dengan

(4)

Berikut pernyataan subjek menanggapi harga terhadap kepuasan kita butuhkan sesuai dengan produk tersebut, bisa memuaskan kita. Berapapun harganya pasti dibeli”

(Komunikasi Personal, Agustus 2015)

Kepuasan seseorang dalam menggunakan suatu produk tidak hanya dilihat

dari harga yang di tetapkan oleh perusahaan, tetapi juga faktor lain seperti

bagaimana brand image yang dibentuk oleh perusahaan. Bagi sebagaian orang

brand merupakan hal yang penting, sehingga brand image harus dibuat sekuat

mungkin agar dapat menarik konsumen dan menciptakan kepuasan. Kotler (1997)

menyatakan bahwa pada saat konsumen semakin memiliki keyakinan bahwa

kualitas produk yang diterima adalah baik maka brand image yang dimiliki akan

semakin baik. Brand image yang baik dimata konsumen dapat berpengaruh

kepada kepuasan konsumen. Konsumen lebih sering membeli produk dengan

merek yang terkenal karena merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang sudah

dikenal, adanya asumsi bahwa merek terkenal lebih dapat dipercaya, selalu

tersedia dan mudah dicari, dan memiliki kualitas yang tidak diragukan, sehingga

merek yang lebih dikenal lebih sering dipilih konsumen daripada merek yang

tidak terkenal (Aaker, 1991).

Dapat dilihat dari komunikasi personal dengan seorang subjek berikut ini:

(5)

yang pakai.Aku sendiri ada tuh pake air conditioner LG, udah lama dan sampai sekarang masih bagus menurutku. LG ga kalah la sama merek lain kurasa”

(Komunikasi Personal, Agustus 2015)

“Kalau disuruh milih kayaknya aku pilih merek terkenal.Secara kualitas dan harga kita udah tau.Tapi kalau merek yang gak terkenal, gak yakin lah, kalau ternyata ga sesuai yang diharapkan. Rugi dong, kecewa, gak puas”

(Komunikasi Personal, Agustus 2015)

Perusahaan berusaha membangun citra yang baik terhadap konsumen

dengan harapan produknya akan dibeli serta dapat memberikan kepuasan pada

konsumen. Salah satunya adalah melalui merek. Merek adalah tanda yang berupa

gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi

dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam

kegiatan perdagangan dan jasa berdasarkan UU no 15 tahun 2001 pasal satu ayat

satu. Oleh sebab itu merek sangat memegang peranan penting bagi keberhasilan

produk dalam merebut pangsa pasar. Keberhasilan produk dalam menarik

konsumen dapat menjelaskan bahwa brand image yang baik bisa memberikan

kepuasan konsumen pada produk yang digunakan. Kotler (2003) menyatakan

brand image adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh

seseorang terhadap suatu merek. Karena itu sikap dan tindakan konsumen

terhadap suatu merek ditentukan oleh brand image tersebut. Tingginya persaingan

membuat produk dengan brand image yang kuat yang tetap mampu bersaing dan

menguasai pasar.

Dengan pesatnya perkembangan kemajuan industri di Indonesia membuat

(6)

Produk-produk yang ditawarkan juga telah memiliki brand image yang kuat dan terkenal.

Berbagai macam produk elektronik tersebut telah memenuhi pasar Indonesia yaitu

berupa produk elektronik rumah tangga seperti televisi, kulkas, mesin cuci, AC

dan lain sebagainya.

Di Indonesia saat ini telah banyak berbagai jenis produk elektronik. Salah

satu diantaranya adalah produk dengan merek LG. LG Electronic merupakan

perusahaan multinasional dari Korea Selatan, yang telah memproduksi berbagai

macam barang elektronik dan sudah banyak dipakai oleh masyarakat. LG

Electronic merupakan salah satu dari perusahaan LG Group. LG Group didirikan

di Korea Selatan pada tahun 1947. LG Electronic memiliki banyak produk yang

dikembangkan, seperti halnya TV, video player, home audio, home theater, AC

(Air Conditioning), lemari es, oven, mesin cuci, proyektor, mobile phone, serta

ponsel berbasis android. LG mendapatkan berbagai penghargaan atas prestasi

yang telah dihasilkan. Penghargaan sebagai Top Brand Award selama tiga tahun

(2009 – 2011) dan mendapatkan penghargaan no.1 brand dari riset penelitian

dunia yaitu Growth from Knowledge (GfK) selama 5 tahun berturut-turut. LG juga

mendapatkan 6 penghargaan dari pemerintah Indonesia dan sebagai Best Brand

pada Tahun 2011. Juga mendapatkan penghargaan Greatest Brand 2010 dan

Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) 2009. Bahkan pada tahun 2012,

LG merupakan brand elektronik yang merajai pasar konsumen di Indonesia.

Strategi LG dalam menarik konsumen pada bagian pemasaran adalah

(7)

LG. Beberapa hal yang dilakukan oleh pihak LG adalah promosi produk,

membuat layanan konsumen dan kerjasama (Yono, 2011)

Pada tahun yang sama 2012 LG Electronics juga menerima penghargaan

International Design Excellence Awards (IDEA) sebagai pengakuan atas

terobosan desain produknya. Diraihnya penghargaan ini menambah pengakuan

dunia atas keunggulan desain produk LG. Tambahan penghargaan IDEA

membuat LG sebagai salah satu perusahaan elektronik yang mendapat pengakuan

terbaik dari internasional untuk desain produknya (Symu, 2012)

Produk yang ditawarkan memberikan evaluasi positif bagi pengguna LG.

Evaluasi positif ini tentu tidak lepas dari adanya kesesuaian antara harapan

pengguna terhadap hasil produk. Sehingga akhirnya memunculkan perasaan puas

dalam menggunakan produk tersebut. Ketika konsumen telah merasakan kepuasan

terhadap suatu brand, maka keinginan untuk mencoba produk lain dari brand

yang sama akan tinggi pula. Misalnya, ketika sudah puas menggunakan TV dari

produk LG, maka konsumen akan memiliki keinginan untuk mencoba produk lain

seperti AC, atau lemari es.

LG sebagai salah satu elektronik yang menawarkan produk dengan

kualitas yang sama dengan merek lain tetapi menetapkan harga yang lebih murah

dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Sedangkan produk dengan harga mahal

dari merek terkenal belum tentu dapat memenuhi harapan dari konsumen serta

(8)

Berdasarkan penjelasan diatas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian

mengenai peranan persepsi harga dan brand image sebagai prediktor kepuasan

konsumen pada pengguna produk LG

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, adapun

rumusan masalah yang ingin yang diajukan oleh peneliti adalah :

1. Apakah persepsi harga dan brand image secara bersama-sama berperan

terhadap kepuasan konsumen pada pengguna produk LG?

2. Bagaimana peranan persepsi harga terhadap kepuasan konsumen pada

pengguna produk LG?

3. Bagaimana peranan brand image terhadap kepuasan konsumen pada

pengguna produk LG?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melihat peranan brand image

dan persepsi harga terhadap kepuasan konsumen pada pengguna produk LG.

a. Untuk mengetahui peran persepsi harga terhadap kepuasan konsumen

pada pengguna produk LG.

b. Untuk mengetahui peran brand image terhadap kepuasan konsumen

(9)

c. Untuk mengetahui apakah variabel persepsi harga atau brand image

yang paling berperan terhadap kepuasan konsumen pada pengguna

produk LG.

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

pengembangan ilmu psikologi khususnya di bidang Psikologi Industri dan

Organisasi, terutama mengenai variabel persepsi harga, brand image sebagai

prediktor terhadap kepuasan konsumen. Serta dapat bermanfaat sebagai

tambahan referensi bagi peneliti yang ingin meneliti mengenai kepuasan

konsumen dengan menambahkan variabel lain yang bisa menjadi prediktor

kepuasan konsumen

1.4.2. Manfaat Praktis a. Manfaat untuk LG

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menjadi masukan dan

memberikan informasi bagi produsen LG dalam hal brand image,

persepsi harga dan kepuasan konsumen sehingga produk yang

dipasarkan dapat terus bersaing. Dan sebagai gambaran bagi produsen

untuk tetap mempertahankan brand image yang baik dengan

(10)

b. Manfaat untuk masyarakat

Dapat memberikan informasi mengenai produk LG bagi konsumen

untuk dapat dijadikan pertimbangan ketika melakukan pembelian

produk

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bab I Pendahuluan

Bab ini berisi penjelasan mengenai latar belakang masalah penelitian yaitu

peranan brand image dan persepsi harga sebagai prediktor kepuasan

konsumen; rumusan masalah penelitian bagaimana peran persepsi harga,

brand image terhadap kepuasan konsumen pengguna produk LG; tujuan

penelitian, manfaat penelitian meliputi manfaat teoritis dan manfaat praktis;

serta sistematika penulisan.

2. Bab II Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi tentang tinjauan teoritis yang mendasari permasalahan dalam

objek penelitian yaitu: teori kepuasan konsumen, persepsi harga dan brand

image serta produk LG. Bab ini juga mengemukakan hipotesis penelitian

mengenai peran persepsi harga dan brand image terhadap kepuasan

konsumen pada produk LG.

3. Bab III Metode Penelitian

Pada bab ini berisi penjelasan mengenai identifikasi variabel penelitian,

(11)

pengumpulan data, validitas dan reliabilitas alat ukur, prosedur penelitian dan

metode analisa data.

4. Bab IV Analisa Data dan Pembahasan

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai analisis hasil penelitian secara

keseluruhan dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisa

statistik dengan bantuan program SPSS versi 19.0 for windows. Pada bab ini

juga akan dibahas mengenai tercapai atau tidak tercapainya hipotesis yang

telah dirumuskan sebelumnya.

5. Bab V Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini berisi hasil jawaban atas masalah yang diajukan, yaitu persepsi

harga dan brand image secara bersama-sama berperan positif terhadap

kepuasan konsumen pada pengguna produk LG. Kesimpulan dibuat

berdasarkan analisa dan interpretasi data serta dilengkapi dengan saran-saran

bagi pengembangan dan bagi peneliti lain berdasarkan hasil penelitian yang

Referensi

Dokumen terkait

Faktor- faktor yang mungkin mempengaruhi brand loyalty pada produk kosmetik merk wardah yaitu persepsi pelanggan tentang kualitas merk tersebut, image Wardah yang

Ilmu Manajemen sangatlah luas, maka penulis hanya akan melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Promosi, Kualitas, Harga, dan Brand Image Terhadap Kepuasan

Pengaruh Brand Image, Inovasi Produk Dan Brand Trust Terhadap Brand Loyalty Produk TV Polytron (Studi Kasus Pada Toko Maju Jaya Pasar Sungailiat Kabupaten Bangka).. Penelitian

Brand image berpengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas konsumen pengguna jasa taksi New Atlas Semarang, melalui kepuasan konsumen sebagai variabel

PENGARUH BRAND TRUST DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN studi pada konsumen produk Hand sanitizer merek Instance di Ciamis DRAFT SKRIPSI untuk memenuhi salah satu

Brand Image ini sendiri yaitu suatu citra merk suata produk yang ditawarkan oleh para pelaku usaha, dan juga brand image ini sangat berpengaruh terhadap sudut pandang konsumen saat

Rentang skala = ekor maksimal – ekor minimal besar skala Rentang skala = 5-1 5 = 0,8 Dengan rentang skala 0,8 maka skor pesepsi pada brand image, harga, dan kualitas produk terhadap

Kualitas pelayanan berpengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas konsumen pengguna jasa taksi New Atlas Semarang, melalui kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.. Brand image