• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Knothe G, Gerpen JV, Krahl J. editor The Biodiesel Handbook. Champaign, Illinois: AOCS Press.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Knothe G, Gerpen JV, Krahl J. editor The Biodiesel Handbook. Champaign, Illinois: AOCS Press."

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Ames TT. 2002. Procoss for the Isolation of 1,3-Propanediol Fermentation Broth. http://www.freepatensonline.com/6361983.html. [5 Juni 2007].

Baniel AM, Jansen RP, Vitner A, Baiada A. 2006. Process for Producing 1,3-Propanediol. http://www.freepatensonline.com/7056439.html. [5 Juni 2007]. Barbirato F. Camarasa-Cliret C. Grivet JP. 1995. Glycerol Fermentation by a New

1,3-Propanediol producing microorganism: Enterobacter agglomerans. Applied Microbiol Biotechnol 43:786-793.

Barbirato F. Grivet JP, Soucaille P, Bories A. 1996. 3-Hidroxypropionaldehyde, an Inhibitory Metabolit of Glycerol Fermentation to 1,3-Propanediol by Enterobacterial Species. Applied Enviromental Microbiology 62:1448-1451. Cameron DC, Koutsky JA. 1994. Conversion of Glycerol from Soy Diesel Production to1,3-Propanediol. Di dalam: Final Report National Biodiesel Development Board: Madison, 1994. Madison: Department of Chemical Engineering. hlm 1-18. WI 53706-1691.

Deckwer WD. 1995. Microbial Conversion of Glycerol to 1,3-Propanediol. Federation of European Microbiological Societes (FEMS) reviews 16:143-149.

Fessenden RJ, Fessenden JS. 1995. Kimia Organik I. Edisi ke-4. AH Pudjaatmaka, Penerjemah; Jakarta Erlangga. Terjemahan dari Organic Chemistry.

Hilaly AK, Binder TP. 2002. Method of Recovering 1,3-Propanediol from Fermentation Broth. http://www.freepatensonline.com/6479716.html. [5 Juni 2007].

Holt JG, Krieg NR, Sneath PHA, Staley JT, Williams ST. 1994. Bargey’s Manual of Determinative Bacteriology. Edisi ke-9. Maryland USA: Williams & Wilkinson.

Ito T, Nakashimada Y, Senba. K, Matsui T, Nishio NY. 2005. Hydrogen and Ethanol Production from Glicerol-Containing Wastes Discharged after Biodiesel Manufacturing Process. Journal of Bioscience and Bioengineering 100:260-265.

Knothe G, Gerpen JV, Krahl J. editor. 2005. The Biodiesel Handbook. Champaign, Illinois: AOCS Press.

LPND Ristek. 2007. BPPT dan Fraunhover Jerman Kembangkan Biomaterial dari Limbah Pengolahan Biodiesel. http://dwienergi.blogspot.com. [5 Mei 2008].

(2)

Meloan CE. 1999. Chemical Separations Principles, Tehniques and Experiments. New York: A. Wiley-Interscience Publication.

Nishio NY, Nakashimada Y. 2004. High Rate Production of Hydrogen/Methane from Various Substrat and Waste. Advanced Biochemical Engineering Biotechnology 90:63-87.

Pachauri N, He B. 2006. Value-added Utilization of Crude Glycerol from Biodiesel Production: A Survey of Current Research Activities. 2006 Di dalam: ASABE Annual International Meeting. Oregon, 9-12 Juli 2006. Oregon: American Society of Agricultural and Biological Engineers. 1-16. 066223.

Prakoso, T. Sirait, H. Bintoroe, H. 2007. Pemurnian Gliserin Hasil Samping Produksi Biodiesel. Di dalam: Pemanfaatan Hasil Samping Industri Biodiesel dan Industri Etanol serta Peluang Pengembangan Industri Integratednya. Prosiding Konferensi Nasional 2007: Jakarta, 13 Maret 2007. Bogor: Pusat Penelitian Surfaktan & Bioenergi dan LPPM-IPB. Hlm 267-275.

Rachman MA, Y Furutani, Y Nakashimida, T Kakizono, N Nishio. 1997. Enhanced Hydrogen Production in Altered Mixed Acid Fermentation of Glucose by Enterobacter aerogenes. J. Of Ferm. And Bioeng 83:358-363. Said, Amelia. 2007. Perlakuan Ethyl Methane Sulfonates (EMS) pada

Enterobacter aerogenes AY-2 untuk Peningkatan Produksi Gas Hidrogen (H2). [Skripsi]. Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Indonesia.

Setyaningsih, D. Hambali, E. Farobie, O. 2007. Pembuatan Pupuk Potassium dari Proses Pemurnian Gliserol Hasil Samping Industri Biodiesel. Di dalam: Pemanfaatan Hasil Samping Industri Biodiesel dan Industri Etanol serta Peluang Pengembangan Industri Integratednya. Prosiding Konferensi Nasional 2007: Jakarta, 13 Maret 2007. Bogor: Pusat Penelitian Surfaktan & Bioenergi dan LPPM-IPB. hlm 290-304.

Suryani, A. Windarwati, S. Hambali, E. 2007. Pemanfaatan Gliserin Hasil Samping Produksi Biodiesel dari berbagai bahan baku (Sawit, Jarak, Kelapa) untuk Sabun Transparan. Di dalam: Pemanfaatan Hasil Samping Industri Biodiesel dan Industri Etanol serta Peluang Pengembangan Industri Integratednya. Prosiding Konferensi Nasional 2007: Jakarta, 13 Maret 2007. Bogor: Pusat Penelitian Surfaktan & Bioenergi dan LPPM-IPB. hlm 276-289.

Tapasvi D, Wiesenborn D, Gustafson C. 2004. Process Modelling Aproach for Evaluating the Economic Feasibility of Biodiesel Production. 2004. Di dalam: North Central ASAE/SCAE Confrence: Manitoba Canada, 24-25

(3)

Weast RC, Astle MJ, Beyer WH. 1985. CRC Handbook of Chemistry and Physics. Edisi ke-65. Boca Raton Florida:CRC Press Inc.

Wilson ID, Ardlard ER, Cooke M, Poole CF. editor. 2000. Encyclopedia of Separation Science. UK: Academic Press.

Zeng AP, Biebl H. 2002. Bulk Chemicals from Biotechnology: The Case of 1,3-propanediol and The New Trends. Advance in Biochemical Enineering/Biotechnology. 74:239-259.

(4)
(5)

(6)

Lampiran 2

Alat-alat yang digunakan

Gambar 11 Alat GC-MS QP2010 Shimadzu

(7)
(8)

Lampiran 3

Kultur Kerja

Gambar 15 Kultur Stok 50 ml setelah dan sebelum inkubasi

Gambar 16 Pra Kultur 350 ml sebelum dan setelah inkubasi

(9)
(10)

Lampiran 4

Gambar 20 Hasil Separasi Sp5 = Standar 1,3-propanadiol

F1s = Hasil fermentasi

D1 = Separasi dengan distilasi pada tekanan udara normal R2 = Separasi dengan distilasi vakum

(11)

Tabel 11 Program pengaturan alat GC-MS

Parameter I II

Temp. Oven Kolom (0C) 110 70

Temp. Injeksi (0C) 280 250

Tekanan (kPa) 72,3 98,3 Kecepatan aliran (ml/min) 98,9 34,6 Kecepatan Kolom (ml/min) 0,95 1,51

Temp. Sumber Ion 250 210

Temp. Permukaan 280 230

Analisis GC-MS gliserol menggunakan parameter I dan analisis GC-MS 1,3-propanadiol dengan menggunakan parameter II.

(12)

Lampiran 6

Gambar 21 Kromatogram GC-MS senyawa gliserol standar Tabel 12 Hasil identifikasi GC-MS Gliserol Standar

No

Peak Senyawa yang teridentifikasi Wakturetensi (menit)

Luas

puncak % Luaspuncak

(13)

Gambar 22 Kromatogram GC-MS limbah biodiesel setelah purifikasi (kualitatif) Tabel 13Hasil analisis GC-MS kualitatif limbah biodiesel setelah purifikasi (kualitatif)

No Senyawa yang teridentifikasi Waktu retensi (menit) % Luas puncak 1 Sulfur dioksida 2,346 1,18 2 Siklotrisiloksan, heksametil 2,470 21,74 3 Gliserol 2,900 18,82

4 Asam sulfur, dimetil ester 5,643 32,61

(14)

Lampiran 8

1,3 - Propandiol No peak is found in Window/Band range. mmol 0.000 Target

58.00 0 0 0.00 Auto 0

1,4 - Butandiol 1.000 mmol 2.260 ISTD 71.00 94953 124413 0.00

Auto 97

Glycerin

190.227 mmol (17.5 g/l) 3.280 Target 61.00 172291 225470 0.00 Auto 98

Gambar 23 Kromatogram HPLC gliserol setelah purifikasi (kuantitatif)

Konsentrasi akhir gliserol dalam fermentor 3,5 L adalah

= Vol. Awal x konsentrasi awal = 0,175 L x 17,5 g/l = 0,875 g/l Vol. Akhir 3,5 L

Mol gliserol = Konsentrasi gliserol akhir x vol. Gliserol yg dipakai BM Gliserol

= 0,875 g/l x 3,5 L = 0,033 mol 92,09

(15)

Intensitas

Waktu retensi

Gambar 24 Kromatogram GC-MS hasil fermentasi menggunakan bakteri E. aerogenes AY-2

Tabel 14 Hasil fermentasi menggunakan bakteri E. aerogenes AY-2 dan senyawa-senyawa yang dihasilkan

No

Peak Senyawa yang teridentifikasi Wakturetensi (menit) % Luas puncak 1 3-Metoksi-propanaldehid 2,405 17,62 2 Asam asetat 2,644 50,12 3 Asam propanoat 2,911 3,38 4 2,3-Butanadiol 3,416 0,89 5 Asam pentanoat 3,458 0,32 6 2,3-Butanadiol 3,495 1,62 7 1,3-Propanadiol 3,877 26,06

(16)

Lampiran 10

Intensitas

Waktu retensi

Gambar 25 Kromatogram GC-MS senyawa 1,3-propanadiol standar A Tabel 15 Hasil identifikasi GC-MS 1,3-propanadiol standar A

No Senyawa yang teridentifikasi Waktu retensi (menit)

Luas

puncak Konsentrasi(g/l) 1 Standar 1,3-Propanadiol 3,812 12827205 0,235

Cara menghitung konsentrasi 1,3-propandiol (1,3-PD) hasil fermentasi

Konsentrasi (g/l) = Luas puncak sampel 1,3-PD x konsentrasi 1,3-PD standar Luas puncak 1,3-PD standar

= 3634420 x 0,235 = 0,067 g/l 12827205

Mol 1,3-PD = konsentrasi 1,3P-D (g/l) x volume 1,3-PD BM 1,3-PD

= 0,067 g/l x 3,5 L = 3,068 x 10-3 mol

76,10

Rendemen produksi 1,3-PD terhadap gliserol = Mol 1,3-PD_ = 3,068 x 10-3

(17)

Intensitas

Waktu retensi

Gambar 26 Kromatogram GC-MS senyawa 1,3-propanadiol standar B Tabel 16 Hasil identifikasi GC-MS 1,3-propanadiol standar B

No Senyawa yang teridentifikasi Waktu retensi (menit)

Luas puncak

1 1,3-Propanadiol 3,321 228518492

Cara menghitung konsentrasi 1,3-propandiol (1,3-PD) hasil separasi

Konsentrasi (g/l) = Luas puncak 1,3-PD sampel x konsentrasi 1,3-PD standar Luas puncak standar 1,3-PD

Tabel 17 Konsentrasi 1,3-propanadiol hasil pemekatan dengan distilasi pada tekanan udara normal dan distilasi vakum

Sampel Luas puncak Luas puncak/ luas puncak standar Keterangan Konsentrasi Distilasi pada tekanan udara normal 10416532 4,56 % pengenceran 3X 0,79 g/l

Distilasi vakum 14702788 6,43 % pengenceran 3X

(18)

Standar 1,3

propanadiol 228518492 100 % pengencerantanpa 5,8 g/l

Lampiran 12

Penentuan kecepatan tumbuh dan waktu bakteri melakukan proses metabolisme dapat diketahui dengan melihat nilai dari spesific rods(µ).

Gambar 27 Kurva pertumbuhan bakteri E. aerogenes AD-H43 µ = tan α = nilai OD akhir fase log_

waktu pada saat fase log µ = 0,730 = 0,09 jam-1

8 jam

Tabel 18 Nilai OD dan pH dalam fermentor 3,5 liter selama 20 jam

Jam ke- Nilai OD pH

0 0,388 6,62

4 0,650 6,40

8 0,666 6,41

(19)
(20)

Lampiran 13

Tabel 19 Nilai OD an pH jam ke-0 dan jam ke-20 dengan subtrat gliserol oleh bakteri E. aerogenes AD-H43.

Konsentrasi gliserol (%)

OD jam ke-0 pH jam ke-0 OD jam ke-20 pH jam ke-20

0,5 0,324 6,91 0,552 6,47 1,0 0,300 6,91 0,577 6,02 1,5 0,305 6,90 0,519 5,92 2,0 0,314 6,90 0,552 5,88 2,5 0,313 6,90 0,538 5,83 3,0 0,331 6,90 0,546 5,78 3,5 0,354 6,89 0,519 5,78 4,0 0,373 6,83 0,521 5,73 4,5 0,382 6,83 0,517 5,75 5,0 0,341 6,88 0,457 5,72

(21)

3-Hidroksi propionaldehid Gliserol Biomassa

1,3-Propanadiol Dihidroksiaseton Gliserin-3-fosfat

Dihidroksiaseton fosfat

Asam suksinat Fosfoenolpiruvat

Piruvat Asam laktat

H2

Format

CO2

Asetil KoA

Asetil fosfat Asetaldehid

Asam asetat Etanol

Gambar 28 Jalur metabolisme E. aerogenes (Modifikasi Xi Chen et al. 2003 yang diacu dalam Nishio dan Nakashimada 2004)

(22)

Lampiran 15

Gambar 29 Nomograph Keterangan:

A : Titik didih larutan pada alat rotari evaporator B : Titik didih larutan sebenarnya

C : Tekanan yang digunakan pada alat rotari evaporator Cara menggunakan Nomograph:

Nilai yang diketahui antara lain,

Tekanan pada alat rotari evaporator = tekanan udara normal – tekanan vakuum = 739 mmHg – 735,0604 mmHg

= 3,9396 mmHg

A = Titik didih yang teramati pada alat rotari evaporator adalah 40 oC

C = tekanan yang digunakan adalah sebesar 3,9 mmHg

maka untuk mengetahui titik didih larutan sebenarnya adalah dengan menghubungkan titik A dengan titik C menggunakan penggaris sehingga diperoleh angka 176,1 oC.

(23)

dan NIST 147 serta dengan data base WILEY 7 yang memiliki 338.000 spektra. Sumbu x untuk m/z dan sumbu y untuk kelimpahan relatif.

Spektrum GC-MS standar gliserol sebelum purifikasi (P1)

(24)

Spektrum GC-MS gliserol sebelum purifikasi

Spektrum GC-MS gliserol sebelum purifikasi (P1)

Data base: NIST 27 (99%)

Spektrum GC-MS Metil ester tetradekanoat (P2)

(25)

Data base: WILEY 7 (97%)

Spektrum GC-MS Asam n-heksadekanoat (P4)

Data base: NIST 27 (92%)

(26)

Data base: NIST 27 (97%)

Spektrum GC-MS Metil ester oktadekanoat (P6)

(27)

Data base: WILEY 7 (93%)

Spektrum GC-MS Dodekenilsuksinat anhidrid (P8)

(28)

Spektrum GC-MS Etil ester heksadekanoat, 2-hidroksi-1-(hidroksimetil) (P9)

(29)

Spektrum GC-MS 1,3-Propanadiol standar (P1)

(30)

Spektrum GC-MS hasil fermentasi dengan E. aerogenes AD-H43

Spektrum GC-MS Etanol (P1)

Data base: WILEY 7 (97%)

Spektrum GC-MS Asam asetat (P2)

(31)

Data base: WILEY 7 (98%)

Spektrum GC-MS 2,3-butanadiol (P4)

(32)

Spektrum GC-MS 1,3-Propanadiol (P5)

(33)

Spektrum GC-MS 3-Metoksi-propanaldehid (P1)

Data base: WILEY 7 (92%)

Spektrum GC-MS Asam asetat (P2)

(34)

Spektrum GC-MS Asam propanoat (P3)

Data base: WILEY 7 (97%)

Spektrum GC-MS 2,3-Butanadiol (P4)

(35)

Data base: WILEY 7 (93%)

Spektrum GC-MS 2,3-Butanadiol (P6)

(36)

Spektrum GC-MS 1,3-Propanadiol (P7)

(37)

Spektrum GC-MS 1,3-Propanadiol standar (P1)

(38)

Spektrum GC-MS hasil distilasi sederhana

Spektrum GC-MS Asam propanoat (P1)

Data base: NIST 27 (98%)

Spektrum GC-MS 2,3-Butanadiol (P2)

(39)

Data base: NIST 27 (94%)

Spektrum GC-MS 2,3-Butanadiol (P4)

(40)

Spektrum GC-MS 1,3-Propanadiol (P5)

(41)

Spektrum GC-MS Asam propanoat (P1)

Data base: NIST 27 (98%)

Spektrum GC-MS Asam propanoat, 2-metil (P2)

(42)

Spektrum GC-MS (2S,3S)-2,3-Butanadiol (P3)

Data base: NIST 47 (95%)

Spektrum GC-MS (2R,3R)-2,3-Butanadiol (P4)

(43)

Data base: WILEY 7 (95%)

Spektrum GC-MS Asam butanoat, 3-metil (P6)

Gambar

Gambar 10 Diagram alir penelitian
Gambar 11 Alat GC-MS QP2010 Shimadzu
Gambar 14 Alat Moisture analysis Ohaus MB45
Gambar 15  Kultur Stok 50 ml setelah dan sebelum inkubasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini memberikan implikasi, agar bank meningkatkan laba usahanya dengan meningkatkan pendapatan operasional, melakukan efisiensi terhadap beban-beban

[r]

Dari hasil perhitungan diperoleh ukuran perusahaan ( size ), aset berwujud ( tangibility ) dan profitabilitas ( profitability ) berpengaruh signifikan dan positif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dominan dalam mempengaruhi sifat fisik emulgel minyak daun cengkeh serta mengetahui area optimum komposisi

Distributif Perkalian Terhadap Penjumlahan4. 4 jam

Berdasarkan hasil penelitian serta analisis diatas menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara empati dengan perilaku altruisme artinya

Agar pada penelitian yang berjudul Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Lirik Lagu pada Album Don't Make Me Sad Karya Band Letto: Tinjauan Sosiologi Sastra

Adapun hal-hal yang dibahas dalam tugas akhir ini adalah tentang prosedur dan pelaksanaan akad pembiayaan m ur ba ah di BMT Palur serta kesesuaiannya dengan Fatwa