• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

25 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian ini digunakan sebagai kerangka dasar dan pedoman penelitian agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan. Dengan harapan penelitian dapat berjalan lebih sistematis dan terarah sehingga dapat memenuhi tujuan yang ingin dicapai. Berikut flowchart dari penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1.

3.1. Flow Chart Penelitian

(2)

Gambar 3.2 Lanjutan flow Chart Penelitian

3.2. Penjelasan Diagram Alir Penelitian

Penjabaran dari flowchart penelitian diatas, akan dijelaskan dibawah ini : 1. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan beberapa data dan informasi dengan cara membaca buku dan jurnal referensi yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan laporan. Referensi tersebut beraal dari buku pegangan maupun jurnal yang ada dan berhubungan dengan user experience sebagai berikut :

1. User Experience Honeycomb oleh Peter Morvile

2. Evaluasi Pengalaman Pengguna Pada Aplikasi Mobile E-Commerce di Indonesia dengan menggunakan UX Honeycomb oleh Salma Mutiasanti.

2. Analisis Proposed Value

Pada tahap ini merupakan suatu tahap untuk menganalisa value yang di tawarkan oleh pelaku supply chain dimana aspek-aspeknya diambil sesuai

(3)

dengan metode user experience honeycomb yaitu accessible, credible, desirable, findable, usable, useful dan valuable (Peter Morville, 2004). Seperti yang dikatakan oleh (Xu, et al., 2014) dalam Salma (2018) analisis purposed value dilakukan dengan cara melakukan observasi, peneliti menganalisis value dari produk e-supply chain dari visi, misi, iklan, slogan, tampilan website. Hasil analisis value kemudian dikelompokkan berdasarkan sumbernya. Setalah itu dilakukan pemberian skor pada masing-masing e-supply chain dengan menggunakan skala likert dengan interval 1 sampai 5, dimana hasil dari pemberian skor tersebut mempunyai hasil yang berbeda – beda.

3. Perancangan Instrumen

Pada tahap ini peneliti mengunakan kuisioner sebagai alat uji sehingga pada tahap perancangan instrumen berisi rancangan dari kuisioner yang akan digunakan. Pada setiap e-supply chain memiliki jumlah pertanyaan atau pernyataan yang berbeda – beda pada setiap kuisionernya sesuai dengan analisis proposed value yang akan di lakukan sebelumnya. Kemudian terdapat skala dalam penilaiannya dari 1 sampai 5. Dalam penilaian nilai 1 akan mempresentasikan jawaban sangat tidak setuju, 2 berarti tidak setuju, 3 berarti netral, 4 berarti setuju, dan 5 berarti sangat setuju. Tujuan kuisioner ini untuk mengetahui evaluasi pengguna pada suatu produk e-supply chain kemudian mencocokkannya pada value yang di tawarkan pelaku e-supply chain.

4. Validasi Instrumen

Validasi instrumen dilakukan dua tahapan yaitu validasi expert dan metode pilot testing. Pada validasi expert terdapat tiga expert baik di bidang user experience dan satu dari suply chain yang akan memberikan skor dan komentar mengenai penilaian dan deskripsi value yang telat diteliti oleh peneliti. Setelah itu dilakukan pilot testing, pilot testing merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk memvalidasi pemahaman responden terhadap kata-kata yang dituliskan pada kuisioner dan memahami waktu yang dibutuhkan oleh responden dalam mengisi kuisioner.

(4)

Sebelum melakukan survey untuk mengevaluasi pengguna pada sebuah website (produk dari e-supply chain) aktual. Pilot test digunakan untuk pretest yang diambil untuk melihat sampel populasi apakah sudah memahami kuisioner yang telah dibuat. Untuk melakukan pilot test akan ada 5-10 tester untuk setiap website, sehingga seluruh jumlah responden ada 30 orang (Tool4dev, 2014). Tester diambil dari pengguna produk tersebut. Tahapan pilot testing sebagai berikut :

1. Peneliti memberikan kuisoner dengan cara dan kondisi yang sama seperti apa yang telah direncanakan dalam pengumpulan data aktual. Mencatat waktu mulai dan akhir sehingga peneliti dapat mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kuisioner.

2. Peneliti mencatat pada bagian apa saja responden ragu untuk menjawab dan meminta klarifikasi karena ini meungkin merupakan indikasi bahwa pertanyaan atau jawaban mempunyai jawaban yang samar, sulit dipahami atau memiliki lebih dari satu makna

3. Setelah responden menyelesaikan kuisioner, peneliti menjelaskan bahwa peneliti ingin bertanya bagaimana responden memahami setiap pertanyaan dan pilihan tanggapan.

5. Pengambilan dan Pengolahan Data A. Pengambilan data

Pada tahap pengumpulan data kuantitatif pada penelitian akan membahas alur yang akan dilakukan ketika melakukan pengujian penelitian. Alurnya sebagai berikut:

(5)

Gambar 3.3 Alur pengambilan data

Pengambilan data akan dilakukan pada responden yang pernah menggunakan produk e-supply chain tersebut. Pengembilan sampel dilakukan dengan menyebarkan kuisioner yaitu dengan google form.

Penentuan jumlah sampel pada tahap pengumpulan data ini, menggunakan metode non probability sampling yaitu purposive sampling. Non-probability sampling adalah sebuah tenik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur sautu populasi untuk di pilih menjadi sampel (Sugiono, 2013). Purposive sampling metode penetapan sampel dengan cara menentukan target dari elemen populasi yang diperkirakan paling cocok untuk dikumpulkan datanya. Pengambilan data menggunakan jenis data primer yaitu peneliti mengumpulkan data sendiri bisa dengan survey, interview dan observasi langsung dilapangan (Institute for Work and Health, 2005). Pada penelitian ini pengambilan data kuisioner user experience, mengambil 20-30 respondengan untuk setiap website (Schrepp, 2017).

Pada tahap selanjutkan peneliti menyiapkan kuisioner dan menyebarkan kuisioner melalui media online maupun ke responden secara

(6)

langsung dimana kuisioner berisi beberapa aspek yang akan di ujikan untuk setiap website. Setelah itu responden mengembalikan kuisionernya. Kuisoner dibagikan selama 1 minggu mulai dari tanggal 1 juli – 7 juli 2019. Pada kuisioner responden dapat memilih nilai dengan skala likert 1 – 5. Dengan deskripsi sebagai berikut :

1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju

3 = Netral 4 = Setuju

5 = Sangat Setuju Berikut kuisioner tersebut :

Tabel 3.1 Contoh kuisioner

Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5

(Pertanyaan kuisioner yang di dapat dari pengumpulan data)

B. Pengolahan data

Setalah melukan tahapan pengumpulan data langkah selanjutnya adalah mengolah data dengan tujuan untuk mengevaluasi user experience dalam sebuah e-supply chain yaitu website

1. Penentuan skor jawaban

Skor jawaban merupakan nilai jawaban yang akan di berikan oleh responden dan hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan skor dari setiap jawaban yang akan di berikan. Sesuai dengan nilai yang dimasukan oleh responden jiak memilih angka 1 maka nilainya +1, angka 2 maka nilainya +2, angka 3 maka nilainya +3, angka 4 maka nilainya +4, dan angka 5 maka nilainya +5 (Sugiono, 2013).

(7)

Tabel 3.2 Skor Jawaban 1 2 3 4 5

O O O O O

+1 +2 +3 +4 +5 (Sumber : Schrepp, 2019) 2. Perhitungan skor

Sebagai mana tahapan dalam metode Honeycomb UX, tahapan ini dilakukan untuk menghitung total skor dari setiap Supply chain System. Dari ketujuh value yang di ujikan dihitung satu persatu total skor dan rata-rata skor untuk setiap value pada Supply chain System. (Harry dan Deborah, 2012).

Tabel 3.3 Tabel Nilai Value Pada Setiap WEB

(Sumber : Harry dan Deborah, 2012)

Rumus jumlah total skor per value X dari setiap supply chain System ditunjukkan pada persamaan 3.1

Skor X =

∑𝑛𝑘=1𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑋 𝑛 Keterangan: X = nama Value k = responden ke- k n = jumlah responden No. WEBSITE Value Skor X 1 Accessible 2 Credible 3 Desirable 4 Findable 5 Usable 6 Useful 7 Valuable

(8)

3. Perbandingan Proposed Value dan Preceived Value

Guna membandingakan Proposed Value dan Preceived Value dilakukan pengecekan value yang diterima oleh pengguna, pengecekan dilakukan untuk mencocokan apakah value yang dituliskan oleh peneliti sudah diterima atau belum oleh pengguna dengan cara mencari nilai selisih.

Tabel 3.4 Tabel Perbandingan Perceived Value dan Proposed Value

No. Parameter Proposed Value Preceived Value Selisih

1 Accessible 2 Credible 3 Desirable 4 Findable 5 Usable 6 Useful 7 Valuable

(Sumber : Harry dan Deborah, 2012)

6. Analisa Pembahasan

Tahapan ini dilaksanakan setelah terdapat hasil dari pengolahan data yang sudah di hitung. Analisis yang dilakukan adalah analisis kuantitatif inferensial yang bertujuan untuk menghasilkan suatu temuan yang dapat digenerelaisasikan secara lebih luas ke dalam suatu populasi. Dalam penelitian user experience sebelumnya dalam Salma (2018) terdapat analisis pembahasan di representasikan dengan menggunakan digaram spider.

Spider diagram adalah alat yang digunakan untuk mengatur data secara logis. Konsep utama diletakkan pada halaman dan garis digunakan untuk menghubungkan gagasan. Karena lebih banyak gagasan bercabang, anda ditinggalkan dengan representasi grafis dari suatu yang mungkin sulit untuk dipahami. Bagi sebagian besar, visualisasi adalah cara terbaik untuk mempresentasikan hal tersebut, saat berhadapan dengan informasi yang kompleks, membuat spider diagram merupakan cara yang cepat dan mudah untuk mengatur konsep dan gagasan tersebut (Mutiasanti, et al., 2018).

(9)

7. Kesimpulan dan saran

Pada tahap ini dilakukan penarikan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahap analisis dan interpretasi hasil. Kemudian diberikan saran dan masukan yang berguna untuk peneliti selanjutnya maupun untuk perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya dan kesimpulan saran ini merupakan tahap akhir yang dilakukan setalah melaukan seluruh proses sebelumnya.

Gambar

Gambar 3.1 Flow Chart Penelitian
Gambar 3.2 Lanjutan flow Chart Penelitian
Gambar 3.3 Alur pengambilan data
Tabel 3.1 Contoh kuisioner
+3

Referensi

Dokumen terkait

Menentukan masalah merupakan langkah awal peneliti dalam penelitian ini. Masalah dalam penelitian ini didapat ketika peneliti mencoba menganalisis buku pegangan siswa dalam

Teknik observasi langsung adalah suatu metode pengumpulan data secara langsung dimana peneliti atau pembantu peneliti langsung mengamati gejala-gejala yang diteliti

Pada tanggal 26 Juli 2014 pukul 10.00 WIB peneliti menemui Kepala Tata Usaha untuk mencari informasi yang peneliti butuhkan, peneliti mencatat data tentang guru, tenaga

Pengamatan (observasi) dilakukan oleh observer bersamaan dengan pelaksanaan tindakan sedang berlangung sehingga observer dapat menganalisis peristiwa yang terjadi saat

Data dalam penelitian ini adalah informasi yang dikatakan manusia yang menjadi subjek penelitian, hasil observasi, fakta-fakta, dokumen yang sesuai dengan

Pada tahapan ini, peneliti dan observer mendiskusikan hasil dari observasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Peneliti dan observer mengidentifikasi kekurangan

Analisis isi dipilih karena sesuai dengan tujuan peneliti yaitu menganalisis buku teks, yakni menganalisis isi buku teks bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum 2013

Sebelum tindakan di mulai peneliti terlebih dahulu mengobservasi dengan cara bertanya kepada guru, kemudian peneliti juga melaksanakan observasi langsung pada saat